Bagi yang pingin punya usaha, tapi nggak cukup modal, mudah-mudahan tulisan ini bisa menginspirasi.
Setelah membaca tulisan-tulisan di beberapa blog dan milis, ada kondisi yang boleh dibilang kontradiktif. Di satu sisi, mereka yang sudah terjun berbisnis menjadi pengusaha, sering menekankan bahwa modal uang bukanlah faktor penentu untuk memulai usaha. Sementara mereka yang belum punya usaha, banyak yang merasa terhambat dan takut memulai usaha karena tidak punya modal uang.
Bagi saya sendiri, modal uang memang penting. Kayaknya kecil kemungkinan kami untuk berani membuka kios Addina (Kios Jilbab / kerudung Permata & Rabbani ™) kalau saat itu kami tidak punya cukup uang di tabungan. Namun setelah menjalankan usaha sendiri, saya jadi percaya pada mereka yang mengatakan bahwa “modal uang bukan faktor penentu untuk memulai usaha“.
Faktor yang lebih menentukan adalah sikap mental kita, sifat ke-wira usaha-an kita, keyakinan kita, kemauan untuk belajar, dan faktor lain yang justru bukan semata-mata materi. Karena berapapun besarnya modal yang ada, kalau faktor lainnya tidak mendukung maka modal bukannya berkembang-biak malahan bisa cepat habis.
Masalah modal sebenarnya bukan pada ada dan tidaknya modal. Yang jadi masalah sebenarnya adalah cukup tidaknya modal yang sudah ada. Karena saya yakin, anda yang baca tulisan ini pasti punya uang, berapapun jumlahnya. Nah sebenarnya modal uang ada, tapi kita merasa tidak cukup. Mungkin karena bisnis yang kita harapkan dan kita impikan belum terjangkau dengan uang yang ada.
Sekarang tinggal bagaimana uang yang sudah ada ditangan, bisa dikembang-biakkan menjadi besar dan “cukup untuk memulai usaha.”
Dalam mengembangbiakkan uang berlaku hukum “High Risk High Return – Low Risk Low Return”. Kalau uang ditabung atau didepositokan di Bank atau diinvestasikan di lembaga investasi, mungkin sekali uangnya berkembang, tapi sangat lambat karena memang resikonya kecil.
Nah untuk mendapatkan kecepatan pertumbuhan uang yang diinginkan, kitalah yang harus mengambil resiko. Kita harus mengembang biakkan sendiri uangnya agar bisa cepat tumbuh sesuai keinginan. Kita harus memutar uang sendiri, atau paling tidak, perputaran uang harus dalam pengawasan dan dalam kendali kita. Caranya ya harus mulai menjalankan usaha sendiri, berapapun jumlah modal uang yang ada.
Kalau masih takut juga memulai usaha. Langkah termudahnya adalah berjualan. Toh dalam menjalankan bisnis, aktifitas penjualan / sales juga sangat penting. Terus apa yang harus dijual? Apa saja, sesuaikan saja dengan uang yang sudah ada. Kalau sudah bisa berjualan, porsi keuntungan jangan dikonsumsi, putar kembali sebagai modal. Kalau ini terus dijalankan InsyaAlloh uang akan berlipat-lipat dan modal untuk membuka usaha sendiri sesuai yang diimpikan pasti akan didapat.
Kalau kita jeli, kita bisa melipatgandakan uang melebihi kecepatan bunga deposito bank, melebihi kecepatan harga saham. Tinggal keseriusan dan ketekunan kita yang menentukan.
Sebagai ilustrasi, kalau saat ini cuma punya uang Rp.10.000 dan ingin punya modal Rp.500.000.000, maka putar saja uang sepuluh ribu tersebut, belanjakan barang untuk dijual kembali, mark up harganya, dan seluruh hasil penjualan diputar lagi. Keuntungan jangan dikonsumsi tapi putar terus. Misalkan harga jual dinaikkan atau di-mark up sebesar 50%, maka dalam 27 kali perputaran modal, modal 500 juta mungkin sekali didapat.
Untuk memutar uang Rp 10.000 bisa dilakukan dengan menjual mainan anak-anak, makanan ringan, minuman dll. Namun untuk memutar modal yang sudah besar, tentu dibutuhkan cara atau strategi yang berbeda. Misalnya modal sudah satu juta, atau sepuluh juta, atau seratus juta tentu beda cara memutarnya dengan ketika modal masih sepuluh ribu.
Hal ini pula yang kami lakukan pada Kios Addina, hasil penjualan jilbab, kerudung, mukena, busana muslim, dan aksesoris kami belanjakan kembali untuk membeli barang. Sampai saat tulisan ini di buat, kami belum menikmati keuntungan penjualan di Kios. Keuntungan hanya kami kurangi untuk hal-hal yang memang harus dibayar: gaji karyawan, biaya listrik, biaya promosi, dll.
Alhamdulillah dengan cara ini barang dagangan kami terus bertambah. Mudah-mudahan ini bisa terus kami lakukan, sehingga kios kami bisa terus tumbuh besar dan bisa memberi manfaat bagi sebanyak mungkin rakyat Indonesia.
Salam
Fuad Muftie
“Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”
Kios Addina : Kios Jilbab / Kerudung (rabbani™ & PerMata’s), Busana, dan Aksesoris
Jl. Bunga Rampai X Perumnas Klender, Jaktim
Ditulis oleh Fuad Muftie
Ditulis oleh Fuad Muftie
Ditulis oleh Fuad Muftie 
