Sepertinya normal bagi seorang karyawan (yang sudah enak terima gaji tiap bulannya) mengalami kebingungan dan ketakutan saat ingin merintis usaha sendiri. Itupun saya alami. Dan kasus seperti itupun sering saya baca di beberapa milis dan rubrik konsultasi bisnis.
Banyak yang menyarankan untuk langsung terjun saja, langsung nyebur saja. Bahasa keren-nya langsung take action saja. Lha gimana mau langsung terjun kalau masih bingung dan takut? Mungkin bisa, bagi yang punya jiwa petualang. Tapi bagaimana bagi yang sudah terbiasa cari aman dan kenyamanan?
Mengatasi rasa bingung dan takut memang gampang-gampang susah. Kalau mau mencari teknik yang paten sudah banyak sekali ditemukan. Misalnya NLP, hypnoterapi, psycho cybernetic, teknik affirmasi, dll
Saya tidak bermaksud membahas teknik-teknik diatas. Saya cuma ingin berbagi pengalaman saya bagaimana saya yang semula takut dan ragu-ragu memulai bisnis, bisa menjadi berani memulainya.
Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya. Ide atau keingingan untuk mempunyai usaha sendiri sudah lama muncul. Dan ide jenis usaha yang ingin dicoba pun banyak bermunculan. Dari usaha RM Padang, Pakan Ternak, Voucher HP, ambil franchise dll, semuanya hanya ide dan tidak juga terlaksana. Dan sayapun mendapat julukan NATO (No Action Talk Only).
Sampai kemudian saya coba merefleksikan masa lalu saya. Dulu, tidak terbayang bagi saya untuk bisa kuliah, karena kehidupan keluarga yang pas-pasan. Tapi alhamdulillah saya bisa kuliah di salah satu perguruan tinggi favorit dengan bea siswa. Dulu saya merasa nggak mungkin punya rumah sendiri di sekitar Jabotabek. Dan Alhamdulillah saya bisa membelinya, walaupun akhirnya harus saya jual lagi. Dan masih banyak kejadian yang semula saya anggap tidak mungkin, bisa menjadi kenyataan.
Belajar dari pengalaman itulah saya coba terapkan untuk mewujudkan keinginan saya untuk punya usaha sendiri.
Segalanya berawal dari PIKIRAN dan MENTAL. Itulah yang saya temukan dari perjalanan hidup saya. Pada saat saya ingin kuliah, maka setiap hari pikiran saya isi dengan segala hal tentang kuliah : memilih-milih universitas, jurusan pilihan, bea siswa, berdoa agar bisa kuliah dll. Begitu juga ketika ingin punya rumah, setiap hari baca iklan rumah, datang ke pameran perumahan, kumpulin brosur real estate dll.
Dengan mengawali dari PIKIRAN maka tindakan berikutnya akan terarah menuju terwujudnya keinginan. Cepat atau lambat, kita akan menemukan jalan yang akan mendekatkan pada tujuan. Dan puncaknya kita akan mendapatkan momentum untuk mewujudkan impian kita.
Saya juga sering membaca buku-buku motivasi. Dan ternyata jalan yang saya tempuh, cocok / mirip / persis dengan resep-resep atau jurus-jurus yang ditawarkan dalam buku-buku tersebut. Yaitu diawali dengan mengubah pikiran dan selanjutnya keyakinan-pun ikut berubah, tindakan kitapun berubah, sampai akhirnya “nasib” kita berubah.
Mungkin ini merupakan salah satu hukum alam. Artinya siapapun akan mendapatkan AKIBAT yang sama kalau memiliki SEBAB-SEBAB yang sama (atau Hukum SEBAB-AKIBAT).
Demikian pula ketika saya ingin punya usaha / bisnis sendiri. Awalnya saya tidak konsisten untuk terus memikirkan tentang buka usaha sendiri. Sehingga pikiran melompat-lompat. Kadang pingin punya RM Padang, kadang pingin buka warnet, kadang pingin ikutan jualan burger dll. Dan lebih seringnya sich LUPA dan tidak memikirkan untuk buka usaha sendiri, malah keasyikan dengan pekerjaan di kantor.
Kemudian ketika saya berkomitmen untuk segera punya usaha sendiri, saya coba terapkan pola yang sama seperti diatas. Pikiran difokuskan tentang bagaimana memulai usaha. Buku-buku kewirahusahaan kembali saya baca, sering-sering browsing artikel tentang enterpreneurship, ikut milis bisnis, ngobrol dengan teman yang sudah punya usaha, pulang-pergi ke kantor tengak-tengok usaha orang lain, melihat-lihat peluang, dll.
Dari bangun tidur sampai tidur lagi yang dipikirkan : bagaimana memulai usaha dan usaha apa yang bisa segera dijalankan. Bahkan kalau perlu mimpi-pun tentang memiliki usaha sendiri.
Akhirnya momentum yang diinginkan-pun datang. Saat diskusi dengan istri untuk buka usaha penjualan jilbab dan keputusan diambil dengan bulat, maka selanjutnya momentum-momentum yang lainpun bergulir. Dan hampir-hampir tidak percaya, usaha yang saya inginkan bisa terwujud dan mulai berjalan pada tanggal 14 September 2006.
Saya sangat suka dengan istilah yang digunakan dalam sebuah buku motivasi, bahwa tindakan yang diambil dengan model tersebut sering diistilahkan dengan “Inspired Action“. Yaitu tindakan-tindakan yang didasarkan pada inspirasi (buah dari kerja pikiran) tidak semata-mata didasarkan pada keinginan dan ikut-ikutan trend. Sebab inspirasi biasanya akan datang ketika kita sering memikirkan tentang suatu solusi.
Nah bagi yang saat ini masih bingung, ragu-ragu, dan takut untuk memulai usaha, mulailah benahi pikiran dan mentalnya. InsyaAlloh cepat atau lambat akan sampai saatnya anda memiliki usaha sendiri. Usahakan dapatkan inspired action tersebut.
Kesimpulannya : Ubahlah pikiran maka segalanya akan berubah.
Salam
Fuad Muftie
http://fuadmuftie.blogspot.com (artikel lainnya ada di sini)
Kios Addina, kios jilbab, kerudung, busana, aksesoris dll
(Merk rabbani, PerMata’s, Delvina, Poeti, Swarna, dll)
Berkualitas, murah lagi…


November 23, 2006 pukul 12:53 pm |
wah hebat, saya sudah mulai usaha, tapi karena tergantung dengan orang lain(karyawa) malah jadi mandek kalo karyawannya pada keluar.
tapi saya setuju dengan pendapat anda, selama kita bisa berpikir positif, maka semuannya akan mungkin untuk diwujudkan.
November 23, 2006 pukul 3:43 pm |
Pak Anto, awal buka usaha kami juga mempekerjakan karyawan. Tapi sebulan kemudian kami berhentikan. Urusan karyawan memang harus dikelola dg profesional agar usaha, pemilik, dan karyawan bisa maju bersama.
Saat ini usaha kami kelola sendiri dan mudah2an awal thn depan bisa dapat karyawan yg lebih baik.
November 29, 2006 pukul 11:30 am |
saya seorang mahasiswa, tinggal di medan.
saya juga lagi memikirkan untuk membuka suatu usaha. tapi masih bingung dengan jenis usaha apa yang saya perbuat, saya sih inginnya buka usaha yang islami gitu, tapi lagi – lagi saya terkena kendala klasik, yaitu modal usaha. ribet banget yah nyari modal usaha yang islami, bebas dari riya.
apabila ada ide, dan saran, mohon kirim ke email saya
mbuncit @ yahoo . com
Jazakumullah khaira
November 29, 2006 pukul 2:41 pm |
Pak Muhammad Hendra
Bahagia sekali saya mendengar anda berkeinginan membuka usaha yang islami. Untuk menentukan jenis usaha, bisa pilih yang sesuai dengan minat atau hobi kita. Sehingga tidak menjadi beban dlm menjalankannya. Dalam bisnis saya, yang paling besar minatnya dg dunia jilbab adalah istri, sedangkan saya bagian memotivasi, membentuk sistem, pembukuan, pengawasan, dan bantuan lain.
Kendala untuk mulai buka usaha pasti selalu ada. Kalau pikiran fokus di kendala, jadinya nggak bakalan bisa buka usaha. Bagi kami modal juga menjadi kendala. Tapi kami fokus pada apa yang kami punya dan kami manfaatkan seoptimal mungkin untuk memulai. Alhamdulillah dalam waktu dua bulan sejak membuka usaha, sudah ada tambahan modal dari keluarga, tanpa diminta.
Untuk mendapat pinjaman dari pihak lain apalagi bank, bagi kami saat ini belum terpikir. Yang penting bangun reputasi dulu, kalau bisnisnya bagus pasti pemodal akan berbondong-bondong menanamkan modalnya.
Sebenarnya kendala paling utama adalah MENTAL kita sendiri. Kalau mental masih banyak negative thinking, masalah kecil jadi dibesar-besarkan. Kalau pikiran / mental selalu positif, hambatan sebesar gunungpun menjadi seperti sebutir pasir. Dan kita akan mampu menghadapi / melaluinya dengan tegar dan kuat.
Bukan maksud saya menggampangkan masalah. Saya yakin semua sudah ada takarannya dari Alloh SWT, kita cuma ditantang untuk memulai, berpikir, berikhtiar, dan berdoa. Alloh-lah yang akan memberi kita hadiah atas usaha kita.
Salam
Fuad Muftie
Selamat berwirausaha
Ubahlah pikiran maka segalanya akan berubah!
Desember 2, 2006 pukul 5:30 pm |
Alhamdulillah dari bulan Mei 2005 hingga saat ini saya telah merintis usaha counter HP dg modal dr teman dan kakak, tempat kurang strategis. Tp di tengah jalan, modal teman ditarik ditambah aku terkena beberapa musibah: HP hilang,ditipu teman dan kesalahan perhitungan dalam mengambil barang dagangan (model kurang ‘in’&terlalu banyak).
Modal usaha jadi berkurang & Usaha pun hampir2 aku putuskan untuk berhenti, brgkl akhir desember ini. Namun saya bingung:utk melanjutk tmbh modal dr siapa?;mau usaha baru, apa&modal dari siapa?
Mohon saran & masukan dari teman2 semua.
Terima kasih. Jazakumullah khaira.
abu ibra/ibrasel @ yahoo . com
Desember 4, 2006 pukul 10:53 am |
Pak Abu Ibra,
Anda sudah selangkah lebih maju daripada yang hanya ingin buka usaha tapi belum juga berani. Saran saya, kalau kita sudah tahu kelemahan dari bisnis kita, lakukan perbaikan, tutup kebocoran dan kesalahan kita. Itu semua menjadi tanggung jawab kita sebagai owner dan jangan menyalahkan pihak lain.
Awal buka usaha saya juga banyak melakukan kesalahan dan banyak sekali kebocorannya. Dan yang kami lakukan, secepatnya perbaiki kebocoran itu. Awalnya kami juga saling menyalahkan, tapi kami langsung introspeksi dan mengambil tanggung jawab sepenuhnya.
Pengawasan juga faktor penting, Alhamdulillah istri saya mau mengawasi langsung usaha kami (krn saya masih kerja di tempat lain), sehingga bisnis kami bisa diselamatkan.
Masalah modal, mulai saja dari yang ada saat ini, InsyaAlloh kalau bisnis membaik, modal akan datang atau akan lebih mudah didapat daripada saat bisnis kelihatan ’suram’ seperti saat ini.
[Kami juga merasakan kurang modal, tapi kami tetap jalan dengan apa yg ada]
Maju terus Pak Abu Ibra, kesuksesan tinggal menunggu waktu, jangan berhenti dan terus perbaiki sistemnya.
salam
fuad muftie
Desember 8, 2006 pukul 1:20 pm |
Sebuah catatan yang sangat menginspirasi saya. Saya berencana juga untuk berjualan dengan mencari kios. sungguh informasi yang sangat bermanfaat dan sangat detil. Saya dan istri mulai berbisnis membuat mukena bordir sejak bulan januari 2006 dan dipasarkan secara keliling atau titip ke teman dikantor. Alhamdulillah lancar dan bahkan pesanan tambah banyak dan tidak tertangani. Hal ini dikarenakan pegawai yang sedikit (tukang bordir seorang dan penjahit 2 orang). inginnya sih menambah kapasitas produksi cuman belum kesampaian karena ternyata mengurus pegawai itu cape dan agak susah ya..
Salam Harry
Desember 8, 2006 pukul 4:14 pm |
Pak Harry,
Selamat atas jalannya usaha mukena bordirnya, semoga terus maju dan semakin banyak orang yang terbantu atau tertolong dari usaha Pak Harry.
Kami ikut mendoakan Pak, semoga Pak Harry mendapat kios yang terbaik dan bisa semakin memperbesar usahanya.
Banyak sekali orang butuh kerjaan, dengan Pak Harry membesarkan usahanya semoga semakin banyak yang bisa dientaskan.
Sungguh niat yang sangat mulia.
Salam
Fuad Muftie
Desember 10, 2006 pukul 10:40 pm |
Saya sudah buka usaha roti basah di daerah kuningan. Alhamdulillah sedang berjalan, namun masih kurang kalau dipakai untuk keluarga istri saya dan keluarga saya. Makanya saya ingin buka usaha yang kedua, namun kendala yang menimpa adalah modal. barangkali ada yang mau membantu saya mensuport dana untuk membuka 10 outlet nasi goreng dengan keuntungan 750 rb sehari dan akan kembali modal dalam jangka waktu maksimal 1 thn. Dana yang dibutuhkan 50 jt. Barangkali ada yang mau sharing boleh atau ada yang mau bantu dana dengan pengembalian 1 thn terimakasih, karena saya masih punya anak anak yang harus disupport, terutama para penganggur di desaistri saya. terimakasih ya..
Desember 10, 2006 pukul 10:41 pm |
oh ya..kalau ada yang mau bantu bisa hubungi di luk70an@yahoo.com atau 081320224525
Desember 11, 2006 pukul 1:50 pm |
Pak Lukman, semoga Alloh memberkahi usaha Pak Lukman. Apalagi usahanya dipakai untuk keluarga Pak Lukman dan Keluarga Istri.
Modal memang sering menjadi kendala klasik dalam berusaha. Sayapun mengakuinya kadang masalah modal bisa menjadi hambatan untuk berekspansi.
Namun saya juga punya keyakinan bahwa masih banyak pemilik modal yg ingin investasi tapi takut. Kenapa takut, karena mereka tidak percaya uangnya bisa berkembang.
Nah sebagai pedagang / pengusaha, tugas kitalah untuk meyakinkan para investor bahwa bisnis kita memang jalan dan menghasilkan. Dalam pikiran investor yang ada hanyalah “Show me the money”. Kita dituntut untuk menjadi pengusaha yang dipercaya bisa menghasilkan uang bagi investor. Tidak cukup hanya memberikan janji-janji.
Saran saya Pak, tunjukkan dulu janji Pak Lukman untuk memberikan laba, yang artinya usaha Pak Lukman yang ada saat ini memang maju dan menghasilkan. InsyaAlloh Investor akan berbondong-bondong menginvestasikan modalnya.
Salam
Fuad Muftie
Desember 14, 2006 pukul 5:52 pm |
Assalamu’alikum
saya Pengin sekali membuka usaha busana muslim, tapi masih terkendala bagaimana cara mulainya.. ada saran gak..??
Desember 15, 2006 pukul 9:04 am |
Pak Hasan, saya juga pernah mengalami seperti yang Pak Hasan alami, bingung mau ngapain dulu, mulai dari mana. Pingin usaha ini gimana mulainya? Itu terus yang terpikir.
Seingat saya, saya mulai menemukan titik balik, ketika saya mengubah pola pikir saya. Saya ganti pikiran “kebingungan” tadi dan meyakinkan diri sendiri bahwa saya pasti bisa memulai, saya pasti bisa buka usaha.
Kemudian saya mulai menjalankan rumus ATM (Amati, Tiru, Mulai dan Modifikasi). Setiap berangkat-pulang kerja saya amati orang2 yg jualan di pinggir jalan. Saya amati orang yg jualan di Mall, saya tanya orang2 yg sudah mulai. Dan pada saatnya tau-tau ketemu momentumnya.
Pak Hasan boleh baca sharing atau tulisan saya tentang Bincang Bisnis Sambilan. Saya banyak mendapat inspirasi dan tersemangati dari sana.
Salam
FM
Januari 31, 2007 pukul 6:21 pm |
Pak Fuad,
Barangkali punya info seputar usaha barbershop, syukur-syukur ada tentang supplier alat-alatnya (kursi cukur, dll). Melihat usaha ini di sekitar tempat tinggal, sepertinya saya melihat peluang yang cukup menjanjikan, karena kekuatan saya (sudah pernah saya terapkan waktu kerja di hotel dan cafe ternama) adalah memberikan pelayanan maksimal tanpa pamrih. Sepertinya saya juga sudah “nekad” mau berhenti dari tempat kerja saya sekarang (sebuah tv swasta) dalam waktu dekat ini. Terima kasih.
Februari 1, 2007 pukul 9:59 am |
Benar Pak Iwan, usaha barbershop peluangnya selalu terbuka lebar, sepanjang rambut manusia masih terus tumbuh.
Untuk suplier alat2 barbershop, kalau Pak Iwan ada di Jabodetabek, bisa coba cari di Pasar Baru. Maaf saya belum pernah survei sendiri ke Pasar Baru, tapi saya pernah baca-baca artikel dan iklannya di sebuah tabloid. Cukup lengkap dari gunting, alat cukur, kursi, dll ada ditawarkan disana.
Oke Pak, selamat ber-hunting dan semoga cepat dibuka usahanya, biar bertambah lagi lapangan pekerjaan. Sukses selalu Pak.
Salam
Fuad Muftie
April 9, 2007 pukul 7:35 pm |
Good site!!!
Juni 19, 2007 pukul 9:36 am |
Ass.wr.wb
Pak Fuad, bisnis apa yang sekiranya cocok dilakukan dalam perumahan.
Perumahan kami masyarakatnya kelas menengah ( type perumahan 36 ) dan banyak pegawai swasta yang pulang kerja sampai sore or malam.
Syukron.
Wassalam,
Raihan
Juni 21, 2007 pukul 5:32 pm |
Wass. Wr Wb.
Pak Raihan, cara mudah mengetahui usaha apa yg cocok ya dg melihat usaha yg sudah ada. Mana yang maju, mana yang masih berpeluang, bisa Bapak lihat. Atau lihatlah usaha yang ada di perumahan lain dan berhasil tapi belum ada di perumahan Bapak.
Kuncinya lakukan jurus ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi). Carilah usaha yang Bapak senangi dan laris manis, lalu tiru saja dengan modifikasi, InsyaAlloh kalau usaha yang laris pasti masih banyak peluangnya.
Semoga bermanfaat
salam
FM
Juni 26, 2007 pukul 12:17 pm |
Pak Fuad Muftie Yth.
Saya seorang karyawan yang banyak berfikiran untuk membuka usaha sendiri krn kayaknya sudah lelah untuk trus bekerja kantoran. Awalnya saya tidak konsisten mau usaha pa juga berfikiran nggak punya modal. Sekarang saya sedang merintis membuka usaha Wedding Muslim Organizer (bahasa iNdonesianya apa ya pak? he..he..he). saya nggak punya modal uang…berbekal PC di rumah saya mulai membuat brosur2 dan iklan gratisan di internet.. juga mencari rekanan/supplier dari Salon, Tenda,/Panggung, Hiburannya dsb. Saya ingin pengarahan dari Bapak..apa yang seharusnya saya kerjakan ? Bagaimana peluang usaha ini di tempat tinggal saya di Bojonggede..? Terima kasih atas pencerahan Bapak..
===========
Fuad Muftie :
Pak Indra, setidaknya Anda sudah punya satu alasan yang kuat untuk memulai usaha sendiri. Tinggal dipertahankan semangat Anda dan terus dipupuk dan diperkuat terus.
Untuk memulai tidak selalu butuh modal koq. Buktinya Anda bisa memulai wedding organiser dengan memanfaatkan jaringan pengusaha yang sudah jalan. Anda ibaratnya manajer. Dan yang penting disini Anda akan mendapat jaringan yang lebih luas. Dengan jaringan ini kalau suatu saat Anda ada modal dan ingin memanfaatkan peluang yang lainnya, Anda sudah punya jaringan yang akan membantu.
Untuk wedding organiser, saya kira dimanapun kita berada akan selalu ada orang yang butuh. Artinya peluang selalu ada di depan mata, apalagi kalau Anda bisa meyakinkan calon pengguna jasa, bahwa menggunakan wedding organiser tidak selalu mahal, bahkan mungkin bisa lebih murah dibanding ngurusin sendiri. Pinter2 Anda sendirilah.
Semoga sukses selalu
Salam
FM
Juni 28, 2007 pukul 5:03 pm |
ass. wr. wb.
saya mau gabung di milis orang2 yg punya usaha sendiri, tapi kemana daftarnya? mohon informasinya, terima kasih. wass.
Fuad Muftie:
Pak Ari coba hubungi milis TDA / Tangandiatas di tangandiatas-owner@yahoogroups.com, semoga bisa diterima.
salam
Agustus 13, 2007 pukul 11:29 am |
pak,saya pengen bgt punya usaha,tapi saya tak punya modal,gmn crnya y pak?????
Agustus 14, 2007 pukul 2:19 pm |
Ketut
Kalau memang nggak punya modal dan butuh modal, solusinya cari modal.
Kalau memang mau buka usaha, jangan fokus di “nggak punya modal”-nya, cari jalan, jadilah kreatif, InsyaAlloh pasti ketemu jalannya.
Mulailah dari yang kecil, dari diri sendiri, dan sekarang juga. Kalau sudah jalan baru dibenahin, diperbaiki, ditambahin modal, dirawat, dan dibesarkan.
Salam
Fuad Muftie
September 12, 2007 pukul 3:20 pm |
Rekan-rekan, ada informasi tentang seminar franchise. Mudah-mudahan bermanfaat:
Hari/Tanggal:
Rabu, 31 Oktober 2007
Pukul:
9.00 s/d 16.30 WIB
Tempat:
Amphitheatre
Sampoerna School of Business & Management – ITB
Sampoerna Strategic Square, Tower B Lt. 9
Jl. Jend. Sudirman Kav 45, Jakarta 12930
Pembicara:
Zainal Arifin, S.H., M.Kn., Direktur Bina Usaha & Pendaftaran Perusahaan, Departemen Perdagangan RI.
“Peran Pemerintah dalam Pembinaan & Pengawasan Usaha Waralaba”
Bambang Pram Said, S.H, LL.M, MPA., Managing Partner Kantor Hukum Said, Sudiro & Partners
“Perjanjian Waralaba Merujuk Pada PP No. 42 Tahun 2007”
Drs. Anang Sukandar, Ketua Asosiasi Franchise Indonesia (AFI)
“Trend Usaha Franchise di Tahun 2008”
Mira D. Sudiro, S.H., LL.M., Partner Kantor Hukum Said, Sudiro & Partners
“Lisensi & Hak Kekayaan Intelektual”
Ir. Royandi Junus, MBA., Managing Partner International Franchise Business Management
“Strategi Menjual dan Membeli Franchise”
Biaya Investasi:
Rp. 700.000/orang
Pendaftaran:
Anto, Telp. 021-727.99947/48; Fax. 021-727.99946
September 15, 2007 pukul 9:34 am |
ass wr wb….numpang lewat sekaligus bebagi ide…saya memulai usaha dari nol dan kini sudah memiliki agen di beberapa daerah juga di seputar kota saya…sebenarnya banyak usaha yang mudah dan modal cukup ringan salah satu nya pulsa elektrik tapi untuk memilih yang bisa di percaya memang susah…awal 2 nya saya juga pernah ketipu tapi sudah lah show must go on kan ? saat ini saya pakai produk all operator dengan sistim host to host sangat akurat dan cepat laporan gagal atau benar2 sukses jika jaringan normal kecepatn/10 detik pulsa langsung masuk….harga masih murah dan deposit cukup ringan bahkan jika mau bisa di downline yang artinya 2 income sekaligus dari penjualan langsung dan trx dline juga dapat potensi nya tak terbatas…jika teman2 ada yang berminat silahkan hub saya di 081952826606 insya4JJI saya menjaga kepercayaan rekan semua karena dari 2004 hingga kini saya masih menikmati bisnis ini dan bahkan setelah phk saya tetap eksis alhamdullillah agen saya masih percaya menyetorkan uang hingga jutaan kepada saya untuk bisnis ini…mari bergabung dan jadikan hp sebagai sumber uang anda bukan pengeluaran…hub saya di 081952826606…ass wr wb
September 17, 2007 pukul 2:52 pm |
Pak Eddy S, terimakasih Pak telah bersedia berbagi di blog saya, semoga sukses usahanya dan terus besar.
Salam
FM
Oktober 10, 2007 pukul 12:28 am |
assalamualaikum wr.wb
salam kenal pak Fuad,tulisan2 bapak inspiring sekali untuk yg tertarik membuka usaha sendiri.
Saya saat ini msh berstatus sebagai karyawan dengan posisi sebagai staff desain dan telah berumahtangga dengan satu anak, saya berkeinginan untuk berwirausaha di bidang stasionary dan bidang desain grafis, saya pernah beberapa kali mencoba usaha semenjak dari kampus bersama teman dengan wirausaha sablon dan jasa percetakan tetapi tidak selalu “unhappy ending”
saat ini keinginan saya semakin kuat untuk berwirausaha karena saya merasa jenuh dgn aktivitas sekarang ini, hanya saja permasalahannya secara ekonomis saya menjadi tulang punggung keluarga karena istri tidak bekerja jadi terkadang ada kebimbangan apabila saya resign dari tempat kerja.
rencananya saya akan membuka usaha stasionary ini di luar kota sbg starting point karena saya melihat ada peluang dan msh minimnya persaingan.
jadi saya mohon pencerahan dan masukan dari bapak Fuad untuk mengatasi kebimbangan saya ini agar saya tidak terbebani dan konsisten dengan rencana saya
Terima kasih,
Oktober 10, 2007 pukul 11:24 am |
Wa’alaikum salam Wr Wb
Pak Tediaka
Pengalaman Bapak dengan bisnis yang Unhappy, merupakan modal yang sangat bernilai untuk kembali membuka usaha. Kegagalan adalah modal untuk sukses. Jadi kalau dulu gagal, sekaranglah saatnya merintis sukses. Paling tidak, Bapak sudah tahu kesalahan-kesalahan yang menyebabkan gagal, sehingga bisa dihindari.
Saya juga masih karyawan Pak, dan saya merasakan peran istri saya sangat penting. Istri sayalah yang sehari-hari mengeksekusi usaha toko kami. Saya kadang merasa sebenarnya ini bisnis istri saya, saya hanya seperti konsultan saja. Jadi kalau istri Anda punya potensi, akan lebih baik kalau anda dan istri anda bisa bersinergi. Apalagi istri anda tidak bekerja, biasanya akan senang kalau ada aktifitas baru.
Masalah resign, saya pribadi juga masih merasa berat untuk resign sekarang juga disaat bisnis juga belum ’stabil’. Kalau memang bisa membagi waktu dan bisa jalan dua-duanya, tahan dulu keinginan untuk resign, jalankan bisnis sekaligus anda masih bekerja. Banyak yang bisa hidup di dua alam (pengusaha sekaligus karyawan) yang bisa kita jadikan contoh.
Tapi kalau Anda sudah bulat tekadnya untuk resign, berarti anda bisa total fokus ke bisnis dan tidak bisa mundur lagi. Ini bisa menjadi bahan bakar untuk terus menggerakkan dan membesarkan usaha, karena tidak ada pilihan lain. Pilihan ada ditangan Anda dan Andalah yang bertanggungjawab atas pilihan yang diambil.
Untuk usaha diluar kota, kalau memang Anda sudah familiar dan tahu betul situasi dan kondisinya, silahkan jalan. Tapi kalau masih terbatas pengetahuan Anda berarti perlu strategi khusus, mungkin dengan kerjasama atau Anda pindah dan menetap di kota tadi, atau strategi lain yang Anda mungkin lebih tahu. Soalnya resikonya jelas lebih tinggi kalau usaha diluar kota sementara kita tidak menungguinya.
Mudah2an Alloh SWT memudahkan jalan Anda dan yakinlah bahwa kita hanya diminta untuk berusaha / berikhtiar, masalah hasil insyaAlloh akan mengikuti apa-apa yang sudah kita usahakan dan tentu atas seijin Alloh SWT.
Salam
FM
Oktober 19, 2007 pukul 11:08 pm |
assalamualaikum wr.wb
salam kenal Pak Fuad,saya seorang karyawan swasta dengan penghasilan pas2an dengan 2 orang anak,tinggal di komplek perumahan yang letaknya jauh dari keramain.mohon pencerahan dari bapak usaha apa yang bisa saya lakukan untuk sampingan saya khususnya yang bisa dilakukan di akhir pekan/pulang kerja.mohon maaf bila merepotkan.terima kasih
wassalamualaikum wr.wb
Oktober 24, 2007 pukul 11:11 am |
Ass. Wr. Wb.
Salam kenal mas fuad…
Saya desi, saya ingin menanyakan dimana saya bisa mendapatkan supplier baju2 muslim dan kaos2 yang murah serta manequin yang murah mengingat keterbatasan modal yang saya punya. terus terang baru pertama kali saya terjun ke usaha ini. kemarin saya sudah survei manequin, tapi kok harganya mahal sekali (manequin full badan Rp.600rb), apa memang harganya segitu?
Saya Mohon informasi dan saran dari mas fuad serta rekan2 yang lain & mohon maaf bila merepotkan. Terima kasih.
Wassalam,
Desi
Desi.Pratiwi@gmail.com
Oktober 25, 2007 pukul 7:58 am |
@ Yassar
Wa’alaikum Salam Wr Wb
Untuk memulai usaha sebaiknya persiapkan pengetahuan dan mental (mind set) terlebih dahulu, agar dalam menyikapi kekurangan dan keterbatasan bisa lebih bijaksana. Mungkin Anda menganggap perumahan yang sepi sebagai hambatan, tapi kalau Anda bisa lebih jeli, perumahan yang sepi bisa menjadi peluang tersendiri, misalnya bisnis keamanan atau penambahan fasilitas lain.
Mengenai keterbatasan penghasilan dan keterbatasan waktu juga bisa Anda siasati, misalnya Anda bisa saja berjualan online, atau memproduksi kerajinan tangan di waktu luang atau apa saja yang bisa membuat anda bahagia menjalaninya dan bisa dijadikan bisnis, coba saja dulu dijalani.
Sekali lagi coba persiapkan pengetahuan dan perbaiki mind set terlebih dahulu.
@ Desi
Wass Wr Wb
Ibu posisinya di mana? di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Pontianak, Balikpapan, Papua atau dimana?
Saya tahunya di sekitar Jakarta yaitu di Tanah Abang, Mangga Dua, Jatinegara, Cipulir, dll.
Atau kalau mau gampang, bisa lihat iklan2 suplier di majalah2 muslimah. Disana banyak penawaran produk yang bagus dan harganya juga bersaing.
Manequin utuh saya belum pernah beli, karena keterbatasan tempat saya cuma pakai menequin kepala. kalau di Jakarta bisa cari di Mangga Dua atau di Tanah Abang. banyak pilihan dan bisa nanya2 dulu.
salam
FM
Oktober 26, 2007 pukul 1:04 pm |
Ass. Wr. Wb.
mAS Fuad, terimakasih atas masukannya, saya akan coba cari besok mudah-mudahan bisa ketemu yang cocok harganya, hehe… ;p , tapi kalau mangga 2 itu dimana tepatnya ya? soalnya kan banyak tempat di mangga 2? O IYA… mas fuad tau kios2 yang murah juga gak? kemarin saya sudah tanya2 kios di cempaka mas, tapi mahal2, budgetnya belum cukup,hehe… maaf ya mas, jadi banyak tanya, semoga mas fuad gak keberatan…. terima kasih banyak mas….
Wassalam,
Desi
Oktober 26, 2007 pukul 2:03 pm |
Dulu saya hunting di Mangga 2 di Pasar Pagi, tapi sekarang tidak lagi karena sudah menemukan produk2 yg pas buat di kios dan bisa didapat di Tanah Abang. Dari beberapa pedagang di Mg2 kami juga dpt info ternyata mereka ambilnya dari Tnh Abang juga.
Kios yg murah, mending cari di luar mall yg dekat dg pasar dan dekat dg perumahan (Spt kios Addina). Resikonya mungkin tidak seramai di mall, tapi mungkin juga bisa lebih ramai dari mall, tergantung banyak faktor. Atau kalau mau beli di Mall, cari mall yg baru dibangun, biasanya lebih murah daripada mall yg sudah jadi.
Salam
Fuad Muftie
November 25, 2007 pukul 10:24 am |
Ass WW Pak Fuad,
Semoga masih ingat saya yang pernah discuss soal barbershop.
Saya akhirnya benar2 berhenti dari pekerjaan saya di Metro TV yang diwarnai berbagai komentar dari teman2: mulai dari yang menyayangkan hingga yang mendukung, bahkan sampai yang nitip kerabatnya untuk kerja sama saya. Sebuah keputusan “nekat” dan di luar dugaan, yang membuat saya “agak populer” di hari2 terakhir saya di kantor Surya Paloh tersebut.
Setelah sempat limbung karena rumah juga dilanda persoalan domestik, seperti pembantu yang tiba2 berhenti justru saat saya ada di rumah, awal Nov. kemarin saya mulai terjun berwirausaha, bukan barbershop tapi makanan. Problem pertama, 3 calon pekerja yang akan membantu saya tiba2 membatalkan niat dengan berbagai alasan – meski 1 diantaranya sehari kemudian minta kerja lagi, tapi saya tolak. Hari pertama saat ada training di lapangan dari pemilik waralaba – saya handle sendiri hingga hari ke-7 dari pagi sampai malam hari, dan semuanya berjalan lancar meski sedikit pontang panting. Hari ke-8 saya mendapat 1 pekerja laki2 eks pegawai toko material yang membantu saya. Kesulitan mendasar adalah menanamkan rasa memiliki dan “how to sell” kepada beliau ini, waktu flexible terutama untuk sholat dan jumatan ternyata tidak dimanfaatkannya dengan baik. Sehingga setiap hari saya lakukan “brain wash” terhadapnya seputar ikhtiar kita berusaha di jalan yang berkah. Sementara ini saya tidak mau muluk2 dan terburu2 untuk mengembangkan sayap karena modal yang terbatas juga terpakai untuk biaya mertua yang sakit dan membantu sedikit pada kerabat yang sudah rutin saat saya masih kerja, meski saya juga secara perlahan memutar otak untuk meningkatkan usaha. Mungkin inilah jalan hidup yang harus saya lalui karena niat saya untuk berhenti adalah biar punya banyak waktu untuk anak2 saya – hal ini dilakukan atas support istri yang kariernya sedang melesat sehingga banyak di luar kota bahkan di luar negeri. Mohon masukan Pak Fuad, terima kasih, Wassalam.
November 26, 2007 pukul 11:43 am |
Pak Iwan,
Selamat atas keputusan Anda, saya sendiri belum seberani Pak Iwan, karena belum melepaskan pekerjaan kantoran saya.
Dengan menggunakan kendaraan franchise, tentu punya nilai plus dibanding yg benar2 membuka usaha sendiri. Pak Iwan sudah selangah-dua langkah lebih maju dari saya, yang masih merangkah-rangkak sendirian. Dg franchise paling tidak Pak Iwan tidak sendirian dan selalu ada yang mendampingi.
Berhasil-tidak berhasil usaha makanan ini, Pak Iwan akan banyak mendapat pelajaran dari pemilik franchise dan dari kaca mata logika, peluang sukses Pak Iwan lebih besar karena tinggal meniru sistem franchise yang sudah terbukti menguntungkan.
Untuk masalah SDM, saya sendiri belum punya banyak pengalaman, Alhamdulillah karyawati kami saat ini masih tergolong karyawati yg bagus. Kalau dulu kami pernah dpt yg tidak cocok, sebelum berlarut2 langsung kami ganti. Mudah2an Pak Iwan bisa mendapatkan karyawan yg terbaik.
Salam
Fuad Muftie
November 27, 2007 pukul 2:44 pm |
Terima kasih Pak Fuad,
Sebetulnya tidak terlalu pas untuk disebut waralaba, banyak orang lebih menyebutnya sebagai business opportunity, dengan modal tidak terlalu besar yang jika gagalpun tidak terlalu “menyedihkan.” Apapun namanya, paling tidak saya sekarang benar-benar bisa merasakan beratnya dan hebatnya usaha para pedagang kaki lima untuk survive, bahkan saya melihat banyak realita kehidupan di depan mata yang membuat saya merasa belum apa-apa dibanding kerja keras mereka.
Karena usaha makanan (fried chicken dan burger) skala kecil saya ini masih sangat sedikit omzetnya, saya berencana untuk memaksimalkan dengan menambah usaha juice buah. Ada masukan Pak Fuad seputar juice buah ini, atau dari teman-teman lain yang mungkin sudah berjalan terlebih dulu?
Terima kasih atas masukannya, wassalam, Iwan Bekasi
November 28, 2007 pukul 5:09 pm |
Pak Iwan, pelajaran-pelajaran seperti yang Pak Iwan peroleh merupakan pelajaran yg sangat berharga yg tidak dpt diperoleh hanya di bangku-bangku sekolah. Kalaupun usaha Pak Iwan belum menggembirakan, ongkos yg Pak Iwan investasikan tidak ada bandingannya dg pelajaran yg diperoleh.
Kalau buat sekolah saja kita rela mengeluarkan dana jutaan sampai ratusan juta rupiah, maka untuk mendapatkan pelajaran di sekolah kehidupan tersebut, berapapun investasinya akan tetap menguntungkan karena resikonya kalau usaha kita berhasil maka ongkos investasi kita cepat balik dan berlipat ganda.
Untuk bisnis kuliner (makanan dan minuman) umumnya menjanjikan margin keuntungan yg tinggi. Saya ada teman yg punya warung makan, margin minuman jauh lebih tinggi dari margin makanan. Untuk itu kalau Pak Iwan menambah lini produksi berupa jus atau es buah, tentu peluang mendapat margin yg lebih tinggi akan bertambah. Dan itu saling melengkapi. Saya perhatikan beberapa penjual es buah dan jus yg berjualan di depan minimarket di dekat rumah saya, sampai saat ini masih eksis dan kelihatan laris.
Mungkin dg mengkombinasi burger dan jus, Pak Iwan bisa menilai mana yg lebih menguntungkan, dan bisa memilih mana yg nantinya akan menjadi prioritas. Coba juga Pak dengan sup buah yang di beberapa tempat sedang naik daun.
Sukses Pak Iwan, semoga terus berkembang dan barokah usahanya.
Salam
Fuad Muftie
Desember 24, 2007 pukul 10:29 am |
wah bagus banget, gue mau tanya usaha apa ya yang sekarang lagi berkembang
Desember 27, 2007 pukul 1:12 pm |
Usaha yang sedang berkembang saat ini buaannyyaaaaak banget, silahkan lihat secara langsung perkembangannya di lapangan, di pasar-pasar, di mall-mall, di pusat perbelanjaan, di media masa, di internet, dimana saja Anda bisa temui ada orang yang buka usaha.
Kalau memang berniat memasuki dunia usaha / dunia bisnis gunakan rumus ATM = Amati, Tiru, dan Modifikasi. Selamat berkarya
Wassalam
Fuad Muftie
Desember 29, 2007 pukul 9:42 am |
,kalo kita berpikir terus, lha kapan kerjanya??matur nuwun pak efem
Desember 30, 2007 pukul 3:17 pm |
Kangsyev, maksudnya daripada bingung terus, mending pikirkan dulu yg mau diterjuni, nanti InsyaAlloh akan muncul momentum yg membuat kita bisa mengambil tindakan dengan tepat, begitu…. Bukannya menganjurkan mikiiiiiirrrrr terussss….
Wassalam
Fuad Muftie
Desember 30, 2007 pukul 8:17 pm |
tengkyu pak..
salam sukses
Januari 2, 2008 pukul 12:56 pm |
Sukses juga buat kangsyev…
FM
Juli 7, 2008 pukul 4:19 pm |
Assalamualaikum…
Pak, saya dan suami ingin membuka usaha bengkel motor kecil2an.
saya minta saran, kira2 kalo mau buka bengkel itu alat2 yg biasa kita gunakan. bisa didapatkan dimana yah? Yang murah tentunya…
soal montir, kira2 kita bisa mendapatkan montir darimana yah (suami saya jg bisa walau tidak mahir sekali)
saat ini saya dan suami masih bekerja. bagaimana caranya agar didiri kami ini ada jiwa berwiraswasta seperti bapak (saya dan suami takut gagal dan tidak sesuai harapan)
Terima kasih sebelumnya
Wassalamualaikum…
Juli 8, 2008 pukul 3:23 pm |
Wa’alaikum salam Wr Wb
Bu Nabilah, memang Ibu ingin buka bengkel di mana? Di jakarta, di Medan, di Balikpapan, di Sorong, atau di Jerman? Cari saja alat-alat perbengkelan di toko-toko mekanik di kota dekat tempat tinggal Ibu. Pasti ada. Untuk dapat yang murah, tinggal di survei satu persatu Bu, nanti akan tahu mana yang murah dan mana yang mahal.
Untuk mendapatkan montir, bisa dari montir yang bosan bekerja di bengkel orang lain, bisa dari lulusan SMK, bisa dari lulusan kursus montir. Kalau modal besar bisa saja kerjasama dengan pihak Honda, Yamaha, Suzuki, atau yang lain untuk membuka bengkel resmi. Ibu akan dapat bimbingan yang lengkap.
Agar punya jiwa berwiraswasta satu-satunya jalan ya.. membuka usaha, mengelolanya, mengaturnya dan membesarkannya. Takut gagal itu wajar tapi jadi nggak wajar kalau takut gagal menyebabkan tidak berani memulai. Tidak sesuai harapan juga wajar, tidak semua yang kita lalui di dunia ini kan sesuai harapan semuanya kan? Lebih tidak sesuai harapan kalau ibu ingin buka usaha tapi tidak mau memulai. Itu sangat jauh dari harapan.
Semoga bisa membantu
Fuad Muftie
Juli 16, 2008 pukul 11:12 am |
Assalamualaikum…!!
Mr. Fuad saya sdh bukan usaha Pangkas Rambut di daerah tambun Bekasi.
Alhamdulliah Sudah memiliki karywn 1 org dan kebetulan masih sepupu saya. dan sudah berjalan selama 3 th dan Alhamdullilah berkembang pesat.
Namun selama kita yg menjadi kendala adalah kekurangan Krywn Pangkas Rambut mengingat yang ngantri cukup banyak, dan Selama ini saya sdh mencari tp lom ketemu yg cocok.
Perlu diketahui sistem di saya adalah bagi hasil 50:50
Numpang iklan Dicari :
- Pangkas Rambut Pria
- Single
- Domisili Bekasi
- Jujur
- Loyalitas
- Hub : 021-680-11172 (Bp.Iwan)
Trima kasih sebelumnya
Wassalamualaikum…
Juli 16, 2008 pukul 3:36 pm |
Wa’alaikum salam
Pak Iwan itu namanya HAPPY PROBLEM Pak, usaha sudah jalan, menguntungkan, tapi kurang sumber daya yang lain.
Untuk tenaga pangkas rambut, kalau nyari yang sudah jadi memang agak berat ya Pak. Saya juga pernah terpikir buka usaha pangkas rambut, ada ahli pangkasnya, tapi ternyata orangnya nggak mau. Nggak jadi dech…
Atau mungkin bisa dengan cara membuat kader sendiri Pak. Jadi cari orang yg fress graduate SMA yg sudah ingin kerja, disekolahin pangkah rambut, dan teken kontrak untuk kerja di tempat kita nantinya. Itu sekedar ide sih Pak.
Sekali lagi, selamat atas happy problemnya semoga usaha Pak Iwan terus berkembang dan barokah dunia akhirat.
Fuad Muftie
Agustus 4, 2008 pukul 11:13 pm |
Assalamualaikum Wr Wb.
Saya mau buka usaha pangkas rambut peralatannya sdh saya beli, dan rencana saya mau terjun langsung menggelutinya namun saya belum bisa teknik barbershop tsb. Dimanakah saya bisa belajar teknik Barber Shop tsb? adakah sekolah pangkas rambut tsb? mohon advisnya..
Terima kasih
Wassalamualaikum
Agustus 6, 2008 pukul 10:03 am |
Wa’alaikum salam wr Wb
Anda tinggal di mana Pak? Kalau di Jakarta ada banyak sekolah pangkas rambut, bisa cari iklannya di surat kabar. Atau mau yang bonafid sekalian bisa cari informasinya seperti Johni Andrean dll.
Atau kalau punya teman yang bisa pangkas rambut, minta saja ybs mengajari Bapak, lebih murah kan. Atau sekalian ajak kerja sama….
Wassalam
Fuad Muftie
Agustus 28, 2008 pukul 11:17 am |
assalamualaikum pak FM,
saya dan suami ingin sekali mulai membuka usaha, tapi dengan satu alasan klasik, takut memulai krn msih dalam keadaan di zona kenyamanan kerja kantoran. kebetulan penghasilan gabungan saya dan suami masih mencukupi keluarga kecil kami yg baru dimulai dan belum punya anak. tp masalahnya, kami (terutama saya) takut meninggalkan pekerjaan krn masih punya cicilan hutang yg lumayan besar sekitar 6,7juta perbulan. meskipun alhamdulilah rumah tsb skrg sdh tersewa dan kami membayar setengahnya saja ke bank sbg cicilannya meski cuma utk setahun kedepan. masalahnya saya dan suami sdh cukup lelah kerja kantoran yg sudah 13 thn dan lelah tinggal di daerah terpencil, jauh dari keluarga ,kerabat dan teman. makanya kepikiran kembali ke jakarta utk mulai usaha. saya tertarik di dunia kecantikan dan ingin buka salon kecantikan dan rias pengantin khusus muslimah. skrg msh research buat mencari tahu berapa besar modal yg harus dimiliki. tapi suami mau buka toko sparepart dan aksesoris motor. saya juga berpikiran bisnis makanan, krn dulu saya pernah buka counter makanan di food court di gedung perkantoran di Sudirman jakarta. mohon advise bapak,apa yg harus saya piilih atau lakukan ? saya takut gagal sementara masih punya hutang ke bank yg cukup besar. terima kasih sebelumnya utk perhatian dan advise pak Fuad. wassalam, Nadya
Agustus 28, 2008 pukul 4:16 pm |
Wa’alaikum salam, Bu Nadya,
Masalah pilihan, itu mah kembali ke diri kita masing-masing Bu. Pilihan saya pasti berbeda dengan pilihan Ibu. Dan kondisi Ibu yang demikian (mohon maaf) juga akibat pilihan2 ibu di masa lalu.
Tapi setidaknya, Ibu sudah mempraktekkan sebagian cara berinvestasi dengan membeli rumah dan menyewakannya. Meskipun belum menghasilkan cash flow positif, Ibu sudah tahu cara berinvestasi di properti.
Tentang pilihan membuka salon musliman, membuka toko spare part, atau membuka counter makanan, itu kembali jadi pilihan Ibu. Saya tidak tahu mana yang baik, karena semuanya bagus dan prospektif. Tinggal mana yang paling membuat Ibu semangat mengerjakannya itu mungkin yang perlu diprioritaskan.
Mumpung masih bingung, ada baiknya ibu kumpulkan berbagai informasi tentang ketiga bidang usaha tadi. Apa kelemahan dan kelebihannya masing-masing menurut Ibu pribadi. Dan pilih yang paling banyak nilai plusnya dimata Ibu dan pilih yang benar-benar membuat semangat mengerjakannya.
Biasanya kalau habis bingung, terus menemukan klik-nya atau AHA-nya akan semangat menjalaninya.
Tentang takut gagal, itu wajar saya Bu. Yang nggak wajar adalah terus menerus membesarkan rasa takut itu dan terus fokus pada rasa takut gagal. Alihkan fokusnya ke yang lebih positif Bu.
Semoga bisa membantu
FM
November 21, 2008 pukul 5:13 pm |
Assalamualaikum..
Pak FM.. Sy punya modal Rp 40 juta tapi sy gak punya bakat dagang. Kira2 usaha apa ya? Yang cocok buat saya. Sy tinggal di perumahan, di pinggir jalan. Wassalam. Dedy
November 25, 2008 pukul 1:52 pm |
Wa’alaikum salam Wr Wb
Pak Dedy, dagang itu bukan semata2 masalah bakat koq. Asal kita mau menjalani dan mau belajar, kita punya koq potensi untuk jadi pedagang. Toh perdagangan itu kan pengembangan dari cara-cara barter jaman dulu. Kalau kita bisa barter berarti kita bisa dagang lho.
Kalau tinggal di perumahan dan ingin berbisnis di perumahan, pakai saja rumus ATM:
- AMATI perumahan2 sejenis dg perumahan Bapak dan cari tahu bisnis2 apa saja yang jalan di sana dan yang membuat anda ingin mengikutinya.
- TIRU saja cara / model bisnis yang ada diperumahan (lain) tersebut
- MODIFIKASI atau sesuikan dengan keadaan dan kebutuhan kita serta kemampuan kita untuk segera memulainya.
Semoga bisa segera teralisir niatnya ya Pak.
Wassalam
FM
November 25, 2008 pukul 7:06 pm |
Memang benar membuka usaha itu membingungkan awalnya, saya saja sebelum membuka usaha awalnya penuh dg rasa takut rugi, takut salah, dll deh.
Tapi Alhamdulillah sekarang saya telah membuka usaha yg cocok buat saya dan memilki penghasilan yang cukup buat saya.
Oh ya saya mempunyai blog cieyolanda.blogspot.com jika Anda mau liat blog yg baru saya buat silahkan kunjungi ya
Desember 3, 2008 pukul 10:11 am |
Benar Bu Yessy, kadang ketakutan untuk memulai hanyalah alasan yang dibuat-buat untuk melindungi kita agar terus berada di Zona Nyamannya. Tapi kalau sudah didobrak siap-siap dengan berbagai kejutan dari usahanya.
FM
Desember 17, 2008 pukul 2:12 pm |
Assalamualaikum Pak! Ketakutan itu yang membuat saya sampai sekarg belum juga untuk memulai usaha!
=====
[Fuad Muftie]
Wa’alaikum salam Wr Wb
Satu-satunya cara mengalahkan ketakutan tersebut adalah dengan segera dan secepatnya membuka usaha. Sekali anda buka usaha maka tidak ada lagi ketakutan membuka usaha, iya kan?
Desember 19, 2008 pukul 10:56 pm |
Asslm w.w. Pak Fuad
Saya karyawan yang sudah tidak nyaman bekerja dan harus segera keluar, punya modal sekitar 20 jt mau buka usaha tapi bingung usaha apa ya ? rumah cukup luas tapi di perumahan yang agak jauh dari keramaian.
mohon pencerahannya.
bd
=====
[Fuad Muftie]
Pak Bindam, modal 20juta sudah sangat besar untuk memulai usaha sendiri Pak, banyak bidang / jenis usaha yang bisa dimulai dengan modal sebesar itu. Tinggal Anda sendiri minat dibidang apa? Sesuaikan saja dengan minat dan passion-nya. Diskusikan dengan keluarga anda kira-kira bidang apa saja yang boleh dan bisa dilakukan dari rumah Anda.
Semoga bisa membantu.
Desember 30, 2008 pukul 4:21 am |
Assalammualaikum
Saya baru membeli warnet (1 bulan yang lalu), sebelum saya beli warnet tsb. saya terlalu yakin dengan omset warnet yg masih tinggi (seperti 1-2 tahun lalu) tetapi kenyataannya sekarang sangat beda, omset cuma setengah dari target. penurunan omset mungkin karena komputernya tdk sanggup lagi utk main game, mungkin juga karena semakin menjamurnya warnet disini. Sekarang saya merasa menyesal krn membeli warnet ini & bingung antara mau menjual lagi warnet ini ke orang lain atau menambah investasi (upgrade pc utk dpt main game). Kalo menurut anda gimana prospek bisnis warnet kedepan?
Oiya satu lagi, kalo mau memberhentikan karyawan gimana ya sebaiknya? Karena ini pengalaman pertama saya punya usaha sendiri.
Trima kasih…
=====
[Fuad Muftie]
Secara sepintas kalau melihat usaha warnet, masih ada potensinya. Di tempat-tempat tertentu usaha warnet masih menjamur, tapi di tempat lain banyak juga yang mulai surut. Terus terang saya bukan ahli di bidang warnet. Untuk tahu disatu tempat masih prospektif atau tidak perlu penelitian atau survey yang lebih mendalam. Atau anda mesti rajin-rajin silaturahim dan menjalin network dengan pengusaha warnet lainnya agar mendapat gambaran dan masukan dari pelakunya langsung.
Untuk memberhentikan karyawan, tergantung apa motivasinya. Menurut saya yang penting karyawan kan juga manusia, mesti kita hargai sebagai individu yang unik. Istilahnya mesti tetap kita manusiakan. Kita sampaikan alasan kita memberhentikan dengan baik-baik dan mesti juga kita pikirkan pesangon secukupnya. Kecuali karyawan tersebut membuat kesalahan yang fatal, kita mesti melepasnya dengan sebaik-baiknya.
Januari 16, 2009 pukul 7:05 am |
trims atas aratikelnya..
btw saya jg sdh mulai bisnis, sy sdng mau menbembangkan…
masih takut klo ada karyawan..
btw ada referensi untuk manajement karyawan dan prusahaan..
pengennya jd besar usahanya…
mhn jwbny…
======
[Fuad Muftie]
Kalau saya selagi usaha masih kecil, jangan takut-takut bereksperimen dan jangan terlalu terpaku dengan teori-teori manajeman, Karena banyak aspek yang tidak bisa dipelajari kecuali langsung menangani karyawan. Kalau usaha sudah besar mungkin bisa kita praktekkan teori-teori manajeman yang lengkap, tentunya nggak perlu kita sendiri yang melakukan, serahkan saja pada para manajer di perusahaan kita.
Begitu menurut saya, jadi nggak usah terlalu takut2.
Februari 10, 2009 pukul 8:40 am |
Assalamu’alaikum,
Sampai saat ini saya masih bekerja di salah satu perusahaan oil & gas di Balikpapan. Terus terang saya sudah tidak bisa lagi mencintai pekerjaan ini. Keinginan untuk berwirausaha sudah sejak lama, selain mempunyai waktu yang lebih lama dengan keluarga dan bisa menggali potensi diri lebih jauh. Saat ini saya ingin sekali belajar merias pengantin. Ikut belajar dengan perias pengantin yang sudah berpengalaman sudah saya mulain. Ingin rasanya segera berhenti bekerja dan fokus untuk belajar merias. Tapi saya khawatir jika saya langsung berhenti bekerja dalam 1 atau 2 bulan ini, maka saya akan kehilangan sumber modal untuk usaha saya ke depan. Kira2 apa yang harus saya ambil? Apakah harus menunggu sampai semua sudah stabil kemudian memutuskan untuk keluar dari kerjaan? Terimakasih sebelumnya untuk pencerahannya. Wassalamu’alaikum.
=====
[Fuad Mufti]
Keputusan untuk meninggalkan pekerjaan dan fokus di bisnis memang beda tiap-tiap orang. Ada yang mempersiapkan bisnis dulu sampai stabil, baru keluar. Ada yang modal nekat dengan keyakinan kalau fokus di bisnis akan berjalan lebih cepat.
Tidak ada yang benar atau salah, yang terbaik adalah yang sesuai dengan keyakinan kita sendiri. Kita sendiri yang tahu kondisi kita, kondisi sekeliling kita, dan kondisi lingkungan kita. Dan yang terpenting kita sendirilah yang bertanggungjawab atas keputusan kita.
April 7, 2009 pukul 8:38 pm |
mas…
saya mau nanya nih… sebaiknya kita jual produk buatan sendiri apa kita beli dari orang trus kita jual lagi gitu….????
trus sekarang toko mas fuad memproduksi sendiri atau masih beli dari orang lain…????
makasih sebelumnya…
sukses selalu mas….
April 17, 2009 pukul 2:43 pm |
Salam kenal mas fuad..
permisi saya numpang promosi..@
beberapa bulan yang lalu saya salah satu karyawati yang gak betah untuk terus kerja di perusahaan orang lain. dan akhirnya saya memutuskan untuk membuka usaha sendiri . dan syukur Alhamdulillah saya berhasil membuka usaha yang saya namakan( Ellycollections)yang terus maju pesat dan banyak peminatnya tidak hanya yang berdomisili dijakarta saja namun di luar jakartapun ikut serta berperan dalam usaha saya ini .disini saya menjual beberapa produk diantaranya( ROKOK SEHAT HERBAL, SANDAL UNIK DAN LUCU YANG BERMOTIF BONEKA)
mungkin ada yang ingin melihat froduk Ellycollections silahkan kunjungi ellycollections.blogspot.com.
dan bagi siapa saja yang berminat untuk membeli produk saya untuk pribadi ataupun kemudian untuk di pasarkan kembali silahkan hubungi 02192491629, insyaAllah anda semua akan puas dengan usaha baru anda. karena selama ini antusias masyarakat terhadap produk yang Ellycollections pasarkan sangat baik.
smoga ada di antara anda semua yang berminat atas tawaran saya..
salam sejahtera semua
trims…
Allah hafiz
Mei 9, 2009 pukul 10:20 pm |
saya karyawan swasta posisi automation engineer…kira2 usaha apa yang cocok dengan saya yang latar belakangnya orang teknik…maunya si buka usaha yang bikin mesin2 otomatis,,tapi butuh support n modal juga patner…
salam,
bayu siswoyo
Juni 2, 2009 pukul 12:30 pm |
pak fuad
saya ada ide ingin membuka toko.yang jadi pikiran saya adalah, lokasi tempat membuka toko tersebut berjauhan dr lokasi tmp tinggal saya. lokasi tersebut ada di daerah jonggol, sementara saya tinggal dan bekerja di jakarta. berarti saya harus mencari orang yg bs mengelola, dan saya mengontrol seminggu sekali.bagaimana menurut bapak plus minus untuk kemungkinan tersebut, krn mencari orang yang amanah sangat sulit. mohon jawaban dikirimkan ke email saya. makasih/yani
Juni 6, 2009 pukul 4:38 pm |
Ada yang bisa kasih informasi, saya renc. mau buka tempat potong rambut pria; dimana peralatannya bisa dibeli. Terima kasih atas perhatiannya
Juni 23, 2009 pukul 10:37 am |
ass..alhamdulilah saya masuk ke situs ini tak sengaja
saya bru lulus kuliah dan sya bru buka usaha warnet sdah berjlan +/- 6 bulan.
Insya Allah , saya mau buka usaha lagi bila bulan depan berbagai kendala kekurangan diwarnet saya sudah dapat diatasi.
Pak fuad , mohon bimbingannya saya sudah amati dari segi usaha makanan,minuman,franchise,yg saya pikirkan stlh usaha warnet..usaha apa ya.mpe skrang sya blum bsa menemukannya.
dicki_kingnet [@] yahoo.co.id
September 4, 2009 pukul 11:52 am |
Assalamualaikum Pak Fuad!
Perkenalkan, nama saya Janti. Saya baru menikah dan memutuskan beberapa waktu yang lalu untuk tidak bekerja di kantor lagi karena ingin bekerja sambilan di rumah. Saya ingin membuka usaha pakaian batik. Sebenarnya saya punya niat ini sudah lama sekali, dari tahun 2005. Waktu itu saya berkenalan dengan seorang pengrajin batik di Yogya yang bersedia diajak kerjasama dengan sistem beli putus. Saya membeli beberapa contoh seprai dan baju batik dari beliau dan menyewa jasa web designer untuk membuat website yang menampilkan foto2 produk yang akan dijual (seperti katalog online)dengan pikiran bahwa saya tidak perlu keluar modal yang besar untuk membeli stok karena saya hanya perlu membeli barang dari pengrajin ketika saya sudah dapat order dari pelanggan melalui website. Tapi akhirnya saya tidak pernah meluncurkan website tsb, dan tidak pula menindak-lanjuti rencana bisnis itu. Setelah menikah, keinginan saya untuk memulai usaha sendiri semakin kuat. Saat ini saya tidak punya modal yang banyak. Saya mencoba membeli kain batik sedikit demi sedikit untuk dijahit menjadi baju nantinya. Kebetulan toko batik langganan saya menyarankan agar saya mencoba usaha saya dengan mengikuti pameran/bazar (persis seperti yang bapak sampaikan di salah satu artikel Bapak). Nah, saya sudah punya beberapa ide desain baju, tapi saya tidak tahu dimana saya bisa mencari penjahit garmen yang rapi dan berpengalaman. Karena kalau saya pergi ke tukang jahit biasa ongkosnya mahal sekali sehingga harga jual produk otomoatis menjadi tinggi. Padahal saya ingin menyasar segmen pasar kelas menengah. Bisakah bapak dan rekan2 lainnya memberi informasi dimana saya bisa mencari mereka?
Terima kasih banyak atas masukan dan bantuannya.
Wassalamualaikum,
Janti
September 9, 2009 pukul 2:48 pm |
Ass wr wb,…
Istri saya sangat berkeinginan buka usaha Salon,..
Pak fuad , mohon bimbingannya apa yang harus saya lakukan.syarat dan ketentuan buka salon spt apa??
tp saya g bisa buka dirumah sendiri krn keterbatasan tempat so saya hrs pilih lokasi,…
Maaf, yang saya tanyakan:
1. lokasi yang strategis tu seperti apaan?
2. saya dalam mencari SDM yang spt apa? baek sistem penggajian/ sbgnya,…
kl mnrt saya, saya mnginginkan sistem bagi hasil,… yang saya tanya kan saya kan tidak akan
24jam mengawasi jalan salon saya… bagaimana agar pegawai saya tidak melakukan
kecurangan2x?antisipasinya bagaimana??
3. terakhir syarat pembukaan gimana pak fuad??
Saran bapak sangat membantu saya dan istri saya, krn saya sangat kasihan pd istri saya krn klo kerja pulang selalu malam dng gaji yg g seberapa….???
maaf klo bisa juga balasannya di emailkan ke alamat email saya,…
Sekali lagi saya ucapkan banyak – banyak terima kasih
Wassalamualaikum,
Zhafar
September 9, 2009 pukul 2:49 pm |
maaf alamat email saya
Zhafarudin@gmail.com
Oktober 18, 2009 pukul 9:48 pm |
salam kenal pak Fuad….salut dan terimakasih kpd anda yang peduli atas pertanyaan2 dari rekan yang butuh sharing tentang bisnis2 sesuai porsi masing-masing,semoga bpk mendapat pahala yang sesuai dari yang mahakuasa…amin
Oktober 19, 2009 pukul 12:39 pm |
saya seorang karyawan pabrik ingin buka usaha sendiri sepulang kerja/ sore hari.kebetulan orang tua punya kios jahit dekat rumah dan sekitarnya sudah ada salon, kios pulsa, bengkel,warung bakso dan mia ayam.kira-kira usaha apa yang cocok buat saya.terimakasih
Oktober 19, 2009 pukul 4:13 pm |
saya berminat sekali u/ usaha sendiri di bidang bangun atau renovasi rumah. kebetulan saya punya skill sesuai bidang tersebut. tetapi sampai saat ini saya masih bingung untuk mengawalinya, mohon bantuan pencerahannya untuk memulai usaha tersebut.
November 1, 2009 pukul 3:55 pm |
saya seorang karyawan sales junior di dealer mobil, berbagai ilmu penjualan sudah saya pelajari. allhamdulilah per tgl 1 bulan november 09 saya keluar jadi karyawan karna bosan di bohongi dengan peraturan hak dan kewajiban yang tidak jelas. lalu mulai besok saya sudah mulai aksen dengan mulai mencari beberapa lokasi, info alat, untuk membuka usaha cukur rambut.
November 9, 2009 pukul 11:42 am |
ass. mlkm. wr. wr
saya seorang honorer di salah satu instansi di mataram ntb, rencananya saya mau buka usha counter hp tapi saya masih bingung dan takut usaha saya gak bisa jalan masalahnya lokasi yang saya mau pake kurang strategis maklum di perkampungan tolong bapak kasitau solusinya trims.
November 9, 2009 pukul 11:42 am |
ass. mlkm. wr. wb
saya seorang honorer di salah satu instansi di mataram ntb, rencananya saya mau buka usha counter hp tapi saya masih bingung dan takut usaha saya gak bisa jalan masalahnya lokasi yang saya mau pake kurang strategis maklum di perkampungan tolong bapak kasitau solusinya trims.