Bisnis Busana Muslim dimata Pengusaha Non Muslim

Kami memang tergolong baru dalam bisnis busana muslim. Kami masih perlu banyak belajar untuk memahami seluk-beluk bisnis busana muslim.

Teringat dua bulan yang lalu, kami sama sekali belum punya gambaran bagaimana situasi dan kondisi pasar busana muslim. Kami hanya mengikuti feeling saja terjun di bisnis ini. Kami tidak tahu dimana mendapatkan suplier yang tepat untuk memulai.

Saya sering mencari informasi suplier jilbab dan busana muslim dari milis dan dari iklan di majalah ummi. Namun yang ada dalam benak kami, suplier garment adanya ya di Pasar Tanah Abang dan Mangga Dua. Kamipun sering menjelajahi kedua sentra garment tersebut. (Oh ya sekarang kami sudah nambah lagi referensi pasar-pasar garment : Jetinegara & Cipulir. Dan menyusul pasar-pasar yang lain).

Dalam pencarian itu ada satu hal yang sangat membuat kami cukup surprise dan terkejut. Semula kami berpikir kalau pemain-pemain bisnis busana muslim pasti orang muslim. Di luar dugaan, kami sering menemukan para penjual busana muslim bukanlah orang muslim, bahkan tidak cuma satu dua, tapi banyak.

Entah mereka hanya mengikuti trend bulan puasa dan lebaran, saat busana muslim dibutuhkan saja atau memang benar-benar fokus di busana muslim. Yang jelas saat istri saya nanya-nanya ke salah satu dari mereka, ternyata memang bisnis mereka full fokus di busana muslim dan aksesorisnya.

Ini menunjukkan bahwa pasar busana muslim saat ini memang masih menjanjikan. Sampai-sampai orang diluar orang muslim mau mengabdikan hidupnya untuk berjualan busana muslim. Terlepas dari motif mereka yang mungkin hanya mengejar keuntungan.

So, bagi anda yang muslim dan mau terjun di bisnis busana muslim dan sekitarnya, jangan mau kalah dong dengan warga non muslim ini.

Salam
Fuad Muftie

About these ads

54 Balasan ke Bisnis Busana Muslim dimata Pengusaha Non Muslim

  1. Adzkya mengatakan:

    Assalamu’alaikum wr wb

    Pak Fuad salam kenal, saya sangat ingin membuat usaha perlengkapan muslim, tapi yang jadi kendala saya, kadang ketakutan kalau2 usaha ini gak laku. Trus bagaimana cara pemasarannya?? Mohon sarannya pak…

    Thanks

    Wassalam

    [Fuad Muftie]
    =========
    Ketakutan tidak laku itu wajar, makanya perlu terlebih dulu mengukur diri dan membaca situasi sekeliling kita. Setidaknya kita bisa belajar dai pengusaha / toko lain yang sejenis, bagaimana mereka bisa survive dan kira2 bagaimana kita bisa melakukan ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi) jenis usaha tersebut.

    Cara pemasaran juga banyak sekali cara dan macamnya. Ada yang melakukan direct selling, ada yang melakukan konsinyasi, ada yang menawarkan ke supermarket2 / dept strore, ada yang menjualnya sendiri di toko, atau membuat sendiri toko online. Promosinya juga bisa macam2 bisa lewat internet, lewat radio, lewat majalah, koran, dll.

    Tergantung kita sendiri mana yang paling memungkinkan kita lakukan untuk tahap awalnya.

  2. Anissa mengatakan:

    Assalamualaikum pak fuad,,
    salam kenal,sy anissa,ibu dr seorg putri berusia 11bln.beberapa bulan terakhir sy sering bc2 blog bpk dan jd pgn usaha jg.sebulan terakhir sy udah mulai jualan pakaian dgn sistem direct selling dan ada beberapa orang yg ikut menjualkan dagangan sy.yg ingin sy tanyakan,bgmn cara menghitung harga jual utk para penjual sy,hrga jika sy jual sndri dan hrga toko (jika sy bsk bs pny toko,hehe.
    Terima kasih sblmnya pak fuad.
    Wassalamualaikum

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Wa’alaikum salam Wr Wb
    Untuk menentukan harga jual, banyak sekali faktor dan variable-nya Bu.
    Untuk yang paling gampang, juallah barang yang sudah ada harga patokannya dari produsen atau suplier. Kita nggak perlu mikir2 lagi menentukan harga jualnya. Tinggal kita fokuskan pada potensi dari keuntungan yg bisa didapat. Kalau diskon yg kita peroleh dari suplier bisa mencukupi operasional dan profit berarti bisa dijalankan.

    Biasanya juga dari suplier sudah menentukan kalau untuk eceran harganya segini. Kalau untuk dijual lagi harganya segini. Yang jelas kalau untuk dijual kepada penjual harganya mesti lebih murah (misalnya 10% sampai 50% leibh murah) dibanding harga ecerannya.

    Untuk menjual produk yang belum ada patokan harganya, kita ikuti saja harga barang serupa yang sudah ada.
    Itu dulu strategi menentukan harga jual buat kita yang masih pemula Bu. Entar lama-lama akan paham sendiri dalam menentukan harga jual.

  3. Nurizka Adi mengatakan:

    assalamualaikum mz…
    saya adalah mahasiswa semester 7, studi yang saya pelajari adalah ilmu keteknikan. Akan tetapi merasa tertarik untuk merambah dunia bisnis. Alhamdulillah saya bisa baca artikel ini dan juga tertarik untuk berbisnis di busana muslim. Mungkin sebagai senior bisa memberikan tips, semisal berapa modal awal yang saya perlukan, persiapan apa saja yang perlu saya siapkan..
    Mohon bantuannya, jika berkenan bisa kirim ke email saya elub0077@gmail.com. Sebagai info saja, saya sekarang tinggal (kost) di Malang-Jawatimur. Matur suwon mz..^^ Wassalam…

  4. aniz mengatakan:

    siang pak, saya pegawai swasta, saya tinggal di daerah kota ) deket kota tua, saya ingin mulai berbisnis pakaian, saya ingin mencari partner yang punya toko2 didaerah, untuk saya kirimkan pakaian dari jakarta,…bagaimana cara saya untuk memulai bisnis ini, karena tentu saya saya bisnis ini menuntut kepercayaan yang besar,.., jadi untuk yang punya toko2 di daerah, atau mau berbisnis pakaian bisa email saya di annizar_chan [@] yahoo.co.id

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 128 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: