Bisnis Busana Muslim dimata Pengusaha Non Muslim

Kami memang tergolong baru dalam bisnis busana muslim. Kami masih perlu banyak belajar untuk memahami seluk-beluk bisnis busana muslim.

Teringat dua bulan yang lalu, kami sama sekali belum punya gambaran bagaimana situasi dan kondisi pasar busana muslim. Kami hanya mengikuti feeling saja terjun di bisnis ini. Kami tidak tahu dimana mendapatkan suplier yang tepat untuk memulai.

Saya sering mencari informasi suplier jilbab dan busana muslim dari milis dan dari iklan di majalah ummi. Namun yang ada dalam benak kami, suplier garment adanya ya di Pasar Tanah Abang dan Mangga Dua. Kamipun sering menjelajahi kedua sentra garment tersebut. (Oh ya sekarang kami sudah nambah lagi referensi pasar-pasar garment : Jetinegara & Cipulir. Dan menyusul pasar-pasar yang lain).

Dalam pencarian itu ada satu hal yang sangat membuat kami cukup surprise dan terkejut. Semula kami berpikir kalau pemain-pemain bisnis busana muslim pasti orang muslim. Di luar dugaan, kami sering menemukan para penjual busana muslim bukanlah orang muslim, bahkan tidak cuma satu dua, tapi banyak.

Entah mereka hanya mengikuti trend bulan puasa dan lebaran, saat busana muslim dibutuhkan saja atau memang benar-benar fokus di busana muslim. Yang jelas saat istri saya nanya-nanya ke salah satu dari mereka, ternyata memang bisnis mereka full fokus di busana muslim dan aksesorisnya.

Ini menunjukkan bahwa pasar busana muslim saat ini memang masih menjanjikan. Sampai-sampai orang diluar orang muslim mau mengabdikan hidupnya untuk berjualan busana muslim. Terlepas dari motif mereka yang mungkin hanya mengejar keuntungan.

So, bagi anda yang muslim dan mau terjun di bisnis busana muslim dan sekitarnya, jangan mau kalah dong dengan warga non muslim ini.

Salam
Fuad Muftie

46 Tanggapan ke “Bisnis Busana Muslim dimata Pengusaha Non Muslim”

  1. abdah stanzah Berkata:

    assalamualaikum wr. wb.
    saya senang sekali bisa membaca artikel-artikel ini karena saya memang punya niat untuk menjadi seorang pegusaha busana muslim.bisakah bapak membantu membimbing saya?
    jazakumullohukhoironkatsiron
    wassalam

  2. Fuad Muftie Berkata:

    Pak Abdah Stanzah, Terimakasih atas apresiasinya dan saya salut atas niat Anda membuka usaha sendiri. Sungguh suatu niat yg mulia karena dampak dari usaha yg anda buka akan sangat luas dan positif.

    Silahkan saja kita belajar bersama dan sharing atau berbagi. Karena dalam bisnis, siapa yg lebih dulu memulai belum tentu lebih baik daripada yg belakangan memulai. Saya juga masih harus banyak belajar dari pengusaha lain.

    Mungkin saja nantinya Pak Abdah Stanzah lebih sukses dari saya asalkan Pak Abdah benar-benar mewujudkan niatnya dan terus memperbaikinya. InsyaAlloh.

    Salam
    Fuad Muftie

  3. indri Berkata:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.

    Kebetulan saya juga punya butik busana muslim (manet, jilbab permata, jilbab anak, dan accecories), tapi karena blm dikelola dg baik, jadinya hampir bangkrut pak..he2

    Mohon saran-sarannya..
    Jazakillah

  4. Fuad Muftie Berkata:

    Wa Alaikum Salam Wr.Wb.

    Bu Indri sendiri sudah tahu penyakitnya. Tinggal dikelola, insyaAlloh bisa jalan lagi Bu. Menurut saya bisnis jilbab dan busana muslim masih menjanjikan dan saya yakin akan banyak muncul produsen baru, produk baru, dan juga pedagang baru.

    Karena yang sudah pakai jilbab tentu pingin meng-up date jilbabnya dan juga tampilannya. Belum lagi yang tadinya belum pakai jilbab sekarang mau pakai. Tentu semakin memperbesar peluang.

    Saran saya, inventarisir kelemahan bisnis Bu Indri. Dan satu persatu dibenahi dan ditata. Sebab sebagai pedagang / pengusaha salah satu misinya ya mengatasi masalah. Kalau satu persatu masalah bisa diatasi InsyaAlloh sukses tinggal dipetik. Tapi kalau tidak bisa mengatasi masalah ya nggak bakal naik kelas. Dan mungkin harus mengulang untuk menyelesaikan masalah yang sama. Miriplah kayak kita sekolah di SD-SMP-SMA-PT. Pelajaran-Ujian-naik kelas atau ngulang.

    Ngomong-ngomong dimana butiknya Bu?

    Salam
    Fuad Muftie

  5. Indri Berkata:

    Butik saya di Soroako pak, mungkin bapak br denger daerah ini ya…he2 (daerah tambang NIKEL di sulawesi selatan)

    Namanya BUTIK ZALFA (zalfa itu nama anak saya)…baru berjalan 6 bulan.

    Kesalahan pertama saya adalah pemilihan lokasi! Memang pinggir jalan, tapi pas tikungan, jadi untuk orang parkir susah, orang males singgah, karena susah markir kendaraannya, trus sewanya lumayan mahal 1 jt per bulan (rata-rata di soroako sewanya segitu, ukuran 4×4 m loh..kebayang kan mahalnya!). Trus kesalahan kedua masalah DEKORASI alias INTERIOR ruangan, kurang menarik, mungkin bapak bisa kasih contoh gambah dekor ruangan yg menarik..

    Wassalam
    indri

  6. Fuad Muftie Berkata:

    He.. he.. he.. kita rupanya ada kesamaan, Kios Addina juga saya ambil dari nama anak saya.

    Tentang lokasi, kios kami justru tidak berada di jalan raya tapi berada di jalan perumahan yg Alhamdulillah banyak dilalui pejalan kaki dan pengendara motor.

    Juga nggak ada tempat parkir mobil. Tapi Alhamdulillah banyak pejalan kaki dan pengendara motor yang mampir dan belanja di tempat kami.
    Beberapa pengunjung yg pakai mobil juga ada yg mengeluhkan ttg parkir. Tapi mau gimana lagi lokasinya memang begitu.

    Masalah kesulitan parkir memang bisa menjadi masalah kalau terus-terusan kita permasalahkan. Untuk mengatasinya, saya cuma bisa ngasih saran yaitu mau nggak mau Bu Indri harus bisa “memaksa” calon konsumen dan calon pelanggan untuk mau datang, mau mampir, dan mau belanja, meskipun harus parkir agak jauh dari lokasi butik.

    Nah cara “maksanya” ini yang bisa menjadi seni tersendiri. Mungkin bisa ditawarkan diskon, diberi hadiah, atau bentuk promosi lainnya yang bisa menarik calon pelanggan. Mungkin bisa juga dengan cara memancing rasa ingin tahu orang. Misalnya Bu Indri ajak teman-teman Bu Indri untuk datang ke Butik biar kelihatan ramai sehingga orang lain mau mampir untuk memenuhi rasa ingin tahunya. Orang kadang takut kalau harus masuk toko sendirian, sehingga kalau ada orang lain yang ada di toko mereka jadi berani.

    Atau cara lainnya yang mungkin Bu Indri punya ide yg lebih cemerlang.

    Di Jakarta sendiri banyak toko yang tidak punya tempat parkir, tapi karena mereka memiliki KEUNGGULAN, konsumen rela memarkir kendaraannya agak jauh dan rela berjalan kaki menuju ke tokonya. Nah Bu Indri bisa gali lagi apa sih KEUNGGULAN butik Bu Indri. Satu lagi yang perlu dipikirkan “Apa sih untungnya orang mau datang dan belanja di butik Bu Indri.”

    Kalau Bu Indri bisa menjawabnya InsyaAlloh pelanggan mau rela datang, bagaimanapun kondisi lokasi Bu Indri.

    Mengenai Dekorasi ruang, saya juga kurang jago Bu. Kalau di kios saya, saya penuhi dg barang-barang dagangan sehingga terkesan penuh dan banyak. Baju-baju digantung dan jilbab2 di gelar. Sehingga orang akan tertarik.

    Kalau saya amati orang akan tertarik kalau toko itu terlihat penuh dan banyak pilihan daripada toko yang tampak kosong atau tidak banyak pilihan.
    Mungkin bisa juga dengan menempel gambar-gambar atau poster artis berjilbab, artis memakai busana muslim, atau foto kita sendiri kalau PD. Bu Indri bisa print sendiri atau bisa minta dicetak ke percetakan.

    Pertama buka kios kami juga nggak ada dekorasi. Kemudian kami coba pasang spanduk. Alhamdulillah di hari yg sama dg pemasangan spanduk, omset kios naik.

    Bu Indri bisa juga mencontoh toko / counter di mall. Atau bisa juga meniru toko / kios voucher Hand Phone. Karena barang yang dijual kecil, kebanyakan penjual voucher dan HP menempeli dinding tokonya dengan gambar HP atau spanduk-spanduk operator dll. Pokoknya biar kelihatan ramai dan meriah.

    Mungkin itu saran saya Bu. Saya juga belum menjalankan ide-ide yang ada di kios saya. Bukan maksud saya menggurui lho ya. Kita sharing saja.
    Semoga butik Bu Indri bisa maju dan berkembang.

    Salam
    Fuad Muftie

  7. wijawiyata jaring asia Berkata:

    Telah hadir situs baru http: // http://www. seputarkita. com
    sebuah situs yang banyak memberikan informasi dan pengetahuan.
    Dapat atau kirimkan informasi anda berupa artikel, agenda kegiatan dll di situs tersebut.

    Serta dapatkan pula produk-produk bermutu kami di “seputar belanja” online.

    Semoga bermanfaat.

    Terimakasih,

    seputarkita . com

  8. Fathur Rohman Berkata:

    Pak, saya sudah 3 tahun ini berjualan khasanah muslim lewat door 2 door. Kadang kalau pas lagi sepi beberapa hari saya ngannggur, bagaimana cara mengatasiya???

    Saya ada kendala lokasi. Lokasi show room saya di komplek perumahan yang sekaligus sebagai tempat tinggal saya. Kira seberapa urgent saya harus pindah di pinggir jalan raya yang lebih ramai?

  9. Fuad Muftie Berkata:

    Pak Fathur Rohman, apakah Bapak merasa enjoy dan senang menjalani bisnis ini? Kalau ya, silahkan teruskan dan cari tips & triknya untuk terus mengembangkannya. Saya kira banyak orang yang berhasil, sukses, dan menjadi kaya dengan berbisnis seperti yang Pak Fathur jalani.

    Kalau Pak Fathur tidak enjoy, saya kira Pak Fathur mesti mengubahnya menjadi pekerjaan yg menyenangkan atau beralihlah ke profesi yg lebih membuat enjoy dan lebih prospektif.

    Kalau mau membuat showroom sendiri untuk memasarkan khasanah muslim, harus diperhatikan pasar yang mau dituju. Kira-kira ada nggak target konsumen yang setiap hari lewat di depan showrom. Kalau tidak banyak nantinya perlu upaya ekstra untuk mendatangkan calon konsumen atau calon pelanggan lewat promosi yg gencar.

    Atau nantinya kalau sudah punya showroom, harus dikombinasi dengan menjual produk / jasa yang lain sehingga kalaupun produk utama yang kita jual kurang laku bisa di back up oleh produk yang lain.

    Seberapa pentingkah memiliki showroom di jalan raya? ini saya kira yang tahu persis jawabannya ya Pak Fathur. Seberapa perlunya untuk membesarkan usaha dan seberapa menjanjikannya lokasi yang baru, bisa dijadikan salah satu pertimbangan. Kalau di lokasi sekarang / di rumah sudah cukup representatif dan bisa terus digali dan dikembangkan, tidak ada salahnya menahan diri dulu untuk tidak pindah showroom.

    Kalau di lokasi sekarang sudah tidak menjanjikan, berarti lokasi yg lebih menjanjikan tentu sudah menjadi kebutuhan yg mendesak.

    Semoga bermanfaat
    Salam
    FM

  10. galihgood Berkata:

    Assalamualaikum Wr Wb

    Pak Fuad, kami punya penawaran bagus, berupa mukena bordir tasik, kategorinya masih home made, tetapi bisa dtingkatkan kapasitas setelah definit demand cukup memenuhi syarat. Apakah kami bisa bekerjasama untuk pemasarannya ?

    Terima kasih, jazakumullah khairan katsiraa.

    Galih Prasetya Utama
    Aida Pray Clothes
    galih@naturalifeindonesia.com

  11. Fuad Muftie Berkata:

    silahkan Pak kami terbuka untuk kerjasama, bagaimana mekanisme kerjasama yang pak Galih inginkan, mohon disampaikan ke saya.

    salam
    fm

  12. Wiwiek Berkata:

    Assallammualaikum Pa’ Fuad,

    Lasm kenal, saya baru saja di PHK, dan alhamdulillah ada sedikit rezeki, saya ingin memanfaatkan uang tersebut untuk usaha Jilbab dan perlengkapan muslimah. Namun saya bingung langkah awal apa yang harus saya tempuh unutk memulai bisnis tersebut karena saya tidak ada pengalaman sedikitpun di bisnis ini.. mohon sarannya…Terima kasih

  13. Fuad Muftie Berkata:

    Bu Wiwiek, salam kenal kembali terimakasih telah mampir di sini.

    Sesuaikan skala usaha dengan dana yang ada, kalau Bu wiwiek punya pandapatan lain (dari suami atau keluarga) mungkin bisa dimanfaatkan sebagaian besar dana yg ada untuk memulai usaha. Kalau tidak ada sumber lain, Bu Wiwiek mesti lebih cermat menggunakan dana yg ada.

    Kalau dananya cukup untuk membuka toko sendiri, tidak ada salahnya dicoba. Asalkan dapat lokasi yg strategis dan berpeluang. Kalau dananya belum cukup untuk buka toko, bisa coba direct selling, menjual jilbab kepada teman, kerabat, dan saudara dekat dulu. Ini sebisa mungkin hanya untuk mengumpulkan modal, jangan dijadikan sandaran utama.

    Kelemahan dari penjualan langsung adalah pasar yang terbatas, sehingga mudah jenuh, kalau kita tidak cepat2 ekspansi mencari pasar baru.

    Untuk mendapatkan jilbab dan perlengkapan Bu Wiwiek bisa tengok majalah atau tabloid yg segmennya muslimah. Disana banyak iklan tentang produsen jilbab dan perlengkapannya, tinggal di hubungi dan tanya cara menjadi reseller / agennya.

    Untuk memulai usaha tidak dibutuhkan pengalaman Bu. Karena kalau sudah berpengalaman namanya bukan memulai lagi, tapi mengulangi. Kami awalnya juga tidak ada pengalaman sama sekali, tapi ‘pede aja lagi’, asal kita punya keyakinan bisa berkembang dan maju, jalan terus…

    Kalau Bu Wiwiek ada di Jakarta, silahkan mampir ke kios kami, insyaAlloh kami siap membantu.

    Salam
    FM

  14. ade indriani zuchri Berkata:

    Assalamualaikum

    berawal dari lebaran idul fitri tahun kemarin saya mulai coba-coba usaha menjual jilbab dan perlengkapan muslimah lainnya, hasilnya lumayan dan keterusan sampai sekarang, saat ini saya juga bekerjasama dengan kakak saya di lain kota untuk menjual jilbab, sebenarnya saya ingin membuka toko sendiri, tapi selain masih belum ada waktu, saya juga masih merasa takut gagal atau rugi, mohon saran dari pak Fuad.

    Ade indriani zuchri

  15. Fuad Muftie Berkata:

    Takut rugi atau takut gagal itu wajar sekali Bu. Saya juga mengalami perasaan seperti itu. Tapi kalau sampai rasa takut tadi mengalahkan kita sehingga kita tidak berani mengambil tindakan untuk mewujudkan impian kita, baru itu rasa takut yang berlebihan.

    Dengan adanya rasa takut akan membuat Bu Ade lebih waspada, hati-hati, dan tidak ceroboh. Bu Ade bisa mulai belajar membingkai ulang rasa takut rugi dan gagal tadi menjadi hal yang lebih positif, misalnya “tidak ada kata rugi, itu cuma ongkos belajar berbisnis”. Toh kita tidak melakukan apa-apa juga bisa berarti rugi lho Bu, misalnya tau-tau ada orang lain yang memulai bisnis seperti yg kita inginkan dan ia bisa sukses, berarti kita rugi tidak bisa memanfaatkan peluang.

    Semoga bisa membantu
    salam
    FM

  16. novi Berkata:

    Salam……

    Bu Fuad, saya sangat tertarik untuk mencoba berdagang busana muslim dan jilbab…….
    saya memulai dari melihat pangsa pasar….. ternyata dari lingkungan di sekitar rumah saya mengetahui kalo ibu2 tersebut menginginkan jilbab permata yang di atasnya menggunakan payet…….. yang ingin saya tanyakan, permata itu nama suatu produk tertentu atau nama sebuah model ya ? sebelumnya terima kasih banyak

  17. Fuad Muftie Berkata:

    Bu Novi,
    Bu Fuad namanya Bu Nini Bu, kalau Fuad panggil Pak saja :-)

    Permata itu salah satu merk produk Jilbab. Sedangkan model dari jilbab Permata ada banyak, ada 16 model kalau nggak salah. Harganya mulai 30ribuan.

    Jilbab Permata dijual tanpa payet, kalau mau pakai payet harus pesan dulu ke ParMata.

    Semoga bisa membantu

    Salam
    Fuad Muftie

  18. ade indriani zuchri Berkata:

    assalam mualaikum ww pak Fuad

    Alhamdullilah, setelah beberapa kali mundur maju, saya akhirnya membuka toko mungil, pakaian muslim, seragam sekolah dan alat tulis, (sebenarnya garasi yang disulap), untuk mengurangi kerugian, saya memakai sistem kaki, beberapa orang yang saya kenal, juga saudara, saya minta untuk membawa dagangan saya, dan dijual kembali, selain saya jual sendiri dikantor dan di toko saya, hanya sayangnya untuk memenuhi item produk-produk lengkap saya masih kekurangan dana, mohon sarannya.

    ade

  19. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum salam
    Bu Ade, selamat sudah membuka usaha, dan ibu secara tidak langsung sudah membuka jalan / pintu rejeki bagi banyak orang. Sistem yg ibu pakai sudah bagus karena akan membantu menaikkan omset, syukur2 bisa libatkan masyarakat luas untuk membantu penjualan toko Ibu.

    Untuk memenuhi item barang secara lengkap, pelan2 ibu pelajari dulu pola / trend barang yg laris. Perbanyak dulu barang-barang yang laris. Agar perputaran cepat hindari memberi tempo / hutang kepada orang lain. Sehingga Ibu selalu mendapat dana fresh untuk diputar lagi. Untuk sepenuhnya bisa menyediakan stok barang yag tepat, memang butuh waktu Bu, nggak bisa langsung bisa semua terpenuhi.

    Ibu syukuri apa yang sudah ada dan terus niatkan untuk bertumbuh, usahakan modal dan keuntungan jangan ikut dimakan dulu. Biar bisa buat memperbanyak stok.

    Semoga bisa membantu
    salam
    FM

  20. entie Berkata:

    Assalamuallaikum wr.wb
    setelah membaca situs bpk saya sangat tartarik untuk melirik usaha ini sebagai pemula apa saja yang saya persiapkan untuk membuka usaha ini, saya berharap bpk dapat memebimbing saya

  21. Fuad Muftie Berkata:

    Salam kenal bu Entie, untuk persiapan buka usaha yang penting persiapkan mentalnya Bu. Mental harus siap benar, untuk menghadapi dinamika usaha yang sangat cepat, bisa jadi akan cepat kaya dan mungkin juga cepat bangkrut.

    Modal dll itu nomer sekian, yang penting siap mental, mau ambil langkah pertama (take action) dan jangan lupa jaga semangat, jangan sampai loyo di tengah jalan.

    Yang lainnya Ibu harus siap belajar, belajar dari siapa saja, dari pelanggan, suplier, tetangga dan lain-lain. Selain itu baca juga artikel saya yang lain ya Bu, biar tambah mantep.

    Salam
    FM

  22. ema Berkata:

    saya tertarik di dunia bisnis ini.tapi saya punya kendala dlm memulai bisnis ini.saya belum mempunyai dana yg cukup.dan bagaimana misalnya, setiap kita ngorder brg nya, misalnya setiap modelnya, 3 lembar. seringkali minimal ordernya 6. bagaimana ya pak. terima kasih atas jawabanya.

    ===========
    Fuad Muftie:
    Bu Ema lokasinya di mana Bu, kalau di Jakarta Timur, di tempat saya boleh koq pesan dlm jumlah kecil dan tetap kami beri diskon biar tetap dpt untung kalau mau dijual lagi.

    Asal ibu tidak beli dari pedagan grosiran saya pikir masih ada yg mau menjual dlm partai kecil. Atau ibu bisa coba cara ‘drop ship’, biasanya caranya ibu cukup nawarin produk pakai katalog, dan kalau ada yg mau beli tinggal ibu hubungi suplier dan suplier yg akan mengirim barang sampai ke pembeli dan ibu tinggal mengambil untung sesukanya.

    Semoga bisa membantu

    FM

  23. Irma Berkata:

    Pak Fuad saya tinggal di Kalimantan dan saya membantu suami dalam mencari rezeki dengan membuka usaha jual pakaian baju muslim dan Jilbab. Biasanya saya belanja di kota Makassar. Kendalanya: 1. kami membeli pakaian muslim bukan di tempat grosiran, 2. Dapatkah Bapak tunjukan toko grosir yang ada di Jakarta dan di Surabaya supaya kami jualnya tidak dengan harga mahal dan dapat terjangkau oleh masyarakat di daerah kami. Kami tidak tau sama sekali yang jual Grosiran. Tolong kami ya Pak.

  24. Fuad Muftie Berkata:

    Bu Irma
    Tempat grosir garment di Jakarta ada di Pasar Tanah Abang, Mangga Dua, Jatinegara, Cipulir, dll. Untuk di Surabaya saya kurang tahu Bu.

    Toko grosir yang cocok dengan usaha ibu saya kurang tahu persis Bu, mungkin ibu bisa pakai data di Yellow Pages atau cari di Internet Bu.

    Salam
    Fuad Muftie

  25. daeng Berkata:

    Assl.Wr.Wb
    Salam kenal…saya sangat tertarik dengan usaha yang dijalankan oleh Pak FM,
    begini pak…istri saya pekerja tapi terkadang saya liat dia punya keinginan utk berdagang seperti baju anak2, busana muslim dan jilbab masalahnya begini pak kalau belanja tidak sedikit uang yg harus dibelanjakan krn ingin mendapatkan harga yg bagus tapi terkadang barang yg sudah dibeli dan tidak laku tidak dapat dikembalikan akhirnya menjadi barang sisa dan lama kelamaan ketinggalan model…jadi terkadang untungnya yah justru ada distock barang yang tdk laku itu hehehe…. tapi kalo untung ya… :)
    nah langkah dan trik apa yg harus ditempuh istri saya ini untuk bisa berdagang tanpa hrs menyimpan stock…krn rata2 supplier/toko retail harus beli putus atau adakah supplier/toko retail yang mau menerima barang yang sisa/tdk laku…(kayanya jarang deh… ;)

    terimakasih atas pencerahannya….
    salam sukses !!!

    Wassalam
    daeng

  26. Fuad Muftie Berkata:

    Pak Daeng tinggal di mana Pak?
    Kalau di Jakarta Timur boleh kita kerjasama Pak, silahkan Anda beli barang dari saya, saya kasih diskon, kalau tidak laku boleh ditukar barang lain. Kalau di luar Jakarta, kami belum bisa menerapkan hal ini karena akan terkena biaya kirim dan SDM kami belum siap.

    Saran saya, rajin-rajinlah mencari suplier, karena saya yakin diantara sekian banyak suplier pasti ada yang bisa ngasih persyaratan yang lebih ringan. Di toko saya juga ada beberapa pelanggan yang menjual kembali barang yang dibeli dari kami. Mereka juga sering ngecek ke suplier yang lain. Dan Alhamdulillah mereka kembali ke kios kami karena syaratnya lebih enteng katanya.

    Cara lainnya agar bisa berdagang tanpa menyimpan stock, lakukan kerjasama dengan suplier, pinjam / minta / beli katalognya, tawarkan dulu ke calon pembeli dengan katalog, kalau deal, baru cariin barangnya.

    Dengan cara ini kita bisa jualan banyak barang tanpa menyimpan stok, cukup pakai katalog. Tentu ada plus minusnya, tinggal dicoba dan pertimbangkan kembali kalau kurang menguntungkan.

    Semoga bisa menginspirasi
    Salam
    Fuad Muftie

  27. sani cris Berkata:

    ass.wr.wb.

    saya dan istri ingin membuka toko busana muslim.
    dimana kami bisa mendaptkan supplier busana muslim dan aksesorisnya?
    terimakasih

    wassalam

  28. indra permana Berkata:

    Bp. Fuad Yth.

    Sebelumnya saya perkenalkan diri. Nama saya Indra umur 25 tahun. Saya tertarik sekali dengan bisnis busana muslim ini karena selain membuka peluang untuk mendapat penghasilan berupa materi, juga dapat mempopulerkan busana muslim shg lebih banyak muslimah memakai busana muslim.

    Kebetulan Ibu saya punya usaha baju muslim di bandung, mulai dari mendesain, memproduksi, sampai memasarkan sendiri. Dengan pemasaran hanya mulut ke mulut saja karena waktu beliau juga terbatas karena bekerja. Produksinya dilakukan secara tailoring. (satu model baju hanya satu buah).

    Saya berniat untuk mencoba mengikuti jejak Ibu saya dengan ikut memasarkan baju muslim buatannya di tangerang. Saat ini saya belum punya tempat tinggal, alias masih kost. Mohon petunjuk dan sarannya apa yang harus saya lakukan, mengingat saya masih blank tentang bisnis ini, apalagi peluang bisnis ini ditangerang/jakarta.

    Terima kasih atas ilmunya.

  29. Fuad Muftie Berkata:

    Pak Indra, Tentu anda ingin punya bisnis lebih baik daripada bisnis ibu Anda kan. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik perlu dicarikan faktor kali. Maksudnya kalau hanya mengandalkan ibu Anda pasti pasokan barang akan terbatas. Agar pasokan tidak terbatas bisa dengan cara menambah penjahit, atau mencari suplier yang lain.

    Tapi sebagai langkah awal, coba dulu tawarkan produk Ibu Anda kepada target market Anda. Kalau respon bagus, bisa dilanjutkan. Kalau respon kurang bagus, cari tahu kenapanya. Anda bisa coba tawarkan kpd teman2 kost, teman kerja, tetangga dll.

    Kalau sudah kelihatan pasarnya, coba tawarkan kepada toko-toko busana muslimah. yang penting disini jangan cuma menawarkan secara terbatas, terus cari jalan memasarkannya.

    Itu dulu ya, pokoknya coba dulu jual 1 potong, 3 potong, 10 potong, 200 potong dst.

    Salam
    Fuad Muftie

  30. tono hartono Berkata:

    assalamualaikum wr.wb
    saya bikin disain gambar bordir dan disket untuk mesin kimputer
    saya suka menerima maklun cuma susah untuk berkembang
    karena modal
    saya mencari partner yang berminat untuk membuka usaha di bidang busana muslim.

    terimakasih

  31. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alikum salam Wr Wb

    Pak Tono, saya nggak paham dengan “disket untuk mesin kimputer”, bukankan era disket sudah mulai berakhir Pak. Atau ini disket yg spesial?

    Untuk maklun berarti kuncinya adalah jaringan dengan para produsen busana. Saya juga belum banyak mengetahui tentang dunia produksi, baru bisa berjualannya saja. Pingin sich nantinya bisa ikut memproduksi busana muslim, tapi masih jadi impian.

    Barangkali bisa dimulai dengan melakukan pendekatan ke produsen-produsen lainnya. Prinsipnya dimana-mana selalu berlaku prinsip parreto. Dari sekian produsen yang berhubungan dg Anda 20% memberi keuntungan 80% bagi Anda. Tinggal diperbanyak saja jaringannya.

    Semoga bisa membantu
    Salam
    FM

  32. Fathur Rohman Berkata:

    DICARI!!!! MITRA/SALES/AGEN
    Kami produsen mauquta dan tauqoly, jadwal sholat elektronik bermanksud menawarkan produk kami untuk resell.
    Produk bisadilihat di http://www.mauquta.com atau http://www.tauqoly.com
    Atas kesediaannya saya sampaikan terima kasih.
    Wassalamualaikum

  33. Kiki Berkata:

    Assalamu’alaikum wr.wb.

    Menurut bapak, bagaimana prospek busana muslim ke depan, mengingat banyak sekali produsen busana muslim bermunculan sekarang ini?

    Lalu, kalau kita ingin mencoba-coba merancang busana, menurut bapak, faktor-faktor apa yang harus diperhatikan agar bisa bersaing di pasaran?

    Terima kasih atas jawabannya.

    Wassalamu’alaikum wr.wb.

  34. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum salam Wr Wb

    @ Fathur Rohman
    Selamat dan sukses atas produk inovatifnya, semoga barokah dan sukses.

    @ Kiki
    Busana muslim masih punya prospek, cuma memang dalam satu tahun ada masa rame dan ada masa sepi. Sehingga kalau fokus di busana muslim harus bisa memperhitungkan keuntungan di waktu rame bisa meng-cover waktu-waktu sepi.

    Wah saya blm punya pengalaman merancang busana, kalau dimata saya sbg pedagan, yg penting modelnya bagus, variatif, bahannya yg nyaman, dan harganya yg pass. Tergantung segment-nya juga sih, kalau membidik yg kelas atas, jelas semuanya harus prima, model oke, bahan oke, pemasaran oke, purna jual oke, harga tidak ada masalah.

    Kalau segment bawah, yg penting harga-bahan-model bisa seimbang.

    Selamat berkarya, tidak usah terlalu dipikirkan yg rumit-rumit, mulai saja dulu dari yg kecil-kecil nanti pelan2 diperbaiki.

    Sukses
    Fuad Muftie

  35. nawirah Berkata:

    Ass.wr.wb,sy Nawirah memproduksi dan memasarkan berbagai macam busana muslimah yang mengikuti berbagai macam trend saat ini, mukena berbagai macam model utk dewasa maupun anak2& jilbab berbagai macam warna dan bahan. Saya mencari rekan bisnis & agen untuk memasarkan produk2 saya. Wsswrwb

  36. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum salam Wr Wb
    Silahkan yg ingin bersinergi dg Bu / Pak Nawirah. Semoga usahanya terus maju dan barokah.

    Wassalam
    Fuad Muftie

  37. arif Berkata:

    Assalamu alaikum
    salam kenal semuanya, mo tanya neeh. ada yang bisa bantu saya ..kami punya toko di kawasan darusalam, banda aceh. kerja utama memang menjahit dan dikelola istri. Tapi merasa perlu dikembangkan , niat mau jualan juga busana muslim untuk anak, remaja dan dewasa. Lagi-lagi kendalanya, soal modal. karena dari beberapa agen yang saya hubungi minta baya dimuka untuk setiap barang yang kami beli. sementara , namanya baru buka, kami belum bisa seperti itu.
    Kira-kira ada tidak ya, kawan2 semua yang sedikit ringan bisa kirim berbagai jenis busana muslim.. tapi konsinyasi lah…
    untuk aceh, busana muslim memang banyak diminati karena memang iklimnya demikian.. kalau ada, ya model2 terbaru yang lagi ngetren…
    mudah-mudahan ada yang bisa bantu….dengan tidak dikejar-kejar setoran..

    salam

  38. Mohammad Ibrahim Berkata:

    Assalamu alaikum
    Pagi Pa Fuad
    Tahun 2007 saya membantu pengusaha garment yg bangkrut untuk bs hidup lagi
    kami membeli mesiin bordir manual, mesin jahit, dll
    kami mulai produksi baju muslim
    Lokasi produksi kami di Bandung

    Sepertinya Allah sdg menguji, modal sy yg seharusnya bergulir diselewengkan oleh teman saya, akhirnya usaha garment menjadi korban. karena modal yg minim perjalanan menjadi berat
    satu per satu mesin harus dijual lagi untuk membiayai modal kerja.
    Saya amati juga tren penjualan sedang turun apa karena belum lebaran dan daya beli masyarakat yg semakin turun

    Sekarang sy hanya bisa coba untuk bertahan, ingin membuka pasar yg baru namun pikiran belum tenang karena efek domino uang yg raib (mudah-mudahan tidak. Amiin)
    Bisa beri saya saran bagaimana keluar dari badai ini
    Sangat berat bila saya harus memPHK karyawan
    sedih rasaya melihat mereka jadi pengangguran lagi

    Terima Kasih
    Wassalam
    Mohammad Ibrahim

  39. Fuad Muftie Berkata:

    @ Arif
    Pak Arif memang usaha garment saat ini banyak yang meminta cash keras. Jarang sekali yang mau memberi pinjaman atau konsinyasi. Apalagi kalau suplier sudah punya nama dan banyak dicari orang, akan sangat sulit kita meminta keringanan pembayaran.

    Tapi pengalaman di toko saya, kalau kita punya posisi penawaran yang bagus (tokonya ramai dan banyak pembeli) pasti ada (meskipun sedikit) yang akan menawarkan konsinyasi. Cuma kendalanya dengan sistem konsinyasi kita tidak bisa suka-suka memilih barangnya, kita cuma bisa pasrah barang-barang yang dititipkan ke kita, kalau tidak cocok dengan pilihan kita, mau tidak mau harus mau menerima.

    Untuk mengatasi hal ini, kita yang harus pintar-pintar mengelola modal, mengelola stok dengan memperbanyak stok yang peluang lakunya lebih besar. Mungkin untuk awal-awalnya kita perkecil dulu marginnya biar perputaran barang bisa cepat. Kalau perputaran cepat biasanya akan membuat suplier percaya dengan kita dan kita punya daya tawar ke suplier untuk minta pembayaran yang lebih ringan.

    Mudah-mudahan bisa membantu

    @ Mohammad Ibrahim

    Saya ikut prihatin dengan kejadian yang menimpa Anda. Kalau sudah kejadian seperti ini tidak ada resep yang paling ces pleng selain sabar dan ikhlaskan yang sudah hilang. Semoga bisa segera diganti dengan yang lebih baik dan lebih berkah sama Alloh SWT. Alloh SWT pasti ada maksudnya memberi Anda ujian seperti ini, kalau lulus InsyaAlloh Anda akan keluar sebagai pengusaha sukses.

    Kalau kita perhatikan perjalanan kisah para pengusaha sukses, sebagian besar pernah mengalami masa seperti yg sedang Anda alami. Mengalami berbagai kemalangan dan ketidakmujuran. Tapi yang membedakan dengan orang gagal cuma satu yaitu bangkit kembali dan berjuang kembali.

    Kalau dari saya, mudah-mudahan Anda tidak menutup usaha Anda dan gali kembali potensi yang Anda punya. Mungkin anggap saja seperti kembali memulai usaha baru, yaitu mulai dari yang kecil-kecil dulu. Atau coba cari jasa makloon dari perusahaan lain, yang relatif butuh modal kecil. Karena setahu saya banyak sekali usaha konveksi yang masih kuwalahan menangani order, nah ini kan peluang bagi Anda yang punya sumber daya produksi.

    Mudah2an suatu saat kita bisa bersinergi Pak, karena ada impian dan keinginan kami untuk membuat produk sendiri. Meskipun saya juga belum tahu bagaimana memulai dan seperti apa nantinya, tapi ini jadi bagian dari mimpi kami. Mimpi boleh kan?

    Semoga bisa membantu dan tetap semangat ya Pak, saya ikut mendoakan semoga bisa segera bangkit dan maju kembali.

    Wassalam
    FM

  40. Ibu vivi Berkata:

    Ass.Pak fuad….
    Saya baca surat dari pak Arif dari BAnda Aceh. Alhamdulillah sekarang saya distributor busana muslim Anak merk “”to Aceh, Insya Allah saya bisa bantu pak Arif. Tolong hubungi saya ke pak Arif ya Pak…Syukran. Wassalam

  41. Fuad Muftie Berkata:

    Bu Vivi

    Saya coba kirim komentar Ibu ke Pak Arif. Semoga bisa bekerjasama dan bersinergi.

    FM

  42. Fajar Berkata:

    Assalamu’alaikum Wr. Wbr

    Perkenalkan saya Fajar. Saya senang bisa baca blog bapak. Saya juga sedang merintis usaha penjualan kerudung instan. Kerudung tsb sebagian ambil dari konfeksi dan sebagian saya coba maklun. Jika bapak dan rekan-rekan lain berkenan mohon komentarnya atas produk yang kami posting di blog kami. Web site yang lain bisa dilihat di http://divamandiri.indonetwork.co.id.
    Saya ingin ada masukan baik masalah model dan harganya. Selama ini kami fokuskan pada kerudung dengan bahan spandeks rayon dan lycra. Ukuran kerudung sebagian besar adalah standar (sebahu).

  43. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum salam Wr Wb

    Salam kenal kembali Pak Fajar, mudah2an usahanya lancar dan barokah.

    Mengenai komentar atas produk jilbab, kalau saya pribadi lebih suka melihat langsung barangnya, lihat kualitas bahannya, kualitas jahitannya, dan kewajaran harganya. Kalau dari foto-foto saja sering tidak obyektif.

    Mungkin perlu diperbanyak variasinya ya Pak.

    Sukses ya Pak

    Fuad Muftie

  44. nathalia cornelis Berkata:

    saya baru akan memulai bisnis busana muslim, gimana kiat2 memulai?mungkin saya dapat jawaban disini.semoga mendapat barokah

  45. Fuad Muftie Berkata:

    Bu Nathalia Cornelis

    Selamat ya Bu sudah mau mulai bisnis busana muslim. Wah kiat2nya banyak sekali Bu, he.. he.. he…, Mungkin boleh Ibu baca blog saya dari awal sampai akhir saja, disana banyak tips2 yg mudah2an bermanfaat.

    Kalau dijabarkan lengkap, wah bisa jadi buku sendiri tuch Bu :-)

    Semoga dimudahkan jalannya ya Bu

    FM

  46. shelvia Berkata:

    hi semaunya…saya menjual grosiran busana muslim..tp hanya atasan aja…
    saya punya toko di tanah abang…dan kalau ada yang berniat tolong hubungi saya..
    email aja ke momopi_galz@yahoo.com..
    ada yg dari bahan cotton silk bordir di payet,ada yg dr batik,dan ada yg bahan stret dan katun minyak..

Tinggalkan Balasan