Bagaimana Memulai Usaha Dari Rumah

Desember 26, 2006

Membuka usaha dari rumah sendiri bisa menjadi salah satu pilihan untuk memulai langkah pertama sebagai pengusaha. Kita ketahui banyak pengusaha sukses yang mengawali karirnya dari rumah. Dan banyak pula perusahaan besar yang awalnya dirintis dari rumah pendirinya.

Memiliki usaha dari rumah akan menghemat investasi pada tempat / lokasi. Karena tidak perlu menyewa dan tidak perlu membelinya. Kalaupun rumah kita masih ngontrak, rumah yang kita kontrak akan menjadi lebih produktif dan tidak sekadar ditempai untuk tidur semata.

Di era digital saat ini, peluang untuk membuka usaha dari rumah terbuka sangat lebar. Kita bisa membuka usaha penjualan barang maupun jasa lewat internet. Asal barang dan jasa yang kita jual banyak yang membutuhkan dan web site yang kita buat bisa menjangkau calon pembeli, maka peluang mendulang uang lewat internet sangat terbuka.

Tidak hanya bisnis melalui internet, bisnis tradisional atau konvensional-pun bisa dimulai dari rumah. Syukur-syukur rumah kita ada di tempat yang strategis, maka kita memiliki kesempatan besar untuk mendatangkan konsumen.

Tapi bagaimana kalau lokasi rumah kita tidak strategis? Saya kira peluang untuk memiliki dan mengatur usaha dari rumah tetap ada. Berikut ini saya ceritakan salah satu sepak terjang seorang rekanan bisnis kami (rekanan Kios Addina).

Ia seorang wanita yang memiliki bisnis yang sangat lumayan menurut ukuran saya. Dan dia menjalankannya lewat rumah. Strategi yang ia pakai adalah Konsinyasi, strategi yang mudah bukan?

Kebetulan, dia memproduksi sendiri beberapa jenis gamis dan makanan ringan. Barang-barang yang ia bikin, ia titipkan ke beberapa kios, toko, dan butik. Bahkan ia menitipkan penjualan makanan ringan ke beberapa pedagang kaki lima.

Tidak hanya barang buatan sendiri, setiap ada peluang dia juga menitipkan barang-barang yang dia beli dari produsen lainnya. Kuncinya di sini adalah networking dan kemauan untuk menjalin networking yang baru.

Pada hari-hari tertentu dia keliling dari kios ke kios, dari toko ke toko, dari butik ke butik, dan dari PKL ke PKL lainnya untuk mengecek barang dagangannya, menagih bayaran untuk barang yang laku, dan menitipkan kembali barang-barang baru untuk mengganti yang sudah laku atau menukar dengan barang yang tidak laku.

Ketika ditanya penghasilannya, dia bilang yach.. lumayan dan tersenyum penuh makna :-).

Yang jelas dengan cara ini, dia bisa punya banyak toko tanpa perlu menyewa toko dan tanpa membeli toko. Iapun bisa mengatur sendiri irama bisnisnya.

Semoga bermanfaat

Salam

Fuad Muftie
Owner Kios Addina
©2006 http://fuadmuftie.wordpress.com


Bagaimana Cara Memulai Usaha dengan Modal Dengkul

Desember 21, 2006

Bagaimana cara memulai bisnis dengan modal dengkul? Pertanyaan ini banyak diajukan oleh mereka yang ingin sekali membuka usaha tapi tidak memiliki cukup modal. Mungkin juga diajukan oleh orang yang punya modal tapi tidak berani mengambil resiko kehilangan modal. Sehingga dianggapnya bisnis modal dengkul merupakan langkah yang aman.

Enak memang kesannya kalau bisa memulai bisnis tanpa modal. Dalam prakteknya memang banyak yang bisa memulai usaha tanpa modal uang sepeserpun. Contoh paling banyak adalah makelar. Ia hanya perlu mempertemukan orang yang ingin menjual dengan orang yang ingin membeli, kemudian ia akan mendapat komisi. Tapi untuk menjadi makelar yang profesional dengan penghasilan yang bagus apakah hanya cukup dengan modal dengkul? Saya yakin pasti tidak, ia pasti memerlukan modal-modal lainnya.

Ada juga sich yang benar-benar hanya menggunakan dengkulnya yaitu tukang pukul, tukang pikul di pasar, tukang parkir, Pak Ogah, dan sejenisnya. Tapi apakah itu bisnis yang anda inginkan?

Kalau saya pribadi, sebaiknya jangan biasakan berkeinginan untuk memulai bisnis hanya dengan modal dengkul. Hasilnya lebih tidak menentu. Alangkah baiknya kalau kita bisa memanfaatkan modal yang lebih dahsyat yang sudah kita miliki. Bukankah kita punya Otak yang bisa kita manfaatkan untuk memulai usaha.

Daripada menggunakan modal dengkul, hasilnya akan jauh lebih baik kalau kita mau memulai bisnis bermodal otak. Modal dengkul sebentar saja akan lelah dan salah-salah kalau kaki patah, bisnis juga musnah. Kalau bisnis pakai otak, seburuk apapun kondisi bisnisnya bisa dicari siasat yang lebih tepat sehingga bisnis bisa selalu selamat.

Gunakan imajinasi dan pikiran untuk memikirkan cara atau strategi memanfaatkan potensi yang ada untuk memulai usaha. Bukankah dengkul juga dikendalikan oleh otak. Kalau memulai usaha dengan hanya mengandalkan dengkul berarti otak dikendalikan dengkul dong.

Jadi bagi yang ingin segera memulai bisnis, gunakan otak, pikiran, dan imajinasi anda. Temukan jalan yang terbaik untuk memulai. Otak adalah modal paling mahal di dunia. Saya yakin orang-orang sukses pasti lebih banyak menggunakan otaknya daripada dengkulnya. Kecuali otak anda sudah ada di dengkul, silahkan berbisnis dengan dengkul anda.

salam
Fuad Muftie


Jangan Pernah Berhenti Berpikiran Positif

Desember 19, 2006

Apapun profesi anda saat ini, jangan pernah berhenti berpikiran positif. Jangan biarkan munculnya pikiran-pikiran negatif di benak kita. Pikiran negatif benar-benar menjadi racun dalam kehidupan kita.

Apalagi bagi yang berprofesi sebagai pebisnis, pengusaha, maupun sebagai calon pebisnis dan pengusaha. Kita harus benar-benar berlatih untuk selalu berpikiran positif dan mengeliminir pikiran negatif.

Kami sering mendapatkan kenyataan yang menakjubkan dengan berpikiran positif dan kami sering pula mengalami hal yang berkebalikan dengan pikiran negatif kalau kita mau segera mengganti pikiran negatif tadi dengan yang positif.

Hampir semua motivator dan penulis buku pengembangan pribagi selalu menekankan pentingnya berpikiran positif. Banyak pula penelitian yang mendukung pentingnya berpikiran positif.

Dalam kehidupan pribadi saya, saya sering menemukan orang-orang yang banyak berpikiran negatif benar-benar menjalani hidupnya sesuai yang dipikirkannya. Orang yang sering mengeluh susah, sulit, dan berat menjalani hidup ini akan benar-benar mendapati kesusahan, kesulitan, dan keberatan dalam hidup ini. Sepertinya hidup ini benar-benar sial. Dan pikiran negatif tadi akan menjadi lingkaran setan yang akan memunculkan pikiran negatif lainnya.

Ada satu nasehat yang selalu saya ingat untuk menghilangkan pikiran negatif. Pikiran negatif kita bisa diibaratkan sebagai gelas yang berisi air kotor. Nah agar air kotor itu bisa bersih, cukup sirami terus dengan air bersih, maka lama kelamaan gelas tadi hanya akan berisi air bersih. Begitu pula dengan pikiran negatif, cukup gantikan dengan pikiran-pikiran positif maka di benak kita hanya akan berisi pikiran positif.

Bagi anda yang belum juga berani membuka usaha sendiri atau usaha tidak maju-maju. Ubahlah pikiran-pikiran kita dengan pikiran yang positif dan memberdayakan. InsyaAlloh seiring berubahnya pikiran kita, berubah juga arah hidup kita, arah usaha / bisnis kita dan sukses bisa diraih.

Salam
Fuad Muftie
Owner Kios Addina
©2006 http://fuadmuftie.wordpress.com


Jangan mau “Take and Give”

Desember 19, 2006

Pepatah “Take and Give” sudah sering kita dengar dan kita ucapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan itu suatu nasehat yang sangat bagus agar kita mau berbagi dan tidak serakah dengan apa-apa yang kita miliki.

Bagi saya, pepatah “take and give” mengandung makna tersirat yang kurang bagus dan kontra produktif. Term “Take and Give” mengisyaratkan kita untuk take (mengambil) dulu baru give (memberi). Kita baru bisa memberi setelah kita mengambil. Kalau kita belum mendapatkan (materi) kita tidak bisa memberi. Pelit sekali !

Saya lebih senang dengan tejemahan “take and give” dalam bahasa Indonesisia yaitu “saling memberi dan menerima” atau “give and receive”. Kita harus mendahulukan memberi kepada orang lain baru kita berharap untuk bisa menerima sesuatu.

Karena memberi tidak harus berbentuk materi. Kita bisa memberikan sesuatu yang abstrak seperti memberi pelayanan yang baik, memberikan senyuman, memberikan tenaga dan pikiran kita terlebih dahulu kepada orang lain. Barulah kita berharap untuk menerima imbalan atau reward atau profit, baik secara langsung atau tidak langsung dari pihak yang barusan kita beri “sesuatu” tadi.

Kalaupun pihak tadi tidak balik memberi, yakinlah bahwa alam semesta sangat adil dan memiliki hukum alam seperti hukum kekekalan energi. Alam semesta akan mengembalikan energi yang telah kita keluarkan / kita berikan kepada orang lain untuk kembali kepada kita. Bahkan mungkin kita akan menerima dalam jumlah dan kualitas yang lebih baik lagi.

Dalam bisnis-pun sebenarnya berlaku hukum “give and receive” tadi. Apalagi bagi yang baru mulai menjalankan usaha (seperti saya juga), biasakanlah untuk give, give, give, dan give terlebih dulu. Berikan pelayanan yang baik, berikan senyum, berikan rasa aman, berikan rasa percaya (trust), berikan rasa menyenangkan, dst. Baru kita bisa berharap untuk receive margin, receive profit, receive growth, dst.

Satu lagi yang penting, begitu kita telah “menerima” maka segerakanlah untuk “memberi” lagi. Apa yang bisa kita berikan segera setalah kita menerima? Tidak lain adalah berikan rasa syukur kita kepada Alloh SWT, Tuhan semesta alam. Kita bisa menerima karena pastilah atas kehendak-Nya. Dan jangan lupakan ada hak orang miskin pada harta yang kita terima, tunaikanlah zakat dan shodaqoh.

Semoga dengan cara ini usaha kita bisa maju, tumbuh dan berkembang secara bermartabat.

Salam
Fuad Muftie
Owner Kios Addina
Ó2006 http://fuadmuftie.wordpress.com


Bagaimana mengotomatisasi Toko / Kios

Desember 17, 2006

Memasuki bulan ketiga menjalankan usaha, mulai terpikir untuk mengotomatisasi kegiatan di Kios. Khususnya untuk merekam transaksi penjualan dan mengelola stock. Tujuannya untuk memperbaiki sistem dan untuk memudahkan pengawasan.

Karena selama ini sering terjadi adanya transaksi yang tidak tercatat, bisa karena lupa, atau karena nyelip waktu kios ramai. Sering kami dibuat pusing pada malam harinya saat menghitung omset harian dimana catatan dan uang di kas nggak klop. Belum lagi kontrol stock-nya masih manual sehingga nggak tahu persis posisi stock barang.

Kami putuskan untuk memanfaatkan komputer di rumah menjadi mesin cash register / mesin kasir. Daripada membeli mesin kas baru yang mahal mendingan memanfaatkan apa yang sudah ada. Apalagi dengan komputer bisa didesain sehingga fungsinya lebih lengkap daripada sekadar mesin kas register. Jelas investasi yang menguntungkan.

Masalah baru muncul setelah mencoba mencari-cari modul / software untuk bisnis toko yang cocok, syukur-sykur yang gratisan atau paling tidak yang murah meriah. Coba cari lewat google dengan keyword “point of sale“, “cashier“, dan “free” berhasil mendapatkan tiga software Point Of Sales (POS) gratis. Setelah dicoba-coba ternyata banyak kekurangannya, ada yang limited edition, ada yang trial, dan ada yang desain systemnya kaku.

Coba lagi cari-cari yang murah, dapat beberapa software POS / software penjualan untuk toko buatan dalam negeri. Alhamdulillah dapat empat software penjualan dan software pengelolaan stock yang bagus, lengkap, dan murah. Tapi sayang nggak ada fitur keamanan sehingga siapapun bisa mengutak-atik data transaksi. Wah bahaya nich kalau nanti kios sepenuhnya diserahin ke karyawan.

Coba lagi cari di toko buku besar, dapat software penjualan dan software inventory yang lumayan murah tapi ternyata limited, dan kalau mau unlimited harus registrasi lagi yang artinya harus bayar lagi.

Akhirnya dengan berbagai cara pencarian, saya dapatkan informasi software penjualan dan stock yang cocok, handal, dan sangat murah yaitu Software Omset dari RuliSoft. Programnya sangat lengkap dan bisa diterapkan untuk perusahaan dagang dan jasa dari sekala kecil sampai besar, bahkan cocok juga untuk minimarket. Softwarenya berisi modul-modul dari pembelian, penjualan, hutang, piutang, sampai dengan pelaporan.

Harganya juga murah cuma Rp. 149.000,-, sangat-sangat murah dibanding potensi keuntungan yang bisa kita raih. Fiturnya lengkap :

  • Multi Currency
  • Fasilitas Part Serialized
  • Fasilitas Auto Backup
  • Metode Perhitungan Persediaan Moving dan Weight Average
  • Modul Cashier/Point of Sales (POS)
  • Fasilitas Stock Opname
  • Laporan Lengkap Hutang dan Piutang
  • Laporan Analisa Laba/Rugi Kotor yang beragam
  • Fasilitas Multi Unit Satuan Barang (Multi Unit of Measurement)
  • Fasilitas Perubahan Harga Jual (Auto Update Price)
  • Fasilitas Wizard Untuk Setiap Transaksi
  • Laporan-Laporan Lengkap Untuk Persediaan
  • Bisa mentransfer semua laporan ke bentuk word, excel dan html.
  • Mudah Digunakan (User Friendly)

Dan yang penting, kita mendapatkan dukungan atau support penuh dari pengembang Software Omset lewat email. Dan saya sudah membuktikannya, setiap ada kesulitas tinggal kirim email dan Alhamdulillah selalu mendapat jawaban yang memuaskan dna tuntas.

Software ini adalah open source, sehingga kita bisa mendapatkan kode-kode programnya. Kita bisa memodifikasi sendiri sesuai tipe bisnis kita dan sesuai keinginan kita.

Dan satu lagi Software Omset adalah buatan dalam negeri sehingga cocok dengan kondisi bisnis kita. Menurut pengembangnya software ini sudah dicoba di banyak perusahaan dan sudah mengalami banyak penyempurnaan. Saya sangat bangga menggunakan produk dalam negeri yang sangat bagus ini.

Oh ya saat ini sedang di uji coba di rumah, InsyaAlloh awal tahun 2007 bisa jalan di toko. Kalau anda berminat bisa klik di RuliSoft.

Semoga bermanfaat.

Salam
Fuad Muftie
Kios Addina : Kios Jilbab / Kerudung (rabbani™ & PerMata’s), Busana, dan Aksesoris
Jl. Bunga Rampai X Perumnas Klender, Jaktim
(Mau dapetin diskon-nya?? Datang aja ke kios kami…)


Jilbab, Memotivasi Ruqaya al-Ghasara Hingga Meraih Medali Emas

Desember 13, 2006

sumber : http://www.eramuslim.com/news/int/457f1811.htm

Jilbab, Memotivasi Ruqaya al-Ghasara Hingga Meraih Medali Emas

Rabu, 13 Des 06 12:01 WIB

Berjilbab tak halangi atlit olah raga lari perempuan Ruqaya Al-Ghasara asal Bahrain untuk memenangkan pertandingan. Ruqaya Al-Ghasara mendapat medali emas (11/12) dalam olah raga lari 200 meter dengan kecepatan 23,19 detik dalam pesta olah raga Asian Games ke-15 di Doha, Qatar. Sebelum itu Ruqaya memenangkan medali perunggu dalam lomba lari 100 meter, karena awal start yang kurang tepat.

Stadion olah raga Ali Khalifah seperti bergetar dengan teriakan gembira para penonton yang menyaksikan pertandingan tersebut setelah Ruqaya memenangkan perlombaan. Apalagi menjelang Ruqaya, perempuan berbobot 65 kilogram ini mencapai garis finish. Ia telah mengerahkan seluruh potensi kekuatannya.

Tapi yang lebih istimewa bukan soal dukungan atau bobot tubuh Ruqaya. Yang membuatnya istimewa adalah karena ternyata motivator pertama yang membuat Ruqaya mampu memberikan hasil terbaik adalah, jilbabnya. Ya, Ruqaya satu-satunya pelari perempuan berjilbab yang mampu menunjukkan prestasi istimewa dalam pertandingan lari di kejuaraan tingkat Asia, mungkin juga dunia.

Ia mengatakan, “Alhamdulillah, saya menang. Saya berhak mendapat medali emas dalam lomba lari 200 meter. Alhamdulillah, saya menjadi yang paling kuat dan paling baik.”

Ia lalu menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mendapat masalah dengan jilbabnya saat olah raga lari. Bahkan ia mengatakan, “Saya justru ingin menegaskan bahwa tidak ada masalah berarti memakai jilbab seperti ini, termasuk saat olah raga sebagaimana saya lakukan.”

Ia pun berpesan kepada para Muslimah, “Saya ingin sekali mengatakan pada para Muslimah, bahwa ini adalah kenikmatan sendiri. Memakai pakaian berjilbab adalah sesuatu yang memotifasi saya. Memakai jilbab menegaskan bahwa kaum Muslimah tidak akan mendapat kendala berarti dan justru mereka terdorong untuk lebih banyak terlibat dalam event yang lebih besar.”

Ruqaya mengatakan ini di tengah luapan kegembiraannya atas prestasi yang baru saja dilakukannya. “Saya pesan kepada para Muslimah untuk berolah raga dan ikut dalam pertandingan adu kekuatan. Ini bermanfaat untuk kesehatan kalian dan negara kalian,” katanya lagi.

Ruqaya yang memakai pakaian menutup aurat berwarna putih dan merah menandakan paduan warna asal negaranya, Bahrain. Ia telah meraih sejumlah medali dari berbagai event olah raga. Ia pernah memenangkan medali perak untuk olah raga lari sprint jarak 60 meter, 200 meter, dan 400 meter dalam pertandingan olah raga Asia yang diselenggarakan di Teheran, tahun 2004. Dan kali ini, merupakan medali paling tinggi yang diraihnya selama ini. Ia berharap tahun depan bisa mengikuti olimpiade di Osaka Jepang. “Saya sudah pernah menang di event olah raga Arab, Asia Barat, tapi kemenangan ini adalah prestasi saya yang paling besar, saya ingin meraih medali lebih banyak lagi,” ujarnya.

Menurut pelatihnya, Thagen, Ruqaya adalah murid istimewa yang mempunyai kemampuan yang jarang dimiliki perempuan. Kepada pers Prancis Thagen mengatakan, “Ia telah mulai melakukan olah raga sejak umur 19 tahun, ini berarti ia hanya berlatih serius selama 4 tahun saja. Tapi kemampuan fisiknya di atas rata-rata.” (na-str/iol)


Posisi Menentukan Prestasi

Desember 13, 2006

Saya sering teringat kata-kata diatas yang selalu diucapkan teman-teman saya sebelum ujian waktu kuliah dulu. Maksudnya posisi tempat duduk saat ujian sangat menentukan bagus atau jeleknya nilai ujian. Bagi yang berhasil mendapat posisi strategis maka dia akan punya banyak pilihan untuk menyelesaikan soal ujian, bisa tengak-tengok kanan kirinya, bisa juga membuka contekan. Itu bisa dilakukan dengan leluasa karena posisinya aman dari pengawas, sehingga dia berpeluang mendapatkan hasil ujian yang bagus.

Sedangkan yang mendapat posisi tidak strategis, harus lebih kreatif dan bekerja extra untuk menyelesaikan soal ujian, sendirian. Peluang untuk mendapatkan hasil ujian yang bagus jelas lebih kecil kalau dia tidak memiliki persiapan yang prima.

Setelah sekarang tidak lagi kuliah dan punya usaha sendiri, ternyata kata-kata “Posisi Menentukan Prestasi” masih juga berlaku dalam menjalankan usaha / bisnis. Teringat juga waktu kuliah dulu sering diajari pembauran pemasaran (Merketing Mix), dimana Posisi merupakan unsur pemasaran yang penting dan menjadi salah satu bauran pemasaran yaitu : Product, Price, Place. Dalam hal ini Posisi atau Place atau letak usaha kita sangat penting dan akan mempengaruhi keberhasilan pemasaran usaha kita.

Memang dimana-mana yang namanya posisi strategis selau diincar. Bagi penyedia tempat (misalnya developer), mereka akan memasang harga yang lebih mahal untuk tempat-tempat yang lebih strategis. Itu juga menjadi impian setiap pelaku usaha untuk mendapatkan tempat yang strategis. Jadi bersyukurlah bagi anda yang telah mendapat tempat usaha yang strategis.

Terus bagaimana buat yang tidak berhasil atau belum mampu mendapatkan tempat strategis. Seperti cerita waktu kuliah diatas, maka kita harus lebih kreatif dan kerja extra untuk mendapatkan hasil yang optimal. Kita jelas dituntut untuk mampu menarik calon pelanggan mau datang dan mau melakukan transaksi di tempat yang kurang strategis.

Ada cerita menarik dari salah satu pengusaha oleh-oleh di Jogja. Lokasi tempat berjualan oleh-oleh tidaklah berada di tepi jalan raya, tetapi di gang kecil. Strategi yang dilakukan adalah melakukan kerjasama dengan tukang becak, sehingga jika ada orang yang bertanya-tanya ingin mencari oleh-oleh akan diarahkan oleh tukang becak tadi ke gang-nya. Selain itu pada bungkus oleh-oleh dicetak peta lokasi yang menunjuk ke tokonya, dengan harapan orang yang pernah datang akan selalu ingat dan orang yang menerima oleh-oleh bisa membaca petanya.

Ada juga pengusaha busana muslim di Jakarta yang lokasinya bukan di pusat perbelanjaan dan juga tidak berada di tepi jalan raya. Lokasinya ada di gang sempit yang untuk parkirpun susah. Tetapi orang-orang berbondong-bondong ke tokonya. Kalau dari pengamatan saya strategi yang dilakukan adalah dengan gencar melakukan iklan dan pelanggan setianya adalah dari komunitas-komunitas yang cukup solid.

Itu sekadar contoh, dengan harapan bagi anda yang belum mampu mendapatkan tempat strategis, jangan berkecil hati. Usaha dapat dilakukan dimana saja asal wajar lho (masak mau jualan bubur ayam, buka kiosnya di tengah sawah??). Asalkan kita bisa memikirkan strategi yang tepat dan menerapkannya. Kalaupun gagal coba lagi strategi yang lain.

Ingatlah : cicak yang merayap di dinding harus mencari mangsa yang terbang bebas. Jelas posisi cicak tidak strategis, tapi dengan caranya yang khas cicak bisa berhasil menangkap mangsanya dengan lancar-lancar saja.

Semoga bermanfaat

Salam
Fuad Muftie
Kios Addina : Kios Jilbab / Kerudung (rabbani™ & PerMata’s),  Busana, dan Aksesoris
Jl. Bunga Rampai X Perumnas Klender, Jaktim
(Mau dapetin diskon-nya?? Datang aja ke kios kami…)
Fren: 08882221638


Cara Mudah Memulai Bisnis / Usaha Sambilan

Desember 12, 2006

Untuk memulai usaha atau bisnis janganlah menunggu kondisi yang ideal. Modal yang cukup, lokasi yang strategis, karyawan yang cakap, waktu yang luang untuk memulai bisnis adalah kondisi yang ideal. Dan untuk mendapatkan semuanya dalam waktu yang bersamaan tentu butuh pengorbanan yang lebih besar.

Apalagi bagi kita-kita yang masih berstatus sebagai karyawan di tempat lain, menunggu kondisi ideal bisa menjadi pilihan yang sulit.

Salah satu pilihan bagi seorang karyawan untuk memiliki bisnis sendiri adalah membuka usaha sambilan. Sehingga kita bisa tetap bekerja dan mendapatkan gaji. Dan kita berusaha mendapatkan tambahan penghasilan lewat usaha yang kita rintis.

Membuka usaha sambilan bisa menjadi pilihan yang menyenangkan kalau kita bisa menentukan jenis usaha dan skala usaha sesuai minat dan kemampuan kita. Kalau memang kita punya kondisi yang ideal, pilihan untuk membuka perusahaan, membuka toko, atau mengambil franchise adalah pilihan yang tepat.

Tapi bagi yang belum berani untuk mengambil resiko dengan membuka toko sendiri, ada satu pilihan yang mudah untuk segera memulai usaha, yaitu dengan sistem KONSINYASI.

Dengan sistem konsinyasi kita menitipkan barang dagangan kita ke toko, kios, atau minimarket / supermarket orang lain. Kita tidak perlu memiliki toko sendiri dan tidak perlu memiliki karyawan sendiri. Jelas akan menghemat banyak biaya. Kita hanya perlu menanamkan modal pada barang dagangan dan investasi waktu plus tenaga untuk menawarkan ke toko orang lain. Barangnyapun tidak harus buatan sendiri, bisa barang yang kita beli grosiran kemudian kita titipkan ke beberapa toko.

Kesepakatan Konsinyasi bisa fleksibel, untuk toko-toko kecil seperti kios kami, cukup dilakukan secara kekeluargaan / musyawarah mufakat dan dengan kesepakatan yang lebih mudah. Berapa barang yang ditaruh, berapa harganya, kapan mau dicek, kapan dilakukan pembayaran, dan kesepakatan lain dibicarakan bersama dan setelah deal atau kedua pihak sepakat maka Konsinyasi bisa dijalankan. Ada baiknya kesepakatan ini dilakukan secara tertulis (dan memang seharusnya tertulis) meskipun dalam format yang sederhana, sehingga jika ada perselisihan, sudah ada pedomannya.

Untuk menitipkan barang ke perusahaan yang sudah besar (minimarket atau supermarket) tentu persyaratannya lebih ketat. Pihak supermarket sudah menetapkan syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Pengalaman di kios kami (Kios Addina), setelah terlihat tokonya hidup (banyak pelanggan dan banyak transaksi), ternyata banyak yang datang menawarkan konsinyasi. Awalnya kami sangat berhati-hati, ada rasa khawatir barangnya nanti tidak laku. Tapi Alhamdulillah banyak barang konsinyasi yang berhasil terjual di kios kami.

Barang yang ditawarkan ke Kios kami juga beragam. Awalnya hanya jilbab dan produk serupa, kemudian ada yang menawarkan minyak wangi, dan bahkan sekarang ada yang menitipkan tas wanita. Para pemilik barang yang menitipkan di kios kami, secara berkala mengecek barangya laku atau belum, perlu ditambah atau belum. Kadang juga cukup dilakukan dengan SMS dan jika sudah laku, pemilik barang datang ke kios kami untuk menerima pembayaran barangnya yang laku.

Terus bagaimana kalau barang tidak laku? Pemilik barang biasanya menukar dengan barang lain dan mungkin barang yang tidak lakuk di kios kami bisa dan mungkin sekali laku di tempat lain. Jadi kalau mau menitipkan barang konsinyasi sebaiknya jangan hanya ke satu toko. Kalau bisa menitipkan barang ke banyak toko, sama saja kita punya toko banyak tanpa harus sewa toko, tanpa harus membayar karyawan, dan uangpun mengalir…

Salam
Fuad Muftie
Kios Addina : Kios Jilbab / Kerudung (rabbani™ & PerMata’s),  Busana, dan Aksesoris
Jl. Bunga Rampai X Perumnas Klender, Jaktim
Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40 Perumnas Klender, Jaktim
Tpl. 021-9828 4731

(Mau dapetin diskon-nya?? Datang aja ke kios kami…)


Kalau Mau Jadi Pengusaha Sukses, Harus Berani “POLIGAMI” *)

Desember 8, 2006

Mungkin berita yang sedang hangat-hangatnya minggu ini adalah fenomena poligami Aa Gym dan wacana pengaturan poligami oleh Pemerintah RI. Lepas dari fenomena dan wacana tersebut, saya pribadi sangat menganjurkan agar para pengusaha khususnya pengusaha pemula harus siap-siap ber-”POLIGAMI” agar bisa mencapai sukses.

Bukan maksud saya menyarankan pembaca untuk mengikuti jejak Aa Gym (yang da’i juga sekaligus sebagai pengusaha) untuk menikahi istri kedua, ketiga, atau keempat. Tapi “poligami” dalam hal ini, anda harus siap “menikahi” beberapa jenis usaha atau beberapa jenis bisnis, untuk menggapai sukses Anda.

Saya berani bertaruh, kalau kita amati pengusaha-pengusaha sukses, pasti lebih banyak pengusaha yang menggeluti beberapa jenis usaha daripada pengusaha yang hanya menggeluti satu jenis usaha sepanjang hidupnya. Setidaknya pengusaha-pengusaha sukses pernah mencicipi dan menggilir beberapa jenis usaha untuk dijalani. Kalaupun ada yang bisa menjalani hanya satu jenis usaha, pasti untuk mencapai suksesnya harus membuka cabang di tempat lain, membuka toko di lokasi lain, dan harus berafiliasi dengan usaha lain.

Begitupun yang sekarang sedang ada dalam pikiran kami. Setelah berhasil membuka kios Addina, kami mulai ingin mengembangkannya. Ada banyak pilihan untuk ber”poligami”. Mungkin membuka usaha yang sama di tempat / lokasi lain. Atau bahkan mungkin juga membuka usaha yang benar-benar baru.

Saat ini saya dan istri sedang menjajagi, tepatnya sedang mengumpulkan informasi mengenai calon pasangan “poligami” kami yaitu usaha kuliner. Karena kebutuhan pokok manusia adalah SANDANG-PANGAN-PAPAN, sehingga setelah kami bermain di usaha SANDANG, kami ingin merambah ke usaha PANGAN.

Ada banyak pilihan usaha kuliner yang “nggak ada matinya”. Ada usaha bakso, usaha mie ayam, usaha sate, usaha rumah makan padang, usaha warteg, usaha nasi goreng, dan banyak lagi pilihan. Dan hampir semuanya mampu eksis dan bertahan di segala jaman dan segala cuaca.

Saat ini kami sedang “mengincar” calon pasangan “poligami” kami di dekat Kios Addina yang cocok untuk usaha nasi goreng dan mie goreng. Belum ada pemain yang ada didekat lokasi kios Kami, itu yang menjadi salah satu pertimbangan kami. Untuk koki, kami sudah ada gambaran siapa-siapa orangnya. Tinggal mendapatkan lokasi yang tepat, bisa langsung jalan.

Do’akan kami, semoga bisa menjalankan usaha kuliner ini dengan sukses. Dan kalau berhasil, semoga bisa ber”poligami” lebih banyak lagi, sehingga mudah-mudahan bisa lebih banyak lagi orang yang tertolong jalan rizkinya melalui usaha yang kami rintis. InsyaAlloh.

Salam
Fuad Muftie
Owner Kios Addina : Kios Jilbab, Kerudung, Busana, dan Aksesoris (merk rabbani, PerMata, Poeti, Delvina, Swarna, dll)
Jl. Bunga Rampai X (Depan RSJ Islam Klender) Perumnas Klender, Jaktim
0888 222 1638

*) Tulisan ini terinspirasi oleh wacana yang digulirkan Pak M Iwan “Alfayed” Kurniawan di mailing list / milis bisnis-smart@yahoogroups.com ( http://groups.yahoo.com/group/bisnis-smart/ ) yang telah menggemparkan milis dengan rencananya ber-”poligami”.


Bahagia Dengan Menjadi Pengusaha

Desember 4, 2006

Kalau ditanya apa yang paling dicari di dunia ini, barangkali salah satu jawabannya adalah kebahagiaan. Begitu pula dengan menjadi pebisnis atau pengusaha, barangkali salah satu motivasinya adalah mencari kebahagiaan.

Memang dalam menjalankan usaha, tidak selalu lancar dan menguntungkan. Kadang harus turun tebing, baru merangkak naik kembali, kembali terjatuh, tersandung, terpeleset, dan harus sengsara dulu. Dengan jalan seperti itulah, puncak dari petualangan berusaha akan dicapai, salah satunya mendapatkan kebahagiaan itu.

Sebenarnya kebahagiaan tidak hanya bisa dicapai setelah usahanya berjalan lancar dan menguntungkan. Disaat-saat mengalami kesulitan, kebahagiaan itu bisa saja muncul. Karena kebahagiaan bukanlah sesuatu yang materiil dan tidak selalu terkait dengan materi.

Berikut ini sebagian dari moment-moment yang kami rasakan mampu menghadirkan kebahagiaan, yang kadang datang disaat kami merasa letih, payah, dan kecewa saat kami menjalankan usaha bersama Kios Addina (kios Jilbab, Kerudung, Busana, dan Aksesoris).

# Bahagia saat pelanggan puas

Banyak sekali ekspresi kepuasan pelanggan yang kami terima. Ada yang datang menyampaikan perasaan puas langsung secara lisan. Ada yang dengan bahasa halus (bahasa sindiran) menyampaikan kegembiraannya. Ada pula yang datang dengan mengenakan jilbab atau busana yang dibeli dari kami.

Itu merupakan saat-saat dimana kami merasa bisa memberi manfaat bagi orang lain, bisa membantu orang lain, bisa menolong orang lain dengan menyediakan barang yang memang diinginkan pelanggan.

# Bahagia saat bisa memenuhi pesanan pelanggan

Kadang pelanggan meminta barang-barang agak unik, yang harus begini, dan harus begitu. Kamipun harus pontang-panting mencarinya. Kadang bisa kita dapat, tapi sering juga tidak bisa didapat.

Saat mendapatkan barang yang sesuai pesanan itu dan pelanggan merasa puas kemudian berterimakasih, benar-benar membuat kami senang dan terhibur. Meskipun kadang kalau dihitung-hitung ongkos untuk mencarinya bisa jadi lebih besar dari margin yang kita dapat. Tapi inilah investasi agar pelanggan bisa setia.

# Bahagia saat memberi gaji kepada karyawan

Sebagai seorang pegawai yang selama ini terbiasa menerima gaji, ada perasaan haru dan bahagia ketika kita bisa memberi gaji kepada orang lain dengan uang dari hasil usaha yang kita rintis.

Padahal selama ini kami sering memberi gaji atau upah kepada pembantu dengan uang kita sendiri, uang dari gaji kita sendiri. Namun beda sekali rasanya menggaji karyawan dengan uang hasil usaha dari kios. Yang pertama ada perasaan mengurangi uang dari kantong kita, sedangkan yang kedua mampu menghadirkan rasa bahwa jerih payah kita membuka usaha bisa bermanfaat, bisa menjadi jalan untuk menolong orang lain dan membahagiakan orang lain, yaitu karyawan kita.

# Bahagia saat omset melampaui target

Tidak bisa dipungkiri, dengan berbisnis kita mengharapkan mendapatkan margin keuntungn yang cukup dan bisa menutupi biaya-biaya yang timbul. Untuk itu kita perlu menetapkan target harian, mingguan dan bulanan . Saat-saat bisa mencapai omset yang ditargetkan dan melampauinya, bisa menjadi momen yang menggembirakan dan memuaskan.

Terus terang, hal yang sering membuat saya senang menjalani bisnis adalah kita bisa menghadirkan cash-in atau pemasukan setiap hari, beda dengan menjadi pegawai yang cash-in-nya bulanan. Setiap hari kita bisa menghitung uang cash dan bisa merasakan uang dalam genggaman, benar-benar momentum yang sangat emosional. Apalagi saat melampaui target, sambil senyam-senyum menghitung uang digenggaman, hmmm….

Salam
Fuad Muftie
Kios Addina : Kios Jilbab / Kerudung (rabbani™ & PerMata’s), Busana, dan Aksesoris
Jl. Bunga Rampai X Perumnas Klender, Jaktim