Cara Mudah Memulai Bisnis / Usaha Sambilan

Untuk memulai usaha atau bisnis janganlah menunggu kondisi yang ideal. Modal yang cukup, lokasi yang strategis, karyawan yang cakap, waktu yang luang untuk memulai bisnis adalah kondisi yang ideal. Dan untuk mendapatkan semuanya dalam waktu yang bersamaan tentu butuh pengorbanan yang lebih besar.

Apalagi bagi kita-kita yang masih berstatus sebagai karyawan di tempat lain, menunggu kondisi ideal bisa menjadi pilihan yang sulit.

Salah satu pilihan bagi seorang karyawan untuk memiliki bisnis sendiri adalah membuka usaha sambilan. Sehingga kita bisa tetap bekerja dan mendapatkan gaji. Dan kita berusaha mendapatkan tambahan penghasilan lewat usaha yang kita rintis.

Membuka usaha sambilan bisa menjadi pilihan yang menyenangkan kalau kita bisa menentukan jenis usaha dan skala usaha sesuai minat dan kemampuan kita. Kalau memang kita punya kondisi yang ideal, pilihan untuk membuka perusahaan, membuka toko, atau mengambil franchise adalah pilihan yang tepat.

Tapi bagi yang belum berani untuk mengambil resiko dengan membuka toko sendiri, ada satu pilihan yang mudah untuk segera memulai usaha, yaitu dengan sistem KONSINYASI.

Dengan sistem konsinyasi kita menitipkan barang dagangan kita ke toko, kios, atau minimarket / supermarket orang lain. Kita tidak perlu memiliki toko sendiri dan tidak perlu memiliki karyawan sendiri. Jelas akan menghemat banyak biaya. Kita hanya perlu menanamkan modal pada barang dagangan dan investasi waktu plus tenaga untuk menawarkan ke toko orang lain. Barangnyapun tidak harus buatan sendiri, bisa barang yang kita beli grosiran kemudian kita titipkan ke beberapa toko.

Kesepakatan Konsinyasi bisa fleksibel, untuk toko-toko kecil seperti kios kami, cukup dilakukan secara kekeluargaan / musyawarah mufakat dan dengan kesepakatan yang lebih mudah. Berapa barang yang ditaruh, berapa harganya, kapan mau dicek, kapan dilakukan pembayaran, dan kesepakatan lain dibicarakan bersama dan setelah deal atau kedua pihak sepakat maka Konsinyasi bisa dijalankan. Ada baiknya kesepakatan ini dilakukan secara tertulis (dan memang seharusnya tertulis) meskipun dalam format yang sederhana, sehingga jika ada perselisihan, sudah ada pedomannya.

Untuk menitipkan barang ke perusahaan yang sudah besar (minimarket atau supermarket) tentu persyaratannya lebih ketat. Pihak supermarket sudah menetapkan syarat-syarat yang harus dipenuhi.

Pengalaman di kios kami (Kios Addina), setelah terlihat tokonya hidup (banyak pelanggan dan banyak transaksi), ternyata banyak yang datang menawarkan konsinyasi. Awalnya kami sangat berhati-hati, ada rasa khawatir barangnya nanti tidak laku. Tapi Alhamdulillah banyak barang konsinyasi yang berhasil terjual di kios kami.

Barang yang ditawarkan ke Kios kami juga beragam. Awalnya hanya jilbab dan produk serupa, kemudian ada yang menawarkan minyak wangi, dan bahkan sekarang ada yang menitipkan tas wanita. Para pemilik barang yang menitipkan di kios kami, secara berkala mengecek barangya laku atau belum, perlu ditambah atau belum. Kadang juga cukup dilakukan dengan SMS dan jika sudah laku, pemilik barang datang ke kios kami untuk menerima pembayaran barangnya yang laku.

Terus bagaimana kalau barang tidak laku? Pemilik barang biasanya menukar dengan barang lain dan mungkin barang yang tidak lakuk di kios kami bisa dan mungkin sekali laku di tempat lain. Jadi kalau mau menitipkan barang konsinyasi sebaiknya jangan hanya ke satu toko. Kalau bisa menitipkan barang ke banyak toko, sama saja kita punya toko banyak tanpa harus sewa toko, tanpa harus membayar karyawan, dan uangpun mengalir…

Salam
Fuad Muftie
Kios Addina : Kios Jilbab / Kerudung (rabbani™ & PerMata’s),  Busana, dan Aksesoris
Jl. Bunga Rampai X Perumnas Klender, Jaktim
Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40 Perumnas Klender, Jaktim
Tpl. 021-9828 4731

(Mau dapetin diskon-nya?? Datang aja ke kios kami…)

98 Tanggapan ke “Cara Mudah Memulai Bisnis / Usaha Sambilan”

  1. Fikri Berkata:

    sukses

  2. Fuad Muftie Berkata:

    Sukses juga buat anda Pak Fikri.

    Salam
    FM

  3. Vani Wibowo Berkata:

    Pak saya mau tany tentang konsinyasi.
    saya sedang mengerjakan tugas akhir kuliah saya(skripsi) dan saya mengangkat tentang pengakuan pendapatan atas penjualan barang konsinyasi yang sesuai dengan PSAK No. 23.
    saya mohon bantuan bapak.

  4. Fuad Muftie Berkata:

    Mas Vani, mohon maaf kalau saya tidak bisa banyak membantu. Soalnya meskipun saya pernah belajar akuntansi, saya sudah banyak lupa. Saya sekarang pakai pembukuan yg amat sangat sederhana, yang penting semua transaksi masuk-keluar tercatat. Meskipun belum mengikuti PSAK tapi sudah cukup mewakili untuk usaha yg masih amat sangat sederhana ini. Tentu perbaikan setiap saat saya lakukan agar lebih profesional.

    Untuk tetek bengek masalah konsinyasi, karena toko saya cuma menerima titipan barang, tentu penghasilan akan saya catat saat terjadi transaksi dan saat yg sama saya jadi punya hutang kpd pemilik barang. Itu saja prinsipnya dan saya tidak menitipkan barang ke orang lain. Jadi simpel saja.

    Oke semoga cepat lulus kuliahnya dan kalau sudah lulus nggak usah repot2 cari kerjaan ya, bikin kerjaan yang sebanyak2nya, Oke..!

    Salam
    FM

  5. arnold Berkata:

    Pak, saya mau bertanya…
    Bagaimana prospek bisnis belut di Sumatera Utara,
    Dimana saja pasarnya
    bagaimana memasarkannya…
    dan apakah harganya relatif stabil atau tidak fluktuatif?
    Mohon penjelasannya…
    TK

  6. Fuad Muftie Berkata:

    Saya pernah melihat liputan di Elshinta TV tentang penangkapan belut di Klaten. Malam harinya belut di tangkap, siang habis terjual. Dan ada kekhawatiran populasi belut akan terus berkurang.

    Artinya peluang bisnis belut masih terbuka. Bahkan katanya untuk ekspor juga masih berpeluang. Ada rekan TDA yg bisnis belut, coba cek di abuafra.blogspot.com.

    Cara memasarkan, yg saya lihat di Elshinta, penangkap belut menjual ke pengumpul dan kemudian di jual langsung ke Pasar tradisional. Untuk jalur lain mungkin bisa Bp cari pengumpul belut atau bekerja sama dengan peternak belut lainnya.

    Masalah harga saya kurang tahu Pak, saya belum pernah terjun di bisnis belut.

    Semoga bisa membantu
    Salam
    FM

  7. Beti Berkata:

    Mo tanya Pak, Kalo konsinyasi itu perhitungan bagi hasilnya seperti apa ya ? Apakah kita memberikan harga lebih rendah, dan si toko bebsa menjual dgn harga berapapun atau kita tentukan harga jualnya dan kita beri diskon utk toko ??

  8. Fuad Muftie Berkata:

    Bu Beti

    Dua-duanya bisa dijalanin Bu, kuncinya asal bisa laku, dan kedua belah pihak dapat untung.

    Harga jual boleh Ibu yang nentuin dan toko mendapatkan prosentasi keuntungan.
    Boleh juga harga diserahkan kepada penjual (toko).

    Dalam bisnis sering berlaku prinsip fleksible, nggak usaha kaku-kaku.

    Salam
    FM

  9. siti qowiyah Berkata:

    ass.salam kenal.saya ibu rumahtangga. tetapi saya suka bekerja pak.hitung2 untuk menambah penghasilan keluarga.selama ini sudah beberapa usaha yang saya jalani.tapi sampai saat ini blm berhasil.sekarang saya membuat kerudung.cara konsinyasi juga sudah saya lakukan.tapi tidak begitu memuaskan,walaupan tetap saya jalankan.yang mau saya tanyakan bagaimana sebaiknya sistim yang harus saya terapkan,kadang saya membeli tabloid peluang usaha untuk meniru orang2 yang sdh sukses,tapi mungkin bagi saya terlalu berat untuk menirunya,disamping itu domisili saya didesa.mohon saran bapak.terima kasih.

  10. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum salam

    Bu Siti, sudah jalan berapa lama usaha jilbabnya. Kalau sudah jalan lama, Ibu bisa pelajari saat jilbabnya laris dan bisa dicari kenapanya saat jilbab kurang laris.

    Di toko saya ada satu produk jilbab yang baru naik penjualannya, ternyata pasokannya jadi tersendat. Artinya peluang penjualan jilbab masih bagus, asal model dan harganya cocok dengan segment-nya.

    Bagaimana juga kekuatan / kapasitas produksi Ibu? Kalau sudah besar mending iklan di majalah-majalah muslimah.

    Oh ya kalau boleh tolong kirim gambarnya Bu, siapa tahu kita bisa kerja sama.

    Salam
    Fuad Muftie

  11. M. FAUZI Berkata:

    Assalamu’alaikum wr. wb
    Pak Fuad, selamat bertemu lagi, terimakasih atas balasan bapak soal saya yang hampir putus asa. Alhamdulillah sekarang saya jauh lebih baik, saya mohon saran bagaimana nh saya sudah punya ide bisnis buka toko buah di daerah kota di Tangerang, insya allah sudah ada modal tapi rasanya kalo habis hanya untuk sea tempat kok rasanya sayang banget. Temaptanya insya allah menjanjikan, tetapi bagi saya itu terlalu besar +/- 800 m2, sya hanya butuh +/- 100 m2. Jadi kalu ada rekan-rekan yang masih cari tempat usaha dan siap modal kita dapat gabung biayanya, tempatnya ramai sekali. Ada bangunan rumah, meski lama tapi cukup luas. Sedang saya hanya butuh halaman saja. Maaf nih pak Fuad, kalo ada rekan yang masih bingung cari tempat yang strategis dapat gaung dengan saya. Biaya sewa semua 20 juta/th minimal sewa 2 tahun. Pak Fuad silakan disampaikan ke teman-teman no hp saya 08121858825, oh ya lokasinya disekitar rumah sakit, depan pasar dan insya allah ramai, di seputaran kota Tangerang.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

  12. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum Salam
    Syukurlah kalau kondisinya semakin membaik.
    Wah bagus tuch jualan buah di dekat Rumah Sakit dan Pasar. Mudah2an bisa ketemu partner yang bisa bersinergi dan berbagi tempat sewanya.

    InsyaAlloh saya sampaikan ke teman2 yg lain.

    Sukses
    Fuad Muftie

  13. siti qowiyah Berkata:

    alhamdulillah,atas jawabannya,pak.saya baru 2 thn ini memulai usaha jilbab.saya memakai cara konsinyasi untuk iklan juga menurut saya,benarkah cara ini ,pak?saya biasa menerima pesanan yang modelnya meniru jilbab2 yang sudah terkenal.tetapi bahannya yang bhn murah yang bisa terjangkau untuk kalangan menengah kebawah.saat ini saya berkeinginan untuk menjangkau menengah keatas,bagaimana menurut bapak?bisakah prospek itu saya jalani,mengingat kendala juga pada modal,bgimana solusinya?disamping itu ada kendala cara memasarkannya.slm ini saya menitipkan ke teman2 pengajian,dan itu belum bisa mencapai target,walaupun saat ini target saya blm muluk2,asal bisa muter aja modalnya.gambar yang dimaksud,gambar apa yang harus saya kirim?bgaimana dengan sistim mitra kerja?kemarin saya ditawari teman,bisakah itu saya lakukan,mohon penjelasannya.terimakasih beribu trm kasih.salam.

  14. Fuad Muftie Berkata:

    Memang konsinyasi bisa menjadi salah satu cara berpromosi, tapi jenis promosi sangat banyak, bisa lewat brosur, kartu nama, spanduk, sticker, dll. Yang penting lihat hasilnya, apakah cara promosi yang dipilih memberikan hasil atau tidak.

    Bu Siti harus sudah mulai memikirkan dan memilih model bisnis yang akan diseriusin. mau model produksi berdasar pesanan, atau produksi masal dan dipasarkan sendiri atau minta pihak lain memasarkannya. Sepertinya ibu masih serabutan ya. Nggak apa-apa sich untuk langkah awal, tapi tetap harus dipikirkan 1, 2, 5 tahun kedepan, bisnisnya akan seperti apa.

    Untuk menentukan segment menengah-bawah atau menengah-atas silahkan ibu putuskan sesuai pengalaman ibu selama ini mana yang lebih menguntungkan. Mungkin bisa dibidik semua dulu untuk mengetest, baru nanti diputuskan fokus dimana. Umumnya sich segment menengah atas lebih menjanjikan, kalau segment menengah bawah yang diambil biasanya harus dalam partai besar.

    Masalah modal, memang selalu menjadi kendala pada awalnya, tapi kalau kita pintar mengelola sumber daya yang ada, insyaAlloh bisa disiasati.

    Sistem penjualan juga banyak jalannya Bu, ada produsen yang menjual sendiri ke sentra grosir, ada produsen yang menjual lewat jaringan keagenan, ada yang menitipkan lewat distributor yang lebih berpengalaman, ada yang menjualnya lewat internet dll. Ibu selidiki dulu yang lebih mudah bagi ibu dan mana yang bisa memberikan hasil yang optimal.

    Semoga bisa membantu
    Salam
    FM

  15. siti qowiyah Berkata:

    Terimakasih ats saran yang telah bapak berikan,insyaAllAH saya akan mencoba sistim yang bapak berikan.semoga bisa menjadikan saya lebih maju dan berkembang.menurut bapak,saya lebih baik memakai sistim yang mana kalau saat ini sudah saya putuskan untuk merambah di segmen menengah keatas?

  16. Fuad Muftie Berkata:

    Sama-sama Ibu, mudah2an lancar usahanya ya Bu. Wah rasanya Ibu sendiri yang harusnya bisa menilai sistem yang seperti apa yang bisa jalan. Saran saya sich coba dulu salah satu cara yang sudah Ibu jalani dan sukses dan coba lagi cara lain sambil dinilai / diamati kalau cara ini memberikan hasil atau tidak.

    Kalau sudah bisa mengumpulkan modal untuk beriklan di majalah, boleh juga dicoba Bu, biar cakupan usahanya semakin luas. Dengan blog atau website juga layak dicoba Bu.

    Salam
    Fuad Muftie

  17. siti qowiyah Berkata:

    ass. terimakasih atas jawaban bapak tentang prospek kedepan usaha saya.selama ini sistim yang saya pakai belum memenuhi target yang maksimal.karena lingkup daerah saya yang sudah terblokir oleh usaha konveksi yang menjamur.bagaimana cara agar saya bisa menjaga mutu produksi saya?memang saya akui sentra konveksi bersaing dengan harga.setidaknya pembeli membandingkan produk yang saya buat dengan produk konveksi dalam masalah harga.seandainya saya mengirim contoh produk saya ke toko bapak bagaimana?bisakah bapak menilai kwalitas produk yang saya buat,dan mohon kritikannya.alhamdulillah .

  18. Fuad Muftie Berkata:

    Wass. Wr Wb.
    Bu Siti, saya ingat pesan salah seorang pengusaha “kita ini sering berpikir kalau punya usaha di satu tempat yang dipikirkan hanya tempat itu saja, sehingga pasarnya menjadi terbatas, cobalah untuk berpikir pasarnya sampai mancanegara paling tidak seluruh Indonesia gitu…”

    Kalau Bu Siti merasa terblokir saat ini, itu hanya pikiran Ibu saja, Pasar Indonesia masih terbuka luas. Saya sendiri belum bisa menjangkau keluar daerah, tapi paling tidak sudah ada rencana go Indonesia, dan go International, InsyaAlloh.

    Untuk menjaga mutu produksi, tentu Ibu lebih tahu lah, lha saya belum pernah menginjakkan kaki di dunia produksi. Kalau mau mutu terjaga terus coba ikuti SOP perusahaan manufaktur yang besar, kita terapkan semampu kita dulu di usaha kita.

    Masalah persaingan, memang sering menakutkan, tapi lagi-lagi saya dapat saran dari pengusaha yang lain “Kalau mau keluar dari persaingan, buatlah usaha kita menjadi unik dan menarik” Disini dibutuhkan kreatifitas kita. kalau kita bisa unik maka orang lain yang akan mengekor kita, begitu kira-kira nasehatnya.

    Kalau memang Ibu percaya saya, silahkan saja dikirim ke rumah saya, InsyaAlloh saya siap membantu untuk menilai produk Ibu. Kalau memang OK, InsyaAlloh saya siap membantu memasarkan di toko saya.

    Salam
    Fuad Muftie
    (Alamat saya di Jl Bunga Rampai VI/4/71, Malaka Jaya, Duren Sawit, Jakarta Timur, 13460)

  19. SITI QOWIYAH Berkata:

    TAQOBBALALLOHU MINNA WA MINKUM.SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN.SEMOGA BERKAH DI HARI RAYA INI BISA MENAMBAH KREATIFITAS SAYA UNTUK USAHA YANG SAYA JALANKAN INI.TERIMA KASIH BANYAK ATAS BANYAK SARAN YANG TELAH BAPAK BERIKAN ,INSYA ALLAH AKAN SAYA TERAPKAN UNTUK MEMULAI USAHA YANG LEBIH BAIK.SAYA SAAT INI MENCOBA UNTUK MEM,BUAT KATALOG KECIL DENGAN MODEL PUTRI SAYA,DENGAN KERUDUNG PRODUKSI SAYA SERTA KARTU NAMA YANG SEDERHANA DENGAN LABEL “GERAI KEROEDOENG SAUSAN”INSYA ALLAH NANTI KALAU SUDAH JADI,SAYA AKAN MENGIRIM NYA UNTUK BAPAK,DAN MOHON KRITIKAN NYA. TERIMAKASIH.

  20. kirana Berkata:

    Assalamu’alaikum wr. wb
    pak fuad tulisan anda diblog ini sangat bermanfaat dan memotivasi orang untuk tetap semangat dan berusaha. semoga blognya semakin banyak visiter ya.
    oh ya buat rekan2 yg punya usaha toko busana, jilbab dll kalo dikombinasi dgn kosmetik bagus juga lho….mungkin kita bisa kerja sama
    website saya http://www.kirana-kencana.com silahkan kunjungi siapa tahu jodoh hehehehe….

  21. siti qowiyah Berkata:

    Assalamu’alaikum wr wb pak fuad,bagaimana kalau bahan yang saya pakai selama ini mutunya kurang bagus,krn selama ini saya beli di kudus dengan me ngecer.bagaimana sebaiknya tips untuk membeli bahan yang bisa terjangkau ?mohon tipsnya.terima kasih.

  22. Fuad Muftie Berkata:

    @ Bu Siti Qowiyah,
    Sama-sama Bu, mohon maaf lahir bathin. Ditunggu ya Bu contoh barangnya.
    Mengenai mutu bahan, terus terang saya belum pernah membeli bahan untuk produksi sendiri. saya hanya menjual produk yg sudah jadi dan tidak memproduksi sendiri. Saya kurang tahu pasar-pasar tempat penjualan bahan yang bagus dan murah. Saran saya, kalau memang merasa kurang cocok, coba lagi di tempat lain. Mungkin Ibu bisa bertanya-tanya pada sesama produsen jilbab / busana muslim. Atau bisa tanya ke penjahit / tailor yang pada umumnya tahu tempat membeli bahan2 yg bagus. Atau bisa coba langsung cari tahu ke pabrik-pabrik tekstil.

    @ Kirana
    Wa’alaikum salam Wr Wb.
    Terimakasih atas kunjungan adan apresiasinya. Mudah2an banyak yang tercerahkan dengan blog saya yg sederhana ini dan bisa diambil manfaatnya sebanyak2nya. Sukses juga buat usahanya semoga terus maju.

    Salam
    FM

  23. Joni Istiyono Berkata:

    Bos… saya seorang karyawan BUMN, merasa penghasilan saya pas2an, saya coba mau buka bisnis di perumahan. ada beberapa bisnis yaitu warung makan, bengkel dengan menyewa tempat 8 jt per tahun yang menjalankan istri saya, kira-kira bisnis tersebut mana yang cocok untuk daerah perumahan.

  24. Fuad Muftie Berkata:

    Pak Joni,
    Untuk bisnis di perumahan, dua-duanya cocok-cocok saja. Tinggal disesuaikan saja dengan keinginan istri Anda, karena beliau yg mau menjalankan. Untuk rumah makan secara umum cocok dijalankan oleh ibu-ibu. Sedangkan bengkel, istri Anda jangan sampai dijadiin montirnya ya :-) he.. he.. he.. kalau memilih usaha bengkel berarti harus cari montir yg handal dan bisa nurut sama istri Anda yang akan jadi pengawasnya.

    usaha lain di perumahan juga banyak lho Pak. Tapi kalau memang istri Anda yg mau menjalankannya, sebaiknya cari usaha yang memang diminati sama istri Anda. Jangan sampai ada rasa terpaksa menjalankan bisnis, khawatir nantinya saling menyalahkan kalau terjadi ketidaksesuaian.

    Semoga lancar usahanya
    Salam
    Fuad Muftie

  25. khanif Berkata:

    assalamu’alaikum

    P Fuad, saya tertarik dengan tulisan bapak diatas, terutama tentang kondisi ideal yang sebenarnya tidak perlu kita tunggu untuk memulai bisnis. rasanya saya sekarang masuk dalam kondisi tsb (tidak ideal).saya sekarang bekerja di luar negri sehingga kesempatan untuk pulang sangat minim,4-6 bulan sekali, itupun paling cuma 1-2 minggu.sedangkan istri ada di indonesia.
    sebenarnya kami sepakat untuk memulai bisnis sendiri, tapi ternyata istri saya masih ragu-ragu/nggak pede untuk menjalankannya, sedang saya nggak mungkin terlibat langsung.
    mungkin bapak ada ide/saran kira-kira apa yang harus saya lakukan?
    terimakasih
    wassallamu’alaikum

  26. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum Salam Wr Wb

    Wah kalau saya jadi Bapak, mungkin bingung juga ya… mikirin keluarga yg jauh, mikirin kerjaan, mikirin pingin buka usaha… he.. he.. he..

    Mungkin dan kadang sesuatu yg kita cari-cari sebenarnya sudah ada di depan mata kita lho. Pak Khanif coba perhatikan sekeliling anda kira2 peluang apa yg bisa digarap. Tidak perlu menunggu istri, mungkin Pak Khanif dulu yg memulai.

    Hmmm… kalau yg ada di pikiran saya, bisa saja dicoba jualan online (kalau yg ini jangan tanya saya howto-nya, saya blm pengalaman), atau bawa produk Indonesia untuk dijual di tempat Anda, atau bawa produk yg ada di negara tempat tinggal Anda ke Indonesia untuk dijual sama istri Anda, atau … apa ya…? Bingung juga sich…

    Mungkin itu dulu Pak, gali potensi2 yg ada di sekitar kita dulu, sebelum meminta / menyuruh orang lain untuk memulai.

    Maaf kalau kurang membantu dan Alhamdulillah kalau ternyata bermanfaat.

    Salam
    Fuad Muftie

  27. siti qowiyah Berkata:

    assalamualaikum,
    sebelumnya saya minta maaf,belum bisa mengirim contoh barang beserta katalognya.saya masih mengamati pasar pada saat ini.sebetulnya saya berani untuk berspekulasi,tapi suami saya nggak berani untuk berspekulasi,karena keterbatasan modal juga.baghaimana sebaiknya,pak?padahal saya sudah optimis untuk terjun dalam usaha ini setelah ada masukan dari bapak.mohon nasehat,bagaimana sebaiknya,dan apa yang harus saya kerjakan mengingat keadaan pasar yang rada sepi.terimakasih

  28. khanif Berkata:

    assalamu’alaikum..

    terimakasih P.Fuad atas tanggapannya. sebenarnya saya kerja di luar baru setahun yang lalu, itupun dilatarbelakangi keinginan yang kuat untuk punya usaha sendiri (ngumpulin modal).
    untuk membawa barang dari sini keindonesia, menarik juga. menurut pengalaman bapak, barang apa yang paling mudah dijual?

    wassallam

  29. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum salam Wr Wb
    @ Siti Qowiyah
    Nggak apa-apa Bu, jalani saja dulu action Ibu saat ini. Untuk ekspansi memang butuh nyali. Feeling Ibu boleh kuat, tapi nasehat suami perlu didengar juga. Saya dan istri juga sering gitu, istri sudah pingin borong ini-itu, tapi tetap saya bantu dengan analisa data, sehingga keinginannya yg menggebu-gebu tidak kebablasan. Tapi ini subyektif lho Bu, kalau memang Ibu sudah amat-sangat yakin, ya gantian Ibu bisa meyakinkan suami tentang langkah Ibu. Saling mengisi gitu lah…

    Semoga terus maju ya Bu. Nggak coba pasang iklan di majalah2 muslimah Bu. Saya kemarin dapat cerita dari salah satu produsen, setelah pasang iklan ordernya melonjak tajam.

    Salam

    @ Khanif
    O.. begitu, mudah2an tujuan Anda cepat tercapai biar cepat bisa buka usaha. Padahal buka usaha tidak selalu butuh banyak modal. Tapi itu pilihan Anda, silahkan diperjuangkan.

    Saya tidak bermaksud memberi contoh, ini cerita seseorang yg tinggal di Jepang. Beliau setiap pulang Indonesia, di sini kulakan ragi tempe (katanya di sana belum ketemu yg cocok) dan bawa rokok. Di Jepang buat dipakai membuat tempe ala Indonesia dan rokoknya dijual ke sesama pendatang yg rindu rokok Indonesia.

    Tapi cara ini, kurang bagus untuk kelangsungan usaha sich. Kalau mau yg lebih menantang, coba cari peluang mengekspor produk Indonesia ke tempat Anda. Atau mau coba menjual jilbab-jilbab dari saya? he.. he.. he..

    Pokoknya coba amati dulu, kalau sudah ngeh dan mak nyusss tingal ambil tindakan.

    Sukses
    Fuad Muftie

  30. Restamulyani Berkata:

    assalamuialikum………………
    bila anda ingin cepat maju usahanya jangan pernah berpikiran untuk untung terus, gimana caranya anda bisa mendapatkan pelanggan,dan juga jangan pernah buat pelanggan anda kecewa apa lagi marah kepada anda,selalulah tersenyum kepada pembeli anda,

    carilah tempat yang strategis seperti di daerah yang banyak penduduknya, :D
    bila anda ada saudara jangan pernah kasih mereka mengebon bila itu terjadi hancurlah usaha anda…………
    wws……….

  31. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum salam Wr Wb

    Memang dunia usaha sangat dinamis. Pola pikir pengusaha juga sangat dinamis. Saat semua orang yang buka usaha selalu mencari untung, Om Bob Sadino malah bilang kalau mau usaha harus cari rugi. Sebab katanya kalau cari untung, terus dapatnya rugi, jadinya sakit hati. Tapi kalau cari rugi, malah dapat untung, akan bahagia dan bersyukur.

    Yang jelas dunia usaha sangat dinamis bisa untung, bisa rugi. Dan satu lagi saya pernah ngobrol dg sesama penjual busana, kalau kita buka usaha dan bisa jalan terus bisa dipastikan kita untung, meskipun rugi, kerugian akan tertutup dari keuntungan yg lain.

    Pernyataan “jangan buat pelanggan kecewa”, sama Om Bob Sadino juga dibalik. Justru beliau membikin kecewa pelanggannya dengan memberi telur yang busuk. Setelah marah2 baru telurnya ditukar dg telur bagus dlm jumlah yg lebih banyak. Akibatnya pelanggan jadi banyak cerita ke orang lain kalau Om Bob Sadino itu penjual yg baik hati. Jadi boleh dong bikin pelanggan kecewa, asal bisa di counter dg tindakan yg membuat pelanggan lupa atas kekecewaaannya.

    Tempat yang strategis, juga tidak menjamin 100% usaha sukses. Kalau tidak dikelola dg baik bisa saja jatuh. Banyak juga pedagang di tempat yg tidak strategis, tapi laku barang dagangannya dan untung pula. Lokasi memang modal yg penting tapi lebih penting lagi bagaimana mengelolanya.

    Gunakan kreatifitas untuk mengatasi kekurangan dari usaha kita.

    Salam
    Fuad Muftie

  32. romli Berkata:

    asalamu alaikum
    aku seorang karyawan.di warnet gimana caranya aku dapat ide yg bisa memajukan warnet .dan ide apa yg paling cocok.

  33. likkonen Berkata:

    ass. Pa Fuad saya baru kali ini buka web ini trus saya tertarik dengan dengan sistem usaha konsinyasi yang bapak rancang.keahlian saya di dunia it, saya seorang teknisi komputer, sudah 5 tahun saya bekerja di dunia it, saya pengen buka usaha sendiri tentunya yang sesuai dengan keahlian saya. yang saya tanyakan konsep seperti apa yang sesuai dengan keahlan untuk memulai usaha.nuhun…..

  34. Fuad Muftie Berkata:

    @ romli
    Saya tidak punya pengalaman bidang warnet, kalau warnet mau maju coba pelajari warnet lain yg maju, jadikan warnet tadi sbg contoh, lakukan pengamatan kenapa bisa warnet tadi maju, tiru langkah2 / strategi yg sudah diambil warnet tadi, kalau bisa diterapkan, terapkan di warnet anda kalau tidak bisa diterapkan, modifikasi strateginya.

    Semoga bisa maju warnetnya…

    @ likkonen
    Kalau Anda ahli IT dan menyukai IT, bisa coba buka bengkel IT, bisa buka Software house, bisa buka toko komputer dan perlengkapannya, bisa coba internet marketing, dll.

    Saya pikir kemungkinannya tidak terbatas, yg membatasi hanya pikiran kita, hanya imajinasi kita yg terbatas. Gunakan kreatifitas untuk mengembangkan apa2 yg sekarang sudah Anda lakukan.

    Wassalam
    Fuad Muftie

  35. Doni Primadi Berkata:

    As.Wr.Wb,
    Kami mempunyai beberapa produk berupa baju bordir. pakaian muslim anak-anak, tikar mendong, dan beberapa kerajinan dari tikar mendong. Bagaimana caranya kami bisa bekerjasama dengan Bapak dengan sistem konsinyasi. Atas Perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih.

  36. Fuad Muftie Berkata:

    Pak Doni tinggal di mana Pak?
    Kalau di Jakarta bisa ketemu langsung saja gimana Pak, sekalian biar bisa lihat produknya cocok apa tidak dengan segmen toko saya.

    Atau boleh hubungi saya atau istri saya di 0888-222-1638 atau 021-98 567 062.

    Terimakasih.
    Fuad Muftie

  37. Helmi Kurniawan Berkata:

    Pak Fuad, dalam waktu dekat ini saya akan membuka usaha yaitu RUMAH SNACK, yang Insya Allah prospeknya cukup lumayan didaerah saya. Yang saya pikirkan disini adalah bagaimana menjaring supllier/produsen yang mau konsinyasi dengan kami. Bagaimana caranya????
    Misalnya, apakah perlu, saya kulakan dulu aneka snack kemudian saya pajang… sambil menunggu produsen/supplier yang mau konsi?
    Kedua, kebetulan rencana toko kami buka sejak jam 5.30-20.00 WIB. Agar terjaga kualitas dagangan (tidak busuk/bau) perlukah setoran dagangan dibuat 2 shift (mis. pagi/sore)?
    Apakah ada perbedaan harga antara konsinyasi dg cash???

    terima kasih, mohon tanggapannya
    Helmi

  38. likkonen Berkata:

    pa Fuad…rencana saya tuk buka toko komputer sudah ada hanya yang jadi permasalahan selama ini berapa modal yang harus saya butuhkan,bagaimana konsepnya, gimana klo gak berhasil…dan sebagainya…saya jadi bingung…..

  39. Fuad Muftie Berkata:

    @ Helmi Kurniawan
    Banyak cara menggaet suplier Pak, yg perlu diketahui masing2 suplier biasanya memakai caranya sendiri untuk memasarkan produk. Ada yg sistem Agen, sistem ditributor, dll. Ada yg protect area, ada yg bebas. Tinggal hubungi produsennya dan tanyakan sistem distribusinya, terus ikuti cara dan nasehatnya.

    Untuk yg konsinyasi umumnya mereka mau naruh barang kalau di tempat kita potensi lakunya besar. Mana ada orang mau naruh barang di tempat yg tidak laku. Untuk itu buktikan dulu kalau kita bisa menjual dan toko kita adalah toko yg laku.

    Untuk sistem sift setoran, tanyakan langsung saja sama suplier atau produsennya, intinya ya tanyakan dulu sistem mereka, kita ikuti kalau cocok. Kalau nggak cocok, cari suplier lainnya. Jangan terpaku dg pikiran kita sendiri, be creative, uji dg yg kecil2 dulu.

    PErbedaan harga konsinyasi dan cash? Umumnya beda Pak. Konsinyasi bisa lebih tinggi daripada beli cash. Tapi tergantung produk dan supliernya sich Pak.

    @ likonen.
    Wah, untuk modal yang sekarang Anda punya berapa? Gunakan dulu sebagian, sebagian lainnya buat cadangan. Kalau tidak mencukupi mulai saja dari yg ada. Saya kurang tahu detailnya bisnis komputer.

    Masalah yg lain, jangan dianggap rumit dulu dech. lepaskan belenggu pikiran sendiri. Dariapada mikirin gimana nanti kalau nggak untung, mending mikirin gimana caranya nanti cepat untung. Daripada mikirin bingung mau usaha, mending mikirin gimana caranya nggak bingung, daripada mikirin konsepnya yg rumit2, coba saja dulu dari yg kecil2, nanti pelan2 perbaiki konsepnya.

    Saya dulu buka kios Addina juga nggak pakai konsep. Buka saja dulu. Setelah buka, baru perbanyak produk yg cocok, perbaiki sistem penjualan, perbaiki lay out kios, dan InsyaAlloh tahun depan kami akan pindah ke toko yg lebih besar dan tentu saja akan ada perbaikan konsep penjualan, konsep kemitraan dan konsep-konsep lainnya yg dulu tidak pernah terpikirkan!!! (Mohon doa restunya ya semoga toko kami yg baru lebih laris, lebih menguntungkan, dan lebih BAROKAH)

    Hal yg paling berat dalam berbisnis adalah MEMULAINYA. Kalau sudah mulai, jalan dan kemungkinan akan terbuka lebar, asal jangan mempersulit dan membelenggu pikiran kita sendiri.

    Salam
    Fuad Muftie

  40. zainal Berkata:

    assalamu’alaikum…

    pak fuad…InsyaAllah apa yang bapak tuliskan sangat bermanfaat bagi semuanya. pak ada beberapa hal yang ingin saya diskusikan dengan bapak ( semoga tidak mengganggu ).

    saya sangat berkeinginan untuk mempunyai usaha. saat ini saya bekerja dan masih mempunyai waktu luang. akan tetapi saya bingung usaha yang cocok untuk saya. jika ada yang menarik maka saa kepingin usaha tersebut, akan tetapi jika ada yang lain maka saya juga ingin kembali akan tetapi hal tersebut membuat bingung dan hingga saat ini belum melangkah untuk menentukan usaha apa yang akan saya lakukan.

    sedangkan ada saran yaitu usaha hal yang diminati saya pun hingga saaat ini tidak tahu apa yang saya minati. jadi mungkin ada masukan apa ang musti saya pikirkan dan lakukan agar saya bisa segera memulia apa yang ada dinagan-angan. terima kasih.

    wassalamu’alaikum

    [Fuad]
    => baca postingan saya
    di sini

  41. fauziah Berkata:

    aww, saya seorang ibu rt biasa, ingin memberi sedikit pengalaman yang mungkin bisa menjadi inspirasi bagi rekan2 lain yang ingin buka usaha dan masih ragu memulainya…..Saya baru memulai usaha hmpr 2 bulan, tepatnya sejak tanggal 24 Okt 07, berjualan apa saja…dari pakaian wanita, mukena, baju anak, batik,jilbab, dll…Bermula secara spontan tanpa banyak pertimbangan, dari niat membantu seorang teman yang ingin usaha tapi tak punya modal, jadi saya bantu dengan produk2 yang saya beli grosiran dari jakarta (kebetulan saya sering mondar mandir jakarta-semarang), lalu dia jual ke kantor dengan sistem cash maupun credit max 2bulan. Dari satu teman,berlanjut ada teman lain yang jg mau menjual barang2 sya , bahkan saya tawarkan ke guru anak saya…terus begitu hingga ada 5orang yang saya percaya yang mau menjualkan barang2 saya. Karena target saya bulan pertama hanya baru “mencari pasar”, saya hanya mengambil keuntungan sangat minim dan membiarkan mereka menentukan harga penjualannya. Satu bulan pertama, berdasarkan pantauan dari teman2 marketing atas produk yang diinginkan pasar, saya selalu mendatangkan produk2 baru tiap hari senin dan/rabu dan merolling produk2 tersebut setiap hari jumat ke masing2 marketing…sehingga produk tidak terlalu lama dipegang oleh 1 marketing dan variasi produk bisa dinikmati semua marketing dengan adil.. Genap 1 bulan, semua produk dikembalikan pada saya, saya istilahkan “opname produk” jg hari untuk setor hasil penjualan, sehingga saya bisa menghitung secara tepat omzet dan profit saya dalam satu bulan…sungguh terkejut saya mendapatkan omzet yang 4x lipat dari target yang saya rencanakan…, dan jumlah produk yang terjual mancapai 200pcs, shg saya berkesimpulan: dari modal yang saya keluarkan, bila bulan2 berikutnya dapat saya (dan teman2) pertahankan, saya cukup optimis dalam 2-3 bulan akan bisa tercapai BEP,.. Padahal saya memulai usaha setelah lebaran, dimana sebenarnya pasar biasanya kurang bergairah…tapi ternyata sistem yang saya jalankan cukup efektif karena “menjemput bola”…walaupun terus terang saya hampir tidak mengeluarkan “keringat” karena saya hanya memanage saja, memberi sedikit training dan tentunya menerapkan open managemen…tak akan tercapai kesuksesan bila tanpa kerjasama yang baik dan ikatan yang kuat antar personal…sebagai ibu yang punya anak batita, tentunya waktu saya jd masih cukup banyak untuk mengurus keluarga. Semoga pengalaman saya membawa inspirasi dan semangat untuk yang membutuhkan…terutama bagi ibu2 rt yang lain,…selamat memulai usaha…
    wassalam

  42. Fuad Muftie Berkata:

    Bu Fauziah, terimakasih banyak atas pengalaman Ibu, sungguh sangat inspiratif dan bisa menjadi contoh / model bagi yang masih ragu-ragu.

    Tidak tahan untuk memberi komentar singkat, saya buatkan posting tersendiri
    di sini ya Bu. Mohon ijinnya dan terimakasih banyak, semoga bisa bermanfaat

    Wassalam
    Fuad Muftie
    => baca Kreatif Membuka Usaha

  43. izhayusmal Berkata:

    terimakasih sudah membuat posting khusus atas komentar saya…senang sekali bisa menginspirasi orang lain, saya harap banyak yang terbantu….

  44. siti qowiyah Berkata:

    Assalamualaikum wr wb
    Pak Fuad..maaf baru hari ini saya berkirim surat ,setelah saya tunggu selama satu bulan untuk melakukan usaha jilbab saya,belum ada respon dari suami untuk memulai usaha dengan berani berspekulasi,terus terang,kendala saya memang di modal.tapi alhamdulillah ada sedikit2 yang memesan produk jilbab saya.lumayan,untuk bantu tambal sulam kebutuhan sehari-hari.dulu saya ingin mengirim contoh produk saya ke bapak,apa masih bisa diterima?kira2 berapa potong?bisakah tanpa katalog?
    terimakasih atas saran bapak selama ini.salam.

  45. khanif Berkata:

    assalamu’alaikum P. Fuad

    mau tanya lagi nih…pada awal mendirikan usaha/toko yang bapak punya, selain survei supply+deman seperti jawaban diatas, faktor apa lagi yang dapat kita jadikan parameter? tolong dong cerita awal mula bapak dulu mendirikan toko?
    alhamdulillah saya pertengahan bulan depan bisa pulang, ingin sekali waktu libur yang 1-2 bulan untuk mereralisasikan keinginan saya, membuka usaha. ada beberapa pilihan namun yang paling kuat adalah toko busana muslim, soalnya istri juga interes kesana. untuk awal pengadaan barang, apakah trial & error? karena kita kan belum tahu keinginan pasar.
    terimakasih sebelumnya.
    oh ya…saya berencana datang di milad TDA2 bulan depan, saya juga anggota milis walaupun pasif, mudah-mudahan kita bisa ketemu disana..

    wassalamu’alaikum

  46. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum salam Wr Wb

    Pak Khanif, Silahkan Bapak tengoh di arsip blog saya, diawal-awal blog ini saya banyak bercerita awal mula usaha saya berdiri.

    Ya betul, untuk awalnya kalau kita tidak ada mitra / mentor / pendamping, kita mesti trial dan error. Yg saya lakukan adalah menengok toko busana muslim yg sudah jalan, dan mencontoh produk2 yg dijual di sana. BIsa juga dengan melihat iklan2 yg selalu muncul di media masa (majalah2 muslimah).

    Oke Pak, mudah2an bisa ketemu. Di TDA banyak pengusaha busana muslimah dan barangkali bisa saling bersinergi.

    Wassalam
    Fuad Muftie

  47. st qowiyah Berkata:

    Assalamualaikum
    SELAMAT TAHUN BARU 1 MUHARROM
    Semoga di tahun yang baru ini saya bisa mendapatkan tips inspirasi dan trik memulai usaha yang baik dan bisa bermanfaat dari blog2 yang bapak muftie tampilkan.
    alhamdulillah atas semua balasan surat 2 saya di blog ini.salam dari kami sekeluarga.

  48. Fuad Muftie Berkata:

    Selamat Tahun Baru 1 Muharrom, Bu.
    Terimakasih atas doanya, demikian juga Bu siti sekeluarga semoga di tahun baru ini mendapat kelimpahan rahmat dari Alloh SWT dan usahanya bertambah barokah…

    Wassalam
    ǝıʇɟnɯ pɐnɟ

  49. Fitri Ifony Berkata:

    Assalammu’alaikum…
    Ini adalah pertama kalinya ana joint di situs ini, jujur Alhamdulillah ana cukup senang dengan beragam kondisi dalam suatu usaha. Ana memang akhir2 ini ada azam yang cukup kuat untuk memulai suatu usaha, tepatnya dibidang makanan & minuman. Alhamdulillah dari keluarga memang diberi kelebihan untuk bisa memasak, orangtua ana membuka usahanya di Surabaya sedangkan saat ini ana bekerja di Riau-Daratan. Status ana saat ini adalah karyawan di perusahaan yang bergerak dibidang Pemboran Minyak di Duri-Riau tapi ana mulai jenuh dengan keadaan perkantoran. sudah 1 tahun lebih saya merantau dan banyak pengalaman khususnya mengenai msakan khas sumatera yang rata-rata pedas, asin dan bersantan. Ana masih kurang cocok dengan masakannya. Ide mulai bermunculan tatkala ada Nasi Rawon yang pertama kali di daerah ini tapi tetap saja terasa asin. Akhirnya dengan modal sedikit nekad, insya Allah moga Allah Ridho, ana akan membuka warung kecil-kecilan di dukung banyak teman walaupun sebenarnya modalnya hutang. Insya Allah, ana yakin prospek makanan di Duri-Riau ini cukup bagus karena masyarakatnya yang cukup konsumtif soal makanan ditambah belum adanya warung atau resto atau depot yang menyajikan masakan spesialist Jawa. hal itulah yang menggugah hati nurani ana untuk ISTIQOMAH dalam tahapan memanagemen warung makanan ini. Ana berharap doa & dukungan dari berbagai pihak, dan hanya kepada Allahlah kita semua dikembalikan & mengembalikan segala urusan, Amin Yaa Robbal Alamin.

    Wassalam,

  50. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum salam Wr Wb

    Bu Fitri Ifony
    Wah seneng sekali saya membaca komentar Anda. Mudah-mudahan usaha yang Anda rintis bisa maju, berkembang, dan barokah.

    Sebenarnya ada sedikit minat saya di dunia kuliner, karena masa kecil saya juga hidup di lingkungan warung makan milik nenek saya. Cuma untuk saat ini masih fokus di garment / jilbab dan kawan2nya dulu.

    Membaca postingan Anda, saya juga jadi yakin kalau usaha yang Anda rintis akan punya potensi yang menjanjikan. Setidaknya sudah memiliki keunikan dibanding usaha sejenis lainnya di Duri-Riau.

    Saya jadi ingat waktu ke Timor-Timur sebelum merdeka, yang saya cari adalah makanan jawa karena bagaimanapun sebagai orang jawa akan lebih sreg kalau makan makanan yang cocok di lidah. Nah kalau di Duri-Riau belum ada masakan jawa yang njawani dan Anda yang memulai membuat rumah makan yang benar-benar rasa jawa pasti (mudah-mudahan) akan langsung menancap di benak pembeli-beli Anda sebagai rumah makan yang khas. Apalagi bagi perantau dari Jawa pasti rumah makan seperti ini akan dicari-cari.

    Walaupun modalnya hutang, mudah2an bisa berjalan lancar sehingga bisa cepat dikembalikan hutangnya, meskipun banyak yang bilang hutang itu mulia, tapi kalau bisa jalan tanpa hutang kan lebih tenang.

    Oke sukses ya Bu, saya ikut mendoakan semoga bisa berjalan mulus, terus berkembang maju dan yang penting semoga usaha dan rejekinya barokah dunia akhirat.

    Wassalam
    FM

  51. Mimin Berkata:

    Jadi inget pas Mimin nitip cheese stick di toko kampus, hihihi tapi cuman bentar. Trus … jualan buku2 ‘n assesories pas ada acara bazar kampus. Tapi skarang dah kerja dibawah naungan boss, jadi agak susah memulai bisnis. Salam Super dari Jaksel.

  52. Fuad Muftie Berkata:

    Salam kenal Mimin, mudah2an semangat wirausaha Mbak Mimin kembali tersalurkan dan menemukan jalannya yang pass. Shg meski kerja dg orang lain, bisa juga mempekerjakan orang lain lagi yg lebih membutuhkan.

    Mulailah dari pola pikir bahwa memulai usaha lagi lebih mudah, yakini saja dulu dan buang pikiran susah memulai bisnis lagi. InsyaAlloh ketemu jalannya nanti.

    Wassalam
    FM

  53. amelia Berkata:

    assalamualaikum wr wb
    pak fuad,saya memproduksi baju kaos muslimah
    dan saya baru menyelesaikan websitenya
    bagaimana menurut bapak mengenai website saya?
    dan gimana caranya sistem konsinyasi dengan bapak?
    mana tahu kita bisa bekerja sama kan pak…
    kasih saran ya pak
    email saya
    amelia_griyamuslim@yahoo.com

    salam
    amelia
    http://www.griyamuslim.net
    081321038886

  54. Fuad Muftie Berkata:

    W’alaikum salam Wr Wb

    Bu Amelia,

    Websitenya cantik sekali Bu, navigasinya juga simple. Mungkin bagus kalau ditambahkan Testimoni dan ruang untuk berinteraksi dengan pengunjung (buku tamu, komentar, shout box, atau semacamnya). Tinggal digencarkan promosinya Bu.

    Untuk konsinyasi, selama ini beberapa pihak sudah melakukan kerjasama (konsinyasi) dengan toko Addina. Ada dua cara :
    1. Suplier menitipkan barang dan menetapkan harga jualnya, sehingga kalau ada yg laku Toko Addina berhak atas sekian persen dari harga jual.
    2. Suplier menitipkan barang tanpa menetapkan harga jual. Pokoknya kalau ada yg laku jumlah yang dibayarkan ke suplier adalah sesuai permintaan suplier. Tentu Toko Addina akan menaikkan harganya dengan mempertimbangkan harga produk sejenis lainnya.

    Kemudian mengenai pembayaran ke Suplier. Ada yang mengecek setiap minggu dan ada yang mengecek sesempatnya. Pada saat mengecek, kita membayar atas produk yang laku dan suplier biasanya menambah lagi barangnya atau menukar barang yang belum laku dengan yang lain.

    Untuk kerjasama dengan griyamuslim.net, kami masih terbuka. Cuma yang saya khawatirkan karena jarak yang lumayan jauh, mungkin akan timbul biaya pengiriman yang akan mempengharuhi harga jual.

    Selain itu, penggunaan katalog di toko sangat efektif Bu. Jadi disamping ada barang juga ada katalog (hard copy). Toko Addina punya pola khusus bagi pembeli yang datang, biasanya kami tawarkan untuk lihat2 katalog dulu.

    Demikian Bu, sekali lagi untuk konsinyasi kami siap menerima dan kami serahkan bagaimana polanya kembali kepada Ibu.

    Wassalam
    Fuad Muftie

  55. Zulfikar Al Papui Berkata:

    Assalamu’alaykum

    Pak Fuad, sy pekerja suata swasta nasional, ditempatkan di Serui, Papua. Barang2 serba mahal disini, bayam 1 ikat saja = Rp.5000
    semua serba mahal, sedangkan penghasilan sy alhamdulillah cukup ngepas utk sebulan, tp sy ingin usaha sambilan agar bisa nabung, persiapan kalo2 istri sy hamil, & utk cadangan dana darurat. Karean kami baru menikah & istri masih kuliah di jayapura, maka penghasilan sebulan sy dibagi 2.

    kira2 usaha apa yg cocok bagi sy, krn jam kerja sy yg padat & istri masih di tempat beda, jd blum bisa bantu utk sambilan. mohon sarannya.

    Wassalamu’alaykum

  56. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum Salam Wr Wb

    Pak Zulfikar, bagaimana koneksi internet di sana Pak. Kalau lancar layak dicoba internet marketing, bisa dilakukan kapan saja disela-sela waktu Anda. Tapi maaf saya sendiri belum melakukannya dg optimal, shg kalau berminat silahkan belajar sama ahlinya.

    Alternatif lain, coba gali kemungkinan berjualan jasa. Khususnya bidang2 yg Anda kuasai dan bisa dikerjakan diwaktu luang Anda. Bisa jasa desain, jasa pengetikan, penerjemahan, dll yang berpeluang anda kerjakan.

    Kalau mau belajar, coba belajar bisnis property. Banyak yang berhasil mendapatkan property dengan uang muka yang kecil sekali. Saya sendiri belum banyak ilmunya.

    Itu sekedar pendapat saya, yang penting coba buka pikiran, buka mata dan mata hati atas peluang-peluang yang Ada di Papua.

    Semoga bisa membantu
    Fuad Muftie

  57. siti qowiyah Berkata:

    asssalamualaikum wr.wb.
    Baru hari ini saya sempat ke warnet untuk membuka website bapak.dan ternyata banyak yang harus saya ambil manfaat nya dari artikel bapak yang baru.disamping itu saya juga tertarik akan web nya ibu amelia.mungkin bisa jadi pemicu keoptimisan saya kembali.karena sekarang ini saya terus terang sedikit kendor mengelola usaha kecil saya .terimakasih juga buat ibu amelia yang secara tidak langsung membuka matahati saya kembali serius membuat kerudung.semoga saya bisa merealisasikannya.
    wasssalamualaikum.

  58. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum salam Wr Wb
    Terimakasih Bu Siti telah berkenan mampir lagi di blog saya. Saya juga mendukung Bu Siti Qowiyah untuk terus berkreasi dengan produk kerudungnya, semoga cepat maju dan bisa menjadi trend setter-nya kerudung ya Bu.

    Sukses selalu
    Fuad Muftie

  59. st qowiyah Berkata:

    Assalamualaikum wr wb.
    postingan terakhir tentang cukup satu alasan,menarik perhatian saya.seperti yang saya lakukan selama ini,tidur larut malam dan bangun dini hari.saya juga merenung untuk apa saya lakukan semua ini.sementara ini yang ada di benak saya,hanyalah sekedar untuk membantu menambah income rumah tangga saya.atau saya harus mulai berfikir tentang masa depan anak2 saya?biaya kuliah?yang mana yang harus jadi motivasi saya,agar saya tetap punya semangat untuk bekerja?mohon nasehatnya.

  60. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum salam Wr Wb

    Bu Siti, memang ’satu alasan’ tersebut unik bagi setiap orang. Saya sendiri belum menemukan ‘alasan’ yang paling kuat tersebut. Kalau saran saya sich jalani saja apa yang selama ini kita jalankan, lakukan perbaikan terus dan mulai waspada (aware) pada saat kita mencapai puncak motivasi, apa saja yang memicunya.

    Misalkan saat memikirkan masa depan anak, tiba-tiba motivasi kita meningkat, nah spt itu kira-kira bisa menjadi acuan untuk terus memotivasi kita.

    Ini baru kira-kira lho Bu. Mudah2an kita bisa menemukan potensi yang terdalam dalam diri kita seiring dengan proses menemukan satu alasan tersebut.

    Wassalam
    Fuad Muftie

  61. siti qowiyah Berkata:

    Assalamualaikum wr wb
    terima kasih atas balasannya ,pak
    insyaAllah dalam bulan ini saya akan mengirim contoh barang ke toko bapak.apakah saya perlu juga membuat katalog?yang mungkin nantinya sangat sederhana?seberapa banyak yang harus saya kirim?

  62. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum salam Wr Wb

    Sebaiknya untuk memasarkan jilbab memang ada katalognya Bu. Soalnya biasanya di toko-toko jilbab yg menjual macam2 produk jilbab, tidak semua tipe jilbab bisa didisplay. Dg katalog akan membantu penjual maupun pembeli untuk menunjukkan dan untuk memilih tipe2 jilbab yg tersedia.

    Biasanya faktor model yg digunakan dlm katalog akan sangat menolong penjualan produk jilbab ybs. Untuk itulah kalau kita lihat produk2 branded selalu menggunakan modal yg fotogenik.

    Untuk pengiriman, silahkan ibu sendiri yg menentukan.

    Wassalam
    Fuad Muftie

  63. siti qowiyah Berkata:

    Assalamualaikum wr wb
    Pak Fuad,saya jadi merepotkan terus dengan pertanyaan,bagaimana dengan katalog yang akan saya buat itu tidak dengan model yang fotogenik,tapi dengan manekin/boneka?apakah akan mempengaruhi penjualan produk?
    ada dua toko bapak,kemana yang harus saya tuju?terimakasih atas sarannya.

  64. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum salam Wr Wb

    Bu Siti, dalam menjalankan bisnis biasakan ‘test dan measure’ atau uji dan ukur. Kalau kita baru bisa mengambil strategi A, lakukan dulu, kita test / uji strategi tadi berhasil atau tidak, kita ukur seberapa efektifnya. Kalau bagus terusin, kalau gagal, ganti strategi lain, dengan strategi B, C, D, dan seterusnya.

    Kalau orang lain sukses menggunakan katalog dg model yg fotogenik, kenapa nggak ditiru. Kalau belum mampu, baru bisa pakai manekin, ya jalanin dulu, coba dulu, kita test seberapa berhasil strategi tadi, kita ukur pengarunya bagi penjualan. Kalau berhasil ya tinggal diterusin, kalau gagal, coba cara lain lagi.

    Toko saya sekarang di Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40 Perumnas Klender, Jakarta Timur 13460, tlp 021-9828 4731

    Toko di tempat lama sudah dipakai untuk usaha orang lain.

    Wassalam dan Sukses selalu ya Bu.
    Fuad Muftie

  65. CIPTO Berkata:

    Assalam mualaikum Wr.wb.

    Salam perkenalan pak. saya tertarik dgn artikel dan pencerahan yang bapak sampaikan.
    Saya dan istri bekerja, tapi juga pingin punya usaha tambahan, bbrp rencana usaha sering muncul tapi selalu terbentur dengan biaya sewa tempat usaha, kami selalu khawatir apakah, dengan biaya sewa yang besar bisa balik modal belum lagi gaji karyawan yang akan jaga usaha. Gimana ini menurut bapak berdasarkan pengalaman bapak memulai buka usaha. kalau boleh tahu dimana toko bapak , ( petokoan atau perumahan ) dan gimana menurut bapak prospek usaha busana muslim ini, mengingat konsumennya masih terbatas. Terima kasih.

  66. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum salam Wr Wb

    Salam kenal kembali Pak Cipto,
    Umumnya orang (pemilik tempat usaha) juga akan mempertimbangkan kewajaran harga sewanya. Asumsinya tidak mungkin pemilik tempat akan menyewakan dengan harga setinggi langit sehingga usaha di dalamnya tidak mungkin menutupi harga sewanya.

    Untuk memastikan harga sewa yang wajar, bandingkan dulu dengan daerah sekitarnya, dengan toko / kios di samping kanan kirinya. Kalau dirasa kemahalan, kan masih bisa ditawar, sesuai harga pasar disekitarnya.

    Dalam menjalankan usaha, kita tidak akan pernah tahu usahanya akan untung atau buntung kalau kita tidak mau memulainya. Untuk menghindari kerugian yang tinggi, jangan alokasikan semua harga benda kita (uang, tabungan, dll) semuanya untuk usaha. Gunakan sebagian dulu, yang kira-kira kalau usahanya gagal kita siap menerimanya dan siap menjadikan ‘uang yang hilang’ sebagai ongkos belajar.

    Toko saya di ruko Pak, di dekat pasar dan di perumahan. Mengenai prospek busana muslim, silahkan Bapak pelajari dan amati sendiri dari tahun ke tahun, penjual dan produsen busana muslimah bertambah banyak atau berkurang banyak.

    Semoga bisa membantu

    Wassalam
    Fuad Muftie

  67. naryanto Berkata:

    Assalaamu alaikum
    Mungkin Bapak udah lupa sama saya. Saya dulu pernah memberikan komentar di blog Bapak, topiknya juga saya lupa. Saat itu saya sampaikan pengalaman saya jualan rambutan di monas tgl 17 januari 2008 dengan modal rp 250 rb saja. Alhamdulillah, tepat 2 bulan kemudian, hari ini, saya baru saja transaksi sewa tempat untuk satu tahun seharga Rp 4,5 juta. Dan sekarang saya tidak punya uang lagi untuk menambah tambahan isi toko. Barang yang saya punya hanya bisa untuk mengisi 1/2 toko. Tapi Insya Allah saya yakin pasti ada jalan.

    Mengomentari apa yang di sampaikan Pak Cipto, tentunya untuk sampai ada keberanian menyewa tempat, ada proses awal yang harus dilalui, mulai dari yang kecil dulu (kasus saya dari jualan rambutan di monas), sehingga muncul keyakinan yang kuat bahwa kita akan berhasil, atau kalaupun gagal kita tahu resiko terjeleknya. Dan resiko terjelekpun tidak membuat kita bangkrut. Jadi intinya, ikuti proses pembelajaran, gagal dan sukses harus dilalui. Jangan berhenti mengikuti proses menuju berhasil, walaupun bentuknya berupa kegagalan.

    Semoga bermanfaat.

  68. siti qowiyah Berkata:

    Assalamualaikum
    hari ini saya membuat konsep sebuah katalog.ternyata sulit juga ya pak.padahal juga cuman selembar kertas HVS.apakah perlu untuk sebuah katalog disertakan cara pemesanan?
    seandainya nanti sudah jadi,bisakah saya mengirimkan katalog dengan contoh satu model barang saja.mungkin nantinya bapak bisa memprediksi kualitas produk saya,dan saya
    mohon untuk koreksi dan kritik nya.sebelumnya saya ucapkan terimakasih.

    tentang tanggapan pak naryanto ,salut juga pak.sayapun tidak berhenti mengikuti proses menuju keberhasilan,walaupun sampai saat ini masih dalam taraf gagal.tapi ada keyakinan ,InsyaALLAH suatu saat saya yakin akan keberhasilan itu.trima kasih atas motivasinya.

  69. deni Berkata:

    Assalaamu’alaikum pak Fuad

    Saat ini saya masih bekerja di sebuah perusahaan swasta di Batam. Tapi akhir-akhir ini sudah mulai merasakan kejenuhan dan ingin berwira usaha di kota kelahiran Tasikmalaya. Masalahnya saya sudah merasa asing dengan kota Tasik karena sudah lama nggak kesana (orang tua pindah ke Jawa Tengah). Dengan berbagai pertimbangan saya sangat menginginkan berwira usaha di sana (juga belum tahu mau usaha apa). Tapi sangat sulit melakukan survei mengingat nggak ada kerabat di sana tempat bersinggah. Sementara kalau langsung berhenti bekerja saya kasihan sama istri dan kedua anak saya kalau nggak langsung dapat kerjaan (walaupun saya yakin rezeki ada di tangan Alloh). Mohon saran dari Pak Fuad atau yang lain. Terima kasih.

  70. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum salam Wr Wb

    @ Bu Siti
    Sebaiknya dicoba dulu Bu, sesuai kemampuan Ibu, nanti perlahan-lahan sambil jalan diperbaiki dan disempurnakan.
    Silahkan di kirim Bu, siapa tahu cocok dengan toko Addina. Dan insyaAlloh kami siap memberi masukan2 buat pengembangan produknya.

    Bu Siti sebaiknya perbanyak kosa kata suksesnya, kurangi pengucapan dan penulisan kata-kata gagal, sulit, tidak bisa, berat dll. Ada pengaruhnya lho Bu.

    @ Deni
    Coba cari dan kumpulkan alternatif lain, hindari bergantung pada satu alternatif saja. Tidak fleksibel. Kalau tidak bisa di tasik, bisa nggak di tempat lain. Kalau tetap mau di Tasik, ada nggak orang yang bisa dipercaya untuk bersama merintis usaha.

    Alternatif lain coba jalin kerjasama dengan pengusaha di Tasik, kan banyak pengrajin busana muslim di sana. Coba jadi marketingnya dulu dengan menjualkan produknya di Batam. Atau cara lain, yang intinya bisa mulai kenal dengan pengusaha Tasik dan bisa mulai menjalin rasa saling percaya dll.

    Kalau sudah punya network di Tasik, insyaAlloh langkahnya akan lebih mudah untuk resign dan pindah ke Tasik.

    Semoga bisa membantu dan bisa mendapatkan jalan yang terbaik

    Fuad Muftie

  71. naryanto Berkata:

    Assalaamualaikum Pak Fuad.
    Membaca komentar Bapak buat Bu Siti, saya jadi teringatkan untuk lebih banyak menggunakan kosa kata sukses. Terimakasih banyak Pak Fuad. Sukses Selalu buat semua. Sekarang saya lagi persiapan segala sesuatunya buat buka toko tanggal 5 April 2008. Mohon doanya.

  72. Fuad Muftie Berkata:

    Pak Naryanto
    Terimakasih Pak, saya masih ingat komentar Bapak di sini. Syukurlah kalau sudah banyak kemajuan dengan menyewa kios/toko.

    Saya dulu awal membuka kios juga dengan kondisi serba terbatas Pak. Jumlah barang dagangan masih sangat sedikit, sehingga kios cuma kepakai separuh. Alhamdulillah dg cara memutar kembali modal + keuntungan ke dalam barang dagangan, lama kelamaan barang bertambah banyak. Kios menjadi penuh, bahkan sekarang harus pindah ke toko yg lebih besar.

    Mudah2an Pak Naryanto akan lebih baik lagi daripada saya, sehingga cepat berkembang dan yang penting semoga barokah.

    Terimakasih juga Pak atas komentarnya kepada Pak Cipto. Benar Pak, semua ada prosesnya, kalau orang lain berproses secara alami dan tidak terencana, kita bisa lebih baik dengan merencanakannya, bahkan resikopun bisa direncanakan. Seperti Pak Naryanto yang menyewa kios disamping merencanakan kesuksesan, pasti terpikir kalau ada resiko bagaimana mengatasinya.

    Sukses selalu Pak
    Fuad Muftie

  73. siti qowiyah Berkata:

    assalamualaikum
    terima kasih ,pak atas komentarnya.saya jadi termotivasi bangkit dan harus sukses.terimakasih juga buat pak naryanto.insyaALLAH tidak ada kata-kata lagi yang berpengaruh tidak baik.sukses buat semua.terimakasih.

  74. amelia Berkata:

    assalamualaikum wr wb
    bapak fuad,saya sudah kirimkan katalognya lengkap dengan sampel bahan
    saya kirim via kilat khusus.InsyaALLAH bisa sampai secepatnya
    saat ini saya memproduksi abaya juga pak,karena cukup banyak respon (alhamdulillah)
    tolong dikabari saya ya pak,seandainya katalognya sudah sampai
    terima kasih
    salam
    amelia
    081321633393

  75. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum salam Wr Wb.

    @ Bu Siti
    Iya Bu perbanyak kata-kata sukses, karena kata-kata positif adalah energi bagi kita untuk terus maju.

    @ Bu Amelia
    Sampai hari ini (25-03-0 8) katalog belum saya terima Bu. InsyaAlloh kalau sudah sampai, saya kabari.

    Fuad Muftie

  76. beni Berkata:

    sy baru mulai usaha bisnis,selama ini sy kerja sebagai karyawn ,didalam bisnis yg baru saya tekuni ,saya banyak mendapat masukan dari toko dan bengkel yg saya titipi barang,mereka bilang harga terlalu mahal dan produk masih baru.padahal saya sudah berulang kali menjelaskan kelebihan dan keunggulan produk yg saya titipkan.saya mohon bantuan ya pak fuad.

  77. Resi Bismo Berkata:

    assalamualaikum boss, sedang blog walking eh terdampar disini, blognya menarik dan infonya sesuai dengan yang saya cari. Saya juga ingin memulai usaha sendiri. Terima kasih udah sharing bro. Saya masukkan ke friend list yach.

  78. Yuni Berkata:

    mas makasih banyak ya atas infonya, bermakna banget… beberapa bulan lalu saya mo usaha sambilan tapi bingung karena saya hanya seorang karyawan dgn berpenghasilan pas-pasan, dan masih kuliah, alhasil tidak punya wktu untuk mencoba usaha, smp akhirnya saya punya ide untuk jualan sepatu/sendal wanita, saya baru mulai bulan kemarin dan kebetulan ada yang berminat meskipun tidak terlalu banyak, di kantor saya dan ada teman2 kuliah yang berminat namun hasilnya belum kelihatan, dengan adanya info mas ini, saya boleh gabung di kios mas ga? (kalau boleh) karena ternyata kios mas di bunga rampai perumnas klender, dan saya tinggal di daerah pondok kelapa, klo boleh saya ikut nitip dagangan saya sekalian ingin mendapatkan pengalaman, karena jujur saya benar2 dari nol besar, gimana mas? klo saya diperbolehkan, bales ke email saya ya…

    sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih banyak…

  79. Fuad Muftie Berkata:

    @ Beni
    Kalau kita yakin dengan produk kita sementara customer tidak yakin dan keberatan dg harga, tinggal pinter-pinter kita mencari customer yg lain. Kita yg harus fleksibel: fleksibel membujuk customer dengan bahasa yg dimengerti dan sesuai dg customer atau fleksibel mencari pasar yang lain.
    Kalau di satu bengkel kita ditolak, tidak ada salahnya mencari bengkel yg lain yg bisa menerima produk kita.

    @ Resi Bimo
    Terimakasih, semoga bermanfaat dan selamat berkarya di negeri orang.
    Sukses selalu

    @ Yuni
    Silahkan saja Bu Yuni, kalau ingin bergabung. Sekarang toko saya bukan lagi di Jl Bunga Rampai tapi di Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40 Perumnas Klender. Silahkan lihat2 dulu toko kami biar Ibu bisa yakin dan tahu persis apa yang kira-kira bisa disinergikan.

    Wassalam
    FM

  80. Yuni Berkata:

    Ok kalo gitu mas, kemungkinan saya akan datang pada hari sabtu, atau minggu dan membawa beberapa sample sepatu dan katalog, mas buka kan hari sabtu atau minggu, apakah saya hrs menghubungi mas terlebih dahulu ke nomor yang disebutkan diatas (no. fren) atau saya langsung datang, mas standby terus kan di kios, atau ada contact person lain ketika saya akan dtg nanti????

    Sebelumnya saya berterima kasih sekali atas izinnya, karena saya bingung sekali sebagai pemula… terimakasih banyak ya mas….

  81. Fuad Muftie Berkata:

    Silahkan langsung datang ke toko Bu, atau boleh hubungi Nomor toko 021-98284731

    Terimakasih
    FM

  82. aini Berkata:

    saya sekarang lg baru mo mulai usaha kerajinan tangan boneka jepang jd enak nya gmn ya pemasarannnya

  83. Fuad Muftie Berkata:

    Pastinya Ibu Aini sendiri yang tahu persis dimana dan bagaimana boneka jepang tsb akan dipasarkan. Sudah dapat segmen pemasarannya kan Bu.

    Yang terbayang dibenak saya, bisa saja Ibu kerjasama dengan pengrajin souvenir dan pengrajin boneka yang lain. Bisa dipasarkan di pusat2 pasar souvenir dan gift.

    Atau bisa juga dipasarkan lewat internet Bu. Bisa pakai blog dulu yang gratisan. Ibu bisa belajar dari para pemasar di internet.

    Yang pasti kalau ibu sudah punya keputusan untuk berbisnis, peluang dan kemungkinannya tidak terbatas. Ibu sendiri yang membatasinya.

    Wassalam
    FM

  84. Andiy Qutuz Berkata:

    Assalamu’alaikum

    kami dari qubah gallery memberikan tawaran dan alternatif pin souvenir murah…..
    silahkan kunjungi kami di
    http://www.pinideologis.blogspot.com

    terimakasih

  85. siti qowiyah Berkata:

    assalamualaikum

    Pak Fuad,hari ini saya baru bisa mengirim sample jilbab bersama brosurnya.maaf karena janji saya untuk mengirim contoh bulan2 kemarin tidak terlaksana.karewna saya harus mengurus anak saya yang ujian.dengan segala harap,saya mohon kritikan tentang produk yang saya buat.trimakasih sebelumnya.

  86. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum salam

    @ Andiy Qutus
    Terimakasih, semoga bisa bermanfaat bagi pengunjung blog ini.

    @ Siti Qowiyah

    Terimakasih Bu, saya tunggu kirimannya. Mudah2an bisa terus bersinergi.

    Fuad Mu

  87. cris Berkata:

    salam pak,sorry pak saya mau tanya gima cara yang tepat cari orang untuk bergabun dalam bisnis saya pak.soal saya cari orang untuk kerja sama untuk menjual/sebagai karyawan saya soal ya saya sendiri untuk menjalan kan semua nya nggak bisa soal saya masih kuliah.

  88. Fuad Muftie Berkata:

    Cris, pertanyaan anda sangat jeneral. Mesti meraba-raba dulu nich kemana arah pertanyaan anda. Untuk merekrut karyawan kah atau untuk merekrut partner?

    Kalau mencari karyawan mah relatif lebih mudah. Asal kerjaannya jelas (dan legal) terus gajinya juga jelas, pasti banyaklah yang mau. Tinggal tawarkan ke teman2, tetangga, sahabat, dll atau iklanin di brosur dll.

    Yang membuat orang lain tidak mau kenapa sich?

    Wassalam
    FM

  89. siti qowiyah Berkata:

    assalamualaikum.wr.wb

    Pak Fuad,apakah contoh jilbab dan brosur saya sudah sampai?

  90. Fuad Muftie Berkata:

    Bu Siti, kiriman Ibu sudah saya terima. Saya sudah kirim email ke Ibu mengenai pendapat saya tentang jilbab Ibu. Mohon dicek lagi ya Bu emailnya.

    FM

  91. Erwin Berkata:

    Assalaamu’alaikum pak Fuad..
    Bagus juga nih blog nya. Kira-kira Pak Fuad ada rencana mau membuka bisnis tanaman hias? Saya sedang mencari tempat pemasaran nih. Atau mungkin rekan-rekan di blog ini ada yang berminat, bisa menghubungi saya di 085692112828

  92. Risna Maulina Berkata:

    Assalamu’alaikum

    saya sedang memulai berbisnis kaos muslimah SIK CLOTHING dan BATIK. Kalau ada yang berminat silahkan bisa menghubungi kami di 021-77885285 / 08561111842 atau lihat produk kami http://griyabatik.wordpress.com

    Wassalam

  93. Fuad Muftie Berkata:

    Waalaikum salam

    @ Erwin
    Tanaman hias? belum ada rencana tuch Pak, tapi buat yg mau bersinergi dengan Pak Erwin silahkan hubungi langsung. Mudah-mudahan barokah.

    @ Risna Maulina
    Sik Clothing boleh juga tuch, dapat diskon berapa saya Bu?

    Fuad Muftie

  94. Satria Berkata:

    Tulisan yang bermanfaat terimakasih karena memberikan pencerahan.

    Sudah beberapa lama saya mengikuti sebuah program untuk mencari modal

    Satria

  95. Fuad Muftie Berkata:

    Terimakasih pak Satria atas kunjungannya, semoga usahanya barokah dan sukses.

    FM

  96. siti qowiyah Berkata:

    Assalamualaikum,
    Terima kasih atas semua masukan atas produk saya,pak.itu sangat membantu saya.pinginnya go daerah ya,pak.he..he..tapi apa mau dikata,bolak balik juga ke modal,untuk bisa membeli bahan yang berkwalitas lbh baik dan lebih tebal.soal model,gimana ya pak? soalnya segmen pasar juga berkiblat smua sama model yang rabbani punya.apa saya harus alih produk ya,pak?kadang rasa bingung itu muncul.tentang apa yang harus saya kerjakan untuk bisa lakukan yang terbaik dalam pekerjaan ini.semoga aja dengan tulisan ini ,mengeluarkan uneg2,bisa memotivasi saya untuk bisa dan harus optimis ,bahwa kerja yang saya rintis ini harus berhasil.beribu trimakasih saya ucap kembali,atas smuanya,pak.insyaALLAH,saya akan menghubungi bapak kembali untuk minta segala saran dan nasehat.semoga bapak berkenan.

  97. sasha Berkata:

    Assalamu’alaikum wr wb pak Fuad,

    Karena saya adl pencinta hewan Peliharaan, maka saya berencana utk memulai usaha membuat segala sesuatu yg berhubungan dengan hewan peliharaan, seperti membuat sarana bermain hewan yg terbuat dari tripleks, pralon & karpet (pet’s play ground), jam dinding, pernak-pernik hewan peliharaan dst.

    Setelah barang2 yg rencananya akan diproduksi tersebut selesai dibuat, rencananya saya pasarkan melalui Konsinyasi di toko2 PetShop & toko2 lain yg kira2 “ada segmentnya” serta melalui Internet (iklan baris, milis2 & website) dan mengikuti pameran2.

    Menurut pak Fuad, bagaimana cara memasarkan produk saya tsb agar insyaAlloh lebih “laku”? Bagi pembaca lainnya jika memiliki pengalaman/ide tentang hal ini dapat mengirimkan email / japri ke nadia_iasha@yahoo.com.au

    Sebelumnya diucapkan banyak terima kasih.
    Billahi taufiq wal hidayah, Wassalamu’alaikum wr wb.

    NI

  98. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum Salam Wr Wb

    @ Siti Qowiyah
    Terimakasih Bu atas kepercayaan Ibu pada kami. Memang saat ini modelnya rabbani masih menjadi trend setter, tapi jangan khawatir Bu, setiap produk ada masanya, sekarang Ibu boleh mencontoh produk yang sudah ada, tapi niatkan untuk selalu memberi nilai lebih dan nilai tambah pada produk Ibu, dan niatkan untuk bisa membuat model sendiri yang trendi dan bisa laris. InsyaAlloh dengan pengalaman Ibu pada saatnya nanti akan terwujud niat dan keinginan Ibu tadi.

    Kalau Ibu merasa sudah melakukan yang terbaik, jangan berhenti di situ Bu. Terus upayakan lebih baik lagi, tambah kreatifitasnya dan terus berinovasi.

    Mudah2an usaha Ibu terus maju.

    @ Sasha
    Saya pikir dengan bekerjasama dengan Petshop dan berjualan lewat internet bisa menjadi langkah awal yang bagus Bu. Terus terang saya tidak ada gambaran tentang dunia PetShop. Setahu saya sich orang yang sayang binatang, tidak mikir-mikir lagi untuk membelanjakan produk2 demi binatang kesayangannya.

    Peluang yang sangat bagus, tinggal pinter-pinternya Ibu menyediakan produk yang benar2 diminati.

    Wassalam
    FM

Tinggalkan Balasan