Bagaimana Cara Memulai Usaha dengan Modal Dengkul
Bagaimana cara memulai bisnis dengan modal dengkul? Pertanyaan ini banyak diajukan oleh mereka yang ingin sekali membuka usaha tapi tidak memiliki cukup modal. Mungkin juga diajukan oleh orang yang punya modal tapi tidak berani mengambil resiko kehilangan modal. Sehingga dianggapnya bisnis modal dengkul merupakan langkah yang aman.
Enak memang kesannya kalau bisa memulai bisnis tanpa modal. Dalam prakteknya memang banyak yang bisa memulai usaha tanpa modal uang sepeserpun. Contoh paling banyak adalah makelar. Ia hanya perlu mempertemukan orang yang ingin menjual dengan orang yang ingin membeli, kemudian ia akan mendapat komisi. Tapi untuk menjadi makelar yang profesional dengan penghasilan yang bagus apakah hanya cukup dengan modal dengkul? Saya yakin pasti tidak, ia pasti memerlukan modal-modal lainnya.
Ada juga sich yang benar-benar hanya menggunakan dengkulnya yaitu tukang pukul, tukang pikul di pasar, tukang parkir, Pak Ogah, dan sejenisnya. Tapi apakah itu bisnis yang anda inginkan?
Kalau saya pribadi, sebaiknya jangan biasakan berkeinginan untuk memulai bisnis hanya dengan modal dengkul. Hasilnya lebih tidak menentu. Alangkah baiknya kalau kita bisa memanfaatkan modal yang lebih dahsyat yang sudah kita miliki. Bukankah kita punya Otak yang bisa kita manfaatkan untuk memulai usaha.
Daripada menggunakan modal dengkul, hasilnya akan jauh lebih baik kalau kita mau memulai bisnis bermodal otak. Modal dengkul sebentar saja akan lelah dan salah-salah kalau kaki patah, bisnis juga musnah. Kalau bisnis pakai otak, seburuk apapun kondisi bisnisnya bisa dicari siasat yang lebih tepat sehingga bisnis bisa selalu selamat.
Gunakan imajinasi dan pikiran untuk memikirkan cara atau strategi memanfaatkan potensi yang ada untuk memulai usaha. Bukankah dengkul juga dikendalikan oleh otak. Kalau memulai usaha dengan hanya mengandalkan dengkul berarti otak dikendalikan dengkul dong.
Jadi bagi yang ingin segera memulai bisnis, gunakan otak, pikiran, dan imajinasi anda. Temukan jalan yang terbaik untuk memulai. Otak adalah modal paling mahal di dunia. Saya yakin orang-orang sukses pasti lebih banyak menggunakan otaknya daripada dengkulnya. Kecuali otak anda sudah ada di dengkul, silahkan berbisnis dengan dengkul anda.
salam
Fuad Muftie


Desember 26, 2006 pukul 11:15 am
Ia sih rasanya emang enak kalau kita sudah mempunyai usaha sendiri apapun bentuknya asalakan halal. Namun satu hal yang penting juga bahwa membuka usaha sendiri tidaklah semudah yang kita bayangkan. Diperlukan orang-orang yang mempunyai semangat juang yang tinggi, loyal terhadap usaha, tidak mudah menyerah serta selalu berenrgi. Modal uang saja tidak cukup, kita juga perlu mencari peluang pasar yang ada dan tidak lupa untuk memberdayakan rakyat miskin. Kalau misi kita hanya mencari uang semata maka yang akan kita daptkan nantinya juga hanya uang. Tapi kalau yang kita cari adalah kemaslaatan untuk orang banyak maka kita akan mendaptkan semuanya. Kita sangat berharap muncul pengusaha muda - pengusaha muda yang baru dan terus bertambah sehingga penyakit kemiskinan yang kini melanda Indonesia segera berakhir. Pengusaha yang beroreintasi eksport sangat dianjurkan karena akan memberikan masukan juga pada negara. Sukses selalu untuk pengusaha muda.
Desember 26, 2006 pukul 11:45 am
Setuju sekali Pak Unggul,
Semula saya juga berpikiran tidak mudah untuk membuka usaha sendiri. Tapi setelah dijalani ternyata tidak sesulit yang dibayangkan.
Memang kalau motifnya cari untung doang, saat usaha turun akan sakit hati. Padahal namanya usaha ada naiknya ada turunnya.
Kemudian modal yang paling penting adalah diri kita sendiri. Termasuk yang Pak Unggul sebutkan : semangat juang yang tinggi, loyal terhadap usaha, tidak mudah menyerah serta selalu berenergi; Itu semua modal yang adanya di dalam diri kita sendiri. Jadi kalau kita bisa memberdayakan diri sendiri, InsyaAlloh segala halangan dan rintangan akan mudah dilalui.
Biasanya yang menjadi penghambat adalah menyalahkan kondisi eksternal yang adanya diluar kita, seperti politik, kondisi ekonomi, modal dll. Padahal yang penting adalah modal yang sudah ada di dalam diri kita sendiri yang sudah terbukti sangat-sangat potensial.
Salam sukses selalu
Fuad Muftie
Januari 19, 2007 pukul 10:14 am
aku nggak punya komentar yang menarik, memang modal sarana yang sangat penting untuk memulai usaha. kalau anda bisa memberi solusi yang lebih baik, aku sangat berterima kasih sekali.
Januari 19, 2007 pukul 5:46 pm
Bu/Pak Chrisna, mungkin bisa lebih spesifik solusi untuk permasalahan apa?
Maksud dari artikel saya, kita memiliki modal yang sangat potensial yaitu otak, pikiran, dan daya kreasi, yang bisa menembus segala keterbatasan termasuk keterbatasan modal uang. Dan sering kita belum menjadikannya prioritas untuk mengatasi hambatan tadi.
Memang dalam bisnis semua aspek adalah penting, modal penting, promosi penting, produk juga penting, dll. Cuman bagi yang baru mau akan memulai usaha, sering kurang tepat menempatkan prioritas. Nah saya ingin mengajak kita untuk menempatkan otak dan pikiran kita dalam prioritas yg lebih baik lagi.
Semoga bermanfaat
Salam
FM
Januari 20, 2007 pukul 4:06 pm
Salam
Terima kasih sekali untuk tulisannya,
saya mengalami kendala penjualan, banyak hasil kereasi saya yg pada akhirnya hanya berakhir “DIBERI SEBAGAI TANDA MATA” gak menghasilkan uang
sedih dehhh,,,
Mangkanya saat ini saya hanya menjadi gutu Sulam saja… padahal saya tahu, kalo mau berkembang lebih baik menjual hasil karya juga,,,
Ada yg punya idea gak ya??
atau ada yg mau kerja sama??
Hubungi saya di 081806395559
email : amilia_cat@yahoo.com
web : http://www.amilia25.multiply.com
Saya jadi sekalian promosi dan kenalan nih…..
Salam.. dan Thx
Januari 22, 2007 pukul 5:06 pm
Bu Amilia, jangan berputus asa, kalau Bu Amilia sudah bisa bikin suatu produk, mungkin saran saya terus perbaiki kualitas produknya. Mungkin bisa mengikuti trend yang ada dulu, baru kalau sudah OK jadilah trend setter.
Kalau dengan menjadi guru sulam, malah lebih menghasilkan uang, kan lebih baik Bu.
Bu Amalia sudah coba nitip jual (konsinyasi) ke toko-toko lain nggak Bu? Di Kios kami sering ada penawaran orang ingin menitip barang-barang yang dibuatnya, seperti jilbab sulam pita, bandana dll. Mungkin bisa dicoba dg konsinyasi Bu.
Salam
FM
Februari 9, 2007 pukul 4:13 pm
Saya setuju dengan Artikel Bpk diatas , kita berusaha jgn mengadalkan “Modal dengkul”..tp dengan otak. Contoh ibu dirumah jg gak sengaja buat kerupuk dr beras..itu hanya dr Hobby saja.Mungkin jika habis kenduri kebanykan trus dibuang.. tp dgn kejelian ibu dpt dijdkan kerupuk.. pertama2 cuman tuk cemilan lama2 tetangga sekitar minta dibuatin ehh ga tauny laris manis & lagi pula ad warung yg minta dititipin ..mlh kitany jd kewlahan .” lumayan bisa + an. nah dari situ kita bisa cari celah banyak sekali ide usaha dari lingk. sekitar..
saya juga minta saran dari bapak masih ada 2 lagi usaha dipegeng ibu ,yaitu kacang bawang & bawang goreng . tuk Kacang da punya market(Nama) Nah dari 3 tersebut mana yg lbh dulu dilebarkan sayapny dgn berbagai macam hal.. . / langsung ke email saya”
Februari 9, 2007 pukul 5:45 pm
Wah kerupuk dari beras yang seperti apa ya Mas? Soalnya ibu saya juga bikin rengginang / rangginang dari beras ketan. Saya juga pernah makan kerupuk dari beras buatan jepang, rasanya macam2 ada yg rasa rumput laut dll.
Menurut saya di sini masih mungkin dikembangkan. Saya yakin orang Indonesia juga kreatif membuat berbagai variasi kerupuk dari beras. Dan saya belum melihat ada kerupuk beras (spt yg dari jepang) yang dijual di Indonesia. Bahkan di supermarket2 juga masih jarang. Kalau memang di tempat Mas Eko kerupuk beras bisa laris manis, tinggal dikembangkan saja. Syukur2 bisa dikemas dg menarik dan layak jual ke Supermarket.
Mengenai mana dulu yang mau diprioritaskan untuk dikembangkan, menurut saya bisa dilihat dari catatan2 penjualan sebelumnya. Kalau dari catatan kelihatan mana yang cepat laku dan mana yang paling menguntungkan, saya rasa produk itu harus diprioritaskan.
Kalau nggak, ketiga-tiganya bisa dikembangkan bersama, toh pasarnya mirip2 atau berdekatan dan saling melengkapi. Saya sering melihat beberapa produk makanan ringan, yang dibungkus dengan bungkus & merk yang sama, tapi isinya lain2.
Dari situ kelihatan, pasti produk itu dibuat oleh orang atau perusahaan (home industri) yang sama dan memproduksi beberapa produk. Dan semuanya bisa jalan bersama.
Semoga bermanfaat
Salam
Fuad Muftie
Maret 9, 2007 pukul 9:57 am
Langkah strategis untuk mulai membuat klub pengusaha. Bagaimana kalau kita membentuk klub yang berisi orang-orang yamg ingin buka usaha tapi hanya punya modal yang sedikit. mari sama-sama kita wujudkan 1000.000anggota yang setiap bulannya berkewajiban untuk menyetorkan saham senilai 10.000/bln. Bayangkan 10 M /bln. Dana itu akan kita gunakan untuk mewujudkan proposal usaha yang akan di ajukan oleh setiap anggota ketika pertama kai mendaftar keanggotaan tersebut. Proposal akan di sortir dan diuji kelayakan usahanya oleh tim khusus. kalo ini bisa terwujud aan luar biasa efeknya untuk pengentasan kemiskinan diIndonesia. toh masing masing anggota berkewajiban untuk ikut memajukan usahayangdirintis olehklub ini. Market untuk produk udah tersedia kan?
Maret 9, 2007 pukul 4:57 pm
Setuju Pak, saya juga pingin punya klub atau group yang orang-orangnya komitmen dan punya visi yang sama untuk mengembangkan kewirausahaan di Indonesia.
Pengusaha-pengusaha sukses biasanya juga punya kelompok / groupnya masing-masing, yang saling menyokong dan mendukung untuk sama-sama sukses. Yang berpotensi menimbulkan kesulitan di Indonesia biasanya faktor kepercayaan. Kita sedang mengalami krisis kepercayaan dengan sesama.
Untuklangkah praktisnya, mungkin bisa dimulai dari yang kecil dulu Pak, dari kelompok yang kecil dulu. Atau mungkin kalau Pak Joko domisilinya dekat dengan saya, bisa kita diskusikan Pak.
Salam
FM
Maret 10, 2007 pukul 5:05 am
Ass.wr.wb
Hallooo..bang fuad..sebelumnya perkenalkan nama saya fajar, saya baru bgt buka blog gini..jadi ya rada2 gaptek..heheh, ya pengen bgt bisa mempunyai koneksi yg labih byk..
sya tertarik sekali dengan tulisan2 bang fuad diblog palagi mengenai usaha sendiri. sampe saat ini saya blm pernah bekerja sama orang. kebutuhan anak2 dan istri saya..selalu dari hasil pekerjaan saya sbg fotografer. tp memang pendapatan bulanan susah bgt utk stabilnya..semntara pengeluaran bulanan tetap..kl boleh saya tanya, bagaimana bisa bertahan sebagai fotografer dan pendapatan yg lumayan stabil utk kebutuhan hidup?..krn pendapatan saya selalu bergantung dr ada ato tidaknya project foto pre wedding,product,landscape,dll.ya utk itu saya tau dr teman soal blog ini..mencoba meluaskan koneksi saya..
barangkali teman2 disini ato bang fuad sendiri membutuhkan jasa saya sebagai fotografer. dan boleh liat2 hasil karya saya disini: http://muhammadfajar.wordpress.com
terimah kasih sebelumnya ya…
wassalam
fajar.
Maret 10, 2007 pukul 10:59 am
Pak Fajar, salam kenal kembali. Semoga usaha fotografinya terus maju ya Pak.
Kalau ingin menjadikan fotografi sebagai sumber utama penghasilan, menurut saya usahanya jangan dikerjain sendiri. Kalau semua dikerjain sendiri, memang kita merasa puas, tapi tidak optimal untuk mendapat penghasilan semaksimal mungkin, karena bagaimanapun kemampuan kita sangat terbatas.
Saran saya kalau bisa usaha fotografinya dijadikan perusahaan, mungkin bisa diawali dengan bekerjasama dengan sesama fotografer atau dengan saudara. Buatlah visi kedepan yang ingin diraih, misalnya menjadi perusahaan fotografi terbesar di Indonesia. Bidang yang bisa dikerjakan juga bisa banyak, tidak hanya pekerjaan fotografi, tapi bisa juga merambah ke pendidikan fotografi, penjualan produk2 fotografi dan lain-lain.
Semoga bisa membantu
Salam
FM
Maret 22, 2007 pukul 1:03 pm
Salam kenal pak fuad, saya arif dari cilacap. Saya seorang mahasiswa. namun, ingin sekali membuka usaha setelah banyak membaca buku motivasi untuk jadi enterpreneur, malah ngga ingin jadi pegawai…saya sudah berulangkali membuka usaha dari counter HP ataupun berdagang dengan warung kelontong namun selalu gagal atau mungkin belum dikaruniai oleh allah kesuksesan…tapi insya allah saya ngga pernah untuk putus asa…yang jadi pertanyaan saya, kira2 usaha apa yang cocok bagi mahasiswa seperti saya dengan modal yang sedikit dan ngga mencukupi untuk membuka usaha. apa usaha gorengan dan usaha yang mirip angkringan bisa dilakukan karena saya mempunyai warung kecil yang letaknya di pinggir jalan apakah dengan usaha gorengan bisa berhasil. kebetulan sya juga punya usaha pangkas rambut yang insya allah cukup terkenal di kota saya…apakah bisa untuk ada yang bekerjasama dengan meluaskan usaha salon sya..
silahkan untuk bisa menghubungi no hp saya di 085647783514….atau di (0282)520342
atau bisa hubungi saya di email saya arif_lintang@yahoo.co.id
Maret 22, 2007 pukul 6:05 pm
Saya ini usaha ga pakai modal (uang) saya modal hanya dengan informasi sekarang usaha saya agen pemasangan antena parabola ,juga terima pasang tv astro dan indovision ,bagi pembaca yang ingin pasang bisamenghubungi saya di 0818844118 terima kasih .
Maret 22, 2007 pukul 6:10 pm
Terimakasih Pak Estu
Ini satu lagi bukti bahwa memulai usaha tidak selalu butuh modal banyak-banyak. Kalau Pak Estu bisa, kita juga pasti bisa, tinggal ATM : Amati, Tiru, Modifikasi.
Salam
FM
April 1, 2007 pukul 6:50 pm
Semua pendapat diatas benar dan memang kita sebagai manusia harus bisa mandiri yang memiliki kualitas dan kuantitas, maka perlu ditambahkan mengenai bagaimana kita memulai sebuah usaha yang baik dan benar. menurut saya alangkah baiknya sebelum kita mempunyai bisnis, maupun usaha perlu adanya simpati dari sekeliling kita, untuk itu perlu kita pupuk rasa jujur dan bisa dipercaya. tebarkan hal tersebut kepada lingkungan kita, InsyaAllah akan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas usaha kita nantinya.
April 1, 2007 pukul 9:03 pm
bagaimana caranya agarakita dapt membuka rental vcd dengan modal yang kita pinjkam dari bank atau secara kredit? bagaimana menyakinkan bank
April 2, 2007 pukul 11:28 am
### ad71e, terimakasih Pak Adjie atas masukan yang sangat berharga, berarti saya tidak sendirian karena ada yg sependapat.
### Efrizal, Pak untuk mendapat pinjaman dari Bank, saya kira Bank mau ngasih kredit kalau bank yakin bahwa dananya tidak akan hilang, pak Efrizal mampu mencicil / melunasinya dalam jangka waktu yg ditentukan, dan mungkin perlu adanya jaminan. Kalau bank yakin dg hal2 tsb kemungkinan besar bank mau ngasih pinjaman.
Sekarang kan banyak pinjaman personal loan tanpa agunan, mungkin bisa dicoba Pak (tapi saya tidak menganjurkan lho).
Kalau Pak Efrizal pingin pinjam buat usaha, saya kira lebih bijak kalau Pak Efrizal sudah punya usaha sendiri dan terbukti menguntungkan. Kalau belum ada usaha ya dirintis dulu Pak.
Salam
FM
Agustus 20, 2007 pukul 1:03 pm
Nabi Muhammad adalah seorang pengusaha, sejak muda dia telah diajarkan berbisnis oleh pamananya Abu Thalib. Bahkan ketika dia menikahi Siti Khadijah dia memberi mas kawin sebanyak 20 ekor unta ug kalau dihargakan ke dalam rupiah saat ini, berarti jumlah uang yang dikeluarkan Nabi sebesar 400 jt rupiah hanya untuk mas kawinnya saja.
Kalau dilihat dari ukuran ini, artinya Nabi adalah orang yang kaya. Itu semua dihasilkan dari profesinya sebagai pedagang. Jika panutan kita saja berdagang, masa kita umatnya tidak mengikuti jejak langkang sang Nabi besar Muhammad.
Buat yang ingin berwirausaha, jangan berkecil hati, karena ingat janji Allah setiap manusia telah memiliki rejekinya masing-masing. seperti kata Aa Gym, rejeki itu tingal dijemput bukan dicari. Karena pengertian di cari itu masih antara ada dan tidak ada, sedangkan untuk dijemput artinya sudah ada tinggal bagaimana kemampuan berbisnis kita untuk menjemputnya.
Agustus 20, 2007 pukul 1:06 pm
Nabi Muhammad adalah seorang pengusaha, sejak muda dia telah diajarkan berbisnis oleh pamananya Abu Thalib. Bahkan ketika dia menikahi Siti Khadijah dia memberi mas kawin sebanyak 20 ekor unta yg kalau dihargakan ke dalam rupiah saat ini, berarti jumlah uang yang dikeluarkan Nabi sebesar 400 jt rupiah dan ini hanya untuk mas kawinnya saja.
Kalau dilihat dari ukuran ini, artinya Nabi adalah orang yang kaya. Itu semua dihasilkan dari profesinya sebagai pedagang. Jika panutan kita saja berdagang, masa kita umatnya tidak mengikuti jejak langkah sang Nabi besar Muhammad.
Buat yang ingin berwirausaha, jangan berkecil hati, karena ingat janji Allah setiap manusia telah memiliki rejekinya masing-masing. seperti kata Aa Gym, rejeki itu tingal dijemput bukan dicari. Karena pengertian di cari itu masih antara ada dan tidak ada, sedangkan untuk dijemput artinya sudah ada tinggal bagaimana kemampuan berbisnis kita untuk menjemputnya.
Agustus 20, 2007 pukul 1:49 pm
Pak/Bu Ari
Terimakasih uraiannya, saya termasuk yang meyakini bahwa Nabi adalah kaya raya, bagaimanapun Bumi dan Langit sudah ada dalam genggaman Beliau. Beliau tidak menonjolkan kekayaannya karena tidak ingin mencontohkan kayanya doang, tapi ahlak mulai yang beliau tonjolkan. Sehingga kalaupun umatnya kaya harus punya ahlak yg mulia.
Semoga kita bisa mencontohnya dan bisa berkumpul bersama beliau di akherat kelak. Amin.
Salam
Fuad Muftie
Agustus 28, 2007 pukul 3:08 pm
menumbuhkan jiwa wirausaha memerlukan latihan praktek nyata,,,perlu menggabungkan kemampuan kerja keras,kecerdasan dan keikhlasan.
Alhamdulillah dengan penggabungan ketiga hal itu usaha saya di Cilacap selama ini bisa dikatakan berhasil.
untuk yang ingin menyambung persaudaraan atau kerjasama dengan saya.
silahkan kontak di 0856 4787 8049.
Arif Budiman
Agustus 28, 2007 pukul 3:32 pm
Pak Arif Budiman, boleh diceritakan sedikit tentang usaha Anda Pak? Setidaknya bagi yang ingin bersinergi dan bermaksud akan menghubungi Anda tahu apa yang bisa disinergikan.
Salam
Fuad Muftie
September 2, 2007 pukul 2:19 pm
Assalamu’alaikum Mr. Fuad. Panggil saja saya Ana. saya seorang guru bahasa Inggris di sebuah kota kecil, Rembang yang penduduknya kebanyakan menengah ke bawah. saat ini saya sedang bingung. saya ingin membuka usaha menjual onderdil sepeda motor dan mobil. Tapi saya bingung harus memulainya dari mana. untuk itu, saya mohon bagaimana merintis itu semua, step by step. dari mulai meminjam uang di bank dan sebagainya. karena terus terang saja saya buta masalah manajemen bisnis. jadi saya mohon bantuannya. Terima kasih banyak saya haturkan. Wassalam.
September 3, 2007 pukul 4:25 pm
Bu Sri Handayani Purnamasari, saya pernah mengalami kebingungan seperti Ibu, tepatnya sebelum bulan Sept 2006. Saya juga bingung mulai dari mana. Yg saya lakukan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang suatu usaha. Saya tanya franchise Burger, Mie & Produk Mie, Cendol. Dll. Saya ikut seminar / workshop dll.
Yang saya lakukan berikutnya:
- Memutuskan bisnis jilbab (keputusan bersama istri)
- Mencari Kios yg disewakan, dipilih yg cocok lokasi dan harganya
- Mencari suplier / pemasok
- Dekor kios (Rak, box, etalase, meja kasir, spanduk dll)
- Belanja barang di suplier
- Mencari karyawan
- Menata barang di kios
- Buka Kios
Alhamdulillah tabungan saya dan istri saya mencukupi untuk modal. Sehingga sampai saat ini kami belum pinjam ke Bank. Tapi untuk selanjutnya kami niatkan pinjaman ke bank akan dijadikan sbg pengungkit usaha, ini sedang kami persiapkan, Sehingga mohon maaf saya blm bisa cerita ttg pinjam-meminjam di Bank.
Saya ikut mendoakan kesuksesan Ibu. Yang penting cepat-cepat dimulai Bu, jangan sampai niat tinggal niat, nggak ada realisasinya. Saran saya cari dulu kios / tokonya, InsyaAlloh kalau sudah dapat kios, kita akan terpacu untuk cepat2 membuka toko.
Salam Sukses
Fuad Muftie
September 7, 2007 pukul 5:41 pm
saya pingin sekali usaha yang diawali dengan hobi, tapi hobi saya itu mahal kalo diwujudkan usaha. yaitu photographer dan video shooting. kebetulan skill sy dibidang photographer, video shooting, video editor. ingin sekali saya buka usaha di bidang tersebut, tapi modalnya gede. kalo ada yang mau kerjasama sih sangat senang saya.
September 10, 2007 pukul 11:53 am
Mulai saja Pak, dari manapun mulainya yang penting dream sudah ada, tinggal ambil langkah pertama. Silahkan yang punya hobby fotografi bisa bersinergi dg Pak Agus Kamil.
Salam
FM
September 13, 2007 pukul 8:20 pm
emang klo d pikir2 betul jg se,,klo yg kita pake cma dengkul kemungkinan sukses sanagt kecil,,bagaimanapun bila kita mang serius mau bisnis__walaupun modal kecil ato pas2 san ato sama sekali d ada modal..bs saja kta sukses asal otak kita mau berfikir,raga kita mau kerjakeras..dan batin kita mau berdoa…tentu saja semua tidak bs lepas dr Alloh swt yg mengengam semua ini…kita manusia hanya bs berusaha dn berdoa…klo pun kt sudah bererja keras namun hasilnya ttp 0 ya itu urusan Alloh..paling tidak kta infes unt anak cu2 kita ,,mungkin salah satu dr mereka ada yg sukses…berpikir seperti itu bs mengurangi beban kita…..
wasalam….
September 17, 2007 pukul 2:27 pm
Setuju Pak Sudiyanzzz, penyakit kita sering pinginnya instan, usaha pingin cepat kaya, nanam pinginnya cepat berbuah. Padahal Proses juga punya peranan penting. Pohon bisa tinggi menjulang juga pakai proses.
Salam
FM
September 26, 2007 pukul 4:52 pm
betul memang kalau otak itu adlh modal yg paling berharga,krn dari situlah muncul ide2 yg kreatif, tapi ketika saya mulai mendapatkan ide2 kreatif tsb, saya justru takut untuk memulai bisnis yg berasal dari ide saya tsb,untuk itu klo ada yg punya saran bagaimana cara2 memulai bisnis yg baik tolong hubungi saya di 08997824236 - 022 5943708 trims
September 27, 2007 pukul 11:06 am
Pak Riki, berarti ide tersebut terlalu cepat Anda terima. Saran saya coba cari dan selidiki ide tentang “Bagaimana mengatasi rasa takut memulai bisnis”
Kalau sudah dapat idenya dan sudah bisa jalan baru manfaatkan ide kreatif lainnya.
Pak, orang pasti akan berebut menelpon ke HP Anda kalau orang tahu apa manfaatkan buat mereka. Kalau tidak jelas manfaatnya saya khawatir tidak ada yang serius menelpon.
Salam
FM
September 29, 2007 pukul 1:40 pm
Pengen bikin usaha niih….? lumayan ada modal 10 jt, tapi bingung usaha apaan?????? Kondisinya senen - jumat aku kerja, masih muda lho, baru 24 tahun. kepikiran mo buka rental Play-Station tapi masih bingung juga nyari tempat, beli peralatan dll, tapi mungkin juga buka usaha lain, tapi bingung????? kasih masukan dunkz!! kalo ada yg mo ajak kerjasama juga okeh, kirim japry aja dech ke riyant_august@yahoo.com
September 30, 2007 pukul 12:27 am
Ass.wr.wb. Pak Fuad Yth.
Saya mencoba memulai usaha bengkel cuci mobil sekaligus salon mobil. InsyaAllah utk pekerjaan fisik bangunan minggu depan selesai semua. Yg jadi kendala bagi saya adalah lokasi tempat usaha saya yg kurang strategis. saya mohon ide, petunjuk dan saran bapak atau ide2 kreatif dan inovasi bagaimana caranya agar usaha ini berjalan baik & sukses?
Oktober 1, 2007 pukul 1:59 pm
@ Agus R
Ini jarang-jarang nich, biasanya ingin buka usaha tapi nggak punya modal. Nah ini ada modal bingun mau buka usaha apa…. Silahkan atuh bikin sinergi, banyak lho yg butuh modal.
Kalau mau jalan sendiri, ya dimulai saja. Kalau masih bingung saran saya kumpulin dulu informasi yang cukup dan mendukung. Misalnya mau rental Play Station ya tanya-tanya sama yang sudah jalan apa dan bagaimananya. Nanti kalau sudah cukup informasinya tinggal jalan.
@ Andri
Kalau merasa lokasinya kurang strategis, mungkin bisa dimaksimalkan dalam promosinya. Intinya bagaimana caranya agar orang tertarik masuk ke lokasi yg nggak strategis tadi. Cara berpromosi juga banyak, bisa lewat selebaran, spanduk, dan lain-lain.
Selain itu buatlah bisnis Anda menjadi bisnis yang amat sangat unik, sehingga orang akan mudah ingat, mudah mengenali, dan kalau sudah mencoba bisa ketagihan. Maaf saya belum pernah bisnis salon mobil jadi kurang tahu detailnya.
Salam
FM
Oktober 1, 2007 pukul 4:20 pm
ass.ykh pak fuad .salam kenal.saya ibu rmh tangga.tinggal saya di desa .tapi saya pingin punya usaha sampingan yang bisa membantu ekonomi keluarga.sekarang saya membuat jilbab.tapi saya punya kendala di pemasaran.disamping itu,kendala lain yaitu modal saya selalu habis.karena pengeluaran selalu lebih besar dari pendapatan.bagaimana cara menyiasatinya .segala usaha yang saya bisa sudah saya coba.karena saya termasuk orang yang gila kerja.trimakasih atas sarannya.salam
Oktober 1, 2007 pukul 4:37 pm
Wass. Wr Wb.
Bu Siti salam kenal kembali. Saran saya fokus dengan apa yang dikerjakan saat ini Bu. Salurkan energi ‘gila kerja’ ibu untuk mengupayakan usaha yang sedang dijalani menjadi lebih maju dan lebih besar. Jadikan ajang coba-coba kerjaan menjadi pengalaman mencapai kemajuan di usaha yg sekarang dijalani.
Untuk jilbab, saya pikir masih memiliki prospek yang bagus. Kuncinya temukan segement yang cocok dengan model, type, dan harga jilbab Bu Siti, insyaAlloh bisa maju. Di toko saya ada satu produk jilbab yang mulai diminati tapi pasokannya sulit. Artinya masih ada peluang di bisnis jilbab.
Mengenai keinginan punya usaha sampingan, mendingan ganti keinginan ibu menjadi usaha yang tetap, maju dan besar. Karena kalau usaha sampingan hasilnya juga sampingan Bu.
Untuk pemasaran …. karena saya baru punya pengalaman menjual jilbab di toko, asal model dan harganya cocok dengan keinginan pembeli saya pikir bisa laris. Masalahnya mencocokkan keinginan pelanggan yang butuh upaya tersendiri.
Kalau boleh minta gambarnya Bu, siapa tahu kita bisa kerja sama.
Mudah2an usahanya terus membesar ya Bu.
salam
FM
Oktober 15, 2007 pukul 12:19 pm
Kepada Bapak sudilah menolong saya. Saya membutuhkan bantuan laptop tidak harus yang baru, yang penting bisa untuk mengetik dan untuk menambah penghasilan saya. Saya hanya Pegawai Tidak Tetap sudah 14 tahun mengabdi tapi belum diangkat jadi PNS. Karena dengan honor yang di bawah UMR maka saya ingin membuka jasa pengetikan untuk menambah biaya hidup. Dan saya berikan alamat kerja saya apabila Bapak mau memberi saya bantuan laptop.
Nama : G. Dono Indarto
Alamat : SMA Negeri 6 Purworejo Jalan Tentara Pelajar Km. 4 No. 210 KP 54171
Tidak lupa saya haturkan terima kasih yang sebesar-besarnya
Oktober 16, 2007 pukul 12:54 am
Salam Kenal P. Fuad , Saya seorang Karyawan yang ingin menambah penghasilan. Meskipun modal pas-pasan saya berusaha meniru beberapa orang dengan prinsip BOBOL = Berani Optimis Bisnis Orang Lain. Sementara ini saya menjadi agen produk dari Teh Rosella yaitu teh dari bunga Rosella yang mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan. Saya berharap dengan memulai usaha ini saya bisa mengumpulkan modal untuk membangun bisnis sendiri, sehingga dari prinsip BOBOL bisa saya tingkatkan dengan prinsip BOTOL = Berani Optimis Tenaga Orang Lain yaitu membangun usaha dengan bantuan Orang Lain(mis:mempunyai karyawan/pegawai sendiri dsbnya)
Untuk itu saya minta saran sama P.Fuad apa prinsip yang saya terapkan ini BENAR atau masih ada tahapan-2 yang lain.
Terima Kasih. Jika Ada rekan yang ingin info seputar Teh Rosella serta manfaatnya silahkan kunjungi blog kami di http://myrosella.blogspot.com
Oktober 23, 2007 pukul 8:54 am
Kalo masalah bisnis modal dengkul kayaknya sekarang sudah nggak relevan lagi. yang ada sekarang memaksimalkan kemampuan dan potensi sebagai modal utama. saya sendiri memulai bisnis konsultan dari satu pedagang kepedagang awalnya mereka hanya berkeluh kesah lalu saya beri masukan dan trik-trik simple yang mereka bisa menjalankan. lama-lama banyak orang datang kesaya dan beberapa teman menarankan saya untuk membuat sebuah lembaga konsultasi bisnis dengan sistem paket. akhirnya sayapun mampu membuat bisnis itu berjalan sampai hari ini. padahal saya saat itu juga nggak punya modal uang saya hanya memaksimalkan ilmu yang saya dapat dan saya sebarluaskan keorang lain. mungkin teman-teman mauberbagi ilmu saya akan sangat berterima kasih. pak fuad saya minta tambahan ilmunya thank
Oktober 23, 2007 pukul 3:41 pm
assalamualaikum pak fuad
bagaimana kabrnya ,mudah-mudahna baik-baik saja ya dan selalu dalam rahmat dan lindungan Allah
Saya sangat senang akhrinya dapat memabca dan mengenal sediktinya bapaka dari tulisan -tulisan bapak dan saya sanagt senang sekali jika sialturrahmi ini dapat terus berlanjut dan saya bisa dan dapat belajr banyak dari ilmu dan pengalaman yang bapak miliki dan siapa tahu bapak bisa jdi salah seorang mentor saya yang akan membimbing saya dalam berdagang.
Saya punya ketertarikan dengan bisnis lewat internet ,sudaha banyak saya buka-buka dan cari-cari kira -kira bisnis apa yang bagus dan cocok serta bisa saya jalankan,dan saya tertarik untuk mulai jualan lewat internet ,tetapi saya belum punya produk atau barnag sendiri yang akan dipasarkan ,idenya sih saya kerja sama dengan orang lain yang punya produk dan saya menjualkannya. tetapi ilmu saya tentang internet dan pemasaran internet masih cekak dan sanagt seidkit sekali , apa ya kira-kira saran dan bantuan yang bisa pak fuad berikan .
serat saya ada keinginan untuk membuka toko pakaiaan terutama pakaian muslim/muslimah baik itu baju koko , jilbab ,gamis dan sebagainay , tetapi say masih bingung bagaiamana untuk memulainya , pa yang harus saya lakukan untuk awalnya dan sebagainya .
Kebetualan juga saya sering buka blognya pak roni yuzirman yang terkenal dengan mante muslimnya yang dia orang minang yang banyak memberikan masukan dan tulisan-tulisan yang menyemangati . yang saya tnayakn apakah bapak kenal dengan pak roni tersebut yang merupakans alah seorang founder TDA , saya ingin mennaykan no kontak yang bisa dihubungi serta cara uttuk dapat bergabung bersama TDA , karean saya ingin berdagang pula dan saya ingin berbisnis pula dan juag karean saya orang minang juga dan juag klo bisa sekali no kontak pak fuad supaya saya bisa konsultasi atau diskusi. ini no kontak yang bisa bapak hubungi 081374917581 atas nama feri wahyudi .
terima kasih atas waktu dan kesempatan serat saran yang bpak berikan
wassalam
Oktober 25, 2007 pukul 9:14 am
@ G. Dono Indarto
Pak saya baru punya satu laptop itupun sudah jadi barang kesayangan anak saya dan jadi alat belajar anak saya. Saya mohon maaf belum bisa membantu Anda saat ini. Mudah2an ada pembaca yang budiman yang mau mengulurkan bantuan kepada Anda.
@ Adi
Saya tidak berani mengatakan benar atau salah dalam proses menjalani bisnis. Kalau memang tidak bertentangan dengan hukum, syariat, dan hati nurani berarti Anda di jalan yang benar. Proses bisnis tiap orang unik, tapi memang mengikuti pola-pola yang umum. Kalau memang dengan prinsip BOBOL dan BOTOL usaha anda bisa jalan, bisa menambah lapangan kerja, bisa memberi solusi bagi pelanggan Anda, saya pikir sudah bagus.
Kalau dengan BOBOL dan BOTOL malah menyusahkan diri sendiri, menimbulkan masalah dengan pihak lain, baru ada yang salah dalam menerapkannya. Apapun prinsipnya yang penting (meminjam istilahnya Mas Bambang Triwoko) anda tetap bisa “memberi dan melayani”.
@ Rendra
Wah seharusnya saya yang harus berguru kepada Anda. Semula saya membuat blog ini untuk memberi wawasan bagi pengusaha pemula, lama-lama malah jadi ajang curhat dan konsultasi. Tentu Anda lebih matang dan berpengalaman dalam memberi solusi bagi pengusaha Pemula. Boleh berbagi pengalaman Pak.
Menarik juga sistem paket konsultasi bisnis. Bisa jadi alternatif nich buat kedepannya…
@ Fery Wahyudi
Wa’alaikum salam Wr Wb
Untuk bisnis online saya sendiri masih belajar Pak. saya malah belum punya bisnis oneline. Mungkin lebih cocok belajar sama para internet marketer Pak, tapi biasanya kena charge. Kalau saya sich cuma baca-baca lewat blog dan artikel di beberapa website (yg saya cari lewat google).
Untuk bisnis busana, kalau memang Anda berminat dan siap berkomitmen menerjuninya, salah satu caranya ya belajar dari toko yang sudah ada. Anda bisa lihat, Amati, dan menirunya. Jika perlu lakukan modifikasi agar jalan lebih baik lagi. Setelah jalan tetap harus terus belajar dan memperbaiki kekurangan, serta terus berproses menjadi lebih baik lagi.
Tentang Pak Rony Yuzirman, saya sempat beberapa kali ketemu di acaranya TDA. Tapi memang belum sering berkomunikasi langsung dan lebih sering lewat milis TDA. Untuk bergabung dg komunitas TDA, boleh kirim email ke tangandiatas-owner @ yahoogroups . com [tanpa spasi ya] dan jelaskan maksud, tujuan dan latar belakang Anda, mudah2an bisa diterima.
Salam
FM
Nopember 19, 2007 pukul 10:08 am
Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam Kenal bapak Fuad. Saya adalah seorang karyawan yang ingin berbisnis. sebelumnya saya pernah berbisnis dengan membuka kedai makanan di daerah Malang. Awalnya bisnis itu lancar bahkan bisa dibilang sukses. tapi setelah memasuki tahun ke tiga kendala mulai datang dan akhirnya bangkrut. kebangkrutan ini salah satunya disebabkan oleh banyaknya kedai-kedai atau cafe-cafe baru yang buka. kemudian saya beralih ke bisnis penjualan pakaian & aksesoris. tapi tetap saja nggak bisa ramai ( sukses ). padahal tempat bisnis saya itu cenderung strategis. di pusat kota. di sekeliling banyak kantor kantor dan sekolah sekolah serta juga banyak toko atau mini market. Yang saya ingin tanyakan bagaimana bisnis yang baik dan tidak kalah saingan dengan pebisnis baru. dan usaha apa yang cocok didaerah yang telah saya gambarkan di atas. Perlu diketahui bahwa konsumen di sekitar tempat saya adalah menengah ke bawah, tapi dekat dengan tempat rekreasi. dan modal yang saya miliki tidak begitu besar. Mohon kepada pak Fuad untuk sudi memberi jalan keluar bagi saya. atas perhatian dan waktunya saya ucapkan terima kasih.
Wassalam.
Nopember 20, 2007 pukul 10:19 am
Bu Vivi, Anda sudah punya modal yang tak ternilai harganya sebagai bekal menggapai sukses berbisnis : yaitu Anda pernah gagal. Gagal bukanlah akhir dari perjalanan dan berarti kehancuran. Gagal adalah awal dari kesuksesan Anda asal mau bangkit lagi.
MEmbaca tulisan Ibu saya jadi berpikir “Kalau orang yang meniru bisnis Bu Vivi bisa sukses dan bertahan, seharusnya Bu Vivi bisa lebih sukses dong, kan lebih awal membukanya dan lebih pioneer”. Tapi saya tidak tahu persis kenapa Bu Vivi mundur dari bisnis kedai makanan (cafe), padahal pernah sukses.
Menurut saya seharusnya Bu Vivi fokus di bisnis yang memang disenangi. Kalau bisnis A gagal, pindah bisnis B. Bisnis B gagal pindah bisnis C. Bisnis C gagal, pindah bisnis D. Yaa kapan berhasilnya???
Jangan kambinghitamkan persaingan. Persaingan adalah wajar dalam bisnis, tinggal bagaimana kita menyikapinya. Gunakan kreatifitas untuk keluar dari persaingan, jadikan bisnis kita bisnis yang selalu unik. Orang lain boleh niru, tapi kita usahakan terus kreatif dan usaha kita tetap berbeda dg yg lain. Syukur2 kreatifitas kita bisa kita protek (dipatenkan misalnya) , sehingga konsumen punya awarness yg tinggi terhadap bisnis kita. Itu memang perlu proses. Dan prosesnya akan terus berulang dan tidak selesai2 kalau gonta-ganti usaha.
Untuk usaha yang cocok di daerah Ibu, maaf saya tidak ada gambaran. tentunya Ibu sendiri yang bisa menilai. Kalau dulu bisnis ibu ditiru dan yg meniru bisa sukses. Sekarang gantian Bu Vivi cari bisnis yg cocok, tiru dan ikuti, buat perbedaan dg yg lain dan terus fokus. Mudah2an bisa berhasil.
Salam
Fuad Muftie
Desember 7, 2007 pukul 3:46 pm
assalamualaikum wr,wb
salam kenal bapak fuad.
saya ini ibu rumah tangga ,dan mempunyai 4 orang anak yang masih kecil.
pak fuad,tentu nya di jaman sekarang ini,yang perekonomian melambung tinggi.terdorong hati saya untuk mencoba usaha rumah makan.Dan kebetulan saya ini suka sekali di dapur.terkadang saya ikut khursus memasak ,kue-kue,dll.
saya pernah memulai usaha saya dengan menjual roti.awal nya roti saya banyak peminat nya,tapi tahun kedua usaha saya mulai sepi.dan itu tidak membuat saya putus asa.saya putar haluan dengan membuat makanan pempek.karena di tempat saya
kota nya pempek.tapi usaha yang kedua pun gagal.saya pikir terlalau banyak saingan.
dan yang membuat saya sedih,kenapa orang -orang china bisa berhasil di negri kita ini.sedang saya begitu susah nya mencari pelanggan.mohon pak fuad dapat membantu masalah saya.perlu pak fuad tahu,saya ini orang yang selalu mau mencoba,walaupun belum berhasil.
Desember 10, 2007 pukul 12:59 pm
Wa’alaikum salam Wr Wb
Sudoh klop tuch Bu, Ibu suka masak, buka usaha kuliner. Jangan kecil hati Bu kalau kemarin2 belum lolos fit and proper test atas usahanya. Justru sekarang saatnya Ibu evaluasi faktor2 apa saja yg menjadi kendala. Jangan cuma terpaku pada masalah saingan. Coba introspeksi dari internal diri Ibu sendiri dulu.
Menurut saya bekal pengalaman Ibu pernah sukses menjual roti, bisa menjadi modal yg sangat bagus untuk kembali membuka usaha. Mungkin (menurut saya) yg membuat pelanggan lari karena jenis rotinya itu-itu saja, atau terjadi penurunan mutu, atau mutu yg tidak stabil (kadang enak, kadang nggak enak), atau faktor lain. salahkan diri sendiri dulu dan perbaiki sebelum menyalahkan orang lain. Karena orang lain nggak akan peduli dg gagalnya usaha Ibu. Ibu sendiri yg harus peduli. Coba evaluasi dulu dalam-dalam.
Kalau dulu pernah bisa membuat rotinya laku, mungkin nanti bisa dicoba lagi Bu dengan jenis yg lebih variatif, lebih kreatif dengan kualitas yg bagus dan harga yg pass.
Oh ya, kalau Ibu jualan roti gagal, terus ganti jualan pempek terus gagal, terus ganti usaha lain. Kapan mau berkembangnya Bu. Kalau saja waktu jualan roti terus penjualannya menurun, kenapa tidak tetap fokus di roti tapi dengan kemasan dan cara pemasaran yg berbeda, mungkin Ibu tidak perlu gonta-ganti jenis usaha. Gonta-ganti jenis usaha boleh saja yg penting harus cepat2 ketemu yg mau di-fokus-in dan ditekuni.
Masalah etnis yg lain koq lebih sukses, jangan fokus di masalah etnisnya Bu. Coba Ibu lihat kenapa mereka berhasil, mereka jaringannya bagus, semangatnya bagus, hidupnya hemat, dll. Kenapa Ibu tidak coba tiru, dengan merintis jeringan kerja (perbanyak silaturahim), lebih ulet lagi berusaha, lebih hemat lagi pengeluarannya, dan terus perbaiki diri.
Di kalangan pribumi banyak koq Bu yg sukses jadi konglomerat, kerena beliau-beliau benar2 menjalankan prinsip2 untuk mjd wirausaha yg tangguh.
Masalah susah nyari pelanggan? Kenapa Ibu tidak balik pikirannya, bagaimana caranya agar Ibu dicari-cari pelanggan? Nggak usah repot2 kan mencari2 pelanggan. Banyak lho Bu pengusaha2 kecil yg usahanya dicari2 pelanggan. Tinggal contoh saja kenapa mereka bisa begitu…
Semoga bisa membantu
Wassalam
Fuad Muftie
Desember 23, 2007 pukul 2:36 pm
Pak Fuad nitip cerita ya.
Disini banyak bebrapa saya baca “mengeluh”tentang modal. Memang modal dengkul gak bisa, tapi usaha tidak juga harus dengan modal besar. saya punya sedilkit cerita pengalaman saya yang mungkin bisa menjadi sedikit “motivasi”. 3 tahun yang lalu saya penegn sekali buka usaha, tapi modak cekak banget. lalu saya liat ada spanduk dijalan berbunyi “dengan modal 250 rb anda sudah bisa berjualan pulsa”. Saya datangi tempat itu. dalam pikiran saya toh kalo tidak laku saya pakai isi HP suami saya. Uang 250 rb saya “pinjam” dari jatah pulsa suami saya utk 3 bulan (per bulan maks 100 rb :)). HP utk transaksi juga pinjam suami saya. Per transaksi saya hanya mengambil keuntungan paling buanter 500 rupiah. Transaksi pertama saya salah memasukkan no orang, melayanglah pulsa as 50 rb (harga 54 rb). hampir nangis rasanya. Saya hampir putus asa, tapi saya lupa alasannya akhirnya saya tetap jualan. Learning by doing akhirnya saya tau mana kulakan yang murah, bagaimana caranya, dsb dsb singkatnya sekarang sehari minimal saya dapat 500 transaksi perhari. Akhirnya saya mulai butuh komputer, sofwtware dsb. Komputer adik saya, saya boyong ke toko (walaupun awalnya sempat protes). Alhamdulillah sekarang sudah ada komputer khusus utk jualan. Bisa langganan speedy sampai saya bisa nyasar kesini. Sekarang mulai buka all operator kecil2an, semoga bisa berkembang. amin.
intinya saya ingin share bahwa mau usaha jangan muluk2 dulu. Harus begini, harus begitu. Modal harus segini, harus untung segitu. Ya susah mulainya kalau begitu. Liat sekitar kita, apa yang mungkin bisa laku. Memang gak mungkin modal degkul. Tapi dengan uang 100 Rb plus ikhtiar plus doa, saya yakin kita akan bisa melakukannya.
BTW saya setuju tuh dengan usulan yang 10 rb per bulan.
terima kasih
Desember 24, 2007 pukul 11:02 am
Yach otak adalah segalanya man…
Desember 27, 2007 pukul 12:18 pm
@ Bu Iddah
Bu Idah, saya minta ijin tulisan Ibu saya pasang di postingan sendiri ya Bu. Terus terang saya juga agak ‘kuwalahan’ dan ‘bingung’ bagaimana caranya meyakinkan para calon pengusaha bahwa untuk memulai jangan muluk2 dengan modal yang besar dulu, mulai saja dulu dari yang ada. Banyak kisah sukses yang selalu diawali dari modal nol bahkan minus, tapi banyak yang masih beranggapan usaha akan sukses kalau modalnya besar. Nah dengan contoh nyata dari Bu Idah, semoga semakin banyak yang tercerahkan dan yang penting mau segera memulai dari apa adanya…
Mengai usulan 10 ribu perbulan, memang usulan yang bagus dan idealis. Tapi rupanya dari yang mengusulkan sendiri sampai saat ini tidak ada jawaban. Mungkin yang paling pas kalau dibentuk koperasi, karena badan usahanya jelas, AD/ART-nya jelas, penanggungjawabnya juga jelas, dan sudah terbukti / teruji.
@ Rachman H
Wah.. apa nggak berlebihan tuch… Otak memang memegang peranan penting tapi perlu juga didukung nurani yang matang, hati yang bersih, dan segala aspek kulitatif lainnya yg juga berpengaruh bagi kemajuan individu seseorang.
Wassalam
Fuad Muftie
Januari 27, 2008 pukul 12:35 am
slam kenal mas fuad,bicara soal usaha,emang gampang-gampang susah,itu saya alami sendiri.Usaha pertama saya dulu sempet buka toko dan salon rias pengantin dan itu bermodalkan ya boleh dbilang lumayan besar.juga boleh d bilang modal mepet,tapi itu cuma berjalan ngk lama kurang lebih 2 tahun aja.dan kami rugi dan sempat saat itu saya bingung dan utk semntara waktu tidak memikirkan tentang usaha.
Sekitar setahun saya mulai berfikir untuk membuat usaha kembali,itupun juga modal pas2an ternyata hasilnya nol dan ini berjalan tidak lama,kadang berfikir apa yg membuat semua ini berhenti di tengah jalan,d ambil garis besarnya aja bahwa bwasannya saya telah 3 kali ggal di dalam bidang usaha sendiri,sampai sekarang ini saya masih bingung dan modal habis,sampai saya nekat jauh2 ke luar negri sekarang ini cari modal buat usaha,mungkin mas fuad bisa kasih coment gmn solusinya,karena boleh d bilang juga saya ini bermodal nekat,mungkin mas fuad bisa kasih saran,saya juga mempunyai gambaran untuk sekarang ini untuk mendirikan rumah kost,,,tapi ini masih gambaran yang sampai saat ini masih saya fikirkan,karna saya tak mau gagal untuk sekian kalinya terima kasih ,wassalam
Februari 25, 2008 pukul 9:01 pm
modal pertama seorang pengusaha adalah kredibilitas.. ada kredibilitas maka akan timbul komitmen.. sederhananya begitu..dan permasalahannya adalah bagai mana membangun nilai2 kredibilitas dalam diri kita..?! banyak orang yang menilai sesuatu itu dalam bentuk finansial/uang.. itu mah kecil.. garong juga banyak yang dapat uang..!! dan ternyata faktor kredibilitas, dan komitmen hanya diberikan kepada orang yang telah terbukti dan teruji kejujurannya.. islam juga mendidik kita untuk cari untung..misalnya pahala dan syorga.. itu khan untung..!! ingat …!! nabi kita juga seorang pengusaha yang tangguh dan ternama..disegani banyak orang..!! gini aja deee… klw pengen jadi pengusaha sukses .. kita harus jujur dan cakap memuaskan
Februari 27, 2008 pukul 12:51 pm
@ Fajar Nur
Saya pikir jawaban dari Pak Afdal sangat tepat, gagal boleh berulang kali, tapi jangan sampai gagal membangun kredibilitas / kepercayaan. Nabi Muhammad SAW sangat dipercaya sama musuh2nya, karena sangat kredibel dan mendapat julukan Al Amin. Bayangin musuh saja percaya!
Kemudian maknai kegagalan bukan sebagai akhir segalanya. Gagal adalah umpan balik yang memberitahu kita bahwa strategi yang kita jalani belum tepat dan kita diingatkan untuk mengganti dengan strategi yang lain.
Yang membuat orang sukses hanya satu, yaitu bangkit lagi setelah gagal.
@ Afdal
Terimakasih banyak atas masukannya, sekaligus mengingatkan diri saya sendiri untuk selalu membangun kredibilitas.
Wassalam
Fuad Muftie
April 1, 2008 pukul 8:38 am
Saya adalah guru Honorer Di SMA DI jkt Timur, usia 28 tahun Mas Fuad, saya tertarik melihat tulisan teman-teman tentang Bagaimana memulai usaha, saya Melihat wacana tentang Bagaimana memulai usaha ini sangat tertarik sekali, terutama untuk meningkatkan pemahaman dan mempelajari pengalaman-pengalaman Teman-teman yang luar biasa di forum ini, begitu bersemangat dan berjuang untuk memulai usaha yang baik..saya sependapat dengan mas Fajar Nur, apabila kita ingin menjadi Pengusaha yang Berhasil, haruslah Membangun kepercayaan.. bagaimana market percaya bahwa produk kita baik, harga kita baik, dan juga pelayanan kita baik,..jadi intinya selain Berusaha tentunya Kita juga Harus terus Belajar membangun kepercayaan yang lebih baik…..sy juga mohon support teman2, bapak, ibu, saya sedang lg berusaha dibidang alat2 musik second, kalo ada yang memiliki alat musik yang sudah tidak digunakan lagi drum/gitar/keyboard/amplyfier/bass/efek gitar atau apa saja…bisa sms/hubungi saya, Restu 08128811297 / 089988726568 , atau yang menginginkan alat musik second bisa menghubungi saya jg..Terima kasih atas Informasi dan masukan Rekan-rekan sekalian.. Untuk mas Fuad thanks atas masukan-masukannya jg.
April 3, 2008 pukul 10:00 am
Pak Restu
Terimakasih Pak…
Sukses ya Pak atas usaha permusikannya. Usaha musik termasuk usaha yang tidak ada matinya. Apalagi sudah menyangkut hobby dan gaya hidup, bisa2 orang akan bersedia menghabiskan penghasilannya untuk menyalurkan hobby.
Mudah2an terus berkembang ya Pak.
Fuad Muftie
April 9, 2008 pukul 10:57 am
Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
trima kasih pak fuad atas masukan tentang bisnis, jangan cuma modal denkul karena dah gak jaman lagi tetapi harus modal Otak… aku setuju banget tuch….
sedikit cerita aja, neeh pak, sekalian minta kritik dan saran yang membangun… saya masih kerja di sebuah yayasan yang masuk dari senin-jum’at dan sabtu & minggu juga sering digunakan tuk kegiatan lain… dengan penghasilan dari yaysan dan kegiatan lainnya saya rasa kurang mencukupi, terlebih dalam waktu dekat mo menikah….
selama ini sya coba berbisnis sesuai dengan keahlian dan hobby saya yaitu bisnis jual komputer rakitan beserta aksesorisnya seperti printer dan sebagainya dengan menggunakan brosur fotokopian sebagai media promosi serta internet. tetapi karena sibuk selama seminggu yang kadang-kadang full, brosur tsb jarang tersebar, hanya sekitar yayasan serta temen2 saja, jadi bingung neeehhhh….
trus ada ide lain yang sesuai dengan keahlian saya yang lain yaitu membuat WARNET serta desain grafis, digital printing dsb…. walaupun poenya semua vendor dan sistemnya tapi butuh modal yang gak kecil…..
dan pada akhirnya, saya minta masukan-masukan dari temen2 dan pak fuad tentunya… sya dapat di hubungi pada 021-98692781 or iyan82@gmail.com or chipax_team@yahoo.com
April 9, 2008 pukul 11:45 am
Wa’alaikum salam Wr wb
Mas Iyan mulailah munculkan keyakinan bahwa dengan menikah akan memperlancar dan membuka pintu rejeki lebih besar lagi. Hindari keyakinan dengan menikah akan semakin sulit karena rejeki saat ini yg masih terbatas. Yakinlah dengan janji Alloh SWT.
Sebagai langkah nyata atau ikhtiar kita memang harus berusaha memperbaiki atau memperluas usaha kita agar terus maju. Membaca komentar Anda, ada satu hal yang masih menonjol yaitu “One Man Show”, semua anda kerjakan sendiri. Buka usaha sendiri, promosi sendiri, dll. Mulailah belajar untuk mendelegasikan ke orang lain dan belajar membentuk team work.
Misalnya untuk nyebar brosur, serahkan saja pada Saudara atau pada anak-anak jalanan. Dengan ongkos secukupnya, brosur bisa nyebar ke mana-mana.
Demikian juga dengan rencana membuat warnet, mulailah membentuk teamnya. Bisa dimulai dari team imajiner dulu, kira2 nanti cocoknya kerja sama dengan siapa. Dan bagaimana sistemnya, itu dibayangkan dulu saja, kalau blm bisa direalisasikan. Sekalian sambil menunggu modal terkumpul atau sekalian digunakan untuk menggalan modal dan sistem kerjasamanya.
Semoga bisa membantu dan selamat berkarya
Fuad Muftie
April 14, 2008 pukul 8:53 am
usaha doa dan ikhtiar
yuk kita menjadi wirausahawan
salam,
idebisnisusaha.com
April 15, 2008 pukul 10:09 am
minta ijin, artikel dicopy ke HD.
terima kasih Boss.
April 16, 2008 pukul 11:04 am
@ Ide Bisnis Usaha
ayok rame2 jadi pengusaha.
@ Trijokobs
Silahkan Boss, semoga bermanfaat
Fuad Muftie
April 25, 2008 pukul 5:24 pm
alhamdulillah terjawab sudah apa yang dimaksud dengan Modal denGkuL…
terimkasih pak Fuad,,, Blog yang bagus penuh inspirasi
insyaAllah saya akan menjadi seorang pengusaha dengan bermodal Otak
insyaAllah dilain waktu saya mohon pencerahanya kembali untuk dapat memulai bisniz.
terimakasih wassalamualikum
Mei 5, 2008 pukul 5:36 pm
Terimakasih Pak Amir, semoga artikelnya bermanfaat.
Untuk memulai bisnis ya… mulai saja Pak dari yang Pak AMir bisa … nanti baru diperbesar…
Wassalam
FM
Mei 29, 2008 pukul 11:15 am
salam kenal, saya mohon blog ini tetap aktif pak Fuad, pikiran saya benar2 terbuka untuk nekad melakukan usaha sendiri dengan modal otak, saya punya modal yang pas2 an yakni 7juta rupiah, saya ingin memulai usaha kecil untuk jual beli motor bekas, saya kira dengan modal 7 juta saya pasti bisa memulai usaha dengan membeli satu buah motor terlebih dahulu, mohon doanya dari teman2 sekalian semoga kita berhasil.
Mohon diberikan informasinya untuk mendapatkan ide tentang “Bagaimana mengatasi rasa takut memulai bisnis”, kalo boleh jujur, sampai skarang saya masih punya perasaan takut untuk memulai bisnis dengan modal pas-pasan, salah satunya karena takut gagal dan tidak bisa makan, saya juga tidak punya pengalaman dibidang motor. apakah sambil berjalan pengalaman itu bisa datang dengan sendirinya?
Kalau menurut pak Fuad, bagaimana prospek jual beli motor pak, apakah bapak punya ide atau sumber untuk bertukar pikiran dan pengalaman mengenai bisnis jual beli motor dari kecil2an bahkan dari nol.Mohon pencerahannya,
THanx’s berat pak.
Mei 29, 2008 pukul 4:55 pm
InsyaAlloh sepanjang saya mampu, saya tetap ingin menulis dan berbagi di blog ini.
Modal 7 juta bukan modal yang pas-pasan, itu sudah banyak. Mudah2an berawal dari 7 juta bisa menjadi 700 juta, atau 7 milyar nantinya. Saya kurang faham tentang seluk beluk jual beli motor, silahkan bertanya pada ahlinya.
Tentang ketakutan, itu wajar saja, Yang tidak wajar adalah membesar-besarkan rasa takut yang tidak seharusnya. Berdagang itu mulia dan 9 dari 10 pintu rejeki itu dari perniagaan. Jadi tidak ada alasan nggak mau memulai berdagang karena takut tidak bisa makan.
Boleh Anda introspeksi, sejak lahir sampai sekarang, pernah kesulitan makan nggak? Alloh SWT yang menciptakan perut bagi kita, maka Alloh SWT pasti sudah menjamin isi perut kita. Justru dengan berdagang kita bisa dan mungkin bisa menjadi jalan bagi terisinya perut orang lain.
Sudah barang tentu, pengalaman akan bertambah dengan berjalannya usaha Anda. Anda tidak akan mendapat pengalaman kalau tidak mau memulai. Gagal hanyalah halte / tempat peristirahatan untuk melanjutkan perjalanan sukses berikutnya.
Prospek jual beli motor, saya pikir masih terbuka lebar. Baik motor baru maupun motor bekas masih berpeluang. Belum lagi bisnis spare partnya pasti masih terus dibutuhkan. Tapi mohon maaf saya belum punya referensi untuk anda bertanya dan berkonsultasi mengenai bisnis jual beli motor ini.
Barang kali ada pembaca lain yang bisa membantu?
Wassalam
Fuad Muftie
Juli 22, 2008 pukul 3:31 pm
wah sulit pak memulai usaha dengan modal dengkul….
from http://blog.aprillins.com yes this is aprillins aprillins aprillins!
Juli 22, 2008 pukul 4:30 pm
You CAN if you think you CAN
You CAN’T if you think you CAN’T
Memang SULIT kalau anda berpikir itu SULIT.
Salam FUNtastic
Fuad Muftie