Membuka usaha dari rumah sendiri bisa menjadi salah satu pilihan untuk memulai langkah pertama sebagai pengusaha. Kita ketahui banyak pengusaha sukses yang mengawali karirnya dari rumah. Dan banyak pula perusahaan besar yang awalnya dirintis dari rumah pendirinya.
Memiliki usaha dari rumah akan menghemat investasi pada tempat / lokasi. Karena tidak perlu menyewa dan tidak perlu membelinya. Kalaupun rumah kita masih ngontrak, rumah yang kita kontrak akan menjadi lebih produktif dan tidak sekadar ditempai untuk tidur semata.
Di era digital saat ini, peluang untuk membuka usaha dari rumah terbuka sangat lebar. Kita bisa membuka usaha penjualan barang maupun jasa lewat internet. Asal barang dan jasa yang kita jual banyak yang membutuhkan dan web site yang kita buat bisa menjangkau calon pembeli, maka peluang mendulang uang lewat internet sangat terbuka.
Tidak hanya bisnis melalui internet, bisnis tradisional atau konvensional-pun bisa dimulai dari rumah. Syukur-syukur rumah kita ada di tempat yang strategis, maka kita memiliki kesempatan besar untuk mendatangkan konsumen.
Tapi bagaimana kalau lokasi rumah kita tidak strategis? Saya kira peluang untuk memiliki dan mengatur usaha dari rumah tetap ada. Berikut ini saya ceritakan salah satu sepak terjang seorang rekanan bisnis kami (rekanan Kios Addina).
Ia seorang wanita yang memiliki bisnis yang sangat lumayan menurut ukuran saya. Dan dia menjalankannya lewat rumah. Strategi yang ia pakai adalah Konsinyasi, strategi yang mudah bukan?
Kebetulan, dia memproduksi sendiri beberapa jenis gamis dan makanan ringan. Barang-barang yang ia bikin, ia titipkan ke beberapa kios, toko, dan butik. Bahkan ia menitipkan penjualan makanan ringan ke beberapa pedagang kaki lima.
Tidak hanya barang buatan sendiri, setiap ada peluang dia juga menitipkan barang-barang yang dia beli dari produsen lainnya. Kuncinya di sini adalah networking dan kemauan untuk menjalin networking yang baru.
Pada hari-hari tertentu dia keliling dari kios ke kios, dari toko ke toko, dari butik ke butik, dan dari PKL ke PKL lainnya untuk mengecek barang dagangannya, menagih bayaran untuk barang yang laku, dan menitipkan kembali barang-barang baru untuk mengganti yang sudah laku atau menukar dengan barang yang tidak laku.
Ketika ditanya penghasilannya, dia bilang yach.. lumayan dan tersenyum penuh makna
.
Yang jelas dengan cara ini, dia bisa punya banyak toko tanpa perlu menyewa toko dan tanpa membeli toko. Iapun bisa mengatur sendiri irama bisnisnya.
Semoga bermanfaat
Salam
Fuad Muftie
Owner Kios Addina
©2006 http://fuadmuftie.wordpress.com


April 16, 2007 pukul 3:24 pm |
Tapi bagaimana untuk menghindari penipuan? Soalnya ada teman saya yang menjalani bisnis semacam itu, tetapi barang hilang dan modal hilang.
April 16, 2007 pukul 3:59 pm |
Penipuan bisa terjadi dimana saja, kita kerja sebagai karyawan juga berpeluang untuk ditipu. Kita nggak ngapa-ngapain juga bisa ditipu. Dalam bisnis juga sering terjadi tipu menipu. Yang kami lakukan di Kios Addina adalah selalu waspada. Hindari bisnis yang tidak wajar. Karena umumnya sifat bisnis adalah KEWAJARAN. Kalau ada yang tidak wajar, harus waspada dan hati-hati.
Kalau mau nitip untuk konsinyasi, tentu harus dipelajari dulu orang yang akan dititipi. Terlebih dulu, bina rasa saling percaya. Kalau kita nggak yakin / nggak percaya cari yang lainnya saja. Perhitungkan kemungkinan ditipu tadi sebagai resiko, sehingga kita harus menghitung jangan sampai resiko seluruh modal habis kalau-kalau kita ditipu.
Yang bisa kami lakukan selain waspada adalah do’a karena itulah tameng pamungkas kita terhadap tipu daya orang jahat. Jangan lupa sisihkan sebagian rizki kita buat disumbangkan, karena shodaqoh akan membuat harta kita barokah. Kalau harta sudah barokah, nggak bakal lari ke orang lain. InsyaAlloh.
Salam
FM
September 15, 2007 pukul 12:43 pm |
terimakasih
September 15, 2007 pukul 8:49 pm |
ok
September 17, 2007 pukul 2:55 pm |
@ Lidya
Terimakasih kembali
@ gondut
Oke juga
Salam
FM
Februari 16, 2008 pukul 10:40 am |
Usaha apa nich yg cocok dengan modal yang ga banyak,,,,,,,,,ada saran ga…..
Februari 16, 2008 pukul 10:43 am |
Usaha yang bisa menghasilkan duit cepat, apa yachhh
Februari 18, 2008 pukul 7:49 am |
Usaha dg modal yg nggak banyak: Makelar, atau jadi mantunya pengusaha.
Usaha yang bisa menghasilkan duit cepat: jadi mantunya pengusaha.
Pesan saya sich, coba ubah mind set, pola pikir, atau keyakinan Anda tentang bagaimana memulai dan menjalankan usaha. Usaha tidak hanya masalah modal dan cepat tidaknya menghasilkan duit. Usaha itu perlu proses, kalau Anda bisa mencintai prosesnya, apapun hasilnya akan dengan senang hati Anda jalani.
Wassalam
Fuad Muftie
Februari 19, 2008 pukul 10:16 am |
pingin tanya, memang ya berdasarkan teori dana/modal usaha bukan segalanya untuk memulai bisnis, tapi pada kenyataanya tanpa punya modal sangaaat sulit tuk buka usaha. sharing dong cara kiat-kiat tuk dapatkan dana awal dengan otak kita dan mudah di aplikasikan. hrp. Bls
Februari 19, 2008 pukul 2:02 pm |
Kalau cuma buat mengawali kiprah berbisnis, sangat-sangat mungkin dan bahkan mudah untuk memulainya tanpa modal uang. Saya waktu masih SD pernah melakukannya.
Saya tinggal datang ke tempat Bulik (tante) saya yg punya toko kelontong dan saya pinjam beberapa bungkus kembang api untuk di jajakan di pasar. Saya dapat uang (bagi hasil) tanpa modal.
Yang harus Anda pilah2 adalah masalah skala bisnisnya. Kalau kita memulai usaha tanpa modal uang, jangan terlalu ngoyo (memaksakan diri) untuk memulai usaha dg skala besar. Kecuali anda memang punya sumber daya-sumber daya (resources) yang memadai.
Menjalankan usaha tanpa modal uang, harusnya diniatkan untuk mengumpulkan modal. Baru setelah modal terkumpul, kembali diputar untuk membesarkannya dan baru buka usaha yg diinginkan setelah mencukupi modalnya.
Cara lain, kalau tidak punya uang ya pinjam. Kita bisa membuka usaha dengan uang pinjaman orang lain. Potensi untuk bisa membuka usaha dengan modal sekecil mungkin itu terbuka lebar, tinggal kita bisa menangkap peluang tsb atau tidak dan mau menjalankannya atau tidak.
Wassalam
FM
Mei 24, 2008 pukul 4:18 pm |
Assalamualaikum Pak Fuad…
Saya seorang ibu rumah tangga dari Semarang yang saat ini baru memulai bisnis online. Sebelumnya saya hanya berjualan kecil-kecilan di rumah saja. Tetapi setelah saya membaca tulisan2 bapak di sini saya termotivasi untuk menekuni bisnis online. Saya menjual pakaian dan aksesoris bayi & anak. Selama ini yang menjadi kendala saya adalah modal yang terbatas, sehingga produk jualan saya pun masih sedikit.
Saya ingin bertanya, bagaimana caranya membuat web yang menarik dan tampak “menjual” karena yang saya perhatikan selama ini respon peminatnya masih sedikit, ada beberapa yang bertanya tp setelah itu tidak ada kelanjutannya. Lalu bagaimana cara Pak Fuad dalam menentukan harga jual, maksud saya berapa prosentase laba yg harus diambil dan pertimbangan-pertimbangan apa yang biasanya Bapak ambil. Karena menurut saya selama ini harga jual saya masih terjangkau dan jika dibandingkan dengan online shop yg lain rata-rata sama. Malahan ada beberapa yang mungkin lebih mahal dari saya. Selama ini saya sering bingung untuk menentukan harga jualnya karena takut kemahalan dan akhirnya tidak ada yang beli. Untuk diketahui, saya banyak ambil barang di Jakarta, sehingga ada ongkos kirimnya.
Kemudian selama ini yang saya rasakan kok saya belum pernah merasakan laba dari hsl jualan saya. Karena setiap kali ada uang masuk saya selalu putar lagi untuk kulakan barang. Jadi, mohon petunjuknya kira-kira bagaimana sebaiknya.
Sekian dulu pertanyaan saya karena sebenarnya saya masih punya banyak pertanyaan. Mohon penjelasannya. Terima kasih.
Wassalam
Mei 27, 2008 pukul 4:51 pm |
Sebernarnya memulai usaha apapun tetap memerlukan modal. Misal Tenaga,
ataw kalo kita pinjam modal dari keluarga / teman itu juga termasuk modal (modal hutang). Jadi saya sampai saat ini tidak setuju kalo ada yang bilang membuat usaha tanpa modal.
Mei 29, 2008 pukul 4:08 pm |
@ Niar
Selamat ya Bu Sudah punya bisnis online, saya malah belum nich, he… he.. he…
Saya juga ada niat meng-on line-kan toko saya, InsyaAlloh dlm waktu dekat, saya sedang belajar Bu.
Kabar baiknya untuk bisnis OL kan relatif butuh modal kecil daripada harus buka toko. Barang tidak harus bikin stok yg banyak, bisa bergantung pada pesanan. Ada pesanan baru disiapkan barangnya. Atau bisa kerja sama dg pihak lain untuk menyediakan stoknya, kita cuma bertugas memasarkan saja, begitu kan?
Untuk membuat website online yg menarik, saya juga blm punya pengalaman Bu. Saran saya sich, lihat saja website yg menurut ibu bagus dan bisa menjual. Tinggal diikuti caranya, dicontoh, terus kita modifikasi sesuai keinginan kita.
Untuk menentukan harga jual, saya sich ngikut harga dari suplier, karena produk yg saya jual sudah ditetapkan harganya sama suplier. Untuk produk lain ya tinggal menyesuaikan diri saja.
Untuk ‘merasakan’ labanya, ibu sudah membuat pembukuan belum Bu. Dari pembukuanlah kita tahu persis kita untung atau rugi. Kalau untung kemana saja uangnya dibelanjakan. Disitu bisa kelihatan sekali dan bisa menjadi bahan evaluasi berikutnya.
@ Hadi Wiyono
Yup, saya setuju semua usaha perlu modal. Cuma dalam konteks ini yg dimaksudkan modal adalah generalisasi dari modal uang. Sering sekali saya mendapat keluhan “saya mau usaha tapi tidak punya modal”. Nah masak sih tidak punya modal otak, tidak punya modal tenaga, tidak punya modal jaringan teman2.
Makanya saya juga ngikutin bahasa yang demikian.
Wassalam
FM
Juni 4, 2008 pukul 7:17 pm |
ASSLM.
pAK SAYA TERMASUK ORANG YANG KETINGGALAN NI…TAPI SAYA MASIH PUNYA KEINGINAN KERAS UNTUK TAK TERGANTUNG ORANG LAIN ARTINYA NGGAK JADI PEKERJA TERUS(SUAMI), SAYA IBU RUMAH TANGGA SAYA INGIN MULAI MERINTIS USAHA DARI SEKARANG ..CUMA SAYA NGGAK NGERTI HARYS MULAI DARI MANA DAN PADA BIDANG APA, SEKARANG SAYA TINGGAL DI qATAR. mOHON SARAN. Minta ijin ngelink pak, thanks sebelumnya semoga bapak success & happy. Wassalam
Juni 5, 2008 pukul 10:14 am |
Wa’alaikum salam Wr Wb
Bu Renny, itu juga yang saya bingungkan waktu muncul keinginan buka usaha. Tips nya perbanyak wawasan dan perbanyak pilihan.
Wawasan tentang bisnis terus kita perbarui dengan banyak belajar, baik lewat buku, seminar, artikel online, bertanya pada pengusaha yang sudah jalan. Dengan bertambahnya wawasan InsyaAlloh pilihan-pilihan untuk memulai usaha akan muncul.
Atau kalau sudah tidak sabar, langsung saja memulai dari apa yang ada di sekitar kita. Kalau disekitar kita ada peluang langsung saja di mulai. Misalnya kalau di Jakarta yang paling gampang, buka saja outlet burger, atau es buah, atau makanan ringan. nanti kalau sudah jalan baru diperbaiki.
Saya belum pernah ke Qatar, jadi blm ada gambaran. Tapi intinya tetap sama Bu, mulai saja dulu dari yang ibu sukai, dari yang kecil dulu, dari yang terjangkau oleh pikiran, tenaga, modal kita.
Wassalam
FM
November 11, 2008 pukul 12:30 am |
bagus sekali pak blognya…., bisa tukeran link kagak ya…
begini pak, saya ini mulai jualan baso ( per bungkus isinya 100 biji) di internet…, mulai dari blog aja bisa tidak ya?
November 13, 2008 pukul 2:39 pm |
assalamualaikum pak
minta sarannya dong mengenai buka usaha sendiri atau frenchise, serta untung ruginya,
Terima kasih
November 25, 2008 pukul 1:29 pm |
@ deden luo
terimakasih Pak Deden, untuk jualan bakso di internet, kalau nggak dimulai kita tidak akan tahu bisa atau tidaknya. Kalau secara umum sich mungkin-mungkin saja Pak, setidaknya di internet itu menjadi alat promosinya.
@ imam
Wa’alaikum salam Wr Wb
kayaknya sudah ada forum / situs yg khusus membahas franchise Pak, silahkan googling saja. Saya bukan yg kompeten untuk membahasnya, maaf ya…
Fuad Muftie
November 26, 2008 pukul 12:57 pm |
Thank u mas! jadi inspirasi buat saya
Desember 3, 2008 pukul 10:14 am |
Sama-sama Pak Rizki, Sukses buat Anda
Desember 27, 2008 pukul 5:44 pm |
Asssalammu’alaikum pak Fuad, saya senang sekali membaca postingan2 bapak, karena bisa memacu adrenalin saya untuk menjadi lebih sukses dlm berbisnis.
Saya skrng berjualan batik madura secara online,alhamdulillah penjualannya lumayan bagus. Sekarang ini saya juga sedang merintis berjualan jilbab dirumah (maunya sih sewa kios, tapi setelah tanya sana sini harganya muahal sekali, jadi saya dan suami putuskan utk berjualan dirumah saja).
Permasalahannya apakah usaha saya ini berprospek kalo saya jalankan dirumah mengingat diperumahan saya sudah ada 2 toko yg berjualan jilbab dan baju muslim, yang kedua bagaimana caranya supaya warga perumahan dan yg lainnya tahu bahwa saya juga berjualan jilbab dgn harga murah? Jilbab2 saya juga sdh ada yg saya pajang ditoko online saya.
Terimakasih pak Fuad atas tanggapannya, wah pertanyaan saya banyak ya pak, mohon maaf sekali lagi.
wassalam
=====
[Fuad Muftie]
wa’alaikum salam wr Wb
Bu Indah salam kenal kembali.
Menurut saya kalau di satu tempat sudah ada dua usaha yang sama bisa jadi memang prospektif, apalagi kalau dua-duanya sukses dan survive. Kalau kita mau juga masuk di bidang yang sama, kita mesti tampil beda dan lebih unik dibanding kedua usaha yang sudah ada. Kalau sama persis pasti akan berujung pada persaingan yang tidak sehat. Kalau bisa sich saling melengkapi sehingga semua bisa sukses dan semua bisa survive.
Kalau pingin orang lain tahu kita jual produk yang lebih murah, ya mesti promosi Bu. Promosi paling efektif dg biaya murah adalah promosi dari mulut ke mulut. Bisa dari orang yang puas belanja di tempat kita, bisa lewat forum arisan atau pengajian, bisa dari saudara-saudara kita yang kita minta ikut promosiin ke taman-temannya. dll Bisa juga lewat media promosi yang lain: brosur, spanduk, iklan radio lokal, dll
Semoga usahanya terus berkembang dan barokah ya Bu
Januari 3, 2009 pukul 7:54 am |
Assalamualaikum wr.wb.
Salam kenal pak Fuad, saya masih mencari peluang untuk buka usaha, tapi belum ada yang cocok. Mohon inputnya. Usaha apa yang bisa dikelola dari rumah. rumah saya tidak dilalui oleh trafik lalin yang ramai alias sepi. modal sekitar 10 jt an, di komplek perumahan yang agak depan sudah banyak sekali orang yang buka usaha berbagai jenis.
mohon ya pak.
wass w.w.
=====
[Fuad Muftie]
Wa’alaikum salam Wr Wb
Untuk menentukan jenis usaha yang akan digeluti lebih baik sesuaikan dengan passion /minat / bakat / hobi kita sendiri. Dengan modal yang sudah ada, banyak sekali jenis usaha yang bisa dijalankan dari rumah. Entah itu produksi sendiri maupun menjualkan produk orang lain. Entah itu menjual suatu produk atau menjual jasa. Tapi belum tentu kan usaha yang cocok buat satu orang akan cocok dengan minat anda.
Kalau usaha sudah sesuai dengan minat kita, kita akan enjoy menjalankannya dan enjoy membesarkannya. jadi tentukan dulu apa minat anda?
Januari 8, 2009 pukul 9:57 pm |
pak saya mau buka usaha tapi bingung
enaknya usaha apa yaa
yang ga ganggu jam kantor
=====
[Fuad Muftie]
Beli franchise Pak, ambil franchise yang operasionalnya semua ditangani pihak pemilik franchise, sehingga anda tinggal ongkang-ongkang kaki dan tidak akan mengganggu jam kantor anda.
Januari 15, 2009 pukul 4:59 pm |
salam sukses p.fuad… sy raka 25th krn bingung cr peluang usaha diluar mending manfaatin dulu yg didalam.. ingin sekali membahagiakan ortu.skr ortu punya usaha tailor,sedia pakaian+busana lainnya.terus ditambah accesories&perlngkpn skolah. rukonya seh cm di rumah lokasinya di dalam.tp alhmdlh byk yg brdtgn. skr ni pengen ditambah dg usaha border.. minta motivasinya+kiat utk mengembangkan usaha ortu itu. sekaligus memenej keuangannya,antara penghsln sy,ortu&pengaturan modal.. syukron p.fuad..^_^
=====
[Fuad Muftie]
Mas Raka, untuk memanaj keuangan, nggak perlu yang rumit2 dulu. Bisa dilakukan dg simple koq. Asal semua transaksi dicatat dan keuangan disimpan secara rapi, syukur dibuat rekening sendiri yang terpisah. Kemudian untuk mengambil hak kita pakai skema gaji, jadi kita tidak mengambil modal usaha, tapi mengambil hak kita berupa gaji. Terus jangan lupa, sebagian keuntungan terus diputar lagi menjadi modal, sehingga modal usaha terus membesar.
Untuk mengembangkan usaha ortu, dengan menambah usaha bordir saya pikir masih relevan dan masih sejalan dengan usaha utama anda yaitu tailor.
Januari 16, 2009 pukul 1:09 pm |
pa fuad sy ingin buka usaha kuliner (nasi liwet)tp saya blm ada chanel jurumasak yg sy inginkan.pa fuad bs bnt gmn cara dpt jurumsk?
=====
[Fuad Muftie]
Maaf saya blm pernah punya pengalaman merekrtu juru masak. Menurut saya sich tinggal cari saja juru masak yang kira-kira masakannya anda sukai dan ajaklah untuk melakukan kerjasama.
Januari 22, 2009 pukul 4:28 pm |
sekarang saya bekerja di negara jiran malaysia. dan rencananya saya mau pulang ke indonesia untuk memulai usaha. mohon petunjuk dari pak fuad langkah apa sebaiknya saya untuk mulai usaha di indonesia.
=====
[Fuad Muftie]
Waduh Pak Purwanto, pertanyaannya terlalu umum, jadi bingung menjawabnya Pak. Tinggal tentukan saja bidang usaha yang diminati, gunakan strategi ATM (Amati usaha yang sudah ada, Tiru usaha tersebut, Modifikasi usaha tersebut sehingga menjadi unik). Kalau mau mulai dari sekarang mungkin bisa dicari dulu partner atau mitra yang bisa diajak kerjasama atau paling tidak dari pihak saudara yang bisa diminta merintisnya terlebih dahulu, nanti sekembalinya Pak Purwanto ke Indonesia tinggal dilanjutkan dan dikembangkan.
Semoga bisa membantu
Januari 26, 2009 pukul 9:23 am |
Jadi sedih, sampai saat ini saya masih saja menjadi perencana bisnis.
Belum ada action untuk memulai walau keinginan sudah sangat besar.
=====
[Fuad Muftie]
Berarti tinggal selangkah lagi Pak, jangan berhenti dan jangan mundur lagi. InsyaAlloh cepat atau lambat keinginan anda akan terwujud. Tinggal kita sendiri yang harus mempercepat eksekusinya.
Januari 26, 2009 pukul 8:02 pm |
assalamu’alaikum, terimakasih pak Fuad atas tanggapannya, insya Allah saran dan kiat kiat dari pak Fuad akan saya jalankan. Semoga usaha bapak sukses selalu, amien…
======
[Fuad Muftie]
Sama-sama Ibu, sukses juga atas bisnisnya, semoga terus tumbuh dan barokah
Januari 27, 2009 pukul 8:29 am |
Assalamu`alaikum pak Fuad
Pak,adik saya ingin memulai membuka usaha.Keinginan dia sih buka usaha agen bahan makanan seperti produk indofood ,telur dll.Tapi permasalahannya,dia tidak tahu darimana barang2 itu bisa didapat.Dia pernah menanyakan pada agen bahan makanan yg selama ini jadi langganannya,tapi mereka tidak mau memberi tahu.Mungkin takut jadi saingan.Tolong pak,kasih tahu cara bagaimana bisa mendapatkan barang2 tersebut.Atau bagaimana cara mendapatkan barang langsung dari produsennya.Sebelumnya saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya
======
[Fuad Muftie]
Salah satu penyakit masyarakat kita adalah selalu mencari short cut atau jalan pintas atau yang instan-instan. Tidak salah memang dengan keinginan yg instan2. Tapi kalau tidak bisa dan tidak menemukan jalan pintasnya, pantang untuk putus asa.
Pepatah banyak jalan menuju MEKAH juga berlaku di bisnis, kalau sekarang tidak dapat langsung dari distributornya, mulai saja dari yang bisa, beli saja dari agen, minta harga sebagai barang untuk dijual lagi. Kalau tidak bisa, cari lagi agen yang lain di pusat grosir makanan. Jangan memaksa agen untuk memberitahu dimana agennya. PAMALI.
Pelan-pelan saja cari informasinya, yang penting kita sudah mulai membangun jaringan pelanggan, kalau jaringan kita sudah banyak, penjualan sudah bagus, nanti biar distributornya yang datang ke tempat kita.
Lihat saja dari sisi sebaliknya, kalau anda sudah jadi agen suatu produk, terus tiba-tiba ada orang datang menanyakan dimana ngedapetin produknya dan dimana distributor / produsennya, apakah anda akan suka rela memberitahu semua orang?
Januari 31, 2009 pukul 7:55 am |
saya mempunyai produk kesehatan yang berpeluang untuk dipesarkan di indonesia mungkin ada diantara anda yang berminat untuk bekerja sama dapat menghubungi e-mail saya hedminoer [@] yahoo.co.id
======
[Fuad Muftie]
Maaf bukan bermaksud curigation, biasanya kalau penawaran yang setengah-setengah begini patut ditanggapi dengan hati-hati. So, saya tidak ikut bertanggung jawab atas penawaran seperti ini
Februari 16, 2009 pukul 10:37 am |
Ass. wr wb, Pak Fuad.
Saya ingin membuka usaha makanan warung bakso dan somay. Mungkinkah akan berjalan dengan baik mengingat modal usaha saya sangat kecil yaitu 10 juta berikut biaya sewa. ? Tolong masukannya.
Thx.
=====
[Fuad Muftie]
Sudah jalan berapa bulan Bu? Kalau sudah jalan 6 bulan berarti bagus sekali tuch… tinggal diteruskan saja dan terus diperbaiki, diperbaharui, ditinggalkan kualitasnya.
Sukses selalu ya Bu
Maret 5, 2009 pukul 2:19 pm |
Salam kenal pak…gini pak,saya seorang mahasiswa yg pgen mencoba untuk hidup mandiri krn terus terang saya bkn dari keluarga mampu.Tempat tinggal saya di daerah malang,jawa timur.
Saya pny keinginan utk kulakan baju2 cewek,karena kalau saya amati hampir tiap hari cewek yg kuliah pasti ganti baju,beda dengan cowok2,trmasuk saya sendiri. .he. .he. .
Nah,dlm hal ini saya pny masalah,selain modal sdkt(cuma sktr 2 juta) dr tabungan sndr,saya juga tdk pny toko,jd utk kdepan saya hny menjual dr mulut ke mulut saja.Nah yg ingin saya tnykan,lbh bgus mana kulakan dr jakarta/bandung ato dr surabaya??kalau dr jkrt/bandung lebih menang di model,tp jatuhnya harga lbh mahal drpd kulakan di surabaya.ato mungkin bpk pny referensi tempat kulakan laen yg mungkin bisa memberi keuntungan lebih buat saya. . Sekian,trima kasih pak. .
=====
[Fuad Muftie]
Pak Syamsul, kalau saya mending belanja di tempat yang dekat dulu. Tentang harga, cari yang paling kompetitif dari suplier yg dekat tadi. Ini agar kita tahu dan paham dulu model yang cepat laku seperti apa dan margin keuntungan yang bisa nutupin operasional kira2 berapa. Juga untuk membentuk pasar dan mencetak pelanggan.
Kalau sudah ketemu pasar dan dapat pelanggan, baru ekspansi dengan model-model yang lebih variatif. Jangan terpaku pada lokasi suplier saja. Belum tentu yang di Jakarta lebih baik dari yang di Malang atau Surabaya. Kami yang di Jakarta saja sering mengambil barang dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Yang penting cocok dengan segmen / pelanggan kita.
Referensi suplier, bisa dicari di pusat2 grosir, di iklan2 majalah, tabloid, atau koran, dan juga banyak bertebaran di internet Pak. Suplier yg cocok buat toko saya, belum tentu pass buat pangsa pasar Anda Pak. Jadi ya pinter2 kita memilih dan memilah produk dan supliernya.
Semoga bisa membantu
Maret 18, 2009 pukul 6:04 am |
Assalamu’alaikum..
Pak Fuad, saya tinggal di Fakfak (Papua Barat)..
Saya sangat senang bisa mendapat informasi dari bapak, terima kasih sebelumnya..
Pak, saya berencana untuk membuka toko kelontongan dan insya Allah sekalian ingin menjadi suppliernya.. karena di kota kami yang menjadi supplier hanya beberapa toko sehingga membuat harga barang menjadi mahal..
Tapi saya belum terlalu paham bagaimana untuk memulai dan belum menemukan distributor untuk toko kelontongan di Surabaya..
Mohon saran dari Bapak..
=====
[Fuad Muftie]
Wa’alaikum salam Wr Wb
Saya sendiri untuk toko kelontong, cuma punya pengalaman sedikit Pak, waktu saya kecil dulu membantu ibu dan bulik / tante saya jualan kebutuhan sembako. Cuma kalau pakai analogi di toko jilbab tempat saya, bapak bisa hubungi penjual-penjual barang kebutuhan pokok yang ada di Surabaya untuk disurvei. Tanya saja cara pembelian dan cara pengiriman ke Fakfak dan syarat2 lainnya. Lalu bandingkan harga serta pelayanannya dari beberapa sumber. Ambillah yang harga dan pelayanannya sesuai / cocok untuk Bapak. Karena biasanya harga dan pelayanan tergantung jumlah atau quota pembelian.
Mulai saja dari yang terjangkau dan mudah dijalankan. Mungkin untuk pertamanya Bapak tidak langsung ketemu dengan pemasok besarnya, tapi seiring perjalanan waktu dan seiring pertumbuhan toko bapak biasanya akan ketemu pemasok-pemasok yang terbaik buat Bapak.
Semoga bisa membantu
Maret 21, 2009 pukul 8:51 am |
Test
April 15, 2009 pukul 4:49 pm |
Dear Pak Fuad,
saya seorang karyawati yang ingin menggali potensi dari diri saya sendiri. hal ini didorong oleh keinginan saya agar bisa dekat dengan anak (karena anak sudah banyak kegiatan) namun saya tetap bisa menghasilkan pemasukan dana. kantor saya sendiri saat ini sudah tidak ada kepastian. selama 3 tahun saya di sini tidak ada kepastian jaminan kesejahteraan bahkan cenderung menurun namun saya tidak mau kalau berhenti dari kantor hanya jadi ibu rumah tangga yang tidak tahu dunia luar. keinginan saya untuk berhenti sudah ada 4 bulan namun saya masih terus ragu. padahal tante saya sudah siap mengajari saya jahit dan saya sendiri sudah kepikiran dengan model2 yang ada. hanya saya takut ini tidak bertahan lama. di samping itu kakak saya juga ngajak join untuk usaha antar jemput sekolah tapi saya juga masih ragu. tolong bantu meyakinkan saya dan merubah cara pandang saya agar saya yakin dengan keputusan yang akan saya ambil. terima kasih sebelum dan sesudahnya pak
April 21, 2009 pukul 8:34 am |
salam kenal Pak Fuad..saya tinggal d muara teweh kalteng..saya mau buka usaha yang mengganggu peran saya sebagai ibu rumah tangga..saya punya modal kurang lebih 20jtan..kira2 usaha apa ya yang cocok..terima kasih atas saran dan bantuan bapak.
Agustus 4, 2009 pukul 11:30 am |
salam kenalmas fuad
saat ini saya punya rencana ingin membuka usaha pelaminan aceh, kebetulan sya tinggal di aceh, tetapi saya rencana ingin belajar tentang tata rias pengantinnya dulu. darihasil diskusiku dengan beberapa pemiliki usaha pelaminan, sebagian mereka mengatakan bahwa usaha pelaminan ini menguntungkan dan sebagian lagi mengatakan bahwa usaha tersebut kurang memilki prospek bagus, menurut mas apakah saya bisa membuka usaha ini??
kebetulan saya sudah punya midal sekitar 30 jtuan. apakah usaha tersebut menjanjikan dan sustain??
terimakasih atas saran dan masukannya.
salam
laila
Agustus 30, 2009 pukul 12:02 am |
Assalamualaikum Wr. Wbr
Salam hormat Mas Fuad,
Saya ingin mempunyai kegiatan di rumah, untuk menambah penghasilan saya.
Produk yang ingin saya jual online adalah, makanan khas Madiun Jawa Timur, misalnya sambel kacang, brem dll.
Langkah2 apa saja yang harus saya lakukan.
Mohon penjelasan detail nya ya.
Terima kasih banyak.
Wassalam.
September 16, 2009 pukul 6:20 am |
salam sukses.. guru sy menganjurkan pada sy untuk meneruskan bisnis tailor dr org tua sj.soalnya banyak pelanggan org tua yang sudah bnyk setia dg jasa menjahitnya.alhamdulillah.. minta saran dan motivasinya..trims.. ^_^
September 30, 2009 pukul 10:25 am |
Mantaps bro…sangat setuju dengan tulisan anda, banyak orang ingin memulai usaha dengan syarat harus punya ini, punya itu dan banyak alasan, padahal banyak contoh usaha yang dimuali dengan hal sederhana dan menjadi besar, kata kunciny adalah mulailah dengan apa yang kita punya
Sukses untuk kita semua !
September 30, 2009 pukul 12:03 pm |
Assalamu’alaykum Pak Fuad,
Alhamdulillah bisa dipertemukan dgn blog bapak yg InsyaAllah bnyk manfaat bagi saya. Pak Fuad sy seorang karyawati yg sdh sejak 1 thn lalu ingin di rumah menemani anak tapi tetap berpenghasilan, tapi sampai saat ini belum ada usaha yg bisa saya fokuskan utk cita-cita sy “tetap berpenghasilan” itu. bbrp bln lalu sy sempat buka usaha jual susu Formula, namun dgn modal tdk besar ternyata sulit bersaing dgn pemain lama & modern market.. terlebih lagi sempat kena tipu dgn jumlah yg hampir sama dgn modal saya utk usaha itu, shg sekarang saya jadi trauma & sdg berfikir utk memulai usaha baru yg lain dgn modal yg jauh lebih sedikit. InsyaAllah sy akan memulainya dari rumah, walopun bisa dibilang kurang strategis. Mohon bantuan pak Fuad, kira2 usaha apa yg hrs saya jalani & bagaimana menghilangkan trauma dr usaha sebelumnya..
terima kasih,
Izzah
Oktober 13, 2009 pukul 1:54 pm |
Assalamualaikum…
Pak perkenalkan nama saya Bp.Bastian,saya pingin sekalai usaha namun tdk pny modal sama sekali.Keahlian saya desain grafis tepatnya tukang utak atik foto ya dijadiin album atau manipulasi foto.Menurut bapak apa yg saya harus lakukan pertama2 utk memulai usaha agar pendapatan bagi keluarga sy bisa bertambah.
catatan saya sdh punya computer td tidak ada printer
terima kasih