Bagaimana Memulai Usaha Dari Rumah

Membuka usaha dari rumah sendiri bisa menjadi salah satu pilihan untuk memulai langkah pertama sebagai pengusaha. Kita ketahui banyak pengusaha sukses yang mengawali karirnya dari rumah. Dan banyak pula perusahaan besar yang awalnya dirintis dari rumah pendirinya.

Memiliki usaha dari rumah akan menghemat investasi pada tempat / lokasi. Karena tidak perlu menyewa dan tidak perlu membelinya. Kalaupun rumah kita masih ngontrak, rumah yang kita kontrak akan menjadi lebih produktif dan tidak sekadar ditempai untuk tidur semata.

Di era digital saat ini, peluang untuk membuka usaha dari rumah terbuka sangat lebar. Kita bisa membuka usaha penjualan barang maupun jasa lewat internet. Asal barang dan jasa yang kita jual banyak yang membutuhkan dan web site yang kita buat bisa menjangkau calon pembeli, maka peluang mendulang uang lewat internet sangat terbuka.

Tidak hanya bisnis melalui internet, bisnis tradisional atau konvensional-pun bisa dimulai dari rumah. Syukur-syukur rumah kita ada di tempat yang strategis, maka kita memiliki kesempatan besar untuk mendatangkan konsumen.

Tapi bagaimana kalau lokasi rumah kita tidak strategis? Saya kira peluang untuk memiliki dan mengatur usaha dari rumah tetap ada. Berikut ini saya ceritakan salah satu sepak terjang seorang rekanan bisnis kami (rekanan Kios Addina).

Ia seorang wanita yang memiliki bisnis yang sangat lumayan menurut ukuran saya. Dan dia menjalankannya lewat rumah. Strategi yang ia pakai adalah Konsinyasi, strategi yang mudah bukan?

Kebetulan, dia memproduksi sendiri beberapa jenis gamis dan makanan ringan. Barang-barang yang ia bikin, ia titipkan ke beberapa kios, toko, dan butik. Bahkan ia menitipkan penjualan makanan ringan ke beberapa pedagang kaki lima.

Tidak hanya barang buatan sendiri, setiap ada peluang dia juga menitipkan barang-barang yang dia beli dari produsen lainnya. Kuncinya di sini adalah networking dan kemauan untuk menjalin networking yang baru.

Pada hari-hari tertentu dia keliling dari kios ke kios, dari toko ke toko, dari butik ke butik, dan dari PKL ke PKL lainnya untuk mengecek barang dagangannya, menagih bayaran untuk barang yang laku, dan menitipkan kembali barang-barang baru untuk mengganti yang sudah laku atau menukar dengan barang yang tidak laku.

Ketika ditanya penghasilannya, dia bilang yach.. lumayan dan tersenyum penuh makna :-).

Yang jelas dengan cara ini, dia bisa punya banyak toko tanpa perlu menyewa toko dan tanpa membeli toko. Iapun bisa mengatur sendiri irama bisnisnya.

Semoga bermanfaat

Salam

Fuad Muftie
Owner Kios Addina
©2006 http://fuadmuftie.wordpress.com

15 Tanggapan ke “Bagaimana Memulai Usaha Dari Rumah”

  1. rifka_zakiyati Berkata:

    Tapi bagaimana untuk menghindari penipuan? Soalnya ada teman saya yang menjalani bisnis semacam itu, tetapi barang hilang dan modal hilang.

  2. Fuad Muftie Berkata:

    Penipuan bisa terjadi dimana saja, kita kerja sebagai karyawan juga berpeluang untuk ditipu. Kita nggak ngapa-ngapain juga bisa ditipu. Dalam bisnis juga sering terjadi tipu menipu. Yang kami lakukan di Kios Addina adalah selalu waspada. Hindari bisnis yang tidak wajar. Karena umumnya sifat bisnis adalah KEWAJARAN. Kalau ada yang tidak wajar, harus waspada dan hati-hati.

    Kalau mau nitip untuk konsinyasi, tentu harus dipelajari dulu orang yang akan dititipi. Terlebih dulu, bina rasa saling percaya. Kalau kita nggak yakin / nggak percaya cari yang lainnya saja. Perhitungkan kemungkinan ditipu tadi sebagai resiko, sehingga kita harus menghitung jangan sampai resiko seluruh modal habis kalau-kalau kita ditipu.

    Yang bisa kami lakukan selain waspada adalah do’a karena itulah tameng pamungkas kita terhadap tipu daya orang jahat. Jangan lupa sisihkan sebagian rizki kita buat disumbangkan, karena shodaqoh akan membuat harta kita barokah. Kalau harta sudah barokah, nggak bakal lari ke orang lain. InsyaAlloh.

    Salam
    FM

  3. lidya Berkata:

    terimakasih

  4. gondut Berkata:

    ok

  5. Fuad Muftie Berkata:

    @ Lidya
    Terimakasih kembali

    @ gondut
    Oke juga

    Salam
    FM

  6. suriyani Berkata:

    Usaha apa nich yg cocok dengan modal yang ga banyak,,,,,,,,,ada saran ga…..

  7. suriyani Berkata:

    Usaha yang bisa menghasilkan duit cepat, apa yachhh

  8. Fuad Muftie Berkata:

    Usaha dg modal yg nggak banyak: Makelar, atau jadi mantunya pengusaha.
    Usaha yang bisa menghasilkan duit cepat: jadi mantunya pengusaha.

    Pesan saya sich, coba ubah mind set, pola pikir, atau keyakinan Anda tentang bagaimana memulai dan menjalankan usaha. Usaha tidak hanya masalah modal dan cepat tidaknya menghasilkan duit. Usaha itu perlu proses, kalau Anda bisa mencintai prosesnya, apapun hasilnya akan dengan senang hati Anda jalani.

    Wassalam
    Fuad Muftie

  9. nabhan Berkata:

    pingin tanya, memang ya berdasarkan teori dana/modal usaha bukan segalanya untuk memulai bisnis, tapi pada kenyataanya tanpa punya modal sangaaat sulit tuk buka usaha. sharing dong cara kiat-kiat tuk dapatkan dana awal dengan otak kita dan mudah di aplikasikan. hrp. Bls

  10. Fuad Muftie Berkata:

    Kalau cuma buat mengawali kiprah berbisnis, sangat-sangat mungkin dan bahkan mudah untuk memulainya tanpa modal uang. Saya waktu masih SD pernah melakukannya.

    Saya tinggal datang ke tempat Bulik (tante) saya yg punya toko kelontong dan saya pinjam beberapa bungkus kembang api untuk di jajakan di pasar. Saya dapat uang (bagi hasil) tanpa modal.

    Yang harus Anda pilah2 adalah masalah skala bisnisnya. Kalau kita memulai usaha tanpa modal uang, jangan terlalu ngoyo (memaksakan diri) untuk memulai usaha dg skala besar. Kecuali anda memang punya sumber daya-sumber daya (resources) yang memadai.

    Menjalankan usaha tanpa modal uang, harusnya diniatkan untuk mengumpulkan modal. Baru setelah modal terkumpul, kembali diputar untuk membesarkannya dan baru buka usaha yg diinginkan setelah mencukupi modalnya.

    Cara lain, kalau tidak punya uang ya pinjam. Kita bisa membuka usaha dengan uang pinjaman orang lain. Potensi untuk bisa membuka usaha dengan modal sekecil mungkin itu terbuka lebar, tinggal kita bisa menangkap peluang tsb atau tidak dan mau menjalankannya atau tidak.

    Wassalam
    FM

  11. niar Berkata:

    Assalamualaikum Pak Fuad…

    Saya seorang ibu rumah tangga dari Semarang yang saat ini baru memulai bisnis online. Sebelumnya saya hanya berjualan kecil-kecilan di rumah saja. Tetapi setelah saya membaca tulisan2 bapak di sini saya termotivasi untuk menekuni bisnis online. Saya menjual pakaian dan aksesoris bayi & anak. Selama ini yang menjadi kendala saya adalah modal yang terbatas, sehingga produk jualan saya pun masih sedikit.

    Saya ingin bertanya, bagaimana caranya membuat web yang menarik dan tampak “menjual” karena yang saya perhatikan selama ini respon peminatnya masih sedikit, ada beberapa yang bertanya tp setelah itu tidak ada kelanjutannya. Lalu bagaimana cara Pak Fuad dalam menentukan harga jual, maksud saya berapa prosentase laba yg harus diambil dan pertimbangan-pertimbangan apa yang biasanya Bapak ambil. Karena menurut saya selama ini harga jual saya masih terjangkau dan jika dibandingkan dengan online shop yg lain rata-rata sama. Malahan ada beberapa yang mungkin lebih mahal dari saya. Selama ini saya sering bingung untuk menentukan harga jualnya karena takut kemahalan dan akhirnya tidak ada yang beli. Untuk diketahui, saya banyak ambil barang di Jakarta, sehingga ada ongkos kirimnya.

    Kemudian selama ini yang saya rasakan kok saya belum pernah merasakan laba dari hsl jualan saya. Karena setiap kali ada uang masuk saya selalu putar lagi untuk kulakan barang. Jadi, mohon petunjuknya kira-kira bagaimana sebaiknya.

    Sekian dulu pertanyaan saya karena sebenarnya saya masih punya banyak pertanyaan. Mohon penjelasannya. Terima kasih.

    Wassalam

  12. Hadi Wiyono Berkata:

    Sebernarnya memulai usaha apapun tetap memerlukan modal. Misal Tenaga,
    ataw kalo kita pinjam modal dari keluarga / teman itu juga termasuk modal (modal hutang). Jadi saya sampai saat ini tidak setuju kalo ada yang bilang membuat usaha tanpa modal.

  13. Fuad Muftie Berkata:

    @ Niar
    Selamat ya Bu Sudah punya bisnis online, saya malah belum nich, he… he.. he…
    Saya juga ada niat meng-on line-kan toko saya, InsyaAlloh dlm waktu dekat, saya sedang belajar Bu.

    Kabar baiknya untuk bisnis OL kan relatif butuh modal kecil daripada harus buka toko. Barang tidak harus bikin stok yg banyak, bisa bergantung pada pesanan. Ada pesanan baru disiapkan barangnya. Atau bisa kerja sama dg pihak lain untuk menyediakan stoknya, kita cuma bertugas memasarkan saja, begitu kan?

    Untuk membuat website online yg menarik, saya juga blm punya pengalaman Bu. Saran saya sich, lihat saja website yg menurut ibu bagus dan bisa menjual. Tinggal diikuti caranya, dicontoh, terus kita modifikasi sesuai keinginan kita.

    Untuk menentukan harga jual, saya sich ngikut harga dari suplier, karena produk yg saya jual sudah ditetapkan harganya sama suplier. Untuk produk lain ya tinggal menyesuaikan diri saja.

    Untuk ‘merasakan’ labanya, ibu sudah membuat pembukuan belum Bu. Dari pembukuanlah kita tahu persis kita untung atau rugi. Kalau untung kemana saja uangnya dibelanjakan. Disitu bisa kelihatan sekali dan bisa menjadi bahan evaluasi berikutnya.

    @ Hadi Wiyono
    Yup, saya setuju semua usaha perlu modal. Cuma dalam konteks ini yg dimaksudkan modal adalah generalisasi dari modal uang. Sering sekali saya mendapat keluhan “saya mau usaha tapi tidak punya modal”. Nah masak sih tidak punya modal otak, tidak punya modal tenaga, tidak punya modal jaringan teman2.

    Makanya saya juga ngikutin bahasa yang demikian.

    Wassalam
    FM

  14. renny Berkata:

    ASSLM.
    pAK SAYA TERMASUK ORANG YANG KETINGGALAN NI…TAPI SAYA MASIH PUNYA KEINGINAN KERAS UNTUK TAK TERGANTUNG ORANG LAIN ARTINYA NGGAK JADI PEKERJA TERUS(SUAMI), SAYA IBU RUMAH TANGGA SAYA INGIN MULAI MERINTIS USAHA DARI SEKARANG ..CUMA SAYA NGGAK NGERTI HARYS MULAI DARI MANA DAN PADA BIDANG APA, SEKARANG SAYA TINGGAL DI qATAR. mOHON SARAN. Minta ijin ngelink pak, thanks sebelumnya semoga bapak success & happy. Wassalam

  15. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum salam Wr Wb

    Bu Renny, itu juga yang saya bingungkan waktu muncul keinginan buka usaha. Tips nya perbanyak wawasan dan perbanyak pilihan.

    Wawasan tentang bisnis terus kita perbarui dengan banyak belajar, baik lewat buku, seminar, artikel online, bertanya pada pengusaha yang sudah jalan. Dengan bertambahnya wawasan InsyaAlloh pilihan-pilihan untuk memulai usaha akan muncul.

    Atau kalau sudah tidak sabar, langsung saja memulai dari apa yang ada di sekitar kita. Kalau disekitar kita ada peluang langsung saja di mulai. Misalnya kalau di Jakarta yang paling gampang, buka saja outlet burger, atau es buah, atau makanan ringan. nanti kalau sudah jalan baru diperbaiki.

    Saya belum pernah ke Qatar, jadi blm ada gambaran. Tapi intinya tetap sama Bu, mulai saja dulu dari yang ibu sukai, dari yang kecil dulu, dari yang terjangkau oleh pikiran, tenaga, modal kita.

    Wassalam
    FM

Tinggalkan Balasan