Peluang Usaha Toko Pakaian dan Perlengkapan Bayi
Berikut ada pertanyaan dari Pak Ardon tentang Peluang Usaha Toko Pakaian dan Perlengkapan Bayi, yang diajukan lewat komentar di http://fuadmuftie.wordpress.com/about/#comments. Tadinya mau coba ngasih pendapat di kolom komentar juga. Tapi karena kayaknya terlalu panjang untuk sebuah komentar, saya posting di sini saja.
Semoga bermanfaat.
========== Pertanyaan ==========
Pak Fuad,
Saya sekarang tinggal dikomplek perumahan, menurut bapak kalau saya buka usaha toko pakaian dan perlengkapan bayi bagus nggak pak, and kalau kurang bagus, kira kira cocoknya usaha apa ya. Soalnya di komplek saya itu, usaha apa aja udah ada, mulai dari sembako sampai makanan, kecuali toko perlengkapan bayi dan anak-anak emang belum ada pak. Bagaimana menurut bapak?
- Ardon -
========== Pendapat Saya ==========
Pak Ardon, saya tidak berani mengatakan bisnis pakaian dan perlengkapan bayi di perumahan tersebut bagus atau tidak. Sepanjang tersedia calon pelanggan yang memadai dan Pak Ardon bisa mengkomunikasikan kepada mereka sehingga mereka mau datang dan beli di toko Pak Ardon, maka bisnis itu bagus.
Atau, Pak Ardon bisa mencoba seperti apa yang kami lakukan. Yang kami lakukan sebelum membuka Kios Jilbab Addina, adalah mengamati Supply dan Demand. Kami amati jumlah orang berjilbab yang lalu lalang di depan calon kios kami (ini dari sisi Demand). Kami juga melihat-lihat jumah penjual jilbab yang sudah ada di lingkungan kami (ini dari sisi Supply).
Kesimpulan kami : sepertinya masih ada demand yang belum terpenuhi oleh supply. Mungkin penelitian kami tidak eksak dan cuma pakai feeling, tapi begitulah kalau pingin cepat punya usaha, hindari terlalu banyak pertimbangan. Dengan kondisi tersebut kami beranikan diri untuk membuka kios jilbab Addina. Meskipun awalnya ketar-ketir juga takut nggak laku. Tapi Alhamdulillah dugaan kami tepat, sehingga usaha kami bisa berkembang (Dan semoga terus berkembang, Amin).
Dalam situasi Pak Ardon, Pak Ardon bisa mengamati jumlah keluarga yang memiliki bayi dan anak kecil di perumahan, ada banyak atau sedikit. Kalau banyak berarti kemungkinan ada peluang besar karena belum banyak supply alias belum banyak toko perlengkapan bayi dan anak di sekitarnya. Kalau bisa amati juga dimana mereka biasa membeli perlengkapan bayi dan anak-anak. Kalau kita bisa mengetahuinya, kita bisa pelajari kelemahan dan kelebihan toko tersebut. Kita bisa jadikan acuan untuk toko kita, kita bisa tiru, atau kita modifikasi / perbaiki.
Kalau dalam bayangan saya, sebaiknya tidak hanya menjual perlengkapan bayi saja, tapi bisa dikombinasi dengan busana (fashion) buat bayi, anak, sampai ibunya. Bisa juga dikombinasi dengan mainan anak, barang-barang untuk hadiah (gift) dan sebagainya. Atau kalau lokasinya luas bisa dikombinasi dengan tempat permainan anak (mandi bola, mobil2an / kuda2an koin, dll).
Kalau Pak Ardon memilih usaha lain yang sudah ada di kompleks perumahan, saran saya toko Pak Ardon harus bisa memiliki nilai tambah yang tidak dimiliki toko yang lain. Misalnya pelayanan yang beda yang lebih baik, barang yang sudah dibeli boleh ditukar kembali, pemberian hadiah, toko yang nyaman (ada tempat duduknya, dikasih minuman, dll). InsyaAlloh dengan cara ini akan mendatangkan pelanggan yang setia.
Demikian saran saya mudah-mudahan bermanfaat. Maju terus Pak Ardon, nanti kalau sudah sukses inget kita-kita ya.. he.. he.. he..
Salam
Fuad Muftie
©2007 http://fuadmuftie.wordpress.com
Owner Kios Addina : Kios Jilbab / Kerudung (rabbani, PerMata, Swarna), Mukena, Busana, Aksesoris dll
Kami menggunakan software kios/toko : Omset by Ruli Software


Februari 15, 2007 pukul 1:57 am
perlu dicoba itu pak
Maret 8, 2007 pukul 12:35 pm
mau tanya, suplier perlengkapan bayi mana ya? terima kasih
Maret 12, 2007 pukul 9:04 pm
Pak Fuad yang terhormat,
Saya seorang ibu rumah tangga yang senang menjalankan bisnis kecil-kecilan di komplek sekolahan tempat anak saya sekolah, kebetulan sekolah anak saya berada di dekat pasar di kota Bogor. Segala macam barang biasa saya jula mulai dari makanan berupa kue-kue, keju, coklat, daging dendeng, atau alat-alat sekolah, pakaian, tas dan lain-lain.
Karena saya tidak memiliki modal, saya biasanya menerima titipan barang-barang tersebut di atas dari ibu-ibu sekolah untuk dijual kembali. Apabila barangnya laku maka saya menyetor sesuai dengan jumlah barang yang laku saya jual.
Akan tetapi kalau mengandalkan titipan barang dari ibu-ibu disekolah itu jumlahnya sangat terbatas, sehingga keuntungan yang saya peroleh pun kecil. Saya ingin mengembangkan usaha saya dengan sistem yang saya jalankan sekarang (barang laku, bayar) karena saya tidak punya modal. Tapi saya tidak tahu harus bagaimana dan kemana saya mengembangkan usaha saya.
Mungkin Bapak punya saran untuk saya Pak ? terima kasih sebelumnya saya ucapkan.
Olgarina
Maret 13, 2007 pukul 3:43 pm
Bu Olgarina, terimasih telah mampir di blog saya, komentar saya atas kendala yang sedang ibu hadapi, sudah saya buat posting-an tersendiri dengan judul “Bagaimana Dan Kemana Mengembangkan Usaha”.
Semoga bisa membantu
Salam
FM
April 3, 2007 pukul 11:19 am
Ass.wr.wb
Pak Fuad..
Saya alif (21) mahasiswa manajemen bisnis di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung. Saya sekarang sedang menjalani bisnis pakaian dan konveksi, atau lebih dikenal oleh anak muda “clothing-an”. Hehe.
Awalnya saya ragu dengan bisnis ini karena :
1. sudah banyak pemain dalam bisnis ini.
2. diferensiasi produk masih bingung.
3. mental saya sebagai anak muda yang terkadang kurang konsisten.
Tapi saya dari dulu memang suka bisnis kecil-kecilan, dan sekarang alhamdulillah say sudah dapat modal untuk berbisnis. Jadi saya mencoba bisnis “clothing”, karna bisnis ini yang product knowledge nya cukup saya kuasai.
Yang ingin saya tanyakan adalah :
1. Apakah bisnis ini masih memiliki propsek yangbagus??
2. Bagaimana cara menerapkan sistem syariah dalam manajemenisasi bisnis saya??
Terima Kasih.
Wass.
April 4, 2007 pukul 6:11 pm
Pak Alif, jawabannya sudah saya bikin posting-an sendiri. Ditengok yach…
FM
Juni 10, 2007 pukul 12:42 pm
ass.wr.wb
kepada yth.Pak Fuad..
Saya E.Sayuti, sdh 3thn ini buka usaha rmh makan bareng sama teman bertiga dan alhamdulillah sdh jalan bagus.
3 bln yll saya ambil kpr ruko dan sampai sekarang msh blm ditempati krn saya msh bingung mau usaha apa, bbrp waktu yll teman kasih saran utk jualan/usaha perlengkapan bayi dan anak-2 tp saya msh awam mengenai hal tsb, setelah saya cek memang disekitar ruko tsb baru ada 1 toko yang rencana jg mau digusur utk perumahan.
Sekarang ini saya masih hunting melihat toko perlengkapan bayi rapi dan menarik tp setelah saya jalan ke mal dan pasar kok rata-2 toko tsb jualannya berantakan ya pak.
mau saya yang rapi dan menarik dilihat serta nyaman.
mohon pencerahan dr bapak mungkin cara setting atau yg lain dan juga mungkin toko grosir yg bsia dihubungi unt diajak kerjasama..
utk info bapak uk ruko saya 4.5m x 13m 2 lt.
terima kasih banyak atas pencerahannya.
wass.wr.wb
e.Sayuti
Juni 10, 2007 pukul 4:37 pm
Pak/Bu E.Sayuti
Selamat atas jalannya usaha bersamanya ya. Dengan berbekal pengalaman membuka usaha bersama tentu akan memudahkan untuk mengawali usaha sendiri. Apalagi Anda sudah dapat ruko dan sudah dapat tema / jenis usaha yang akan dijalani.
Kalau memang di sekitar sudah ada toko perlengkapan bayi dan anak2, justru memudahkan Anda untuk mempelajari peluang dari usaha tersebut, kalau memang bagus, tentu peluang semakin terbuka lebar jika benar2 toko tadi digusur.
Masalah kerapian, itu mah mudah dan tergantung pemiliknya. Anda bisa merancang sendiri bagaimana setting yang bagus. Kalau mau mencontoh, contohlah toko-toko di Mall-mall yang umumnya bagus.
Saat ini yang penting kan dimana dapat barang yang bagus dan menguntungkan. Untuk saat ini saya kurang paham bener dengan usaha perlengkapan anak dan bayi. Setahu saya kalau di Jakarta bisa dicari di Kota / Asemka dan Pasar Jatinegara.
Barangkali ada pembaca yang bisa membantu Pak/Bu E.Sayuti silahkan berhubungan langsung.
Semoga bisa membantu
Salam
FM
Juni 24, 2007 pukul 1:42 pm
kepada pak Fuad,
assalamualaikum wr. wb.
saya rendra saya mau minta saran kepada bapak, saya seorang karyawan kontrakan yang bekerja pada sebuah proyek, saya pengen sekali punya sebuah usaha sendiri tapi saya bingung mau usaha apa dan mulai dari mana. tolong berikan saya beberapa reperensi usaha yang nantinya bisa jadi bahan pertimbangan buat saya untuk membuka usaha.
terima kasih sebelumnya atas jawabannya
wassalam
rendra
Juni 29, 2007 pukul 10:03 am
assalamualaikum pak,saya memproduksi baju kaos muslimah
bahannya sangat bagus,memakai bahan combat dan designnya menarik
tapi kenapa susah banget penjualannya?
saya tahu ada beberapa produk yang sama dan bersaing harganya
cuma saya yakin saya menang akan bahan yang jauh lebih bagus.
bagaimana menurut bapak cara memasarkannya?
apakah efektif menjual melalui blog?saya sudah mempunyai website.tapi yang laris bukan yang baju kaos.saya merasa tertantang untuk memasarkan baju kaos ini.
terima kasih
salam
sari amelia
Fuad Muftie:
Bu Sari :
Memang tidak selalu produk terbaik akan laris. Banyak produk yg kualitasnya kita anggap kurang baik tapi malah laku keras. Banyak faktor yang mempengaruhi salah satunya strategi pemasarannya. Ngomongin strategi pemasaran banyak sekali variabelnya. Salah satu yang mudah adalah mencoba satu persatu strategi yg kita tahu atau kita tiru dari orang lain dan diambil yang memberikan hasil maksimal.
Oh ya bu kalau boleh tahu lokasi ibu dimana, dan apakah produk kaos muslimanhnya buatan sendiri atau ambil dari konveksi. Pingin juga lihat contoh barangnya siapa tahu bisa ikut menjualkan produk Ibu.
Salam
FM
Juni 29, 2007 pukul 10:09 am
saya tunggu balasan email bapak
di ayie@rumahmuslim.net
salam
sari amelia
Juli 2, 2007 pukul 8:47 pm
pak saya mau buka toko perlengkapan bayi tapi saya butuh sekali produk2 yang bisa melengkapi tanpa saya harus modal alias titip jual, pak dimana suplier peralatan bayi yang bisa saya hubungi khususnya untuk merk2 yang bagus.
terimaksih
Juli 3, 2007 pukul 1:45 pm
no hap saya 0818877875 butuh suplier peralatan bayi import dan lokal untuk bangka raya no 29 kemang
Fuad Muftie:
Pak Jay, terimakasih sudah mampir di blog saya.
Untuk suplier peralatan bayi, mohon maaf, saya belum tahu. Saya belum pernah berhubungan dg suplier peralatan bayi. Kalau pakaian bayi bisa dicari di Jatinegara dan Tanah Abang. Kalau saya lebih seringnya ke Jatinegara.
Kalau peralatan spt kereta dorong, mungkin bisa dicari di Pasar Rumput Manggarai (kalau nggak salah) katanya disana murah-murah, atau coba di Pasar Pasi Asemka dan di Pasar Pagi Mangga Dua. Tempat lainnya saya kurang tahu.
Kalau merk2 yang bagus, Pak Jay bisa cari di direktorati (yellow pages) atau bisa cari di internet. Dan saya pikir kalau merk yang bagus biasanya nggak akan ngasih pinjaman (konsinyasi) sebelum kita benar2 terbukti bisa membuatnya laku keras.
Semoga bisa membantu
salam
FM
Juli 14, 2007 pukul 2:52 pm
Saya juga butuh supplier mainan anak2 yang benar-benar bisa di kulak.Mohon infonya,boleh sms ke saya kalo ada infonya: 081-133-6696.
atau e-mail : freelho@excite.com
Juli 14, 2007 pukul 6:09 pm
assalamualaikum pak fuad
kemarin saya mengirimkan gambar baju kaos muslimahnya
apakah sampai?
terima kasih
salam
sari amelia
Juli 14, 2007 pukul 6:10 pm
assalamualaikum pak
lokasi saya di bandung
bapak bisa sms saya di 081802245520
terima kasih
Juli 19, 2007 pukul 12:57 pm
p’ fuad muftie kalo untuk peralatan sekolah misalnya buku dan alat tulis untuk toko buku mencarinnya dimana yah pak?
thanks atas inform nya.
tolong kirimin ke alamat e mail saya,saleh_sution@yahoo.co.id
===========
Fuad Muftie
Pak Saleh, yang saya tahu untuk peralatan sekolah bisa diperoleh di Pasar Regional Jatinegara atau di Pasar Pagi Asemka. Tempat lain mungkin ada di Pasar Pagi Mangga Dua. Selain itu saya sendiri kurang tahu, atau mungkin Bapak bisa cek di yellow pages atau sumber informasi lain untuk mendapatkan langsung dari produsen.
Salam
FM
Juli 26, 2007 pukul 1:38 pm
Hallo pak fuad. saya baru saja berumah tangga dan meninggalkan pekerjaan saya dan ikut suami ke palembang. Otomatis di Palembang, saya harus mulai cari kerja, dan itu tidaklah mudah. Akhirnya saya berpikir untuk memulai buat usaha, walaupun dimulai dari rumah. Saya pernah liat di salah satu televisi, tentang usaha sewa/rental perlengkapan baby. Saya coba cari informasi di internet, tidak banyak yg saya dapatkan. Yang saya tau cuma biaya sewa Rp. 2.000/hari minimal penyewaan 1 bulan.
Yang ingin saya tanyakan?
- baguskah prospek sewa perlengkapan bayi (mengingat bisnis itu jarang, bahkan di palembang tidak ada)
- bagaimana menentukan biaya sewa perlengkapan tersebut?
- bagaimana menentukan uang jaminan dan biaya cacat/hilang?
- bagaimana bentuk surat kontraknya?
- bagaimana menghitung BEP?
Makasih sebelumnya pak, tolong balas ke imel saya ya: bella_brani@yahoo.com
Agustus 6, 2007 pukul 3:28 pm
selamat sore pak,
saya ingin membuka usaha yg sy pikir sy tdk mau rugi terlalu byk. sekiranya apa saja yg harus sy persiapkan selain modal.
terima kasih sebelumnya,
Agustus 11, 2007 pukul 1:31 pm
Ass…saya dari bandung neh pak mau usaha popcorn,minta info penjual mesin popcorn di bandung/jakarta dimana yah….?
terimakasih….
Agustus 14, 2007 pukul 1:18 pm
@ Lona
Mengenai bisnis persewaaan perlengkapan bayi, saya juga belum banyak tahu. Di sekitar tempat tinggal saya juga belum ada. Dan kalau Bu Lona lihat di Internet juga masih jarang, berarti memang belum banyak yg terjun di bidang ini.
Saya pikir peluang tetap ada, dan tugas kita sebagai entrepreneur yang harus mencari tahu dan membuktikan bahwa peluang itu ada dan menguntungkan. Tentunya dibutuhkan kreatifitas dan inovasi yang tinggi.
Menurut saya kalau terjun di bidang yang belum banyak orang yang mengerjakan, kita harus memiliki sifat pioneer, harus berani mengambil resiko tentunya dengan didukung keyakinan yang kuat. Karena kalau sekali usaha belum berhasil, untuk usaha yang sifatnya baru, kita harus tetap semangat, apapun yang terjadi.
Mohon maaf kalau saya tidak bisa memberi jawaban detail, karena saya memang kurang paham bisnis sewa perlengkapan bayi.
Salam
Fuad Muftie
Agustus 14, 2007 pukul 1:32 pm
@ enuy
Persiapan membuka usaha, banyak sekali variabel yang harus dipersiapkan, tapi kalau menunggu semuanya siap, saya pikir kita tidak akan pernah bisa memulai usaha.
Mulailah dari apa yang ada, dari kondisi saat ini, dari yang kecil, dan yang penting mulai sekarang juga. Kalau ingat pengalaman saya pertama kali membuka usaha, yang penting adalah keyakinan, semangat, dan motivasi yang tinggi. Atau persiapan mental yang matang. Karena awal membuka usaha benar2 penuh kejutan, kalau sukses, kita harus bertindak bijaksana. Dan kalau gagal kita harus siap bangkit kembali.
Salam
Fuad Muftie
@ Sukron Nasuha
Maaf pak saya belum pernah tahu tentang penjual mesin popcorn. Setahu saya lokai di Jakarta tempat menjual mesin-mesin ada di Glodok. Tapi sekali lagi saya tidak tahu persis mengenai mesin popcorn.
salam
Fuad Muftie
Agustus 21, 2007 pukul 4:35 pm
ass….saya dr bandung, saya seorang ibu rumah tangga tinggal di suatu kawasan industri rajutan, mungkin bpk sdh pernah mendengar industri rajutan binong jati, kebetulan saya juga berbisnis baju rajutan sudah berjalan 1 tahun, keuntungannya sih tidak seberapa dibanding capek nya, saya bingung dg usaha ini, karena keuntungan yg didapat dari setiap lusinnya sedikit sekali belum lagi saya harus upah karyawan dan tenaga, terkadang kalau ada pesanan dlm jlh byk saya harus siap tidak tidur karna terbatasnya jlh pegawai, dan ini hampir tiap hari saya lakukan sampai-sampai saya jatuh sakit karena sering tidur terlalu larut, apa kira2 yg harus saya lakukan untuk supaya keuntungan saya meningkat.terimakasih
Agustus 22, 2007 pukul 4:24 pm
Bu Dewi
Setiap kejadian pasti ada hikmahnya, sepintas membaca komentar Ibu, saya yakin banyak yang bisa diambil sebagai pelajaran. Mungkin Ibu perlu lebih teliti dengan pengaturan biaya produksi dll.
Yang jelas Ibu sudah punya produk dan punya pasar / pembelinya. Berarti tinggal bagaimana ibu mengelolanya sehingga bisa memberi keuntungan yang cukup.
Memang bisnis garment, margin keuntungan termasuk kecil, sehingga butuh ketelitian dan kearifan dalam penggunaan dana / biaya / cost-nya.
Saran saya, pelajari lagi Bu catatan2 usaha Ibu. Biaya2 yg besar kalau bisa dibuat lebih hemat lagi. Terus usahakan cari / bikin produk yg profitnya lebih gedhe. Kami juga sering merasa kurang semangat kalau harus belanja produk yg marginnya kecil dan tentu akan semangat kalau belanja produk yg profitnya besar.
Agar Ibu bisa lebih leluasa berbisnis usahakan bisa mendelegasikan sebagian besar urusan bisnis kepada orang lain, Ibu yang ngontrol saja. Tentu akan makan biaya, tapi asal bisa dikelola dg baik, InsyaAlloh kita tetap dapat untung.
Salam
FM
Agustus 25, 2007 pukul 7:15 am
ass.saya dari surabaya mau ikut bergabung untuk melebarkan sayap dalam berbisnis.
Saya ibu rumah tangga yang mempunyai bisnis garmen tapi saya belum mendapatkan hasil yang lumayan mungkin karena belum ada pangsa pasar yang bagus.Maka dari itu saya di sini mau menginformasikan bahwa bisnis garmen saya adalah produk hongkong yang harganya sangat miring sekali karena saya menjual dengan cara grosir min 1 lusin,bisa dijamin barang yang saya jual beda dan selalu selangkah lebih maju dari tren yang ada.Saya juga melayani luar kota dan pulau.Pasti dijamin tidak sekali pesennya………(info lebih lanjut hub 031-70154749 / 0816 504 115)bisa via SMS.
Trima kasih atas perhatiannya.
Agustus 27, 2007 pukul 1:16 pm
Bu Estik sukses ya untuk usahanya, mudah-mudahan banyak yg bisa kerjasama dg Ibu.
Sukses
Fuad Muftie
Agustus 29, 2007 pukul 11:20 am
Butuh supplier pakaian import (modern & uptodate)
saya berencana membuka kios di tanah abang dimana akan menjual pakaian2 modern (import)/seperti yg ada di pasar pagi mangga dua. akan tetapi sampai saat ini saya blm menemukan suppliernya. apakah mereka lgs mendatangkan dari Hongkong atau ada konveksi di Jakarta. apabila saya harus membeli di mangga dua dan menjual lagi di tanah abang, harga jual saya pasti akan lebih tinggi, sedangkan tanah abang merupakan pusat grosir.
apakah bapak punya info saya harus contact kemana?
terima kasih
saya tunggu infonya ke keetaok2@yahoo.com
Agustus 29, 2007 pukul 12:25 pm
Maaf Bu, usaha saya belum sampai ke situ Bu, saya masih menjual produk2 lokal. Coba Ibu hubungi Estik di Surabaya (komentar di atas) siapa tahun bisa kerja sama.
Salam
Fuad Muftie
Agustus 31, 2007 pukul 7:44 am
pak mufti yang jenius, saya ingin bekaja sama dengan pedagang pakaian muslim, jilbab, kaos muslim, pakaian anak, serta kaos 2 ventage harga miring, tapi kualitas bagus. mengingat saya berdomisili di balik papan, saya ingin waktu saya tdak terbuang hanya u berbelanja barang. Selama ini saya berbelanja di t. abang jakarta.Usaha saya sudah berjalan dan hasilnya lumayan bagus. Bagi pembaca yangada hubungannya dengan kebutuhan diatas bisa hubungi saya di fenyo@plasa.com. (kalo bisa dengan gambarnya) atau sms 0542-7031479. lebih cepat lebih baik mengingat mau masuk lebaran.
Agustus 31, 2007 pukul 11:22 am
Bu Feny selamat mendulang emas di bulan penuh berkah Ramadhan (dan jangan lupa mendulang pahalanya lho). Sayang saya belum punya produk sendiri masih masarin produk orang, jadinya belum dpt barang dg harga miring.
Bagi yg berminat silahkan hubungi langsung Bu Feny
Salam Sukses
Fuad Muftie
September 4, 2007 pukul 4:55 am
Selamat pagi, Pak Fuad — salam kenal, saya muis domisili di surabaya. Sy ingin bekerja sama dg bapak untuk mensupplay busana muslim/muslimah di toko addina (baju koko, jubah khususnya), mumpung menjelang puasa/lebaran.
Bu Feny, maaf saya baru baca mengenai kebutuhan ibu dari blog-nya pak Fuad, semoga nggak terlambat ya bu, akan saya kirim contoh dan daftar harga ke email ibu.
Salam,
Muis fa - 081803206847
mfaj29@yahoo.com
September 4, 2007 pukul 12:27 pm
Silahkan Pak, saya tunggu penawarannya.
Salam
FM
Oktober 1, 2007 pukul 1:10 pm
Pak Muftie,
Saya mau tanggapi tentang kredit dg Bank. Apakah bagus meminjam di Bank untuk awal usaha, karena kita harus bayar cicilan khan, pertanyaan saya khususkan bagi orang yang tidak ada penghasilan tetap tapi punya idea..
Oktober 1, 2007 pukul 2:24 pm
Tergantung jenis usahanya dan perolehan keuntungannya Pak. Meskipun usaha baru jalan tapi kalau yakin keuntungannya bagus, tidak ada salahnya pinjam Bank.
Tapi kalau kita baru merintis usaha, baru ide doang, belum tahu kira-kira bisa jalan nggak, Saya tidak menyarankan pakai pinjaman Bank.
Sebaiknya cari dulu pinjaman-pinjaman yang lunak, misalnya dari Saudara, dari Teman, kenalan dan lain-lain. Asal komitment untuk mengembalikan dan jangan sampai reputasi kita hancur hanya karena tidak bisa mengembalikan pinjaman.
Fleksibel saja Pak, bisnis tidak hanya urusan modal, modal tidak hanya dari bank.
Salam
FM
Oktober 5, 2007 pukul 2:33 pm
Bapak,
Bagaimana mencari lokasi bisnis yang baik.
Apakah harus dihubungkan dengan feng sui ?
Oktober 5, 2007 pukul 2:51 pm
Menurut saya lokasi bisnis yang baik, tergantung bisnisnya Apa. Pada dasarnya sich semakin ramai / tinggi trafik pengunjungnya, semakin bagus. Tapi tidak jaminan lho trafik yang tinggi itu selalu bagus, misalnya dipinggir jalan tol, tidak semuanya strategis buat berbisnis
Kalaupun tidak strategis, barangkali bisa diakalin dengan iklan dan promosi yang gencar ditambah bisnisnya dibikin unik.
Masalah Feng Sui saya tidak paham, Maaf.
Salam
Fuad Muftie
Oktober 6, 2007 pukul 12:56 pm
Pak Muftie,
Nice advice pak, kebetulan saya lagi mulai usaha pakaian, sementara stragtegi saya masih direct selling belum bisa buka toko, pertanyaan selanjutnya adalah after lebaran ini seasson-nya pakaian apa ya.. mengingat strategi saya adalah direct selling ..
Trims
Oktober 8, 2007 pukul 9:51 am
Pak Herman, Saya pikir tergantung siapa-siapa yang menjadi target pasarnya Pak Herman. Sebaiknya hindari melayani semua orang dalam semua musim. Misalnya yang Anda tawarkan adalah busana muslim, maka setelah lebaran pasti akan mengalami penurunan. Kemudian jika Anda berubah berjualan jenis pakaian yang lain misalnya jualan jeans, maka image Anda sebagai pedagang busana muslim akan luntur. Demikian juga jika terus menerus gonta-ganti produk menjadi Anda tidak fokus, personal brand Anda juga menjadi tidak kuat.
Sebaiknya mulai putuskan produk dan segment yang spesifik dan Anda fokus terus disegment tersebut. Sehingga orang akan mengasosiasikan anda dengan produk tersebut. Hal ini akan menguntungkan saat permintaan pada produk yg anda bidik sedang tinggi. orang akan langsung ingat sama Anda.
Pada saat musim sepi, usahakan menjual produk yg masih berkaitan. Misalnya kalau di toko saya, setelah lebaran yang masih bisa laku lancar adalah jilbab dan aksesorisnya. Jadi kami tidak langsung banting stir dengan menjual produk lainnya yg tidak berkaitan.
Meskipun Anda saat ini masih melakukan direct selling, tidak ada salahnya Anda merencanakan masa depan bisnis anda akan seperti apa. Sebaiknya mulai dipikirkan kira-kira nanti besarnya akan seperti apa. Sehingga strategi fokus dan direct selling tadi bisa sejalan dengan tujuan yang anda inginkan.
Selamat berbisnis
Salam
Fuad Muftie
Oktober 8, 2007 pukul 1:37 pm
Saya masih pemula untuk masuk dalam dunia enterprenier…..
sedikit banyaknya saya masih mengalami kendala terutama lokasi yang saya tempati untuk usaha tidak mendukung tidak seperti info yang saya dapat dari sipenyewa kios… apalagi usaha saya yang bergerak dibidang “Foto Digital” untuk bulan pertama masih defisit laba…. tolong saran dari pak fuad…, untuk saat ini saya ingin mengkombinasikan dengan accecoriss…mohon masukkannya…
Oktober 8, 2007 pukul 2:54 pm
Pak Syaiful ibarat nasi sudah menjadi bubur, tinggal cari Cakwe, Daun seledri, kacang kedelai, kecap, daging ayam, dll jadilah bubur ayam special. Daripada sedih kios kurang laris, tinggal cari keistimewaan dari kios (misalnya tempat yg lapang, parkir luas, listrik besar dll) lalu explore dan manfaatkan kelebihan2nya.
Saya terus terang kurang paham dunia bisnis foto digital. Tapi dari sudut pandang orang awam seperti saya, mungkin usaha Anda cocok disatukan dengan bisnis stationery. Atau bisa digabungkan dengan warnet atau rental komputer. Saya lihat banyak warnet dan rental komputer berada di lokasi yang tidak strategis. Kuncinya promosi dan memberikan kepuasan kepada pelanggan. Pelanggan yg sudah datang akan kembali datang berulang-ulang, dan (pasti) akan cerita ke calon pelanggan lain.
Atau bisa dicoba langkah yang lebih proaktif dengan menjemput bola, mungkin bisa kerja sama dengan sekolahan2. Saya ingat dulu waktu SD, setiap tahun selalu (Wajib) foto di tempat yg sama, mungkin guru sudah kerjasama dg toko foto tadi. Atau sebar brosur dll. Tunjukkan kelebihan dan keunikan usaha Anda. InsyaAlloh akan mengundang pelanggan baru yang lebih banyak lagi (Semoga)
Salam
FM
Oktober 15, 2007 pukul 2:05 pm
saya perlu informasi tentang distributor / agen perlengkapan bayi di Jakarta untuk membuka usaha perlengkapan bayi di Jakarta. Terima kasih.
BRGRDS
Naomi
Oktober 18, 2007 pukul 1:58 pm
selamat siang,
saya ingin tanya, dmn saya bs mengetahui informasi untuk distributor pakaian bayi untuk di jakarta??
trims…
Desember 24, 2007 pukul 12:22 pm
ass.wr.wb
sama seperti P ardon saya juga ingin membuka usaha yang berjenis sama, tapi masih belum tau kebutuhan apa saja yang harus saya siapkan. intinya barang apa yang harus kami beli dulu, mungkin P fuad atau temen-temen lain ada yg bisa kasih info. trims
Desember 27, 2007 pukul 3:39 pm
Bu Utami coba lakukan ATM dulu: Amati-Tiru-Modifikasi. Coba cari toko atau jenis usaha yg ingin ibu masuki yang sudah jalan. Lakukan pengamatan (Amati) terhadap usaha tersebut, Lalu Tiru aspek-aspek yang bisa ibu Tiru dan kemudianlakukan juga Modifikasi terhadap aspek2 yg ibu anggap bisa menjadi pembeda dan bisa ibu lakukan lebih baik lagi.
Semoga bisa membantu
Fuad Muftie
Desember 27, 2007 pukul 5:39 pm
saya ingin membuka usaha baru, saat ini saya memiliki usaha pakaian. usia saya 24tahun wanita. kira kira saat ini usaha apa yang bukan musiman jadi tetap ada nilai jual terus menerusnya mas?
rencana saya ingin membuka toko pakaian bayi dan ibu hamil. bagaimana saran mas?
Desember 28, 2007 pukul 3:10 pm
Bi Iez, bagaimana dengan usaha pakaiannya Bu. Apa ada kendala sehingga terpikir untuk usaha yang lain. Usaha pakaian kalau tepat mengelolanya, meskipun bersifat musiman, bisa bertahan lama lho Bu. Atau usaha pakaiannya sudah maju, shg ingin ekspansi ke usaha lain?
Tentunya, setelah memiliki dan menjalankan usaha Pakaian, Ibu Iez bisa menebak / memperkirakan bagaimana dengan usaha toko pakaian bayi dan ibu hamil.
Yang terpikir sama saya sich, mendingan perbesar usaha pakaiannya dengan menambahkan item2 khas pakaian bayi dan ibu hamil. Kan basih berhubungan.
Tapi kalau memang rencana Ibu adalah untuk ekspansi dan membuka toko baru, yaa… semoga dua-duanya maju.
Wassalam
Fuad Muftie
Januari 3, 2008 pukul 5:30 pm
dimana ya saya bisa mendapatkan distributor pakaian hamil dan bayi? saya ingin mengembangkan bisnis saya mas, usaha saya pertama cukup baik dan bisa saya kelola dengan baik. alhamdulilah. mohon bantuan nya mas untuk distributor pakaian hamil dan bayi’ karena saya tinggal dikalimantan kesulitankurangtau wilayah jakarta.
Januari 4, 2008 pukul 3:01 pm
Mohon maaf banget, saya tidak tahu persis distributor pakaian hamil dan bayi. Bisnis saya bukan di pakaian ibu hamil dan anak-anak. Kalau tanya distributor jilbab mungkin masih bisa saya jawab.
Maaf banget ya…
Wassalam
FM
Februari 10, 2008 pukul 7:17 pm
untuk semuanya,
saya mempunyai dana sebesar 40jt dan dana itu niat saya akan saya gunakan untuk membuka usaha warnet.
prospek saya lumayan bagus.
yaitu mahasiswa/mahasiswi fakultas kedokteran dikota saya. sedang di sekitar universitas tsb saya lihat belum ada warnet.
tapi saya memiliki kendala besar yaitu saya sama sekali tidak memiliki pengalaman di bidang ini. sama sekali tidak ada. saya juga tidak seberapa menguasai komputer. tapi saya memiliki teman yg lumayan paham masalah komputer, dan saya yakin nantinya dia pasti mau membantu saya.
saya minta bantuan dari ANDA Semua untuk membantu saya:
- kira2 modal segitu cukup nggak ya untuk membuka usaha warnet dg 10 Klien?
- ada nggak yang menjual komputer bekas warnet kpd saya dg harga yg murah?
- kira2 apa saja langkah2 mendirikan warnet? perlu pake izin nggak? kalo iya,izinnya kemana?
- terus apa bisa kita memakai koneksi telkom speedy unlimiter yg bukan unlimiter warnet? (untuk menekan besar biaya bulanan)
- dan lain2 yang sekiranya penting dalam persiapan dan dalam usaha warnet…?
tolong bantu saya ya…
atas perhatian ANDA, Saya ucapkan terima kasih…
by: IVAN.
Mail: mastukin@yahoo.co.id
sekali lagi saya ucapkan terima kasih…
Februari 10, 2008 pukul 7:17 pm
untuk semuanya,
saya mempunyai dana sebesar 40jt dan dana itu niat saya akan saya gunakan untuk membuka usaha warnet.
prospek saya lumayan bagus.
yaitu mahasiswa/mahasiswi fakultas kedokteran dikota saya. sedang di sekitar universitas tsb saya lihat belum ada warnet.
tapi saya memiliki kendala besar yaitu saya sama sekali tidak memiliki pengalaman di bidang ini. sama sekali tidak ada. saya juga tidak seberapa menguasai komputer. tapi saya memiliki teman yg lumayan paham masalah komputer, dan saya yakin nantinya dia pasti mau membantu saya.
saya minta bantuan dari ANDA Semua untuk membantu saya:
- kira2 modal segitu cukup nggak ya untuk membuka usaha warnet dg 10 Klien?
- ada nggak yang menjual komputer bekas warnet kpd saya dg harga yg murah?
- kira2 apa saja langkah2 mendirikan warnet? perlu pake izin nggak? kalo iya,izinnya kemana?
- terus apa bisa kita memakai koneksi telkom speedy unlimiter yg bukan unlimiter warnet? (untuk menekan besar biaya bulanan)
- dan lain2 yang sekiranya penting dalam persiapan dan dalam usaha warnet…?
tolong bantu saya ya…
atas perhatian ANDA, Saya ucapkan terima kasih…
by: maz2Qn
Mail: mastukin@yahoo.co.id
sekali lagi saya ucapkan terima kasih…
Februari 11, 2008 pukul 5:10 pm
Pak Mastukin, mohon maaf tidak cukup pengetahuan saya tentang detail-detail usaha warnet. Saran saya coba hubungi Pak Adzan Wahyu di blognya http://adzan101.blogspot.com/ beliau dan timnya punya banyak warnet atau bahkan siapa tahu bisa bekerja sama.
Wassalam
FM
April 21, 2008 pukul 3:04 pm
Ass pak…
saya ibu rumah tangga.. tapi suka ikutan kerja / shoting dengan suami saya…
suami saya buka usaha “Video multimedia” di dekat rumah, tapi sepertinya kerja bareng dengan suami kurang enak, walaupun suami saya punya karyawan 5 orang tidak termasuk yang freeline..
Saya ingin sekali buka usaha lain, tapi sepertinya saya tidak punya bakat berbisnis…
banyak teman dan saudara yang menawarkan bisnis pakaian..
saya ingin sekali tapi saya bingung harus mulai dari mana…???
di tempat saya letaknya dekat dengan pasar tradisional yang juga menjual pakaian dari bayi sampai orang dewasa…
jadi sebaiknya saya buka usaha apa …??
teria kasih sebelumnya..
April 21, 2008 pukul 4:10 pm
Bu Tati
Tentang kerja dengan suami kurang enak, sebaiknya diskusikan dengan suami Bu, gimana sebaiknya. Keberatan tidak kalau nanti ibu punya usaha sendiri atau suami bisa ngasih jalan yang lebih baik.
Tentang ‘bakat bisnis’, saya yakinkan bahwa bisnis bukan bakat-bakatan. Bisnis bisa dipelajari, asal Ibu mau belajar. Tapi fakta bahwa Ibu membaca blog saya, berarti Ibu memang tipe pembelajar, tinggal ditekuni saja.
Kalau sudah ada teman atau saudara yang menawari, ya dimulai saja dari tawaran teman atau saudara Ibu. Diskusikan bagaimana mekanismenya berbisnis dengan mereka, kalau cocok Ibu bisa lanjutkan. Kalau tidak cocok, setidaknya Ibu sudah dapat ilmu bagaimana mereka berbisnis. Tinggal dicontoh dan dimodifikasi.
Saya juga bingung sendiri kalau ditanya “sebaiknya saya buka usaha apa?”. Lha Ibu sendiri maunya usaha apa?
Lokasi di dekat pasar tradisional sangat banyak peluangnya Bu, bisa sembako, mainan, warung makan, pakaian, tekstil, elektronik, alat tulis. Atau bisa juga jasa : salon, percetakan, fotokopi, dll. Tinggal Ibu sendiri yang menetukan.
Semoga bisa membantu
Wassalam
FM
April 25, 2008 pukul 2:30 pm
Saya punya toko di Sidrap Sulsel, bisa nda saya ngambil barang dari tempat anda? aturannya bagaimana? apakah barang yang tidak laku dapat ditukar kembali dengan jenis barang lain. Teknik pengirimannya bagaimana, apakah bisa langsung diterima disana, apakah ada jaminan barang tiba dengan aman.
Terima kasih atas jawaban dan tanggapannya.
Wassalam
AS
April 25, 2008 pukul 3:26 pm
Pak Andi Sutomo
Salam kenal Pak. Toko Bapak toko busana muslimah atau toko pakaian (umum) dan perlengkapan bayi. Sebab Bpk mengomentari artikel ttg toko pakaian dan perlengkapan bayi.
Saya sendiri punya tokonya toko busa muslimah, busana anak, dan jilbab. Kalau kerjasama untuk perlengkapan bayi berarti bukan core bisnis saya. Kalau untuk kerja sama busana muslimah, busana muslim anak, dan jilbab, saya bisa menyediakan beberapa merk : Permata, Zainab, Iqna, dll.
Saya sendiri masih fokus di penjualan di toko, belum melayani penjualan jarak jauh.
Demikian informasi dari saya
Wassalam
Fuad Muftie
April 30, 2008 pukul 3:21 pm
kerjasama warnet dengan sistem bagi. Modal kerja 50%. Di seluruh wilayah Indonesia (menggunakan VSAT Ku Band), asal strategis, dan tentu memiliki prospek tinggi. Nilai investasi tidak termasuk gedung.
Sertakan juga foto tempat, data keramaian, data warnet terdekat. Mulai dari 10 client hingga 20 client. Dengan nilai mulai 30 juta hingga 100 juta. Hubungi 081913121663 atau email global_info_media@yahoo.com
download file proposal http://www.indowebster.com/file_proposal.html
Mei 18, 2008 pukul 12:29 pm
Yth. Mas Fuad
mas, sy ibu rumah tangga dan punya usaha Salon khusus Wanita. Skrg sy tinggal di kompleks perumahan, sebelumnya sy tinggal di pinggir kota sehingga pelanggan ke salon lumayan setiap hari ada aja ..meskipun cuman cuci blow. Setelah sy pindah (lumayan jauh dari tempat sebelumnya) pelanggan sy otomatis berkurang. Sebenarnya sy senang2 aja salon tidak begitu rame karna sy masih sempat ikut pengajian, arisan bahkan olahraga (padahal sebelum pindah, jarang sekali keluar). Sy sdh mencoba berbagai macam dagang (terutama temen2 deket aja) dari krpuk ikan, terasi, madu, baju2 daster, sprei, blouse, batik2 sampai berlian. masalahnya jualannya suka angin2an. Pertanyaan sy, kira2 jualan apa yg cocok dengan salon n tidak tergantung mood n modalnya tdk besar2 amat? thanks
Mei 18, 2008 pukul 5:28 pm
salam kenal p’fuad, saya ibu rumah tangga selama ini usaha saya jual baju dengan cara kredit kepada tetangga atau teman disekolah anak saya. Cuma kendalanya baju yg saya jual selalu sisa dan tidak bisa ditukar lagi jadi untung cuma sedikit. Belum lama ini saya mendapat titipan brg dari teman berupa alat tulis dan pernak pernik untuk hadiah atau kado ya….. lumayan sih laku. Pertanyaan saya : saya ingin sewa kios untuk usaha saya tapi suami melarang karena akan rugi dengan membayar biaya sewa tapi kalo beli kios saya belum mampu. Yang kedua lebih baik jual barang dagangan sendiri atau jual barang orang. Mohon saran dan terima kasih ya…..
Mei 19, 2008 pukul 3:35 pm
@ hanifa
Maaf Bu saya belum punya pengalaman dengan bisnis salon. Kalau mencari apa yang cocok, barangkali bisa dimulai dari mencari kebutuhan yg lain dari orang yg datang ke salon. Selain ke salon kira-kira pengunjung butuh apa? Mungkin jual parfum, kosmetik, barang2 untuk terapi (aroma terapi, herbal, dll) akan cocok.
Atau bisa juga dengan memanfaatkan space yang masih ada. Misalnya didepan salon masih ada tempat yg luas dan trafic jalannya ramai, bisa saja dengan membuka counter untuk makanan, minuman, dll.
Sekali lagi maaf saya belum pahan dunia salon, yang penting kreatiflah dan berkreasilah…
@ dea
salam kenal Bu Dea, memilih jenis bisnis tidak ada yang bagus dan kurang bagus. Memilih bisnis yang baik adalah memilih bisnis yang bisa jalan dan memberi keuntungan. Kalau terlanjur memilih bisnis tapi tidak berjalan mulus, ya tinggal diganti saja jenis bisnisnya, kalau memang lebih menjanjikan.
Begitu juga menyewa kios belum tentu lebih berat daripada memiliki kios sendiri. Menyewa kios bisa sangat menguntungkan kalau hasil berjualan di kios bisa menutupi biaya sewa dan biaya lainnya. BUktinya banyak sekali pedagang yang lebih memilih menyewa kios dan bisa bertahan lama.
Demikian juga memilih barang dagangan sendiri atau menjual barang orang, juga tidak ada yang lebih baik. Yang lebih baik adalah yang bisa membuat bisnis terus berjalan dan terus laku.
Ibu tentu lebih tahu mana yang bisa laku, barang sendiri atau barang titipan. Tinggal dikembangkan saja Bu. Toh seperti saya, setelah usaha jalan, saya juga menjual barang yang saya beli sendiri juga menjual barang titipan orang lain.
Wassalam
Fuad Muftie
Juni 5, 2008 pukul 10:53 pm
Halo Pak Fuad,
Saya lihat banyak yang membutuhkan supplier baju bayi, mohon bisa diinformasikan kepada rekan2 semua, saya bisa membantu untuk menyediakan baju bayi, bantal guling, gendongan, dengan kualitas halus dan harga murah.
Untuk produk dan harga, bisa langsung email saya di green_jade77@yahoo.com
Terima kasih ya Pak, atas bantuannya
Juni 6, 2008 pukul 7:54 am
Terimakasih Bu Novita atas informasi dan penawarannya. Silahkan bagi yang membutuhkan produk tersebut langsung hubungi Bu Novita. Semoga bisa terjalin sinergi yang saling menguntungkan dan diberkahi.
FM
Juni 20, 2008 pukul 12:08 pm
Dear All,
Bagi yang mau buka toko bayi, saya bisa supply cover untuk menyusui, gendongan (ring), easy baby sling ( tanpa ring), dll. Bagi yang berminat silakan kirimkan email ke
lil.mama0708@yahoo.com
Saya tunggu kerjasamanya.
Terima kasih.
Juni 20, 2008 pukul 3:55 pm
Terimakasih Bu Arum atas informasinya. Banyak yg menanyakan suplier perlengkapan bayi, mudah2an bisa bersinergi dg Bu Arum
Wassalam
FM
Juni 23, 2008 pukul 5:37 pm
salam kenal Bp. Fuad saya bekerja disebuah perusahaan swasta, sebagai sampingan saya membuka usaha toko pakaian tapi masih kecil-kecilan, yang saya ingin tanyakan bagaimana cara menentukan harga agar saya dapat memenege dengan baik dan usaha saya dapat lancar. Karena saya masih belum berpengalaman untuk penjualan.Terima kasih sebelumnya
Juni 25, 2008 pukul 2:46 pm
Bu Fitri salam kenal Bu..
Untuk menentukan harga, ada produk yang sudah dipatok harganya sama produsen. Itu tinggal kita ikuti saja. Kalau dapat produk yang belum ada bandrol harganya, sesuaikan saja dengan produk sejenis.
Kalau tidak, biasanya margin keuntungan produk garmen bagi pengecer sekitar 25% sampai 50% dari harga jualnya. Tinggal kita sesuaikan saja Bu. Kalau misalnya kita beli dari produsen seharga Rp 60.000 dan kita bisa mematok margin keuntungan 40% maka harga jualnya adalah Rp.100.000 begitu kira-kira Bu.
Untuk berapa margin yang tepat, tergantung kualitas produknya, sumber produk (tangan ke berapa), dan paling mudah bandingkan dengan produk yang sejenis.
Wassalam
FM
Juni 28, 2008 pukul 12:16 pm
ass pak fuad,
saya yani,36 thn. saat ini status saya karyawati .
pak, saya kebetulan mempunyai teman yang sangat berpotensi dalam soal gunting,make up (segala sesuatu yang berhub dgn salon).
sayangnya krn ketiadaan modal, maka teman saya itu tidak bisa mengembangkan potensi tsb.
saya tertarik untuk mengajak teman saya bekerjasama membuka salon. hanya saja di lingkungan rumah saya, usaha salon cukup tajam persaingannya. karena hampir setiap radius 500 M terdapat salon.
bagaimana menurut bapak?, terus terang yang menjadi pikiran saya saat ini adl mengenai tempat. karena dana saya juga tidak banyak. sementara sewa tempat di daerah saya sangat mahal, sekitar 12 jt/thn
mohon saran, mengingat begitu banyak salon yang ada di daerah saya, apakah usaha ini akan berkembang nantinya
mohon saran disampaikan via email ke yanimurdani@yahoo.com
makasih
wassalam