Membuka Usaha Makanan
Saya seorang mahasiswi berumur 21 tahun. Sekarang, saya sedang ambil cuti kuliah. Karena cita-cita saya dari dulu adalah menjadi pengusaha. Alhamdulillah, ada seorang teman yang dengan senang hati mau meminjamkan pada saya modal. Saya berencana untuk memulai usaha yang akan menjual makanan.
Masalahnya, saya sama sekali belum mengerti masalah bisnis, atau bagaimana memulai suatu usaha. Tapi saya optimis, dan seringkali membayangkan bahwa usaha saya kelak akan berkembang dan menjadi besar, mengingat dikota ini, hanya satu tempat yang menjual makanan seperti yang akan saya jual. O iya, saya juga belum terlalu mengenal kota ini, karena saya baru menetap selama sebulan, jadi saya belum tahu bagaimana pangsa pasarnya.
Ya, kadang-kadang muncul juga pikiran takut kalau gagal. Bagaimana ya cara mengantisipasinya???terima kasih banyak untuk jawabannya.
puji
========== Komentar ==========
Mbak Puji, bersyukurlah di usia yang sangat muda sudah memiliki keinginan untuk berwiraswasta. Dan harus lebih bersyukur lagi, karena sudah ada teman yang mau minjamin modal. Sungguh itu kesempatan yang sangat-sangat langka. Karena umumnya calon pengusaha selalu mengeluhkan tentang sulitnya mendapatkan modal.
Sebagai calon pengusaha memang harus selalu optimis, apapun yang terjadi. Jangan biarkan munculnya pikiran negatif. Apalagi saat kita ingin mulai merintis suatu usaha yang baru buat kita. Pikiran harus terus tertuju pada hal-hal yang positif, dan buang jauh-jauh pikiran negatif. Atau jadikan pikiran negatif sebagai feed-back agar kita cermat mengukur resiko tanpa menghalangi langkah kita untuk memulai.
Mbak Puji, dulu kita lahir tidak pernah dikasih tahu bagaimana cara bicara, cara berjalan, cara makan, dll. Tapi kita sebagai manusia punya sifat cepat belajar. Demikian juga dalam bisnis, semua pengusaha pasti mengawali usahanya tanpa ada pengalaman. Kalau ada yang bilang “bisa menjadi pengusaha karena sudah punya pengalaman”, pasti itu bukan usaha yang petama. Dalam mengarungi dunia entrepreneurship yang penting adalah prosesnya bukan semata-mata hasil akhirnya. Dalam menjalani prosesnya kita harus terbuka untuk terus belajar pada setiap langkah yang kita ambil.
Kamipun memulai usaha jilbab dan busana muslim tanpa memiliki pengalaman sebelumnya. Kami tidak ada pengetahuan dan belum mengerti masalah bisnis jilbab, bahkan bagaimana memulainya juga tidak tahu. Justru kami jadi banyak belajar dan sedikit demi sedikit menjadi paham detail-detail menjalankan usaha kami. Satu lagi yang penting dalam membuka usaha adalah siap menghadapi masalah.
Ada yang bilang bahwa sebagai pengusaha misinya adalah menyelesaikan masalah. Jangankan sebelum membuka usaha, setelah membuka usahapun masalah akan datang silih berganti. Dan tugas pengusahalah untuk menyelesaikan satu persatu masalah tadi. Setiap berhasil menyelesaikan satu masalah kita akan naik kelas. Begitu seterusnya, makanya jarang ada pengusaha yang instan, begitu buka langsung jadi pengusaha besar. Banyak lho pengusaha yang cerdas memanfaatkan masalah menjadi peluang, memanfaat masa krisis agar dagangannya laris, pokoknya selalu bisa berkelit di masa sulit..
Kalau di kota Mbak Puji baru ada satu pengusaha makanan seperti yang Mbak Puji rencanakan, justru peluang yang bagus. Mbak Puji bisa amati toko yang sudah ada untuk mengetahui peluang pasarnya. Kalau toko tadi laris berarti peluang masih terbuka lebar. Kalau toko tadi kurang laris, bisa Mbak Puji pelajari apa penyebabnya dan apa kelemahannya. Nanti tinggal diperbaiki pada usaha Mbak Puji.
Untuk usaha makanan, menurut saya yang penting harus unik, baik rasanya maupun penyajiannya. Karena biasanya kalau ada satu yang laris pasti akan banyak yang mengikutinya. Kalau sudah banyak pesaing, konsumen tentu memilih yang punya nilai tambah dan unik.
Kami juga berencana membuka usaha kuliner, mudah-mudahan di tahun 2007 kami sudah bisa membukanya. Mohon do’anya ya…
Salam
Fuad Muftie
©2007 http://fuadmuftie.wordpress.com
PS : Buat pembaca sekalian, blog ini kami persembahkan agar kita bisa saling berdiskusi tentang bagaimana cara memulai usaha. Karena saya mengalami betapa beratnya mengatasi hambatan-hambatan untuk mengawali usaha sendiri. Harapan saya, bagi yang ingin membuka usaha bisa berbagi (sharing) sehingga hambatan-hambatan tadi bisa terasa ringan dan memudahkan langkah pertama untuk jadi pengusaha. Saya juga masih terus belajar, jadi mohon maaf atas segala keterbatasan saya.


Februari 10, 2007 pukul 10:16 pm
Pak Fuad saya sangat tertarik dengan web ini,minimal saya bisa memacu saya agar lebih optimis lagi dalam memulai usaha,saya baru aja membuka warnet masih dirumah dengan 5 PC client,udah banyak banget hambatan yang saya alami,rasanya kalo gak tanggung udah keluar modal banyak mau saya batalin aja deh,hehehehe… tapi setelah baca artikel2 bapak,agak sedikit mak nyuusss rasanya hati ini,ternyata kalo saya tarik benang merah dari artikel bapak,hampir semua pengusaha punya hambatan dalam usahanya ya pak? (Correct me if i’m wrong) Terakhir salam hangat untuk semua pembaca. Tetap semangat!!!
Februari 12, 2007 pukul 4:15 pm
Pak Akiong, sebelum membuka usaha penjualan jilbab, saya juga sempat terpikir untuk membuka warnet dan game online. Cuma karena kurang dukungan, tidak jadi direalisasikan.
Menurut saya bisnis warnet masih berpeluang, dan saya mengamati disekitar rumah saya, bisnis warnet masih berkembang dan sedikit yang berakhir dengan ditutup. Teruskan saja Pak usaha warnetnya, saran saya carilah keunikan dari usaha warnet Pak Akiong dibandingkan usaha warnet yang lain. Kemudian berilah nilai tambah bagi pengunjung warnet, tanpa mengurangi potensi profit. Dan mungkin bisa dicoba untuk lebih gencar berpromosi kepada calon customer.
Pak Akiong, maaf bukan bermaksud SARA, kalau lihat namanya, bapak kan dari etnis yang terkenal ulet dalam menjalankan usaha. Saya juga banyak belajar dari etnis ini. Satu keunggulan yang jarang dimiliki etnis yang lain adalah jaringan (network) yang solid. Mungkin Pak Akiong bisa memanfaatkan keunggulan tersebut.
Oke Pak terus maju, hadapi segala hambatan dan masalah untuk kenaikan kelas berikutnya.
Salam
Fuad Muftie
Februari 13, 2007 pukul 10:47 am
Teima kasih untuk saran-saran yang bapak berikan pada saya. Beberapa hari yang lalu, saya sudah bertemu dengan 3 orang teman ( jadi saya memulai usaha ini dengan bekerjasama dengan 3 orang ). karena usaha yang akan kami buka ini adalah usaha kuliner, jadi saya sebagai pemegang resep, dan 3 orang teman saya itu sebagai penanam modal. Kami telah menghitung modal, mempersiapkan apa-apa saja yang diperlukan dll. hanya satu saja yang jadi masalah, yaitu kami belum mengetahui perhitungan royalti yang akan diberikan pada saya nantinya. Bisakan bapak memberikan penjelasan tentang hal ini? Dan biasanya berapa persen yang diterima oleh pemegang royalti? terima kasih banyak untuk jawaban yang bapak berikan.
Februari 13, 2007 pukul 7:21 pm
Mbak Puji, mohon maaf saat ini saya belum tahu seluk beluk perjanjian royalti. Yang saya tahu royalti bisa berupa prosentase dari omset selama kurun waktu yang disepakati. Besarnya prosentase bisa berdasarkan kesepakatan antar pihak yg terkait.
Menurut saya yang penting Mbak Puji dan 3 temennya sepakat. Berapapun besarnya, asal tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
Dan jangan lupa, sebaiknya kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis yang mengatur hak dan kewajiban setiap pihak selengkap mungkin. Jangan cuma berdasar kesepakatan lisan. Hal ini untuk menghindari perselisihan di waktu yg akan datang.
Sekali lagi mohon maaf.
Salam
FM
Februari 18, 2007 pukul 10:05 am
Assalamu’alaikum Wr Wb P’ Muftie
Senantiasa kita semua dilindungi Allah SWT, saya termasuk fans berat untuk blog ini, karena dari sini saya bisa mendapat semangat untuk memulai usaha, kebetulan saat ini saya sudah bekerja di perusahaan swasta, sekarang usia saya 21 thn, saya sangat berkeras hati ingin membuka usaha baru, namun saya bingung, ‘ usaha apa ya?’ saya mellihat potensi untuk aksesoris anak muda ( ABG ) yg banyak dijual di Jakarta, terpikir oleh saya bagi mereka di kota lain mungkin blom ada penjualan seperti itu, harganya juga tidak terlalu mahal. Sudi kiranya P’ muftie memberi ide bagi saya bagaimana caranya memulai usaha saya ini, dan mungkin bagi pembaca yg berminat bekerja sama dengan saya bisa kirim e-mail ke jak_coll@yahoo.com
Jazakumullah khaira
- Iyen -
Februari 18, 2007 pukul 11:50 am
Pak / Bu Iyen, semoga bisa segera terealisir keinginannya membuka usaha aksesoris.
Di Jakarta memang banyak kios / toko penjual aksesoris untuk kawula muda. Biasanya digabungkan dengan produk2 untuk kado dll.
Kalau di Jakarta, setahu saya pusat penjualan aksesoris (grosiran) yang murah dan lengkap salah satunya di Pasar Asemka (Kota). Pembelinya tidak hanya datang dari jakarta tapi juga dari luar kota.
Kami juga sering belanja ke Asemka untuk kebutuhan kios kami dan memang banyak penggemar aksesoris di Kios Kami.
Salam
FM
Maret 6, 2007 pukul 1:21 pm
Assalamu’alaikum wr.wb
Saya sangat senang menemukan blog ini terimakasih pak Fuad. Saya sangat awam di bidang usaha, namun saat ini saya berminat sekali untuk dapat berwiraswasta namun tidak dapat menjalankannya sendiri, karena saya terikat jam kerja kantoran, dan sering ke luar kota dinas lapangan.
Mungkin Pak Fuad dan rekan-rekan di blog ini yang mempunyai info tentang peluang kerjasama usaha, dengan pembagian keuntungan sistem Islami? saya tunggu info-nya. Silahkan email ke darwa69@yahoo.com
Terimakasih.
Wassalam
Srida
Maret 6, 2007 pukul 5:42 pm
Bu Srida,
Menurut pendapat saya, pembagian keuntungan secara islami pada dasarnya sama saja dengan pembagian keuntungan pada umumnya. Asal masing-masing pihak sepakat dan ada akad atau perjanjian, maka boleh dibilang cara kerjasamanya islami.
Yang tidak baik adalah kerjasama yang sebagian pihak akan dirugikan dengan adanya perjanjian tersebut. Meskipun dilakukan dengan mengatasnamakan islam, kalau caranya seperti itu ya tidak islami. Kan islam itu rahmatan lil alamin, memberi rahmat bagi seluruh alam.
Memang salah satu cara kita memasuki dunia wirausaha kalau kita masih bekerja adalah melakukan kerja sama dengan pihak lain. Asal kita percaya pada pihak yang akan kita beri amanah dan kita yakin usaha bisa jalan, silahkan dicoba Bu.
Semoga Bu Srida bisa mendapatkan partner yang terbaik ya Bu.
Salam
FM
Maret 7, 2007 pukul 8:49 am
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Senang bisa menemukan sumber informasi yang tepat untuk rencana saya. Sebagai pekerja kantoran yang sudah jenuh dengan rutinitas kerja, saya merencanakan untuk memulai bisnis/wirausaha segera setelah menemukan peluang yang pas. Tapi untuk saat ini saya belum menentukan bisnis apa yang akan saya jalani. Dengan adanya blog ini saya tertarik untuk bergabung dengan bisnis usaha yang dijalankan oleh P’Fuad. Dengan modal yang saya miliki, bisakah saya investasikan dalam usaha Anda? Bagaimana saya menghubungi P’Fuad untuk membicarakan hal ini dengan lebih detail? Akan sangat senang apabila dapat memulai usaha ini segera, karena tingkat kejenuhan saya bekerja di kantor hampir mecapai puncaknya.
Semoga ini menjadi awal yang baik untuk lebih memajukan usaha bersama. Terima kasih
Wassalam,
Santi
Maret 7, 2007 pukul 4:38 pm
Terimakasih apresiasinya Bu Santi.
Untuk melakukan kerjasama dengan kami, pada prinsipnya kami bersedia melakukan kerja sama. Untuk mekanisme kerjasamanya, sebaiknya bisa kita bicarakan lebih detail, agar tidak terjadi kerugian di masa depan.
Silahkan Bu, kita diskusikan lebih lanjut, syukur-syukur Bu Santi berkenan mengunjungi kios Kami untuk melihat langsung bagaimana jalannya usaha kami, sekaligus berdiskusi tentang model kerjasamanya.
Semoga bisa membantu
Salam
FM
Maret 23, 2007 pukul 2:59 pm
Assalamu’alaikum wr.wb
Saya tertarik sekali untuk memulai usaha setelah membaca situs ini. Sebetulnya saya ingin sekali membuka usaha kue-kue kering karena terkadang saya mendapat order dari teman-teman sendiri, cuma untuk untuk memulainya itu susah sekali, bagaimana caranya ya pak, sedangkan saya sendiri adalah pekerja Untuk Modal Insya Allah ada walaupun tidak terlalu banyak.
Kalau bisa kasih solusi ya pak.
Wassalam
Yani
Maret 27, 2007 pukul 9:00 am
## Bu Santi
Terimakasih telah berkunjung ke kios kami, semoga bisa menjadi inspirasi bagi Bu Santi untuk memulai usahanya. Sukses selalu ya Bu.
## Bu Yani
Bu Yani kan sudah dapat order dari teman2, berarti sudah mulai dong usahanya. Koq masih bingung memulai ???
Tinggal dikembangkan toch Bu. Mungkin Bu Yani bisa coba tawarkan ke teman kantor, tetangga, temannya teman, tetangganya tetangga dan seterusnya. Atau bisa dititipkan ke toko-toko kue. Atau bisa juga ditawarkan lewat brosur, kalau ada order baru dibikin kuenya. Pokoknya gunakan kreatifitas dan imajinasi Bu Yani.
Salam
FM
Maret 28, 2007 pukul 9:24 pm
Halo Mas, mau tanya nih gimana caranya usaha dengan modal yang sangat kecil tapi bisa jalan.Masalahnya keberanian untuk memulai usaha masih blom punya tapi jiwa investor sekarang sedang berjalan cuma sekarang saya berpikir untuk usaha dengan dijalankan oleh saya sendiri bukan oleh orang lain . Mohon saran dan kritiknya .Makasih
Maret 29, 2007 pukul 11:46 am
Mbak/Mas (?) Aldi, saya kira jawabannya sudah ada tulis sendiri yaitu “munculkan dulu keberanian untuk memulai”. Kalau sudah berani berapapun modalnya bisa jalan koq, bahkan tanpa modalpun kalau cuma untuk memulai usaha pasti bisa. Banyak contohnya silahkan pakai ATM (Amati Tiru Modifikasi).
Salam
Fm
April 1, 2007 pukul 5:10 pm
P Fuad
Saya seorang ibu rumah tangga, ingin memulai usaha dari rumah bisakah bapak menginformasikan beberapa inspirasi usaha untuk saya??
Terima kasih
April 2, 2007 pukul 11:07 am
Bu Lilis yth, saya ikut senang ibu ingin ber-wira usaha sendiri. Saya harap artikel2 yang sudah saya tulis bisa menginspirasi Bu Lilis untuk memulai usaha. Oh ya sudah dibaca belum Bu tulisan2 saya?
Kalau Bu Lilis merasa belum terinspirasi dg Blog saya, harus saya beri inspirasi apa lagi ya Bu?
salam
FM
April 14, 2007 pukul 10:53 am
Selamat pagi Pak Muftie Yth,
Saya hartono..& saya sudah mulai merencanakan untuk memulai usaha sendiri. usaha yang saya akan mulai adalah usaha makanan… kata orang usaha yang tidak pernah mati….mudah-mudahan. saya ingin memulai usaha ini dengan berjualan makanan di gerai-gerai kecil (food stall) dipusat-pusat perbelanjaan. masalah yang saya hadapi dimana saya bisa menemukan supplier pembuat food-stall yang unik dan menarik seperti yang kita biasa lihat di Pusat2 perbelanjaan. Demikian uneq2 saya pak Muftie…sekiranya bapak bisa membantu …Terima kasih banyak saya ucapkan
Untuk Sukses Anda,
Hartono
http://www.program2success.com
Your Success Portal through eLearn from the World’s Best Speakers & Mentors.
April 15, 2007 pukul 10:18 am
Pak Hartono
Saya belum sempat terjun ke dunia kuliner. Orang tua dan mertua saya pernah bisnis kuliner dan mendapatkan etalase dari tukan kayu, hand made.
Food stall yang Pak Hartono seperti apa ya? Saya belum kebayang. Atau barangkali ada pembaca yang bisa bantu pak Hartono???
Maaf kalau kurang membantu
salam
Fuad Muftie
Mei 3, 2007 pukul 11:12 am
Selamat pagi pak muftie
Saya seorang pns berumur 21 tahun dengan penghasilan 2,5 juta perbulan, berkeinginan untuk memiliki bisnis usaha sendiri. Tapi saya belum punya pengalaman sama sekali mengenai metode bisnis yang baik dan juga belum punya gambaran bisnis seperti apa yang sesuai. Karena rutinitas kerja yang lumayan sibuk, saya sempat berpikir untuk mengumpulkan modal saja terlebih dahulu. Apa pertimbangan saya ini sudah tepat??
Saya berniat punya usaha di makassar, pertimbangan saya karena melihat masyarakat disana yang doyan makanan. Kira-kira ide bisnis seperti apa yang sesuai??
Agustus 18, 2007 pukul 2:15 pm
Ass.Wr.Wb,
Pak Muftie, saya sdh mencoba berwirausaha skitar 5 tahun, tp kami rasa belum ada hasil yg cukup “signifikan”; kira-kira apa saya harus berganti ke bidang usaha lain ? Sebenarnya brp tahun kira-kira untuk menilai suatu usaha itu berhasil/ gagal?
Terima kasih atas sarannya.
Agustus 20, 2007 pukul 1:44 pm
Pak/Bu oeb / cahnduesit
Salam kenal, kalau dilihat dari pengalaman, harusnya Anda lebih tahu tentang bisnis. lha wong saya baru satu tahun merintis usaha. Kalau sampai lima tahun belum dapat hasil yang signifikan, sebaiknya identifikasi masalahnya dulu. Apa kurang laku, apa untungnya terlalu kecil, apa karena sebab yang lain. kalau sudah ada identifikasi masalah setidaknya akan ada arah untuk mencari solusinya.
Solusi ganti usaha diperlukan kalau memang usaha yang selama ini dijalani tidak ada prospeknya lagi. Misalnya jualan Penyeranta / Pager, sekarang jelas sulit bertahan karena sudah ada HP dg SMS-nya. kalau bidang usaha yang Anda jalani masih ada orang lain yang bisa sukses berarti kemungkinan masih ada prospek. Ganti usahapun akan sia-sia kalau cara mengelola bisnis tidak berubah.
Ganti usaha juga bisa menjadi jalan keluar, kalau bidang usaha yang sekarang dijalani bukan bidang yang diminati. Bagaimanapun menjalankan usaha harus terus semangat. Nah semangat akan terus menyala kalau bidangnya benar-benar kita senangi. Kalau tidak disenangi, bagaimana akan antusias menjalankannya. Carilah bidang yg benar2 bisa membuat semangat, membuat bahagia, dan tidak terasa sedang berbisnis saat menjalaninya. Jadikan bisnis seperti kita bernafas saja, tidak terasa mengalir, tidak ada paksaan, dan jalan terus.
Ukuran sukses gagal tidak bisa diukur lewat hari, minggu, bulan, dan tahun. Kita sendiri yang tahu usaha kita sukses atau gagal. Yang penting menurut saya Bisnis adalah Proses. Kalau kita bilang usaha sudah gagal dan berhenti, maka usaha tsb benar2 berhenti disaat gagal. tapi kalau kita lihat usaha sedang gagal dan kita upayakan untuk tetap jalan dengan dilakukan perbaikan, maka peluang sukses akan terus terbuka.
Saya selalu ingat pesan sahabat lain : Kita hanya butuh satu kali kesuksesan untuk berhasil. Dan tugas kitalah untuk mencari kesuksesan tadi, dan itu hanya bisa dilalui melalui proses.
Salam
Fuad Muftie
PS:
Pak/Bu OEB kenapa pakai nama samaran? Dunia usaha itu sempit, siapa tahu disekitar Anda ada orang yang lagi pingin investasi, pingin kerjasama, kalau anda terbuka orang lain akan yakin dan terbuka untuk bekerja sama dg Anda. Kan salah syarat sukses berbisnis harus punya reputasi yg baik. Nama juga akan menunjukkan reputasi Anda, kenapa takut?
Saya kirim email langsung ke Anda juga nggak bisa masuk, kenapa pakai email yg tidak bisa dibalas?
Agustus 20, 2007 pukul 3:42 pm
Ass.Wr.Wb,
Pa Muftie, baru sekarang liat website bapak…sangat2 membuat saya makin berbesar hati untuk memulai membuka usaha.
Terus terang pa, saat ini saya dan suami sedang berusaha mengumpulkan modal untuk membuka usaha makanan. Bisa dikatakan suami saya bekerja dibidang makanan, sudah beberapa kali bekerja sebagai supervisor di restauran mie ayam dan bakso. Dan keinginan terbesarnya adalah membuka warung makan sendiri karena dia hobby memasak dan pada tempatnya bekerja terdahulu dia juga sudah mendapatkan ilmu untuk membuat makanan seperti bakso, mie ayam, nasi goreng, chinese food dll.
Saat ini bisa dibilang kami belum cukup PD untuk membuka usaha, karena modal yg sedikit dan juga belum menentukan bisnis makanan apa yang akan kami buka.Apakah makanan seperti bakso dan mie ayam ataukah seperti konsep warung nasi. Apakah lokasi dekat perumahan sudah strategis? mohon advisenya…Makasih sebelumnya pak.
Agustus 20, 2007 pukul 4:36 pm
Wass Wr Wb
Karena sepertinya memang Hal spt ini sering menjangkiti calon entrepreneur. Asal jangan terus-terusan bingung lho Bu.
Bu Mamay, kalau saya di posisi Ibu, saya mungkin juga masih bingung
Saran saya, fokuskan pikiran pada usaha yang benar-benar diinginkan. Ajukan pertanyaan-pertanyaan pada diri sendiri yang bisa menguatkan. Misalnya “Bagaimana saya bisa memulai usaha ini”, “Bagaimana dg modal terbatas saya bisa memulai & menjalankan usaha”, dll. Toh modal keahlian memasah sudah Anda miliki, tinggal dimanfaatkan.
Hal spt ini yg juga saya lakukan sebelum membuka kios Addina. Alhamdulillah dg memfokuskan pikiran, pintu-pintu dan jalan yang tadinya tdk terpikirkan menjadi terbuka dan ketemu informasi yg mendukung dan orang-orang yang tepat, sehingga kamipun bisa buka usaha dg segala kekurangannya.
Untuk memulai usaha jangan menunggu kondisi yg ideal, karena semakin ideal kondisi kita belum tentu bisa memunculkan keberanian. Bahkan mungkin kalau modal sdh cukup besar, kita menjadi semakin takut, takut kehilangan modal. Mulailah dari yg kecil, dari diri sendiri, dan sekarang juga.
Lokasi dekat perumahan umumnya bagus buat usaha makanan, tinggal bagaimana kita mengelolanya (promosi, penyajian, pelayanan, dll). Lihat saja di sekitar, kalau tampak ramai dan banyak juga yg berjualan di sana, berarti cukup potensial. Anda sendiri yg bisa menilainya.
Salam
Fuad Muftie
Agustus 20, 2007 pukul 5:05 pm
Ass. Wr. Wb,
Pak Muftie, terima kasih atas masukkannya yg sangat membantu. (sebenarnya sih awalnya ragu juga…, apakah Bpk berkenan merespon pertanyaan dr saya/ tdk? ).
Oh ya , mhn maaf mengenai email - tapi dengan ini saya cantumkan lagi alamat email saya yg lain.
Agustus 21, 2007 pukul 1:07 pm
Oke Pak Terimakasih, semoga usahanya tambah maju dan sukses.
Salam
FM
Agustus 23, 2007 pukul 6:15 pm
Dear Bpk Fuad Muftie,
Saya Hendra, umur 28 thn sebagai karyawan swasta
Setelah membaca beberapa artikel bapak, saya menjadi semangat untuk memulai usaha
Memang kontex untuk membuka usaha sudah sering saya bicarakan dgn istri saya, tetapi yg menjadi masalah bagi kami sekarang adalah mengumpulkan modal terlebih dahulu dan mencari jenis usaha yang tepat dan cepat cash flownya. Saya pernah membaca disebuah artikel bahwa akan lebih baik jika kita memilih jenis barang usaha atau jenis uasahanya sendiri sesuai dengan hobby kita, mohon tanggapannya pak
Karena hobby saya main badminton, apa saya harus membuka usaha penjualan peralatan badminton ( saya yakin modalnya sangat besar sekali ). Pertanyaan saya pak, bagaimana kiat melihat peluang usaha dengan benar diluar hoby kita, dan menurut bapak jenis usaha yang terbaik saat ini dibidang apa ya pak?
Terima kasih atas tanggapan Bapak and keep the spirit for success
Agustus 24, 2007 pukul 10:25 am
Pak Hendra.
Bapak silahkan tanya kepada orang yang sudah membuka usaha, apakah modal menjadi satu2nya penentu jalannya usaha mereka? Saya yakin sebagian besar setuju bahwa modal bukan satu-satunya faktor penentu bisa tidaknya seseorang memulai usaha. Modal memang penting tapi bukan itu yang harus jadi prioritas. Justru alasan modal selalu menjadi alasan nomor satu orang untuk menunda memulai usaha.
Pikirkan dan fokuskan pada sumber daya yang ada. Jalan yg Bp tempuh dg mengumpulkan modal dulu memang baik dan saran saya fokuskan pada sumber daya yang ada untuk segera memulai usaha.
Usaha memang sebaiknya dibidang yang disenangi dan salah satu indikatornya ya hoby tadi. Saat ini gelombang industri sudah masuk ke industri kreatif. Menggali peluang usaha dari hobby juga harus didukung kreatifitas. Peluang dari hoby bulutangkis, tidak hanya dengan jualan peralatan bulu tangkis, tapi bisa digali lebih dalam lagi: misalnya konsultan tim bulutangkis, EO pertandingan bulu tangkis, manajeman gedung bulu tangkis dll, pokoknya gunakan kreatifitas.
Mengenai peluang usaha yang terbaik, kembali batasannya adalah kreatifitas kita, makin kreatif saya yakin makin terbuka peluang usaha baru yang lebih baik lagi.
Oh ya saya klik link Anda koq ke dunia otomotif (motor)? kalau memang suka motor, itu juga peluang yang bagus lho.
Salam
FM
PS: Saya juga lagi belajar lho menggunakan kreatifitas ini, bagaimana berpikir diluar kotak, bagaimana keluar dari pikiran nyaman dll.
September 7, 2007 pukul 2:07 pm
Assalamu’alaikum wr. wb
Pak Fuad, saya sekarang ada dibatas putus asa,sudah 2 bualn menganggur dan 2 bulan sebelumnya sudah 3 kali ganti tempat kerja. Pak Fuad saya sekarang lagi punya ide untuk buka warung soto kudus (soalnya saya asli kudus), tapi rasanya saya sudah berat memulai, soalnya saya sudah kehabisan uang buat modal belum lagi saya sekarang hidup dari hasil kerja istri. Masalah yang sebenarnya saya alami adalah saya takut memulai dan takut gagal. Kalo boleh tolong dong saya beri motivasi, atau mungkin juga tips-tips simpel bahwa sayajuga mampu mengatasi masalah. Maaf Pak Fuad kalau saya kurang sopan nih… Semoga Allah menjadikan kita sebagai pewaris ajaran Rasulullah yang lurus dan tetap istiqomah dijalan Nya. Amiin
September 7, 2007 pukul 2:43 pm
Pak Fauzi, saat mengalami kesulitan saya selalu ingat :
- bahwa dibalik kesulitan selalu ada beribu kemudahan.
- Ada banyak orang yang lebih malang dari kita dan dia bisa bangkit lalu sukses (Contoh Oprah Winfrey, dll)
- Saat kita sudah putus asa, kadang seperti perumpamaan kita habis berjalan di jalan yang terjal, sudah kehabisan tenaga, ternyata dihadapan kita ada tembok yang tinggi. Mundur lagi tidak mungkin, maju kehadang tembok. Cuma kita tidak tahu apa yang ada dibalik tembok. Satu-satunya jalan adalah memanjat tembok / merobohkan tembok dan siapa tahu dibalik tembok ada jalan yang mulus dan terbuka lebar. Banyak yg putus asa didepan tembok lalu mundur, merekalah orang gagal.
Saya kurang tahu persis bagaimana kondisi Anda saat ini, tapi yakinlah bahwa itu pasti ada hikmahnya. Alloh SWT tidak menciptakan kita untuk gagal kan? Alloh SWT menciptakan manusia untuk menjadi KHALIFAH di muka Bumi. Artinya Alloh SWT ingin kita sukses. Tinggal bagaimana usaha kita, karena Islam juga menyuruh kita berusaha. Tidak tinggal diam menunggu takdir.
Lakukan apa yang Anda bisa lakukan. Kalau memang jalan untuk membuka soto kudus sudah ada, mulailah, apapun resikonya. karena tidak memulai juga penuh resiko koq. kalau belum tampak jalannya, saran saya lakukan pendekatan dg usaha soto kudus. Mungkin melamar jadi pegawai warung soto kudus, tambah kenalan dengan pengusaha soto kudus, dll.
Masalah takut memulai dan takut gagal, dari yang saya baca kondisi Anda dimata orang lain bisa masuk kategori orang gagal. Kalau sekarang Anda sudah gagal, takut sama gagal yang gimana lagi?
Hampir sebagian besar orang sukses, mengawali suksesnya dengan gagal. Tinggal bagaimana kita menyikapi kegagalan tsb.
Oh ya, saya punya seorang teman yang nasehatnya selalu saya ingat sampai saat ini. Dia bilang “Mas, kalau sampeyan kehabisan uang, sedekahkan sisanya sampai habis. Saya jamin dalam waktu singkat uang Mas akan balik, bahkan mungkin berlipat ganda.”
Dan bukan bermaksud riya, saya sudah beberapa kali mengalami kejadian spt itu. Itulah kekuatan sedekah. Jadi selain ikhtiar fisik, perbanyaklah sedekah. Tidak harus dg uang, dg pikiran dan tenaga kita untuk membantu orang lain. InsyaAlloh kita akan dibantu oleh Alloh SWT melalui orang lain.
Salam
Fuad Muftie
PS: Pak Fauzi, saya asumsikan Anda masih bisa membuka internet berarti masih ada modal meskipun sedikit. Kalau ada kesempatan cobalah tonton film The Pusuit Of Happyness. Diceritakan ttg seorang yang sudah bangkrut-krut-krut, dan bisa bangkit meskipun harus kerja 6 bulan tanpa digaji sampai harus menggelandang. Ini kisah nyata yg difilmkan.
September 14, 2007 pukul 11:56 am
Bolg ini sangat positiv khusus bagi pengusaha pemula. saran saya kalau bisa disetiap tulisan / tanggapan / jawaban ditampilkan tanggal dan jamnya. terima kasih
September 17, 2007 pukul 2:31 pm
Terimakasih Pak Syafii, setahu saya secara otomatis WordPress akan mencatat tgl dan jam setiap tulisan yang dimuat.
Salam
FM
Nopember 5, 2007 pukul 12:53 pm
saya sangat suka membuka usaha dengan cara halal
Nopember 5, 2007 pukul 2:15 pm
Alhamdulillah, semoga usaha yang anda buka bisa terus membesar dan memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Salam
Fuad Muftie
Nopember 7, 2007 pukul 8:28 pm
pak!bu!saat ini saya sedang dilema utk mulai usaha sendiri yang dibantu ortu. Tapi saya tidak mengingkari nikmat yg diberikan ALLAH SWT saat ini. Awal Nopember saya resign dari tmp saya krja dgn kyakinan saya hrs usaha sendiri. Alhamdulillah ke2 ortu mendukung pnuh. Bahkan Bapak mendukung modal. Saya ingin membuka toko agen beras dan konco2nya ato gampangnya sembako. Nganggur di rumah saya gunakan cari kontrakan di bawah 6jt. Ketemu sdh!!hari itu jg sy mo kasih panjer kontrakan!Sekali lagi rejeki dtg. Temen Bapak, enterperneur sukses yang punya toko obat besar, hotel bintang3 nawarin ruko ato standnya buat dipake usha. g perlu sewa/kontrak. cuman bg hasil 40%/blnnya. setelah liat tmp ruko utk ush beras+sembako kurang cocok,”pasarny” g ada.di stand usaha makanan, sy yg krg cocok krn bny pesaing(drop ini critanya),sewa d tmp yg uda mo d panjer, bpk brusaha ngeyakinin mending di coba usaha makanan dulu mumpung ada yg kasi tmp itung2 coba2 dua ato tiga bulan liat omzetnya. nah skarang aq binguuuuung…..stelah curhat sm ALLAH SWT spertinya aq diarahkan utk mencoba di stand dgn jual makanan. smoga ALLAH memberikan yang terbaik!!!!
Nopember 8, 2007 pukul 2:59 pm
Bu Dewi Ariyanti, satu hal yang tetap harus ibu dahulukan adalah BERSYUKUR. Tidak semua orang yang ingin memulai untukmembuka usaha bisa mendapatkan kemudahan dan pilihan seperti yang ibu sampaikan.
Saat membaca feeling saya juga mengatakan “mendingan ambil usaha makanan”. Saya sendiri kurang paham detail2 kedua jenis usaha tadi. Cuma pernah dengar kalau beberapa jenis produk sembako marginnya kecil (tidak semua lho!). Sementara pada umumnya usaha makanan (plus minuman) marginnya lebih besar.
Apalagi Bu Dewi sudah mendapat keyakinan setelah curhat kepada Sang Pencipta. InsyaAlloh tidak akan merugi. Apapun hasilnya dari segi materi, dari segi ruhaniah tidak pernah akan merugi.
Semoga Ibu semakin mantab dengan pilihannya dan semoga bisa berkembang, bisa mendapat barokah dari Alloh SWT.
Salam
FM
Nopember 18, 2007 pukul 6:28 pm
Pak,saya juga punya keinginan untuk buka usaha kecil2an.Di rumah kalau memungkinkan,toko/warung begitu.untuk menjlnkan usaha tsb,diperlukan izin ya pak?Perrtama-tama ke mana dulu saya harus mengurusnya?Terima ksih
Nopember 20, 2007 pukul 9:40 am
Untuk usaha kecil-kecilan yang baru dirintis, cukup minta ijin ke RT setempat dulu. Jangan lupa minta ijin / restu dari tetangga. Kalau mikirin ijin-ijin dulu nanti malah nggak jadi buka usaha.
Nanti kalau sudah jalan, baru bikin badan usaha: Usaha Dagang (UD), CV, atau PT, sesuaikan dengan kemampuan dan lingkup usaha kita. Untuk urusan seperti ini serahkan saja sama notaris, kalau nggak mau repot
Salam
Fuad Muftie
Nopember 28, 2007 pukul 3:32 pm
Pak Fuad yth.
Saat ini, saya sedang berpikir untuk memulai usaha sampingan lewat internet, karena asumsi saya, usaha lewat internet dapat berjalan disaat saya harus bekerja di kantor, ditambah lagi saya mendapat fasilitas koneksi internet di komputer saya, namun saya bingung, usaha apa yg dpt dikerjakan lewat internet selain jual beli barang / jasa informasi / iklan?
Mohon advise nya pak,
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terima kasih
Teddy
Nopember 29, 2007 pukul 8:03 am
Pak Fuad yth.
Saat ini, saya sedang berpikir untuk memulai usaha sampingan lewat internet, karena asumsi saya, usaha lewat internet dapat berjalan disaat saya harus bekerja di kantor, ditambah lagi saya mendapat fasilitas koneksi internet di komputer saya, namun saya bingung, usaha apa yg dpt dikerjakan lewat internet selain jual beli barang / jasa informasi / iklan?
Mohon advise nya pak,
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terima kasih
Teddy
Nopember 30, 2007 pukul 9:53 am
Pak Teddy Kusuma, saya sendiri belum punya banyak pengalaman jualan on-line. Banyak sich cara untuk berbisnis lewat internet. Bisa jualan produk, jualan jasa, afiliasi, dll.
Mungkin lebih afdhol kalau Pak Teddy belajar dari para Internet Marketer. Tapi coba Pak Teddy gali dulu potensi diri Pak Teddy ada di bidang apa, baru kemudian dicari jalannya untuk memanfaatkan potensi diri Pak Teddy agar bisa “dijual” secara on-line.
Toh sebenarnya internet hanyalah alat bantu, bukan satu-satunya cara untuk memulai usaha. Kalau kita cermat, jualan lewat internet lebih efisien dan menguntungkan dibanding julan off-line yg butuh stok yg banyak, butuh sewa tempat, dll.
Mohon maaf kalau kurang banyak membantu
Wassalam
Fuad Muftie
Nopember 30, 2007 pukul 9:28 pm
assalamualaikum..
pak sy baru menemukan blog ini,sy mo tny tentang usaha yg dijalanin bapak bidang apa saja? trus terang sy jg pengen join klo memang cocok begitu..dan gimana cara2nya tolong infonya lbih detail..terimakasih byk,ditunggu balasannya
wasallam..
Desember 1, 2007 pukul 11:50 pm
SALAM KENAL U/BAPAK
setelah saya membaca halaman ini,saya jg mau saran dan juga cara yang tepat untuk memulai suatu bisnis seperti yang bapak jalani saat ini.kiat - kiat apa saja yang harus saya tempuh agar bisa sukses seperti bapak..?
karena saya ingin sekali bisa sukses seperti bapak….thanks be4….
saya tunggu balasan nya….
Desember 3, 2007 pukul 12:18 pm
@ diah
Wa’alikum salam Wr Wb
Bu usaha saya saat ini penjualan jilbab, kerudung, busana muslimah, kaos muslimah, dan busana muslim anak-anak.
Silahkan saja Bu kalau mau kerjasama, ditungu penawarannya dari Ibu
@ ANDREA
Silahkan baca blog saya dari awal Pak, banyak perjalanan bisnis saya yang (mudah2an) bisa Anda ambil sebagai tips atau kiat-kiatnya.
Wassalam
Fuad Muftie
Desember 8, 2007 pukul 12:28 pm
Terima kasih untuk reply dari Bapak. Dan terima kasih juga untuk perhatian yang telah Bapak berikan.
Salam
Teddy
Desember 10, 2007 pukul 1:45 pm
Sama-sama Pak, maaf ya kurang optimal ‘nasehatnya’, lha wong elmunya masih cekak he.. he.. he..
Sukses ya Pak
Salam
FM
Januari 24, 2008 pukul 12:46 am
saya sgt tertarik dg situs in & trima ksih krn mmberikan bnyk pandangan yg menarik untk mjd enterpreneur. sy baru sj mnyelesaikan kul akuntansi d bdg.sy sgt ingin memulai usaha d kmpg halmn sy d kota kecil d jteng. namun sy msh ragu apakah yg akn sy jalankan dan bskah brjln.bnyk alterntif diantarany adl bju dan asesorisny ato makanan siap sji dg etalase d plasa.kira2 tepatkah usaha yg akn sy jlnkan?ato ad altrntf lain.mhn bimbingnny & trimaksh.
Januari 29, 2008 pukul 1:20 pm
Mbak Wahyu Widiyati
Langkah pertama hilangkan keraguannya Mbak. Apa yg membuat Mbak ragu? Kalau Mbak Wahyu ragu karena di kota kecil (bisa maju nggak?)…. perlu Mbak Wahyu ketahui, banyak sekali pengusaha yg sukses yg punya usaha di kota kecil. Memang ukurannya relatif. Kalau saja boleh memutar waktu kembali, saya juga lebih memilih buka usaha di kota kecil tempat kelahiran saya di Wonosobo. Meskipun bukan pusat perputaran uang, tapi biaya hidupnya rendah, sehingga bisa memaksimalkan keuntungan dan banyak sekali pedagang dan pengusaha yang boleh dikatakan sukses dan bisa mencukupi kebutuhan hidupnya dari usahanya di kota kecil itu.
Usaha yang tepat, bukan dilihat dari jenisnya MBak, Belum tentu usaha pakaian lebih tepat daripada usaha makanan ringan. Kuncinya ada pada diri Mbak sendiri, kalau bisa memilih mana yg lebih nyaman dan lebih enak menjalaninya, mungkin itu yg lebih tepat. Atau mungkin juga usaha yg lain yg lebih cocok buat Mbak Wahyu, silahkan tanyakan pada diri sendiri dan jatuhkan pilihan pada pilihan yg membuat hati mantap dan semangat.
Kalau pikiran Mbak terpaku pada “bisa jalan nggak usaha pilihan saya?” Mungkin Mbak bisa berkaca dari situasi di lingkungan Mbak. Kalau ada usaha pakaian yg jalan dan sukses, berarti ada peluang untuk bisa jalan. Kalau ada usaha makanan yg jalan dan sukses, berarti ada juga peluang agar usaha makanan ringan yg Mbak rintis bisa jalan. Untuk tahap awal pakai rumus ATM dulu saja:
- Amati usaha orang lain yg sudah ada,
- Tiru usaha yg pingin kita jalani, yang cocok dengan pilihan hati kita
- Modifikasi pada usaha kita sehingga usaha kita bisa unik dan menarik.
Mudah2an bisa membantu, dan tetap semangat ya Mbak, yang penting kalau sudah mantab mau buka usaha cepat2 direalisasikan, cepat2 dimulai, jangan banyak2 perhitungan dulu…
Wassalam
FM
Februari 18, 2008 pukul 2:54 pm
Mudah2an sukses ya usahanya.
Salam,
Wulan Ayodya
Pengajar & penulis buku “KURSUS SINGKAT USAHA RUMAH MAKAN LARIS MANIS” PENERBIT PT. ELEXMEDIA KOMPUTINDO
http://www.ukmku.blogspot.com
Februari 19, 2008 pukul 1:29 pm
Bu Wulan, salam kenal. Sukses juga buat Ibu dan semoga buku-bukunya menjadi best seller.
Salam
FM