Membuka Usaha Makanan

Saya seorang mahasiswi berumur 21 tahun. Sekarang, saya sedang ambil cuti kuliah. Karena cita-cita saya dari dulu adalah menjadi pengusaha. Alhamdulillah, ada seorang teman yang dengan senang hati mau meminjamkan pada saya modal. Saya berencana untuk memulai usaha yang akan menjual makanan.

Masalahnya, saya sama sekali belum mengerti masalah bisnis, atau bagaimana memulai suatu usaha. Tapi saya optimis, dan seringkali membayangkan bahwa usaha saya kelak akan berkembang dan menjadi besar, mengingat dikota ini, hanya satu tempat yang menjual makanan seperti yang akan saya jual. O iya, saya juga belum terlalu mengenal kota ini, karena saya baru menetap selama sebulan, jadi saya belum tahu bagaimana pangsa pasarnya.

Ya, kadang-kadang muncul juga pikiran takut kalau gagal. Bagaimana ya cara mengantisipasinya???terima kasih banyak untuk jawabannya.

puji

========== Komentar ==========

Mbak Puji, bersyukurlah di usia yang sangat muda sudah memiliki keinginan untuk berwiraswasta. Dan harus lebih bersyukur lagi, karena sudah ada teman yang mau minjamin modal. Sungguh itu kesempatan yang sangat-sangat langka. Karena umumnya calon pengusaha selalu mengeluhkan tentang sulitnya mendapatkan modal.

Sebagai calon pengusaha memang harus selalu optimis, apapun yang terjadi. Jangan biarkan munculnya pikiran negatif. Apalagi saat kita ingin mulai merintis suatu usaha yang baru buat kita. Pikiran harus terus tertuju pada hal-hal yang positif, dan buang jauh-jauh pikiran negatif. Atau jadikan pikiran negatif sebagai feed-back agar kita cermat mengukur resiko tanpa menghalangi langkah kita untuk memulai.

Mbak Puji, dulu kita lahir tidak pernah dikasih tahu bagaimana cara bicara, cara berjalan, cara makan, dll. Tapi kita sebagai manusia punya sifat cepat belajar. Demikian juga dalam bisnis, semua pengusaha pasti mengawali usahanya tanpa ada pengalaman. Kalau ada yang bilang “bisa menjadi pengusaha karena sudah punya pengalaman”, pasti itu bukan usaha yang petama. Dalam mengarungi dunia entrepreneurship yang penting adalah prosesnya bukan semata-mata hasil akhirnya. Dalam menjalani prosesnya kita harus terbuka untuk terus belajar pada setiap langkah yang kita ambil.

Kamipun memulai usaha jilbab dan busana muslim tanpa memiliki pengalaman sebelumnya. Kami tidak ada pengetahuan dan belum mengerti masalah bisnis jilbab, bahkan bagaimana memulainya juga tidak tahu. Justru kami jadi banyak belajar dan sedikit demi sedikit menjadi paham detail-detail menjalankan usaha kami. Satu lagi yang penting dalam membuka usaha adalah siap menghadapi masalah.

Ada yang bilang bahwa sebagai pengusaha misinya adalah menyelesaikan masalah. Jangankan sebelum membuka usaha, setelah membuka usahapun masalah akan datang silih berganti. Dan tugas pengusahalah untuk menyelesaikan satu persatu masalah tadi. Setiap berhasil menyelesaikan satu masalah kita akan naik kelas. Begitu seterusnya, makanya jarang ada pengusaha yang instan, begitu buka langsung jadi pengusaha besar. Banyak lho pengusaha yang cerdas memanfaatkan masalah menjadi peluang, memanfaat masa krisis agar dagangannya laris, pokoknya selalu bisa berkelit di masa sulit..

Kalau di kota Mbak Puji baru ada satu pengusaha makanan seperti yang Mbak Puji rencanakan, justru peluang yang bagus. Mbak Puji bisa amati toko yang sudah ada untuk mengetahui peluang pasarnya. Kalau toko tadi laris berarti peluang masih terbuka lebar. Kalau toko tadi kurang laris, bisa Mbak Puji pelajari apa penyebabnya dan apa kelemahannya. Nanti tinggal diperbaiki pada usaha Mbak Puji.

Untuk usaha makanan, menurut saya yang penting harus unik, baik rasanya maupun penyajiannya. Karena biasanya kalau ada satu yang laris pasti akan banyak yang mengikutinya. Kalau sudah banyak pesaing, konsumen tentu memilih yang punya nilai tambah dan unik.

Kami juga berencana membuka usaha kuliner, mudah-mudahan di tahun 2007 kami sudah bisa membukanya. Mohon do’anya ya…

Salam
Fuad Muftie
©2007 http://fuadmuftie.wordpress.com

PS : Buat pembaca sekalian, blog ini kami persembahkan agar kita bisa saling berdiskusi tentang bagaimana cara memulai usaha. Karena saya mengalami betapa beratnya mengatasi hambatan-hambatan untuk mengawali usaha sendiri. Harapan saya, bagi yang ingin membuka usaha bisa berbagi (sharing) sehingga hambatan-hambatan tadi bisa terasa ringan dan memudahkan langkah pertama untuk jadi pengusaha. Saya juga masih terus belajar, jadi mohon maaf atas segala keterbatasan saya.

113 Tanggapan ke “Membuka Usaha Makanan”

  1. Akiong Berkata:

    Pak Fuad saya sangat tertarik dengan web ini,minimal saya bisa memacu saya agar lebih optimis lagi dalam memulai usaha,saya baru aja membuka warnet masih dirumah dengan 5 PC client,udah banyak banget hambatan yang saya alami,rasanya kalo gak tanggung udah keluar modal banyak mau saya batalin aja deh,hehehehe… tapi setelah baca artikel2 bapak,agak sedikit mak nyuusss rasanya hati ini,ternyata kalo saya tarik benang merah dari artikel bapak,hampir semua pengusaha punya hambatan dalam usahanya ya pak? (Correct me if i’m wrong) Terakhir salam hangat untuk semua pembaca. Tetap semangat!!!

  2. Fuad Muftie Berkata:

    Pak Akiong, sebelum membuka usaha penjualan jilbab, saya juga sempat terpikir untuk membuka warnet dan game online. Cuma karena kurang dukungan, tidak jadi direalisasikan.

    Menurut saya bisnis warnet masih berpeluang, dan saya mengamati disekitar rumah saya, bisnis warnet masih berkembang dan sedikit yang berakhir dengan ditutup. Teruskan saja Pak usaha warnetnya, saran saya carilah keunikan dari usaha warnet Pak Akiong dibandingkan usaha warnet yang lain. Kemudian berilah nilai tambah bagi pengunjung warnet, tanpa mengurangi potensi profit. Dan mungkin bisa dicoba untuk lebih gencar berpromosi kepada calon customer.

    Pak Akiong, maaf bukan bermaksud SARA, kalau lihat namanya, bapak kan dari etnis yang terkenal ulet dalam menjalankan usaha. Saya juga banyak belajar dari etnis ini. Satu keunggulan yang jarang dimiliki etnis yang lain adalah jaringan (network) yang solid. Mungkin Pak Akiong bisa memanfaatkan keunggulan tersebut.

    Oke Pak terus maju, hadapi segala hambatan dan masalah untuk kenaikan kelas berikutnya.

    Salam
    Fuad Muftie

  3. puji Berkata:

    Teima kasih untuk saran-saran yang bapak berikan pada saya. Beberapa hari yang lalu, saya sudah bertemu dengan 3 orang teman ( jadi saya memulai usaha ini dengan bekerjasama dengan 3 orang ). karena usaha yang akan kami buka ini adalah usaha kuliner, jadi saya sebagai pemegang resep, dan 3 orang teman saya itu sebagai penanam modal. Kami telah menghitung modal, mempersiapkan apa-apa saja yang diperlukan dll. hanya satu saja yang jadi masalah, yaitu kami belum mengetahui perhitungan royalti yang akan diberikan pada saya nantinya. Bisakan bapak memberikan penjelasan tentang hal ini? Dan biasanya berapa persen yang diterima oleh pemegang royalti? terima kasih banyak untuk jawaban yang bapak berikan.

  4. Fuad Muftie Berkata:

    Mbak Puji, mohon maaf saat ini saya belum tahu seluk beluk perjanjian royalti. Yang saya tahu royalti bisa berupa prosentase dari omset selama kurun waktu yang disepakati. Besarnya prosentase bisa berdasarkan kesepakatan antar pihak yg terkait.

    Menurut saya yang penting Mbak Puji dan 3 temennya sepakat. Berapapun besarnya, asal tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

    Dan jangan lupa, sebaiknya kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis yang mengatur hak dan kewajiban setiap pihak selengkap mungkin. Jangan cuma berdasar kesepakatan lisan. Hal ini untuk menghindari perselisihan di waktu yg akan datang.

    Sekali lagi mohon maaf.

    Salam
    FM

  5. Iyen Berkata:

    Assalamu’alaikum Wr Wb P’ Muftie

    Senantiasa kita semua dilindungi Allah SWT, saya termasuk fans berat untuk blog ini, karena dari sini saya bisa mendapat semangat untuk memulai usaha, kebetulan saat ini saya sudah bekerja di perusahaan swasta, sekarang usia saya 21 thn, saya sangat berkeras hati ingin membuka usaha baru, namun saya bingung, ‘ usaha apa ya?’ saya mellihat potensi untuk aksesoris anak muda ( ABG ) yg banyak dijual di Jakarta, terpikir oleh saya bagi mereka di kota lain mungkin blom ada penjualan seperti itu, harganya juga tidak terlalu mahal. Sudi kiranya P’ muftie memberi ide bagi saya bagaimana caranya memulai usaha saya ini, dan mungkin bagi pembaca yg berminat bekerja sama dengan saya bisa kirim e-mail ke jak_coll@yahoo.com

    Jazakumullah khaira
    - Iyen -

  6. Fuad Muftie Berkata:

    Pak / Bu Iyen, semoga bisa segera terealisir keinginannya membuka usaha aksesoris.

    Di Jakarta memang banyak kios / toko penjual aksesoris untuk kawula muda. Biasanya digabungkan dengan produk2 untuk kado dll.

    Kalau di Jakarta, setahu saya pusat penjualan aksesoris (grosiran) yang murah dan lengkap salah satunya di Pasar Asemka (Kota). Pembelinya tidak hanya datang dari jakarta tapi juga dari luar kota.

    Kami juga sering belanja ke Asemka untuk kebutuhan kios kami dan memang banyak penggemar aksesoris di Kios Kami.

    Salam
    FM

  7. Srida Berkata:

    Assalamu’alaikum wr.wb

    Saya sangat senang menemukan blog ini terimakasih pak Fuad. Saya sangat awam di bidang usaha, namun saat ini saya berminat sekali untuk dapat berwiraswasta namun tidak dapat menjalankannya sendiri, karena saya terikat jam kerja kantoran, dan sering ke luar kota dinas lapangan.

    Mungkin Pak Fuad dan rekan-rekan di blog ini yang mempunyai info tentang peluang kerjasama usaha, dengan pembagian keuntungan sistem Islami? saya tunggu info-nya. Silahkan email ke darwa69@yahoo.com

    Terimakasih.
    Wassalam

    Srida

  8. Fuad Muftie Berkata:

    Bu Srida,

    Menurut pendapat saya, pembagian keuntungan secara islami pada dasarnya sama saja dengan pembagian keuntungan pada umumnya. Asal masing-masing pihak sepakat dan ada akad atau perjanjian, maka boleh dibilang cara kerjasamanya islami.

    Yang tidak baik adalah kerjasama yang sebagian pihak akan dirugikan dengan adanya perjanjian tersebut. Meskipun dilakukan dengan mengatasnamakan islam, kalau caranya seperti itu ya tidak islami. Kan islam itu rahmatan lil alamin, memberi rahmat bagi seluruh alam.

    Memang salah satu cara kita memasuki dunia wirausaha kalau kita masih bekerja adalah melakukan kerja sama dengan pihak lain. Asal kita percaya pada pihak yang akan kita beri amanah dan kita yakin usaha bisa jalan, silahkan dicoba Bu.

    Semoga Bu Srida bisa mendapatkan partner yang terbaik ya Bu.

    Salam
    FM

  9. Santi Berkata:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb

    Senang bisa menemukan sumber informasi yang tepat untuk rencana saya. Sebagai pekerja kantoran yang sudah jenuh dengan rutinitas kerja, saya merencanakan untuk memulai bisnis/wirausaha segera setelah menemukan peluang yang pas. Tapi untuk saat ini saya belum menentukan bisnis apa yang akan saya jalani. Dengan adanya blog ini saya tertarik untuk bergabung dengan bisnis usaha yang dijalankan oleh P’Fuad. Dengan modal yang saya miliki, bisakah saya investasikan dalam usaha Anda? Bagaimana saya menghubungi P’Fuad untuk membicarakan hal ini dengan lebih detail? Akan sangat senang apabila dapat memulai usaha ini segera, karena tingkat kejenuhan saya bekerja di kantor hampir mecapai puncaknya.
    Semoga ini menjadi awal yang baik untuk lebih memajukan usaha bersama. Terima kasih

    Wassalam,
    Santi

  10. Fuad Muftie Berkata:

    Terimakasih apresiasinya Bu Santi.

    Untuk melakukan kerjasama dengan kami, pada prinsipnya kami bersedia melakukan kerja sama. Untuk mekanisme kerjasamanya, sebaiknya bisa kita bicarakan lebih detail, agar tidak terjadi kerugian di masa depan.

    Silahkan Bu, kita diskusikan lebih lanjut, syukur-syukur Bu Santi berkenan mengunjungi kios Kami untuk melihat langsung bagaimana jalannya usaha kami, sekaligus berdiskusi tentang model kerjasamanya.

    Semoga bisa membantu
    Salam
    FM

  11. Ariyani Berkata:

    Assalamu’alaikum wr.wb

    Saya tertarik sekali untuk memulai usaha setelah membaca situs ini. Sebetulnya saya ingin sekali membuka usaha kue-kue kering karena terkadang saya mendapat order dari teman-teman sendiri, cuma untuk untuk memulainya itu susah sekali, bagaimana caranya ya pak, sedangkan saya sendiri adalah pekerja Untuk Modal Insya Allah ada walaupun tidak terlalu banyak.
    Kalau bisa kasih solusi ya pak.

    Wassalam
    Yani

  12. Fuad Muftie Berkata:

    ## Bu Santi
    Terimakasih telah berkunjung ke kios kami, semoga bisa menjadi inspirasi bagi Bu Santi untuk memulai usahanya. Sukses selalu ya Bu.

    ## Bu Yani
    Bu Yani kan sudah dapat order dari teman2, berarti sudah mulai dong usahanya. Koq masih bingung memulai ???
    Tinggal dikembangkan toch Bu. Mungkin Bu Yani bisa coba tawarkan ke teman kantor, tetangga, temannya teman, tetangganya tetangga dan seterusnya. Atau bisa dititipkan ke toko-toko kue. Atau bisa juga ditawarkan lewat brosur, kalau ada order baru dibikin kuenya. Pokoknya gunakan kreatifitas dan imajinasi Bu Yani.

    Salam
    FM

  13. aldi alfitri Berkata:

    Halo Mas, mau tanya nih gimana caranya usaha dengan modal yang sangat kecil tapi bisa jalan.Masalahnya keberanian untuk memulai usaha masih blom punya tapi jiwa investor sekarang sedang berjalan cuma sekarang saya berpikir untuk usaha dengan dijalankan oleh saya sendiri bukan oleh orang lain . Mohon saran dan kritiknya .Makasih

  14. Fuad Muftie Berkata:

    Mbak/Mas (?) Aldi, saya kira jawabannya sudah ada tulis sendiri yaitu “munculkan dulu keberanian untuk memulai”. Kalau sudah berani berapapun modalnya bisa jalan koq, bahkan tanpa modalpun kalau cuma untuk memulai usaha pasti bisa. Banyak contohnya silahkan pakai ATM (Amati Tiru Modifikasi).

    Salam
    Fm

  15. Lilis Berkata:

    P Fuad
    Saya seorang ibu rumah tangga, ingin memulai usaha dari rumah bisakah bapak menginformasikan beberapa inspirasi usaha untuk saya??
    Terima kasih

  16. Fuad Muftie Berkata:

    Bu Lilis yth, saya ikut senang ibu ingin ber-wira usaha sendiri. Saya harap artikel2 yang sudah saya tulis bisa menginspirasi Bu Lilis untuk memulai usaha. Oh ya sudah dibaca belum Bu tulisan2 saya? :-)

    Kalau Bu Lilis merasa belum terinspirasi dg Blog saya, harus saya beri inspirasi apa lagi ya Bu?

    salam
    FM

  17. Hartono Berkata:

    Selamat pagi Pak Muftie Yth,

    Saya hartono..& saya sudah mulai merencanakan untuk memulai usaha sendiri. usaha yang saya akan mulai adalah usaha makanan… kata orang usaha yang tidak pernah mati….mudah-mudahan. saya ingin memulai usaha ini dengan berjualan makanan di gerai-gerai kecil (food stall) dipusat-pusat perbelanjaan. masalah yang saya hadapi dimana saya bisa menemukan supplier pembuat food-stall yang unik dan menarik seperti yang kita biasa lihat di Pusat2 perbelanjaan. Demikian uneq2 saya pak Muftie…sekiranya bapak bisa membantu …Terima kasih banyak saya ucapkan

    Untuk Sukses Anda,

    Hartono
    http://www.program2success.com
    Your Success Portal through eLearn from the World’s Best Speakers & Mentors.

  18. Fuad Muftie Berkata:

    Pak Hartono
    Saya belum sempat terjun ke dunia kuliner. Orang tua dan mertua saya pernah bisnis kuliner dan mendapatkan etalase dari tukan kayu, hand made.

    Food stall yang Pak Hartono seperti apa ya? Saya belum kebayang. Atau barangkali ada pembaca yang bisa bantu pak Hartono???

    Maaf kalau kurang membantu

    salam
    Fuad Muftie

  19. ashadi Berkata:

    Selamat pagi pak muftie
    Saya seorang pns berumur 21 tahun dengan penghasilan 2,5 juta perbulan, berkeinginan untuk memiliki bisnis usaha sendiri. Tapi saya belum punya pengalaman sama sekali mengenai metode bisnis yang baik dan juga belum punya gambaran bisnis seperti apa yang sesuai. Karena rutinitas kerja yang lumayan sibuk, saya sempat berpikir untuk mengumpulkan modal saja terlebih dahulu. Apa pertimbangan saya ini sudah tepat??
    Saya berniat punya usaha di makassar, pertimbangan saya karena melihat masyarakat disana yang doyan makanan. Kira-kira ide bisnis seperti apa yang sesuai??

  20. oeb Berkata:

    Ass.Wr.Wb,
    Pak Muftie, saya sdh mencoba berwirausaha skitar 5 tahun, tp kami rasa belum ada hasil yg cukup “signifikan”; kira-kira apa saya harus berganti ke bidang usaha lain ? Sebenarnya brp tahun kira-kira untuk menilai suatu usaha itu berhasil/ gagal?
    Terima kasih atas sarannya.

  21. Fuad Muftie Berkata:

    Pak/Bu oeb / cahnduesit

    Salam kenal, kalau dilihat dari pengalaman, harusnya Anda lebih tahu tentang bisnis. lha wong saya baru satu tahun merintis usaha. Kalau sampai lima tahun belum dapat hasil yang signifikan, sebaiknya identifikasi masalahnya dulu. Apa kurang laku, apa untungnya terlalu kecil, apa karena sebab yang lain. kalau sudah ada identifikasi masalah setidaknya akan ada arah untuk mencari solusinya.

    Solusi ganti usaha diperlukan kalau memang usaha yang selama ini dijalani tidak ada prospeknya lagi. Misalnya jualan Penyeranta / Pager, sekarang jelas sulit bertahan karena sudah ada HP dg SMS-nya. kalau bidang usaha yang Anda jalani masih ada orang lain yang bisa sukses berarti kemungkinan masih ada prospek. Ganti usahapun akan sia-sia kalau cara mengelola bisnis tidak berubah.

    Ganti usaha juga bisa menjadi jalan keluar, kalau bidang usaha yang sekarang dijalani bukan bidang yang diminati. Bagaimanapun menjalankan usaha harus terus semangat. Nah semangat akan terus menyala kalau bidangnya benar-benar kita senangi. Kalau tidak disenangi, bagaimana akan antusias menjalankannya. Carilah bidang yg benar2 bisa membuat semangat, membuat bahagia, dan tidak terasa sedang berbisnis saat menjalaninya. Jadikan bisnis seperti kita bernafas saja, tidak terasa mengalir, tidak ada paksaan, dan jalan terus.

    Ukuran sukses gagal tidak bisa diukur lewat hari, minggu, bulan, dan tahun. Kita sendiri yang tahu usaha kita sukses atau gagal. Yang penting menurut saya Bisnis adalah Proses. Kalau kita bilang usaha sudah gagal dan berhenti, maka usaha tsb benar2 berhenti disaat gagal. tapi kalau kita lihat usaha sedang gagal dan kita upayakan untuk tetap jalan dengan dilakukan perbaikan, maka peluang sukses akan terus terbuka.

    Saya selalu ingat pesan sahabat lain : Kita hanya butuh satu kali kesuksesan untuk berhasil. Dan tugas kitalah untuk mencari kesuksesan tadi, dan itu hanya bisa dilalui melalui proses.

    Salam
    Fuad Muftie

    PS:
    Pak/Bu OEB kenapa pakai nama samaran? Dunia usaha itu sempit, siapa tahu disekitar Anda ada orang yang lagi pingin investasi, pingin kerjasama, kalau anda terbuka orang lain akan yakin dan terbuka untuk bekerja sama dg Anda. Kan salah syarat sukses berbisnis harus punya reputasi yg baik. Nama juga akan menunjukkan reputasi Anda, kenapa takut?
    Saya kirim email langsung ke Anda juga nggak bisa masuk, kenapa pakai email yg tidak bisa dibalas?

  22. Mamay Berkata:

    Ass.Wr.Wb,

    Pa Muftie, baru sekarang liat website bapak…sangat2 membuat saya makin berbesar hati untuk memulai membuka usaha.

    Terus terang pa, saat ini saya dan suami sedang berusaha mengumpulkan modal untuk membuka usaha makanan. Bisa dikatakan suami saya bekerja dibidang makanan, sudah beberapa kali bekerja sebagai supervisor di restauran mie ayam dan bakso. Dan keinginan terbesarnya adalah membuka warung makan sendiri karena dia hobby memasak dan pada tempatnya bekerja terdahulu dia juga sudah mendapatkan ilmu untuk membuat makanan seperti bakso, mie ayam, nasi goreng, chinese food dll.

    Saat ini bisa dibilang kami belum cukup PD untuk membuka usaha, karena modal yg sedikit dan juga belum menentukan bisnis makanan apa yang akan kami buka.Apakah makanan seperti bakso dan mie ayam ataukah seperti konsep warung nasi. Apakah lokasi dekat perumahan sudah strategis? mohon advisenya…Makasih sebelumnya pak.

  23. Fuad Muftie Berkata:

    Wass Wr Wb
    Bu Mamay, kalau saya di posisi Ibu, saya mungkin juga masih bingung :-) Karena sepertinya memang Hal spt ini sering menjangkiti calon entrepreneur. Asal jangan terus-terusan bingung lho Bu.

    Saran saya, fokuskan pikiran pada usaha yang benar-benar diinginkan. Ajukan pertanyaan-pertanyaan pada diri sendiri yang bisa menguatkan. Misalnya “Bagaimana saya bisa memulai usaha ini”, “Bagaimana dg modal terbatas saya bisa memulai & menjalankan usaha”, dll. Toh modal keahlian memasah sudah Anda miliki, tinggal dimanfaatkan.

    Hal spt ini yg juga saya lakukan sebelum membuka kios Addina. Alhamdulillah dg memfokuskan pikiran, pintu-pintu dan jalan yang tadinya tdk terpikirkan menjadi terbuka dan ketemu informasi yg mendukung dan orang-orang yang tepat, sehingga kamipun bisa buka usaha dg segala kekurangannya.

    Untuk memulai usaha jangan menunggu kondisi yg ideal, karena semakin ideal kondisi kita belum tentu bisa memunculkan keberanian. Bahkan mungkin kalau modal sdh cukup besar, kita menjadi semakin takut, takut kehilangan modal. Mulailah dari yg kecil, dari diri sendiri, dan sekarang juga.

    Lokasi dekat perumahan umumnya bagus buat usaha makanan, tinggal bagaimana kita mengelolanya (promosi, penyajian, pelayanan, dll). Lihat saja di sekitar, kalau tampak ramai dan banyak juga yg berjualan di sana, berarti cukup potensial. Anda sendiri yg bisa menilainya.

    Salam
    Fuad Muftie

  24. OEB Berkata:

    Ass. Wr. Wb,
    Pak Muftie, terima kasih atas masukkannya yg sangat membantu. (sebenarnya sih awalnya ragu juga…, apakah Bpk berkenan merespon pertanyaan dr saya/ tdk? ).
    Oh ya , mhn maaf mengenai email – tapi dengan ini saya cantumkan lagi alamat email saya yg lain.

  25. Fuad Muftie Berkata:

    Oke Pak Terimakasih, semoga usahanya tambah maju dan sukses.

    Salam
    FM

  26. Hendra Berkata:

    Dear Bpk Fuad Muftie,
    Saya Hendra, umur 28 thn sebagai karyawan swasta
    Setelah membaca beberapa artikel bapak, saya menjadi semangat untuk memulai usaha
    Memang kontex untuk membuka usaha sudah sering saya bicarakan dgn istri saya, tetapi yg menjadi masalah bagi kami sekarang adalah mengumpulkan modal terlebih dahulu dan mencari jenis usaha yang tepat dan cepat cash flownya. Saya pernah membaca disebuah artikel bahwa akan lebih baik jika kita memilih jenis barang usaha atau jenis uasahanya sendiri sesuai dengan hobby kita, mohon tanggapannya pak
    Karena hobby saya main badminton, apa saya harus membuka usaha penjualan peralatan badminton ( saya yakin modalnya sangat besar sekali ). Pertanyaan saya pak, bagaimana kiat melihat peluang usaha dengan benar diluar hoby kita, dan menurut bapak jenis usaha yang terbaik saat ini dibidang apa ya pak?
    Terima kasih atas tanggapan Bapak and keep the spirit for success

  27. Fuad Muftie Berkata:

    Pak Hendra.
    Bapak silahkan tanya kepada orang yang sudah membuka usaha, apakah modal menjadi satu2nya penentu jalannya usaha mereka? Saya yakin sebagian besar setuju bahwa modal bukan satu-satunya faktor penentu bisa tidaknya seseorang memulai usaha. Modal memang penting tapi bukan itu yang harus jadi prioritas. Justru alasan modal selalu menjadi alasan nomor satu orang untuk menunda memulai usaha.

    Pikirkan dan fokuskan pada sumber daya yang ada. Jalan yg Bp tempuh dg mengumpulkan modal dulu memang baik dan saran saya fokuskan pada sumber daya yang ada untuk segera memulai usaha.

    Usaha memang sebaiknya dibidang yang disenangi dan salah satu indikatornya ya hoby tadi. Saat ini gelombang industri sudah masuk ke industri kreatif. Menggali peluang usaha dari hobby juga harus didukung kreatifitas. Peluang dari hoby bulutangkis, tidak hanya dengan jualan peralatan bulu tangkis, tapi bisa digali lebih dalam lagi: misalnya konsultan tim bulutangkis, EO pertandingan bulu tangkis, manajeman gedung bulu tangkis dll, pokoknya gunakan kreatifitas.

    Mengenai peluang usaha yang terbaik, kembali batasannya adalah kreatifitas kita, makin kreatif saya yakin makin terbuka peluang usaha baru yang lebih baik lagi.

    Oh ya saya klik link Anda koq ke dunia otomotif (motor)? kalau memang suka motor, itu juga peluang yang bagus lho.

    Salam
    FM
    PS: Saya juga lagi belajar lho menggunakan kreatifitas ini, bagaimana berpikir diluar kotak, bagaimana keluar dari pikiran nyaman dll.

  28. M. fauzi Berkata:

    Assalamu’alaikum wr. wb

    Pak Fuad, saya sekarang ada dibatas putus asa,sudah 2 bualn menganggur dan 2 bulan sebelumnya sudah 3 kali ganti tempat kerja. Pak Fuad saya sekarang lagi punya ide untuk buka warung soto kudus (soalnya saya asli kudus), tapi rasanya saya sudah berat memulai, soalnya saya sudah kehabisan uang buat modal belum lagi saya sekarang hidup dari hasil kerja istri. Masalah yang sebenarnya saya alami adalah saya takut memulai dan takut gagal. Kalo boleh tolong dong saya beri motivasi, atau mungkin juga tips-tips simpel bahwa sayajuga mampu mengatasi masalah. Maaf Pak Fuad kalau saya kurang sopan nih… Semoga Allah menjadikan kita sebagai pewaris ajaran Rasulullah yang lurus dan tetap istiqomah dijalan Nya. Amiin

  29. Fuad Muftie Berkata:

    Pak Fauzi, saat mengalami kesulitan saya selalu ingat :
    - bahwa dibalik kesulitan selalu ada beribu kemudahan.
    - Ada banyak orang yang lebih malang dari kita dan dia bisa bangkit lalu sukses (Contoh Oprah Winfrey, dll)
    - Saat kita sudah putus asa, kadang seperti perumpamaan kita habis berjalan di jalan yang terjal, sudah kehabisan tenaga, ternyata dihadapan kita ada tembok yang tinggi. Mundur lagi tidak mungkin, maju kehadang tembok. Cuma kita tidak tahu apa yang ada dibalik tembok. Satu-satunya jalan adalah memanjat tembok / merobohkan tembok dan siapa tahu dibalik tembok ada jalan yang mulus dan terbuka lebar. Banyak yg putus asa didepan tembok lalu mundur, merekalah orang gagal.

    Saya kurang tahu persis bagaimana kondisi Anda saat ini, tapi yakinlah bahwa itu pasti ada hikmahnya. Alloh SWT tidak menciptakan kita untuk gagal kan? Alloh SWT menciptakan manusia untuk menjadi KHALIFAH di muka Bumi. Artinya Alloh SWT ingin kita sukses. Tinggal bagaimana usaha kita, karena Islam juga menyuruh kita berusaha. Tidak tinggal diam menunggu takdir.

    Lakukan apa yang Anda bisa lakukan. Kalau memang jalan untuk membuka soto kudus sudah ada, mulailah, apapun resikonya. karena tidak memulai juga penuh resiko koq. kalau belum tampak jalannya, saran saya lakukan pendekatan dg usaha soto kudus. Mungkin melamar jadi pegawai warung soto kudus, tambah kenalan dengan pengusaha soto kudus, dll.

    Masalah takut memulai dan takut gagal, dari yang saya baca kondisi Anda dimata orang lain bisa masuk kategori orang gagal. Kalau sekarang Anda sudah gagal, takut sama gagal yang gimana lagi?

    Hampir sebagian besar orang sukses, mengawali suksesnya dengan gagal. Tinggal bagaimana kita menyikapi kegagalan tsb.

    Oh ya, saya punya seorang teman yang nasehatnya selalu saya ingat sampai saat ini. Dia bilang “Mas, kalau sampeyan kehabisan uang, sedekahkan sisanya sampai habis. Saya jamin dalam waktu singkat uang Mas akan balik, bahkan mungkin berlipat ganda.”

    Dan bukan bermaksud riya, saya sudah beberapa kali mengalami kejadian spt itu. Itulah kekuatan sedekah. Jadi selain ikhtiar fisik, perbanyaklah sedekah. Tidak harus dg uang, dg pikiran dan tenaga kita untuk membantu orang lain. InsyaAlloh kita akan dibantu oleh Alloh SWT melalui orang lain.

    Salam
    Fuad Muftie

    PS: Pak Fauzi, saya asumsikan Anda masih bisa membuka internet berarti masih ada modal meskipun sedikit. Kalau ada kesempatan cobalah tonton film The Pusuit Of Happyness. Diceritakan ttg seorang yang sudah bangkrut-krut-krut, dan bisa bangkit meskipun harus kerja 6 bulan tanpa digaji sampai harus menggelandang. Ini kisah nyata yg difilmkan.

  30. syafii Berkata:

    Bolg ini sangat positiv khusus bagi pengusaha pemula. saran saya kalau bisa disetiap tulisan / tanggapan / jawaban ditampilkan tanggal dan jamnya. terima kasih

  31. Fuad Muftie Berkata:

    Terimakasih Pak Syafii, setahu saya secara otomatis WordPress akan mencatat tgl dan jam setiap tulisan yang dimuat.

    Salam
    FM

  32. iLa muRtY PuRbA Berkata:

    saya sangat suka membuka usaha dengan cara halal

  33. Fuad Muftie Berkata:

    Alhamdulillah, semoga usaha yang anda buka bisa terus membesar dan memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

    Salam
    Fuad Muftie

  34. DEWI ARIYANTI Berkata:

    pak!bu!saat ini saya sedang dilema utk mulai usaha sendiri yang dibantu ortu. Tapi saya tidak mengingkari nikmat yg diberikan ALLAH SWT saat ini. Awal Nopember saya resign dari tmp saya krja dgn kyakinan saya hrs usaha sendiri. Alhamdulillah ke2 ortu mendukung pnuh. Bahkan Bapak mendukung modal. Saya ingin membuka toko agen beras dan konco2nya ato gampangnya sembako. Nganggur di rumah saya gunakan cari kontrakan di bawah 6jt. Ketemu sdh!!hari itu jg sy mo kasih panjer kontrakan!Sekali lagi rejeki dtg. Temen Bapak, enterperneur sukses yang punya toko obat besar, hotel bintang3 nawarin ruko ato standnya buat dipake usha. g perlu sewa/kontrak. cuman bg hasil 40%/blnnya. setelah liat tmp ruko utk ush beras+sembako kurang cocok,”pasarny” g ada.di stand usaha makanan, sy yg krg cocok krn bny pesaing(drop ini critanya),sewa d tmp yg uda mo d panjer, bpk brusaha ngeyakinin mending di coba usaha makanan dulu mumpung ada yg kasi tmp itung2 coba2 dua ato tiga bulan liat omzetnya. nah skarang aq binguuuuung…..stelah curhat sm ALLAH SWT spertinya aq diarahkan utk mencoba di stand dgn jual makanan. smoga ALLAH memberikan yang terbaik!!!!

  35. Fuad Muftie Berkata:

    Bu Dewi Ariyanti, satu hal yang tetap harus ibu dahulukan adalah BERSYUKUR. Tidak semua orang yang ingin memulai untukmembuka usaha bisa mendapatkan kemudahan dan pilihan seperti yang ibu sampaikan.

    Saat membaca feeling saya juga mengatakan “mendingan ambil usaha makanan”. Saya sendiri kurang paham detail2 kedua jenis usaha tadi. Cuma pernah dengar kalau beberapa jenis produk sembako marginnya kecil (tidak semua lho!). Sementara pada umumnya usaha makanan (plus minuman) marginnya lebih besar.

    Apalagi Bu Dewi sudah mendapat keyakinan setelah curhat kepada Sang Pencipta. InsyaAlloh tidak akan merugi. Apapun hasilnya dari segi materi, dari segi ruhaniah tidak pernah akan merugi.

    Semoga Ibu semakin mantab dengan pilihannya dan semoga bisa berkembang, bisa mendapat barokah dari Alloh SWT.

    Salam
    FM

  36. Irdia Berkata:

    Pak,saya juga punya keinginan untuk buka usaha kecil2an.Di rumah kalau memungkinkan,toko/warung begitu.untuk menjlnkan usaha tsb,diperlukan izin ya pak?Perrtama-tama ke mana dulu saya harus mengurusnya?Terima ksih

  37. Fuad Muftie Berkata:

    Untuk usaha kecil-kecilan yang baru dirintis, cukup minta ijin ke RT setempat dulu. Jangan lupa minta ijin / restu dari tetangga. Kalau mikirin ijin-ijin dulu nanti malah nggak jadi buka usaha.

    Nanti kalau sudah jalan, baru bikin badan usaha: Usaha Dagang (UD), CV, atau PT, sesuaikan dengan kemampuan dan lingkup usaha kita. Untuk urusan seperti ini serahkan saja sama notaris, kalau nggak mau repot :-)

    Salam
    Fuad Muftie

  38. Teddy Kusuma Berkata:

    Pak Fuad yth.
    Saat ini, saya sedang berpikir untuk memulai usaha sampingan lewat internet, karena asumsi saya, usaha lewat internet dapat berjalan disaat saya harus bekerja di kantor, ditambah lagi saya mendapat fasilitas koneksi internet di komputer saya, namun saya bingung, usaha apa yg dpt dikerjakan lewat internet selain jual beli barang / jasa informasi / iklan?
    Mohon advise nya pak,

    Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terima kasih
    Teddy

  39. Teddy Kusuma Berkata:

    Pak Fuad yth.
    Saat ini, saya sedang berpikir untuk memulai usaha sampingan lewat internet, karena asumsi saya, usaha lewat internet dapat berjalan disaat saya harus bekerja di kantor, ditambah lagi saya mendapat fasilitas koneksi internet di komputer saya, namun saya bingung, usaha apa yg dpt dikerjakan lewat internet selain jual beli barang / jasa informasi / iklan?
    Mohon advise nya pak,

    Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terima kasih
    Teddy

  40. Fuad Muftie Berkata:

    Pak Teddy Kusuma, saya sendiri belum punya banyak pengalaman jualan on-line. Banyak sich cara untuk berbisnis lewat internet. Bisa jualan produk, jualan jasa, afiliasi, dll.

    Mungkin lebih afdhol kalau Pak Teddy belajar dari para Internet Marketer. Tapi coba Pak Teddy gali dulu potensi diri Pak Teddy ada di bidang apa, baru kemudian dicari jalannya untuk memanfaatkan potensi diri Pak Teddy agar bisa “dijual” secara on-line.

    Toh sebenarnya internet hanyalah alat bantu, bukan satu-satunya cara untuk memulai usaha. Kalau kita cermat, jualan lewat internet lebih efisien dan menguntungkan dibanding julan off-line yg butuh stok yg banyak, butuh sewa tempat, dll.

    Mohon maaf kalau kurang banyak membantu

    Wassalam
    Fuad Muftie

  41. diah Berkata:

    assalamualaikum..

    pak sy baru menemukan blog ini,sy mo tny tentang usaha yg dijalanin bapak bidang apa saja? trus terang sy jg pengen join klo memang cocok begitu..dan gimana cara2nya tolong infonya lbih detail..terimakasih byk,ditunggu balasannya

    wasallam..

  42. ANDREA Berkata:

    SALAM KENAL U/BAPAK

    setelah saya membaca halaman ini,saya jg mau saran dan juga cara yang tepat untuk memulai suatu bisnis seperti yang bapak jalani saat ini.kiat – kiat apa saja yang harus saya tempuh agar bisa sukses seperti bapak..?
    karena saya ingin sekali bisa sukses seperti bapak….thanks be4….
    saya tunggu balasan nya….

  43. Fuad Muftie Berkata:

    @ diah
    Wa’alikum salam Wr Wb
    Bu usaha saya saat ini penjualan jilbab, kerudung, busana muslimah, kaos muslimah, dan busana muslim anak-anak.

    Silahkan saja Bu kalau mau kerjasama, ditungu penawarannya dari Ibu

    @ ANDREA
    Silahkan baca blog saya dari awal Pak, banyak perjalanan bisnis saya yang (mudah2an) bisa Anda ambil sebagai tips atau kiat-kiatnya.

    Wassalam
    Fuad Muftie

  44. Teddy Kusuma Berkata:

    Terima kasih untuk reply dari Bapak. Dan terima kasih juga untuk perhatian yang telah Bapak berikan.

    Salam
    Teddy

  45. Fuad Muftie Berkata:

    Sama-sama Pak, maaf ya kurang optimal ‘nasehatnya’, lha wong elmunya masih cekak he.. he.. he..

    Sukses ya Pak

    Salam
    FM

  46. wahyu widayati Berkata:

    saya sgt tertarik dg situs in & trima ksih krn mmberikan bnyk pandangan yg menarik untk mjd enterpreneur. sy baru sj mnyelesaikan kul akuntansi d bdg.sy sgt ingin memulai usaha d kmpg halmn sy d kota kecil d jteng. namun sy msh ragu apakah yg akn sy jalankan dan bskah brjln.bnyk alterntif diantarany adl bju dan asesorisny ato makanan siap sji dg etalase d plasa.kira2 tepatkah usaha yg akn sy jlnkan?ato ad altrntf lain.mhn bimbingnny & trimaksh.

  47. Fuad Muftie Berkata:

    Mbak Wahyu Widiyati

    Langkah pertama hilangkan keraguannya Mbak. Apa yg membuat Mbak ragu? Kalau Mbak Wahyu ragu karena di kota kecil (bisa maju nggak?)…. perlu Mbak Wahyu ketahui, banyak sekali pengusaha yg sukses yg punya usaha di kota kecil. Memang ukurannya relatif. Kalau saja boleh memutar waktu kembali, saya juga lebih memilih buka usaha di kota kecil tempat kelahiran saya di Wonosobo. Meskipun bukan pusat perputaran uang, tapi biaya hidupnya rendah, sehingga bisa memaksimalkan keuntungan dan banyak sekali pedagang dan pengusaha yang boleh dikatakan sukses dan bisa mencukupi kebutuhan hidupnya dari usahanya di kota kecil itu.

    Usaha yang tepat, bukan dilihat dari jenisnya MBak, Belum tentu usaha pakaian lebih tepat daripada usaha makanan ringan. Kuncinya ada pada diri Mbak sendiri, kalau bisa memilih mana yg lebih nyaman dan lebih enak menjalaninya, mungkin itu yg lebih tepat. Atau mungkin juga usaha yg lain yg lebih cocok buat Mbak Wahyu, silahkan tanyakan pada diri sendiri dan jatuhkan pilihan pada pilihan yg membuat hati mantap dan semangat.

    Kalau pikiran Mbak terpaku pada “bisa jalan nggak usaha pilihan saya?” Mungkin Mbak bisa berkaca dari situasi di lingkungan Mbak. Kalau ada usaha pakaian yg jalan dan sukses, berarti ada peluang untuk bisa jalan. Kalau ada usaha makanan yg jalan dan sukses, berarti ada juga peluang agar usaha makanan ringan yg Mbak rintis bisa jalan. Untuk tahap awal pakai rumus ATM dulu saja:
    - Amati usaha orang lain yg sudah ada,
    - Tiru usaha yg pingin kita jalani, yang cocok dengan pilihan hati kita
    - Modifikasi pada usaha kita sehingga usaha kita bisa unik dan menarik.

    Mudah2an bisa membantu, dan tetap semangat ya Mbak, yang penting kalau sudah mantab mau buka usaha cepat2 direalisasikan, cepat2 dimulai, jangan banyak2 perhitungan dulu…

    Wassalam
    FM

  48. Wulan Ayodya Berkata:

    Mudah2an sukses ya usahanya.

    Salam,

    Wulan Ayodya
    Pengajar & penulis buku “KURSUS SINGKAT USAHA RUMAH MAKAN LARIS MANIS” PENERBIT PT. ELEXMEDIA KOMPUTINDO
    http://www.ukmku.blogspot.com

  49. Fuad Muftie Berkata:

    Bu Wulan, salam kenal. Sukses juga buat Ibu dan semoga buku-bukunya menjadi best seller.

    Salam
    FM

  50. zeva arif Berkata:

    Saya sekarang lagi mencari usaha makanan yang unik untuk diwilayah malang, lokasi dekat dengan kampus , saya berharap dapat informasi lengkap kira – kira usaha makanan apa yang unik….?

    banyak sekali yang diperoleh di situs ini , dan selalau berharap mampu memberikan informasi usaha bagi semuanya. terima kasih

  51. afi Berkata:

    Mas, rasanya saya dapat suntikan semangat lagi setelah liat blog ini. Memang benar untuk jadi pengusaha yang berhasil tidak gampang. Saya menjalani usaha dibidang waralaba makanan ringan (camilan) tela goreng . Dua minggu pertama saya bisa menjual sampai 65 pcs, tetapi setelahnya usaha mengalami kemunduran. Pernah saya hanya menjual 8 pcs sehari yang artinya untuk ongkos sewa tempat saja saya tidak dapat apalagi untuk gaji karyawan. Sementara dari pihak agen saya tidak diberikan solusi jalan keluar padahal sebelumnya itu pihak agen memberikan saya janji manis jika waralabanya saya ambil apalagi yang excluvise. Sudah gitu bahan baku yang kami peroleh lewat agen harganya kelewat mahal mengingat harga ubi mentah di makassar termasuk murah. Mutu olahan bahan bakunya (ubi) tidak standar, kadang keras bahkan terkadang sangat lembek yang berarti pemakaian minyak goreng meningkat dan itu berarti laba ikut berkurang. Saya ini termasuk tipe orang optimis, pekerja keras dan saya tidak malu untuk berjualan kaki lima, padahal keseharian saya bekerja di BUMN. Saat ini saya sedang gundah menghadapi masalah ini.
    Mas…. mohon pencerahannya . Terima kasih

  52. Fuad Muftie Berkata:

    @ Zeva Arif
    Hmm usaha makanan yang unik… mestinya Anda sendiri yang lebih tahu untuk kondisi di Malang. Kalau saja saya tahu ada bisnis yang unik, wah pasti sudah saya duluan yg ngerjain Mas. Saya sendiri belum bergelut di bidang kuliner, jadi ya belum punya pengalaman.

    Daripada pusing2 mikirin bisnis unik, mending lakukan dulu dari ATMSH (Amati, Tiru, Modifikasi Sesuka Hati). Cari bisnis makanan yg cocok bagi kondisi Anda dan Modifikasi.

    @ Afi
    Untuk kondisi Indonesia, memang harus berhati2 memilih franchise. Banyak yg sebenarnya belum layak di-franchise-kan tapi sudah ditawar2kan sebagai franchise. Dan mesti hati2 kalau yang ditawarkan sebenarnya cuma Business Oportunity. Ini yg masih banyak rancu bagi calon investor.

    Kalau sifatnya hanya BO maka segala resiko memang ditangan kita, lha wong mereka cuma nawarin peluang.

    Kalau feeling saya, sebenarnya Anda lebih cocok merintis sendiri suatu usaha (seperti yg Anda sampaikan di akhir komentar Anda). Dg sifat optimis dan pekerja keras maka dg membuka usaha sendiri akan lebih menantang untuk mengembangkannya. Daripada bergantung pada pihak lain.

    Saran saya, kalau memang masih ada peluang dari usaha camilan tadi, teruskan saja dulu sambil lakukan modifikasi dan perubahan sesuai kondisi di tempat Anda. Ini jika memungkinkan. Atau bisa juga di tempat yg sama Anda tambah jenis makanan yg bisa dijual, bisa eskrim, jus, makanan basah, dll.

    Nanti kalau ketemu mana yg lebih laku, itulah yg Anda perbanyak dan perbesar usahanya.

    Semoga bisa membantu

    Wassalam
    FM

  53. sugiarto Berkata:

    Assalamu’alaikum… nama saya sugiarto umur 21 tahun. saya ingin masukan dari para saudara.i bapak/Ibu bagaimana cara memulai usaha dengan modal yan g sangat minim… misalnya hanya modal Rp. 2 juta. terus terang saja jadi karyawan sungguh membosankan. gaji saya sekarang masih di bawah UMR… sekitar Rp. 500 ribu gitu lah. terus terang saya bingung mau usaha apa? dan saya takut memulai usah saya. kebetulan saya lmayan menguasai komputer. terima kasih atas jawabannya.

  54. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum salam Wr Wb

    Dengan modal 2 juta banyak yang bisa dilakukan Pak. Tinggal apa minat bapak, apa yang bisa membuat bapak tertarik, dan siap mengalokasikan sebagian waktunya untuk menjalankan usaha.

    Yang terpikir oleh saya sich, usaha menjual produk2 pakain kepada teman2 di tempat kerja, sama tetangga, dll. Ambil barang dari toko, lalu jual ke mereka. Atau kalau punya akses internet, mulai saja usaha internet marketing.

    Perbanyak wawasan dan perbanyak pilihan. Karena hidup adalah pilihan, pilihan sudah banyak tersedia di hadapan kita, dan kitalah yang memilih.

    Fuad Muftie

  55. made Berkata:

    hloo.. mas fuad, saya putra dari bali, mau naya soal bisnis, saya sekarang ini sudah menjalankan usaha kecil saya berjualan nasi, di pinggiran jalan, masalahnya saya mau meningkatkan usaha saya lagi sedikit, karena terbentur masalah kontrakan tokonya sangat mahal jadi saya jadi ragu2 takut saya tidak sesuai dengan hasil yang saya peroleh dan kurang untuk bayar kontrakan toko. bagaimana jalan keluar kalau saya punya masalah gini,… tolong penjelasanya……! makasi mas. saya tungu lho komentarnya.

  56. Fuad Muftie Berkata:

    Halo Pak Made, bersyukur Pak Made sudah punya usaha, walaupun kecil. Tinggal dikalkulasi, untuk usaha kecil saat ini sudah menghasilkan keuntungan kan? Dan kira-kira kalau dibesarkan pangsa pasarnya masih terbuka juga kan? Kalau demikin yakinkan diri bahwa dg peningkatan usaha Anda akan memberikan hasil yang lebih bagus.

    Sekarang kalkulasikan harga sewa toko, bisa tertutupi nggak dengan omsetnya. Kira-kira saja dulu, pakai feeling saja dulu, karena saya dulu juga waktu memutuskan untuk pindah ke toko yg lebih besar lebih banyak pakai feeling.

    Itu saja sich Pak yang bisa saya sarankan. Mudah2an bisa membantu

    Fuad Muftie

  57. Miftach Berkata:

    Mas Fuad, saya punya pengalaman tentang usaha kuliner. sekitar 6 bulan yang lalu saya memboyong 2 buah Bussiness Opportunity dari Bandung (The cireng rampat Bandung) untuk diusahakan ke Bogor. satu buah saya tempatkan di sebelah SLTP/SLTA Negri 1. Dan yang satu lagi di Universitas Pakuan Bogor. dasar pemilihan tempat ini hanya satu, keduanya adalah tempat yang ramai. Setelah berjalan, Cireng di daerah SLTP/SLTA maju pesat.. namun yang di daerah kampus malah adem ayem aja, seperti malu-malu begitu. saya coba dengan penyebaran Brosur, menampilkan Banner yang langsung terlihat oleh konsumen, tapi yang di daerah kampus tetap tidak berubah keadaanya. Sampai suatu saat seorang teman memberikan sebuah buku STP (segmentasi, Targetting dan positioning) karya Rhenald Khasali. dan ternyata memang benar, ternyata STP di daerah kampus tsb, jauh berbeda dengan yang di daerah SLTP/SMU Negri 1.

    Yang ingin saya tanyakan, apa iya, untuk usaha perorangan seperti ini juga perlu penerapan STP? apa kita juga perlu membagi segmentasi, siapa target pasar kita dan membuat pesan-pesan yang unik di dalam brosur bisa diingat terus oleh target konsumen yang di bidik?? karena yang saya fikirkan selama ini, penerapan STP hanya untuk perusahaan besar yang sudah memiliki divisi marketing sendiri. Trim’s Mas Fuad , saya senang dengan Blognya…

  58. Fuad Muftie Berkata:

    Benar Pak meskipun usaha kecil harus dipikirkan STP-nya. Kadang memang seperti terjadi begitu saja, nggak sengaja, padahal strategi STP tetap berlaku. Dan memang yang sering dijadikan bahan pelajaran adalah perusahaan2 besar. Bagi yang awam seperti kita kesannya STP hanya untuk perusahaan besar.

    STP diperlukan bagi siapa saja, karena kita tidak mungkin menjual segala sesuatu untuk semua orang. Bahkan Superman-pun nggak akan sanggup Pak. Makanya biar efektif berjualannya perlu dipilih-pilih dan dipilah-pilah segemennya.

    Itulah hebatnya pengusaha kecil Pak, semua divisi hampir2 dikerjakan sendiri, marketing, financial, SDM, produksi, ditangani sendiri. Baru nanti pelan2 tiap2 divisi diserahkan orang lain (didelegasikan) biar kita sebagai pemilik usaha mulai bisa memikirkan aspek2 yg lebih strategis.

    Sukses selalu ya Pak atas penjualan Cireng-nya.

    Wassalam
    FM

  59. Rian Ramdhani Berkata:

    salam pak fuad,
    saya (23) sekarang bekerja di perusahaan swasta, saya jenuh sekali akan rutinitas pekerjaan saya. saya ingin sekali membuat usaha sendiri (sekalian untuk uang tambahan) tapi ya biasa mentoknya di modal awal. tapi saya berusaha untuk mengajak teman2 saya untuk ikut menanam modal, untuk sekarang modal sudah ada walaupun belum banyak, tetapi setelah mencari lokasi ternyata harga sewa nya mahal2 semua, saya jadi memikirkan lagi tambah modal untuk sewa tempatnya. mohon advisenya ya pak? atau ada yang ingin menambahkan modal saya..he3 saya akan membuka usaha makanan gtu! thx.

  60. Fuad Muftie Berkata:

    Pak Rian, mudah2an ada yang tertarik untuk menambahkan modal buat Anda. Cuma kalau saya pribadi daripada fokus di “kekurangan modal” apa tidak lebih baik fokus di “bagaimana mengelola modal yang sudah ada”.

    Bagaimanapun kalau kita serius mengelola modal yang sudah ada, InsyaAlloh akan ada hasil yang bisa kita petik. Bisa saja modal tersebut terus berkembang dan bisa buat menyewa toko yang jauh lebih baik.

    Atau kalaupun kita ternyata belum berhasil mengelola modal yang sudah ada, berarti resiko kita lebih kecil, daripada nanti saat modal sudah ada yang nambahin dan ternyata meleset berarti yang dipertaruhkan jadi lebih besar. Belum lagi waktu yang digunakan untuk menunggu tambahan modal, menjadi kurang produktif.

    Ada pesan sahabat saya yang bilang “Jangan menunggu kondisi ideal untuk memulai usaha”. Mulai saja saat ini juga.

    Wassalam
    Fuad Muftie

  61. tri Berkata:

    pak Fuad Yth,
    langsung saja pak,perlukah Bisnis Planning dibuat? mengingat rencana usaha cuma warung nasi kelas menengah dibelakang rumah
    Wasalam
    Tri

  62. Fuad Muftie Berkata:

    Pak Tri, tergantung apa hasil yang ingin Anda peroleh Pak. Kalau sudah ada tujuan atau hasil yang diinginkan, pasti kita kepikiran untuk mencari langkah2 apa yang akan dilakukan untuk menggapainya. Terus kita juga menginventarisir semua kemampuan dan sumber daya yang ada. Kemudian juga memikirkan hambatan-hambatannya. Begitu kan.?

    Nah kalau sudah seperti ini, berarti Anda sudah punya bisnis planning dong. Bisnis planning tidak harus yang rumit2 dan ngejelimet. Untuk usaha kecil, planning tetap diperlukan. Planning yang sederhana saja sudah cukup. Kalau sudah membesar nanti, tentu planningnya terus diperbaiki.

    FM

  63. fitri Berkata:

    pak fuad, saya dan suami pegawai negri, ingin punya bisnis sampingan, usiaku 25, suami 26, saya buka waralaba Tela krezz, udah jalan ,tapi belum sesuai harapan, apalagi harga bahan pokok, minyak dan gas naik, saya juga buka kios kerudung, tapi salah tempat, selain jauh, juga sepi, tapi sayang mau dipindahkan saya kadung sewa tempat buat 1 tahun, tapi rasanya capek harus bolak balik sekitar 30 km an, apalagi sepi, saya kepikiran ingin buka cireng rampat yang modalnya lebih ringan ( utk tela saya keluar modal 5 juta an, kios kerudung 7 juta an), apa saran yang paling tepat untuk usaha saya? apa kios saya harus dipindahkan? apa saya dianjurkan untuk membuka usaha cireng yang peluangnya lebih besar, karena usaha yang sama saya lihat maju pesat, dan baru ada 1 tempat di daerah saya. apakah saya berlebihan jika ingin membuka usaha cireng sementara 2 usaha lainnya belum memuaskan hasilnya. trims ( jika bisa jawabannya dikirim via email saja)

  64. Fuad Muftie Berkata:

    Bu Fitri, kalau bisa sich tetap fokus di salah satu bidang dulu, sampai bener-bener matang keputusannya, entah keputusan untuk meneruskan usahanya karena sudah dapat profit, atau keputusan untuk menutup usaha karena terus merugi.

    Daripada buka satu usaha lagi yang sudah pasti akan meminta perhatian pikiran dan tenaga. Atau kalau usaha yang baru akan dirintis benar2 menjanjikan, fokuskan pada satu usaha ini dulu, yang lain serahkan (jual) pada orang lain saja.

    Terus keinginan membuka usaha cireng jangan hanya karena orang lain sudah sukses. Paling tidak kita memang ada minat dan ada keinginan kuat untuk menjalaninya. Sehingga nanti saat membuka usaha, bisa benar2 full konsentrasi dan perhatian pada membesarkan dan mengembangkan usaha cirengnya.

    Khawatir saja kalau cuma ikut2an nanti lihat orang lain sukses dengan usaha yang lain, jadi pingin ikutan yang lain lagi.

    Semoga bisa membantu

    FM

  65. ade Berkata:

    assalamu’alaikum pak muftie
    saya mau mencoba membuka usaha sendiri.orang tua saya punya keahlian bikin kue.saya juga mempunyai bakat seperti itu.saya pegawai swasta.jadi saya pengen membuka usaha sendiri.sekarang saya sudah mencoba.memasukkan makanan ke toko toko.tapi baru 1 atau 2 toko saya bisa memasukkan.kebanyakan toko toko lain kalau saya mau masukkan produk saya mereka paling berkata sudah ada tanpa belum mencoba produk kami.jadi saya mau minta saran sama pak muftie.bagaimana saya bisa membuka usaha sendiri dan memasarkannya.sekarang saya lagi menuggu izin depkes usaha saya pak.kalau kenalan saya sama keluarga sudah pada tau.apakah ada kiat bagaimana saya bisa memasarkan produk saya pak.terima kasih sebelumnya pak muftie…

  66. Fuad Muftie Berkata:

    Pak / Bu Ade…

    Kalau Anda sudah bisa bikin produk sendiri dan Anda yakin punya produk yang berkualitas, terus perjuangkan sampai benar-benar sukses. Karena posisi produsen bisa memiliki “faktor kali” yang banyak. Sekali produknya laku dan diminati pasti akan banyak juga yang berbondong-bondong ingin ikut memasarkannya.

    Memang diawalnya yang terasa berat. Banyak contohnya yang harus berjuang dalam kurun waktu yang boleh dibilang lama sebelum produknya booming. Yang penting terus pertahankan energi kreatif dan pantang menyerah (ulet), insyaAlloh ada waktunya untuk sukses.

    Untuk kiat-kiat memasarkan produk, mungkin lebih lengkap kalau Anda bisa membaca buku-buku tentang promosi dan pemasaran. Saya lebih suka membaca buku pemasaran yang di tulis penulis dalam negeri karena sesuai dengan pasar kita dan tidak terlalu teks book. Baca yang membahas street smart-nya pemasaran di Indonesia.

    Sukses selalu
    FM

  67. agus Berkata:

    Assalamualaikum.
    mas saya mo tanya, sebenarnya apasih kiat 2 untuk menjadi pengusaha ? apa benar jenis usaha yang kita jalani cocok-cocokan (ada yang bilang ” eh kamu gak cocok jadi pedagang dan eh kamu tidak cocok jadi tukang ini-itulah” dll) ? makasih sebelum & sesudahnya . mohon bimbingannya .

  68. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum salam Wr Wb

    Kiat jadi pengusaha, tentukan jenis usaha / jasa yg ingin dijalani dan mulai dari yg bisa dimulai. Kalau jalan, teruskan dan perbesar skalanya. Kalau tidak jalan, cari cara lain agar usaha bisa tetap jalan, menguntungkan, dan terus membesar.

    Pemilihan usaha boleh dibilang cocok-cocokan, tapi yg menentukan cocok atau tidak bukannya orang lain tapi kita sendiri, kalau kita merasa cocok, sreg, dan enjoy menjalankannya tinggal diteruskan. Kalau merasa nggak cocok, nggak sreg, dan nggak enjoy, cari yg lain yg lebih cocok.

    Wassalam
    FM

  69. aldy Berkata:

    assalammu’alaikum..
    Salam kenal untuk mas fuad…
    Alhamdulillah saya sudah mempunyai usaha warnet sudah jalan dengan 9 cleint dengan mengontrak salah satu rumah dengan posisi strategis di pinggir jalan. warnet saya baru berjalan sekitar empat bulan.
    pada perjalanannya warnet saya sangat ramai dan sudah ada pelanggan tetap, tetapi pada musim hujan, warnet saya mendapat musibah banjir dan sedikitnya empat unit PC terencam.
    karena trauma saya terpaksa menutup warnet saya selama 1 minggu karena takut ada banjir susulan. setelah satu minggu saya tutup, ternyata warnet saya menjadi agak sepi dan pelanggan saya sudah pindah ke lain hati.
    setelah saya membaca artikel mas Fuad saya menjadi terbuka bahwa setiap usaha pasti ada masalah, dan ini saya anggap sebagai cobaan dari Allah.
    Saya minta masukannya mas, bagaimana cara agar saya dapat menarik hati pelanggan saya kembali sehingga warnet saya bisa kembali ramai seperti sedia kala??apakah saya menutup warnet selama seminggu membuat pelanggan saya lari ke tempat lain?bagaimana membuat warnet saya supaya bisa lain dari yang lain seperti yang mas jelaskan di atas???

  70. Artha Berkata:

    wah beruntung sekali saya ketemu situs ini karena saya sekarang ini ingin membuka usaha tapi bingung, usaha apa prospeknya bagus sekarang nini.

  71. Fuad Muftie Berkata:

    @ Aldy

    Menurut saya bisa saja pelanggan lari ke tempat lain karena warnet anda tutup satu minggu. Dalam bisnis menjadi tugas kita untuk bisa menjamin konsistensi dalam layanan. Mungkin tutup sehari dua hari pelanggan masih bisa menunggu, tapi kalau sudah seminggu mungkin pelanggan mengira warnet anda sudah tutup.

    Untuk menarik kembali pelanggan, tentunya pelanggan harus tahu kalau warnetnya sudah buka dan beroperasi. Bisa dengan lebih gencar berpromosi, sebar brosur, pasang spanduk yang baru, dll.

    Yang lebih penting lagi, agar pelanggan kembali datang, sebaiknya ada penambahan kualitas layanan dibanding sebelumnya dan harus lebih baik dari saingan yang lain. Intinya warnetnya harus unik dan menarik dibanding warnet lain.

    Mudah2an selain menarik kembali pelanggan yang terlanjur lari, bisa juga mendatangkan pelanggan2 baru.

    @ Artha

    Terimakasih Pak, semoga bermanfaat.

    FM

  72. wahyu Berkata:

    selamat siang mas fuad,saya langsung saja.saya memiliki tanah yg kosong ( belum ada listrik dan air apalgi bangunan) tempatnya di pinggir jalan raya besar.di daerah cikunir bekasi tetapi saya masih bingung mau memulai usaha apa karena modal yg lumayan besar untuk pengadaan listri dan air.mungkin mas fuad bisa kasih masukan kesaya

    ==========
    [Fuad]
    Kalau merasa berat dipakai buat usaha sendiri, gimana kalau menjalin kerjasama dengan orang lain, dengan investor misalnya. Kalau mau yang simple sih tinggal disewakan saja tanahnya buat dipakai usaha orang lain, sampai Anda bisa ngumpulin modal. Dengan cara ini setidaknya nantinya anda sudah punya lokasi yang siap dipakai buat usaha sendiri.

    Kalau tetap dengan niat menggunakan sendiri, mungkin bisa dipakai buat usaha-usaha yang sederhana, misalnya buat tempat tambal ban, buat tempat gerobak buat jualan minuman dan snack, dll.

    Semoga bisa membantu.

  73. yuda raju Berkata:

    Ass Wr Wb..
    terima kasih Pak Fuad!
    saya terkesan sekali dengan blog ini.
    saya sdh 3X jatuh dlm usaha & tak pernah menyerah bahkan sampai tak tahu harus bagaimana lagi, dan pernah 1hr hanya naik motor tanpa arah. ketika habis sholat magrib di sebuah mushola kecil yang tak tahu tepat lokasinya, saya benar menangis mohon pada Yang Maha Kuasa. lalu saya pengin pulang dan ketika melihat motor Supra X saya yg msh kredit, saya tahu itulah celah sempit yang harus saya lewati..
    2 hari kmudian saya memulai usaha membuat keripik kentang dengan hasil penjualan motor yang sudah tinggal rp 600ribu karena buat nutp hutang.
    ternyata jalan keluar itu selalu ada meski hanya berupa celah yang sempit..

    =====
    [Fuad]
    Wa’alaikum salam Wr Wb

    Subhanalloh, saya terharu mendengan cerita Pak Yuda. Memang benar selalu ada SOLUSI untuk setiap masalah yang kita hadapi. Dan Alloh SWT tidak akan menguji kita diluar batas kemampuan kita.

    Saya jadi teringat nasehat teman saya dulu waktu masih kuliah, dia bilang “kalau kamu kehabisan uang kiriman orang tua, habiskan saja sisanya buat sedekah, pasti cepat dapat gantinya”. Dan sama seperti cerita Pak Yuda, ketika harta satu-satunya kita pertaruhkan untuk berbisnis (yang insyaAlloh kalau sesauai syariah akan bernilai ibadah) maka jalan keluarnya cepat ditemukan.

    Mudah2an usaha Pak Yuda terus berkembang, tambah besar dan selalu diberkahi-Nya.

    Wassalam
    Fuad Muftie

  74. midah Berkata:

    Ass…
    usia saya 20 thn dan saya masih kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta.
    Sy sudah lama ingin memiliki usaha sendiri dibidang kuliner, bisa dibilang ingin sekali membuka sebuah rumah makan. namun saya sama sekali tidak mengerti tentang usaha ini terlebih lagi latar belakang pendidikan saya sekarang adalah komputer. namun saya tetap ingin mewujudkan apa yang saya inginkan. mungkin hanya modal keuangan yang saya punya namun selebihnya saya tidak memiliki kemampuan apa-apa dibidang usaha kuliner ini. bagaimana caranya agar saya bisa membangun sebuah ruamah makan??
    Mohon bantuannya dan terima kasih. . . . .

    =====
    [Fuad Muftie]

    Mbak Midah yth, dulu kita dilahirkan tidak bisa ngapa-ngapain, tidak bisa ngomong, tidak bisa jalan, tidak bisa makan sendiri, dll. Apakah kita dulu pasrah dengan ketidakbisaan tersebut? Pasti tidak kan.

    Yang dilakukan bayi kecil adalah memperhatikan dan BELAJAR terus tanpa putus ada sampai akhirnya bisa. Begitu juga sewaktu kita sekolah, kalau kita tidak bisa dalam mata pelajaran tertentu, apa nasehat guru kita? Sudah pasti kita disuruh BELAJAR.

    Sama halnya anda sekarang ingin usaha kuliner tapi tidak bisa, jawabannya juga sama BELAJARLAH. Sekarang apa yang mau dipelajari? Tentukan saja apa yang ingin anda kuasai dan benar2 anda minati:
    - apakah ingin bisa memasak, sehingga bisa menjadi koki yang handal dg masakan yang enak –> belajarlah pada ahli-ahli masak dan koki yg handal.
    - atau anda hanya ingin bisa menjalankan bisnisnya tanpa perlu bisa memasak? –> belajarlah proses bisnis kuliner dari para pengusaha kuliner, bagaimana mereka merekrut koqi, memasarkan usahanya, mengelolanya, sampai membesarkannya.
    - Atau anda punya pandangan sendiri? Kuncinya belajar dulu dan segera praktekkan.

    Semoga bisa membantu
    Fuad Muftie

  75. lia Berkata:

    wahh.. seru ya forum dsini bisa sharing tentang entrepreneur..
    saya lia (25), saya punya usaha warnet berjalan sekitar 4 bulanan ini,, sebenarnya tempat yang saya kontrak ini adalah tempat yg strategis, deket sekolah, kampus dan anak remaja umumnya yang suka nge net (browsing, chatting, download, friendster, e- mail dll ) , tapi yang menjadi kendala adalah kondisi bangunan yang tidak sesuai dan tidak memuaskan hati karena setelah musim hujan atap pada bocor efeknya bisa kena sejumlah PC serta pengaruh ke user saya karena pas asik2nya nge net “ehh.. bocor !! ” ya otomatis para user off laaaahh..
    trus masalah selanjutnya.. karakter dan sifat pemilik kontrakan ngejelimet, susah di tebak, gak mau tau kalo ada trouble dengan bangunan.
    saya berkeinginan setelah habis masa kontrak, saya cari tempat baru.. tp para user udah banyak yg tau dsini.. kasih advice gimana caranya menarik para user apabila saya sudah buka di tempat lain yg lumayan jauh dr tempat semula.

    =====
    [Fuad Muftie]

    Mbak Lia yth, memang begitulah sifat dunia usaha, tidak menentu dan penuh ketidakpastian. Dan justru dari situlah munculnya peluang dan kesempatan. Peluang dan kesempatan selalu datang dalam bentuk yang tidak mengenakkan. Kalau semua peluang datang dengan enak, pasti semua orang sudah pada jadi pengusaha.

    Dan dari situlah kita dituntut untuk memiliki kemampuan problem solving. Karena pada dasarnya pengusaha akan sukses kalau bisa memberikan banyak solusi bagi orang lain (market / customernya).

    Mengenai usaha warnet Mbak Lia yang ingin dipindahkan, pastikan dapat lokasi yang jauh lebih bagus ya Mbak, karena bagaimanapun lokasi sangat menentukan. Setelah dapat lokasi, jauh-jauh hari buatlah pemberitahuan di warnet yg lama tentang rencana kepindahan lokasi warnet. Bikin pengumuman di setiap meja komputer, dan setiap pengunjung yang masuk harus tahu kalau warnet akan pindah dan kapan pindahnya. Kalau perlu digambarkan petanya. Terus kalau bisa juga berikan penawaran yang menarik misalnya selama sekian hari di lokasi yang baru ada promo khusus dll.

    Selain itu sudah pasti di lokasi yang baru juga harus berpromosi Mbak, sehingga yang datang tidak hanya pengunjung lama tapi juga pelanggan baru, sehingga kalaupun ada pelanggan lama yg berhenti berlangganan akan ada gantinya di tempat yg baru.

    Semoga tambah lancar usahanya ya Mbak Lia

  76. sudjimo Berkata:

    assalamu alaikum wr.wb

    Yth. Mas Fuad

    Mas Fuad saya mohan advisenya, Tidak lama lagi saya akan menghadapi masa pensiun sebagai karyawan swasta, saya sudah ada planing untuk membuka usaha kuliner, tapi usaha ini belum umum di kota saya, yaitu Warung makan khusus masakan daging kelinci, dengan harapan semoga banyak masyarakat menggemari makan daging yang bergizi dan rendah kolesterol ini.

    Pertanyaan saya, apakah rencana saya ini konyol?
    Sekian terima kasih

    =====
    [Fuad Muftie]

    Wa’alaikum salam Wr Wb

    Usaha kuliner daging kelinci di daerah-daerah lain sudah banyak Pak, bahkan di Jakarta juga sudah mulai menjamur. kalau di daerah Bpk belum ada berarti peluang besar itu Pak. karena umumnya kalau suatu usaha bisa jalan dan sukses di suatu tempat, pasti di tempat lain akan banyak yang mengikutinya.

    jadi menurut saya rencana bapak bukan rencana konyol, tapi rencana yang punya potensi untuk sukses. Demikian pak, sebaiknya secepatnya dimulai sebelum keduluan orang lain Pak.
    Wassalamu Alaikum Wr.Wb

  77. errya Berkata:

    Assalamu’alaikum P Fuad
    saya mahasiswi yang sebentar lagi akan lulus sarjana. setelah berfikir panjang saya mulai memutuskan bahwa (menurut saya)membuka usaha sendiri adalah terbaik dibanding kita harus susah2 cari pekerjaan. tapi permasalhan saya adalah saya belum punya kepercayaan diri yang cukup untuk terjun langsung didunia wira usaha. mengenai konsep jenis usaha saya sudah punya. tapi kembali pada belum cukupnya rasa percaya diri saya membuat saya takut dan minder untuk memulai mengingat saya baru akan memulai terjun didunia kerja. melalui tulisan ini saya berharap mendapat saran dan motivasi dari Bapak dan pengunjung setia web ini. terimakasih
    Wassalamu’alaikum

    =====
    [Fuad Muftie]

    Mbak Errya yang baik, niat Anda sudah sangat bagus dan mulia karena membuka lapangan pekerjaan saya yakin jauh lebih mulai daripada meminta-minta pekerjaan. Dengan niat yang mulia tersebut tidak sepatutnya kita jadi minder. jadi pengusaha itu jauh lebih membanggakan lho. Mungkin anggapan orang lain akan berbeda, tapi Rosululloh sendiri sudah meyakinkan kita bahwa 9 dari 10 pintu rejeki itu dari perniagaan.

    Kalau minder karena tidak punya pengalaman, ya namanya juga baru merintis pasti belum ada pengalaman dong. Barangkali langkah mudah untuk menghilangkan rasa mindernya mulai dulu dari yang kecil, misalnya dengan ikut bazaar didaerah sekitar kita. Kalau dijakarta ada tempat-tempat yang tiap minggunya menyediakan tempat untuk bazaar, seperti di TMII, mungkin juga di daerah sekitar anda ada. Dari bazaar tersebut biasanya akan muncul rasa percaya diri untuk membuka usaha yang lebih besar.

    Semoga bisa membantu

  78. yacob ferdiansyah Berkata:

    pak Fuad yang ganteng
    saya mahasiswa ingin buka usaha tapi terbentur modal,saya mulai bisnis kecil2an aja sambil belajar,
    trims pak atas tulisannya

    ======
    [Fuad Muftie]
    Terimakasih kembali Mas Yacob, sudah banyak yang bilang, modal bukan yang terpenting dalam bisnis. Kendala modal jangan jadikan penghambat jadikan saja sebagai TANTANGAN dan cari SOLUSI-nya. Gunakan KREATIFITAS kita yang sudah diberikan oleh Yg Maha Kuasa sebagai MODAL yang tidak ternilai dan tidak terbatas.

    Selamat berbisnis.

  79. Luky Berkata:

    Pak Fuad,

    Saya ingin sharing & konsultasi dg bapak seandainya bapak tidak keberatan.

    Sekitar 10 hari ini saya membuka usaha makanan di kantin pegawai salah satu mall dan letaknya pun di basement (tidak banyak orang lalu lalang dikantin tsb). Segmen saya adalah para pegawai mall tsb yg kebetulan mallnya adalah pusat perdagangan HP. Karena modal saya masih minim sekali, saya tidak menyewa langsung ke pengelola gedung, tetapi saya menyewa disalah satu counter minuman disitu. Sayangnya saya tidak boleh mendisplay makanan yg saya jual. Produk saya adalah nasi kuning & nasi timbel yang sudah ditaruh di styrofoam. Cara penjualan saya adalah pegawai penjualan saya berkeliling di area counter HP tsb (cara yg palng efektif dan cepat). Seminggu pertama jualan dari 50 Porsi , paling tersisa 1 -2. Sayangnya 3 hari terakhir ini penjualan merosot drastis. Sisanya mencapai 9 – 12 Porsi. Saya analisis kemungkinannya ada 2, produk saya itu itu saja (hanya 2 macam) dan yang kedua tenaga penjualan saya kurang agresif.

    Untuk masalah no. 1 insyaallah saya sudah menemukan solusinya. Yang ingin saya tanyakan adalah untuk masalah sayang yg no. 2 – dimana tenaga penjualan saya kurang agresif. Dari pengamatan saya , dia hanya menawarkan dagangan ke orang orang yg sudah dia kenal saja. Sedangkan untuk orang / counter yg tidak dia kenal dia hanya jalan berkeliling dan membawa dagangan saja. Kira kira bagaimana menghadapi ini ya pak? secara ujung tombak penjualan saya betul betul dari tenaga penjualnya. Karena saya pun tidak boleh mendisplay barang dagangan di kantin tsb.

    TErimakasih

    ======
    [Fuad Muftie]
    Gunakan prinsip “penghasilan terkait produktifitas” jangan hanya memberi gaji tetap pada pegawai. Misalnya tentukan omset minimal untuk gaji minimal, kalau omset 50 porsi / hari gaji pokoknya Rp.30 ribu. Kalau lebih dari 50 porsi, berikan insentif berapa persen dari tambahan omset, misalnya 5% atau 10% dari tambahan omset.

    Jadi kalau sehari laku 60 porsi, dia ada tambahan 5% atau 10% dikali tambahan omset. Kurang lebih begitu, intinya biar karyawan semangat menjualkan produk sebanyak-banyaknya.

  80. juum Berkata:

    Ass.. pak fuat yg sy hormati
    Sy gadis 25thn pengen konsultasi, sy asli endrekang sulawesi dn skrang sy tgl di samarinda kalimantan, mau buka usaha kuliner tp sy bingung memikirkan masakan apa yg cocok? krn sy lihat masakan dari daerah sy dn daerah disini agak berbeda, takutnya para konsumen tidak puas dngan menu yg sy sediakan. sebelum dn sesudahnya sy sangat brterima kasih atas kesediaan bapak memberikan solusi buat sy. Wassalam….

    =====
    [Fuad Muftie]
    Mba’ Juum untuk bisnis makanan tidak ada yang mensyaratkan kita harus bisa masak. Kalau kita tidak bisa masak biar orang lain yang masak, kita yang masarin dan mengelola usahanya.

    Kalau tidak yakin dengan masakan yang kita tawarkan, lakukan test dulu Mbak. Tawarkan makanan tersebut pada orang-orang di sekitar kita dulu, cocok & enak nggak menurut mereka. Kalau kurang ya terus perbaiki, kalau sudah oke, test ke lebih banyak orang lagi, misalnya saja untuk acara arisan dll.

    Kalau semua sudah bilang makananannya enak dan cocok, tinggal ditawarkan / dibisniskan baik lewat kios, ruko, atau titipu jual dulu ke warung lain kalau memungkinkan.

  81. chandra Berkata:

    aslkm, pak fuad yang terhormat

    saya karyawan swasta yang sedang merintis usaha tahu sumedang bertempat di sebuah warung,
    meskipun baru, saya punya rencana untuk langsung di perluas dengan merekrut teman2 yang ngangur untuk berjualan tahu sumedang, semua fasilitas saya sediakan,rencananya dengan menggunakan roda dan menyebar di beberapa tempat, menurut bapak bagaimana rencana saya? dan kira2 apa saja yang perlu saya pertimbangkan lebih lanjut, terima kasih wasslam

    =====
    [Fuad Muftie]
    Menurut saya bagus sekali prospeknya, bisnis tahu termasuk yang nggak ada matinya. Meskipun ada yang tumbang, sealau ada yang menggantikannya dan sukses. Tinggal bagaimana kita mengelola usaha. bagaimana memanaj karyawan / pegawai, bagaimana meningkatkan pengawasan, bagaimana meningkatkan kualiatas produk dan layanannya.

    Semoga bermanfaat

  82. suhardiyana Berkata:

    Pak Fuad, Saya berminat buka kios pernak pernik remaja,sovenir dan sejenisnya,bagaimana kiat2nya ya Pak,,saya baru mulai belajar wira usaha Pak,sebelumnya trima kasih

    =====
    [Fuad Muftie]
    Wah, kiat-kiat yang mana nich Pak, kalau kiat yang dimulai dari niat sampai usaha bisa jalan, bisa-bisa jadi buku tebel yang berseri-seri Pak, he.. he.. he..

    Sudah banyak koq di blog ini saya tulis ttg pengalaman kami memulai usaha, silahkan dibuka-buka arsipnya dan manfaatkan pelajaran yang bisa anda petik untuk anda terapkan pada usaha anda.

  83. deden Berkata:

    assalamualaikum. setelah saya membaca blog anda saya jadi merasa termotivasi untuk membuka usaha, tapi kami belum jelas usaha apa yang lebih cocok untuk kami? oleh karena itu kami mohon saudara untuk bisa memberikan gambaran mengenai peluang usaha yang harus kami jalankan!!!

    =====
    [Fuad Muftie]
    Maaf Pak Deden, saya bukan peramal dan bukan paranormal. Saya tidak bisa menerawang usaha apa yang cocok untuk Anda. Sekarang lihat saja usaha2 yang ada disekeliling anda dan pilih mana yang anda sukai dan kira2 anda sreg menjalaninya.

    Atau ikuti kata hati dan apa yang ada di pikiran anda saat ini. Kalau terpikir usaha A ya dijalani dulu, secepatnya dirintis, dan jadikan sebagai sumber pembelajaran dulu. Kalau sudah “get the feeling” anda akan lebih mudah memutuskan usaha apa yang cocok buat anda.

  84. Ahmad Fauzi Berkata:

    (Pak deden)

    Bapak mau sharing apa mau ngerampok?

    =====
    [Fuad Muftie]
    Waduh ada yang ngerampok?? hiiii… :)

  85. hardi Berkata:

    Ass.wr.wb. Begini Pak Fuad,saya sekarang lg jd tki dan dikampung sudah punya sedikit tabungan.sebelum pulang saya pengin sekali punya toko/kios sebagai bekal usaha masa depan nt,beberapa waktu yg lalu saya suruh kakak saya dan calon istri saya untuk carikan kios dan ada beberapa kios sudah ada pertimbangan.namun kakak saya juga bingung mau diisi apa kios itu,dan siapa yg nungguin.saya berpikir mencoba jualan pernak pernik anak muda ataupun busana muslim,klo untuk makanan terlalu repot kayaknya,karna saya masih di perantauan.nah pertanyaanya gini pak,bagaimana kalau saya mencoba usaha busana muslim dulu,seperti yg Pak Fuad jalani selama ini,dan bagaimana kan saya hrs bayar yg nungguin,apakah bisa jalan,mengingat saya baru belajar memulai usaha Pak.

  86. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum salam Wr Wb

    Kalau ditanya bisa atau tidak, jawabnya juga ada dua kemungkinan Pak, bisa YA dan bisa juga TIDAK. Tergantung bagaimana pengelolaan usahanya.

    Kuncinya bagaimana anda mencari orang yang bisa dipercaya dan mampu untuk mengelola usahanya. Kalau langsung diserahkan pada karyawan, saya koq sanksi ya Pak, karena belum tentu si karyawan juga mau belajar entrepreneurship.

    Kecuali anda percayakan pada orang yang anda percayai atau pada orang yang memang punya kemampuan mengelola suatu usaha, kemungkinan berhasilnya tentu lebih besar.

    Minimal yang perlu dipersiapkan pertama adalah mencari orang kepercayaan itu Pak. Bisa dari Saudara atau dari teman, yang benar2 bisa dipercaya dan amanah untuk mengelola calon usaha anda.

    Syukur2 kakak atau calon istri anda juga memiliki minat yang sama untuk buka usaha busana muslim, dan bersedia membantu anda membuka sampai mengelola usahanya, tentu akan memudahkan dlm mewujudkan rencana anda.

    Diskusikan baik2 dg kakak dan calon istri anda, kira2 bersedia ber-repot-repot-ria membukakan usaha buat anda. Kalau bisa ya jalankan, kalau kakak atau calon istri anda keberatan, ya sebaiknya jangan dipaksakan.

    Semoga bisa membantu

  87. haki Berkata:

    Ass.pak fuad saya bingung untuk memilih usaha apa yang saya jalanin ya….

    [Fuad Muftie]
    Wa’alaikum salam Wr Wb
    Saya juga bingung Pak, usaha apa ya yang cocok buat anda?

  88. dewi lestari (medan) Berkata:

    pak fuad ,mo tanya soal jilbab dab busana muslim yg pak fuad jual,klo sy ingin bermitra gmna cr’a n bleh krimin sya katalog+hrga k emai saya…oh ya sya saat ni lg mnjlnkan usaha warnet dan rencanya mo nmbah usaha lg…

    Fuad Muftie
    ========
    Bu Dewi, terimakasih telah mampir di blog saya.
    Terus terang saya bingung menanggapi tawaran / permintaan ibu, kira2 produk seperti apa yang ingin ibu bisniskan. Karena di toko saya produknya masih “gado-gado” alias banyak jenis, tipe, dan merknya. Sementara saya blm punya produk sendiri. Mungkin untuk beberapa produk seperti gamis, kaos muslimah, dan jilbab anak, kami bisa memberi harga yang bersaing. InsyaAlloh saya kabari via JAPRI saja ya Bu.

    Wassalam

  89. aan Berkata:

    laris manisssssssss

  90. yudha Berkata:

    halo apa kabar pak fuad,,
    saya berminat usaha ayam goreng prasmanan dalam waktu dekat ini,, apakah bapak mengetahui mengenai usaha ini? yang ingin saya tanyakan :
    1. butuh modal berapa kira2 untuk memulai usaha ini, dengan asumsi, tempat kontrak, stok jualan pertama, dan menggaji tukang masak?
    2. dimana biasanya dapatkan tukang masak yg enak?
    saya optimis dengan konsep saya ini, karna blum ada di daerah saya,,
    terimakasih atas informasi dan share nya pak fuad,,

    [Fuad Muftie]
    =========
    Mohon maaf saya tidak punya pengalaman bisnis ayam goreng prasmanan.

    Tapi secara umum, bisnis apapun sebisa mungkin jangan terbelenggu dengan besaran modal (uang) awal yang dibutuhkan. Modal uang akan selalu kurang kalau kita memproyeksikan terlalu tinggi. Tapi modal (uang) akan selalu cukup kalau kita bisa kreatif mengelolanya.

    Mungkin dengan berbekal satu atau dua potong ayam, anda sudah bisa memulainya. Sepertinya juga tidak butuh terlalu banyak modal awal kan. Yang penting diawal adalah membangun pondasi pelanggan. Semakin banyak pelanggan, semakin besar perputaran modalnya, dan semakin cepat pertumbuhan usaha kita.

    Modal awal mungkin saja besar dan mungkin saja bisa langsung membuka rumah makan yang megah dan besar, tapi kalau rasa masakan belum bisa diterima masyarakat dan belum bisa membentuk basis pelanggannya, maka usaha tersebut akan rentan.

    Untuk mencari tukang masak, sebaiknya sich dari orang-orang didekat kita dulu. Atau setidaknya ada referensi dari orang yang kita kenal. Karena faktor rasa bagi usaha kuliner adalah faktor yang sangat fital, maka haruslah mendapat koki yang terbaik. Selain itu juga harus yang bisa dipercaya. dan ini biasanya bisa didapat dari orang disekitar kita.

    Demikian pendapat saya.

  91. mila Berkata:

    salam kenal pa fuad, pa fuad saya minta katalog semua produknya donk..beserta harganya..sapa tau qta co2k jd panther..terima kasih.

    [Fuad Muftie]
    =========
    Nah ini yang masih jadi kendala saya, saya belum punya produk sendiri dan masih mengambil dari suplier yang lain. Kadang katalog yang ada sudah tidak sesuai dengan produk yang ada di toko, karena umumnya produk busana muslim terus berkembang, selain itu kami juga terus memperbarui koleksi yang ada.

    Untuk memotret dan manjadikannya menjadi sebuah katalog, belum kami coba karena beberapa kendala. Mudah2an kami dimudahkan untuk bisa segera membuat toko online dan dimudahkan dalam mencari dukungannya.

  92. senna Berkata:

    Assallammualaikum wr wb..,
    Dear Pak Fuad,
    Pak, mohon pencerahannya dong. Begini pak :
    Dilokasi dekat rmh kami ada pusat perkantoran (ruko2) yg cukup besar ( belum rampung semua ). Saya berencana mau buka kedai makan disana. Tp sy msh bekerja sbg karyawan swasta dg gaji yg saya rasa cukup (skrg sy sdg dihantui rasa jenuh sbg karyawan pak). Apakah sy hrs resign dr pekerjaan dan konsentrasi total kerencana usaha saya atau biar istri saya yg kelola baru stlh berjalan sy ikutan ?? ( sy bnr2 jenuh dg rutinitas sy sbg karyawan). Mohon petunjuknya pak Fuad…Trm ksh

    [Fuad Muftie]
    =========
    Menurut saya dua-duanya bagus Pak, kalau kita resign dan total mengurusi usaha, akan lebih fokus dan kita bisa bergerak bebas melakukan inovasi usaha.
    Kata kita tetap kerja dan istri bisa menjalaninya dulu, juga bagus karena awal usaha masih sulit ditebak bisa langsung jalan atau harus putar haluan ke usaha yang lain dulu. Baru kalau sudah jalan, kita bisa resign dan total membesarkan usaha.

    Yang penting kedua pihak, anda dan istri anda sepakat dan punya komitmen, apapun pilihannya. Sukses ya Pak.

  93. denny Berkata:

    kuliner di indonesia sangat cepat perkembangan.banyak sekali kita jumpai khas makanan yang jual.gak ada salahnya kita berkompetesi dalam kuliner

    [Fuad Muftie]
    =========
    Yup bener, bisnis kuliner nggak ada matinya. Mana di tiap daerah pasti punya makanan khasnya, baik makanan ringan sampai makanan berat. Semuanya bisa diberdayakan dan dibisniskan. Tinggal pintar2 kita mengemas dan memasarkannya.

  94. bimo Berkata:

    saya ingin sekali mengisi waktu luang saya untuk berjualan, tapi kendala saya bagaimana cara memulainya. ini masalah yg memang biasa terjadi, apalagi usaha makanan ini jauh sekali dengan kegiatan bekerja saya sehari-hari yaitu dikantoran. sebenarnya saya bukan malu, tapi saya yakin semua merasakan untuk pertama kalinya memulai, apalagi dengan harus berkeliling.

    [Fuad Muftie]
    ==========

    Kalau ingin berjualan makanan, sementara masih sibuk bekerja, menurut saya lebih efisien kalau bisa memulainya dengan titip jual. Jadi Anda bisa belanja / memasak makanan atau kue yang bisa dititipkan di kantin-kantin dekat kantor anda. Karena makanan ringan seperti kue memiliki potensi yang besar untuk dijual disekitar perkantoran.

    Atau Anda bisa mempekerjakan karyawan untuk berkeliling menjajakan kue atau makanan ringan di sekitar perkantoran. Mungkin saja diperlukan ijin dari pemilik gedung atau kantor. Dan tidak ada salahnya untuk dicoba dan ditanyakan kepada pengelola gedung untuk melakukan kerja sama seperti ini.

    Atau sarana lain untuk menguatkan niat dan merasakan sebagai pengusaha, manfaatkan waktu luang anda di akhir pekan dengan mengikuti bazaar2 disekitar arena olah raga atau arena keramaian di akhir pekan. Kalau di Jakarta bisa ikut bazaar di Taman Mini atau di sekitar Kalibata atau di sekitar pulomas atau disekitar masjid2 yang mengadakan kuliah dhuha setiap akhir pekan. Anda bisa membuka lapak berjualan kue atau makanan sesuai keinginan anda. Sekalin untuk mengetes pasar dan mengetes harga serta rasa.

  95. wasis Berkata:

    Assallammualaikum wr wb..,
    begini pak:

    saya adalah chef di sebuah restoran yang sudah resign karena jenuh dengan pekerjaan saya. sekarang saya mulai merintis usaha jualan kompor yang buat jualan di pinggir jalan walaupun dari mulut ke mulut. menurut saya itu masih berpeluang karena dikota saya belum ada yang berjualan kompor semacam itu. kendalanya adalah modal yang dibutuhkan dan konsumen yang rata-rata pedagang kecil minta kredit…
    bisakah bapak kasih solusi kepada saya?
    berhubung saya ini masih baru dalam usaha.

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Wah maaf Pak, saya belum punya gambaran jualan seperti itu. Intinya sich kalau mau jualan kredit, harus sepakat masalah harga jual, jangka waktu cicilan, besanya cicilan, dll. Dan kita harus komitmen untuk menagihnya.
    Memang dimana saja, kalau berjualan dengan sesama pengusaha akan muncul potensi tuntutan untuk bisa membayar secara kredit. Tinggal kita berani nagih atau tidak. jangan sampai kita berani memberi utang tapi tidak berani menagih.
    Profit yang kita ambil juga mesti bisa mengcover kredit-kredit macet. Usahakan kredit macet sekecil mungkin dengan banyak menjual pada orang yang taat membayar cicilan.

    Untuk modal, kalau kita bisa mencetak keuntungan maka bisa kita tawarkan pada “investor” agar mau berinvestasi kepada kita. Investor disini tidak usah cari yang jauh-jauh, mungkin dari teman, kerabat, sahabat, dan saudara ada yang sedang kelebihan uang dan ingin berinvestasi. Tinggal kita telusuri satu-satu.

  96. Mamet Berkata:

    Asl mlkm
    begini pak saya mau, membuka warung lesehan. Yang sy tanyakan:
    1.bagaimana cara pemasaran usaha saya ini.
    2. Bagaimana penggajian tukang masak dengangan prosentase atau bulanan( tolong dijelaskan juga karyawan )
    saya ucapkan terimasih, saya sangat tertarik dengan blog ini.

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Buka warung lesehan seberapa besar Pak? Setidaknya awali dg mengenali siapa target marketnya. Orang kantoran, anak kost, anak sekolah, remaja / abg? Masing2 punya cara yang berbeda untuk menyentuhnya dalam memperkenalkan dan memasarkan warung lesehan anda.

    Kalau sudah tahu siapa pangsa pasarnya, cari tahu juga dimana mereka berkerumun, dimana mereka mencari informasi ttg makanan, baru sebar informasi disitu. Bisa dimulai dari mulut ke mulut, lewat selebaran, lewat spanduk, dll. Mulai dari yang simple dan terjangkau dulu, baru pelan2 dievaluasi dan terus dikembangkan.

    Menggaji tukang masak / koki banyak caranya Pak. Kalau mau sistem bagi hasil, setidaknya anda sudah ada gambaran tentang proyeksi omset, proyeksi biaya, dan proyeksi keuntungan. Nah dari proyeksi tsb, bisa dihitung kira2 bisa sharing berapa persen dari keuntungan. Lalu negosiasikan dg tukang masak.

    Saya sendiri blm punya gambarang ttg penggajian untuk tukang masak. Tapi kuncinya ada di negosiasi tsb Pak. Nanti dalam perjalanan minta agar bisa terus dievaluasi. dan selalu cari jalan win-win. InsyaAlloh berkah Pak.

  97. teteh Berkata:

    Ass..wr.wb
    Salam kenal pa, saya juga sebenarnya punya keinginan buka usaha di bidang kuliner, meskipun tdk pandai memasak. Tapi saya ingin sekali mencobanya.
    Saya tertarik buka usaha baso,siomay dll. Karena sudah terlalu banyak orang yang berjualan menurut bapa kiat2 apa saja yang harus saya lakukan supaya usaha saya memiliki ciri khas dari pedagang2 yang lain????

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Saya yakin sebenarnya anda sudah tahu apa yang mesti dilakukan. Sebagai penggemar kuliner tentu anda sudah membanding-bandingkan mana bakso yang enak dan mana yang enggak, mana yang tempatnya nyaman dan menyenangkan dan mana yang bukan.

    Cara mudahnya tinggal ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) penjual bakso / siomay yang menurut anda paling asyik dan paling top markotop. Lakukan penyesuaian dg tempat yang anda miliki, juru masak, sampai segmen yg anda tuju.
    Cara yang lebih mudah lagi, buka saja sesuai kemampuan anda, baru nanti pelan-pelan diperbaiki, dipermak, dimodifikasi. Daripada bingung terus nggak mulai-mulai gitu kan?

  98. sri wahyuni niklas Berkata:

    Asslam alaikum Wr Wb
    saya tertarik sakali membaca artikel anda dan berbagai macam komentar yang timbul.
    saya seorang sarjana umur saya 23 tahun, cita2 saya dari dlu ingin membka usaha rumah makan.tapi saya masih terjalin kontrak kerja mengajar di salah satu PTS di daerah saya, disamping itu saya sudah mendapatkan partner usaha yang punya misi yang sama, orang itu bisa membantu dalam modal dan juga bisa dalam resep-resep makanan karna orangnya pintar masak.hal ini membuat saya bingung apa yang bisa saya berikan untuk memulai usaha ini,dan bagaimana kiat-kiat membuka usaha makanan agar bisa sukses??????????

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Mungkin anda jadi bingung karena terlalu rumit memikirkan bagaimana memulai usaha. Kalau bisa disederhanakan saja, kalau memang sudah ada partner, lakukan kerjasama dan negosiasikan hak dan kewajiban masing-masing, kalau bisa lakukan secara tertulis. Kalau sudah deal, segera saja mulai.

  99. fivebro Berkata:

    ass. pak fuad
    saya seorang mahssw slh satu PT d medan, dari dulu saya pengen jadi pengusaha, tetapi sampai saat ini blom ada satu usaha yang saya gluti…
    faktor penyebabnya dana dan saya bingung mau usaha apa yang pas..
    mohon jawabannya. klo bs d kirim ke email khuailid_nasaktion [@] yahoo.co.id
    salam sukses…

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Kalau baru mau buka usaha menurut saya sebaiknya mengukur kemampuan diri dulu. Kalau belum bisa pakai utang atau pinjaman, mulai saja dari yang kita mampu. Punya uang 100 ribu, mulai saja dari segitu, jangan terlalu berangan-angan membuka usaha senilai 100juta dulu. Nanti kalau sudah bisa jalan dan bisa mengelola cash flow usaha, baru gunakan strategi baru untuk membesarkan usaha.
    Banyak yang punya usaha milyaran diawali dari nol. Jadi kalau anda bisa mulai dari 100 ribu, bukan tidak mungkin nantinya akan punya bisnis milyaran dan trilyunan.

    Mengenai usaha apa yang pas, tidak ada orang lain yang tahu selain diri kita sendiri. Kalau kita bisa memulai satu usaha dan menikmatinya berarti itulah usaha yang tepat untuk anda. Jadi awali dari mengukur diri dulu (ukur kemampuan dan ukur kegemaran diri dulu).

    Semoga bisa membantu

  100. rosidiros Berkata:

    assalamualaikum…
    salam kenal ya mas FM…..
    saya senang bisa bergabung disini untuk saat ini saya blm ada plening untuk buka usaha,tapi keinginan untuk buka usaha sendiri dari dulu saya kepingin bgt yang jadi masalah adalah soal pendanaan…dll.
    mudah mudahan…..nanti ketemu jalanya…doain ya…Mas Fuad Muftie.

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Planning yang bagus adalah planning yang bisa di jalankan. Jadi kalau sudah punya rencana usaha, ya usahakan agar rencana tersebut bisa jalan. Nah tinggal bikin rencana bagaimana memulai usaha dengan dana terbatas. Sudah banyak koq yang bisa memulai usaha dengan modal uang yang sedikit dan bisa berjalan sampai sukses. Tinggal ikuti saja jejak orang-orang tersebut.

  101. fatra Berkata:

    Kunjungi (strategibisnis.com/?id=fatra) (Dapatkan Rumah Gratis Dan Pinjaman Tanpa Bunga dan jaminan )

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Thank’s infonya.

  102. dodi Berkata:

    assalamualaikum !!

    ana dah punya usaha warung masakan jatim , saran saya sebagai orang yg baru hanya doa serta percaya diri serta belajar terus ,
    1. coba tanyakan ke pelanggan kurang apa dan bagaimana seharus ya ?,
    2. kasi kotak surat saran
    3. beri sedikit penghargaan dengan perhatian lebih kepada para langganan dan
    4. tetap ramah tanpa harus meninggal kan kesan tegas kita sebagai pengusaha/ pemilik makanan,.
    dan sebelum buka usaha “sholat istikhoroh dan mantap jalankan usaha” Allah maha memberi petunjuk … Allah maha mengetahui hambanya yang jujur dan bersungguh2 dalam perjuangan hidup nya apalagi ini usaha modal dari hasil yang halal . insya Allah maju.

    wasallamualaikum salam dodi . 08568173666

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Terimakasih Pak Dodi, setuju sekali dengan langkah2 yang anda berikan.
    Semoga Anda selalu dimudahkan dalam menjalankan usaha dan senantiasa diberkahi-Nya.

  103. Sutisna Berkata:

    Ass. Wr.Wb
    Saya sangat terinspirasi dengan ulasan di atas mengenai perihal pertama kali membuka usaha di bidang makanan yang di utarakan oleh mba pudji. saya juga sebetulnya sangat tertarik dengan usaha yang satu ini terutama d bidang makanan dan saya kadang sering membayangkan konsep-konsep makanan apa yang akan disajikan yang digabung dengan desain interior tempat yang membuat pengunjung berasa nyaman dan merasa ingin kembali lagi yang tentunya tidak kalah penting adalah dengan memperhatikan pula menu makanan, rasa dan juga penyajiannya.pertanyaan yang ingin saya ajukan adalah 1. bagaimana cara saya memulai usaha ini pertama kali dengan modal yang terbatas?, 2.kemampuan saya di bidang masak kurang tapi saya hobi masak sayang tidak terlalu mahir? 3. tempat yang seperti apa yang cocok untuk usaha ini dan dimana lokasi yang strategisnya?, 4. bagaimana cara mepromosikannya?
    mohon penjelasnnya atau saran …. terima kasih sebelumnya…
    mohon di kirim ke email saya : enjoykan [@] yahoo.co.id

    [Fuad Muftie]
    ==========
    1. Untuk memulai satu usaha, banyak sekali jalannya. Ada yang mulai dengan merintis dari nol, ada yang mengambil alih usaha orang lain, ada yang melakukan kerja sama dengan orang lain. Tinggal anda sendiri posisinya sekarang dimana, dan sudah ada gambaran atau belum akan rencana anda sendiri.
    2. Kemampuana masak hanya salah satu faktor sukses dalam bisnis makanan. Kalau tidak bisa masak masih bisa mengandalkan orang lain untuk menjadi kokinya. Tapi kalau tetap ingin menjalani sendiri, cobalah untuk belajar dari para ahlinya. Bisa lewat kursus atau lebih banyak melakukan eksperimen untuk menu-menu yang akan ditawarkan.
    3. Tempat yang cocok? lihat saja di lingkungan anda. Anda bisa amati usaha-usaha kuliner yang laris ada di mana saja. Tinggal sesuaikan dengan kemampuan anda sendiri.
    4. Cara promosi banyak sekali caranya, kalau yang paling murah lakukan dengan promosi dari mulut ke mulut dg cara pastikan makanan kita enak, cocok buat target market kita, harganya pas, dan pelayanannya bagus, sehingga orang yang sudah datang ke tempat kita akan ketagihan untuk datang dan akan menceritakan kepada orang lain serta mengajak orang lain datang ke tempat kita.
    Usahakan juga upaya pemasaran yang lain, seperti sebar brosur, ajak orang lain atau kelompok komunitas atau organisasi untuk datang, tawarkan bonus / hadiah, dll. pokoknya sangat banyak cara berpromosi, kita sendirilah yang membatasinya.

  104. febian Berkata:

    Dear pa fuad.
    Pak saya berencana buka usaha konfeksi t shirt dan jualan.
    mohon masukan apa saja yang perlu disiapkan

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Saran saya, perbanyak doa dan sempurnakan ikhtiar.
    saya tidak tahu sejauh apa anda telah mempersiapkan usaha tersebut. Yang termudah sich lakukan ATM (Amati Tiru dan Modifikasi) usaha serupa yang sudah jalan. Semoga usaha anda bisa berkembang.

  105. budi Berkata:

    asalamualaikum P.Fuad….
    Saya karyawan, sudah 11 tahun bekerja, rasanya sudah jenuh, dan pengin berwiraswasta, kebetulan rumah mertua dekat dng jalan raya dan SPBU 24 jam, saya pengin usaha disitu, yaitu kuliner & warung sembako, yg jadi masalah, saya takut gagal & takut penghasilan saya nantinya kurang dari yg saya dapat sewaktu jadi karyawan. niat ada,akan tetapi susah untuk memulainya, mohon pencerahannya pak. terimakasih

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Ya, hilangkan dulu takut gagalnya Pak. Sama seperti anak kecil, kalau takut belajar naik sepeda, sampai tua juga nggak bisa naik sepeda. Resiko selalu ada, kita bernafas saja ada resikonya lho. Yang penting bagaimana mengantisipasi resiko2 tsb, Kita tidak akan bisa melawan resiko tersebut, yang bisa kita lakukan memanaj resiko tersebut sehingga bisa diminalisir kegagalannya.

    Kalau penghasilan berkurang, itu wajar saja Pak, nggak usah dipusingin, karena dalam bisnis akan mungkin terjadi sebaliknya yaitu penghasilan anda akan meroket tajam, berkali-kali lipat yang tidak mungkin anda terima dari gaji. Kalau gaji naik secara meroket itu tidak wajar, tapi kalau di bisnis itu wajar-wajar saja. So, hidup hanyalah pilihan, mau pilih tetap sebagai karyawan, atau sebagai pengusaha, itu hanyalah pilihan saja.

  106. iyan jaelani Berkata:

    asalamualaikum P.Fuad….
    saya seorang karyawan swasta sama seperti temen2 yang lainnya yang sudah jenuh dengan pekerjaannya. Saya berencana membuka usaha kuliner warung makan pasundan prasmanan, apa saya mampu menjalankannya sedangkan saya belum tahu dimana tempat yang cocok untuk membuka usaha itu, dan bagaimana proespek usaha ini di kedepannya. mohon pencerahannya dan masukannya pak. terima kasih

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Wa’alikum salam Wr Wb
    Kalau saya ditanya apakah bapak mampu menjalankan usaha tersebut, jawaban saya “Saya tidak tahu”. Karena yang tahu anda bisa atau tidak ya anda sendiri dan yang harus membuktikan kalau anda bisa atau tidak bisa juga anda sendiri.

    Pikiran kita akan mencari jawaban dan pembenaran. Kalau anda pikir tidak mampu, maka benar adanya bahwa anda tidak mampu. Kalau anda pikir mampu, maka pikiran akan mencarikan jalan untuk membuktikan bahwa anda memang mampu dan benar2 mampu membuka usaha.

    Kalau bicara prospek usaha makanan, sampai akhir jaman asal manusia masih butuh makan maka usaha makanan tetap prospetif. TInggal penuhi kebutuhan orang-orang yang menjadi target market anda, InsyaAlloh usaha makanan bisa tetap jaya.

  107. piet Berkata:

    memulai usaha terkdang terbentur pada apa saya bisa, takut gagal, takut gak jalan dll tapi yang terpenting ada motivasi dan mau pasti bisa, saya pernah brhsil usha Furniture 10 thn sy nikmati tp jatuh juga (thn 1988 s/d 1998)benar2 mrupakan surga bagiku dan ketika 98 ksini brbgai upaya gagal terus,kini punya resep obat tradisional bisa menyembuhkan luka apa aja n utk obat gosok/urut material gampang kl ada berminat akan sy berikan resepnya hub. di Phenli@yahoo.co.id

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Terimakasih Bu, perjalanan usaha anda semestinya bisa menginspirasi kita semua untuk tetap maju dan terus berusaha.

    Bagi yang ingin bersinergi silahkan JAPRI ke Bu Piet.

  108. roby christanto Berkata:

    saya roby di kediri,saya adalah seorang karywan di sebuah counter.kiat saya untuk punya usaha sendiri bgtu besar,saya cm punya modal sedikit untuk itu.usaha makanan yang dulu ingin saya jalankan dengan ibu saya dirumah.ditempat saya blm ada warung makanan banyak,apakah didesa cukup strategis tempatnya untuk memulai usaha makanan pak?tlg dibalas ya pak email saya,trimakasih sebelumnya

  109. citenkfauzy Berkata:

    pak..bagaimna crnya mengelola dwt modal pokok??selma ini saya kebobolan modal pokok terus.pdhl klo di hitung usaha sy rame.tp tahu2 modl malah habis.tolong pak minta saran mksh bnyak.

  110. rapi Berkata:

    saya mau membuka usaha kue dan bolu, bagaiman cara awalnya dan kiat-kiatnya.trims

    • roby christanto Berkata:

      fokus ketujuan terus pak,smw kita jalani dan dukungan dari keluaraga sangat pentg.moga kiat kita untuk buka usaha dapat tercapai.tetep semangat

  111. cahyo Berkata:

    saya punya banyak sekali ide2 dalam membuka usaha, tapi kelemahan saya adalah dalam bidang dana.. saya bingung harus cari modal dari mana
    sedangkan selama ini setiap ide2 saya hanya bisa saya bagikan dan melihat orang yg menjalankannya berhasil.dan seringkali saya hanya di manfaatkan oleh orang.bagaimana pak pendapat anda?mohon dibalas di email saya di
    cahyo_jc@ymail.com
    terimakasih banyak sebelumnya.

  112. indri lesmani Berkata:

    salam kenal pa fuad. saya baru saja lulus dari kuliah dan saya sedang mencari usaha atau pekerjaan yang cocok untuk saya. kebetulan ketika di intetrnet saya menemukan web ini, dan saya minta saran dari bapa untuk masalah saya. dari dulu saya memang bercita-cita ingin menjadi pengusaha, tetapi selama bersekolah sepertinya cita-cita saya tidak bisa tercapai, akan tetapi setelah saya lulus kuliah, saya ingin menemukan jati diri saya dan ingin mencoba meulai untuk membuka usaha mandiri. kebetulan juga orang tua saya adalah seorang wira usaha di bidang makanan, ya sebut saja usaha warung nasi, tetapi sudah 10 tahun lamanya usahanya belum berkembang dengan pesat. dan saya sebagi anak ingin sekali membangun usaha itu lebih maju lagi, saya ingin memajukan usaha kecil warung nasi tersebut menjadi usaha besar seperti restoran, tapi lagi2 masalah yang dihadapi oleh semua orang adalah modal, bagaimana cara mendapatkan modal tersebut pa?dalam web ini mudah-mudahan saya bisa mendapat solusinya. mohon bantuan nya pa fuad dan terimaksih atas perhatiannya

Tinggalkan Balasan