<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Komentar di: Membuka Usaha Makanan</title>
	<atom:link href="http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/02/06/membuka-usaha-makanan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/02/06/membuka-usaha-makanan/</link>
	<description>Cobalah buka usaha sendiri, anda akan memasuki dunia yang menakjubkan ...</description>
	<pubDate>Fri, 25 Jul 2008 17:20:55 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
		<item>
		<title>Oleh: Fuad Muftie</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/02/06/membuka-usaha-makanan/#comment-2205</link>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 08:15:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/02/06/membuka-usaha-makanan/#comment-2205</guid>
		<description>Benar Pak meskipun usaha kecil harus dipikirkan STP-nya. Kadang memang seperti terjadi begitu saja, nggak sengaja, padahal strategi STP tetap berlaku. Dan memang yang sering dijadikan bahan pelajaran adalah perusahaan2 besar. Bagi yang awam seperti kita kesannya STP hanya untuk perusahaan besar.

STP diperlukan bagi siapa saja, karena kita tidak mungkin menjual segala sesuatu untuk semua orang. Bahkan Superman-pun nggak akan sanggup Pak. Makanya biar efektif berjualannya perlu dipilih-pilih dan dipilah-pilah segemennya.

Itulah hebatnya pengusaha kecil Pak, semua divisi hampir2 dikerjakan sendiri, marketing, financial, SDM, produksi, ditangani sendiri. Baru nanti pelan2 tiap2 divisi diserahkan orang lain (didelegasikan) biar kita sebagai pemilik usaha mulai bisa memikirkan aspek2 yg lebih strategis.

Sukses selalu ya Pak atas penjualan Cireng-nya.

Wassalam
FM</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Benar Pak meskipun usaha kecil harus dipikirkan STP-nya. Kadang memang seperti terjadi begitu saja, nggak sengaja, padahal strategi STP tetap berlaku. Dan memang yang sering dijadikan bahan pelajaran adalah perusahaan2 besar. Bagi yang awam seperti kita kesannya STP hanya untuk perusahaan besar.</p>
<p>STP diperlukan bagi siapa saja, karena kita tidak mungkin menjual segala sesuatu untuk semua orang. Bahkan Superman-pun nggak akan sanggup Pak. Makanya biar efektif berjualannya perlu dipilih-pilih dan dipilah-pilah segemennya.</p>
<p>Itulah hebatnya pengusaha kecil Pak, semua divisi hampir2 dikerjakan sendiri, marketing, financial, SDM, produksi, ditangani sendiri. Baru nanti pelan2 tiap2 divisi diserahkan orang lain (didelegasikan) biar kita sebagai pemilik usaha mulai bisa memikirkan aspek2 yg lebih strategis.</p>
<p>Sukses selalu ya Pak atas penjualan Cireng-nya.</p>
<p>Wassalam<br />
FM</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Miftach</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/02/06/membuka-usaha-makanan/#comment-2201</link>
		<dc:creator>Miftach</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 10:07:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/02/06/membuka-usaha-makanan/#comment-2201</guid>
		<description>Mas Fuad, saya punya pengalaman tentang usaha kuliner. sekitar 6 bulan yang lalu saya memboyong 2 buah Bussiness Opportunity dari Bandung (The cireng rampat Bandung) untuk diusahakan ke Bogor.  satu buah saya tempatkan di sebelah SLTP/SLTA Negri 1. Dan yang satu lagi di Universitas Pakuan Bogor. dasar pemilihan tempat ini hanya satu, keduanya adalah tempat yang ramai. Setelah berjalan, Cireng di daerah SLTP/SLTA maju pesat.. namun yang di daerah kampus malah adem ayem aja, seperti malu-malu begitu. saya coba dengan penyebaran Brosur, menampilkan Banner yang langsung terlihat oleh konsumen, tapi yang di daerah kampus tetap tidak berubah keadaanya. Sampai suatu saat seorang teman memberikan sebuah buku STP (segmentasi, Targetting dan positioning) karya Rhenald Khasali. dan ternyata memang benar, ternyata  STP di daerah kampus tsb, jauh berbeda dengan yang di daerah SLTP/SMU Negri 1.  

Yang ingin saya tanyakan, apa iya, untuk usaha perorangan seperti ini juga perlu penerapan STP? apa kita juga perlu membagi segmentasi, siapa target pasar kita dan membuat pesan-pesan yang unik di dalam brosur bisa diingat terus oleh target konsumen yang di bidik?? karena yang saya fikirkan selama ini, penerapan STP hanya untuk perusahaan besar yang sudah memiliki divisi marketing sendiri. Trim's Mas Fuad , saya senang dengan Blognya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Fuad, saya punya pengalaman tentang usaha kuliner. sekitar 6 bulan yang lalu saya memboyong 2 buah Bussiness Opportunity dari Bandung (The cireng rampat Bandung) untuk diusahakan ke Bogor.  satu buah saya tempatkan di sebelah SLTP/SLTA Negri 1. Dan yang satu lagi di Universitas Pakuan Bogor. dasar pemilihan tempat ini hanya satu, keduanya adalah tempat yang ramai. Setelah berjalan, Cireng di daerah SLTP/SLTA maju pesat.. namun yang di daerah kampus malah adem ayem aja, seperti malu-malu begitu. saya coba dengan penyebaran Brosur, menampilkan Banner yang langsung terlihat oleh konsumen, tapi yang di daerah kampus tetap tidak berubah keadaanya. Sampai suatu saat seorang teman memberikan sebuah buku STP (segmentasi, Targetting dan positioning) karya Rhenald Khasali. dan ternyata memang benar, ternyata  STP di daerah kampus tsb, jauh berbeda dengan yang di daerah SLTP/SMU Negri 1.  </p>
<p>Yang ingin saya tanyakan, apa iya, untuk usaha perorangan seperti ini juga perlu penerapan STP? apa kita juga perlu membagi segmentasi, siapa target pasar kita dan membuat pesan-pesan yang unik di dalam brosur bisa diingat terus oleh target konsumen yang di bidik?? karena yang saya fikirkan selama ini, penerapan STP hanya untuk perusahaan besar yang sudah memiliki divisi marketing sendiri. Trim&#8217;s Mas Fuad , saya senang dengan Blognya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Fuad Muftie</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/02/06/membuka-usaha-makanan/#comment-2104</link>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 06:28:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/02/06/membuka-usaha-makanan/#comment-2104</guid>
		<description>Halo Pak Made, bersyukur Pak Made sudah punya usaha, walaupun kecil. Tinggal dikalkulasi, untuk usaha kecil saat ini sudah menghasilkan keuntungan kan? Dan kira-kira kalau dibesarkan pangsa pasarnya masih terbuka juga kan? Kalau demikin yakinkan diri bahwa dg peningkatan usaha Anda akan memberikan hasil yang lebih bagus. 

Sekarang kalkulasikan harga sewa toko, bisa tertutupi nggak dengan omsetnya. Kira-kira saja dulu, pakai feeling saja dulu, karena saya dulu juga waktu memutuskan untuk pindah ke toko yg lebih besar lebih banyak pakai feeling. 

Itu saja sich Pak yang bisa saya sarankan. Mudah2an bisa membantu

Fuad Muftie</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo Pak Made, bersyukur Pak Made sudah punya usaha, walaupun kecil. Tinggal dikalkulasi, untuk usaha kecil saat ini sudah menghasilkan keuntungan kan? Dan kira-kira kalau dibesarkan pangsa pasarnya masih terbuka juga kan? Kalau demikin yakinkan diri bahwa dg peningkatan usaha Anda akan memberikan hasil yang lebih bagus. </p>
<p>Sekarang kalkulasikan harga sewa toko, bisa tertutupi nggak dengan omsetnya. Kira-kira saja dulu, pakai feeling saja dulu, karena saya dulu juga waktu memutuskan untuk pindah ke toko yg lebih besar lebih banyak pakai feeling. </p>
<p>Itu saja sich Pak yang bisa saya sarankan. Mudah2an bisa membantu</p>
<p>Fuad Muftie</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: made</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/02/06/membuka-usaha-makanan/#comment-2101</link>
		<dc:creator>made</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 04:31:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/02/06/membuka-usaha-makanan/#comment-2101</guid>
		<description>hloo.. mas fuad, saya putra dari bali, mau naya soal bisnis, saya sekarang ini sudah menjalankan usaha kecil saya berjualan nasi, di pinggiran jalan, masalahnya saya mau meningkatkan usaha saya lagi sedikit, karena terbentur masalah kontrakan tokonya sangat mahal jadi saya jadi ragu2 takut saya tidak sesuai dengan hasil yang saya peroleh dan kurang untuk bayar kontrakan toko. bagaimana jalan keluar  kalau saya punya masalah gini,... tolong penjelasanya......! makasi mas. saya tungu lho komentarnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hloo.. mas fuad, saya putra dari bali, mau naya soal bisnis, saya sekarang ini sudah menjalankan usaha kecil saya berjualan nasi, di pinggiran jalan, masalahnya saya mau meningkatkan usaha saya lagi sedikit, karena terbentur masalah kontrakan tokonya sangat mahal jadi saya jadi ragu2 takut saya tidak sesuai dengan hasil yang saya peroleh dan kurang untuk bayar kontrakan toko. bagaimana jalan keluar  kalau saya punya masalah gini,&#8230; tolong penjelasanya&#8230;&#8230;! makasi mas. saya tungu lho komentarnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Fuad Muftie</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/02/06/membuka-usaha-makanan/#comment-2077</link>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 03:29:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/02/06/membuka-usaha-makanan/#comment-2077</guid>
		<description>Wa'alaikum salam Wr Wb

Dengan modal 2 juta banyak yang bisa dilakukan Pak. Tinggal apa minat bapak, apa yang bisa membuat bapak tertarik, dan siap mengalokasikan sebagian waktunya untuk menjalankan usaha.

Yang terpikir oleh saya sich, usaha menjual produk2 pakain kepada teman2 di tempat kerja, sama tetangga, dll. Ambil barang dari toko, lalu jual ke mereka. Atau kalau punya akses internet, mulai saja usaha internet marketing.

Perbanyak wawasan dan perbanyak pilihan. Karena hidup adalah pilihan, pilihan sudah banyak tersedia di hadapan kita, dan kitalah yang memilih.

Fuad Muftie</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wa&#8217;alaikum salam Wr Wb</p>
<p>Dengan modal 2 juta banyak yang bisa dilakukan Pak. Tinggal apa minat bapak, apa yang bisa membuat bapak tertarik, dan siap mengalokasikan sebagian waktunya untuk menjalankan usaha.</p>
<p>Yang terpikir oleh saya sich, usaha menjual produk2 pakain kepada teman2 di tempat kerja, sama tetangga, dll. Ambil barang dari toko, lalu jual ke mereka. Atau kalau punya akses internet, mulai saja usaha internet marketing.</p>
<p>Perbanyak wawasan dan perbanyak pilihan. Karena hidup adalah pilihan, pilihan sudah banyak tersedia di hadapan kita, dan kitalah yang memilih.</p>
<p>Fuad Muftie</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: sugiarto</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/02/06/membuka-usaha-makanan/#comment-2071</link>
		<dc:creator>sugiarto</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 08:39:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/02/06/membuka-usaha-makanan/#comment-2071</guid>
		<description>Assalamu'alaikum... nama saya sugiarto umur 21 tahun. saya ingin masukan dari para saudara.i bapak/Ibu bagaimana cara memulai usaha dengan modal yan g sangat minim... misalnya hanya modal Rp. 2 juta. terus terang saja jadi karyawan sungguh membosankan. gaji saya sekarang masih di bawah UMR... sekitar Rp. 500 ribu gitu lah. terus terang saya bingung mau usaha apa? dan saya takut memulai usah saya. kebetulan saya lmayan menguasai komputer. terima kasih atas jawabannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum&#8230; nama saya sugiarto umur 21 tahun. saya ingin masukan dari para saudara.i bapak/Ibu bagaimana cara memulai usaha dengan modal yan g sangat minim&#8230; misalnya hanya modal Rp. 2 juta. terus terang saja jadi karyawan sungguh membosankan. gaji saya sekarang masih di bawah UMR&#8230; sekitar Rp. 500 ribu gitu lah. terus terang saya bingung mau usaha apa? dan saya takut memulai usah saya. kebetulan saya lmayan menguasai komputer. terima kasih atas jawabannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Fuad Muftie</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/02/06/membuka-usaha-makanan/#comment-2059</link>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 May 2008 08:42:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/02/06/membuka-usaha-makanan/#comment-2059</guid>
		<description>@ Zeva Arif 
Hmm usaha makanan yang unik... mestinya Anda sendiri yang lebih tahu untuk kondisi di Malang. Kalau saja saya tahu ada bisnis yang unik, wah pasti sudah saya duluan yg ngerjain Mas. Saya sendiri belum bergelut di bidang kuliner, jadi ya belum punya pengalaman.

Daripada pusing2 mikirin bisnis unik, mending lakukan dulu dari ATMSH (Amati, Tiru, Modifikasi Sesuka Hati). Cari bisnis makanan yg cocok bagi kondisi Anda dan Modifikasi.

@ Afi
Untuk kondisi Indonesia, memang harus berhati2 memilih franchise. Banyak yg sebenarnya belum layak di-franchise-kan tapi sudah ditawar2kan sebagai franchise. Dan mesti hati2 kalau yang ditawarkan sebenarnya cuma Business Oportunity. Ini yg masih banyak rancu bagi calon investor.

Kalau sifatnya hanya BO maka segala resiko memang ditangan kita, lha wong mereka cuma nawarin peluang. 

Kalau feeling saya, sebenarnya Anda lebih cocok merintis sendiri suatu usaha (seperti yg Anda sampaikan di akhir komentar Anda). Dg sifat optimis dan pekerja keras maka dg membuka usaha sendiri akan lebih menantang untuk mengembangkannya. Daripada bergantung pada pihak lain.

Saran saya, kalau memang masih ada peluang dari usaha camilan tadi, teruskan saja dulu sambil lakukan modifikasi dan perubahan sesuai kondisi di tempat Anda. Ini jika memungkinkan. Atau bisa juga di tempat yg sama Anda tambah jenis makanan yg bisa dijual, bisa eskrim, jus, makanan basah, dll.

Nanti kalau ketemu mana yg lebih laku, itulah yg Anda perbanyak dan perbesar usahanya.

Semoga bisa membantu

Wassalam
FM</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@ Zeva Arif<br />
Hmm usaha makanan yang unik&#8230; mestinya Anda sendiri yang lebih tahu untuk kondisi di Malang. Kalau saja saya tahu ada bisnis yang unik, wah pasti sudah saya duluan yg ngerjain Mas. Saya sendiri belum bergelut di bidang kuliner, jadi ya belum punya pengalaman.</p>
<p>Daripada pusing2 mikirin bisnis unik, mending lakukan dulu dari ATMSH (Amati, Tiru, Modifikasi Sesuka Hati). Cari bisnis makanan yg cocok bagi kondisi Anda dan Modifikasi.</p>
<p>@ Afi<br />
Untuk kondisi Indonesia, memang harus berhati2 memilih franchise. Banyak yg sebenarnya belum layak di-franchise-kan tapi sudah ditawar2kan sebagai franchise. Dan mesti hati2 kalau yang ditawarkan sebenarnya cuma Business Oportunity. Ini yg masih banyak rancu bagi calon investor.</p>
<p>Kalau sifatnya hanya BO maka segala resiko memang ditangan kita, lha wong mereka cuma nawarin peluang. </p>
<p>Kalau feeling saya, sebenarnya Anda lebih cocok merintis sendiri suatu usaha (seperti yg Anda sampaikan di akhir komentar Anda). Dg sifat optimis dan pekerja keras maka dg membuka usaha sendiri akan lebih menantang untuk mengembangkannya. Daripada bergantung pada pihak lain.</p>
<p>Saran saya, kalau memang masih ada peluang dari usaha camilan tadi, teruskan saja dulu sambil lakukan modifikasi dan perubahan sesuai kondisi di tempat Anda. Ini jika memungkinkan. Atau bisa juga di tempat yg sama Anda tambah jenis makanan yg bisa dijual, bisa eskrim, jus, makanan basah, dll.</p>
<p>Nanti kalau ketemu mana yg lebih laku, itulah yg Anda perbanyak dan perbesar usahanya.</p>
<p>Semoga bisa membantu</p>
<p>Wassalam<br />
FM</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: afi</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/02/06/membuka-usaha-makanan/#comment-2054</link>
		<dc:creator>afi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 02:27:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/02/06/membuka-usaha-makanan/#comment-2054</guid>
		<description>Mas, rasanya saya dapat suntikan semangat lagi setelah liat blog ini. Memang benar untuk jadi pengusaha yang berhasil tidak gampang. Saya menjalani usaha dibidang waralaba makanan ringan (camilan) tela goreng . Dua minggu pertama saya bisa menjual sampai 65 pcs, tetapi setelahnya usaha mengalami kemunduran. Pernah saya hanya menjual 8 pcs sehari yang artinya untuk ongkos sewa tempat saja saya tidak dapat apalagi untuk gaji karyawan. Sementara dari pihak agen saya tidak diberikan solusi jalan keluar padahal sebelumnya itu pihak agen memberikan saya janji manis jika waralabanya saya ambil apalagi yang excluvise. Sudah gitu bahan baku yang kami peroleh lewat agen harganya kelewat mahal mengingat harga ubi mentah di makassar termasuk murah. Mutu olahan bahan bakunya (ubi) tidak standar, kadang keras bahkan terkadang sangat lembek yang berarti pemakaian minyak goreng meningkat dan itu berarti laba ikut berkurang. Saya ini termasuk tipe orang optimis, pekerja keras dan saya tidak malu untuk berjualan kaki lima, padahal keseharian saya bekerja di BUMN. Saat ini saya sedang gundah menghadapi masalah ini. 
Mas.... mohon pencerahannya . Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas, rasanya saya dapat suntikan semangat lagi setelah liat blog ini. Memang benar untuk jadi pengusaha yang berhasil tidak gampang. Saya menjalani usaha dibidang waralaba makanan ringan (camilan) tela goreng . Dua minggu pertama saya bisa menjual sampai 65 pcs, tetapi setelahnya usaha mengalami kemunduran. Pernah saya hanya menjual 8 pcs sehari yang artinya untuk ongkos sewa tempat saja saya tidak dapat apalagi untuk gaji karyawan. Sementara dari pihak agen saya tidak diberikan solusi jalan keluar padahal sebelumnya itu pihak agen memberikan saya janji manis jika waralabanya saya ambil apalagi yang excluvise. Sudah gitu bahan baku yang kami peroleh lewat agen harganya kelewat mahal mengingat harga ubi mentah di makassar termasuk murah. Mutu olahan bahan bakunya (ubi) tidak standar, kadang keras bahkan terkadang sangat lembek yang berarti pemakaian minyak goreng meningkat dan itu berarti laba ikut berkurang. Saya ini termasuk tipe orang optimis, pekerja keras dan saya tidak malu untuk berjualan kaki lima, padahal keseharian saya bekerja di BUMN. Saat ini saya sedang gundah menghadapi masalah ini.<br />
Mas&#8230;. mohon pencerahannya . Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: zeva arif</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/02/06/membuka-usaha-makanan/#comment-2046</link>
		<dc:creator>zeva arif</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 16:03:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/02/06/membuka-usaha-makanan/#comment-2046</guid>
		<description>Saya sekarang lagi mencari usaha makanan yang unik untuk diwilayah malang, lokasi dekat dengan kampus , saya berharap dapat informasi lengkap kira - kira usaha makanan apa yang unik....? 

banyak sekali yang diperoleh di situs ini , dan selalau berharap mampu memberikan informasi usaha bagi semuanya. terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sekarang lagi mencari usaha makanan yang unik untuk diwilayah malang, lokasi dekat dengan kampus , saya berharap dapat informasi lengkap kira - kira usaha makanan apa yang unik&#8230;.? </p>
<p>banyak sekali yang diperoleh di situs ini , dan selalau berharap mampu memberikan informasi usaha bagi semuanya. terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Fuad Muftie</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/02/06/membuka-usaha-makanan/#comment-1810</link>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 06:29:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/2007/02/06/membuka-usaha-makanan/#comment-1810</guid>
		<description>Bu Wulan, salam kenal. Sukses juga buat Ibu dan semoga buku-bukunya menjadi best seller.

Salam
FM</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bu Wulan, salam kenal. Sukses juga buat Ibu dan semoga buku-bukunya menjadi best seller.</p>
<p>Salam<br />
FM</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
