Semua Berawal dari Pikiran

Bagaimana cara untuk memulai bisnis? Bagaimana mengawali usaha? Pertanyaan itu sering muncul pada mereka yang sudah punya keinginan untuk mulai membuka usaha sendiri tapi masih bingung dari mana memulainya.

Jika pertanyaan itu diajukan kepada beberapa orang yang sudah punya usaha sendiri, saya yakin jawabannya akan beragam. Seperti pepatah “banyak jalan menuju roma“, demikian juga banyak jalan untuk memulai usaha. Setiap pengusaha telah memilih jalannya sendiri-sendiri untuk mengawali usahanya.

Kalau saya renungkan kembali perjalanan kami memulai bisnis, pada hakekatnya semua berawal dari pikiran. Karena, sadar-tidak-sadar pikiranlah yang selama ini menuntun kita mengambil tindakan-tindakan tertentu. Apapun kegiatan yang kita lakukan pasti diawali dari pikiran. Pikiran yang memberikan ide-ide. Pikiran yang pertama menentukan pilihan tindakan yang akan diambil. Dan pikiran pula yang memerintahkan anggota tubuh kita untuk mengambil tindakan tertentu.

Oleh karena itu, kenapa kita sampai muncul keinginan untuk membuka usaha sendiri, pasti juga diawali dari pikiran. Mungkin awalnya kita berpikir bagaimana cara mendapatkan penghasilan yang melimpah. Atau bagaimana saya bisa memanfaatkan tabungan untuk kegiatan yang lebih produktif. Itu semua berawal dari kerja pikiran.

Begitu pula setelah muncul keinginan untuk berbisnis, bagaimana sampai bisa berani mengambil langkah untuk memulai usaha sendiri, pasti diawali dari pikiran. Nah tinggal bagaimana cara kita mengatur pikiran kita akan menentukan sukses tidaknya kita memulai bisnis, mengembangkannya, dan membesarkannya.

Ada pepatah mengatakan “Anda sekarang adalah apa yang anda pikirkan di waktu lalu“. Jadi keberadaan kita saat ini boleh jadi merupakan hasil dari pikiran kita dimasa lampau. Kalaupun kita tidak merasa pernah memikirkan untuk jadi seperti sekarang, mungkin pikiran bawah sadar anda yang bekerja atau mungkin juga anda masuk dalam program dari pikiran orang lain, orang tua anda mungkin.

Proses kita berpikir bisa digambarkan mirip seperti prinsip kerja komputer. Dalam memproses informasi, sebuah komputer memerlukan data (input) untuk selanjutnya diproses dan terakhir akan menghasilkan output. Nah agar kita bisa segera memulai bisnis (sebagai outputnya), kita membutuhkan data / informasi mengenai segala seluk beluk cara memulai usaha. Data bisa dari buku, percakapan dengan teman, internet, TV dll.

Ini juga terjadi pada saya, setelah memiliki keinginan untuk berbisnis, saya banyak mengumpulkan informasi dari buku, majalah, tabloid, dan internet. Saya juga mengikuti beberapa seminar dan workshop tentang bisnis. Sampai-sampai saya merasa jenuh alias overloaded. Sudah banyak ilmunya koq nggak bisa-bisa juga, nggak berani-berani juga membuka usaha sendiri.

Rupanya saya hanya mengumpulkan informasi dan tidak memprosesnya lebih lanjut. Saya tidak mengambil tindakan yang lebih mendekatkan pada tujuan membuka usaha sendiri.

Selanjutnya yang saya lakukan adalah menganalisa atau mengamati usaha orang lain, melihat-lihat kios yang dikontrakkan, dan diskusi dengan keluarga. Alhamdulillah akhirnya kami berhasil membuka kios Addina, yang sampai saat ini masih terus berkembang.

Jadi bagi anda yang belum juga berani mengambil langkah pertama untuk membuka usaha, mulailah dari pikiran. Isilah pikiran dengan informasi-informasi tentang kewirausahaan dan entrepreneruship. Gunakan informasi / data tadi untuk mengambil langkah-langkah yang akan mendekatkan pada tujuan. InsyaAlloh pada saatnya nanti, cepat atau lambat, anda akan menemukan keberanian untuk memulai.

Bagi yang sudah punya usaha, mulai juga dari pikiran untuk mengembangkan dan membesarkan usahanya. Seperti yang sedang dan terus kami lakukan. Mudah-mudahan kita semua sukses mewujudkan impian kita.

Semoga bermanfaat.

Salam
Fuad Muftie
©2007 http://fuadmuftie.wordpress.com
Owner Kios Addina : Kios Jilbab / Kerudung (rabbani, PerMata, Swarna), Mukena, Busana, Aksesoris dll
Kios kami dilengkapi software kasir Omset dari Ruli Software (murah & mudah digunakan)

10 Tanggapan ke “Semua Berawal dari Pikiran”

  1. Dani Iswara Berkata:

    pikirannya tll pengen untung tp males ngerjain..
    nah saat start/memulai sesuatu itu jg yg ktnya susah Pak ya..

  2. Fuad Muftie Berkata:

    Itu mungkin penyakit kebanyakan orang kita Pak, banyak akal tapi malas ngerjain. Tapi sebenarnya orang-orang kita kreatif-kreatif lho, cuma banyak salah penyalurannya.

    Memang untuk memulai sesuatu yang baru agak berat. Kan berlaku hukum kelembaman, awalnya berat tapi kalau sudah jalan baru enak.

    Salam
    FM

  3. ciptawan Berkata:

    Tapi yang penting dari semua itu, lakuin aja dulu dan ntar di akhir baru di evaluasi.

  4. Fuad Muftie Berkata:

    Setuju sekali Pak Ciptawan, dalam menjalankan usaha atau upaya apapun perlu ada fleksibilitas. Toh, manusia diciptakan dengan dibekali kemampuan menyesuaikan diri, adaptasi, dan mengoreksi diri.

    Tanpa kemampuan ini, manusia akan cepat punah :-)

    Salam
    Fuad Muftie

  5. ngure Berkata:

    satu lagi, bicarakan. Saya yakin dengan bicara adalah sama dengan doa, alam akan membawa kita ke pada apa yang kita fikirkan dan kita bicarakan. Jangan lelah untuk memfikirkan dan bicarakan. Coba deh.

  6. Fuad Muftie Berkata:

    Betul Pak Ngure,

    Saya sama istri pernah diskusi tentang pinjam uang di Bank, tapi karena memang belum terlau butuh, ya cuma sekedar diskusi. Terus saya bilang ke istri “Kalau memang usaha kita maju dan berkembang, saya yakin se yakin-yakinnya bank-lah yang akan datang ke kios kita.”

    Ee… bener, beberapa hari kemudian kios kami didatangi salah satu bank swasta dan menawarkan pinjaman ke kita. Tapi karena memang kita belum terlalu ingin pinjam dari Bank, kami belum mengambilnya untuk saat ini.

    Salam
    FM

  7. Arief Fajar Nursyamsu Berkata:

    Assalamu’alaikum,

    Saya ingin menanyakan apakah ada model permodalan (pinjaman) yang dikembalikan (dengan sistem cicilan) setelah bisnis berjalan dalam jangka waktu tertentu?

    Misal saya pinjam di bulan Januari, kemudian membayar cicilannya baru dimulai pada bulan Agustus. Lebih menguntungkan mana (dalam jangka panjang), meminjam uang untuk modal, atau sistem bagi hasil dengan investor?

    Oh ya, apakah Bapak ada contoh tentang analisis BEP dan ROI? Dimana saya bisa memperolehnya?

    Terima kasih

    Wassalam

  8. Fuad Muftie Berkata:

    Pak Arief,

    Model permodalan yang seperti itu kayaknya belum banyak. Setahu saya satu-satunya Bank yang sistem pembiayaannya paling fleksibel, bisa mengikuti semua kemauan kita, bisa dicicil sesuka kita, dan dengan rate yang sangat negotiable hanya ada satu yaitu di BI, alias Bank Ibu, he.. he.. he.. :-D

    Sepengetahuan saya sistem pembiayaan ada yang mendekati seperti itu, yaitu dengan sistem bergulir. Dimana Bank / pemodal memberi pinjaman kepada sekelompok usaha untuk digunakan secara bergulir. Itupun harus dg pengawasan Bank. Seperti Bank Gramen (semoga tulisannya bener) di Bangladesh.

    Kalau di sini, yang penting bank / pemodal percaya kepada kita, maka sistem permodalannya bisa dinegosiasi. Kuncinya yang terpenting KEPERCAYAAN. kalau pihak pemodal nggak percaya kita, apapun bentuk pembiayaannya nggak bakal dikasih.

    Untung mana pinjam uang untuk modal dan sistem bagi hasil? Dua-duanya menguntungkan tergantung bagaimana kita mengelolanya. Kalau kita memang pintar mengelola modal, apapun bentuk pinjamannya akan menguntungkan. Mau jangka pendek apa jangka panjang sama saja, tergantung bagaimana kita mengelola modal tadi. Tapi perlu diperhatikan juga faktor lainya :jenis usaha, lingkungan, besar-kecil usaha dll. Saya kira tidak bisa ‘hitam-putih’ begitu saja menilainya.

    Contoh analisis BEP dan ROI banyak bertebaran di mana-mana, banyak bukunya di toko buku, banyak juga di internet. Silahkan tanya sama Mbah Google.

    Kalau saya saat ini, sementara saya abaikan dulu itung2an BEP, ROI, dll yang njimet2. Yang penting sekarang saya bisa buka usaha dan menguntungkan, bisa membuka lapangan kerja, bisa bayar zakat lebih besar lagi, itu sudah menjadi anugrah tersendiri.

    Nanti sambil jalan, kalau memang ingin menghitung-hitungnya saya pinginnya membayar orang yang memang profesional di bidang itu, biar akurat. Dan itu jangan sampai membuat semangat wirausaha kita melemah, karena itu hanya alat bantu.

    Maaf kalau jawaban kurang memuaskan, tapi tetap semangat ya..

    Salam
    FM

  9. jek Berkata:

    saya ada usaha minimarket didekat saya ada juga yang buka swalayan sehingga usaha saya sepi gimana nih

  10. Fuad Muftie Berkata:

    Pak Jek
    Kalau saya di posisi Pak Jek, saya juga pasti bingung pak, gimana bisa bersaing dengan minimarket yang mungkin lebih baik dari kita dan mungkin modalnya lebih gede dari kita.

    Mungkin yang bisa dilakukan Pak Jek adalah menggeser komoditi yang dijual di toko Pak Jek dengan komoditi yang belum ada di minimarket tsb. Di komplek rumah ada masih banyak usaha sembako rumahan yang tetap eksis berdampingan dengan minimarket, karena produk dan pelayanan yang berbeda dengan minimarket.

    Salam
    FM

Tinggalkan Balasan