Asyiknya ber-Master Mind
Maret 29, 2007Sejak dua minggu yang lalu (16 Maret 2007) saya ikut bergabung dengan salah satu master mind (MM) yang diadakan oleh Komunitas Tangan Di Atas (TDA) wilayah Jakarta Timur. Kelompok MM ini beranggotakan kurang lebih 10 pengusaha dan calon pengusaha. Pertemuan diadakan setiap Jumat Malam di tempat usahanya Pak Asep Triono di Learning Point, Jl. Radin Inten Jakarta Timur.
Group-group MM sebenarnya sudah sejak jaman dahulu kala ada. Cuma nama dan misinya yang berbeda. Pembentukan group MM sudah terbukti dan teruji mampu membantu percepatan atau kemajuan usaha anggota-anggotanya.
Ini pengalaman pertama saya bergabung dalam MM. Tujuannya untuk menjalin silaturahim dengan pengusaha lainnya, saling bersinergi, sharing pengalaman masing-masing dan saling mendukung untuk memajukan usaha masing-masing dan untuk kebaikan bersama.
Dari 10 anggota MM sebagian besar masih bekerja sebagai karyawan (TDB). Ada yang sudah full menjalankan usaha sendiri (TDA) dan kebanyakan masih nyambi TDA sekaligus TDB (istilahnya amphibi). Bagi yang belum punya usaha, situasi seperti ini benar-benar bisa membuat gerah dan kepanasan. Sebab setiap pertemuan dalam sesi sharing kita akan mendengar sukses-sukses yang sudah diraih rekan lainnya. Bahkan bagi kelompok amphibi seperti saya, sesi sharing ini cukup membuat hati dag dig dug, pingin cepet-cepet rasanya mengurusi usaha sendiri sepenuhnya.
Saya yang baru merintis usaha 6 bulan yang lalu dan baru beromset jutaan tentu akan sangat termotivasi saat mendengar cerita dari rekan yang lain yang usahanya sudah beromset ratusan juta bahkan milyaran rupiah. Tentu tidak hanya saling pamer omset diantara anggota, itu hanyalah sekadar triger atau penyemangat bagi kami untuk terus memperbaiki usahanya. Yang saya dapatkan adalah semacam kompas atau penunjuk arah untuk melalui jalan-jalan menuju omset-omset yang lebih tinggi lagi.
Tidak disangkal lagi kemampuan seperti konsistensi, ketabahan, kekuatan diri, visi yang kuat, dan lain-lain sangat diperlukan untuk menggapai sukses yang lebih tinggi lagi. Tapi itu jangan membuat kita surut, cukup kita perhatikan saja action-action kita sehari-hari yang harus benar-benar komitment pada tujuan, insyaAlloh sukses akan diraih pada waktunya. Itulah nilai-nilai yang saya dapatkan dari rekan-rekan yang sudah lebih duluan beromset besar.
Yang terpenting dalam sebuah MM adalah tumbuhnya rasa kekeluargaan diantara anggota. Meskipun nasib masing-masing masih berbeda-beda tapi kami jadi seperti keluarga sendiri yang siap saling membantu, siap mendengar keluh kesah, dan siap memberi jalan atau solusi untuk kebaikan bersama.
Satu lagi yang saya suka, meskipun semuanya adalah pengusaha dan calon pengusaha, tidak ada rasa saling bersaing untuk mencari menang-kalah. Seluruh anggota ingin semua anggotanya sukses.
Dalam setiap pertemuan MM rasanya akan banyak diperoleh inspirasi-inspirasi baru. Saya merasa seperti dibawa ke awang-awang atau ke ‘dunia lain’ yang selama ini serasa tertutup tabir gelap. Tapi tetap saja kembali ke diri kita masing-masing, setelah ditunjukkan jalan-jalan menuju sukses, tinggal mau nggak manjalaninya.
Salam Fuuntastic!
Fuad Muftie
© 2007,http://fuadmuftie.wordpress.com
Owner Kios Addina - Jakarta Timur
Ditulis oleh Fuad Muftie

