Peluang Usaha Ada Dimana-mana

Tergelitik juga membaca tulisannya Pak Hadi Kuntoro, bahwa peluang usaha sebenarnya ada dimana-mana. Dan saya sangat setuju. Coba saja perhatikan barang-barang yang ada disekitar anda, komputer, printer, kertas, meja, handphone dan apa saja yang bisa anda lihat disekeliling anda, sebagian besar merupakan hasil dari transaksi jual beli. Bahkan barang-barang yang melekat pada diri kita sebagian besar juga kita beli atau paling tidak dibelikan orang lain kan?.

Masalahnya, kadang kita terlalu takut sehingga menganggap kalau sebuah peluang sudah diambil orang lain, kita sudah tidak kebagian peluang tadi. Padahal sudah menjadi sunatulloh / sifatnya dunia yang terus berputar, peluangpun terus berputar. Bahkan banyak peluang yang belum optimal dimanfaatkan orang lain.

Misalnya usaha dibidang garment meskipun sudah banyak pelaku usaha di sana tapi tetap terbuka peluang bagi pemula untuk menangkap peluang yang sama dan bahkan menciptakan peluang-peluang baru. Contoh lainnya masih banyak, usaha makanan boleh dibilang setiap saat muncul pemain baru dan banyak yang sukses. Usaha voucher HP juga terus tumbuh bak jamur di musim hujan, dan banyak yang bertahan bahkan berhasil. Inovasi-inovasi baru-pun terus tumbuh, yang berarti masih banyak lagi peluang yang belum tergarap.

Kalau kita masih dalam tahap berpikir-pikir untuk mencari peluang dan belum juga berani memulai usaha, maka kita perlu mempertajan kejelian kita menangkap berbagai peluang. Cara paling gampang adalah meniru usaha orang lain yang menurut kita masih berpotensi untuk dikembangkan. Kita tinggal mengikuti yang sudah ada dan kita modifikasi pada usaha yang kita jalani. Nanti kalau usaha kita sudah jalan, baru kita cari terobosan dan inovasi baru untuk terus berkembang.

Kalau kita masih terus pikir-pikir dulu, maka peluang tetap saja ada dan tentu akan diambil orang lain. Kita nanti hanya akan gigit jari dan bilang, “Yach itu kan persis seperti ide bisnis yang aku pikirkan dulu.”

Cobalah anda cari barang yang tidak bisa dijual, tentu anda akan menemukan barang yang bisa dijual jauh lebih banyak daripada barang yang tidak bisa dijual. Itu berarti banyak peluang dan ada dimana-mana

Semoga bermanfaat

Salam
Fuad Muftie
©2007 http://fuadmuftie.wordpress.com
Owner Kios Addina di Jakarta Timur

35 Tanggapan ke “Peluang Usaha Ada Dimana-mana”

  1. Voucha Berkata:

    Ulasan yang bagus, pak Fuad. ‘Emas’ bisa ditemukan di mana-mana. Bahkan ’sekop’ untuk mencari ‘emas’-nya pun bisa jadi ‘emas’ juga.

    http://pulsa.web.id

  2. daeng Berkata:

    bagaimana memulai usaha itu ?
    langkah apa untuk membuka usaha ?
    dengan modal berapa saya harus membuka usaha ?
    tolong bales ke email saya

  3. daeng Berkata:

    saya minta petunjuk untuk membuka usaha apa?

  4. Fuad Muftie Berkata:

    Pak Daeng, tentukan dulu mau bisnis apa bisnis penjualan barang, pelayanan jasa, penanganan proyek atau apa? Setelah diputuskan mau usaha ini, baru ambil langkah pertama untuk mewujudkannya: tanya ke orang yg lebih dulu menjalankan usaha, mengamati usaha yang sudah jalan, jalin kerjasama degan orang lain, apa saja yang terpikir sebagai langkah awal, jalani saja.

    Modal untuk membuka usaha, lihat tabungan anda ada berapa? gunakan sebagian untuk mengawali usaha. Bahkan ada usaha yang tidak butuh banyak modal yaitu Makelar. Kalau sudah jalan jangan lupa mengumpulkan sebagian hasil / keuntungan untuk modal usaha berikutnya.

    Baca artikel2 blog ini juga ya, semoga menginspirasi.

    Salam
    FM

  5. rizky dewantara Berkata:

    Pak saya mau tanya giman ya pak caranyakita mencari peluang usaha di sekitar kita ,lalu giman ya pak caranya kita membuka usaha denag meminimalkan pengeluaran modal

  6. Fuad Muftie Berkata:

    Pak peluang usaha ada dimana-mana Pak, buka mata buka hati buka pikiran, nanti Bapak akan takjub sendiri peluang berserakan dimana-mana. Baca artikel saya yang lain ya Pak.

    Modal jangan diminalkan Pak, Modal yang ada DIOPTIMALKAN. Kalau kurang modal itu wajar, kita cari jalan keluarnya dengan pengetatan pengeluaran (cost) yang tidak perlu, pinjam modal orang lain dll. Buka mata, buka hati, buka pikiran…

    salam
    FM

  7. Dede ali fausal Berkata:

    Pak saya seorang mahasiswa, Bapak saya seorang wirausaha bergerak dalam bidang pakaiaan wanita dan pria, saya juga berkeinginan untuk membuka usaha tapi saya bingung usaha apa yang ingin saya jalankan, sedangkan modal untuk buka usaha sangatlah minim.
    Kemauan saya dalam berbisnis tidak didukung dengan modal. yang saya pertanyakan sebaiknya usaha apa yang ingin saya jalankan ???????.

  8. Fuad Muftie Berkata:

    Pak Dede Ali Fausal

    Setiap manusia yang lahir pasti punya kemampuan dan keunggulan yang unik. Dengan keunggulan ini ia punya satu misi yang harus dilakukan di bumi ini, agar hidupnya bisa memberi manfaat.

    Pertanyaannya, kira-kira Anda punya kemampuan dan keunggulan apa? Apa yang paling anda sukai? Terus bisa juga dipikirkan: kalau nanti kita sudah tidak ada kita ingin dikenal sebagai apa?

    Pertanyaan2 mendasar seperti itu, bisa Anda jawab terlebih dulu sebelum melangkah lebih jauh memasuki dunia usaha. Berbisnis tidak semata-mata masalah ada tidaknya modal. Tapi yang lebih penting adalah mentalitas, motivasi, juga dream / impian yang ingin dikejar.

    Boleh jadi bisnis hanya sebagai sarana, bukan tujuan. Bisnis hanya bagian dari proses kita hidup di dunia bukan sebagai tempat tujuan akhir.

    Bisa saja saya menyarankan anda bisnis ini atau bisnis itu yang terbukti menguntungkan dan prospektif, tapi kalau Anda tidak senang menjalaninya, buat apa. Jadi mulailah gali apa yang Anda sukai dan carilah jalan untuk menjadikannya bisnis yang menguntungkan dan memberi manfaat.

    Salam
    FM

  9. Adi Berkata:

    Benar P. Fuad, peluang Usaha ada di mana-mana, bahkan di depan kita. Dengan modal yang pas-pasan pun kita bisa “merangkak” membangun usaha kita. Seperti saya ini lagi merangkak dengan menjadi agen (bukan distributor) sebuah produk minuman / Teh Rosella dengan modal yang pas-pasan (maklum karyawan). Yang penting gimana usaha kita mempromosikan barang/produk yang kita “yakini” dapat terjual sehingga mendapatkan untung yang nantinya bisa kita gunakan untuk menambah modal kita. Seperti Pepatah “Sedikit-2 lama-lama menjadi Bukit”..Benar kan P. Fuad.
    Oh iya pak link blognya saya masukkan ke blog saya ya pak…..GPP kan?

  10. kirana Berkata:

    mungkin bisa anda coba dan pertimbangkan untuk membuka usaha bidang kecantikan, bisa perdagangan produk kosmetik/ membuka salon / skin care.

    kami membuka kesempatan kepada anda untuk bergabung dalam jaringan distribusi kami. prospek produk kami cukup menjanjikan

    kami membutuhkan agen untuk memasarkan produk kami khususnya diluar jawa.

    silahkan kunjungi website kami http://www.kirana-kencana.com

    semoga sukses..!!!

  11. dede ali fausal Berkata:

    trima kasih atas sarannya pak…….!?. boleh saya bertanya lagi…sebenarnya saya dikampus sudah dikenal sebagai tukang jahit, jadinya setiap teman saya yang memerlukan bantuan saya, saya kerjakan lumayan tuk nambah2 ongkos kuliah….tapi masa saya mengikuti profesi usaha ortu saya. saya ingin sukses tapi bukan satu profesi dengan ortu saya……saya ingin membuka usaha diluar profesi ortu saya….tapi yang kiranya bisa dilihat sebagai usaha yang menguntunkan………yang saya pikirkan saya ingin memulai usaha yangproduk saya setiap orang sudah menjadi kebutuhan pokok….tapi itu apa………….????????????.tolong pak beri saya contohnya…agar saya mendapat gambaran…trim kasih

  12. Fuad Muftie Berkata:

    @ Adi
    Terimakasih Pak. Sukses ya atas Rosella-nya, mudah2an terus berkembang dan maju.

    Memang yang dicontohkan dalam kehidupan kita, pertama-tama cuma bisa diam dan mengamati, setelah itu mencoba menggeliat, merangkak, berdiri, berjalan, dan berlari. Sama seperti bayi. Kita membuka usaha juga kita, awalnya nggak bisa ngapa-ngapain cuma bisa jadi pengamat. Terus gelisah pingin buka usaha. Baru bisa buka, usaha cuma bisa merangkak. Tapi kalau sudah bisa berdiri, InsyaAlloh akan mudah berlari.

    @ Kirana
    Sukses ya atas usahanya, semoga barokah dan terus maju

    @ Dede Ali Fausal
    Pak Dede, apakah Anda enjoy melakukan kegiatan sebagai penjahit. Kalau memang bisa enjoy, kenapa takut satu profesi dengan orang tua. Harusnya Anda terpacu untuk bisa lebih baik lagi daripada orang tua Anda. Banyak koq penjahit biasa-biasa saja bisa menjadi pengusaha sukses. Ada yg jadi desainer, punya rumah mode, punya usaha garment dll.

    Kalau memang Anda benar2 tidak suka dan tidak enjoy sebagai penjahit, ya cobalah mulai mencari lagi bidang yg disenangi. Atau sebaliknya Anda bisa ‘berdamai’ dengan menjadi penjahit, dengan mencari aspek2 yang Anda sukai dari kegiatan jahit menjahit, baru kegiatan yg tidakdisenangi serahkan saja pada orang lain.

    BUkannkah pakaian adalah kebutuhan pokok bagi setiap orang? Buat apa mencari-cari yang Anda tidak tahu apa yang dicari??? :-) Kalau anda segan menjadi penjahit cuma gara2 seprofesi dg orang tua, hapus dan hilangkan saja rasa segan dan malu tadi. Buannyaaak sekali contoh pengusaha garment yang sukses dan terpandang lho…

    Salam
    Fuad Muftie

  13. dede ali fausal Berkata:

    Trima kasih pak atas sarannya, saran bapak sangat menggugah hati saya. sebenarnya saya tidak malu dengan usaha jahit pakaian. kenapa harus malu karena dari usaha itulah saya bisa sampai ke perguruaan tinggi. bahkan saya juga punya uang tambahan tuk ongkos kuliah……..insya Allah saya akan pelajari lebih dalam lagi….sekarang saya jalani saja….sambil saya memikirkan inovasi apa yang terbaru tentang mode yang tren dimasa sekarang…trima kasih pak atas sarannya..mungkin kalau saya tidak dapat saran dari bapak mungkin saya binggung apa yang harus saya lakukan…….karena apa yang saya jalani saya merasa enjoy dan saya sangat nikmati…..!!!!.
    Pak saya boleh menanyakan sesuatu hal tapi tidak bersangkutan dengan usaha, tetapi sesuatu yang membuat saya menjadi bimbang hingga saat ini…..saya harus berbuat apa…???. ini merupakan soal hati saya dengan orang yang saya cintai dan kedua orang tua saya….boleh saya mencurahkan hati saya pak…….kalau boleh saya akan cerita tapi kalau tidak boleh ya sudah ga apa2????..tolong dibalas ya pak. trima kasih

  14. Fuad Muftie Berkata:

    Syukurlah kalau memang bisa enjoy menjalaninya. Tinggal di pupuk dan dirawat, InsyaAlloh nanti ada saatnya untuk panen. Dan benar, tinggal dicari innovasi dan kreasinya saja, toh dunia garment selalu muncul dengan inovasi dan kreasi yg tiada henti.

    Wah kalau cerita yg tidak berhubungan dg bisnis lebih baik lewat jalur pribadi saja jangan lewat jalur umum, nanti nggak nyambung.

    Salam
    Fuad Muftie

  15. gugun Berkata:

    salam kenal!
    pak Fuad ibu saya membuat jenang yang bahan dasarnya terbuat dari pisang. saya pikir ini suatu hal yang menarik selain itu rasanyapun enak, karena selama ini kita hanya mengenal jenang yang ada di pasaran. semisal jenang kudus yang terbaut dari beras ketan dll yang sejenis.
    pak, bagaimana saran bapak untuk lebih mengembangkan usaha ini. karena saya berminat mengembangkan panganan ini menjadi sebuah usaha.

  16. iwan Berkata:

    mau nanya neh, aku lagi bingung mau bisnis apa, karena modal yang terbatas, sekitar 30 juta, solanya aku tuh orang yang takut resiko, aku pengennya bisnis yang tidak membutuhkan full time waktuku, soalnya aku juga ada bisnis keluarga, jadinya aku pengen juga punya bisnis pribadi, tolong infonya agar di kirim ke alamat email aku ya, thanks before

  17. Fuad Muftie Berkata:

    @ gugun
    Pak Gugun, saya belum banyak tahu dunia kuliner. Saran saya coba Bapak pelajari pengusaha lain sejenis yg sudah sukses pemasarannya. Mungkin diawali dulu dari kualitas produknya, pengemasnya, sistem distribusinya, promosinya, dll.

    Orang tua saya juga punya usaha makanan, cuma bedanya orang tua saja membuat makanan mentah, sehingga awt / tahan lama. Sementara pemasarannya diserahkan pada pengumpul. Pengumpul sendiri memasarkannya lewat pasar2 tradisional di Jawa Tengah & DIY.

    Kalau jenang kan produknya tidak tahan lama, berarti harus punya sistem distribusi yg pendek. Atau coba jadikan jenang tsb mjd produk khas daerah Anda shg akan menjadi oleh2.

    Mohon maaf kalau kurang membantu.

    @ iwan
    Modal 30 juta bagi pemula bukan modal yg terbatas. Saya memulai usaha dg modal kurang lebih segitu, Alhamdulillah bisa mulai dan bisa berkembang.

    Ubah dulu mind-set Anda dengan mind-set sukses, mind-set wirausaha, sehingga bisa melihat resiko (risk) sebagai rizk (rizqi).

    Kenapa tidak ikut mengembangkan bisnis keluarga yg sudah jalan? Kan bisa sinergi dan saling mengembangkan. Tapi kalau memang pingin usaha sendiri , kenapa tidak belajar dari bisnis keluarga Anda. Toh lebih dekat dan lebih nyata.

    Wassalam
    Fuad Muftie

  18. Tito Berkata:

    Pak Fuad, sya sekrang profesi hakim. sy skr merasa dalam ndak ada semangat utk terus menjalani profesi ini. walaupun dulu masuknya susah ternyata setelah tahu lingkup kerjanya dan lingkungan kerja merasa gak menarik. dan harus pindah2 tugas sampai pensiun. sy maunya netap di suatu tempat.terpikir juga sih utk tetap usaha di bidang hukum seperti kuliah notaris utk jadi notaris atau pengacara. namun skr terpikir mau usaha yang bisa netap di suatu tempat. saya hanya bisa sedikit menjahit, tapi sy masih ingin mengembangkannya. ya ingin mnjadi penjahit yang profesional. kira kira bagaimana prospek usaha menjahit pak, sy butuh saran?

  19. Fuad Muftie Berkata:

    Pak Tito, meminjam istilahnya Pak Mario Teguh, di dalam diri Pak Tito terdapat pribadi yg besar dan luar biasa yg menuntut untuk diaktualisasikan. Mengingat di tempat kerja Pak Tita saat ini Pak Tito sudah merasa ‘bukan tempatku disini”.

    Sama seperti sebangsa siput, kalau tubuhnya sudah ‘besar’ dan merasa tidak nyaman di cangkang / rumahnya, maka dia menuntut untuk keluar dan mencari rumah baru yg lebih besar. Kalau siput tadi tetap bertahan di rumahnya maka dia cepat mati….

    Untuk menjadi pengusaha ‘penjahit’ yg profesional bisa saja tidak perlu mahir menjahit. Cukup mengelola dan memanaj para penjahit, mencarikan pasarnya, mencarikan sumber daya (bahan baku), mencarikan desainer dll.

    Untuk prospeknya sendiri, sepanjang manusia butuh pakaian, maka profesi penjahit tetap dibutuhkan. Buktinya sejak saya lahir sampai saat ini profesi penjahit masih eksist dan bahkan sekarang sudah semakin profesional dengan tawaran (offer) yg menarik, dengan desain yg cantik, dan hasil yg memuaskan.

    Tinggal tentukan segmen mana yg mau di garap. Apakah perorangan, atau perusahaan (instansi pemerintah), atau yg lain. Saya melihat ada penjahit yg menjadi langganan sebuah instansi pemerintah (yg pakai seragam), tiap tahun ordernya terus jalan.

    Sebaiknya, jangan Pak Tito sendiri yg mencari pasar, menjahit, dan menjual. Usahakan membuat sebuah tim atau jika perlu membuat sebuah perusahaan penjahit / konveksi. Karena kalau semua dikerjakan sendiri, rejekinya juga jadi terbatas Pak. Kalau Pak Tito berhalangan, usaha jadi berhenti.

    Selamat Berkarya dan Selamat mengaktualisasi diri
    Wassalam
    Fuad Muftie

  20. Markus Tan Berkata:

    Salam Kenal Pak Fuad…..
    Saya adalah trainer di salah satu Lembaga Learning Profesional, yaitu lembaga pembelajaran Siswa. Saya ingin menanyakan apakah profesi trainer yang saat ini saya geluti mempunyai prospek yang bagus untuk masa depan terutama bagi generasi muda. Mungkin pak Fuad mempunyai pandangan terhadap trainer terutama trainer motivasi yang ada di Indonesia.

  21. Fuad Muftie Berkata:

    Salam kenal Pak Markus Tan

    Profesi trainer itu sama saja dengan guru kan? Menurut saya sepanjang masih lahir manusia di Bumi ini, profesi guru dan trainer tetep diperlukan. Tergantung bagaimana kemasan, cara penyampaian, dan fasilitas2nya.

    Bayangan saya, orang yang menyampaikan ajaran sesat saja banyak pengikutnya, apalagi trainer yang bertujuan mulia untuk memajukan siswanya ke arah yang positif, pasti (harusnya) lebih banyak lagi peminatnya.

    Tinggal bagaimana usaha kita menyampaikan kepada calon siswa bahwa training yg kita berikan bisa memberi manfaat yang baik. Terus bagaimana promosi kita, bagaimana penyelenggaraannya dan bagaimana service setelah pelatihan. Semuanya harus excellent.

    Pak Markus kan sudah terjun langsung ke dunia trainer, terus digali saja Pak potensi-potensinya, apalagi Pak Markus mengusung training motivasi, tentu Pak Markus harus punya motivasi yang berlimpah dan punya kreatifitas tanpa batas…

    Selamat berkarya

    Salam
    Fuad Muftie

  22. verry Berkata:

    salam kenal pak fuad,
    saya lajang karyawan swasta sambil meneruskan usaha keluarga yg bergerak di bidang pembuatan pakaian,saya ingin mengembangkan lagi usaha tersebut ke konveksi baju kaos atau konveksi jeans atau yg sejenisnya bagaimana pak cara mendapatkan pinjaman modal atau orang tua asuh agar usaha yg saya elolah ini bisa menjadi besar serta saya pengen sekali mengembangkan ke bentuk konveksi kaos atau jeans atau yg sejenisnya thaxs pak fuad

  23. Fuad Muftie Berkata:

    Salam kenal Pak Verry

    Untuk mendapatkan pinjaman modal, sesuaikan dengan kemampuan membayar / menyicil Pak Verry . Kalau jenis2 pinjaman mana yang cocok, coba konsultasikan dengan pihak pemberi pinjaman.

    Saran saya usahakan dulu cari pinjaman dari pihak keluarga, family, atau teman dulu, karena relatif lebih ringan dan mudah syaratnya.

    Untuk mendapatkan orang tua asuh, saya kurang tahu persis Pak. Cuma sepanjang yang saya tahu perusahaan-perusahaan besar seperti BUMN punya alokasi dana untuk membantu UKM sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan besar.

    Biasanya syarat peminjamannya lebih ringan dibanding pinjaman Bank. tapi tetap biasanya kita diminta memiliki pembukuan yang rapi, catatan usaha yang rapi, ijin usaha, dan sebagian tetap mensyaratkan jaminan / agunan.

    Sebagai langkah terakhir, kalau memang mendesak, sebagai karyawan Anda bisa memanfaatkan pinjaman Tanpa Agunan, biasanya mudah diperoleh kalau perusahaan kita punya kerja sama dengan pihak Bank dalam membayarkan gaji kita. Tapi harus ekstra hati-hati dengan ’syarat dan ketentuan’-nya.

    Yang terakhir, Satu modal yang sudah Pak Verry miliki yang orang lain tidak miliki adalah pengalaman mengelola usaha konveksi. Artinya Pak Verry sudah tahu celah-celahnya usaha konveksi sehingga mudah2an dengan pikiran yang jernih Pak Verry bisa lebih cepat menemukan solusi-solusinya.

    Semoga bisa membantu

    Wassalam
    FM

  24. aishcha Berkata:

    assalamu’alaikum wr wb, Pak peluang bisnis apa yang bisa dijalankan dengan modal di bawah 5 jt. Kemudian bisa dikerjakan banyak orang ( > 5 org). Dan cocok di daerah perkampungan miskin

  25. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum salam wr wb

    Saya pikir ibu sendiri yang tahu situasi dan kondisi di daerah tersebut, sehingga seharusnya ibu juga yang lebih tahu peluang yang cocok untuk daerah tersebut. Ibu pelajari saja di daerah tersebut apa yang banyak dibutuhkan oleh target marketnya.

    Umumnya sich di perkampungan yang belum maju banyak dibutuhkan barang2 kebutuhan sehari2 (barang kelontong dan sembako) dan usaha simpan pinjam. Bisa juga dikembangkan untuk produksi barang-barang kerajinan. Ibu pelajari saja di daerah tersebut ada produk yang khas yang bisa dikembangkan atau tidak. Contohnya usaha tenun, kerajinan tangan, snack / kudapan, dll. Kalau ada Ibu tinggal beri modal dalam bentuk bahan baku dan bantuan pemasaran.

    Silahkan ibu pelajari dan jika berkenan boleh ibu ceritakan kembali kondisi yang potensial tersebut sehingga kita bisa diskusi lebih lanjut.

    Semoga bisa membantu

    Wassalam
    Fuad Muftie

  26. Ichix Tidore Berkata:

    mas fuad numpang lewat yach…sekalian baca- baca artikelnya… makasih.

  27. Fuad Muftie Berkata:

    @ Ichix Tidore,
    silahkan…. semoga bermanfaat

    FM

  28. yuni yoyok Berkata:

    Asslm.

    Haloo.. Pak, saya Yuni, ibu rumah tangga yang secara kebetulan menemukan blog bapak, oh ya saya juga punya usaha kecil2an loh yaitu produsen mainan edukatif dari kayu. Mulanya saya hanya menjualkan barang orang lain, lalu coba tawarkan ke tetangga, trus ikut bazar di TK-TK, setiap hari minggu jualan kaki lima di perumahan dekat rumah saya karena disana tiap hari minggu banyak warga yang lari pagi..eh lumayan laku…saya tambah semangat tuh…trus saya coba jualan online dengan merek sendiri yaitu kikatoys…eh..laku juga, banyak yang order hampir seluruh indonesia ada yang order ..wah tambah semangat lagi …trus saya dan suami coba daftarkan merek dagang kami ke departemen kehakiman..eh ternyata kikatoys tidak diterima, udah ada yang daftar, trus kami ganti merek jadi omochatoys dan diterima, jadi sekarang saya punya merek yang terdaftar yaitu OMOCHATOYS. Lalu situs di internetpun saya ganti jadi http://www.omochatoys.com.

    Awalnya pelanggan banyak yang tidak tau, jadi order secara online agak menurun, lalu saya email mereka satu2 dan saya mulai gencar mengiklankan situs baru saya…Alhambulilah order mulai banyak lagi. Karena order bertambah banyak akhirnya saya dan suami memutuskan untuk membuat workshop sendiri, tapi bingung..aduh cari tukang kayu dimana??? lalu saya mulai cari tukang yang bisa bikin mainan tapi banyak yang menolak..katanya wah ..ini susah..kecil2 dan harus telaten..akhirnya kami fokus ke produk impor..(kerjasama dengan importir..biar dapat harga lebih murah). Tapi produk impor kadang kalau sudah habis, pengadaannya lama.

    Saya berniat dalam hati..wah harus dapat tukang yang bisa bikin mainan nih…Saya berdoa..Ya Allah pertemukan saya dengan orang yang bisa bikin mainan dong..eh ..di kabulkan ,,,waktu minggu pagi saya jualan kaki lima di perumahan dekat rumah ,sayasecara tidak sengaja saya bertemu dengan seorang bapak2 yang jualan sendok dari kayu..karena lapak saya dikerubungi ibu2, dia melihat-lihat ketempat saya, trus setelah agak sepi dia ngajak ngobrol..ibu dapat mainan ini dari mana?..oh saya beli dari importir..,teman saya bisa bikin nih..katanya.

    Wah..kebetulan nih..kata saya dalam hati..Kenalin dong pak, dengan temannya.Boleh ..katanya. Lalu saya kasih alamat saya…besoknya dia bawa seorang bapak2 yang sudah berusia sekitar 50 tahun..Krena sangat bersemangat ak hirnya saya dan suami besoknya langsung beli mesin yang di butuhkan,dan beli kayu dan tukang tadi di bantu seorang kenek untuk mulai produksi di garasi rumah.
    Saya dan suami punya tanah kosong di belakang komplek perumahan kami, rencananya kami akan bikin workshop disana, tapi sambil menunggu workshop selesai dibangun produksi dimulai di garasi dulu. Saya minta ijin dulu ketetangga sebelah rumah dan ke Pak RT, mereka oke2 saja. Setelah satu bulan, workshop selesai. Akhirnya saya sekarang punya workshop yang dapat memproduksi mainan edukatif, dengan mempekerjakan 6 orang pekerja. Udah bisa terima orderan untuk proyek diknas juga..Alhamdulillah…

    Kami sudah punya rencana untuk bisa menambah pekerja lagi, terutama dari pemuda2 sekitar yang punya semangat tapi belum punya kesempatan bekerja.

    Kasihan, kalau melihat mereka hanya duduk2 di terminal tanpa ada aktivitas yang berarti.
    Sekarang saya sudah tidak jualan di kaki lima lagi, soalnya tambah sibuk..saya beranikan diri sewa tempat di Mall,pertama sawa counter ukuran 1×2m, penjualan bagus..karena tempatnya terlalu kecil lalu saya pindah ke mall lain yang areanya lebih luas tapi sewanya tidak terlalu mahal. Tapi saya salah perhitungan karena mall itu sepi pengunjung, Karena jalan di depan Mall itu sekarang sedang dibangun underpass, jadi saya memutuskan untuk pindah ke Mall lain yang lebih ramai. Nah tanggal 28 Mei 2008 besok kami Launching Toko kami yang baru di Mall Giant Taman Yasmin lantai 1, Bogor. Selain jual mainan edukatif, Penerbit Erlangga juga menitipkan buku khusus untuk anak ke toko saya.Ada juga yang titip boneka produksi pamannya ke saya. Jadi tambah penuh deh toko saya.

    Jadi sekarang selain jualan secara online..saya juga punya toko di mall, bahkan banyak pelanggan online saya yang bela-belain datang ke bogor untuk melihat toko saya, ada yang dari jakarta, palembang, malang, bali dan dari kalimantan.

    Disini saya ingin berbagi pengalaman…buat para calon pengusaha…jangan takut mencoba…seperti dalam artikel pak Fuad bahwa “peluang usaha ada dimana-mana”. Bahkan waktu saya kirim barang ke ekspedisi yang bisa saya kirim barang, mereka bilang ” wah mainan kayak gini aja bisa jadi duit juga ya bu..”, trus saya bilang Alhamdulilah pak, asal fokus dan pintar liat peluang..bisa jadi uang pak”. Bagaimana gak jadi uang..sampai saat ini dengan jualan online dan toko, omset saya bisa mencapai puluhan juta rupiah tiap bulan…

  29. Fuad Muftie Berkata:

    Bu Yuni terimakasih banyak atas komentarnya dan sharingnya yang luar biasa. Semoga bisa memotivasi teman2 yang sedang merintis usaha, shg bisa mencontoh semangat dan kegigihan Ibu.

    Mohon Ijin ya Bu komentar Ibu, InsyaAlloh saya buatkan postingan tersendiri, sehingga mudah2an bisa lebih bermanfaat bagi banyak orang dan bisa lebih banyak yang bisa bersinergi dengan Ibu.

    Wassalam
    Fuad Muftie

  30. yuni yoyok Berkata:

    Silahkan pak, semoga bermanfaat..oh ya kalau jalan2 ke bogor jangan lupa mampir ke toko saya ya di Mall Giant Taman Yasmin, Lantai 1, Bogor..Nama tokonya Omochatoys.

    Wassalam

    Yuni yoyok

  31. Fuad Muftie Berkata:

    Terimakasih Ibu, sudah saya posting di sini.

    FM

  32. habelino sawaki Berkata:

    saya memiliki naluri dibidang politik yang cukup tajam tetapi saya agak kesulitan untuk memulai usaha. saya mohon petunjuk

  33. Fuad Muftie Berkata:

    Kalau memang yakin punya naluri di politik ya tekuni saja Pak, kita tidak mungkin menjadi apa saja bagi siapa saja kan. Harus ada pilihan.

    Kalau minat untuk buka usaha, pertama belajar dulu Pak, belajar dari yang sudah bisa buka usaha. Ikuti langkah2nya, modifikasi, dan nanti jalankan sendiri. Saya pikir buka usaha lebih simple daripada politik lho…

    FM

  34. WEEBEE Berkata:

    yang saya butuhkan saat ini adalah
    PINJAMAN 20 JUTA

    untuk WARUNG MAKAN di belakang KAMPUS UNS, SOLO
    Udah ada kios.

    yang bisa membantu hub 08562824521 (sms OK)

  35. Fuad Muftie Berkata:

    Silahkan yang mau bersinergi, semoga bisa membentuk kerjasama yang barokah…

    FM

Tinggalkan Balasan