Prospek bisnis “Clothing-an” / Garmen

Saya alif (21) mahasiswa manajemen bisnis di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung. Saya sekarang sedang menjalani bisnis pakaian dan konveksi, atau lebih dikenal oleh anak muda “clothing-an”. Hehe.

Awalnya saya ragu dengan bisnis ini karena :
1. sudah banyak pemain dalam bisnis ini.
2. diferensiasi produk masih bingung.
3. mental saya sebagai anak muda yang terkadang kurang konsisten.

Tapi saya dari dulu memang suka bisnis kecil-kecilan, dan sekarang alhamdulillah say sudah dapat modal untuk berbisnis. Jadi saya mencoba bisnis “clothing”, karna bisnis ini yang product knowledge nya cukup saya kuasai.

Yang ingin saya tanyakan adalah :
1. Apakah bisnis ini masih memiliki propsek yang bagus??
2. Bagaimana cara menerapkan sistem syariah dalam manajemenisasi bisnis saya??

Terima Kasih.
Wass.

===== Komentar =====

Mas Alif, salam kenal kembali. Senang rasanya mendengar anak muda sudah getol berbisnis. Saya jadi merasa terlambat banget memulai bisnis, kenapa nggak dari dulu memulainya selagi seumuran Mas Alif ini, selagi masih punya energi yang full power.

Semasa muda memang sering tampak seperti tidak konsisten. Tapi nggak apa-apa. Itu memang jiwanya anak muda yang masih dalam tahap mencari-cari. Dan bersyukur mas Alif sudah menemukan dunia yang disenangi di “clothing-an”.

Menurut saya, bisnis clothing atau garmen masih memiliki prospek yang bagus. Bisnis garment termasuk dalam bisnis yang merupakan kebutuhan pokok manusia yaitu Sandang-Pangan-Papan. Selama kita hidup kita akan terus butuh pakaian untuk menutupi tubuh, untuk memenuhi gaya hidup, untuk menjalankan ibadah, kerja, dll.

Memang ada yang menilai bahwa tahun-tahun belakangan ini bisnis garmen di Indonesia sedang surut. Tapi saya kira itu wajar dalam dunia bisnis yang kadang berada di atas dan kadang berada di bawah. Saat-saat orang lain menilai bisnis sedang turun, justru bisa kita manfaatkan untuk mempersiapkan diri menyambut bisnis kembali naik dan saat diatas kita siap menangguk keuntungan.

Kalau kita menganggap pemain sudah banyak dan persaingan sangat ketat, maka kita dituntut untuk kreatif dan inovatif. Hal ini agar kita bisa membuat posisi yang berbeda dengan pemain yang lain. Setidaknya ada dua kunci agar kita bisa tampil beda yaitu produk/pelayanan yang unik dan pemberian nilai tambah kepada konsumen (Artikel tentang ini pernah saya posting, baca-baca juga ya!). Setidaknya itu teorinya, sedangkan prakteknya ya… tergantung pinter-pinternya kita mensiasati dan memanfaatkan potensi yang kita miliki untuk bisa tetap tampil beda.

Oh ya kadang-kadang sentuhan kecil bisa membuat pembeda yang besar lho. Misalnya sapaan yang manis bagi pelanggan, bungkus produk atau tas belanja yang khas, poster di dinding toko, dan lain-lain. Yaa… pinter-pinter kita lah…

Mengenai “sistem syariah dalam manajemen”, saya kurang paham apa yang Mas Alif maksudkan. Menurut saya kalau Mas Alif menjual barang yang halal, dengan cara-cara yang baik, memperlakukan karyawan dengan baik, memberi pelayanan kepada pelanggan dengan baik, tidak merugikan orang lain, boleh dibilang bisnisnya sudah syariah. Kalau barang yang dijual bukan barang yang membuat pembelinya menjadi terbuka auratnya, itu juga menambah nilai syariah dalam bisnis anda. Terus tidak melakukan penipuan dalam bertransaksi, itu juga syariah.

Menurut saya bisnis yang dilakukan dengan benar dan mengikuti tuntunan Rosululloh SAW itu merupakan bisnis yang syariah, meskipun tidak disebut-sebut sebagai bisnis syariah. Toch kita tahu bahwa Rosululloh dan sahabatnya sebagian besar adalah pengusaha. Kita tinggal ngikutin aja jejak-jejak beliau.

Semoga bisa membantu

Salam

Fuad Muftie
© 2007 http://fuadmuftie.wordpress.com

About these ads

27 Balasan ke Prospek bisnis “Clothing-an” / Garmen

  1. Koko MYK mengatakan:

    Assalamu’alaikum Pak Fuad,
    Saya senang sekali membaca tulisan Anda. Sangat memberi semangat menurut saya. Oya, untuk artikel ini, kebetulan saya juga sedang akan memulai untuk bisnis garmen. Apa saya bisa minta alamat email dari Mas Alif ini? Terimakasih sebelumnya. Sukses selalu.

  2. Fuad Muftie mengatakan:

    Email mas Alif ada di alifpatriafauzi -at- yahoo.com, tapi saya coba kirimi email malah bounching. Mas Alif kalau sempat baca boleh hubungi kita2 ya
    salam
    FM

  3. wahyu mengatakan:

    saya ingin bertanya?
    saya seorang mahasiswa ingin memulai bisnis tetapi tidak mengerti cara memulainya dan saya sangat butuh pembimbing untuk bisa mewujudkannya. bagaimanakah caranya?

  4. Fuad Muftie mengatakan:

    Mas Wahyu,

    Untuk memulai bisnis banyak sekali jalannya. Bisa dagang barang, bisa ngasih jasa, bisa jadi broker dll. Kalau diceritakan bisa jadi satu buku sendiri.

    Yang penting kalau masih bingung, investasikan untuk membenahi Mind Set Anda terlebih dahulu. Mind Set pengusaha / pebisnis jelas beda dengan Mind Set karyawan. Kalau mind set sudah terbentuk, nanti jalan kedepan akan terbentang luas dan jalan mana yang mau ditempuh bisa dengan mudah diputuskan.

    Sekali lagi benahin pikiran anda dulu. Ini PR Anda pertama Ya, kalau sudah ada progres kabari lagi ya.

    Salam Sukses
    Fuad Muftie

  5. abufarros mengatakan:

    Apa Ciri Khas Bisnis Masa Kini?
    Oleh : Inge Linggo

    Apa yang sebenarnya jadi pemicu bagi perusahaan-perusahaan
    hebat? Di zaman dan lingkungan yang kadang tidak dapat diduga
    kompleksitasnya, serangkaian penjelasan berikut preskripsi
    tradisional tidaklah lagi memadai. Kini, untuk menjadi bisnis
    berkinerja tinggi, diperlukan suatu kerangka kerja pemahaman
    dan satu set perangkat praktis yang berisi kemampuan memberi
    beragam solusi.
    Sewaktu menyatakan bahwa Bumi berputar mengelilingi Matahari
    — bukan sebaliknya, Copernicus dan Galileo tidak meminta
    peneliti sejawat memperhatikan data baru. Yang mereka usulkan
    adalah melihat dari kerangka kerja yang berbeda dalam memahami
    informasi yang telah dianut berabad-abad sebelumnya.

    Hipotesis mereka bertujuan mengganti pandangan kuno dan
    terhormat tentang dunia. Walau dihadang para antiperubahan,
    teori baru ini akhirnya menang karena memberi penjelasan yang
    lebih baik atas fenomena yang terjadi. Ditarik ke masa
    sekarang, tepatnya masa booming ekonomi global, kondisinya tak
    berbeda: banyak pengamat menganggap dirinya telah menemukan
    kerangka kerja yang baru untuk memahami perubahaan bisnis.

    Asumsi-asumsi dasar tentang revolusi eCommerce yang mereka
    sarankan merupakan paradigma yang bukan saja terhitung anyar,
    tapi juga lebih baik untuk memahami bisnis-bisnis berkinerja
    tinggi. Namun, saat ini, mungkin saja para pencetus ide
    kepercayaan baru tersebut berbalik arah karena menyadari bahwa
    kesuksesan perusahaan merupakan hasil dari faktor-faktor yang
    selama ini dipergunakan. Apa artinya? Perusahaan harus selalu
    mampu menangkap perubahan-perubahan yang bakal terjadi, atau
    paling tidak yang sedang terjadi. Pernyataan klise, memang,
    tapi apakah orang-orang tersebut memahami?

    Berdasarkan pengamatan, Accenture menemukan bahwa perubahan
    telah terjadi tetapi bukan melalui penjelasan tradisional
    ataupun pandangan-pandangan e-revolusi yang mendasari
    pemahaman bisnis masa kini. Kita tidak melihat bahwa situasi
    bisnis akan kembali seperti kondisi pra-booming; kondisi masa
    kini terdiri dari lingkungan struktur operasional yang sama
    sekali berbeda dari konsekuensi jangka panjang yang sulit
    diprediksi perusahaan global. Di samping itu, kita juga
    melihat absennya kerangka kerja praktis berorientasi pada
    solusi untuk membantu perusahaan-perusahaan mengarah pada
    kinerja tinggi di era yang kompleks ini.

    Lingkungan Berubah Dramatis. Berdasarkan penelitian, Accenture
    mengidentifikasi sejumlah ciri yang mendasari era bisnis
    global terkini:

    Skala dan kompleksitas organisasi yang meningkat, dengan
    pelepasan aset secara besar-besaran, struktur pelaporan yang
    semakin kompleks (coba pikirkan: berapa atasan langsung Anda
    sekarang?), dan meningkatnya tegangan antara pengendalian
    dan fleksibilitas.
    Merebaknya teknologi berbiaya rendah yang menciptakan
    kesempatan bagi lingkungan teknologi yang selalu hidup,
    selalu aktif dan selalu sadar.
    Munculnya kembali geopolitik yang termanifestasi dalam
    bentuk tindakan-tindakan antiglobalisasi yang berdampak
    signifikan pada strategi bisnis global.
    Peningkatan ketidakpastian dari akselerasi keuangan, siklus
    teknologi, dan juga dari kejadian-kejadian tak terprediksi
    seperti terorisme.
    Pengawasan yang ketat dari pasar keuangan, badan regulasi
    dan publik yang mengamati dengan seksama setiap aspek
    kinerja keuangan dan operasional perusahaan.
    Peranan baru untuk pengetahuan dan aset nonfisik
    (intangible) yang berasal dari era ekonomi baru di mana
    merek, kekayaan intelektual, reputasi, loyalitas dan,
    mungkin yang terpenting, komitmen terhadap inovasi menjadi
    senjata inti daya kompetitif perusahaan.
    Perubahan alami para pekerja dengan pengembangan kapabilitas
    baru, juga tantangan motivasional dan retensi bagi pemberi
    kerja.

    Walau belum tentu setiap perusahaan mengalami perubahan di
    atas, paling tidak mereka merasakan bahwa beberapa ciri di
    atas terefleksi di dalam kehidupan organisasi.

    Kode Genetik Kinerja Tinggi. Kode Genetik Kinerja Tinggi
    merupakan istilah Accenture untuk karakteristik-karakteristik
    budaya perusahaan yang memberi kemampuan superior untuk:
    Mengantisipasi dan membentuk perubahan nilai-nilai
    pelanggan. Sentralitas pelanggan di dalam operasionalisasi
    kode genetik berkinerja tinggi sangat eksplisit. Kode
    genetik ini menciptakan budaya kedekatan dengan pelanggan
    yang sangat responsif dan aktif.
    Mengakselerasi insight menjadi tindakan. Perusahaan
    berkinerja tinggi menggunakan insight yang muncul dari
    keterkaitan bisnis dengan pelanggan. Percampuran insight
    yang mereka miliki merupakan kombinasi antara informasi
    nyata dan inteligensia yang telah dipilah dan
    diinterpretasi. Aplikasinya, mereka memiliki
    struktur-struktur pembuat keputusan yang baik, selalu ingin
    bertindak dan memiliki rasa ketepatan waktu. Wewenang
    mengeksekusi sangat terdistribusi. Mereka merangkul
    “deliberate stretch” – mau menjangkau lebih jauh,
    dengan penekanan pada eksperimentasi dan belajar dari
    pengalaman.
    Memberdayakan kekuatan dan kapabilitas kolektif organisasi.
    Perusahaan berkinerja tinggi menyusun kepemimpinan efektif
    secara mendalam. Mereka memiliki strategi yang jelas dan
    teknologi untuk memaksimalkan produktivitas tenaga kerja.
    Mereka juga memiliki catatan mengelola perubahan skala besar
    dengan sukses.
    Mengelola masa kini dan mendatang. Fokus berganda pada 5
    kuartal dan 5-7 tahun hasil keuangan membuat organisasi
    tetap menapak pada realitas masa kini. Membuat investasi
    untuk bisnis masa depan memberi peluang mengubah nilai-nilai
    yang tidak lagi seiring dengan tuntutan zaman.

    Dengan kemampuan memahami perubahan situasi bisnis dan
    mementingkan dualitas pada masa kini dan mendatang, perusahaan
    akan memahami potensi menghasilkan kinerja tinggi.

    Associate Partner, industri produk dari Accenture — konsultan
    manajemen dan teknologi serta pengelola alih daya. (swa)

  6. Fuad Muftie mengatakan:

    He.. he… he… panjang juga komentarnya, kayaknya komentar terpanjang di blog saya nich. Wah patut masuk MURI :-)

    Bagi saya yang masih pemula dalam bisnis, prinsip KESEDERHANAAN masih memegang peranan penting. Motonya KISS! Keep It Simple Saja… Yang penting terus maju.

    Salam
    FM

  7. hary ladio mengatakan:

    saya Hary ladio (21) saya bekerja di salah satu instansi kepolisian di Bandung.
    saat ini saya sedang memulai usaha di bidang Clothing company (krn memang cita cita sy utk memiliki clothing company). semenjak thn 2006 saya sudah mulai mmbuat desain utk kepentingan usaha ini namun saya akui bhw saya kurang begitu mmahami langah2 awal dlm menjalani usaha ini.
    dan saya pun berfikir bhw akan sia2 apabila saya tidak merealisasikan apa yg sudah sy mulai.

    yg ingin saya tanyakan adalah:
    1. bagaimana sebaiknya langkah awal yg hrs saya tempuh mengingat bnyak nya clothing company di Bandung?
    2. bagaimana manajemen dlm clothing-an ini?
    3.bagaimana bersaing dg yg lain? (cara sehat of course)

    thanx before
    wasalamualakum

  8. Fuad Muftie mengatakan:

    Salam kenal Pak Hary
    Saya dulu awalnya juga nggak paham dg seluh beluk bisnis garment. Yang penting kita mau mencoba dan mau terus belajar, insyaAlloh lama-lama kita akan paham.

    Menurut saran dari orang-orang yg sudah lama terjun, sebagai pemula kita sebaiknya mencari keunikan dari usaha kita. Kita boleh mencontoh usaha orang lain, tapi kita harus punya nilai tambah atau nilai lebih yang menarik bagi orang lain.

    Keunikan ini bisa dari banyak aspek, bisa dari produknya, pelayanannya, dan lain-lain. Memang tidak bisa dipungkiri kalau langkah awal kita adalah meniru dan mencontoh usaha orang lain, tapi perlahan-lahan kita sebisa mungkin menonjolkan keunikan kita.

    Untuk bersaing, kalau kita punya keunggulan dan keunikan maka harus terus dipertahankan dan diperkuat keunggulan kita sehingga sulit ditiru orang lain. Dg cara ini kita akan keluar dari persaingan. Jangan bersaing dengan menurunkan harga, harga bukan sesuatu yg unik dan mudah ditiru orang lain. Kalau semua perang harga, semua akan dapat untung yg kecil. Biasanya pemodal yg besar yg bisa survive di lingkungan perang harga.

    Semoga bisa membantu
    Salam
    FM

  9. aan mengatakan:

    nama saya aan, 25 thn, saya ingin berbisnis clothing si sby, tp saya bingung harus mulai dr mn, sedangkan saya g tau harus ambil dr mn pakaian tersebut, g ada koneksi soalnya, mohon petunjuknya.thx

  10. Fuad Muftie mengatakan:

    Mulailah dari mengumpulkan informasi. Bisa lewat iklan di majalah, bisa datang langsung ke sentra2 grosir garment, bisa lewat internet, bisa tanya teman, tanya tetangga, tanya saudara. Tentunya informasi yg relevan, kalau mau bikin distro, cari info ttg distro, datangi distro yg sudah ada, tanya-tanya dan gali informasi disana. Kalau tidak bisa, cari cara lain, gunakan kreatifitas, jangan mudah menyerah, jangan mudah menyalahkan kondisi dan keadaan.

    Koneksi? Semua juga awalnya tidak punya koneksi. Tapi kita kan manusia yang bisa kapan saja bikin koneksi. Kita datangi suplier, berarti kita baru saja bikin koneksi. Kita sebar brosur, berarti kita sedang membangun koneksi dg calon pelanggan.

    Kalau sudah dpt informasi, cepat2 beranikan diri untuk memulai. Mulai dari yg kecil atau sesuai kemampuan dulu. Baru nanti kalau sudah jalan dan bisa dapat untung, lakukan pengungkitan (leverage) bisnis.

    Semoga bisa membantu.

    Salam
    Fuad Muftie

  11. ida mengatakan:

    saya ida dari tulungagung,jatim. Alhamdulillah sudah mulai bisnis garmen tiga tahun lalu. Untuk awalnya saya belum berani produksi sendiri karena selain belum menguasai pasar saya masih harus belejer banyak tentang garmen supaya tidak berhenti ditengah jalan. Saya masuk pabrik pabrik melamar untuk menjadi sub produksi atau ngambil kerjaan dari pabrik yang sudah jalan. Meski untungnya tidak sebanyak produksi sendiri,dari situ saya bisa belejar tentang mengelola sebuah pabrik. Bisa dapat tender dari beberapa pabrik garmen. selain itu juga cari partner untuk pemasaran supaya saya bisa konsentrasi ke produksi.kendala yang saya hadapi pertama ternyata masalah SDM. Tenaga kerja kita saat ini, yang saya alami PAYAH. Kualitas dibawah standar tuntutannya minta ampun. Susah untuk yang baru mulai seperti saya ini. Belum lagi peraturan yang selalu berubah. Saya bisa bayangkan kenepa pengusaha besar pada hengkang dari sini. Bagaimana ini pak??

  12. Fuad Muftie mengatakan:

    Bu Ida, jalan yang sudah Ibu lalaui, merupakan sebagian dari proses berwirausaha dan sebagian dari proses menuju sukses.

    Saya dan Istri saya sering saling mengingatkan dan menasehati, agar dalam perjalanan bisnis kami bisa selalu berpikiran positif, bersyukur, dan tetap ikhlas. Hambatan dan permasalahan dalam bisnis hendaklah disikapi dengan bijaksana.

    Saya sering diingatkan untuk ‘menyalahkan’ diri sendiri dulu (introspeksi) sebelum menyalahkan orang lain dan keadaan di luar. Meskipun dimata kita jelas-jelas yang salah adalah orang lain dan yang salah adalah kondisi diluar diri kita, tapi tetap lebih bijaksana kalau kita bisa mencari solusi dari diri kita sendiri dulu.

    Kalau SDM kita cap sebagai PAYAH, maka secara tidak langsung Ibu juga PAYAH dalam mendapatkan SDM. Begitu to the point-nya. Mulai saja perbaiki SDM dari rekrtuitment-nya, terus evaluasi juga bagaimana perhatian kita kepada karyawan, gajinya bagaimana, karyawan jangan2 sedang punya punya masalah, dll.

    Masalah pemerintah yg gonta-ganti peraturan, kita mau marah2 mau ngomel2 pemerintah tetap saja begitu kan Bu. Akan lebih baik kalau kita belajar menyesuaikan diri, toh apapun kebijakan pemerintah yg diambil, akan selalu ada pengusaha yang menjadi sukses (dan tetap ada yg bangkrut juga sih). Cuma kalau suruh memilih, jelas memilih yang bisa sukses kan? Tentunya mereka yg sukses ya yang terus bergerak maju menghadapi semua hambatan dan rintangan.

    Selamat berkarya dan berkreasai, lanjutkan perjalanan Ibu, InsyaAlloh dengan berkah-Nya ibu bisa cepat menyelesaikan permasalahannya.

    Salam
    Fuad Muftie

  13. Frans mengatakan:

    Saya senang anak muda punya jiwa wira usaha. Saya juga mempunyai usaha sejenis sudah beroperasi 5 bulan. Memang jalannya ya kadang bagus tapi juga kadang kurang. Masalah utama yang sering timbul adalah mengenai pemasaran dan permodalan. Saya sudah lumayan mempunyai pembeli grosiran tapi yaitu tadi pengadaan barang sering tersendat karena modal yang pas-pasan. Seandainya ada modal yang cukup ya tidak kerepotan.Masalah desain dan model gak masalah. promosi sering juga masuk di sinetron dan band-band. Gimana nih pemerintah mau membantu pengusaha kecil ya 111

  14. Fuad Muftie mengatakan:

    Pak Frans, masalah datang untuk dihadapi dan diselesaikan. Modal akan selalu menjadi masalah sampai usaha kita besarpun akan tetap jadi masalah, kalau itu dipandang sebagai masalah.

    Begitulah pengusaha, bisa menjadi besar kalau bisa mengatasi setiap tantangan yang dihadapinya. Maju terus Pak, jangan mudah mengeluh.

    Salam
    Fuad Muftie

  15. widia astutik mengatakan:

    saya beumur 22,
    yang saya tanyakan bagaimana memulai sebuah usaha jika kita tidak mengerti manajemen bisnis???
    saya tertarik untuk menjual baju???
    tetapi saya masih ragu dan cemas gimana nati klo tidak ada koneksi atau pelanggan???
    bagaiman membangun sebuah kepercayaan diri agar mampu menghadapi tantanagan???

  16. Fuad Muftie mengatakan:

    Mbak Widia Astutik,

    Pada awal buka usaha, banyak yang nggak pakai mikir tentang manajeman bisnis lho Bu. Yang penting dagangan laku dan ada untung. Tapi tentu akan ada keuntungan kalau kita bisa tahu manajemen bisnis yang baik. BIar bisa tahu ya belajar Bu. Bisa saja langsung dipraktekin bersamaan tumbuhnya bisnis. Seiring tumbuhnya bisnis kita, kita pelajari sistemnya, terus kita perbaiki sistemnya, insyaAlloh pengetahuan manajemennya akan ikut terasah.

    Kecemasan Mbak menurut saya cuma alasan yang dibuat-buat agar kita tetap berada di Zona Nyaman kita. Tugas mbak untuk mendobraknya dan membuktikan bahwa mendapatkan pelanggan itu bisa Anda lakukan.

    Kita sebenarnya sudah terbiasa menghadapi tantangan. Lingkungan kita sebenarnya bukanlah lingkungan yang 100% bersahabat, tapi kita bisa survive dan berkembang, Itu bukti bahwa kita mampu menghadapi tantangan. Kalau tantangan itu masih wajar untuk dilewati, tinggal kuatkan niat dan pantang menyerah. Kalau tantangan sudah berlebihan dan membahayakan ya.. tinggalkan saja.

    FM

  17. ivan mengatakan:

    saya mempunyai usaha di bidang promosi dan itu berhubungan dengan industri garmen yang mau saya tanyakan apakah lebih baik saya buka industri garmen sendiri atau “lempar barang ” ke pabrik aja

    Terimakasih

    =====
    [Fuad Muftie]

    Pak Ivan, masing-masing pasti ada plus minusnya Pak entah produksi sendiri atau melempar order ke Pabrik. Kalau produksi sendiri seluruh kontrol bisa kita pegang, kalau di lempar ke pabrik lain kita akan lebih efisien. Itu contohnya. Tinggal diitung-itung saja plus minusnya, lalu ambil yg banyak plusnya.

  18. Amie Hasann mengatakan:

    Pak saya seorang ibu ingin belajar dagang baju, merangkak dari awal melalui teman2 ,kumpulan arisan dan tetangga.Tapi sebelum mulai saya bingung sendiri, pasti nya mereka minta pembayaran dicicil beberapa kali max 3 x.Padahal saya dengar dari teman (yg berpengalaman dagang ) bahwa dia menagih sulit sekali bahkan dengan alasan2 yg buat kita capek .

    Disatu sisi kalau kita dagang secara cash jarang ada yang beli.dan tidak umum .
    Hal2 demikian Pak yang menghambatkeinginan untk berdagang.

    Kira2 dengan cara apa ya Pak agar kita bisa dagang dengan cara sehat dan salinh menyenagkan .
    Terima kasih

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Tiap bisnis pasti ada resikonya. Kalau mau jualan kredit kuncinya “Kalau berani memberi kredit, harus berani menagih”. Kalau tidak berani menagih jangan jualan kredit.
    Siapa bilang jualan cash jarang ada yang beli. Memang anda sudah membuktikannya. Asal strateginya tepat, mau jualan kredit atau cash bisa sama-sama laku dan sama-sama menguntungkan.
    BTW saya pernah menulis artikel ttg jualan kredit, silahkan di cari di blog ini.

  19. wenny mengatakan:

    assalamu’alaikum pak fuad,saya senang sekali membaca blog anda bahkan tulisan2 di blog anda ini adalah inspirator dan motivator saya untuk memulai usaha berjualan jilbab dan busana muslim.saya ibu rumah tangga yang membuka usaha kecil2an di rumah yg rata2 penduduknya dari kalangan menengah kebawah.saya bingung pak.sebenarnya saya ingin jualan saya dibeli secara cash,tapi ibu2 maunya kreditan.krn saya bilang tidak bisa,jadinya mereka gak jadi beli.apa saya harus berubah haluan untuk menarik hati konsumen?apakah wajar kalau saya memberlakukan harga yang berbeda jika dibeli kredit?terima kasih.wassalamu’alaikum

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Pada umumnya wajar saja kalau harga secara kredit berbeda dengan harga secara cash. Harga kredit biasanya lebih tinggi mengingat resiko yang ditanggung penjual lebih tinggi dibanding jualan cash.

    Ada baiknya gunakan strategi yang berbeda untuk menarik pembeli agar mau membeli secara cash. Selain dari harga yang lebih murah jika cash, coba tawarkan benefit yang lebih tinggi bagi pembeli, misalnya belil cash dapat hadiah dll.

    Untuk jualan secara kredit kuncinya “berani memberi hutang, harus berani menagih”. Jangan sampai muncul rasa enggan untuk menagih setelah menjual kredit. Kalau malas menagih sebaiknya hindari berjualan kredit. dan cari 1001 cara untuk menjual secara cash.

  20. randy mengatakan:

    @wenny

    kredit tapi harga dimahalin

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Yup bener sekali.

  21. syahri alkasasi mengatakan:

    kami menjual/menyalurkan berbagai bahan garment dengan kualitas yang terbaik. kunjungi kami segera

  22. Nugraha mengatakan:

    saya senang anak muda punya jiwa wira usaha . saya baru aja seminggu mulai buka usaha clothingan , selain saya usaha clothingan saya juga sekolah SMA , dengan modal kcil2an dri orang tua untuk mulai usaha clothingan dri nol . Tapi kenapa yah ko pasti banyak complain dari para pelanggan , yang pelanggannya itu sendiri rata2 dari teman2 saya sendiri , entah itu katanya harganya kemahalan ato laen2nya , padahal itu harga normal dari harga saya beli pertama dan lagi setiap ada pembeli yang meminta barangnya untuk mengantar ke rumahnya saya tidak pernah meminta ongkir tambahan . Disini saya mau minta solusi dari pak fuad , biar ke depannya usaha saya bisa sukses & maju . Rencana sih awal tahun 2010 saya mau gabung dengan usaha Warnet & Game Online milik Orang Tua saya yang kebetulan baru saja mulai berjalan , untuk mempromosikan barang2nya , yaaa … buka distro kecil2an gitu lah

  23. Daniel Candra mengatakan:

    gini mas,low aq blh pnya usul,disini aq punya usaha yang gajinya rumayan,mas…..
    tpi kalo mas’e mau sich kan d’sini cma ngasih info doang….
    low mungkin mas co2k sa jadi rejeki njenengan…..
    hehehehe…..
    thx yaw,mas….

  24. fatony77 mengatakan:

    cari investor untuk memulai bisnis clothing di bandung saat ini saya bekerja sebagai agen pemasaran utama di sebuah clothing dan freelance desainer di beberapa clothing di bandung berjalan aktif sudah 3tahun , mengenai proposal penawaran sudah siap bagi yang berminat bisa menghubungi email saya fatony77@gmail.com / 270 outlet dan distro sudah menunggu kerja sama dengan sy bagi yang bersedia pengikatan kontrak langsung dengan notaris di kota bandung

  25. Iwonk Fei mengatakan:

    Buat yang mau usaha. Ane ada barang QUIKSILVER,DC,ROXY all original licence. Barang tarikan store2 ternama dijakarta. Bisa continue per 3bln barang masuk. Yang minat ambil lusin,kodi,take all monggo. Satu model paling 1-2pcs aja.
    Yg minat PIN 2A4EDE29. Lokasi depok timur.
    Thxs.

  26. ragil saputra mengatakan:

    Saya menjadi semakin terinspirasi membaca postingan di atas , dan menurut saya wajar namanya bisnis naik turun , banyak, sedikit , kadang ga dapet , tp dgn semangat yg konsisten ,sistem yg jujur dan bertanggung jawab insya allah itu teknik marketing terbaik sepanjang masa. Salam kenal :)

    https://www.facebook.com/ragilserbaserbijogja

  27. Sharny Mangopank mengatakan:

    supplier tangan pertama PGMTA mari kunjungi dan like fan page kami https://www.facebook.com/conly.shop.1?fref=ts thanks

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 128 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: