Assalamu alaikum,
Pak Fuad yang baik, To the point aja yah.. pak. Saya sudah membaca banyak di situs Bapak, saya sudah lama ingin buka usaha, tapi sampai sekarang belum bisa terlaksana, karena saya masih bingung dan takut untuk memulainya. Jadi saya minta saran dan pendapat dari Bapak Fuad.
Sebagai gambaran, saya tinggal di satu perumahan yang sudah banyak buka usaha di rumah, dengan membuka Kios / toko. (karena rumah saya terletak di jalan utama perumahan). Jadi lumayan bagus buat buka usaha. Tapi saya bingung jenis usaha / dagang apa yang cocok buat saya…?, karena sederetan rumah saya sudah ada Toko kelontong komplit (agen), Counter HP, Toko buku & photo copy, Kios jamu, Cukur rambut, Wartel, dan Warung nasi padang. Wah … saya jadi bingung nich Pak Fuad, mau buka usaha apa ya…?
Sempat saya berpikir untuk buka usaha seperti Pak Fuad, berjualan Jilbab, busana muslim dll.
Demikianlah permasalahan saya, semoga Pak Fuad bisa memberi saran dan pendapatnya. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terima kasih dan semoga segala kebaikan Bapak mendapat Balasan dari Allah SWT.
Wassalam
M.A.
===== Komentar ========
Wa’alaikum salam Wr Wb.
Pak MA, salam kenal kembali Pak, di mana perumahannya Pak? Atau saya sewa aja Pak lokasinya
Pertama saya ucapkan selamat, karena Anda sudah punya niat untuk bukausaha. Itu sudah seperempat perjalanan Pak. Tinggal ambil langkah pertama maka50% perjalanan sudah terlampaui. Cuma memang langkah pertama adalah langkahterberat dalam hidup kita. Ini sudah hukum alam, ingat hukum kelembaman Pak,semua benda kalau disuruh bergerak, pertama kali terasa berat, tapi setelahjalan akan enteng, bahkan banyak yang nggak mau berhenti.
Begitu juga dalam memulai bisnis, selalu banyak alasan untuk menunda-nunda,dan selalu terasa berat untuk memulai. Salah satu alasan yang sering munculadalah BINGUNG dan TAKUT seperti yang Pak MA alami. Saya dulu jugamengalami hal yang sama Pak, Bingung dan Takut! Kalau saya ingat-ingat mungkindulu saya kurang ilmu, karena memang tidak pernah ada yang ngajari bagaimanamemulai usaha. Dan ini bisa diatasi dengan banyak-banyak menimba ilmu pada orang yang sudah memulai terlebih dulu, atau lewat membaca buku, artikel, tabloid, dan majalah tentang kewirausahaan.
Sama saja waktu kita pingin bisa nyetir mobil, pasti ada rasa takut danbingung saat pertama kali kita berada di kursi sopir. Tapi setelah mencoba danbisa, rasa takut dan bingung lama-lama akan dengan sendirinya hilang. Begitu juga dalam bisnis, setelah kita berani menjalankan usaha maka kebingungan dan ketakutan akan hilang dengan sendirinya.
Untuk memilih jenis usaha mana yang cocok buat kita, rumusnya : pilih bidang yangpaling Bapak minati, sukai, gemari, cintai, dan syukur-syukur paling dikuasai. Karena melakukan kegiatan yang kita sukai, akan membuat kita enjoy dan kalaupun gagal, tidak akan pernah membuat kita surut. Yang penting ketemua dulu bidang yang digemari, nanti perlahan-lahan bisa belajar segala seluk beluk bisnis yang terkait dengan kegemaran Pak MA. Bahkan ada penelitian yang menunjukkan bahwa pengusaha yang melakukan usaha dibidang yang dicintainya, akan memberikan hasil keuntungan yang lebih besar dan berlipat dibanding menjalankan usaha dibidang yang kurang diminati.
Langkah mudahnya, coba Bapak bandingkan kondisi perumahan Bapak dengan perumahan-perumahan yang lain, usaha apa yang bisa jalan di perumahan yang lain dan belum ada di perumahan Bapak. Atau Bapak bisa bandingkan usaha yang sudah ada di sekitar rumah Bapak, tapi bisa dijalankan dengan cara yang berbeda di perumahan yang lain dan berhasil. Pak MA bisa banding-bandingkan dulu syukur-syukur ketemu jenis usaha yang benar-benar diminati. Nanti kalau sudah ketemu tinggal terapkan pola ATM (Amati, Tiru, Modifikasi).
Apalagi lokasi rumah Pak MA strategsi, Bapak bisa leluasa bereksperimen, atau coba-coba dulu dalam salah satu usaha dengan skala kecil dulu. Kalau sudah ada pembeli, tanyakan pada mereka, produk atau jasa apa lagi yang bisa Pak MA layani yang belum ada di perumahan. Biasanya nantinya akan berkembang. Mungkin juga nantinya akan bergeser atau berganti jenis usaha lain yang lebih menguntungkan.
Misalnya usaha voucher HP, mungkin yang lain baru jualan pulsa dan asesoris saja. Pak MA bisa buat yang lebih baik lagi misalnya ada fasilitas down load ring tone atau lagu, atau beri fasilitas lainnya yang menarik (fasilitas antar-jemput, service HP, dll).
Yang penting lagi sebelum memulai usaha adalah perubahan pola pikir (Mind Set) kita tentang bisnis. Perbedaan pola pikirlah yang akan membedakan pengusaha yang berpola karyawan dan karyawan yang berpola pengusaha. Mungkin Pak MA pernah melihat orang jualan suatu produk, dari jaman dulu sampai sekarang usahanya segitu-gitu aja tidak berkembang. Misalnya dulu jualan bakso pakai satu gerobag dorong, sekarang tetap jualan bakso dengan satu gerobag, dan mungkin 10 tahun lagi tetap jualan bakso dan tetap dengan satu gerobag dan tetap dijalani sendiri.
Semoga bisa membantu
Salam
Fuad Muftie
© 2007, http://fuadmuftie.wordpress.com


April 25, 2007 pukul 12:18 pm |
Untuk memulai sesuatu memanglah sangat berat. Belum lagi masalah malu dan takut risiko kerugian. Memang harus kita kondisikan kita dalam keadaan yang “kepepet” alias terpaksa. Misalnya pada saat kita kena PHK, atau kondisi keuangan yang devisit. Nah di situ kita akan berani.
Itu setidaknya yang saya alami. Kira-kira 8 bulan yang lalu saya pada berada pada kondisi keuangan yang pas-pasan. Dari situ saya modal nekad untuk jualan. Tadinya juga saya gak tahu mau jualan apa, sepertinya semua sudah ada yang jualan. Saya tahu istri saya suka bikin kue. Nah itu yang saya manfaatkan.
Pertama kali memang malu, “orang saya gak pernah jualan”, (apalagi saya harus antarkan ke toko-toko, dan cari pelanggan sendiri) trus “kalo gak laku gimana” (takut rugi). Tapi saya jalan terus. Sambil jalan mengenal pasar dan terus dibenahi, dan alhamdulillah sekarang mulai menampakkan hasil . Dan sekarang saya sedang cari sewa toko untuk membuka toko roti dan katering.
Jadi kuncinya : berani risiko, siapkan, dan “tembak” (jika meleset baru “bidik”)
Jangan : “siap – bidik – tembak”, tapi “siap – tembak-bidil”
—–salam suksses —
April 25, 2007 pukul 12:22 pm |
lokasi bapak MA diperumahan mana, kalau boleh kasih saran.
jenis usaha yang sekiranya memang kebutuhan pokok manusia artinya dengan itu memang orang butuh dan pasti beli masalah saingan itu biasa dalam bisnis, tinggal kita bagaimana memenejemennya dalam soal kualitas , pelayanan, dan lainnya tentunya itu harus lebih baik dari pesaing-pesaing kita. kita harus punya kunci dalam usaha yang kita geluti. misalkan sama – sama dealer motor , lokasi yang sama tapi ko konsumen banyak kesana bukan ke kita. apa rahasianya itu yang harus kita ketahui dan kita benahi baik itu manajemen atau yang lainnya.
April 25, 2007 pukul 12:53 pm |
Assalamulaikum WW
Yth. Pak MA dan Pak Fuad
Menarik sekali membaca surat Pak MA dan jawaban Pak Fuad. Saya juga sedang dalam posisi seperti Pak MA, cuma di kompleks perumahan saya (Bekasi) dilarang buka usaha di rumah (harus di sentra niaga) – ini bagus juga supaya lingkungan tetap tertib, meski sudah mulai ada yang secara tidak mencolok buka usaha kelontong atau agen laundry.
Saya berfikir, dengan niat yang ikhlas dan jujur, kenapa kita yang sama-sama masih gamang untuk memulai usaha ini – tidak bergabung bersama untuk berwirausaha yang bentuknya bisa kita bicarakan, sambil minta advise mereka yang sudah berpengalaman seperti Pak Fuad atau Pak Purdi. Bagaimana pendapat Pak MA dan Pak Fuad? Semoga Allah SWT berkenan membalas amal baik bapak-bapak sekalian.
Wassalam – Iwan
April 25, 2007 pukul 3:25 pm |
Pak Fuad masih ingin saya. Anis dari Malaysia.
Oh ya, saya mahu menambah catatan bapak. Untuk mengkaji apa sebenarnya yang kita minat atau keingin kita, cuba tanya beberapa soalan berikut pada diri kita:-
1. Apabila waktu terluang apa yg anda lakukan?
2. Selepas waktu kerja, apa yang anda selalu lakukan?
3. Perkara apa yang anda minat dan senang(gembira) lakukan?
4. Apakah perkara yang membuatkan anda bangun tidur dua jam lebih awal?
5. Apakah perkara bila anda lakukan lupa waktu tidur, lupa belum sarapan lagi dan sukar tinggalkan.
6. Perkara apa yang anda sanggup lakukan walau tidak dibayar dan anda gembira melakukannya?
…..lakukan disini bukan bermakna seminggu atau sebulan tapi untuk sepanjang hidup anda.
If jawapan kepada soalan 1 hingga 5 adalah suka memasak, so pasti keinginan anda suka bersolek kan?. Hehe Lawak aja……sudah tentu memasak.
Kalau tanya saya pasti duduk di depan komputer. Jadi saya mulai bisnes online saja.
April 25, 2007 pukul 4:13 pm |
Untuk Pak MA, saya coba hubungi Anda langsung, tapi belum ada Jawaban, Semoga Bapak sempat membaca posting-an teman-teman sehingga bisa lebih cepat mewujudkan impian Anda.
@ Pak Arya
Terimakasih Pak. Informasi Anda sangat menginspirasi saya dan semoga bisa menginspirasi pembaca blog ini. Memang salah satu trik / cara agar bisa berani ya dengan memaksa diri, bisa jalan dengan kepepet beneran atau membuat diri kita kepepet.
Saya pribadi membuat kondisi mental saya kepepet dengan membayangkan masa depan yang tidak menentu kalau tidak jadi-jadi membuka usaha. Dan Alhamdulillah berhasil.
@ Etinbedjo
Terimakasih, semoga bisa membuat Pak MA mantap memulai meskipun harus ‘bersaing’ dengan tetangga sendiri. Tapi saya pribadi mencoba untuk menghindari pikiran tentang ‘persaingan’ karena bisa melemahkan. Saya lebih suka menganggap usaha sebagai proses kreatif sehingga kondisi mental kita tidak merasa dalam persaingan. Dan ulasan Anda sangat mengena.. Thank’s
@ Pak Iwan
Saya setuju dengan Anda, memang dua kepala lebih baik dibanding satu kepala (sendirian). Cuma faktor geografis perlu menjadi pertimbangan kalau ini merupakan awal kita melangkah / mencoba memasuki dunia usaha. Karena faktor jarak bisa menjadi kendala serius kalau belum ada ikatan lain yang lebih kuat (misal. ikatan keluarga dll). Apalagi kalau bisnis yang ingin digeluti dibidang retail, harus benar2 diperhitungkan.
Kalau saya pribadi, kalau memang jarak berjauhan, saya lebih memilih untuk memberi support kepada siapa saja yang ingin berbagi (sharing). saya InsyaAlloh siap membantu sepanjang yang saya ketahui dan saya pahami.
Oh ya Pak MA Kalau memang anda di bekasi bisa berbagi dengan Pak Iwan. Silahkan.
@ Anis
Ya saya masih ingat dengan Anda, terimakasih masih berkenan mampir di Blog saya. Saya sudah buka webstore Anda. Selamat semoga sukses.
Terimakasih atas tips menentukan bidang yang paling diminati, nanti saya coba praktekkan untuk saya sendiri untuk mencari yang benar2 saya minati. Kadang2 muncul ketidakyakinan dengan bidang yang selama ini dijalani. Semoga bisa membantu rekan2 pembaca sekalian.
Oh ya, Kapan mampir ke Indonesia?
Salam
FM
April 27, 2007 pukul 9:31 am |
Salam Kenal Mas…
Terus terang tulisan2 Mas Fuad banyak menginspirasikan saya untuk lebih giat lagi menjalankan usaha saya bersama istri di rumah. Awal mulanya saya coba2 aja berjualan di rumah karena belum mampu untuk sewa kios. Namun alhamdulillah selama ini perputaran barangnya lancar karena dibantu juga oleh tetangga kami yang memasarkannya di komplek perumahan. Usaha kami berjualan busana muslim dan biasa/umum. Selain itu kami juga menerima jasa pembuatan katalog produk, desain pamflet/brosur dan video editing, semuanya dikerjakan dirumah, promosinya pun masih sekitar perumahan dan koran lokal. Ayo sama2 semangat…
Salam
April 27, 2007 pukul 4:20 pm |
Terimakasih Pak Denikurnia, semoga bisa menginspirasi pembaca yang belum juga berani memulai usaha. Mulai saja dari diri sendiri, dari yang kecil, dan mulai sekarang juga.
Salam
FM
Mei 2, 2007 pukul 5:40 pm |
Seiring dengan banyaknya perumahan yang di bangun sebenarnya seiring juga dengan peluang bisnis yang muncul, mulai dari laundry kiloan, barbershop,warteg, assories, cuci motor/mobil, dll…
salam dan sukses selalu !!!
Mei 3, 2007 pukul 5:39 pm |
Terimakasih Pak Wahyu, memang peluang selalu ada dimana-mana apalagi di perumahan-perumahan yang baru berdiri. Selalu muncul banyak toko dan kios baru dan LAKU. Artinya mereka telah memanfaatkan peluang dengan baik. Kadan kita cuma puas sebagai penonton dan pengamat.
salam
FM
Oktober 3, 2007 pukul 6:44 pm |
bapak fuad yang terhormat, to the point saja, setelah membaca forum bapak. dengan ini saya bermaksud untuk menanyakan peluang bisnis yang baik dengan dana yang terbatas. saya tinggal diperumahan didaerah ciledug.
sebenarnya saya telah membuka warung kecil2an di rumah, tapi kurang jalan dikarenakan letaknya kurang strategis dengan dana yang terbatas. bagai mana caranya agar usaha saya bisa berkembang. agar saya bisa menghidupi 2 orang adek dan ibu saya. mengingat tulang punggung yaitu ayah saya telah meninggal dunia. sehingga beban didalam keluarga terasa sedikit berat mengingat ibu saya hanyalah ibu rumah tangga biasa. dengan ini saya meminta saran dari bapak, untuk menemukan peluang yang baik dalam mengembangkan usaha yang saya urus saat ini.
Oktober 4, 2007 pukul 12:45 pm |
Bu Sri, kalau memang sudah punya usaha, fokuskan pada usaha yang sudah ada itu bagaimana agar bisa maju. Kenali kelebihan dan kelemahan usaha Ibu. Perkuat yang menjadi kelebihan dan kurangi yang menjadi kelemahan usaha Ibu. Dari situ bisa kelihatan bisa berkembang atau tidak usahanya.
Kalau memang masih bisa dikembangkan, saran saya Ibu harus benar-benar fokus dan lupakan peluang-peluang usaha lain yang tidak berhubungan. Kalau memang sudah tidak prospektif, barangkali sudah saatnya mencari peluang yang lebih baik lagi.
Memang desakan ekonomi sering membuat pikiran terbelenggu dan kurang jernih berpikir. Tapi ingatlah dibalik kesulitan selalu ada berjuta kemudahan. Lalui dan selesaikan satu persatu permasalahan yang Ibu hadapi. Dan tetap pegang impian Ibu untuk berhasil.
Dalam kondisi yang terdesak yang lebih penting lagi adalah disiplin, antara lain disiplin untuk mengembangkan usaha. Kalau sehari bisa dapat untung, usahakan bagaimana caranya jangan semua keuntungannya dikonsumsi. Sisihkan sebagian untuk membesarkan usaha. Memang butuh pengorbanan, tapi insyaAlloh komitmen dan keseriusan membesarkan usaha, akan memberikan hasil yang luar biasa.
Mengenai lokasi yg kurang strategis, harus diakali dengan promosi yang gencar. Promosi tidak harus mahal, pinter-pinter kita mensiatasi kondisi yang ada. Selain itu usahakan agar bisnis Ibu bisa unik dan menarik jika dibandingkan pesaing atau usaha sejenis.
Semoga bisa membantu dan semoga bisa cepat besar usahanya
Salam
Fuad Muftie
Oktober 10, 2007 pukul 10:12 am |
kerja keras di butuhkan pada saat awal kita membangun sebuah bisnis, kemudian di tengah pada saat kita mempertahankan bisnis kita dan di akhir pada saat kita mengembangkan bisnis kita…jadi kerja keras tidak akan pernah berhenti kecuali kita juga kerja smart…
Oktober 10, 2007 pukul 11:34 am |
Ini masalah mind set dan apa definisi kita tentang kerja keras. Banyak koq orang yang kelihatan kerja keras banting tulang, ternyata dianya enjoy, menikmati dan tidak menganggap sebagai kerja keras.
Dan memang kalau mind set-nya belum pas, akan sama saja seperti karyawan, sudah punya usaha tapi usaha tidak bisa jalan kalau tidak dikerjakan sendiri.
Salam FUNtastic
Fuad Muftie
Oktober 18, 2007 pukul 9:03 am |
Salam kenal Pak Fuad,
Alhamdulillah, saya senang sekali menemukan blog anda ini dan karena inilah yang selama ini yang saya cari, tempat sharing para pengusaha dan calon pengusaha. Saya selama ini belajar bisnis sendiri dengan direct selling tapi memang gak bisa berkembang karena seperti yang bapak bilang marketnya terbatas. Apalagi saya jadikan sebagai usaha sampingan karena saya juga seorang karyawan.
Sekarang, saya dan istri ingin membuka usaha seperti Bapak punya, jualan jilbab dan baju muslim. Walaupun tinggal di Bali, daerah tempat saya tinggal banyak orang pendatangnya yang muslim. Untuk lokasi kita sudah ada gambaran untuk sewa toko di pinggir jalan, tapi ada beberapa hal yang kami perlukan untuk masukan.
Pertama, kira-kira berapa besar modal yang diperlukan diluar sewa toko. Terus terang kami tidak suka berhutang (kalau tidak perlu) karena itu kita lagi nabung untuk modal. Menurut pengalaman Bapak, berapa yang diperlukan agar kita bisa siapin. Rencananya kita ambil barang di Tanah Abang atau tempat grosir lain di Jakarta, kebetulan ada adik di Jakarta dan sudah sering ke sana.
Kedua, kapan waktu yang tepat untuk mulai membuka usaha ini.
Terima kasih sebelumnya dan kami sangat mengharap informasi dari Bapak.
Assalamualaikum
Februari 25, 2008 pukul 1:17 pm |
Assalamualaikum, Saat ini saya sedang mencari-cari peluang usaha yg dapat dikerjakan dirumah tapi terbentur ide kira2 usaha apa yg dapat kami lakukan, rumah kami walau bukan jalan raya tapi ramai dilewati kendaraaan baik motor maupun mobil, sebaiknya saya usaha apa ya? mohon masukan dari Fuad atau rekan2. atau mungkin ada yang mau kerjasama dengan kami, kami tinggal di Cikarang baru, Jl. Rusa I No. 100. didepan rumah kami ada sekolah TK Islam. Thanks
Februari 25, 2008 pukul 1:40 pm |
Wa’alaikum salam Wr Wb
@ Yana
Modal untuk sewa tergantung lokasinya Pak. Bpk bisa survei disekitar lokasi kira2 tarif sewa untuk toko yang sama berapa. nanti informasi spt ini bisa digunakan untuk negosiasi harga sewa. Dalam satu lokasi bisa saja terjadi perbedaan harga sewa karena berbeda tingkat strategisnya
Untuk memulai usaha yang tepat adalah saat ini, karena besok tidak pernah akan datang.
@ Martin
Sebenarnya yang tahu persis potensinya ya Pak Martin Sendiri. Coba tengak-tengok kanan-kiri-depan-belakang usaha apa saja yang sudah jalan dan cari juga pembanding di perumahan lain, di lokasi yg mirip dg lokasi Pak Martin ada usaha apa saja disana. Kalau kira2 ada yang unik dan menarik coba saja ditiru.
Biasanya sich kalau di dekat sekolahan yang cepat laris adalah jajanan. Tapi tidak menjamin lho karena di beberapa sekolahan melarang anak muridnya jajan. Atau coba bidik ibu-ibu atau orang-orang yang mengantar anaknya ke sekolah, bisa jualan makanan, voucher HP, dll.
Semoga cepat dimulai usahanya ya Pak, sebelum ide-ide dan semangatnya menguap…
Salam
FM
Maret 24, 2008 pukul 4:39 pm |
Horas…
Bapak Fuad yang terhormat, saya mau tanyakan,
1. saya punya lahan (sawah dan masih tergenang air) selama ini dipake orang untuk kolam. seluas 1 hektar
pertanyaan saya, saya ingin mengembangkan usaha disana tapi usaha apa kira kira yang bisa saya jalankan disana dengan modal yang tidak begitu besar (rendah) dimana sawah tersebut persis dipinggiran jalan (lintas antar kota) dan disebelah kirinya terdapat SPBU.
2. saya memiliki ruko (3 lantai) dan selama ini dipergunakan untuk usaha wartel (hampir dalam sehari hanya maks 50/hr), rokok, aqua galon dan gas serta fhoto copy. tapi terus terang pak, usaha ini agak mandet dan tidak jalan dengan baik,
perlu bapak ketahui disamping (dan hampir rata rata) ruko yang ada di sepanjang jalan ini adalah jual beli atau tukar tambah mobil (showroom) kira kira usaha apa yang dapat saya jalankan disini ya pah
3. saya mempunyai modal sedikit untuk buka usaha disamping sebuah hotel berbintang 5, kira kira usaha apa yang dapat saya jalankan disana ya pak. Hotel ini akan beroperasi sekitar pertengahan tahun dan di jantung pusat kota.
terima kasih sebelumnya Pak
salam
mama tessa
Maret 25, 2008 pukul 1:23 pm |
Horas mama tessa
1. Wah kalau ditanya detil usaha apa yang cocok, saya bukan penerawang Bu, sehingga tidak bisa dg info yg sedikit bisa memberi jawaban yang pasti. Sebenarnya Ibu sendiri yang bisa melihat peluang apa yang cocok di situ.
Kalau sepintas lalu saja sich yang terpikir oleh saya adalah usaha perikanan. Kan selama ini sudah dijadikan kolam tinggal di seriusin saja. Kalau usaha lainnya silahkan Ibu sendiri yang memilih.
2. Usaha yang sudah jalan coba diteliti kembali, kenapa blm bisa memberikan hasil yang optimal. Sebelum memutuskan pindah haluan, dg mengetahui kekurangan usaha sekarang setidaknya bisa banyak kemungkinannya. Mungkin usaha masih bisa diselamatkan dan bisa ditingkatkan kinerjanya dengan memperbaiki kelemahan2nya. Untuk jual beli aqua dan gas silahkan belajar dg Pak Bambang Triwoko di http://betigaklaten.wordpress.com/
Kemungkinan lain, dengan mengetahui kekurangan usaha saat ini, kalaupun harus ganti haluan sudah punya bekal ilmu tambahan agar tidak terulang kesalahan yg sama di usaha yg berbeda.
Kalau memang usaha showroom di tempat Ibu masih prospektif, bisa dicoba kerja sama dengan showroom yang lain, paling tidak pasti ada showroom lain yang butuh lahan tambahan, tinggal diatur kerja samanya.
3. Kalau di pusat kota, tinggal sesuikan saja Bu dengan situasi di sekitar lokasi yang Ibu punya. Saya pikir kalau di tengah kota, peluang dan jenis usaha yg bisa digarap bisa lebih banyak. Dengan banyaknya pilihan, Ibu akan lebih fleksibel menentukan pilihan2 yg sesuai dg kondisi Ibu.
Selamat berkarya
Fuad Muftie
April 1, 2008 pukul 11:36 am |
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Pak Fuad, saya punyak toko kelontongan dengan luas bangunan 80m2, tapi juga menyediakan ATK, Mainan, dll. tapi permasalahannya kami terbentur pada masalah modal yang sangat kecil sehingga stok kamipun sedikit. kalau ada suntikan dana misalnya 10 juta dan kami belikan barang, tapi pada saat barang habis kami tidak bisa lagi membeli barang tersebut, artinya uangnya nggak kelihatan, kami sadar mungkin ini masalah memanage pemasukan karena terus terang beberapa dari pemasukan itu kami pakai juga untuk keperluan sekolah anak-anak. Mungkin bapak bisa memberikan solusi yang terbaik bagaimana memanage pemasukan tersebut sehingga kelihatan dan semakin hari semakin meningkat. Terus terang selama ini keadaan toko kami semakin lama semakin menurun, sedangkan utang kami belum terbayar.
Terima kasih atas kerjasamanya
April 2, 2008 pukul 4:53 pm |
untuk Bu Sri, mau urun rembug.
warungnya masih buka Bu? Tempat makan, di manapun lokasinya, akan dikunjungi orang jika memiliki kelebihan. Apakah kelebihannya berupa lezatnya masakan, murahnya harga, keramahan layanan, dan sebagainya. Namun yang paling penting menurut saya adalah pada rasa, meski faktor lain tak boleh diabaikan.
Bu Sri, jika masakan Anda selama ini biasa-biasa saja, tak ada salahnya belajar dan mencoba berbagai resep. Anda bisa mendapatkannya dari berbagai bahan bacaan.
Akan lebih baik lagi bila Anda memiliki menu khas yang bisa menjadi unggulan. Perlahan-lahan, insyaAllah warung Anda akan menjadi bahan pembicaraan dan rujukan orang.
Demikian, semoga membantu.
April 3, 2008 pukul 10:11 am |
@ Muhammad Taufiq
Bapak sudah sadar akan kekeliruan atau kesalahan manajemen toko. Solusinya ya perbaiki manajemennya Pak. Salah satu caranya Bapak harus membatasi pengambilan uang perusahaan (toko) untuk keperluan pribadi. Caranya Bapak harus menganggap diri Bpk sebagai karyawan sehingga hanya berhak mengambil uang perusahaan berupa gaji. Jadinya Bp mengambil uang perusahaan sebagai gaji layaknya karyawan.
Harus disiplin diri, tidak melebihi quato yg Bp tentukan sendiri. Sesuaikan kemampuan toko untuk menggaji Bp. misal Kalau keuntungan sebulan bisa 5 juta, usahakan gaji yg diambil tidak lebih dari keuntungan tsb.
Kalau bisa sekecil mungkin (secukupnya) menggambil gaji, sehingga sisa keuntungan bisa diputar kembali untuk modal sehingga usaha bisa berkembang.
@ ys
Terimakasih Pak masukannya semoga bermanfaat bagi Bu Sri maupun rekan yg lainnya yg punya usaha serupa.
Wassalam
Fuad Muftie
April 25, 2008 pukul 4:28 pm |
Assalamualaikum,
Pak Fuad, saya ingin bertanya saat ini bapak kan bergerak dalam usaha jilbab nah yang ingin saya tanyakan apakah usaha bapak yang sekarang ini bisa untuk sistem konsinyasi. Maksudnya karena saya saat ini ingin mencoba berbisnis tapi tidak memiliki modal dan belom memiliki toko, maka saya berniat untuk menjualnya by personal, maksudnya kepada temen, sodara, tetangga, secara mouth by mouth
April 25, 2008 pukul 4:40 pm |
Wa’alikum salam Wr Wb
Bu Kristiana, selama ini banyak member di toko saya yang berjualan secara personal (direct selling / mouth by mouth). Sistem yang kami pakai bukan dengan konsinyasi. Tapi Ibu tetap beli dulu di tempat kami, dan kalau ternyata barang yang dibeli tidak laku, boleh ditukar dengan produk yang lain.
Silahkan mampir ke toko kami, dan boleh berdiskusi dengan istri saya atau penjaga toko untuk sistem jual beli dan harga khusus bagi yang beli untuk dijual lagi.
Wassalam
Fuad Muftie
Juni 4, 2008 pukul 3:24 pm |
Assalamu alaikum bang fuad….
senang membaca blog Anda. memberikan inspriasi untuk membuka usaha.
sekedar informasi saya juga membuka USAHA berupa warnet di perumahan. alasannya karena di perumahan itu banyak anak sekolah dan mahasiswa yang tentu membutuhkAN warnet. apalagi saat ini anak sekolah sudah diwajibkan untuk mengetahui tentang internet bahkan banyak tugas darisekolah mereka yang harus dicari dari internet. intinya…PEKA TERHADAP PELUANG dan jadikan peluiang itu sebaga iLADANG USAHA….
sampai sekarang masih berjkalan.dan alhamdulillah lancar. mohon doanya ya bang fuAD….
wassalam
rahman
Juni 5, 2008 pukul 10:24 am |
Wa’alaikum salam
Pak Rahman, terimakasih sudah mampir di sini. Saya ikut bahagia dengan keberhasilan Bapak menjalankan usaha Warnet. Mudah2an banyak memberi kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses berbagai informasi.
Semoga usahanya selalu lancar dan barokah.
Wassalam
FM
Juli 16, 2008 pukul 7:58 pm |
asalamualaikum..
pak saya mau buka usaha di perumahan yang masih baru
saya pun juga baru menempatinya..
saya dan istri sama2 bekerja
dan baru memiliki seorang bayi
kira2 apa yang bisa saya kerjakan dengan kondisi seperti tersebut..
waasalamualaikum
Juli 18, 2008 pukul 2:15 pm |
Wa’alaikum salam Wr Wb
Prinsipnya sich usaha apa saja untuk memenuhi kebutuhan para penghuni baru di perumahan tersebut sangat potensial dan prospektif. Mulai saja inventarisis dari kebutuhan yang pokok: jual beli sembako, gas, barang elektronika, voucher, bahan bangunan, air minum, dll Banyak sekali kan.
Tinggal bagaimana kesiapan Anda dan keluarga Anda. Adakah yang bisa mengelola selagi anda dan istri anda bekerja?
Kalau mau yang simple dan mudah bisa saja buka usaha voucher HP. Modal tidak terlalu banyak dan pasti dibutuhkan banyak orang. Tinggal lihat bagaimana persaingan di dekat Anda. Apalagi kalau penjualannya diserahkan pada orang lain, relatif lebih mudah mengawasinya.
Semoga bisa membantu
FM
Agustus 16, 2008 pukul 6:02 pm |
assalamu’alaikum Pak Fuad..
Alhamdulillah sejak 2 minggu yang lalu di rumah kami sdh online internet, so sudah 2 minggu pula saya jalan-jalan di blognya Pak Fuad. Saya jadi terinspirasi dari banyak teman2 di atas yang sudah mulai menjalankan bisnisnya. InsyaAllah saya akan memulai usaha home industri yg menghasilkan bed cover, sprei, baby bedding, dan sheet2 lain yg biasanya digandrungi ibu2 seperti saya. Meskipun saya tidak prnah bersentuhan lgs dengan mesin jahit & teman2 nya (sebenarnya saya juga suka menjahit, nah lho! hehehehe ) , namun saya mencoba bersinergi dengan tetangga perumahan saya yg telah lama menggeluti dunia perjahitan tapi msh bingung bgm memasarkannya.
So, saya yang daah lama banget (8 taonan) gandrung dengan dunia per online-an menawarkan tetangga saya tersebut untuk memasarkan di toko online. Alhamdulillah setelah presentasi saya selama berjam-jam mengenai toko online (plus demonstrasi ), akhirnya saya dan tetangga saya sepakat untuk bekerjasama mendirikan sebuah toko ( Saat ini saya sedang persiapkan toko online nya)… Rekan saya tersebut bagian produksi, dan saya bagian pemasaran plus bagian litbang ( istilah saya .. hehehehehe) yang memberikan ide2 dan mencari inovasi2 baru.
Begitu lah ceritanya Pak Fuad, 2 minggu ini merupakan waktu yg menurut saya sangat menakjubkan….dari terinspirasi… akirnya memberanikan diri!
Salam kenal dan salam Funtastik buat pak fuad dan teman2..
Aira – Malang
Agustus 17, 2008 pukul 11:04 am |
Wa’alaikum salam Wr Wb
Terimakasih sharing-nya Bu, sangat inspiratif dan ide yang sangat brilian. Karena memang banyak produsen yang ahli dalam membuat produk, tapi masih lemah dalam pemasaran. kalau Ibu bisa membantu pemasarannya pasti mereka akan senang. Karena bisa fokus di produksi saja sesuai keahliannya.
Apalagi Ibu bisa mengonlinekan pasti sangat besar peluangnya. Tidak hanya pembeli domestik tapi juga dari manca negara.
Saya sendiri masih belajar di online marketing Bu. Meskipun sudah punya blog sendiri tapi saya blm bisa berjualan online secara serius. Dari blog saya saja sudah ada pembeli dari luar negeri yg menanyakan produk di toko saya. Cuma ya karena belum serius jadi blm tergarap dg bagus.
Nah kalau Ibu bisa fokus di pemasaran online, pasti hasilnya lebih bagus . Mudah-mudahan…
Wassalam
Fuad Muftie
Agustus 20, 2008 pukul 11:43 am |
Saya jg tinggal di perumahan di semarang. 2 tahun yang lalu saya buka usaha Salon kecantikan di rumah. pada awalnya salon kami ramai sekali krena blm banyak kompetitor. waktu itu hanya ada 3 salon untuk perumahan seluaas -/+ 4000 M2. tapi sekarng sudah ada sekitar 25 salon yang mengikuti usaha saya. kebetulan letak rmh saya kurang strategis. jadi sedikit demi sedikit pelanggan kami lari dari kami dengan alasan ada salon yg lebih dekat dengan rumah mereka… setelah 2 tahun berlalu aku memutuskan untuk menyewa sebuah ruko di tengah kota. pada awalnya memang sangat berat. karena saya belum tahu prospek di tempat baru dg biaya sewa yang relatif tinggi. dan alhamdullilah sekarang semua terasa enteng… karena saya pasrah pada yang Maha Kuasa dan Alhamdullilah pelanggan saya di tempat baru lumayan banyak. salam (email: titagayabersama [@] gmail.com Blog: gayasalon.blogspot.com )
Agustus 21, 2008 pukul 1:43 pm |
Bu Wiwith
Terimakasih Bu, sungguh suatu pelajaran yang sangat berharga. Berkah dari persaingan Ibu bisa keluar dan mudah2an tambah besar lagi setelah keluar dari persaingan di perumahan.
Sukses selalu ya Bu Mudah2an salonnya tambah laris manis tanjung kimpul…. dan senantiasa barokah.
Fuad Muftie
September 1, 2008 pukul 2:40 pm |
Pak, kalau saya suka sekali makan bakso dan ingin coba berusaha membuat dan menjual bakso kiloan dari rumah bagaimana ya Pak? Saya belum pernah menjual bakso, bikin sendiri sih sudah pernah dan kadang2 berhasil kadang gagal. Saya ingin berusaha menjual makanan dari rumah, dengan brosur yang disebarkan ke tetangga2 sekitar lingkungan rumah, untuk menopang kehidupan sehari2. Maklum Pak, kalau hanya mengandalkan hobi menulis saya selama ini rasanya masih kurang ada kepastian.
September 4, 2008 pukul 1:55 pm |
Bu Vani
Menurut saya pribadi ya Bu, bisnis makanan harus bisa membuat “kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya… terus jadi pelanggan”. Saya pribadi belum punya pengalaman bisnis kuliner, tapi orang tua saya dan mertua saya sudah berpengalaman.
Katanya sich awalnya memang berat, harus bisa membuat menu yang rasanya pass dulu. Kalau baru buka sudah ketahuan rasanya nggak enak, pasti ditinggalkan. Kalau rasa pertama sudah enak, mudah2an lebih gampang menggaet pelanggan baru.
Mungkin kalau ibu minatnya di bakso, sekarang fokuskan untuk membuat rasa bakso yang paling enak sedunia. kalau sudah dapat resepnya baru disebarluaskan lewat brosur, titip jual, supermarket, dll.
Semoga sukses usaha baksonya ya Bu. Usaha bakso…. nggak ada matinye…
Fuad Muftie
Oktober 7, 2008 pukul 2:08 pm |
Assalamu’alaikum, Pa Fuad.
Salam kenal, Alhamdullillah…setelah mencari-cari di beberapa situs dan blog dan akhirnya saya dapat blogspot Pa’ Fuad yang penuh inspirasi.
begini Pak Fuad … ceritanya sama seperti teman teman diatas yang sudah curhat ke Pa’ Fuad,
Saya seorang karyawan swasta di Purwakarta, dan saya tinggal di perumahan,selama ini saya sudah merasa tidak ada tantangan lagi dalam berkerja dan saya punya keinginan untuk beralih profesi untuk membuaka usaha , tapi saya masih bingung untuk menentukan bisnis apa yang akan saya jalani… karena banyak sekali keinginan, ..
Pa’ Fuad… saya tertarik untuk membuka usaha di webside tapi bagaimana caranya?
dan saya mohon masukan dari pak Fuad.
terima kasih sebelumnya.
salam … Burry. (081314218810)
note : salam buat keluarga ya…
Oktober 14, 2008 pukul 2:44 pm |
Wa’alaikum salam Wr Wb
He.. he.. he.. Bapak mah sudah hebat atuh, sudah banyak keinginan, tinggal dipilah-pilah dan dipilih-piliha saja kan. Diantara banyak pilihan dan keinginan pasti ada satu yang paling-paling-paling diinginkan dan diminati, nah mulai saja dari situ.
Kalau membuka usaha lewat website, saya sendiri belum punya banyak pengalaman Pak, saya masih belajar dan belum banyak praktek, masih fokus di toko offline-nya dulu, masih banyak yg mesti dibenahi, he.. he.. he.. Jadinya ya mohon maaf kalau saya belum bisa bercerita banyak ttg bisnis online lewat website.
Tapi setahu saya sudah banyak sekali blog, website baik gratisan maupun yg berbayar yang mengajarkan ttg bisnis online.
FM
Desember 15, 2008 pukul 8:53 pm |
sy seorang wirausahawan ini sedang belajar buat blog sederhana berisi beberapa ide peluang usaha mudah n halal di rumah dengan peralatan yg kita miliki (mengoptimalkan perabot)
=====
[Fuad Muftie]
Terimakasih Pak Danang, semoga blognya terus berkembang.
Januari 29, 2009 pukul 12:23 pm |
salam.
pak saya tertarik untuk berwirausah, namun saya terkendala modal,
ajarkan dong pak cara membuat proposal yang bagus.
dan juga apakah bapak tahu mengenai tempat/orang/lembaga yang bisa dikirimi proposal?
terima kasih.
mohon dibalas….
======
[Fuad Muftie]
Proposal bisnis yang bagus:
- rajin sholat
- rajin shodaqoh
- rajin berdo’a
- mulai saja bisnis dari yang kecil, dari yang mudah, dari yang bisa dikerjain, dari yang bisa dijangkau, dari yang anda tahu ilmunya, dari yang bisa dikelola, dan dari sekarang juga
Februari 13, 2009 pukul 9:40 am |
Pak Fuad yth,
saya senang bisa berkenalan dengan forum ini, permasalahan saya dalam memulai usaha itu adalah hal pokok yang menjadi hambatan. Pertama saya telah melihat peluang2 usaha di lokasi kerja saya yaitu membuka Rumah Makan yang murah, enak dan bersih. tetapi yang menjadi permasalahan adalah sewa tempat yang sangat tinggi sedangkan modal hanya pas-pasan. kalau meminjam uang ke bank saya tidak berani karena bisa saja tidak ada keuntungan dari usaha dengan meminjam modal.
gimana kiranya Pak jalan keluar yang harus saya ambil.
salam
Elfian
=====
[Fuad Mufti]
jalan keluarnya, mulai saja dari yang termudah buat Anda, hitung-hitungan untung rugi sebelum buka, tidak akan pernah sama dengan kenyataan di lapangan. Kalau sewa mahal, bisakah tanpa perlu sewa. Nitip jual misalnya, atau sistem catering saja, orang lain order dulu, baru besok dibawain makanan sesuai pesanan.
Atau gunakan ternaga orang lain (karyawan) untuk berkeliling menjajakan makanannya, sehingga tidak perlu keluar sewa.
Untuk utang bank, saya tidak menyarankan bagi yang baru mau buka usaha tanpa adanya kepastian kita bisa mencicilnya. Kalau anda yakin bisa mencicil, ya silahkan saja.
Februari 24, 2009 pukul 3:55 pm |
pak fuad yth,
usaha saya di bid jasa photocopy+rental computer,sdh berjalan 6bln, tnyata respon dr masyarakat bagus&mendukung tapi daya beli msyarakat msh kurang. krn tmpt usaha saya tidak dekat sekolahan besar hanya bbrp SD,desa. yang ingin saya tanyakan bgm caranya meningkatkan usaha saya itu dengan posisi tempat spt ini?? , posisi saya skrg: kontrak rumah 1thn.Pendapatan saya masih standar aja, blm ada peningkatan smp skrg.
=====
[Fuad Muftie]
kalau sudah ada respon bagus dari masyarakat, menurut saya bisa dikembangkan dengan memberi layanan yang benar2 dibutuhkan masyarakat sesuai daya belinya. Bisa saja dengan menjual produk lain yg tidak terkait secara langsung dg fotokopi & komputer, bisa saja bikin semacam kantin, atau jual sembako. Pokoknya apa yg dibutuhkan masyarakat bisa disediakan, jadi tiap hari bisa ada cash flow yg masuk. Bisa juga dg produk yg masih agak berkaitan spt jasa cetak foto, jual peralatan sekolah, seragam, peralatan pramuka, dll.
Di daerah saya lahir (wonosobo) banyak yg seperti ini, jadi melayani fotokopi, pass foto, atk, charter mobil, mainan anak2, minyak / gas, seragam, semuanya dijual. Kayaknya yang penting laku dan saling melengkapi dan biar cash flow terus mengalir.
Maret 8, 2009 pukul 6:40 pm |
pak saya mau tanya,bagaimana kiatnya membuka usaha?
nuwun
======
[Fuad Muftie]
Kiatnya baca dulu blog saya dari awal ya Pak, nanti akan banyak ketemu tips sesuai yg saya alami.
Silahkan klik dari sini : http://fuadmuftie.wordpress.com/2006/11/
Maret 23, 2009 pukul 2:13 pm |
Assalaama’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah saya sempat membuka blog bapak, dan itu semakin membangkitkan minat saya untuk usaha sendiri. Untuk bapak ketahui, saat ini saya masih bekerja di perusahaan Industri perikanan di JKT sebagai staff Logistik. Saya banyak berhubungan dengan suplier. Kira2 usaha apa yg cocok dengan pekerjaan yg saya geluti saat ini. Saya sangat berminat untuk menjadi seorang broker, tapi yg menjadi kendala utama adalah mengenai permodalan. Bagaimana menurut bapak untuk mensiasati hal ini.
Saat ini saya juga ada usaha sambilan yg saya jalankan bersama-sama dengan saudara saya dan tentunya hitungan labapun masih berdasarkan rasa persaudaraan (saling percaya). Tapi semakin usaha semakin berkembang, saya khawatir akan terjadi perselisihan. Bagaimana mensiasati laporan keuangan supaya tidak timbul perasaan tidak dipercaya?
April 21, 2009 pukul 2:09 pm |
Assalamualaikum wr.wb
pertama saya haturkan puji syukur kehadirat allah swt yang telah memberikan jalan untuk bisa bersilaturrahmi dengan pak Fuad.Perkenalkan nama saya aca sujana umur 26 tahun, saya tinggal di bandung, pekerjaan sehari-hari hanya sebagai penjaga masjid (khodam/marbot ) di sebuah komplek perumahan. Saat ini saya telah berkeluarga mempunyai istri dan 1 anak yang masih berusia 5 bulan.Saat ini saya punya masalah, Penghasilan yang saya dapat dari gaji bulanan sebagai penjaga masjid tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.Di tambah istri dan anak ikut bersama say a di masjid. kami tinggal di ruangan kecil di samping masjid yang disediakan oleh pengurus DKM. Saya sangat kasihan sama anak dan istri saya, karena belum bisa memberikan tempat tinggal yang layak bagi mereka.Alhamdulillah, sekarang untuk menutupi kekurangan kebutuhan sehari-hari saya dan istri mengajar privat ngaji dan ngajar TPA di masjid.
Saat ini saya punya rencana akan menyewa rumah di komplek perumahan yang tidak jauh dari masjid tempat saya bekerja. Rencananya, selain rumah itu sebgai tempat tinggal juga sebagai tempat usaha.tapi kendalanya saya tidak punya banyak modal untuk usaha, hanya cukup untuk sewa rumah selama 1 tahun yang harganya 7jt/tahun. Rencana usaha saya adalah produksi telor asin, aneka pepes ikan, jualan kelinci di perumahan dan privat ngaji/BIMBEL. saya minta saran dari bapak : 1. apakah rencana saya tidak muluk-muluk? 2. apakah saya bisa memulai usaha dengan beberapa macam produk yang berbeda sekaligus? 3. Apa solusi terbaik bagi saya ?
Terima kasih atas perhatiannya
aca sujana
e-mail : acasujana@ymail.com
April 22, 2009 pukul 3:42 pm |
syukron pak fuad, atas jawabanya yang cepat bapak respon. mudah-mudahan silaturrahmi kita akan terus berjalan. Insyaallah saya akan bulatkan tekad untuk bisa memulai rencana ini. mohon doanya.
April 23, 2009 pukul 5:04 pm |
menarik dan bermanfaat.
April 28, 2009 pukul 3:53 pm |
ass, pak fuad setelah saya membaca dari bpk,menambah semangat utk belajar melangkah ke bidang usaha yg saya inginkan dan yg tadi nya takut dan takut bangkrut,padahal belum mulai, yg saya inginkan itu buka warung makan,salon dan butik dari tiga jenis usaha tsb semoga bisa berjalan dan terlaksana, jadi mohon penjelasannya apa yang harus di persiapkan dan resep/trik apa yg telah bpk fuad alami, sehingga usaha tsb yg akan di jalani. bisa benar benar terbukti utk berani melangkah dan melakukan impiannya di forum usaha.walau modal kecil semoga dengan banyak masukan dari pak fuad. benar benar jadi bisa besar, walau akan mendapat rintangan yg harus di hadapi.sebelum dan sesudahnya saya haturkan terimakasih semoga segala kebaikannya di balas sama yang maha kaya raya baik dibumi maupun di langit beserta isinya.(Allah SWT).amin.
Juli 7, 2009 pukul 7:56 pm |
Salam kenal semuanya, saat ini saya sedang bingung untuk buka usaha. rumah saya deket pasar. sedangkan semuah usaha sudah ada semua dan komplit. mohon pencerahanya tuk kawan2 semua. terimakasih sebelumnya. wasalam.
Juli 14, 2009 pukul 3:56 pm |
Ass. Wr. Wb.
Bagi bapak2/ibu2 yang membutuhkan supplier untuk baju dan perlengkapan bayi serta produk2 fashion (pria/wanita) dengan harga super sale (mulai harga ribuan/belasan ribu) dapat menghubungi saya lewat email di the_first_dede@yahoo.co.id
bagi yang ingin mengajukan proposal kerjasama dapat pula mengajukan ke alamat email dimaksud….
terimakasih kepada fuadmuftie atas kesempatan yang diberikan….. Wassalamualaikum. Wr.Wb
Juli 18, 2009 pukul 5:53 pm |
Assalamualaikum…
Akhirnya ketemu jg site tmpt berbagi.
Begini Pak Fuad,
Kami pasangan muda yg sama2 bekerja diperusahaan yg sama.
Saat ini gaji lebih dari cukup utk memenuhi kebutuhan hidup kami berdua.
Akhir2 ini terniat utk membuka sebuah usaha.
Rencananya, saya akan buka usaha servis hp & alat2 elektronik rumah tangga.
Disamping itu jg menjual pulsa serta aksesoris hp & alat2 elektronik.
Sebagai modal, rencananya kami akan menjual lahan yg nilainya sekitar 35jt.
Memang, hobby saya utak-atik alat2 elektronik, baik itu memperbaiki atwpun merakit sistem audio, servis2 ringan Hp pun sering saya lakukan.
Berbanding jauh dgn pekerjaan yg saat ini saya jalani sebagai tenaga administrasi di perusahaan kontraktor, hehe…
Pertanyaan saya;
-apakah saya terlalu ceroboh jika memulai usaha itu & keluar dr pekerjaan?
Mengingat saat ini istri tengah hamil muda & bbrp bulan lg tentu akan stop dr pekerjaannya?
-Apakah usaha yg akan saya buka cocok dg diri saya & bisa dipadukan dalam suatu tmpt?
Mengingat ditempat saya servis spt itu masih langka.
-Cukupkah modal saya?
Mohon solusi & pencerahannya Pak…
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
Agustus 8, 2009 pukul 6:13 pm |
saya udah banyak usaha yg jalankan
dr kios,kampasan,warnet
selalu gagal
apa yg harus sy lakukan skr
bnyk modal yg sudah sy keluarkan
kayaknya titik terang tdk pernah sy temukan
solusi gimana ya
sy udah putus asa
Agustus 11, 2009 pukul 1:08 am |
Pak, to the point aja…
saya mau bertanya , bagaimana cara meningkatkan omset jualan pakain muslim, sekarang saya masih kecil-kecil tapi ingin masuk ke grosira,terima kasih
Agustus 25, 2009 pukul 2:33 pm |
assalamualaikum
pak saya anna seorang mahasiswa,,saya pengen buka usaha counter pulsa di rumah,kebetulan di rumah ada toko yang g dipake lagi,saya bingung bagaimana caranya y pak?bisa g tolong dibuatin rincian modal yang harus sy keluarkan…sy pengen punya usaha sendiri dengan modal sendiri..terima kasih
September 12, 2009 pukul 3:37 am |
@ina
sama. saya juga udah kesana kemari buka ini itu, sampe sekarang udah nggak ada modal lagi. sekarang saya mau pinjam lagi sama orang tua dan ada sekitar 15 – 25 jt dan saya masih muter-muter nih mau cari usaha yang sayanya tidak ingin gagal lagi.
ada yang bisa bantu, saya sekarang nggak punya tempat tinggal tetap, balek ikut orang tua, kota yang ingin saya tuju untuk buka usaha, di Padangsidimpuan, Tanjung Morawa, Lubuk Pakam, Suram(riau), Batang Toru(kampung) dan sibolga
September 29, 2009 pukul 4:25 pm |
“Tetap Semangat….!!!”
September 30, 2009 pukul 10:07 am |
dh ,
pagi pak Fuad
kasus saya sama dgn pa’MA….
saya juga tinggal di perumahan , dan pingin buka usaha , tapi
ga tahu mau usaha apa…masalah nya sy dan kel … tidak punya
kelebihan khusus….ide saya ingin buka usaha , supaya sy punya banyak waktu di rumah bersama keluarga dan tidak tergantung/terikat sama orang lain…….sekarang sy masih karyawan salah satu perusahaan swasta .. tapi rasanya sy ingin mandiri dan punya usaha sendiri..??
terima kasih/ikhsan
September 30, 2009 pukul 3:30 pm |
Selamat sore Pak Fuad,
saya mau nanya…kalo untuk buka usaha di rumah itu, bentuk usaha apa yang paling cocok..? apakah sebagai perusahaan perorangan atau cv? yang kedua bagai mana mendapatkan izin supa rumah saya bisa di jadikan tempat usaha? terima kasih atas bantuanya.
salam,
Bob
Oktober 1, 2009 pukul 9:19 am |
Saya sebenarnya belum pada tingkatan memberi saran kepada bapak MA, karena saya juga masih dalam tahap pengembangan. Namun mungkin apa yang saya alami bisa menjadi inspirasi bapak atau buat yang lainnya.
Menjadi pengusaha / berusaha mencukupi kebutuhan hidup sebenarnya tidak terlintas pada pikiran saya. saya sebelumnya bekerja sebagai staff pada sebuah perusahaan multi nasional, sampai pada suatu saat dimana perusahaan saya tutup karena krismon dan dilanjutkan oleh perusahaan lokal . Karir sebenarnya ada disana, tapi tekanan yang saya rasakan terlampau beratlah yang membuat saya memutuskan untuk resign setelah 10 tahun kerja didalamnya.
Walaupun itu satu keputusan berat, namun dengan niat kuat dan keyakinan akan kebesaran TUHAN sebagai YAA WAHABU ( Pemberi dan Penguasa Rezeki) ditambah ucapan BISSMILLAHHIR ROHMAN NIR ROHHIM saya putuskan BERHENTI pada waktu itu.
Sekarang saya punya sebuah TOKO on line plus 2 RUMAH SPREI di kota sidoarjo, masing masing di perumahan yang berbeda. Yang satu sudah jalan (SURYA ASRI 1) dan saya berharap yang kedua demikian juga nantinya (KAHURIPAN NIRWANA VILLAGE). Semoga..
Salam sukses selalu,
EKOALEX
Oktober 27, 2009 pukul 1:38 pm |
Assalamu’alaikum pak Fuad
salam kenal, nama saya saepudin
saya ada permasalahan dalam membangun sebuah usaha saya, sudah hampir 1 tahun saya mencari modal untuk saya buka usaha namun sampai sekarang belum dapat juga. mohon bantuannya pa.
saepudin
nusarae@yahoo.co.id
Oktober 28, 2009 pukul 2:29 pm |
Assalamu’alaikum pak Fuad,
Saya seorang ibu PNS, dan suami saya seorang pegawai swasta dengan penghasilan kecil. Saya ingin merintis usaha penjualan tabung gas kecil dan aqua dengan menitipkan kepada beberapa warung kecil (@ 3 tabung dan 3 galon perhari) dengan sistem bagi hasil karena modal baru ada 2 juta. Kira-kira berapa perbandingan laba yang harus dibagi dengan warung tersebut kalau saya hanya menyetor tabung dan aqua (supply) dan mereka yang m,enjualkan, bagaimana menurut pak Fuad. Mohon bimbingannya
Terimakasih
Wassalamu’alaikum wrwb
November 11, 2009 pukul 8:30 am |
Assalamualikum wr wb.pak fuad
Saya adalah pegawai koperasi sbg tenaga accounting.Saat ini saya sangat ingin sekali membuka usaha dirumah.saya sudah mengambil rumah secara kredit.namun untuk membuka usaha sepertinya belum punya modal.modal saya mungkin hanya tempat tinggal saya saat ini yang letak strategis di pinggir jalan utama di perumahan saya.saya berniat membuka usaha salon untuk istri saya karena istri saya menyukai jenis usaha itu, karena yang pernah bapak katakan ialah Untuk memilih jenis usaha mana yang cocok buat kita, rumusnya : pilih bidang yangpaling Bapak minati, sukai, gemari, cintai, dan syukur-syukur paling dikuasai.adakah referensi bapak atau kenalan atau pengusaha salon manapun yang mau bekerja sama dengan saya.terus terang saya kesulitan dalam hal modal, namun untuk masalah tempat yang strategis saya berani jamin bahwa lokasi yang saya tempati ini sangat berpeluang.mohon bantuanya bagi siapapun yang mau bekerja sama dan bagaimana sistemnya silakan hubungi saya di no:081574363536 atau 083894092939.atas segala perhatiaannya saya ucapkan banyak terima kasih.
November 26, 2009 pukul 12:58 pm |
pak saya mau minta saran nich…gini saya kan suka buat kerajinan kemudian sayaa ingin menitipkannya diswalayan tapi saya tidak tahu caranya…terimakasih
Desember 3, 2009 pukul 6:51 pm |
jadi intinya lakukan analisis subsidi silang ya pak kalo emang kepentok bgtz pngen usaha apa !! di saat melakukan analisis tersebut kira2nya berapa sample yang kuat untuk dijadikan pegangan dalam mengambil sebuah keputusan ??? namun pak dalam menganalisa sample2 tersebut kan situasi dari sample tersebut berbeda-beda pak’ gmn tu untuk menentukanya?? terima kasih pak..
Desember 22, 2009 pukul 8:24 pm |
Maaf pak jangan dibikin rumit atuh kalau mau buka usaha. Saya sendiri pusing denger kata sample-sample begitu. Pakai analisa seadanya saja lah, gunakan intuisi sudah cukup menurut saya kalau baru merintis usaha. Lakukan langkah kecil dulu untuk mengetahui langkah besar berikutnya. Cara simplenya gini Pak. Ada dua orang yang mau buka usaha yang sama di tempat yang sama, dengan modal yang kira-kira sama. Satu orang lulusan SD dan satu lulusan Sarjana Statistik. Kira-kira mana duluan yang cepat buka usahanya???
Wassalam
Desember 4, 2009 pukul 3:42 pm |
Salam kenal Pak Fuad,
Nama saya hendi, sehari-hari saya bekerja di salah satu rumah sakit swasta di tangerang. To the point aja, pak… Sejak 2 bulan terakhir ini saya berjualan bubur di perumahan tempat saya tinggal, tetapi karena saya dan istri masih berstatus karyawan saya tidak bisa berjualan setiap hari. Ada kendala yang saya hadapi ketika mulai berfikir menyerahkan dagangan kepada orang lain. Bagaimana cara menghitung porsi yang terjual ? Bagaimana sebaiknya sistem pembayaran upah kepada si penjual bubur nantinya? Barangkali Pak Fuad atau pengunjung blog ini ada yang berpengalaman dengan bisnis serupa walaupun tak sama. Sebagai informasi tambahan, perumahan kami adalah (bukan) Perumahan Elite sehingga saya tidak bisa berjualan dengan harga pasar, tetapi sedikit dibawah harga pasar.
Terima kasih kepada Pak Fuad atas blog yang inspiratif ini, semoga makin cemerlang.
Salam Funtastik
Desember 22, 2009 pukul 8:20 pm |
Salam kenal Pak Hendi, Semoga anda dimudahkan dalam menjalankan usahanya. Maaf saya blm pernah usaha beginian jadi nggak ada pengalaman. Cuma bisa nyaranin, kalau bisa Bpk pelajari konversi antara bahan baku, bahan pembantu, dan barang jadi. Jadi untuk membuat satu porsi bubur dibutuhkan berapa beras, berapa cakwe, barapa seledri, dll Dari situ paling tidak Bpk bisa tahu hitungan-hitungan berapa porsi yang terjual kalau bahan bakunya sekian banyak. Cari juga celah2 yg mungkin muncul seperti penjual menjual dg porsi yang sedikit-sedikit, sehingga bisa dicari penangkalnya.
Kalau upah, sebaiknya dikombinasi antara gaji dengan bonus. Gaji minimal untuk bisa menutupi biaya hidup si penjual, karena bgmanapun kita sudah minta dia invest waktu sama kita. Bonus2 untuk mendongkrak penghasilan dan usahakan sebanding dengan omset, agar pendapatan penjual bisa lebih dari UMR dan bisa semangat berjualan.
Untuk harga jual, jangan main-main dibawah harga pasar, sama saja bunuh diri. Kadang kita sendiri yang tidak pede, padahal pasar mau-mau saja membeli dengan harga pasar. Jadi test dulu apa bener tidak bisa menjual sebesar harga pasar atau lebih tinggi lagi. Sebagai pengusaha syah-syah saja koq mencari profit yang besar, asal baik jalannya. Nah gimana mau dapar profit kalau harga sudah diturunkan?
Semoga bermanfaat.
Desember 10, 2009 pukul 9:15 am |
Assalmualaikum.wr.wb
pak fuad, saya adl sorang ibu rumah tangga. Saya bekerja sebagai pengajar bhs inggris, karena pekerjaan saya itulah saya harus sering menggalkan rumah. saya punya keinginan untuk membuka usaha class skill bhs.inggris dan komputer dirumah, kebetulan kesukaan saya memang mengajar bhs.inggris dan komputer adl kegemaran suami saya,akantetapi lokasi rumah saya di gang kecil jalan buntu. Tp sekitar rumah saya banyak anak kos.
Langkah apa yang harus saya tempuh untuk memulai mewujudkan usaha saya?…………….
Bagaimana saya harus memasarkan usaha saya?………
Mohon saran dari pak fuad. Makasih sebelum dan sesudahnya pak.
Wassalam….:)
Desember 16, 2009 pukul 3:04 pm |
Kalau di rumah sudah ada ruangan untuk belajar, gang kecil dan jalan buntu bukan masalah Bu. Siapkan saja segala sesuatunya untuk mengajar di rumah, kurikulumnya, SOP-nya, peralatan, perlengkapannya, dll.
Yang penting bagaimana caranya mendatangkan calon peserta didik (customer) sehingga bisa datang ke rumah anda. Lakukan promosi yang memadai, dg brosur, menempel papan nama usaha di depan jalan (di depan gang), dll.. Promosikan ke sekolah-sekolah, ke lembaga pendidikan lain yang bukan pesaing, ke tempat2 kost-kostan, dll. Kalau di awal2 blm banyak yang datang, berikan layanan yang terbaik agar tercipta word of mouth (iklan dari mulut ke mulut).
InsyaAlloh dari sedikit pelanggan yang puas akan mendatangkan pelanggan lainnya yang lebih banyak lagi.
Jangan lupa, sisakan hasil keuntungan untuk membesarkan usaha sehingga bisa menyewa atau membeli tempat yang lebih representatif.
Semoga bisa membantu.