Kerja Sekali Dibayar Selamanya
Mei 27, 2007Siapa yang mau kerja hanya sekali tapi dibayar terus menerus, selamanya, selama hasil pekerjaan tadi tetap eksis? Semua orang pasti mau dong. Tapi ternyata hanya berapa gelintir orang saja yang benar-benar mau dan bisa melakukannya.
Justru di sekitar kita lebih banyak orang yang dengan sukarela dan ikhlas, terus-enerus mengerjakan hal-hal yang sifatnya “kerja sekali, dibayar sekali saja”. Contohnya ya kita-kita kaum pekerja dan karyawan. Kita hanya akan dibayar kalau kita bekerja. Kalau kita nggak kerja lagi, mana mau perusahaan terus membayar kita.
Bagi yang berstatus PNS, mungkin juga bisa. Karena setelah kerja selesai pemerintah masih mau membayar uang pensiun. Tapi untuk mendapatkannya tidak bisa hanya dengan sekali kerja, harus bertahun-tahun kerja dulu baru dikasih pensiun, itupun nilainya cuma “seiprit’ alias “sa’ ndulit” atau dikit doang.
Terus ada nggak yang bisa dilakukan untuk mendapatkan bayaran yang besar, selamanya, hanya dengan kerja yang tidak terlalu lama? Jawabnya banyak. Misalnya menulis buku, menciptakan lagu, dan membuat penemuan baru yang akan memberikan kita royalti. Tapi rasanya itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang khusus yang punya bakat dan punya keahlian tertentu.
Ada juga cara yang bisa dilakukan oleh hampir semua orang, agar bisa “bekerja sekali, dibayar selamanya”. Yaitu dengan membuka usaha, dengan menjadi entrepreneur. Entrepreneur bisa jadi merupakan bidang yang mudah dimasuki oleh hampir sebagian orang, tidak peduli tingkat pendidikan, tidak peduli garis keturunan, dan tidak peduli dari golongan miskin atau kaya. Semua orang pasti bisa, asal mau.
Yang mengasyikkan, sekali kita bikin perusahaan dan perusahaan sudah bisa jalan tanpa kehadiran kita lagi, kita akan mendapat pemasukan terus menerus (passive income). Jumlah pendapatan bisa kita atur sendiri, mau besar atau cukup kecil saja, tergantung upaya kita dalam membangun dan mengelola bisnis kita.
Waktu yang diperlukan juga tergantung kita sendiri, bisa cepat bisa lambat, tergantung kemampuan kita mencetak usaha yang bisa jalan tanpa kehadiran kita. Kuncinya ya kita harus mau belajar, mau mencari ilmunya dan yang penting mau mempraktekannya.
Hasil yang akan kita peroleh sangat menjanjikan, dibanding hanya dengan menggantungkan uang pensiun. Sebagai ilustrasi seorang PNS harus bekerja 30 tahunan dulu baru dapat uang pensiun. Tapi kalau kita mau membuka usaha dan mengelolanya dangan baik, bukan tidak mungkin dalam jangka waktu 3 sampai 5 tahun kita sudah bisa mendapatkan passive income. Bahkan mungkin dalam waku kurang dari 3 tahun sudah bisa dicapai, kalau kita benar-benar mau mencapainya.
Oh ya, ilmu ini saya peroleh waktu ikut seminar Billionaire in Training di Jakarta yang dibawakan Brad Sugars. Kalau Anda kenal Brad Sugars, pasti sudah tahu kalau dia bisa menjadi Millionaire di usia 26 tahun! Dan Brad mengingatkan kalau kita mau belajar dan menerapkan ilmunya maka dalam waktu 3 tahun sangat mungkin untuk bisa mengusai seluk beluk bisnis dan entrepreneurship hingga kita bisa “sekali kerja dibayar selamanya”. Kemudian kalau kita sudah bisa sekali saja mencapai tingkat ini, kita bisa terus menciptakan kran-kran bisnis yang akan mengaliri kita dengan cashflow yang melimpah. Siapa mau ikut??
Semoga bermanfaat
Salam FUNtastic!
Fuad Muftie
© 2007, http://fuadmuftie.wordpress.com
Ditulis oleh Fuad Muftie

