Banyak jalan menuju Mekkah. Demikian juga jalan untuk menjadi kaya raya, banyak sekali jalurnya. Bisa jalur putih (Good), bisa jalur hitam (Bad). Masing-masing jalur juga banyak sekali modusnya.
Tapi kali ini akan lebih bermanfaat kalau kita bicarakan mengenai jalur kaya raya dengan jalan yang baik dan benar, legal lagi! Di jalur ini banyak kita temui jenis dan macam orang kaya raya, bisa dari hasil usaha, dari warisan, dari investasi, dan lain-lain.
Setidaknya dari berbagai buku yang saya baca, dari seminar yang saya datangi, dari informasi di internet dan milis yang saya ikuti, ada tiga bidang yang bisa membuat orang kaya raya dan bisa dilakukan oleh siapa saja atau oleh hampir semua orang asal ia tahu dan mau.
Dan bidang-bidang inilah yang insyaAlloh ingin saya jalani.
1. Bisnis
Bisnis dalam arti seluas-luasnya telah membuktikan bisa membuat orang kaya. Baik bisnis trading, manufacturing, jasa dll bisa membuat orang berkelimpahan harta. Dalam pandangan saya saat ini, bisnis merupakan salah satu cara untuk menghasilkan arus kas (cash flow) yang cepat.
Ini juga yang diajarkan Brad Sugars, agar bagi pebisnis pemula untuk fokus sebagai cash-generator dan jangan banyak-banyak investasi di asset terlebih dulu. Cash flow ibarat aliran darah dalam tubuh, kalau alirannya lancar maka pertumbuhan tubuh akan kuat. Sementara kalau kita buru2 investasi di asset sama saja tubuh kita cepat besar tapi aliran darah sangat sedikit, akibatnya akan lemes dan mudah pingsan.
Kalau cash flow sudah berlimpahan, baru kita investasi di asset. Dan salah satu asset yang disarankan untuk mendapatkan kekayaan adalah …
2. Properti
Barangkali yang membuat properti merupakan asset yang favorit adalah karena sifatnya yang fleksibel dan banyak dibutuhkan orang. Asset properti lebih fleksibel daripada asset lain seperti mesin, kendaraan, dll. Properti lebih mudah diperjual-belikan dan properti cenderung bisa memberikan kenaikan nilai, sedangkan asset lain justru depresiasi. Investasi di Properti juga mudah dilakukan dengan meminta dukungan pihak lain, misalnya Bank. Bank akan senang membantu kita mendapatkan properti dengan pinjaman yang lebih lunak daripada kita mendapatkan asset yang lain.
Artinya kita bisa investasi di properti dengan modal yang lebih kecil. Bandingkan dengan investasi di Deposito, misalnya kita ingin invesati di Deposito sebesar 1M tapi baru punya uang 100 Juta, maka tidak mungkin kita pinjam uang di bank 900 Juta untuk didepositokan bersama uang 100 juta punya kita. Tapi kalau di properti ada kemungkinan dengan uang 100 Juta bisa dapetin properti 1 Milyar bahkan yang lebih tinggi nilainya.
Dan satu hal yang menarik, hampir semua orang kaya raya selalu memiliki portofolio di properti. Entah sebagai sarana akumulasi kekayaan, maupun benar-benar dijadikan sarana investasinya. Kalau Anda pernah dengar statement Ray Kroc pemilik jaringan waralaba McDonald bahwa bisnis dia bukanlah berjualan hamburger, bisnis dia sebenarnya adalah properti. Sebagaimana Anda lihat semua jaringan McD selalu berada di lokasi yg amat strategis (properti).
3. Saham
Inilah pilihan investasi yang bisa menjadikan Anda kaya raya. Tetapi bukan dengan cara ikut jual-beli saham di bursa efek. Bukan juga dengan membeli dan menyimpan saham-saham perusahaan terbaik yang jadi pilihan. Bisa juga sich dengan cara itu, tapi ada jalan lain yang bisa ditempuh kalau ingin investasi di Saham yang lebih menguntungkan.
Inilah salah satu jalan yang membuat Bill Gates dari Microsoft bisa kaya raya. Yang menjadikannya kaya raya bukanlah semata-mata dari jualan lisensi product Microsoft. Yang dilakukannya adalah menjual sebagian saham Microsoft.
Sebagai pemilik perusahaan kita bisa menjual sebagian saham kita. Dan hebatnya kita bisa menentukan sendiri harga jual saham perusahaan milik kita sendiri. Tentunya perusahaan kita harus memenuhi segala persyaratan untuk dijual sahamnya.
Dan satu lagi, kita bisa tetap memegang kendali usaha meskipun sebagian sahamnya telah kita jual, karena kita juga yang menentukan jumlah saham yang akan dijual dan kita tetap memegang setidaknya 51% saham perusahaan. Sehingga perusahaan tetap dalam kendali kita.
Inilah peta jalan yang sedang saya bayangkan, visualisasikan, dan terus saya pelajari untuk bisa dipraktekkan agar bisa hidup berkelimpahan, gemah ripah loh jinawi dan bisa banyak memberi manfaat bagi masyarakat luas. Semoga.
Salam FUNtastic!
Fuad Muftie
© 2007, http://fuadmuftie.wordpress.com/


Juli 6, 2007 pukul 1:33 pm |
Hebat pak Fuad, Visualisasikan lalu praktekan Insya Allah akan tercapai. Ayo..kita buat 12Digit Club
===========
Fuad Muftie:
Siip Pak, bukannya jumat kemarin sudah dideklarasikan 12digit club. Nggak datang sih ya?…
Salam
Juli 7, 2007 pukul 1:13 am |
Fuad Muftie judul blog nya “Jadi Pengusaha Yuk !” tapi status pekerjaan masih juga jadi pegawai, hehehehe…
Setau gue jadi pengusaha itu samasekali bukan pekerjaan sambilan loh ! hehehe…
==========
Fuad Muftie:
Bos Kampret, kasihan orang tua Anda sudah memberi nama baik2 kok jadi Kampret he.. he.. he..
Sorry commet saya edit, nggak enak bacanya…
Kayaknya Anda perlu belajar lebih banyak dech.. banyak koq pengusaha yang masih jadi karyawan, bahkan omset dan profitnya milyaran bahkan mungkin trilyunan.
Banyak koq yg bisa memiliki profesi ganda, pengusaha-politikus, pengusaha-artis, pengusaha-pengangguran, pengusaha-karyawan dll. Life is a choice, kita bebas memilih mau jadi apa aja. Jadi kritikus terus juga boleh koq… Peace
Salam
FM
Juli 9, 2007 pukul 9:00 pm |
duh, keduluan k4mpr3T………
ngapain lo kesini pret…….., mo jadi pengusaha juga?
Juli 10, 2007 pukul 4:40 pm |
Luar biasa, saya baru menemukan situs ini, dan saya temukan spirit yang luar biasa untuk menjadi wiraswata….salam kenal
===========
Fuad Muftie
Pak Isparmo, salam kenal kembali. Terimakasih semoga banyak memberi manfaat bagi sebanyak mungkin pembaca blog saya. Sukses juga ya atas profesi dan entrepreneurnya.
Salam
FM
Juli 15, 2007 pukul 2:25 pm |
salam kenal pak.
Semoga saja semakin banyak pengusaha Indonesia yang menempuh jalur 3, tidak melulu lewat perbankan.
============
Fuad Muftie:
Salam Kenal Kembali Pak Bahar, Semoga Indonesia semakin maju Pak.
Juli 20, 2007 pukul 7:22 pm |
Halo,bapak Fuad Muftie
Perkenalkan Saya Sigit Pramono,Saya sangat tertarik akan ide Anda untuk membantu orang biasa menjadi pengusaha.
Tetapi Saya yakin tidak semua orang mempunyai kemampuan dalam memilih aset yg baik untuk dikembangkan baik dalam memilih properti,bisnis dan saham .Selain itu butuh waktu dan uang yg banyak untuk memperoleh keterampilan itu.Sehingga demi mengatasi semua itu Saya ingin membantu Anda berupa informasi yg membantu menciptakan pengusaha.
Saya memiliki bisnis di http://kerjamudah . notlong.com (gunakan firefox bila bermasalah) ,bisnis ini(bisa diaanggap memiliki perusahaan sendiri) tidak kalah baiknya dengan bisnis lainnya selain bisnis ini murah dan merupakan kebutuhan setiap orang setiap bulannya,bisnis ini tidak memiliki resiko besar,jadi sangat membantu bagi para pengusaha baru.
Di bisnis ini setiap orang bisa menciptakan aset yg luar biasa dan untuk orang yg masih awam pun akan bisa menjalankannya,hanya dengan mengikuti jejak para pendahulunya saja maka kemungkinan untuk berhasil besar.
Saya tahu saat ini informasi bernilai sangat besar jadi dengan informasi ini,Saya berharap akan tumbuh banyak pembisnis baru.
Salam sukses
Sigit Pramono
===========
Fuad Muftie:
Terimakasih Pak Sigit, semoga apa yg Anda lakukan bisa membantu bangsa Indonesia cepat bangkit dan berjaya di kancah Dunia. Saya baru baca salah satu buku yg mengutip pernyataan presiden AS Ronald Reagan yg kurang lebih mengatakan bahwa kebangkitan AS karena faktor entrepreneurship-nya (maaf terjemahannya secara tepatnya lupa). Jadi kalau warga negara Indonesia banyak yang mengambil jalan entrepreneur InsyaAlloh kita akan cepat bangkit dan mandiri.
Salam
FM
Juli 25, 2007 pukul 3:44 pm |
Assalamu’alaikum,..
Salam kenal pak Fuad, nama saya Purwito, saat ini saya tinggal dan menjadi seorang karyawan swasta di Jakarta Utara.
Sudah dua hari ini saya baca tulisan pak Fuad. Saya tertarik dan merasa bahagia menemukan blog seperti ini. Saya baca semua ini karena didalamnya banyak motifasi yang bisa saya dapatkan. Saya akan terus membaca tulisan bapak, atau kalau diijinkan dan berkenan, ingin rasanya datang untuk sekedar silaturahmi.
Pak fuad, seperti halnya pemula yg lain saat ini kami sudah memiliki sebuah usaha sendiri yaitu sebuah toko kecil dikampung. Kalau boleh digambarkan mungkin seperti jualannya “MAK IJAH” versi pak Fuad. Jadi toko tersebut menjual beras, sabun, jajanan, dll (umumnya toko kampung) ditambah beberapa belanjaan seperti sandal, tas, mainan, dll yang bisa dibeli di Jakarta lalu dijual di daerah. Dan yang menjadi karyawan adalah istri saya sendiri.
Toko ini kami buka bulan September 2006 yang lalu (se umur toko Adinna kali ya,..), jadi baru akan memasuki umur setahun.
Bulan Juni kemarin kami coba melakukan itung itungan kecil, dan hasilnya uang kas sedikit dan mengalami kerugian. Setelah dianalisa, ternyata kerugian terjadi karena adanya PENJUALAN GRATIS. Yaitu adanya pengambilan jajan,mainan oleh ANAK SENDIR.
Satu point sudah, ketemu. Hasil temuan yang kedua yang membuat kas kurang mengalir adalah adanya penjaualn kredit (diutang tetangga) dan yang ketiga adalah Pinjaman Pribadi SAYA.
Kini sudah ketemu 3 hal yang menyebabkan aliran kas, tetapi belum ada obatnya.
Kemudian kami mengambil kredit bank, dengan harapan dengan tambah modal ya tambah omset.
Kenyataan dilapangan tidak demikian. Saat ini omset tetap tapi kas semakin kurang dikarenakan harus bayar cicilan bank setiap bulan. Ini juga sudah tahu sebabnya yaitu karena hasil dari pinjaman bank sebagian dipakai pribadi dan dipinjam sama saudara.
Pak fuad, mohon kiranya bapak yang lebih berpengalaman memberikan pencerahan buat usaha yg saat ini sedang kami rintis. Terima Kasih.
Salam,
PURWITO
Juli 26, 2007 pukul 12:15 pm |
Ass Wr.Wb, Millyoner.
Bisnis kan sudah punya (Addina Namanya), hasil bisnis beli property (untuk ekspansi usaha Addina tentunya), kalau sizenya sudah besar sebagian sahamnya akan dijual juga? Wah…Wah….Wah….akan cepat menjadi 12 digits nih.
Agustus 14, 2007 pukul 3:00 pm |
@ Pak Purwito
Pak kenapa usaha buka bulan Sept 06, tapi baru itung-itungan bulan Juni 07? Harusnya tiap hari dilakukan itung-itungan, biar kesalahan2 kecil bisa cepat terdeteksi.
Memang arus kas adalah aliran darah usaha Bapak, jadi harus diamankan dari awal. Alat bantunya adalah buku atau catatan harian. Kalau bisa akuntansi akan lebih baik mengikuti kaidah akuntansi, tapi kalau belum paham setidaknya setiap kejadian dicatat, dari pembelian, penjualan, hutang, piutang, dan barang yang diambil anak juga harus dicatat.
Apalagi sekarang Pak Purwito pakai pinjaman Bank, harusnya dikelola dengan bijaksanan. Uang pribadi jangan dicampur aduk dengan uang dagangan, apalagi uang pinjaman. Bunganya tinggi kan Pak? apalagi kalau pakai KTA, kurang cocok untuk membesarkan usaha yang belum kelihatan omset dan labanya.
Saran saya benahi lagi Pak, kalau kemarin pernah mendapat untung meskipun cuma Rp 10.000 pasti kita bisa bikin usaha yang bisa mencetak untung yang lebih besar lagi, 100 ribu, 1 juta, 10 juta, 1milyar dst.
Salam
FM
@ Pak Adi,
Makasih Pak semoga bisa ikutan kayak Pak Adi dech…
Salam
FM
Agustus 29, 2007 pukul 6:03 pm |
@ Pak Muftie,
Pak, Bagaimana cara memulai usaha saham?? Bagaimana pula kita mempelajarinya??
Berapa modal yang harus dikeluarkan untuk seorang pemula?
Terima kasih.
Agustus 30, 2007 pukul 9:57 am |
Pak Erwandi,
Saya belum banyak tahu detail tentang Saham, itu baru mimpi saya untuk bisa jual-beli saham, pinginnya sich jual saham perusahaan sendiri
Kalau ditanya kemana harus belajar, tentu belajarlah dari ahlinya. Dimana para ahli saham berkumpul, tentu saja di bursa effek. Cobalah berkunjung ke BEJ misalnya, disana ada perpustakaan dan ruang untuk publik dan ruang untuk belajar dan bertanya.
Salam
Fuad Muftie
Januari 14, 2009 pukul 9:51 am |
Dgn terjadinya krisis global, bisnis apakah yg paling laku?
Saya ingin membuka peluang……..
=====
[Fuad Muftie]
Kalau Mbak Shila tidak melakukan ekspor-impor, nggak usah dipikirin lah yang namanya krisis. Masih banyak usaha yang bisa dijalankan, lihat saja di pasar dekat tempat tinggal Anda, silahkan pilih sendiri yang cocok dengan kegemaran / passion anda.
Agustus 2, 2009 pukul 11:11 am |
Salam kenal Pak Fuad….saya punya usaha dibidang Jasa Konstruksi dan sudah 2 Tahun 6 bulan usaha saya berjalan. saya punya kendala dalam masalah pendanaan, bisa kasih info gak pak sunber dana selain dari Bank, kalo bisa perorangan.Ditunggu infonya Pak…terima kasih.
September 10, 2009 pukul 2:22 am |
Pak, Bagaimana cara memulai usaha saham?? dan bagaimana jika kita belum mengerti tentang sistem kerja saham?
terima kasih pak
Oktober 17, 2009 pukul 6:42 pm |
dimana-mana ngomongin duit duit dan duit lagi,,,perlu duit minta ja ma Tuhan pasti diksih…ya kan
seperti ayah memberi duit kepada anaknnya.Tapi kalo duit itu bipake untuk poya-poya entar nggak dikasih lagi lho…akhirnya jadi miskin deh…makanya nabung !
November 10, 2009 pukul 12:31 pm |
semua karena duitttt