Blog Walking, Distro Walking, & Kunjungan Kerja
Agustus 31, 2007Sebagai pemula bisnis, satu hal yang wajib dan sangat harus dilakukan adalah kemauan untuk terus belajar. Belajar bisnis memang tidak seperti belajar di sekolah dan universitas, yang harus datang ke kelas, sudah disiapkan kurikulumnya, ada dosen dan profesornya, ada penjurusannya, dan banyak tersedia buku referensinya.
Meskipun buku-buku tentang bisnis sekarang sangat banyak, belajar bisnis tidak cukup dengan membaca buku referensi atau bahkan tidak juga cukup dengan ikut kuliah jurusan bisnis. Bisnis sangat dinamis, banyak ilmu-ilmu yang tidak bisa diperoleh di dalam bangku kuliah. Belajar bisnis yang praktis adalah dengan terjun langsung di dunia bisnis, entah memulai sendiri, ikut magang pada bisnis orang lain, atau bisa juga lewat perusahaan tempat kita bekerja. Setelah terjun baru lakukan perbaikan-perbaikan dan penyempurnaan-penyempurnaan yang sekaligus sebagai media pembelajaran. Bisnis adalah proses sehingga belajar bisnis juga harus mengikuti proses tadi.
Sangat bersyukur di era sekarang, belajar bisnis menjadi lebih mudah dan murah. Referensi di Internet sudah sangat banyak, lebih fresh, dan beragam. Dari yang berisi informasi umum, motivasi, sampai tips-tips praktis banyak bertebaran di dunia maya. Semua berada dalam genggaman Anda dan siap untuk Anda manfaatkan. Banyak pengusaha baik pemula maupun senior secara suka rela membagikan ilmunya lewat website pribadi maupun blog.
Satu hal yang membuat saya sangat semangat dan senang adalah mengunjungi blog-blog rekan-rekan pebisnis atau blog walking (silahkan lihat tautan-tautan di samping). Hampir setiap hari selalu ada yang baru. Ada yang curhat, cerita pengalaman pribadi, tips bisnis, dll. Semua bisa kita jadikan sebagai rujukan, motivasi, dan bahan pembelajaran.
Saya ingat salah satu pesan guru saya “Pengalaman adalah guru yang baik, tapi lebih baik tidak mempunyai pengalaman (yang sama), asal mau belajar dari pengalaman orang lain.” Maksudnya pengalaman kita jatuh bangun dalam bisnis adalah sangat baik dan sangat berharga, tapi alangkah lebih baiknya kalau kita tidak usah ikut jatuh bangun sama seperti yang pernah terjadi pada orang lain, cukup kita ambil pelajarannya agar bisa terhindar dari hal yang sama.
Model pembelajaran bisnis lainnya yang menyenangkan adalah mengunjungi langsung rekan-rekan yang sudah memulai bisnis lebih dulu atau orang lain yang sudah banyak pengalaman di bisnis. Ini akan memotong biaya dan waktu belajar kita. Kalau mengunjungi blog disebut blog walking, maka mengunjungi toko / distro orang lain sebut saja distro walking
Ini bisa kita manfaatkan sebagai “Mentoring terselubung” atau minta diajari bisnis secara gratis.
Saya selalu bersemangat mengajak istri mendatangi rekan-rekan yang memiliki usaha yang sama. Selau ada pencerahan baru, ilmu baru, sudut pandang baru, dan jelas akan menambah semangat baru. Selain itu ada effek yang sangat dahsyat yaitu bertambahnya rejeki. Ini secara langsung maupun tidak langsung bisa kami rasakan. Jadi memang benar silaturahim akan menambah rejeki.
Satu lagi sumber kita belajar adalah kunjungan kerja. Saat kita sedang belanja barang dagangan pada suplier atau agen atau distributor, di situ ada ilmu yang sering belum kita ketahui. Bagaimanapun dibanding kita yang baru saja merintis usaha, seorang suplier umumnya memiliki pengalaman yang lebih banyak dari kita. Tinggal pinter-pinternya kita menggali ilmunya. Dari obrolan ringan sampai pertanyaan yang to the point bisa kita ajukan dan biasanya kita akan mendapat jawaban-jawaban yang mencerahkan.
Tentunya masih banyak cara kita belajar bisnis, cuma harus diingat belajar banyak-banyak tidak akan ada gunanya kalau tidak diamalkan atau dipraktekkan.
Salam FUNtastic
© 2007, http://fuadmuftie.wordpress.com
Ditulis oleh Fuad Muftie

