Seperti pepatah Banyak Jalan Menuju Mekah, begitu juga dalam mengawali langkah untuk berbisnis atau membuka usaha, banyak sekali jalannya. Kali ini saya ingin bercerita tentang dua orang teman saya yang ternyata sudah duluan mengawali debut bisnisnya dan itu dilakukan sebagai usaha sambilan disamping profesinya sebagai karyawan.
Kedua teman saya ini (Laki-laki dan perempuan) memilih jalan yang mirip atau sama dalam menjalankan usahanya. Mereka memanfaatkan teman-teman dan kenalannya sebagai suplier sekaligus sebagai pasarnya. Keduanya mengambil jalan direct selling dan kadang cuma jualan gambar katalog. Barangnya baru ada setelah ada pesanan.
Produk yang dijualpun serabutan. Kadang busana/garmen kadang obat-obatan herbal, dan juga produk elektronika. Yang dijadikan pasar sasaran juga masih sekitar keluarga, tetangga, dan teman-temannya. Yang menarik yang menjadi suplier juga keluarga, tetangga, dan teman-temannya.
Jadi untuk produk A dia mengambil dari si X dan menjualnya ke si Y. Sedang untuk produk B dia mengambil dari di Y dan menjual ke si Z, begitu seterusnya. Tentu jaringannya tidak linier seperti itu. Tapi saya perhatikan unik juga, kadang keduanya kerjasama mendapatkan produk, dan kadang keduanya jadi penjual dan pembeli.
Memang usahanya tersebut belum dilakukan secara serius. Tapi banyak sekali nilai yang telah mereka peroleh dengan berbisnis sambilan seperti itu. Ketika terlontar gagasan untuk membuka usaha yang lebih serius dengan membuka toko, keduanya telah siap, tinggal nunggu waktu katanya.
Dari cerita kedua teman saya tadi, menurut saya yang penting untuk memulai usaha adalah segera ambil tindakan dan manfaatkan peluang seadanya. Tidak perlu menunggu kondisi-kondisi yang ideal.
Bisnis adalah PROSES. Kedua teman saya sudah mengawali proses menjadi seorang pebisnis atau pengusaha. Dibandingkan dengan orang yang “cukup sebagai karyawan” kedua teman saya tadi jelas memiliki keunggulan atau nilai tambah. Setidaknya mereka sudah memiliki jiwa bisnis. Mereka sudah bisa membaca adanya peluang dan bisa memanfaatkannya, meskipun belum optimal.
Sedangkan orang yang belum pernah terlibat dalam kegiatan penjualan atau sales, sering merasa takut saat muncul keinginan berbisnis. Keluhan yang muncul biasanya “Saya tidak punya jiwa bisnis, saya tidak punya darah bisnis, keluarga saya pegawai semua, tidak ada yang punya usaha, dll”. Padahal jiwa bisnis bisa digali, bisa dimunculkan, dan bukan merupakan garis keturunan yang saklek.
Satu hal lagi yang sering dikeluhkan calon pengusaha adalah tidak adanya modal. Dari cerita teman saya tadi, modal bukan lagi jadi masalah, dia bisa berjualan tanpa ada barangnya, artinya tidak perlu keluar uang untuk modal beli barang. Setelah ada permintaan, baru dilakukan pengadaan, kalau tidak punya uang, saya pikir akan banyak yang siap membantu, karena bisa diyakinkan akan terjadi transaksi sehingga pengembalian pinjaman bisa cepat.
Nah, bagi yang masih takut-takut, cobalah berjualan ke teman-teman, sahabat, keluarga, tetangga dulu. Kecil-kecilan dulu dengan menjual barang yang benar-benar mereka butuhkan, sehingga tidak menimbulkan transaksi yang cuma karena kasihan “Kasihan teman gua jualan, gua beli dech daripada nggak laku”
Tapi kalau berjualan barang yang menjadi kebutuhan kemungkinan terjadi pesanan ulang (repeat order) akan semakin besar.
Setelah terjadi beberapa transaksi, saya yakin Anda akan merasakan yang dikatakan “jiwa bisnis” karena sudah bisa membuka transaksi sampai menutup transaksi, melihat dan menggali peluang sekaligus memanfaatkannya, dan sudah bisa melihat mana untung dan mana rugi.
Semua kejadian besar selalu diawali dari prose kecil. Demikian juga untuk menjadi pengusaha besar, awalilah dari transaksi-transaksi kecil.
Apalagi sebentar lagi Puasa dan Lebaran, permintaan busana dan sembako pasti melonjak. Ayo manfaatkan peluang emas ini untuk mengawali debut bisnis Anda.
Semoga bisa menginspirasi
Salam FUNtastic
Fuad Muftie
© 2007 http://fuadmuftie.wordpress.com
Owner Kios Addina Jakarta Timur


Agustus 24, 2007 pukul 7:24 pm |
trimakasih pak atas sarannya….sukses selalu
Agustus 24, 2007 pukul 7:51 pm |
To the point aja lah om,
ntu MLM atawa SALESman khann??
Same2 ae toh om,,,
huweekkzZ,,
Cape’ dehhhh,,,,,:-(
Agustus 24, 2007 pukul 7:51 pm |
To the point aja lah om,
ntu MLM atawa SALESman khann??
Same2 ae toh om,,,
huweekkzZ,,
Cape’ dehhhh,,,,,:-(
Agustus 24, 2007 pukul 7:55 pm |
Yang penting dalam memulai bisnis adalah kemauan untuk mencoba. Kadang jika kita terlalu banyak menghitung atau banyak rencana, bisnis kita amalah nggak jadi. Rencana dan perhitungan memang perlu, tetapi jangan habiskan waktu dengan berhitung dan berencana.
Kata purdie Candra, kalau mau bisnis itu harus seperti ke air, jangan banyak mikir.
Agustus 25, 2007 pukul 9:11 pm |
Sungguh suatu pencerahan bagi kita.
Memang benat suatu bisnis tidak mesti dimulai dengan modal yang gede. Banyak jnis usaha yang bisa dimulai dengan modal kecil.
Salam Sukses dari Saya Untuk Anda Semua !
Agustus 27, 2007 pukul 12:49 pm |
@ arifaji
Sukses Juga Pak…
@ arifmaulana
we.. kek… kek.. kek… kek… kekk…..
Ada yang dendam nich sama MLM
To the point juga, saya nggak mau merekomendasikan MLM di blog saya.
Itu temen saya ikut jualin jilbab & baju muslimah dari Kios Addina, dan Kios Addina nggak main MLM, teman satunya lagi suka jualan kacang goreng + snack buat dijual di kantor yang juga bukan MLM, terus pernah juga jualin sepeda motor, yang juga bukan MLM.
Kalau dibilang salesman, sebagai pengusaha harus punya skill menjual dong, tinggal bagaimana mengemasnya ada. Percuma jadi pengusaha kalau nggak bisa jualan kan???
Ente udah buka usaha belum ??? ayo buruan, jangan dendam MLM-nya aja yg dipiara
udah ach, capek juga dech…
@ Rahmat
Betul Pak setuju banget. Ayo siapa belum nyobain jadi pengusaha, buruan….
@ pelbis
Terimakasih Pak, sukses juga buat Anda
Salam
FM
Agustus 28, 2007 pukul 11:59 am |
[...] “Kami butuh 30 orang yang mau dididik menjadi wirausaha dalam program pelatihan dan pemagangan gratis selama 6 bulan,”ujar Ibu Azizah melalui telponnya 021-80883639. Dan beliau berharap [...]
Agustus 31, 2007 pukul 2:06 pm |
Mau tny nih, beda MLM sama direct selling apa sih ?
Agustus 31, 2007 pukul 2:15 pm |
He.. he.. he.. nanya apa ngetest?
Emang repell-indo apaan?
Kura-kura dalam perahu ach…
Salam Sukses
Salam
Fuad Muftie
September 9, 2007 pukul 6:55 pm |
Salam kenal buat, rekan pebisnis di indonesia”
Ok, saya sangat setuju dengan pendapat bahwa bisnis itu tidak perlu di pikirkan tapi HARUS dilakukan” sebab semakin banyak kita berpikir semakin lama pula, kita untuk menjadi pengusaha. Saya teringat salah satu dari mentor EU yang mengatakan kalau kita memasuki dunia bisnis ibaratkan kita masuk kamar mandi, dimana kita tidak perlu pikir apakah kamar mandi itu ada air atau tidak, yang terpenting “HAJAT” kita dapat tersalurkan, maka segala proses kendala akan dapat DI ATASI. So kalau ada niat lakukan dan segera buat tindakan.!
September 10, 2007 pukul 12:07 pm |
Siip setuju Pak Gunawan. Tapi gimana mau mandi kalau di kamar mandi nggak ada air? Setidaknya bolehlah pikir-pikir asal jangan hal-hal yang sepele mengalahkan semangat untuk mulai usaha. Boleh pikir-pikir yaitu berpikir “Bagaimana secepatnya memulai usaha” dan cepat2 cari jawabannya dan praktekin.
Salam
FM
Juli 1, 2008 pukul 11:29 am |
Hatur nuhun ka kang Fuad muftie yang telah memberikan masukannya, bagus sekali memeang benar kang untuk mengawali sebuah bisnis itu bukan saja hanya dipikirkan tetapi harus segera dilakukan sebelum orang lain mendahului rencana dan ide bisnis kita, jangan kalah set layauuuuuu
Juli 4, 2008 pukul 5:09 pm |
Hatur nuhun Kang Yahya sudah mampir di sini.
Tapi berita baiknya, ide-ide itu unlimited, jadi kalau merasa ‘kalah set’ bisa dimulai dari ide-ide yang datang berikutnya. Keep moving, keep going, keep growing…
FM
Mei 25, 2009 pukul 9:31 am |
Terima kasih, insyAllah semua sarannya bermanfaat.
Salam ratnasoekarya.cc.cc
September 9, 2009 pukul 11:12 am |
heei temanku yang baik, aku mau mao tanya aku anak petani, aku sangat minat untuk menjadi seorang pembisnis, apa bisa berhasil ya kalau aku sampai sekarang belum punya modal. thanx