Curhat Bisnis
September 28, 2007Saya bekerja di swasta sudah hampir x tahun. Jujur saya bosan dan jenuh tapi no choice karena tuntutan hidup. Saya ingin sekali bisa punya usaha dan resign bekerja. Cita-cita saya ingun punya toko perlengkapan muslim, tapi saya tidak punya uang untuk sewa toko. Apalagi untuk menjadi agen ra***** yang butuh modal 5 juta. Dua tahun terakhir saya jualan baju muslim anak setiap Ramadhan, hasilnya kurang menggembirakan karena pembeli maunya kredit 2 bulan karena harga diatas 100 (ribu). Minta advice dan masukan. Terimakasih
08XXX036XXX
Demikian bunyai SMS yang saya terima sehabis sholat Jumat 28 September 2007. Saya coba membalasnya, tapi ternyata pulsanya sudah masuk waktu tenggang sehingga tidak terkirim
. Mau isi pulsa, uangnya lagi kepakai buat yang lain. Saya tulis saja di blog, mudah-mudahan yang bersangkutan mampir lagi di blog ini. Lagian mau dibalas pakai SMS, kurang fleksibel.
Saran saya buat pengirim SMS, pertama-tama bukalah pikiran (be open mind), karena pikiran bekerja sama seperti parachut. Baru bekerja kalau dibuka.
Maksud saya, biasanya orang kalau sedang terhimpit pikirannya kurang jernih, mudah sekali memvonis, menyalahkan keadaan dan lain sebagainya yang justru menjadi kontra produktif. Bukalah pikiran dan peluang-peluang baru insyaAlloh akan mudah ditangkap.
Hidup adalah pilihan. Apapun kondisi kita saat ini adalah hasil dari pilihan-pilihan kita di waktu lalu. Kalaupun sekarang mengatakan “saya tidak punya pilihan / i have no choice” itu juga pilihan Anda sendiri. Jadi sekarang mendingan berpikir, “saya harus punya pilihan yang lain untuk memenuhi tuntutan hidup”. Dengan begitu, semoga akan muncul banyak pilihan, akan lebih bisa menangkap pilihan-pilihan lainnya, dan bisa melihat peluang-peluang baru.
Untuk beralih dari pekerja menjadi pengusaha, banyak sekali jalan dan variasinya. Bisa saja sekarang langsung keluar kerja dan berjuang mencari jalan menjadi pengusaha. Tapi saya tidak menyarankan, mendingan sekarang jalani dulu jalan hidup sebagai karyawan, syukuri bahwa Anda masih ada yang mempekerjakan kita (banyak lho yang masih berjuang mendapatkan pekerjaan), sambil tentunya berusaha merintis usaha di luar.
Kalau sudah ada niat mau keluar kerja, yang penting adalah komitment. Setidaknya saat ini harus jelas komitment Anda untuk membuka usaha. Sekarang sudah ada modal berapa? Manfaatkan saja dulu modal yang ada tersebut. Kemudian tiap bulan coba sisihkan dari gaji sebagai karyawan untuk tambahan modal.
Ada salah satu contoh, rekan saya sendiri, Beliau memulai usaha garment dengan modal Rp 800.000,- dengan berjualan dari rumah. Kemudian uang hasil penjualan terus diputar, terus tiap bulannya sebagian uang gajinya disisihkan untuk menambah modal. Dan sekarang sudah punya satu toko. Pernah punya dua toko tapi yang satu ditutup. (Mudah2an beliau ikut membaca blog ini)
Untuk memulai usaha tidak perlu menunggu kondisi ideal (begitu kata-katanya yang selalu saya ingat). Kalau Anda sudah memulai dengan berjualan busaha anak, tapi hasilnya belum menggembirakan, jangan putus asa. Itu adalah proses. Cuma menurut Anda mungkin itu proses yang tidak enak. Sekarang tinggal tugas Anda mengubah proses yang tidak enak biar bisa menjadi enak. Evaluasi lagi sistem bisnis Anda. Kalau dengan sistem cicilan, menurut Anda kurang menguntungkan, coba dengan cara cash dan jual ke orang lain.
Kalaupun dijual dengan kredit, Anda berhak mendapatkan kompensasi dari sistem kredit. Misalnya harga anda naikkin dulu baru di jual kredit. Itu juga yang dipraktekkan para penjual kendaraan bermotor kan? Kalau beli cash harganya 100 ribu, kalau kredit 1 bulan harganya 110 ribu, kalau kredit 2 bulan harganya 125 ribu. Asal kedua pihak sepakat, saya pikir syah-syah saja dan insyaAlloh halal.
Kalau ingin menjadi salah satu agen ternama, menurut Anda masih berat, ya nggak usah dipaksakan. Selalu ada jalan yang lain. Begitu juga kalau mau sewa toko, dirasa masih berat, ya tidak usah dipaksakan. Mulai saja dari rumah.
Oh ya saat ini konon katanya sedang memasuki Era Industri Kreatif. Orang-orang yang bisa maju bukan lagi yang menguasai modal, menguasai industri manufaktur, dan menguasai informasi saja, tapi orang-orang yang KREATIF. Bisa saja orang memiliki banyak keterbatasan, tapi kalau dia kreatif mengatasi keterbatan menjadi peluang, maka ia berpeluang sukses.
Jadi kembali lagi, buka pikiran, gunakan kreatifitas Anda. Mulai lagi dari yang kecil dan mulai juga saat ini. Saya yakin kalau Anda benar-benar memiliki komitment untuk keluar dari pekerjaan dan komitment untuk membangun usaha sendiri, halangan sebesar apapun akan mudah dilalui. Keterbatasan modal bukan halangan untuk membesarkan usaha.
Semoga bisa mencerahkan
Salam FUNtastic
Fuad Muftie
© 2007, http://fuadmuftie.wordpress.com
Ditulis oleh Fuad Muftie

