Curhat Bisnis
Saya bekerja di swasta sudah hampir x tahun. Jujur saya bosan dan jenuh tapi no choice karena tuntutan hidup. Saya ingin sekali bisa punya usaha dan resign bekerja. Cita-cita saya ingun punya toko perlengkapan muslim, tapi saya tidak punya uang untuk sewa toko. Apalagi untuk menjadi agen ra***** yang butuh modal 5 juta. Dua tahun terakhir saya jualan baju muslim anak setiap Ramadhan, hasilnya kurang menggembirakan karena pembeli maunya kredit 2 bulan karena harga diatas 100 (ribu). Minta advice dan masukan. Terimakasih
08XXX036XXX
Demikian bunyai SMS yang saya terima sehabis sholat Jumat 28 September 2007. Saya coba membalasnya, tapi ternyata pulsanya sudah masuk waktu tenggang sehingga tidak terkirim
. Mau isi pulsa, uangnya lagi kepakai buat yang lain. Saya tulis saja di blog, mudah-mudahan yang bersangkutan mampir lagi di blog ini. Lagian mau dibalas pakai SMS, kurang fleksibel.
Saran saya buat pengirim SMS, pertama-tama bukalah pikiran (be open mind), karena pikiran bekerja sama seperti parachut. Baru bekerja kalau dibuka.
Maksud saya, biasanya orang kalau sedang terhimpit pikirannya kurang jernih, mudah sekali memvonis, menyalahkan keadaan dan lain sebagainya yang justru menjadi kontra produktif. Bukalah pikiran dan peluang-peluang baru insyaAlloh akan mudah ditangkap.
Hidup adalah pilihan. Apapun kondisi kita saat ini adalah hasil dari pilihan-pilihan kita di waktu lalu. Kalaupun sekarang mengatakan “saya tidak punya pilihan / i have no choice” itu juga pilihan Anda sendiri. Jadi sekarang mendingan berpikir, “saya harus punya pilihan yang lain untuk memenuhi tuntutan hidup”. Dengan begitu, semoga akan muncul banyak pilihan, akan lebih bisa menangkap pilihan-pilihan lainnya, dan bisa melihat peluang-peluang baru.
Untuk beralih dari pekerja menjadi pengusaha, banyak sekali jalan dan variasinya. Bisa saja sekarang langsung keluar kerja dan berjuang mencari jalan menjadi pengusaha. Tapi saya tidak menyarankan, mendingan sekarang jalani dulu jalan hidup sebagai karyawan, syukuri bahwa Anda masih ada yang mempekerjakan kita (banyak lho yang masih berjuang mendapatkan pekerjaan), sambil tentunya berusaha merintis usaha di luar.
Kalau sudah ada niat mau keluar kerja, yang penting adalah komitment. Setidaknya saat ini harus jelas komitment Anda untuk membuka usaha. Sekarang sudah ada modal berapa? Manfaatkan saja dulu modal yang ada tersebut. Kemudian tiap bulan coba sisihkan dari gaji sebagai karyawan untuk tambahan modal.
Ada salah satu contoh, rekan saya sendiri, Beliau memulai usaha garment dengan modal Rp 800.000,- dengan berjualan dari rumah. Kemudian uang hasil penjualan terus diputar, terus tiap bulannya sebagian uang gajinya disisihkan untuk menambah modal. Dan sekarang sudah punya satu toko. Pernah punya dua toko tapi yang satu ditutup. (Mudah2an beliau ikut membaca blog ini)
Untuk memulai usaha tidak perlu menunggu kondisi ideal (begitu kata-katanya yang selalu saya ingat). Kalau Anda sudah memulai dengan berjualan busaha anak, tapi hasilnya belum menggembirakan, jangan putus asa. Itu adalah proses. Cuma menurut Anda mungkin itu proses yang tidak enak. Sekarang tinggal tugas Anda mengubah proses yang tidak enak biar bisa menjadi enak. Evaluasi lagi sistem bisnis Anda. Kalau dengan sistem cicilan, menurut Anda kurang menguntungkan, coba dengan cara cash dan jual ke orang lain.
Kalaupun dijual dengan kredit, Anda berhak mendapatkan kompensasi dari sistem kredit. Misalnya harga anda naikkin dulu baru di jual kredit. Itu juga yang dipraktekkan para penjual kendaraan bermotor kan? Kalau beli cash harganya 100 ribu, kalau kredit 1 bulan harganya 110 ribu, kalau kredit 2 bulan harganya 125 ribu. Asal kedua pihak sepakat, saya pikir syah-syah saja dan insyaAlloh halal.
Kalau ingin menjadi salah satu agen ternama, menurut Anda masih berat, ya nggak usah dipaksakan. Selalu ada jalan yang lain. Begitu juga kalau mau sewa toko, dirasa masih berat, ya tidak usah dipaksakan. Mulai saja dari rumah.
Oh ya saat ini konon katanya sedang memasuki Era Industri Kreatif. Orang-orang yang bisa maju bukan lagi yang menguasai modal, menguasai industri manufaktur, dan menguasai informasi saja, tapi orang-orang yang KREATIF. Bisa saja orang memiliki banyak keterbatasan, tapi kalau dia kreatif mengatasi keterbatan menjadi peluang, maka ia berpeluang sukses.
Jadi kembali lagi, buka pikiran, gunakan kreatifitas Anda. Mulai lagi dari yang kecil dan mulai juga saat ini. Saya yakin kalau Anda benar-benar memiliki komitment untuk keluar dari pekerjaan dan komitment untuk membangun usaha sendiri, halangan sebesar apapun akan mudah dilalui. Keterbatasan modal bukan halangan untuk membesarkan usaha.
Semoga bisa mencerahkan
Salam FUNtastic
Fuad Muftie
© 2007, http://fuadmuftie.wordpress.com


September 29, 2007 pukul 2:53 pm
Jika memang dirasa kredit memberatkan bisa ditolak secara halus,tapi jika memang kita mau memberika kredit in merupakan pelayanan “plus”.. tentu kita sudah siapkan dana, supaya usaha kita tetap bisa berputar.
Menaikkan harga tentu dijadikan pilihan, tetapi sebaiknya harga “kredit” dengan Harga “cash” sebaiknya disamakan. Untuk menghindari dari “riba”,sebab ini adalah dasar dari riba. Tentu kita menginginkan rezeki kita berkah khan..
Sedang siapa yg boleh kredit dan tidak, kitalah yang men”filternya” sebab ini lah Fungsi dari TDA itu sendiri menolong mereka yang sangat membutuhkan,misal baju untuk anak dan istrinya ramdhan, sedang THR belum turun, Insya Allah Dihitung sebagai Ibadah.
tapi Juga membatasi mereka yang kuat dari segi finansial untuk bayar kredit, Jadi kita pilihlah orang yang tepat.
demikian semoga bermanfaat
Oktober 1, 2007 pukul 2:11 pm
Terimakasih Pak Abdullah atas masukannya.
Mengenai riba, saya sangat setuju ini harus dihindari. Cuma kalau harga kredit lebih mahal dari harga cash, menurut saya bukan termasuk riba, asal akad di awalnya jelas.
Toch, bank-bank syariah juga menjalankan hal seperti ini. Misalnya KPR lewat bank syariah, itu kurang lebih mekanismenya saya beli rumah dari Bank yang harganya sudah dinaikkan. Ini juga untuk menyesuaikan dengan laju inflasi, biaya, dan lain-lain.
salam
FM
Oktober 2, 2007 pukul 11:45 am
Maaf Pak Fuad,
Maklum saya tidak pernah berhubungan dengan Bank Syari’ah, baru tahu jika Bank Syari’ah menggunakan metode tersebut diatas.
(pembahasan disini sangat “advanced” sekali kurang pass untuk disini)
Ini mungkin jadi PR buat TDA’er yg konsisten supaya membikin semacam BMT syariah.
Untuk Menebar Rahmatan Lill alamin.
Oktober 2, 2007 pukul 1:25 pm
Mudah2an Pak, TDA sudah membuat TDA Finance yang semoga bisa lebih mempercepat laju TDA dalam menebar rahmat.
Salam
FM
Oktober 4, 2007 pukul 4:31 pm
Saya karyawan sebuah perusahaan swasta dengan gaji yang lumayan, tapi saya mengalami kejenuhan dan ingin mencari yang lain. Memang sih pingin kerja di tempat lain, tapi menurut saya punya usaha sendiri merupakan pilihan yang baik. Saya pernah punya usaha sambilan, mulai dari jualan mobil, jualan sembako dan jualan air minum isi ulang , dan semuanya menguntungkan. Tapi saya merasa tidak enak, karena tidak fokus pada pekerjaan, meskipun tidak sampai membuat pekerjaan utama keteteran. Konsentrasi pasti terpecah. Saat ini saya sebatas menjadi para pengagum orang-orang yang berani buka usaha sendiri, meskipun tidak semuanya jadi miliarder. Rasanya mereka jadi orang merdeka, bisa bekerja sesuai dengan keinginan dan mengatur keuangannya sendiri. Di balik itu, muncul keinginan lama untuk membuka usaha lagi, apalagi sebentar lagi saya harus pensiun. Kira-kira usaha apa yang paling cocok. Saya tertarik dengan usaha kreatif, tapi yang gimana. Kalau ustad tidak keberatan bisa kasih advice via emal saya, matur nuwun. Wassalam
Oktober 5, 2007 pukul 2:28 pm
Waduh, Caknun, harusnya saya yang berguru sama Anda. Saya baru bisa bisnis jualan jilbab, Anda sudah melanglang buana dengan berbagai bisnis yang pasti fantastis. Itu baru bisnis sambilan, dan menguntungkan lagi, bagaimana kalau diseriusin ya…. pasti dahsyat hasilnya.
Rasa tidak enak Anda mungkin karena bisnisnya kurang menyenangkan ya. Saya cuma bisa nebak-nebak sich. Sebab kalau menyenangkan pasti akan dipilih dan ditekuni. Kalau sekarang ingin kembali berbisnis barangkali lebih baik memilih yang paling disenangi, sehinga tidak ada beban dan hidup + bisnisnya akan terasa lebih mengalir.
Menurut saya, kita manusia sudah dikaruniai kreatifitas yang unik dan sudah built-in dalam diri kita, tinggal kita sendiri yang harus membangkitkannya. Kreatif menurut saya belum tentu kreatif menurut Anda. Saya pikir kalau kita punya bisnis yang disenangi dan kita total terjun di dalamnya, kreatifitas kita akan tertantang dan akan terasah.
Semoga sukses Pak
Salam
Fuad Muftie
PS: Saya bukan ustad koq Pak
Oktober 16, 2007 pukul 10:13 pm
Salam kenal Pak Fuad,mohon ijin ngelink blog anda.Trima kasih.
Oktober 22, 2007 pukul 9:20 am
inilah yang saya suka dari blog ini..
selalu memberikan pencerahan dikala hati dan usaha lagi tak cerah..
he..he..
oh ya… TDA itu di medan ada enggak pak ???
Oktober 22, 2007 pukul 9:25 am
MOHON BANTUAN NYA DARI PARA PROFESIONAL :
Sekarang ku lagi bingung neh.. ku dah kerja ditempat paman.. kita kelola objek wisata CAS Waterpark Royal ini, tapi temenku nawarin kerja Sebagai PNS, dia langsung rekrut saya karena udah tau skill saya,kita temen kost dulu jadi ya.. dia seperti kaka buat saya, yang dia tawarkan memang peluang emas, karena kerja jadi pns susah, ribuan orang yang berminat dengan berbagai level pendidikan, kata dia didepartemen PU ini cuma nerima lulusan S1, sedangkan ku lulusan D3, tapi insya allah skill ku bisa disejajarkan dengan S1,mungkin lebih dikit karena Komputer adalah dunia saya, saya pun bingung harus kembali kejakarta, diumur saya yang desember nanti 23 apa kira-kira yang sepatutnya saya lakukan demi masa depan saya ? orang tua saya sendiri selalu menginginkan saya untuk bekerja tetap diperkantoran, tapi saya sendiri sudah sejak 8 bulan yang lalu kerja di objek wisata ini merasa betah, karena disamping bisa dekat dengan keluarga, bisa selalu bareng mereka, juga gak ada pengeluaran yang berlebihan,saya sendiri memegang jabatan asisten manager, alias orang kedua yang ngatur ini-itu dan tau ini-itu setelah bos (paman), saya sering menjadi MC,DJ, apa saja yang saya bisa.. saya senang ketemu orang-orang banyak.. apalagi banyak cewek-cewek cantik hihii.. soal pemasukan bisa dibilang cukup banget.. malah lebih untuk seumuran saya..saya juga tertarik untuk berwirausaha dibanding kerja, kalo saya kembali kejakarta..saya harus mengepack barang-barang kembali dan harus siap hidup mandiri kembali,kost,pengeluaran yang banyak dsb.. nah untuk itu saya minta saran dari teman-teman semuanya ? apa yang sebaiknya saya lakukan? Sebagian orang bilang Ambil saja kesempatan ini, untuk masa depanmu.. tapi rasanya ada yang ganjil dibenak saya.. Objek Wisata yang kita kelola sedang merangkak naik dan booming..saya sudah dipercaya.. tapi kadang memang banyak juga hal yang gak enak kerja bareng keluarga..apa lagi tinggal dirumah paman..saya sangat mengharapkan balasan atas pertanyaan saya ini dari profesional seperti anda.. terima kasih. JAwaban bisa diposting disini atau anda bisa kirim email ke: thedunix@yahoo.co.id
Surat ini juga Di posting di : http://www.royalgroup.co.nr Weblogs Yang Saya Kelola.
Oktober 25, 2007 pukul 8:33 am
@ Andra
Terimakasih atas kunjungannya.
@ Pabandi
Terimakasih, Semoga banyak yg tercerahkan
Di Medan ada beberapa member TDA, antara lain http://khairarizfia.blogspot.com/ silahkan dihubungi dan mudah2an bisa bersinergi.
@ Thedunixi
Duh.. namanya susyah amat …
Hidup adalah pilihan. Dan kita yang punya kuasa untuk menentukan pilihan. Tentu saja kita yang harus bertanggung jawab dengan pilihan kita.
Jadi Pengusaha atau Jadi PNS? tidak ada yang salah dalam pilihan itu. Kalau Anda bertanya pada para pengusaha tentu akan disarankan untuk menjadi pengusaha, dan kalau Anda bertanya pada PNS dan pensiunan kemungkinan akan disarankan menjadi PNS. Atau kalau tanya pada orang yang bingung, mungkin akan disarankan untuk memilih dua-duanya.
Kalau melihat peluang untuk mendapat penghasilan yang tidak terbatas, tentu lebih baik menjadi pengusaha. Karena PNS gajinya terbatas dan tidak mungkin melakukan akselerasi kenaikan penghasilan. Memang ada rasa aman, dan sangat cocok bagi yang mencari keamanan.
Tanyakan pada hati nurani mana yang lebih cocok bagi Anda. Kalau Anda muslim cobalah untuk istikharoh dan sekali diambil keputusan, jangan menengok ke belakang.
Salam
FM
Nopember 16, 2007 pukul 8:25 pm
Terima kasih balsannya, maaf br dibaca,krn ku juga klola web. saat ini saya senang masi kerja bareng ditempat kita http://www.royalgroup.co.nr/rta saya ingin turut mengembangkan wisata daerah,bahkan saya sekarang mnikmati menjadi vj atau announcer..tntunya dimix dgn keahlian saya, insya allah sy jg sdang mncari ksmpatan buat jadi pnyiar radio,paranti fm dipandeglang.banten. untuk usaha..itu slalu ada dibenak saya,ngumpulin modal dulu. makasih buat smuanya. deddy
Nopember 20, 2007 pukul 8:33 am
Sukses atas pilihan Anda, mudah2an pilihan Anda menjadi pilihan terbaik dalam hidup Anda dan senantiasa mendapat berkah dari Alloh SWT. Mudah2an juga dimudahkan jalannya.
Salam
Fuad Muftie