Setelah berhasil membuka satu usaha, saya jadi sering merenung. Banyak yang saya pikirkan, dari mulai bagaimana memajukan dan membesarkan usaha sendiri, sampai bagaimana saya bisa memberikan sumbangan atau kontribusi yang lebih luas lagi bagi masyarakat.
Pada level yang idealis, sering sekali terpikir apa yang bisa saya berikan sebagai kontribusi bagi bangsa Indonesia. Saya sadar sekali bahwa saat ini peran saya bagi Indonesia masihlah sangat-sangat minim. Bahkan mungkin masih menjadi ‘beban’ bagi negara.
Tapi saya yakin dengan membuka satu usaha, saya bisa meringkankan beban salah satu warga negara Indonesia yang saya pekerjakan di toko saya, dan mungkin juga saya sudah membahagiakan satu keluarga, dari jutaan keluarga di Indonesia.
Pikiranpun sering melayang dan berandai-andai, kalau saja banyak warga negara Indonesia yang mau memberanikan diri memasuki dunia entrepreneurship, banyak warga negara yang bisa ditolong dan banyak yang bisa disumbangkan bagi Indonesia.
Orang masih sering mengatakan kalau Indonesia masih dililit krisis. Mungkin benar bagi yang berpandangan pesimis. Tapi coba kalau kita bandingkan dengan tahun 1998 dulu, kondisi saat ini sudah jauh lebih baik. Dari kaca mata optimis, sebenarnya Indonesia sudah bangkit. Cuma mungkin bangkitnya Indonesia masih pelan, jika dibanding negara-negara yang senasib pada tahun 1998.
Kalau saya pribadi menganggap hal ini wajar (tapi bukan pembenaran lho, sebab harusnya Indonesia bisa lebih cepat lagi bangkitnya). Alasannya begini (lebih enak kalau pakai analogi), untuk membangkitkan Kambing yang jatuh terpeleset jauh lebih ringan dan lebih mudah daripada membangkitkan Gajah yang jatuh terpeleset, kan?
Indonesia adalah sebuah negara raksasa, sebuah negara besar, yang sedang jatuh. Kalau negara lain lebih cepat bangkit mungkin saja wajar karena urusan yang harus ditangani lebih sedikit dan lebih kecil daripada Indonesia yang multi kultural dengan permasalahan yang multi kompleks.
Tragisnya lagi setiap Indonesia mau bangkit, akan banyak yang menghalanginya. Belum lagi sikap saling menyalahkan dan sebaliknya kalau ada satu bidang yang berhasil maju, semua rame-rame pada mengklaim sebagai kontribusinya.
Ach.. koq jadi ngelantur. Oke dari sisi kewirausahaan apa yang bisa kita berikan sebagai kontribusi?
Bersambung aja yach… lagi ada kerjaan nich….
Salam FUNtastic
Fuad Muftie
© 2007, http://fuadmuftie.wordpress.com

