Indonesia Butuh Banyak Pedagang (yang tercerahkan) Part II
Melanjutkan tulisan kemarin di sini dan kembali ke topik …
Sesuai judul, kalau saja Indonesia memiliki lebih banyak lagi pedagang (yang tercerahkan) saya berkeyakinan Indonesia akan menjadi negara besar yang disegani.
Alasannya simple saja, kalau saya dan istri saya bisa membahagian satu keluarga,maka kalau muncul lebih banyak lagi pedagang, tentu akan bertambah lagi keluarga yang ikut bahagia. Kalau warga negara Indonesia sudah banyak yang bahagia, sudah tidak ada lagi waktu buat saling menyalahkan, saling tuding, dan tindakan negatif lainnya. Mungkin masih ada tapi pasti lebih sedikit.
Alasan lainnya, bisa mencontoh pada sejarah. Pada jaman kejayaan Islam di jazirah arab, banyak tokoh-tokoh Islam yang berlatar belakang pedagang. Bahkan Rosululloh juga pedagang bahkan konglomerat. Kemudian banyak sahabat Rosululloh juga berpofesi sebagai pedagang. Islam besar di Indonesia juga berkat para pedagang yang berdagang ke Indonesia (bukan penjajah lho yang menyebarkan islam di Indonesia).
Kemudian Indonesia sendiri juga dijajah dan diperalat oleh para pedagang yaitu VOC alias Kompeni (company?). Para penjajah bisa menjadi maju dari perdagangan. Dan di jaman sekarang, bisa jadi Singapura contohnya bagaimana negara yang tidak punya sumber daya yang melimpah, bisa maju karena perdagangan.
Nah, kalau sekarang Indonesia bisa mencetak banyak pedagang (entrepreneur), tentu akan lebih cepat dan mudah lagi membangkitkan raksasa yang jatuh ini. Sama seperti ilmu kesehatan holistik, tubuh yang sakit bisa berpeluang sembuh total kalau masing-masing sel-nya kembali normal dan sehat. Ibarat tubuh, kita sebagai individu sama seperti sel. Kalau sel-sel-nya mandiri dan sehat, tentu tubuhnya akan sehat. Kala individu-individu bisa mandiri (sebagai entrepreneur) yang bahkan bisa menolong orang lain pasti tubuhnya (Indonesia) akan cepat bangkit.
Tentu saja tidak hanya sekadar jadi pedagang doang, yang dibutuhkan adalah pedagang yang tercerahkan. Dalam arti pedagang yang memiliki visi dan memegang nilai-nilai yang sesuai hati nurani. Sebenarnya banyak sekali warga negara yang sudah menjadi pedagang, tapi masih sedikit yang mau memikirkan visi dan kemajuan umat lainnya. Kebanyakan berdagan masih berkutat untuk urusan pemenuhan kebutuhan pokok, belum pada tarap berdagan untuk memberi kontribusi.
Oh ya ada lagi tambahan, kenapa Indonesia butuh lebih banyak lagi pedagang. karena apapun industrinya, apapun produknya kalau tidak didukung pedagang yang banyak, hasil produksi kita tidak akan banyak yang laku.
Contoh saja, misalkan saja kita bisa membuat produk agro industri yang bisa mengalahkan produk Thailand, tapi kalau tidak banyak yang bisa menjualnya, akan sia-sia saja. Sejarah Indonesia juga sudah membuktikan, bagaimana produk berkualitas tinggi produksi Indonesia (pesawat terbang) hanya dihargai beras ketan? Barangkali karena kurangnya pedagang di Indonesia sehingga tidak mampu menjual pesawat terbang dengan lebih dahsyat lagi.
Jadi, mari kita rame-rame jadi pedagang, khususnya buat yang sudah punya niat, segeralah wujudkan, banyak warga negara yang siap Anda pekerjakan. Dan lihatlah hasilnya nanti kedepan, mungkin bukan generasi kita yang akan menikmati, semoga anak cucu kita yang akan mempertahankan kejayaan dan kemakmuran Indonesia Raya.
Salam FUNtastic
Fuad Muftie
© 2007, http://fuadmuftie.wordpress.com


Oktober 22, 2007 pukul 1:20 pm
Sungguh artikel yang menambah semangatt saya….
Oktober 25, 2007 pukul 8:42 am
Terimakasih Pak, harus terus semangat …
Salam
Fuad Muftie