Otomatisasi Toko : Mencari Software Kasir (Point Of Sales / POS) Yang Jalan di Linux

November 26, 2007

Hampir satu tahun toko Addina berhasil menggunakan komputer sebagai salah satu alat mencatat penjualan di kasir. Seperti yang pernah saya tulis, manfaat dari penggunaan komputer sebagai mesin kasir sangat banyak.

Penggunaan komputer ini cukup efektif untuk meredam kebiasaan pelanggan untuk menawar produk yang kami jual. Juga sangat efektif untuk memantau perkembangan penjualan di toko dari hari ke hari, minggu ke minggu, dan bulan ke bulan. Dan yang penting lagi, penggunaan komputer bisa meningkatkan kredibilitas toko kami di mata pelanggan.

Namun ada satu ‘obsesi’ kecil dalam diri saya, yaitu saya ingin sekali mendapatkan software kasir atau yang dalam bahasa inggrisnya disebut Point Of Sale atau POS ini yang bisa jalan di platform Linux. Alasannya simple saja, mengurangi ketergantungan pada produk Microsoft Windows yang semakin mahal saja. Dan satu lagi, kalau saya mempromosikan penggunaan komputer plus software POS di Microsoft Windows, saya secara tidak langsung ikut mempromosikan larinya devisa ke Amerika dan semakin memperkaya Om Bill Gates saja :-)

Sebenarnya saya sangat puas menggunakan Software Penjualan bernama Omset dari Rulisoft. Produk dalam negeri dengan harga yang murah tapi kualitasnya tidak murahan. Sekali pasang langsung cocok dengan model bisnis Toko Addina. Modul-modulnya juga sangat lengkap dan mampu mengakomodasi kebutuhan toko retail seperti toko Addina. Satu lagi kelebihannya yaitu sangat mudah digunakan, bahkan bagi karyawati saya yang belum terbiasa dengan komputer, bisa cepat sekali memahami alur kerja softwarenya.

Namun sayang, Software Omset hanya bisa jalan di MS Windows. Sudah saya coba pasang di Ubuntu Linux, tapi tidak bisa jalan. Bagi yang berkenan menggunakan MSWindows original bagi tokonya, saya sangat merekomendasikan Software Omset untuk toko ritel semacam Toko Addina!

Setelah bolak-balik searching di Internet ada beberapa software Point Of Sales yang Open Source (kode programnya terbuka) dan bisa jalan di Linux serta bisa diperoleh dengan biaya yang sangat-sangat murah bahkan gratis. Mungkin bisa dijadikan referensi bagi Anda yang ingin mengotomatisasi toko dengan biaya yang super murah.

1. Posterita dan Adempiere

http://www.adempiere.com/
http://www.posterita.org/

Posterita bisa dibilang merupakan software tambahan bagi Adempiere. Adempiere sendiri merupakan software ERP (Enterprise Resources Planning) yang cukup lengkap, bahkan di dalamnya sudah ada modul Point Of Sale (POS)-nya. Tapi masih status beta (?). Tapi Posterita memiliki fungsi yang lebih lengkap khusus untuk digunakan sebagai mesin / software kasir.

Saya mencoba menginstall Posterita-Adempiere Versi 3.2. di Ubuntu Linux versi 7.04 dan 7.10.

Installasi Posterita-Adempiere bagi saya yang background-nya bukan dari IT, cukup sulit (meskipun ada yang bilang mudah). Banyak yang harus di-setting. Saya melakukan trial and error sampai beberapa kali, dan baru bisa berhasil menjalankan Posterita setelah utak-atik di waktu-waktu luang saya sampai 3 bulan. Padahal sudah mengikuti petunjuk-petunjuk dari beberapa sumber.

Menurut saya, Posterita-Adempiere sangat bagus dan lengkap cuma kurang cocok untuk dipakai di toko saya. Antara lain karena : programnya berjalan sangat lambat di komputer saya, software-nya mungkin terlalu bagus (seperti naik Ferrari di gang sempit!), dan yang pasti alur kerja software POS-nya kurang sejalan dengan alur kerja di toko saya.

2. Stoq

http://www.stoq.com.br/index.php?lang=en

Sebenarnya saya sangat cocok dengan software POS bernama Stoq ini, setelah melihat tampilan dan menu-menunya yang simple dan to the point. Instalasinya juga mudah, dan bisa jalan dengan cepat (ringan) di Ubuntu Linux Feisty maupun Gutsy.

Cuma sayang setelah instalasi, Stoq tidak bisa digunakan kalau tidak terhubung dengan Fiscal Printer. Karena Stoq dibangun oleh salah satu perusahaan di Brazil dan sepertinya di Brazil untuk melakukan penjualan harus menggunakan Fiscal Printer. Disamping itu dokumentasinya masih terbatas dan kebanyakan berbahasa Portugis (Brazil) yang sama sekali tidak saya pahami.

3. Ledger-SMB

http://ledgersmb.org/

LedgerSMB merupakan pencabangan dari SQLledger. LedgerSMB seperti namanya berfokus pada software akuntansi (General Ledger). Dan didalamnya sudah terinstall modul POS-nya. Installasinya relatif lebih mudah dibanding Posterita-Adempiere. LedgerSMB dikhususkan bagi Small Medium Bussiness (SMB), sesuai namanya. Saya baru saja menginstall-nya dan belum tahu banyak seluk-beluknya. Sepertinya modul POS-nya bisa diterapkan di toko. Nanti saya dalami dulu alur kerjanya.

4. SQL-Ledger

http://www.sql-ledger.org/

SQL-Ledger adalah induk atau asal muasalnya LedgerSMB. LedgerSMB sendiri dibuat karena katanya SQLleder kurang membuka dokumentasinya dan cenderung komersial. Jadinya untuk mendapatkan support mesti bayar bahkan dokumentasinya juga dikomersiilkan. Kalau menggunakan Ubuntu Linux, software akuntansi SQL-Ledger sudah tersedia paketnya di repository Ubuntu Linux, tinggal diinstall saja.

5. IS4C / Fannie

http://www.wedge.coop/is4c/

IS4C mengklaim dirinya sebagai software POS Opensource pertama kali di dunia. Padahal sudah banyak lho software POS yang dirilis secara Opensource. Installasinya juga relatif lebih mudah. Dan untuk menggunakan IS4C disyaratkan untuk menggunakan komputer yg memang hanya untuk keperluan POS (dedicated) untuk server dan client-nya.

6.OpenBravo POS /LibrePOS / TinaPOS

https://sourceforge.net/projects/librepos/
http://www.openbravo.com/product/pos/
http://sourceforge.net/projects/openbravopos/
http://tinapos.sourceforge.net/
http://www.openbravo.com
http://wiki.openbravo.com/wiki/index.php/TinaPOS_Integration

OpenbravoPOS / LibrePOS (dulu namanya TinaPOS) dan OpenBravo mirip seperti Posterita-Adempiere.

OpenBravo merupakan software ERP dan LibrePOS (berganti nama menjadi Openbravo POS) menambahkan fungsi POS di dalamnya. Sayangnya LibrePOS lebih dikhususkan untuk digunakan pada touchscreen sehingga menjadi tidak luwes kalau menggunakan PC biasa. Saya baru mencoba install OpenBravo saja, belum ditambahkan LibrePOS. Setelah dicoba, jalannya terasa berat di komputer saya, artinya butuh resource yang lebih besar lagi (mesti ganti komputer…?? sayang ach..!).

[09 Juni 2008 Update] Openbravo POS bisa dijalankan sendiri pada PC dengan touch screen tanpa ERP Open Bravo. Openbravo POS bisa menggunakan (menyiapkan sendiri) databasenya sehingga kita tidak perlu repot-repot setup databasenya. Cocok digunakan untuk toko retail dan restauran karena ada fasilitas penomoran meja makan.

7. Kasir

http://www.rab.co.id

Kasir merupakan produk dalam negeri. Cocok untuk tipikal pedangang UKM di Indonesia. Saya pernah melihatnya digunakan di salah satu minimarket di Bandung. Cuma sayang masih minim fasilitas-fasilitasnya dan sepertinya pengembangannya sudah tidak aktif lagi (?)

8. Postila

Postila juga merupakan software buatan dalam negeri Indonesia. Sayangnya dalam paket yang diunduh tidak tersedia dokumentasi yang memadai. Instalasinya juga tidak jelas bagi pengguna non-IT. Setelah berhasil mengunduh paketnya, malah bingung sendiri. Jadinya saya belum mencobanya. Pernah saya tanya pada pengembangnya, sampai sekarang belum pernah dijawab :-(

9. Opentaps

http://www.opentaps.org/

Saya baru membaca sepintas tentang Opentaps ini. Opentaps merupakan software ERP yang lengkap, dokumentasinya juga lengkap. Saya baru mendownload dokumentasinya dan belum sempat menginstallnya. Modul POS-nya juga menarik. Perlu dicoba dulu.

10. dan lain-lain

Setelah ditelusuri kesana kemari, sebenarnya banyak sekali produk / software Point Of Sale yang free, open source, dan bisa jalan di Linux (juga di Windows). Tapi banyak yang sudah mati suri atau tidak dikembangkan lagi atau pengembangannya sudah lama tidak aktif., Seperti :

- PHP Point Of Sale : http://www.phppointofsale.com/
- Custom Point Of Sale : http://custom.sourceforge.net/
- GShop : http://gshop.sourceforge.net/

Sayang saya bukan programmer yang bisa melanjutkan pengembangannya. Satu hal yang masih mengganjal adalah sebagian besar software diatas dikembangkan di luar negeri dengan mengikuti skema atau proses bisnis di sana. Padahal di Indonesia model bisnisnya sangat unik dan butuh software yang pass atawa unik juga buat digunakan pengusaha (UKM khususnya) di Indonesia. Butuh customisasi kalau ingin menggunakannya sesuai kebutuhan kita.

Beberapa program POS yang sempat saya coba, asal itu adalah produk dalam negeri akan lebih mudah bagi kita untuk menyesuaikan diri. Dan tetap, yang masih menjadi andalan Toko Addina adalah software Omset dari Rulisoft. Tapi kalau nantinya saya bisa buka cabang Toko Addina, alternatif software POS yang jalan di Linux patut dipertimbangkan dan diperhitungkan.

Agar bisa punya software POS yang bisa jalan di Linux dan cocok dengan modal bisnis saya, mau tidak mau harus meminta bantuan programmer dalam negeri untuk mengembangkan atau memodifikasi software yang sudah ada. Tapi ini belum menjadi prioritas saya dalam membesarkan usaha saya : Toko Addina.

Update : 29-08-2008

Ada tambahan satu lagi software POS yang terintegrasi dengan Akunting yaitu TurboCash. TurboCash didesain untuk berjalan di platform Windows tapi sudah ada yang mencoba bisa berjalan di Linux dengan bantuan Wine. Saya sendiri belum mencobanya. Ini Link-nya:

http://www.turbocash.co.za/
http://www.turbocashuk.com/

Seingat saya, waktu acara TDA Goes Opensource sempat disampaikan kalau support TurboCash di Indonesia sudah ada. Silahkan digoogling.

Semoga bermanfaat
Salam FUNtastic
Fuad Muftie
© 2007, http://fuadmuftie.wordpress.com/

PS:

1) Pembaca yang budiman, mohon doa restunya, InsyaAlloh akan segera di rilis Toko Addina Versi 2.0 dengan kapasitas yang lebih besar dan lebih nyaman. Semoga bisa semakin memanjakan customer kami, bisa menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja, dan bia memberikan kontribusi yang lebih besar dalam memajukan perekonomian Indonesia (chee.. illee…) :-D

2) Baca juga kumpulan artikel pemilihan Software Point Of Sales di sini.


Bisnis Itu Tidak Logis

November 16, 2007

Beberapa email yang masuk ke inbox saya, banyak yang menanyakan tentang langkah-langkah memulai usaha. Pepatah mengatakan bahwa banyak jalan menuju Mekkah. Demikian juga dalam memulai usaha, banyak jalan / langkah yang bisa ditempuh untuk memulainya. Tinggal kita sendiri yang memilih mau lewat jalan mana, mau jalan yang lurus atau berputar-putar. Tidak ada yang baku dan jalan manapun yang dipilih, tidak ada yang salah. Yang salah adalah yang pingin membuka usaha tapi tidak mau memulai, itu namanya "salah sendiri…." :-)

Memang bagi seorang yang belum pernah terlibat dalam proses menjalankan bisnis, akan terasa sulit. "Bagaimana Memulai Usaha" seperti sebuah misteri. Beberapa bertanya dengan pertanyaan yang sangat mendetail satu persatu dipertanyakan, seperti saya harus mengisi angket / kuisioner saja. Kadang pusing juga untuk menjawabnya.

Yang menjadi ganjalan saya, sepertinya banyak yang masih menggunakan otak kiri untuk memahami dunia bisnis. Si penanya ingin memahami dunia bisnis dengan pemahaman yang diketahui logikanya. Apalagi bagi yang sudah bertahun-tahun menjadi karyawan, membuka sebuah usaha bukanlah sebuah langkah yang logis.

Memang tidak ada salahnya memahami realita bisnis dengan kacamata logika otak kiri. Tapi ketahuilah bahwa otak kiri akan menganggap sesuatu itu logis, kalau sudah ada banyak data masa lalu yang sejalan dan seirama atau mempunyai pola yang sama, baru itu dinamakan logis. Padahal, untuk mengetahui sesuatu yang akan terjadi dimasa datang dengan menggunakan logika, hanya akan ketemu yang namanya ‘trend’. Padahalnya lagi, trend bukanlah garis lurus yang linear, tapi sering berkelok-kelok. Nah realita di masa yang akan datang, apalagi di dunia bisnis, tidak bisa atau tidak cukup ditangkap dengan logika saja.

Banyak perjalanan bisnis seseorang, kalau dipikirkan sangatlah tidak logis. Demikian juga dalam bidang-bidang bisnis tertentu, banyak yang sangat sulit dipahami dengan sebuah logika. Bahkan orang-orang yang sudah lama terjun dalam bisnispun sering bertemu realita yang ‘tidak logis’. Salah satu contohnya boleh dilihat di blognya Pak Roni Yuzirman atau disini, tentang bagaimana beliau-beliau yang sudah lama terjun dibidang garment, tidak habis pikir melihat fenomena bisnis distro anak muda.

Kembali mengenai bagaimana memulai usaha, kesampingkan dulu pikiran-pikiran yang mempertanyakan tentang detail langkah-langkah untuk memulai usaha. Seperti yang pernah saya ceritakan di blog ini mengenai bagaimana saya memulai usaha, yang saya gunakan cuma satu rumus yaitu rumus "POKOKNYA". Pokoknya saya harus buka usaha. Kalau ditanya usaha apa? Saya juga belum tahu, tapi Pokoknya harus buka usaha. Akhirnya satu persatu inspirasi muncul dan dengan adanya inspirasi ini langkah kita untuk memulai usaha menjadi lebih bertenaga, jauh melampaui pikiran-pikiran yang logis.

Kemudian dalam perjalanan, merawat, dan membesarkan usaha, kami juga sering mengalami hal-hal yang tidak logis. Omset yang melonjak di saat kita berpikir pasar sedang sepi. Secara tidak sengaja ketemu suplier yang lama kita cari. dll. Itu sebagian kecil contok tidak logisnya dunia bisnis. Tapi tetap, logika adalah alat bantu yang Alloh SWT ciptakan untuk kita manfaatkan. Logika kita manfaatkan untuk menganalisa trend dan untuk pengambilan keputusan agar mendekati keputusan ‘tepat’. Cuma, kalau terlalu berpikir yang logis-logis terus, usaha akan sulit untuk dimulai.

Satu lagi, kalau pembaca pernah membaca buku Quantum Ikhlas-nya Pak Erbe Sentanu, disitu dijelaskan bahwa otak kita hanya berkuasa 12% sedangkan 88% adalah urusan hati (heart). Jadi berlatihlah menggunakan yang 88% agar langkah untuk memulai bisnis menjadi terasa ringan tapi sangat kuat energinya. Salah satunya ya pakai tindakan-tindakan yang terinspirasi (inspired action).

Salam FUNtastic
Fuad Muftie
© 2007, http://fuadmuftie.wordpress.com

PS: Buat Pak Roni Yuzirman, saya mengucapkan selamat atas milad kedua blognya yang sangat inspiratif. Blog Pak Roni Yuzirman merupakan blog yang pertama kali saya download semua artikelnya dan saya baca sampai habis, sebelum saya berani memulai usaha.


Dalam Bisnis Semuanya Adalah Proses II

November 6, 2007

Saya mendapat komentar yang sangat menarik pada postingan saya yang berjudul “Process Oriented : Dalam bisnis semuanya adalah Proses” yang dikirim oleh Ibu Bintang Gatimurni. Saya tidak tahan untuk tidak mengomentarinya kembali dengan komentar yg agak panjang :-) Untuk itu saya posting di sini saja.

Buat Bu Bintang, saya mengucapkan terimakasih karena komentar Ibu sangat mencerahkan dan bisa memotivasi kita-kita yang baru merintis usaha untuk tetap survive dan bergerak maju. Berikut komentar dan pengalaman Beliau:

“Saya ibu rumah tangga 47 th , baru 4 bln memulai bisnis warnet, setelah 8 thn mengelola sebuah wartel yang nyaris kian redup incomenya, pengetahuan saya tentang komputer sangat minim, “proses” berdiri nya warnet saya butuh waktu satu tahun, semua nya saya kerjakan secara bertahap.

Dalam proses tsb , turut saya libatkan ke 3 anak saya , mereka memberi berbagai masukan , dari properti (media/tempat) sampai ke pengadaan prangkat.

Berulang kali saya nyaris putus asa, bolak balik menangis dan merasa tertekan, karena orang2 yang terlibat langsung dengan “proyek kecil” saya ini cenderung ingin membodohi saya , ternyata semua benturan2 tadi menjadikan saya, terpacu untuk belajar lebih banyak lagi, secara otodidak saya belajar isi “jeroan” perangkat komputer dll.

Mengenai sumber dana, saya harus berulang kali ngelobby dengan pihak “pukk” , berusaha menyakinkan mereka bahwa , saya “mampu” , dalam hal ini, sejujurnya saya katakan , andai saya sebangsa yang ber nyali kecil, saya tak pernah bisa mewujudkan impian saya ini. Pada akhirnya saya meyakini , bahwa sebuah proses dalam berbisnis , adalah justru mengajarkan kita kepada pendewasaan dalam berfikir dan bersikap. saya jadi lebih banyak mendengarkan , menyimak .

Proses berbisnis memakan waktu sangat lama, karena dana saya terbatas. Warnet saya bersatu dengan rumah , ngirit biaya sewa gedung, mudah mengkontrol, dan yang paling “penting” saya bisa sambil ibadah, sambil mengajari tetangga sekitar rumah untuk mengetahui “internet itu apaa??”

Pak Fuad , sukses selalu untuk anda

Salam.

Bintang Gatimurni.”

====================

Ibu Bintang Gatimurni, terimakasih atas sharing pengalaman nyata Anda yang ’sangat hebat’ dan tentunya sangat bermanfaat bagi kita-kita yang baru merintis usaha.

Secara singkat saya ingin mengomentari sekaligus menekankan dan mengingatkan pada diri saya sendiri bahwa :

# Dalam berbisnis sangatlah penting untuk menikmati proses dan menjalani setiap detail kejadian dalam bisnis. Untung-rugi, menang-kalah, hanyalah proses bukan akhir dari aktifitas bisnis kita. Saat jatuh atau merugi sering mengundang kita untuk berhenti dan menyesali perjalanan yang telah dilewati. Padahal saat jatuh bukanlah akhir dari proses bisnis. Saat kita untung besarpun bukanlah tujuan akhir dari bisnis.

Kalau cuma keuntungan yang dijadikan tujuan, saat mendapat keuntungan berarti tujuan telah tercapai. Kalau kita tidak menciptakan tujuan yang lebih besar lagi, berarti bisnis kita sudah selesai. Atau kalau kita ingin mencari lagi keuntungan maka proses hidup kita hanya berputar-putar pada nyari untung doang.

Dalam kasusnya Bu Bintang, maka tujuan untuk beribadah dan mengajari orang lain melek internet, merupakan tujuan yang diluar bisnis, bukan cuma mencari keuntungan. Tujuan yang semacam inilah yang akan membuat bisnis kita terus bergerak dan terus berproses.  Keuntungan dan kerugian yang dialami usaha kita, mungkin terasa tidak terkait langsung dengan tujuan kita. Tapi telah terbukti bahwa pengusaha-pengusaha sukses selalu memiliki tujuan yang diluar bisnisnya, tujuan yang lebih idealis dan lebih mulia.

# Dalam proses selalu ada pelajaran dan proses pembelajaran itu sendiri. Belajar langsung di bisnis sangat berbeda dengan belajar dari teks book, blog, artikel, dan belajar di kelas. Banyak pelajaran yang hanya bisa diperoleh di kehidupan nyata, salah satunya mungkin adalah belajar mendewasakan diri. Kegagalan akan membuat kita tegar, kalau kita terus berusaha kembali bangkit. Demikian juga kegagalan akan membuat kita cengeng, kalau kita mundur dan menyesali jalan hidup yang telah berlalu.

Dalam kasus Bu Bintang, kemauan Ibu untuk belajar mendalami komputer adalah salah satu contohnya. Sangat jarang wanita yang mau dan bersedia belajar komputer sampai ke dalam-dalamnya. Prosentase wanita yang mau belajar komputer saat ini masih lebih kecil dibanding kaum adam yang sama-sama mau belajar komputer. Dan Bu Bintang adalah salah satunya. Sangat luar biasa.

# Dalam bisnis modal selalu menjadi kendala. Justru dengan kondisi ini harus menantang kita untuk mensiasati setiap kesulitan modal yang dihadapi. Pengusaha pemula sering menyalahkan sulitnya modal. Padahal ‘modal pengetahuan’ untuk mengatasi kesulitan modal jauh lebih penting.

Dalam kasus Bu Bintang, kemampuan untuk meloby penyandang dana dan pemilik dana, akan menjadi modal tersendiri sendiri untuk maju kedepan. Kalau kita berhasil meloby dalam jumlah tertentu, kita akan punya keberanian dan pemahaman yang lebih baik untuk meloby dana / modal yang lebih besar lagi nantinya.

Seperti yang diajarkan Mas Bambang Triwoko pada saya (thank’s Bro), cobalah untuk meminjam modal sesuai kemampuan kita dulu. Kalau kita baru mampu pinjam 5 juta, pinjam 5 juta dulu, kelola dengan baik, kembalikan tepat waktu. Maka nanti untuk pinjam 10 juta kita lebih berani dan si peminjam lebih yakin dg kemampuan kita. Kembali pinjaman 10jt, kita kelola dg lebih baik lagi, dan kembalikan tepat waktu, syukur-sykur bisa dikembalikan lebih cepat. Setelah bisa 10 juta, coba 25 juta, terus 50 juta, terus 100 juta dan seterusnya. Jangan cuma berangan-angan bisa dapat pinjaman 500 juta saat kemampuan masih minim, mulai saja dari kemampuan kita.

Mengenai pernyataan Bu Bintang “Proses berbisnis memakan waktu sangat lama, karena dana saya terbatas”. Saya ingin sedikit mengoreksi, bahwa korelasi antara percepatan bisnis dengan keberadaan dana (menurut saya) bukanlah korelasi dalam deret ukur. Tapi bisa jadi merupakan korelasi dalam deret hitung, yang bisa mempercepat (leverage) proses bisnis kita. (CMIIW). Bolehlah saat ini modal kita masih teramat sangat terbatas, tapi yakinlah bersama dengan proses yg lain kita bisa mempercepat kemajuan bisnis kita.

# Memulai bisnis tidak bergantung pada usia

Satu point penting yang membuat semangat dari komentar Bu Bintang adalah keberanian Bu Bintang untuk menyebutkan umur/usia. Biasanya kaum hawa sangat tertutup kalau ditanya usia. Tapi sekali lagi Bu Bintang sangat Berbeda.

Melihat usia yang sudah cukup mapan, biasanya punya resistensi untuk memulai usaha apalagi dalam bidang yang “hi tech”. Saya sangat salut Bu Bintang masih mau belajar komputer sampai dalam-dalamnya. Dan satu pelajaran yang bisa kita ambil, usia jangan dijadikan penghalan untuk maju, banyak contohnya tokoh sukses yang “memulai” pada usia yang bagi orang lain sudah digunakan untuk menikmati pensiun. Salut dan hormat saya buat Bu Bintang …

Terakhir…..

Buat Bu Bintang, terimakasih atas sharing Anda. Dari pengalaman Bu Bintang dengan wartel yang mulai redup dan warnet yang penuh lika-liku, saya yakin Bu Bintang sudah membangun pondasi untuk sukses. Tinggal diteruskan ‘pembangunannya’, ikuti prosesnya, perlahan tapi pasti semoga sukses ada ditangan Bu Bintang. Yang jelas saat ini Bu Bintang sudah layak mendapat BINTANG dengan kesuksesannya menghadapi satu persatu halangan dan rintangan untuk maju.

Sukses juga Buat Bu Bintang…

Salam FUNtastic
Fuad Muftie
© 2007, http://fuadmuftie.wordpress.com/

PS: Saya masih penasaran apa artinya “pukk”…


Keyakinan untuk Berhenti Kerja dan Membuka Usaha

November 5, 2007

Assalammu’alaikum Pak Muftie …

Saya seorang ibu rumah tangga dengan satu orang anak, juga karyawati sebuah perusahaan kosmetik. Sebulan terakhir ini saya lagi ‘ngebet2nya’ pingin berhenti kerja dan membuka usaha sendiri. Kepikiran untuk buka Rias Pengantin tapi belum bisa nyanggul, berarti kan musti kursus dulu.

Kepikiran usaha lainnya adalah jualan makanan mateng di kawasan perkantoran dengan menggunakan mobil kijang yang nganggur di rumah, tapi saya gak jago masak. Terus terang Pak, saya masih takut, bingung (Bpk pasti sering baca imel2 spt ini ya Pak).

Dengan kerja berdua saja hari-hari kami masih aja ada kekurangan, apalagi klo saya berhenti bekerja?!?!?! Tapi untuk terus bertahan kerja kantoran pun saya sudah jenuh! Apalagi klo inget putra tercinta saya kini berusia 3 tahun, ini merupakan periode keemasannya untuk tumbuh dan berkembang.

Saya ingin dapat masukan dari Bapak, kira2 apa yang musti saya persiapkan (baik secara fisik maupun mental) dengan status saya nanti yang bukan karyawati lagi? Selain itu juga apa yang musti difikirkan sebelum kita membuka usaha?

Tolong beri saya pencerahan Pak. Tolong yakinkan saya, bahwa langkah saya untuk berhenti kerja, mengurus keluarga lebih intens, dan memulai usaha adalah TIDAK SALAH! Terima kasih. Wassalammu’alaikum.

Salam,
D

====================

Wa’alaikum salam Wr. Wb.

Ibu D, salam kenal, bahagia saya mendengar Ibu ingin membuka usaha sendiri. Semakin banyak yg mau membuka usaha sendiri InsyaAlloh Indonesia akan cepat maju.

Yang harus dipersiapkan pertama adalah mental, pikiran, dan keyakinan dulu Bu. Keyakinan seperti “kalau saya berhenti bekerja, saya akan kekurangan” sebaiknya diganti dan diubah menjadi “Kalau saya berhenti bekerja, berarti saya bisa total menjalankan usaha, dan bisa mendapatkan penghasilan yang lebih besar berlipat-lipat ganda”.

Ingat apapun yang Anda yakini, itulah kenyataannya. Anda yakin anda miskin berarti anda miskin dan kalau anda yakin anda kaya berarti anda kaya. Memang akan terasa ada kontradiksi antara pikiran / keyakinan dengan kenyataan, tapi faktanya cepat atau lambat kenyataan akan mengikuti keyakinan kita. Dan itu sudah dibuktikan oleh orang-orang yang dinilai sukses. Silahkan baca buku-buku motivasi….

Begitu juga keyakinan bahwa untuk berbisnis rias pengantin harus bisa nyanggul, bisa jadi itu keyakinan yang keliru. Bisa saja Ibu membuka usaha rias pengantin, dengan mempekerjakan orang yang bisa nyanggul. Tinggal pinter-pinternya Ibu mencari karyawan. Saya dulu juga seperti ibu, saya berpikir untuk membuka bengkel berarti saya harus bisa jadi mekanik, makanya saya bela-belain kursus montir mobil dan montir sepeda motor. Setelah selesai kursus ternyata saya tidak juga berani membuka usaha bengkel!

Ibu juga bisa keliru dengan keyakinan bahwa untuk usaha makanan harus bisa masak. Karena saya punya teman yang punya warteg, tapi dia tidak bisa bikin masakan warteg. Yang dia lakukan adalah menyiapkan tempat, peralatan, dan mempekerjakan orang dari Tegal sebagai koki dan pelayannya.

Saran saya, mulai saat ini fokuskan pada pada perubahan pikiran, keyakinan, dan mindset Ibu dulu. Hal ini dulu saya lakukan dengan terus membayangkan saya bisa punya usaha, ini saya pikirkan saat mau tidur, saat bangun tidur, saat mandi, saat bengong, saat dalam perjalanan, kapanpun pikiran sedang ‘kosong’, saya ingatkan untuk fokus pada pikiran “saya harus bisa membuka usaha“. Pada saat itu saya tidak terpikir untuk membuka kios jilbab dan busana muslim. Pokoknya pikirkan terus dan yakinkan terus dalam diri sendiri bahwa saya harus bisa, harus segera dan secepatnya bisa membuka usaha. Pada saatnya tahu-tahu ‘cling’ muncul inspirasi / ide untuk buka toko jilbab.

Satu lagi, usahakan cari bidang yang benar-benar Ibu minati, jangan cuma bidang yang diinginkan lho. Kalau minat di kecantikan, bisa usaha jualan kosmetik, jasa salon, rias pengantin, dll. Kalau minat di kuliner, bisa buka restoran, buka warteg, buka warung tenda, buka burger, jualan jus buah, es buah, dll. Yang penting tentukan dulu bidang yang diminati dan kalau nantinya dijalankan benar-benar bisa enjoy menikmatinya.

Yang terakhir, kalau Ibu tetap bertahan jadi karyawati dan suami tetap karyawan seperti sekarang ini, tanpa melakukan perubahan, 10 tahun kedepan kondisinya juga nggak jauh beda, terus merasa kekurangan. Tapi kalau Ibu hari ini bisa mulai melakukan perubahan, InsyaAlloh 10 tahun lagi, nasib ibu sudah jauh langit dan bumi. Setidaknya mulailah dari perubahan pikiran, tetap berpikiran positif dan tetap buka pikiran dengan segala kemungkinan dan segala peluang.

Semoga bisa membantu

Salam
Fuad Muftie
© 2007, http://fuadmuftie.wordpress.com