Otomatisasi Toko : Mencari Software Kasir (Point Of Sales / POS) Yang Jalan di Linux
Hampir satu tahun toko Addina berhasil menggunakan komputer sebagai salah satu alat mencatat penjualan di kasir. Seperti yang pernah saya tulis, manfaat dari penggunaan komputer sebagai mesin kasir sangat banyak.
Penggunaan komputer ini cukup efektif untuk meredam kebiasaan pelanggan untuk menawar produk yang kami jual. Juga sangat efektif untuk memantau perkembangan penjualan di toko dari hari ke hari, minggu ke minggu, dan bulan ke bulan. Dan yang penting lagi, penggunaan komputer bisa meningkatkan kredibilitas toko kami di mata pelanggan.
Namun ada satu ‘obsesi’ kecil dalam diri saya, yaitu saya ingin sekali mendapatkan software kasir atau yang dalam bahasa inggrisnya disebut Point Of Sale atau POS ini yang bisa jalan di platform Linux. Alasannya simple saja, mengurangi ketergantungan pada produk Microsoft Windows yang semakin mahal saja. Dan satu lagi, kalau saya mempromosikan penggunaan komputer plus software POS di Microsoft Windows, saya secara tidak langsung ikut mempromosikan larinya devisa ke Amerika dan semakin memperkaya Om Bill Gates saja
Sebenarnya saya sangat puas menggunakan Software Penjualan bernama Omset dari Rulisoft. Produk dalam negeri dengan harga yang murah tapi kualitasnya tidak murahan. Sekali pasang langsung cocok dengan model bisnis Toko Addina. Modul-modulnya juga sangat lengkap dan mampu mengakomodasi kebutuhan toko retail seperti toko Addina. Satu lagi kelebihannya yaitu sangat mudah digunakan, bahkan bagi karyawati saya yang belum terbiasa dengan komputer, bisa cepat sekali memahami alur kerja softwarenya.
Namun sayang, Software Omset hanya bisa jalan di MS Windows. Sudah saya coba pasang di Ubuntu Linux, tapi tidak bisa jalan. Bagi yang berkenan menggunakan MSWindows original bagi tokonya, saya sangat merekomendasikan Software Omset untuk toko ritel semacam Toko Addina!
Setelah bolak-balik searching di Internet ada beberapa software Point Of Sales yang Open Source (kode programnya terbuka) dan bisa jalan di Linux serta bisa diperoleh dengan biaya yang sangat-sangat murah bahkan gratis. Mungkin bisa dijadikan referensi bagi Anda yang ingin mengotomatisasi toko dengan biaya yang super murah.
1. Posterita dan Adempiere
http://www.adempiere.com/
http://www.posterita.org/
Posterita bisa dibilang merupakan software tambahan bagi Adempiere. Adempiere sendiri merupakan software ERP (Enterprise Resources Planning) yang cukup lengkap, bahkan di dalamnya sudah ada modul Point Of Sale (POS)-nya. Tapi masih status beta (?). Tapi Posterita memiliki fungsi yang lebih lengkap khusus untuk digunakan sebagai mesin / software kasir.
Saya mencoba menginstall Posterita-Adempiere Versi 3.2. di Ubuntu Linux versi 7.04 dan 7.10.
Installasi Posterita-Adempiere bagi saya yang background-nya bukan dari IT, cukup sulit (meskipun ada yang bilang mudah). Banyak yang harus di-setting. Saya melakukan trial and error sampai beberapa kali, dan baru bisa berhasil menjalankan Posterita setelah utak-atik di waktu-waktu luang saya sampai 3 bulan. Padahal sudah mengikuti petunjuk-petunjuk dari beberapa sumber.
Menurut saya, Posterita-Adempiere sangat bagus dan lengkap cuma kurang cocok untuk dipakai di toko saya. Antara lain karena : programnya berjalan sangat lambat di komputer saya, software-nya mungkin terlalu bagus (seperti naik Ferrari di gang sempit!), dan yang pasti alur kerja software POS-nya kurang sejalan dengan alur kerja di toko saya.
2. Stoq
http://www.stoq.com.br/index.php?lang=en
Sebenarnya saya sangat cocok dengan software POS bernama Stoq ini, setelah melihat tampilan dan menu-menunya yang simple dan to the point. Instalasinya juga mudah, dan bisa jalan dengan cepat (ringan) di Ubuntu Linux Feisty maupun Gutsy.
Cuma sayang setelah instalasi, Stoq tidak bisa digunakan kalau tidak terhubung dengan Fiscal Printer. Karena Stoq dibangun oleh salah satu perusahaan di Brazil dan sepertinya di Brazil untuk melakukan penjualan harus menggunakan Fiscal Printer. Disamping itu dokumentasinya masih terbatas dan kebanyakan berbahasa Portugis (Brazil) yang sama sekali tidak saya pahami.
3. Ledger-SMB
LedgerSMB merupakan pencabangan dari SQLledger. LedgerSMB seperti namanya berfokus pada software akuntansi (General Ledger). Dan didalamnya sudah terinstall modul POS-nya. Installasinya relatif lebih mudah dibanding Posterita-Adempiere. LedgerSMB dikhususkan bagi Small Medium Bussiness (SMB), sesuai namanya. Saya baru saja menginstall-nya dan belum tahu banyak seluk-beluknya. Sepertinya modul POS-nya bisa diterapkan di toko. Nanti saya dalami dulu alur kerjanya.
4. SQL-Ledger
SQL-Ledger adalah induk atau asal muasalnya LedgerSMB. LedgerSMB sendiri dibuat karena katanya SQLleder kurang membuka dokumentasinya dan cenderung komersial. Jadinya untuk mendapatkan support mesti bayar bahkan dokumentasinya juga dikomersiilkan. Kalau menggunakan Ubuntu Linux, software akuntansi SQL-Ledger sudah tersedia paketnya di repository Ubuntu Linux, tinggal diinstall saja.
5. IS4C / Fannie
IS4C mengklaim dirinya sebagai software POS Opensource pertama kali di dunia. Padahal sudah banyak lho software POS yang dirilis secara Opensource. Installasinya juga relatif lebih mudah. Dan untuk menggunakan IS4C disyaratkan untuk menggunakan komputer yg memang hanya untuk keperluan POS (dedicated) untuk server dan client-nya.
6.OpenBravo POS /LibrePOS / TinaPOS
https://sourceforge.net/projects/librepos/
HTML clipboard http://www.openbravo.com/product/pos/
HTML clipboardhttp://sourceforge.net/projects/openbravopos/
http://tinapos.sourceforge.net/
http://www.openbravo.com
http://wiki.openbravo.com/wiki/index.php/TinaPOS_Integration
OpenbravoPOS / LibrePOS (dulu namanya TinaPOS) dan OpenBravo mirip seperti Posterita-Adempiere.
OpenBravo merupakan software ERP dan LibrePOS (berganti nama menjadi Openbravo POS) menambahkan fungsi POS di dalamnya. Sayangnya LibrePOS lebih dikhususkan untuk digunakan pada touchscreen sehingga menjadi tidak luwes kalau menggunakan PC biasa. Saya baru mencoba install OpenBravo saja, belum ditambahkan LibrePOS. Setelah dicoba, jalannya terasa berat di komputer saya, artinya butuh resource yang lebih besar lagi (mesti ganti komputer…?? sayang ach..!).
[09 Juni 2008 Update] Openbravo POS bisa dijalankan sendiri pada PC dengan touch screen tanpa ERP Open Bravo. Openbravo POS bisa menggunakan (menyiapkan sendiri) databasenya sehingga kita tidak perlu repot-repot setup databasenya. Cocok digunakan untuk toko retail dan restauran karena ada fasilitas penomoran meja makan.
7. Kasir
Kasir merupakan produk dalam negeri. Cocok untuk tipikal pedangang UKM di Indonesia. Saya pernah melihatnya digunakan di salah satu minimarket di Bandung. Cuma sayang masih minim fasilitas-fasilitasnya dan sepertinya pengembangannya sudah tidak aktif lagi (?)
8. Postila
Postila juga merupakan software buatan dalam negeri Indonesia. Sayangnya dalam paket yang diunduh tidak tersedia dokumentasi yang memadai. Instalasinya juga tidak jelas bagi pengguna non-IT. Setelah berhasil mengunduh paketnya, malah bingung sendiri. Jadinya saya belum mencobanya. Pernah saya tanya pada pengembangnya, sampai sekarang belum pernah dijawab
9. Opentaps
Saya baru membaca sepintas tentang Opentaps ini. Opentaps merupakan software ERP yang lengkap, dokumentasinya juga lengkap. Saya baru mendownload dokumentasinya dan belum sempat menginstallnya. Modul POS-nya juga menarik. Perlu dicoba dulu.
10. dan lain-lain
Setelah ditelusuri kesana kemari, sebenarnya banyak sekali produk / software Point Of Sale yang free, open source, dan bisa jalan di Linux (juga di Windows). Tapi banyak yang sudah mati suri atau tidak dikembangkan lagi atau pengembangannya sudah lama tidak aktif., Seperti :
- PHP Point Of Sale : http://www.phppointofsale.com/
- Custom Point Of Sale : http://custom.sourceforge.net/
- GShop : http://gshop.sourceforge.net/
Sayang saya bukan programmer yang bisa melanjutkan pengembangannya. Satu hal yang masih mengganjal adalah sebagian besar software diatas dikembangkan di luar negeri dengan mengikuti skema atau proses bisnis di sana. Padahal di Indonesia model bisnisnya sangat unik dan butuh software yang pass atawa unik juga buat digunakan pengusaha (UKM khususnya) di Indonesia. Butuh customisasi kalau ingin menggunakannya sesuai kebutuhan kita.
Beberapa program POS yang sempat saya coba, asal itu adalah produk dalam negeri akan lebih mudah bagi kita untuk menyesuaikan diri. Dan tetap, yang masih menjadi andalan Toko Addina adalah software Omset dari Rulisoft. Tapi kalau nantinya saya bisa buka cabang Toko Addina, alternatif software POS yang jalan di Linux patut dipertimbangkan dan diperhitungkan.
Agar bisa punya software POS yang bisa jalan di Linux dan cocok dengan modal bisnis saya, mau tidak mau harus meminta bantuan programmer dalam negeri untuk mengembangkan atau memodifikasi software yang sudah ada. Tapi ini belum menjadi prioritas saya dalam membesarkan usaha saya : Toko Addina.
Semoga bermanfaat
Salam FUNtastic
Fuad Muftie
© 2007, http://fuadmuftie.wordpress.com/
PS:
1) Pembaca yang budiman, mohon doa restunya, InsyaAlloh akan segera di rilis Toko Addina Versi 2.0 dengan kapasitas yang lebih besar dan lebih nyaman. Semoga bisa semakin memanjakan customer kami, bisa menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja, dan bia memberikan kontribusi yang lebih besar dalam memajukan perekonomian Indonesia (chee.. illee…)
2) Baca juga kumpulan artikel pemilihan Software Point Of Sales di sini.


Nopember 27, 2007 pukul 3:32 am
Proficiat atas dibukanya toko Addina 2.0, makin muaantabb aja nih… !!
Alamat dimana bro ?? kalo pas di Jakarta mo mampir !!
Sukses selalu.
Bams Triwoko - TDA Joglo
Nopember 28, 2007 pukul 2:00 pm
Makasih Mas Bambs. Ini juga atas motivasi Mas Bambs dan wujud dari do’a2 teman2 semua. Alamatnya nggak jauh dari toko yg lama, di Jl. Wijaya Kusuma +/- 100 M dari toko lama.
Sukses juga buat Betiga.
Salam
Fuad Muftie
Nopember 29, 2007 pukul 3:34 pm
jl wijaya kusuma..
berarti geser ke jalan utama…
lokasi makin strategis nih…
Nopember 30, 2007 pukul 10:12 am
Yup betul Pak, lebih strategis dari kios yg lama, cuma ya… itu ongkos sewanya juga berlipat-lipat dari yg lama… lagi ngatur strategi pembiayannya nich….
Doain ya Pak, biar belanja SIK Clothingnya bisa lebih banyak lagi.. he.. he.. he…
Wassalam
Fuad Muftie
Desember 4, 2007 pukul 10:25 am
Pak,kyk nya webnya rulisoft udah gak aktif lg ya?Kira2 yg cocok buat usaha saya(kios voucher eceran+grosiran)apa ya?Thanks.
Desember 5, 2007 pukul 5:07 pm
Bu Nurul, saya cek website rulisoft masih bisa diakses koq Bu dan masih aktif.
Untuk jualan voucher elektrik kalau pakai software omset mungkin perlu trik khusus, sedangkan untuk voucher fisik, handphone, dan aksesorisnya akan mudah kalau pakai software omset.
Kalau mau pakai di Linux, coba pakai PHPpoint of sale atau yg lainnya juga bagus.
Salam
Fuad Muftie
Desember 7, 2007 pukul 2:49 pm
Blogwalking. Blog anda inspiratif banget. Nice blog. Maen2 ke blog saya ya kalo sempat. Thx.
Desember 10, 2007 pukul 12:17 pm
Terimakasih Pak Made Suryawan.
Wassalam
Fuad Muftie
Desember 23, 2007 pukul 2:12 pm
Assalamualikum pak Fuad,
searching di google “kasir” akhirnya saya tertambat diblog ini. Karena saya kebetulan memang lagi mencari sofwtware pos yang murah meriah akhirnya saya klik aja kata “omset”. setelah baca2 akhirnya saya putuskan transfer uang ke rulisoft. Tapi karena klak kliknya gak urut akhirnya saya salah memasukkan nominal and ID member. mulai pusing deh. Coba hub CS rulisoft gak ada yang online. Email gak ada balasan. Email ke yahoogroupsnya juga gak ada respon? Pak fuad aktif di rulisoftyahoogroups gak? Sekarang saya hanya menunggu email balasan dari rulisoft, semoga kesalahan saya mengirim jumlag uang dan mengisi ID gak jadi masalah.
BTW, saya baca2 kok gak ada yang pengusaha minimarket ya? (sembako dll). Mungkin ada tips buat saya karena ini awal saya mulai usaha minimarket.
Terima kasih
Desember 27, 2007 pukul 11:56 am
Bu Idah mohon maaf baru sempat online lagi hari ini. Saya dapat konfirmasi dari Rulisoft kalau pembayaran ibu sudah diterima. Mudah2an Ibu sudah dpt konfirmasi juga dari rulisoft. Kalau memang masih ada kendala boleh hubungi lagi pihak rulisoft atau boleh juga titip pesan disini biar saya sampaikan ke rulisoft.
Software POS tsb menurut saya cocok juga buat minimarket Bu, contoh databasenya sendiri menggunakan barang-barang yg biasa dijual di minimarket dan toko kelontong.
Wassalam
Fuad Muftie
Januari 2, 2008 pukul 8:48 am
Assalamu Alaiku pak Fuad Muftie ….
Saya mempunya Toko ATK dan Busana Muslim. Saat ingin mendapatkan Informasi tentang Softwer yang bisa kami gunakan di Toko kami. Mohon Informasi tentang perangkat yang di butuhkan serta biayanya.
Jazakillah
Wassalam
Januari 2, 2008 pukul 1:05 pm
Bu Lala
Salam kenal Bu, untuk hardware yg saya gunakan saya menggunakan PC / komputer biasa dan printer dot matrix. Jadi bukan hadware khusus untuk kasir (spt di dept. store terkenal), sehingga biayanya lebih murah.
Perangkat yang dibutuhkan:
- satu set PC (CPU + Monitor) : saya pakai PC bekas dg spek : Pentium III 600 Mhz, Ram 256MB, Monitor 14″ dulu saya beli Rp. 1 jutaan.
Saran saya pakai PC Pentium IV biar lebih cepat, apalagi sekarang harganya semakin murah.
- Printer saya menggunakan Epson Dot Matrik LX300. Saya tidak beli tapi dapat hibah, jadi hemat. Kalau beli mungkin sekitar 1 jutaan. CMIIW
- Software kasir menggunakan Software kasir dari Rulisot (murah cuma 149 ribu) bisa dibeli di http://www.rulisoft.com/?1183
Software kasir rulisoft sudah sangat lengkap dan cocok untuk toko kelontong, toko atk, toko busana muslimah dll
Semoga bisa membantu
Wassalam
Fuad Muftie
Januari 9, 2008 pukul 11:28 am
Kalau Ms. Access bisa jalan gak di linux?
Januari 9, 2008 pukul 12:00 pm
Bisa, cuma pengalaman saya blm bisa stabil, sering crash.
Wassalam
FM
Januari 9, 2008 pukul 11:53 pm
gini aku minta bantuan ada gak software laporan keuangan yang cocok untuk penjualan tiket(travel), terima kasih and sukses
Januari 11, 2008 pukul 12:20 pm
Assalamualikum pak Fuad,
maaf juga saya baru buka lagi blog ini. makasih jawaban dan bantuannya utk konfirmasi ke rulisoft. Saya sudah terima sofware nya. sudah mulai dipasang, tapi masih proses input data yg super bikin pusing. tapi ada masalah nih pak. saya coba hub rulisoft gak ada yang online. jd pusing. mungkin pak fduad bisa bantu :
1. di sofwtware kan tertulis pake kertas A4. saya pake printer dot matrix epson tmu220d. waktu sy coba p[rint, laporannya jadi kepotong. gimana ya pak cara nge setnya? terus terang didunia perkomputeran saya murni sebagai “pengguna” jadi agak bingung kalo sudah urusan ngeset dsb.
2. cash drawer saya kok gak bisa buka otomasti ya pak. harusnya kan otomasti buka tiap saya enter.
makasih ya pak. atau mungkin bpk bisa kasih saya alamt dimana saya bisa online dengan rulisoft.
oh ya utk bu nurul alamiah :
saya juga jualan pulsa bu. punya all operator juga. saya pake vre (voucher refill engine). cukup memuaskan kok bu. tapi saya lupa alamat email orangnya (orangnya juga baik kok bu) no telp nya sy gak berani posting disini. nanti saya tanya dulu ya bu.
Januari 11, 2008 pukul 4:20 pm
Utk Bu Nurul alamiah
ini alamt org VRE bu: indra_03153@yahoo.com atau bisa masuk yahoo messenger, beliaunya selalu online kok bu. jadi tiap ada masalah dengan vre kita pasti gampang hub beliau.
Januari 14, 2008 pukul 1:08 pm
@ Jorel
Untuk software laporan keuangan, banyak sekali tersedia baik yang komersil maupun gratis. Coba saja minta bantuan google.
Kalau yg Anda maksud software untuk menangani penjualan ticket, mungkin lebih jarang. Saya kurang tahu, karena saya tidak ada minat untuk mencari-cari software jual-beli ticket. Maaf
@ Idah
Selain setting kertas A4 di software Omset, juga dilakukan setting pada printernya Bu. Yaitu lewat control panel -> printer -> epson -> properties. Nanti jadikan kertas A4 sebagai default dari printer epson.
Untuk cash drawer harusnya bisa Bu. Cuma saya tidak ada pengalaman karena fitur tsb tidak saya gunakan di toko saya (tidak memakai cash drawer). Coba hubungi langsung ke pengembangnya Bu.
Terimakasih atas informasinya Bu, semoga bisa bermanfaat.
Wassalam
Fuad Muftie
Januari 18, 2008 pukul 11:20 am
ini mas Fuad ya?
ini saya nih, Eko SW
wah, serius dgn bisnis ini ya???
Saya kepikiran mo buat software pos sendiri aja kali …
(kudu di riset dulu kelayakannya)
Tapi menarik sekali ini ^_^
Januari 29, 2008 pukul 12:21 pm
Iya It’s me mas Eko, gimana sudah sehat. Mudah2an bisa kembali beraktifitas ya Mas.
Alhamdulillah bisnis utama saya masih jual beli jilbab dan pernak-perniknya. Untuk SW POS memang masih potensial. Saya dukung Mas… kalau mau riset di toko Saya juga silahkan
Wassalam
FM
April 4, 2008 pukul 9:43 pm
SAYA DARI PURI COMPUTER YG BERGERAK DALAM BIDANG PENJUALAN COMP LAPTOP ACCESORIES JUGA SOFTWARE KAMI BERKEINGINAN UNTUK MEMASARKAN PRODUK YG BAPAK JUAL KAMI MOHON BAPAK BISA KIRIMKAN PRODUK DAN PRICE LIST KE TEMPAT KAMI LEWAT TIKI AGAR KAMI BISA MEMASARKAN PRODUK TERSEBUT KE
PURI COMPUTER
PERUMNAS BB AGUNG, JL. FLAMBOYAN2/22
NEGARA 82212, BALI
DGN HENDRA 0365 4705037
KAMI TUNGGU KIRIMANNYA UNTUK SEGERA KAMI PASARKAN YG SELAMA INI TELAH ADA 2 SUPPLAYER YG TELAH BEKERJA SAMA DENGAN KAMI SEPERTI BROMOSOFT JUGA ID SOFTWARE DAN TIDAK LUPA KAMI UCAPKAN TERIMA KASIH ATAS KERJASAMANYA
April 8, 2008 pukul 3:08 pm
Pak Hendra salam kenal Pak.
Maaf Pak sebaiknya kalau menulis komentar pakai huruf kecil saja Pak, tidak perlu huruf kapital semua. Dalam Netiket, penulisan dg huruf kapital semua diartikan Bpk sedang marah-marah. Nah mau menawarkan kerja sama koq marah-marah???
Mohon maaf saya bukan produsen softwarenya Pak, jadi belum bisa kerja sama kita.
Wassalam
Fuad Muftie
Juli 24, 2008 pukul 11:51 am
Sy coba menggunakan omset (versi trial - dpt dari temen), sayangnya, jalan terasa lambat di komputer P3/256 access2003. (Lambat saat start program aja seh). dan ada kendala lain, yaitu saat sale (jual) yang harus memasukan nama customer. Ehm…kayaknya kurang cocok ya utk retail yg gak ada fasilitas anggota. Atau saya masih salah mencoba ya ?
Juli 24, 2008 pukul 3:22 pm
Setahu saya Omset nggak ngeluarin versi TRIAL lho Pak
Untuk fasilitas Penjualan dengan nama customer ada Koq Pak. Sehingga bisa merekam tiap transaksi berikut nama pelanggannya. Dan kita jadi bisa tahu penjualan terbanyak dari pelanggan yang mana. Pelanggan mana yang paling menguntungkan. Bisa bikin program membership dll.
Selamat mencari-cari ya Pak. Pesan pengembang Omset “mohon jangan dibajak” kasihan sudah murah, buatan anak negeri, dibajak Pula???
Fuad Muftie