Bingung Menentukan Jenis Usaha
assalamu’alaikum…
saya sangat berkeinginan untuk mempunyai usaha. saat ini saya bekerja dan masih mempunyai waktu luang. akan tetapi saya bingung usaha yang cocok untuk saya. jika ada yang menarik maka saya kepingin usaha tersebut, akan tetapi jika ada yang lain maka saya juga ingin kembali akan tetapi hal tersebut membuat bingung dan hingga saat ini belum melangkah untuk menentukan usaha apa yang akan saya lakukan.
sedangkan ada saran yaitu usaha hal yang diminati saya pun hingga saaat ini tidak tahu apa yang saya minati. jadi mungkin ada masukan apa ang musti saya pikirkan dan lakukan agar saya bisa segera memulia apa yang ada diangan-angan. terima kasih.
wassalamu’alaikum
Zainal
================***=================
Wa’alaikum salam Wr Wb
Pak Zainal, Anda tidak sendirian memiliki kebingungan seperti itu. Saya yakin banyak yang masih mengalami kebingunan seperti itu. Sayapun dulu seperti Bapak, bingung… mau usaha apa, gimana memulainya, bagaimana modalnya, dll.
Yang saya lakukan saat bingung seperti Anda adalah mengumpulkan informasi tentang usaha-usaha yang kira-kira bisa saya jalankan sesuai kemampuan finansial saya. Saya buat catatan di buku saya tentang berbagai peluang yang mungkin saya ambil nantinya.
Kemudian saya datangi salah satu pemilik franchise burger dengan pertimbangan biaya memulainya murah. Saya tanyakan detail mengenai bagaimana cara mengambil franchise-nya (tepatnya sich business opportunity). Saya datangi juga pihak yangmenawarkan franchise es cendol. Saya datangi pemilik franchise mie ayam, dll.
Brosur-brosurnya saya kumpulin. Kemudian saya baca-baca tawarannya, saya bayangkan kalau saya ambil kira-kira nantinya seperti apa, seberapa repotnya saya mengelola bisnis tersebut, mengingat saya juga bekerja di kantoran. Kira-kira nanti gimana cari karyawan, gimana menggajinya, dll. Semua saya pikirkan saja karena saya juga bingung dimana mencari jawabannya dan saya belum tahu jawabannya. Pokoknya pikirkan dan rasakan dulu. Konyol memang, he.. he.. he.. tapi ya begitulah proses yang dulu saya jalani.
Ternyata keinginan saya berubah, saya jadi pingin buka warnet. Hal yang sama saya lakukan, saya mencari tentang peluang bisnis warnet. Ini lebih mudah, karena informasinya banyak tersebar di internet sehingga bisa dicari lewat googling. Saya juga bertanya pada pengelola warnet tentang bagaimana cara membuka warnet. Ternyata mentok juga di modal. Saya tidak kuat mendanai sendiri buat buka warnet. Untuk kerjasama saya tidak ada bayangan dan tidak terpikirkan.
Pikiran berubah lagi, saya pingin buka toko barang-barang petualangan (adventure) karena ada teman yang sudah memulai dan sepertinya menarik untuk dikembangkan. Sayangnya keinginan saya bertepuk sebelah tangan. Jadinya tidak diteruskan. Pokoknya apa saja yang terpikir ingin dijalani, saya kumpulkan informasinya.
Nah setelah berbulan-bulan bergelut dengan kebimbangan/kebingungan, munculah ide buka toko jilbab. Ide itu datang tiba-tiba dari arah yang tidak terduga. Awalnya saya baca salah satu emailnyaPak Hadi Kuntoro di milis Wonosobo, terus saya lihat-lihat iklan di majalah muslimah, muncullah keinginan buka toko jilbab. Kemudian saya tawarkan kepada istri saya ternyata istri saya sangat berminat dan mendukung. Setelah kami berdua sepakat, maka tindakan2 berikutnya mengalir seperti jatuhnya bola salju, mengalir deras dan tidak mungkin mudur lagi.
Demikian gambaran saya satu-tahun-tiga-bulan yang lalu. Nah kembali kepada kebingunan yang Pak Zainal alami, saran saya tenang saja Pak. Sekarang ambil kertas atau siapkan buku tulis, tulis saja ide-ide bisnis yang ingin Anda jalani, tulis saja secara bebas, seenaknya, senyamannya, dan jangan pakai rasa takut dan khawatir. Ibaratnya Pak Zainal sedang menanam bibit, bibit mana yang nantinya tumbuh dan nantinya akan ditanam jangan terlalu dipikirkan.
Setelah dapat daftarnya, coba sambil jalan-jalan ke kantor, perhatikan orang-orang yang menjalankan usaha yang Pak Zainal catat. Bayangkan kalau saya menjalankan usaha ini kira-kira gimana perasaan saya, gimana kesibukan saya, gimana nanti mempekerjakan karyawan, dll. Cobalah untuk berpikir positif, jangan pikirkan yang negatif. Bayangkan saja gimana rasanya nanti menggaji karyawan sesuai UMR, jangan pikirkan gimana kalau saya nggak bisa nggaji karyawan? Wong coma mikir-mikir koq, jangan mempersulit diri.
Sama saja seperti nanam benih, misalnya benih mangga, bayangkan nanti pohonnya tumbuh lebat, buahnya besar2, ranum, dan manis. Jangan pikirkan gimana nanti kalau pohonnya kena angin, terus tumbang, roboh di atap, terus rumahnya rusak… wah nggak bakalan kita jadi nanam mangga.
Coba juga masuk ke Pasar, perhatikan orang-orang yang berjualan produk yang Pak Zainal pikirkan. Perhatikan orang yang jualan bakso, gimana caranya mereka bisa berjualan dan bagaimana kalau nanti Pak Zainal yang berjualan. Perhatikan orang yang jualan koran / majalah, bagaimana mereka berjualan dan bagaimana kalau nanti Pak Zainal yang berjualan. Perhatikan orang yang jualan voucher dan HP, bagaimana mereka berjualan dan bagaimana kalau nanti Pak Zainal yang berjualan.
Coba juga masuk ke Mall dan pusat grosir, perhatikan bagaimana mereka berjualan dan kira-kira bagaimana nanti kalau Pak Zainal yang punya usaha itu. Pokonya sering-sering saja lakukan pengamatan. Nanti saat mengamati mungkin pikiran kita akan menerawang tentang prospeknya, tentang variasi usahanya, tentang persaingannya, dll. Biarkan saja pikiran itu muncul dan rasakan saja. Wong kita juga belum buka usahanya kan. Jadi bebas saja.
Syukur-syukur Pak Zainal punya kesempatan ngobrol dengan pengusaha yang Pak Zainal minati. Obrolan ringan saja Pak. Seperti istri saya, waktu masuk ke toko jilbab, tanya saja mana produk yang laris, berapa harganya. Ketemu sama tukang somay, tanya siapa yang buat, berapa sehari laku, berapa keuntungannya. Obrolan santai yang mengalir dan tidak dipaksakan sering memberikan informasi yang sangat berharga bagi kita.
Nah lama-lama, InsyaAlloh akan muncul perasaan yang kuat dan keyakinan dalam diri kita, "AHA.. ini usaha yang ingin saya jalani!!". Setelah muncul AHA tersebut, segera tindaklanjuti dengan action-action yang lain, misalnya menyewa tempat (kalau mau buka toko), mencari suplier, mencari rekanan, dll. InsyaAlloh kalau sudah begini tidak akan bingung lagi dan akan mengalir seperti bola salju menggelinding semakin kencang.
Itu berdasarkan pengalaman saya lho Pak. Kalau Pak Zainal tidak nyaman dengan cara saya coba cari cara Pak Zainal sendiri. Atau kalau kalau masih bingung juga cobalah mulai dari yang kecil-kecil dulu, misalnya dari jualan burger dengan gerobag atau numpang di depan minimarket. Atau jualan es buah atau es jus di pinggir jalan. Atau coba ikutan bazaar di berbagai event dengan meminjam barang dagangan dari rekan, teman, atau Saudara Pak Zainal.
Minat tidak minat, suka tidak suka, coba saja dulu yang kecil-kecil. Daripada berlama-lama bingung. Toh modalnya kecil, kalaupun tidak lancar usahanya, Pak Zainal sudah dapat ilmu berjualan, sudah bisa merasakan bagaimana berjualan. Dan biaya yang Pak Zainal keluarkan jauh lebih murah dibanding ilmu yang Pak Zainal peroleh. InsyaAlloh dengan pengalaman kecil tadi, Pak Zainal akan lebih siap saat mendapatkan peluang yang lebih besar nantinya. Syukur-syukur dari yang kecil itu bisa berhasil dikembangkan jadi besar dan jadi lebih baik lagi, berarti akan dapat keuntungan ganda, dapat ilmu memulai bisnis dan ilmu membesarkan bisnis.
Mudah-mudahan bisa membantu. Kalau masih bingung juga….. saya juga jadi bingung dech……
Pokoknya gini Pak asal tiap saat, tiap hari, tiap minggu ada action yang Pak Zainal ambil untuk mendekatkan pada tujuan, itulah namanya PROSES. Apapun nanti pilihannya dan berapa lama mengambil keputusannya, itu juga PROSES. Dalam setiap kesempatan jangan cepat-cepat memfonis hasilnya, karena kalaupun sedang rugi atau sedang untung, sedang senang atau sedang bingung, itu juga proses yang harus dijalani. Nikmati setiap prosesnya dan selalu bergerak, maka nanti apapun hasilnya kita akan menilai kalau kita ada progres dari proses-proses yang kita ambil.
Wassalam
Fuad Muftie
© 2007,
http://fuadmuftie.wordpress.com/


Desember 11, 2007 pukul 4:11 pm
ya begitulah pak fuad apa yang ada dipiiran saya saat ini. dan alhamdulillah hal yang kedua pak fuad lakukan sudah saya lakukan yaitu menuliskan apa yang menjadi keinginan, bagaimana peluang dan harapan hasilnya yang akan dicapai. tinggal tahapan selanjutnya nich pak yaitu melihat situasi dan mempraktekkannya.
terima kasih banyak pak fuad. banyak yang sudah saya peroleh dari bapak. semoga usaha bapak semakin maju dan semakin sering memberikan kunci-kunci sukses kepada yang lain. sekali lagi terima kasih
Desember 11, 2007 pukul 4:13 pm
ya begitulah pak fuad apa yang ada dipikiran saya saat ini. dan alhamdulillah hal yang kedua pak fuad lakukan sudah saya lakukan yaitu menuliskan apa yang menjadi keinginan, bagaimana peluang dan harapan hasilnya yang akan dicapai. tinggal tahapan selanjutnya nich pak yaitu melihat situasi dan mempraktekkannya dan tahapan yang kami inginkan yaitu keberhasilan.
terima kasih banyak pak fuad. banyak yang sudah saya peroleh dari bapak. semoga usaha bapak semakin maju dan semakin sering memberikan kunci-kunci sukses kepada yang lain. sekali lagi terima kasih
Desember 11, 2007 pukul 5:11 pm
Selamat ya Pak, bagaimanapun Anda sudah selangkah lebih maju, tinggalkan kebingungan, teruslah berproses, dan nikmatilah prosesnya. Jangan berburu sukses yang instant, karena akan cepat basi.
Sukses ya Pak, selamat berkarya
Fuad Muftie
Desember 12, 2007 pukul 9:50 pm
Sebenernya yang bikin bingung itu… keinginan untuk cepat kaya
bukanbegitu pak Fuad? eh pak Muftie?
Desember 14, 2007 pukul 12:45 pm
Yup betul. kalau dipikir2 memang yg membuat orang bingung dan takut justru keinginan untuk cepat kaya alias nyari yang instan-instan. Padahal seharusnya bisa ikut bagaimana prosesnya, seperti pohon tumbuh besar juga tidak mungkin instan, harus ada proses-proses dan tahapan-tahapannya.
Salam
FM
Desember 14, 2007 pukul 5:03 pm
Ass,wr.wb.
Pak fuad,saya mau minta pendapat bpk..??/
saat ini saya sudah kerja,namun hasilnya pas-pasan………setiap bulanya saya tidak bisa nabung karena pas banget,karena saya hidup di rantau.pengenya wirausaha tapi sulit untuk mulai,terutama modal awal serta binggung menentukan usaha apa..?
sebenarnya saya punya planing buka toko sembako atau jilbab.
Terima kasih sebelumya atas pendapat bpk.
Wass,fahri
Desember 14, 2007 pukul 5:10 pm
sebenarnya saya mau nekad keluar kerja,dan terjun kewirausaha walaupun belum ada modal karena saya bisa ikut orang untuk jualan,tapi karena saya baru nikah saya agak takut karena pastinya saya punya tanggungan,tapi kalau saya terusin terus bekerja dan bertahan ternyata tidak ada perubahan sama sekali,menurut pendapatku kerja 1 tahun ataupun sampai 5 tahun kedepan pasti akan hasilnya sama,kalau wirausaha insyaAllah saya punya keyakinan,dalam 1 tahun pasti ada hasil
menurut pendapat pak fuad gimana..?
ctt,sebelumnya dulu saya gemuk tapi sekarang saya kurus…………..
saya minta pendapat bpk karena saya pengen berubah,terima kasih
terima kasih sebelumya
Desember 17, 2007 pukul 3:18 pm
Pak Fahri, pertama-tama coba ganti kata-kata “tapi” dengan “bagaimana”. Contohnya “saya pingin usaha tapi bla bla bla….” itu kalimat yg melemahkan.
Meskipun kita belum tahu, kita punya banyak kekurangan, coba ganti kalimat tadi dengan “saya pingin buka usaha. Bagaimana caranya…, bagaimana saya bisa segera mulai… bagaimana saya bisa bekerja sama …. bagaimana caranya usaha jalan kerja tetap jalan…” Itu kalimat yang memberdayakan. Dan… kalau sekarang masih terpikir juga kata “tapi…” cepat2 abaikan dan ganti dengan “bagaimana”
Banyak pengusaha sukses diawali dari segala keterbatasan, banyak pengusaha mulai usaha bukan lagi dani nol, bahkan dari minusnya minus yang minus…
Dan mereka bisa, kenapa Anda tidak mencoba sebisanya dulu, dari yang kecil2, dan nanti diperbesar, diperbaiki…
Sekarang Anda mengeluh, kalau tidak juga mengambil langkah kecil yang nyata yang bisa Anda lakukan dengan mudah, nanti 23 tahun lagi juga Anda akan tetap mengeluh.
Sebelum mengubah segala realitas kehidupan, ubah dulu pikiran Anda, ubah dulu Mind Set anda, ubah dulu keyakinan Anda dengan yang positif. Setelah itu ambil tindakan tindakan kecil yang membuat Anda terus bergerak.
Mendayung perahu, tidak diawali dengan dayungan besar yang langsung melesatkan perahu ke pulau sebelah, tapi diawali dari dayungan kecil di kanan perahu, pindah ke kiri dengan dayungan yang juga masih kecil, begitu seterusnya.. semua diawali dari langkah yang benar-benar terjangkau oleh kemampuan kita, jangan dulu muluk2.
Mimpi boleh besar, tapi harus ada tindakan nyata untuk menjangkau mimpi dan lakukan tindakan sesuai kemampuan kita dulu.
Wassalam
Fuad Muftie
Desember 18, 2007 pukul 12:54 pm
Pak Fuad permisi dan maaf neh saya cuma bagi info aja buat teman2 ini.
Oh yah saya bagi info bagi yang berminat bisnis tambahan,cukup di depan computer anda bisa dapat kerja sampingan,santai kok,coba deh klik
WWW . INTER-METROFUND . COM / ?ID = AKBAR
baca aja dulu setelah buka webnya,
Thank,s
Wass,Fahri
====================
Fuad :
Saya belum ngecek program-nya, mohon maaf, bagi yg minat silahkan gunakan atas tanggung jawab masing2.
Wassalam
Fuad Muftie
Desember 23, 2007 pukul 5:38 pm
Ass…
pak fuad saya dari pekanbaru, tertarik pengen jadi entrepreneur sejati.
saya berani memulai dan sangat optimis , cuman modal saya sangat pas pasan , nah itu dia masalhnya.
banyak hal yang udah saya amati ttg usaha2 yang ada di sini, saya udah dapatkan caranya , cuman saya bingung dari sekian banyak ide usaha yang saya catat diagenda tidak ada satupun yang mencukupi dengan modal yang saya punya, karna saya tidak mau berhutang dulu. he… he… minta saran donk pak.
wassalam……
Desember 27, 2007 pukul 12:32 pm
Bu Deassy, silahkan baca komentar Bu Idah
di sini. Beliau memulai usaha dari modal yang sangat-sangat minim. Dan sekarang usaha sudah mulai menunjukkan kemajuan yang berarti.
Sebenarnya faktor yang menghambat Ibu bukan di MODAL UANG. Sekali lagi saya tekankan yang MENGHAMBAT Ibu BUKAN MODAL UANG. Sebenarnya yang menghambat Ibu adalah MENTAL atau MIND SET atau KEYAKINAN Ibu sendiri. Kalau Ibu yakin bisa memulai usaha tanpa modal atau dengan modal yang kecil, maka Ibu akan mudah memulai usaha. Tapi kalau Ibu tetap yakin untuk memulai usaha harus dengan MODAL UANG yang besar, yaa… itu yang akan terjadi dan sampai modal benar2 terkumpul Ibu baru akan ‘merasa’ berani untuk memulai.
Tapi kalau Mental atau keyakinan kita belum siap, sebesar apapun modal yang kita miliki kita tetap akan takut untuk memulai. Saya beberapa kali menemui orang yang sudah punya banyak uang dan ingin membuka usaha, tapi tetap saja tidak berani, karena mind set-nya belum terbentuk untuk berani memulai usaha.
Saran saya coba baca dan contohlah kisah-kisah nyata dari Ibu-ibu yang baik hati yang telah berkenan berbagi cerita
di sini (Ada
Bu Fauziah dan ada juga
Bu Iddah). Dan ini kisah nyata sehari-hari dari orang-orang biasa seperti kita, bukan orang-orang dengan segala kelebihannya.
Wassalam
Fuad Muftie
Januari 5, 2008 pukul 12:41 pm
tulisan-tulisan bapak sangat bernilai amaliyah, mohon ijin untuk menambahkan feed weblog bapak di weblog saya http://goeroekoe.wordpress.com
Januari 7, 2008 pukul 9:02 am
Salam kenal Pak Goeroe,
Terimakasih dan mudah2an bisa bermanfaat bagi yg membutuhkan.
Wassalam
Fuad Muftie
Januari 25, 2008 pukul 8:36 pm
assalamualaikum
pak muftie saya tolong kasih saran ya?
saya sudah lulus dari program diploma teknik PT jogja dan penginnya lanjut S1 tp msh harus nunggu. dan skrg saya jual pulsa k sesama teman tp untungnya kecil, kira2 usaha untuk saya cocoknya apa ya?
saya punya modal sekitar 5jutaan. saya bingung kalo lihat temen melamar kerja jadi pengin juga sebenarnya saya pengin wirausaha.
Januari 29, 2008 pukul 1:51 pm
Wa’alaikum salam
Usaha pulsanya menyenangkan kan Pak. Kalau menyenangkan tinggal dikembangkan Pak. Memang katanya usaha pulsa marginnya kecil, berarti untuk dapat penghasilan yg banyak harus memperbesar omset atau volume penjualan.
Untuk mendapatkan hasil yg beda, caranya juga harus beda. Kalau selama ini jualan pulsa hanya ke sesama teman, mestinya harus bisa diperluas lagi misalnya ke temannya temen, ke calon teman, ke orang yg blm dikenal dll. Caranya mungkin Anda yg lebih tahu, bisa dg buka toko, bisa dengan sistem membership seperti MLM, bisa dengan memperluas / menambah lini produk (jualan HP seken, service HP, dll).
InsyaAlloh kalau sudah seneng, gembira, dan diseriusin untuk dikembangkan, akan ketemu jalannya nanti.
Kalau ternyata Anda tidak enjoy jualan pulsa, bisa dicoba bergeser ke produk lain. Silahkan cari dan inventarisir yg bisa berpeluang untuk dicoba dan diseriusin.
Melamar kerja saya pikir akan menjadi ’solusi’ sementara. karena kalau sudah ada keinginan untuk buka usaha, sampai ujung usia keinginan itu akan terus mengusik pikiran kita. Kalau memang sudah ‘terpaksa’ tidak ada salahnya sich bekerja dulu untuk mempersiapkan diri menjadi pengusaha, lebih tepatnya jadikan masa sebagai pekerja untuk belajar.
Semoga bisa membantu
Wassalam
FM
Mei 1, 2008 pukul 7:00 pm
Asslamualaikum Wr. Wb.
Setelah membaca artikelnya…saya juga minta toong kasih saran yaa he3…
Saya lulusan S1 Teknik Informatika, saya sudah bekerja tetapi tidak sesuai bidang saya dan menggunakan ijasah sma.
Saya masih bingung harus bagaimana..antara mencari kerja sesuai ijasah (menggunakan S1) atau berwirausaha (Saya berkeinginan mempunyai usaha/berwira usaha tetapi saya masih belum tahu harus usaha apa dan bagaimana)
Terima kasih.
Wassalam
Mei 5, 2008 pukul 5:19 pm
Wa’alaikum salam Wr Wb
Wow sarjana Teknik Informatika ya? Wah saya sering cemburu sama sarjana TI karena dulu pingin kuliah TI tapi tidak ada dana, akhirnya banting setir cari sekolah yg gratis meskipun harus di jurusan yg tidak diperkirakan sebelumnya.
Kalau saja saya lulusan TI, sudah banyak sekali rencana yg ingin saya lakukan. Saya pikir banyak sekali peluang untuk menjadi pengusaha dibidang IT. Di internet sendiri banyak sekali kan tawaran kerja sama dan tawaran free lance bagi pakar IT.
Hmmmm, menurut saya kalau masih bingung, jalani saja dulu apa yg sudah ada saat ini. Kalau sudah bekerja nikmati dan jalani dulu dan jadikan sebagai sarana belajar. Bagaimana orang lain menjalankan bisnis. Kalau sudah klik, tinggal jalani sendiri usaha yg Anda inginkan.
Wassalam
FM
Mei 24, 2008 pukul 12:08 pm
Saya temukan saran yang baik disaat saya sedang bingung, saya pekerja posisi cukup untuk makan keluarga tapi saya ingin wiraswasta.Bingung usaha apa ya because nggak punya modal, kerja juga sudah jenuh soalnya masa depan segini aja.
Saran bapak akan saya coba laksanakan. Sebenarnya juga apa yang diutarakan diatas bahwa mimpi yang besar terkadang juga membuat semangat pesimis. Saya orangnya agak pesimis. Bagaimana caranya membunuh pesimis ini ? Terima kasih
Mei 29, 2008 pukul 3:58 pm
Pak Edy JW
Membunuh pesimis?? wah jangan Pak, pesimis juga ada manfaatnya koq. Cuma penempatannya saja yg nggak tepat barangkali… sehingga harusnya dalam suatu kondisi kita bisa optimis, malah pesimis gitu kan.
Mulai saja dari yang kecil Pak, kalau yang kecil Bpk bisa berati yang besar juga pasti bisa. Kalau Bapak bisa menjual sepotong roti, pasti bisa menjual dua potong, tiga potong, sepuluh potong, gitu kan. Nanti InsyaAlloh semakin besar usahanya, ilmu kita juga akan bertambah, sehingga setelah bisa menjual 10potong roti kita bisa termotivasi untuk menjual 100 potong. Kalau sudah bisa 100 potong, kita bisa termotifasi menjual 1000 potong dst.
Dan dalam bisnis sering terjadi lompatan quantum, dimana orang yang tadinya amat sangat pesimis. Begitu bisa menjual 1 potong roti, langsung bisa akselerasi menjual 1000potong dan hal ini amat sangat mungkin terjadi dan bisa berhasil.
Selamat berkarya dan Semoga bisa membantu
FM
Juni 5, 2008 pukul 3:48 pm
assalamualaikum
sudah lama pak kita tidak saling komunikasi, meskipun lewat tulisan. alhamdulillah berkat doa pak fuad saya sudah mulai merintis sedikit-demi sedikit usaha pak. saya sudah menentukan mana yang saya pilih. meskipun belum lancar tapi yang jelas saya sudah menentukan pilihan. lha tinggal gimana melancarkannya kan pak?
saya punya keinginan untuk mampir dan sharing langsung keklender nih pak ? kapan ada waktu ? terimakasih.
salam SUKSES
ze
Juni 5, 2008 pukul 5:15 pm
Makasih pak atas tulisannya, cukup bagus dan bisa memotifasi
Juni 6, 2008 pukul 7:50 am
Wa’alaikum salam Wr Wb
@ Justze
Alhamdulillah, pilihan sudah diputuskan tinggal dikembangkan dan ditingkatkan lagi Pak. InsyaAlloh apapun usahanya kalau ditekuni akan ketemu jalannya. Mungkin usaha tersebut akan berkembang pesat dan mungkin saja akan merugi. Tapi dg kesungguhan hati kalaupun sampai rugi pasti akan ketemu jalan lain untuk menggapai sukses.
Silahkan saja Pak kalau berkenan mampir. Saya tinggal di ruko, jadi sepulang kerja kantoran saya ada di toko.
@ lukita
Terimakasih kembali Pak atas kunjungannya. Semoga bermanfaat
FM
Juni 6, 2008 pukul 9:20 am
assalamualaikum……
pak fuad, saya seorang mahasiswa di sebuah PTN ternama, duduk di semester 8. Tapi saya benar2 ingin membuka usaha selain nantinya bekerja sesuai dengan akademik saya. Tapi ya begitu… biasa pak, mahasiswa, dana terbatas, buat makan aja untung kalo bisa cukup. kira2 usaha apa ya pak yang bisa dimulai dari sekarang untuk orang yang ukuran dananya seperti saya ini….
saya pernah punya pikiran untuk buka waroeng aneka bakso di kampung tapi kan juga butuh modal yang besar toh pak. Jadi saya bisa mulai darimana pak untuk mahasiswa seperti saya ???
makasih ya pak…..
jawabannya bisa ke email saya nggak pak ???
Juni 6, 2008 pukul 2:19 pm
Wa’alaikum salam
Mas Agung selamat menjalankan kuliahnya ya, baik-baiklah sebagai mahasiswa dan gunakan kesempatan muda Anda untuk belajar banyak hal dan berprestasi.
Milih-milih usaha itu mirip2 seperti milih jodoh Mas. Saya bisa saja ngasih contoh usaha yang mungkin cocok buat Anda. Tapi itu sama saja saya memaksakan jodoh buat Anda. Sama saja saya menyuruh kawin paksa, he.. he.. he..
Milih jenis usaha juga sama seperti milih jodoh. Sesuaikan sikon kita dengan calon pasangan kita. Kalau kita cakep bolehlah kita bikin kriteria calon kita harus yg cantik. Kalau kita kaya bolehlah menentukan calon pasangan yang sepadan. Tapi kalau kita minus ya pastikan calon kita bisa menyatu dg kehidupan kita.
Kalau modal pas2an ya sesuaikan skala usahanya, sesuaikan lokasinya, dll. Cuma enaknya kalau kawin itu tidak bisa buat kawin-cerai. Tapi kalau milih usaha boleh dan bebas gonta-ganti pasangan. Begitu kita punya kemampuan untuk usaha skala besar boleh yang kecil ditinggalkan dan ganti yang besar. Gitu kira2.
Saran saya tetap sama : mulai dari yang kecil, mulai dari yang terjangkau, mulai dari yang ada disekitar Anda, kreatiflah, jadilah problem solving, niatkan untuk membantu orang lain (membantu suplier, membantu pelanggan, dll).
Semoga bisa membantu
FM
Juni 20, 2008 pukul 10:45 pm
kami anjurkan kepada temen2 untuk mengunjungi situs http://www. mitra - keluarga . com dan bergabung di dalam komunitas tersebut. dengan sistem ini, insyaallah, apapun ide usaha konvensional anda akan maju. sebab sistem ini memungkinkan usaha temen2 mendapatkan pasar yang solid, bergairah dan potensial (ya justru karena menerapkan sistem jaringan itu. mohon jangan apriori dulu). terimakasih
Juni 23, 2008 pukul 9:59 am
Pak Luluk, terimakasih atas kunjungannya dan atas penawarannya. Saya sudah berkunjung, koq ada kesan ditutup-tutupi emelem-nya ya. Saya nggak apriori koq Pak sama mlm, banyak yg sudah sukses lewat mlm. Tapi saya tidak memilih jalan mlm.
Sebaiknya sich dari awal membuka website sudah dijelaskan kalau ini mlm, kalau bukan ya jelaskan kalau ini bukan mlm.
Thx
Fuad Muftie