Periksa Kondisi Anda

Saat ini saya sedang membaca ebook berjudul "NLP Workbook" karangan Joseph O’Connor. Di salah satu bab ada latihan untuk mengecek kondisi (state) kita saat ini. Di situ kita diminta untuk mengambil sembarang buku (buku apa saja, fiksi/non fiksi, dll), kemudian dengan mata tertutup, secara acak kita buka sembarang halaman. Masih dengan mata tertutup, gunakan jari tangan kita untuk menunjuk kata atau kalimat pada halaman yang terbuka tadi.

Gunakan mata hati, mana buku yang dipilih, mana halaman yang mau dibuka dan mana kata yang akan ditunjuk. Usahakan benar-benar dengan hati dan perasaan yang tenang (feel good), sehingga pikiran bawah sadar kitalah yang akan menuntunnya.

Setelah mantap dengan pilihan kita, buka mata, lihat dan bacalah kata apa yang ditunjuk, kalau perlu baca kalimat di sekitar kata yang ditunjuk. Coba renungkan dan rasakan baik-baik. Adakah hubungannya antara kata atau kalimat di buku tadi dengan kondisi atau keadaan kita saat ini.

Waktu saya praktekkan, saya ambil buku yang paling dekat dengan saya, saya tengak-tengok, koq ya ketemunya buku tejemahan "Unlimited Power" karya Anthony Robbins. Kemudian dengan mata tertutup, buka sembarang halaman, dan ternyata jari saya menunjuk pada kalimat yang berbunyi "Manusia bukanlah mahluk ciptaan keadaan, tapi keadaanlah mahluk ciptaan manusia - Benjamin Desraeli".

Setelah saya renungkan dan bayangkan, kelihatannya memang pas dan kena banget dengan kondisi saya. Terus terang saya masih sering terbawa larut oleh keadaan di sekitar kita. Misalnya saja, kalau keinginan tidak terpenuhi biasanya akan cepat marah, he.. he.. he.. Padahal yang namanya kejadian, sebenarnya tidak mengandung arti apa-apa dan tidak berhak mengatur kondisi (state) kita. Kitalah yang menginterpretasikan kejadian yang menimpa kita, sesuai ilmu, keyakinan, pengalaman, dan prasangka kita sendiri. Itulah makanya kejadian yang sama bisa diartikan beda-beda oleh orang yang berbeda.

Saya resapi kembali kalimat kedua, keadaanlah yang seharusnya kita ciptakan. Kejadian boleh sama, tapi kita bisa menafsirkan dengan cara yang berbeda-beda dan lebih positif. Penafsiran yang berbeda akan memberikan kondisi (pikiran dan hati) yang beda. Sehingga diharapkan bisa menggerakkan kita untuk mengambil tindakan yang berbeda, tindakan yang lebih memberdayakan tentunya.

Seharusnya respon-respon seperti inilah yang saya ambil, agar bisa menciptakan kondisi dan keadaan yang lebih baik dan sesuai keinginan, bukannya dikendalikan oleh kondisi dan keadaan eksternal.

Dari latihan singkat ini banyak refleksi dan pencerahan yang saya peroleh dan sepertinya layak Anda coba.

Wassalam
Fuad Muftie
© 2008,
http://fuadmuftie.wordpress.com/

2 Tanggapan ke “Periksa Kondisi Anda”

  1. uta888 Berkata:

    maka kemudian benarlah apa yang dikatakan oleh ibnu khaldun 7 abad yang lalu, dalam sebuah bukunya yang fenomenal: muqaddimah. dia mengatakan “manusia itu adalah anak kebiasaanya bukan anak bapak dan ibunya”. setelah saya pikir dan renungkan, benar ternyata apa yang dikatakan oleh ibnu khaldun 7 abad yang lalu itu.

    dan makin hari saya lihat, terutama dalam nlp ini, teori-teori ibnu khladun makin kelihatan kebenarannya. subhanallah.

    jadi kalau dipikir keren mana ya ? ibnu khaldun yang sudah menemukan nlp 7 abad lalu atau orang2 dari barat sekarang ini.

    dan, untunglah… ibnu khaldun tidak membuat hak patent atas penemuan dan perenungannya itu. kalau iya, bisa berabe tuh “barat”. harus bayar banyak. soalnya ibnu khaldun itu kan hampir bisa banyak hal. ekonomi, psikologi,sosiologi dlll.hehehe.

    uta888.wordpress.com

  2. Fuad Muftie Berkata:

    Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari kemurahan hati ilmuwan-ilmuwan / cendikiawan muslim dulu. Kesungguhan mencari ilmu, kesungguhan mengamalkan ilmu, dan kesungguhan mengajarkan ilmu-ilmu yang mereka peroleh.

    Harusnya jadi pemacu kita untuk terus belajar dan menjadi penemu2 bau (semoga) karena ilmu yang ada saat ini baru setitik air di lautan luas. Masih banyak yang belum terungkap.

    Wassalam
    FM

Tinggalkan Balasan