Bagaimana Memilih Lokasi Usaha?

Beberapa minggu yang lalu Toko Addina kehadiran rekan dari TDA Bekasi yaitu Pak Dody. Kami berdiskusi seputar memulai usaha di kios atau toko. Ada satu pertanyaan yang masih terngiang dan masih terus terpikir yaitu bagaimana cara memilih lokasi untuk membuka kios?

Kalau kembali kilas balik saat pertama membuka kios Addina, saya tidak punya kriteria yang sistematis dalam memilih kios. Ketika saya dan istri saya sudah memutuskan untuk segera memulai usaha, saya hanya lihat-lihat dan menginventarisir kios-kios yang dikontrakkan di sekitar Pasar Perumnas Klender. Kemudian saya amati trafik di depan masing-masing kios. Dan dengan menggunakan feeling saya banding-bandingkan kios2 yang akan jadi target.

Baru kemudian setelah mantap dengan salah satu pilihan,saya tanya harga sewa dan nego dengan penyewa. Dengan pertimbangan: harga sewanya masuk dalam perhitungan, maka kamipun deal.

Untuk deal-nya sendiri, saya masih mencoba menawar untuk mendapatkan keringanan pembayaran. Maksudnya uang sewa tidak dibayar sekaligus, tapi minta di cicil dalam beberapa bulan. Akhirnya kami sepakat untuk mencicil dalam 3 bulan. Hal ini sangat meringankan pembayaran dan bahkan untuk bulan kedua dan ketiga, saya membayar sewa kios tidak murni dengan uang tabungan (modal awal), tapi sebagiannya bisa kami bayar dengan keuntungan penjualan bulan pertama dan kedua.

Memang untuk membuka toko off-line, lokasi fisik menjadi sangat penting. Karena kita benar-benar bergantung pada trafik dan kunjungan orang secara langsung. Semakin banyak orang yang lalu-lalang di sekitar kios, asumsinya akan semakin mudah menarik orang untuk masuk dan melihat-lihat ke toko kita (leads semaking besar).

Cuma, umumnya harga sewa lokasi yang strategis (yang trafiknya tinggi) berbanding lurus dengan harga sewanya. Padahal bagi pemula, modal biasanya masih terbatas sehingga bisa-bisa modal habis terpakai hanya untuk sewa. Kalau tidak ada kendala modal tentu saja lebih baik langsung mencari lokasi-lokasi yang sudah pasti ramai dan strategis.

Waktu pertama kali hunting kios. yang saya cari adalah lokasi yang terjangkau harga sewanya dan dekat dengan keramaian. Lokasi kios pertama saya, memang ada di dekat pasar perumnas Klender, tapi bukan berada di jalan utama, bukan di jalan yang trafiknya tinggi. Sehingga uang sewanya realatif lebih terjangkau.

Yang membuat kami beruntung, meskipun bukan berada di jalan besar, di sekitar kami belum ada toko sejenis / serupa, sehingga belum ada persaingan. Jadinya, sambil belajar kami bisa memanfaatkan keunggulan yang lain (selain lokasi) sebagai daya jualnya. Sehingga kami bisa mengoptimalkan penjualan.

Alhamdulillah usaha kami bisa berkembang, dan kami mulai memikirkan untuk pindah lokasi ke tempat yang lebih ramai setelah punya cukup modal dari keuntungan di kios pertama. Apalagi setelah munculnya pesaing di sekitar kami, maka keputusan kami untuk pindah ke ruko yang lebih besar kami nilai sangat tepat.

Oh ya saya ingat salah satu nasehat, untuk mencari lokasi jangan terpatok hanya pada keramaian jalannya, tapi perhatikan juga orang-orang yang lalu lalang tadi kira-kira mungkin atau tidak, mau berhenti dan mampir ke toko kita. Contohnya begini, ada calon pengusaha aksesoris motor, yang di cari tentu jalan yang trafik sepeda motornya ramai. Setelah dapat lokasi yang dianggap cocok, dibukalah toko aksesoris motor.

Berhari-hari setelah toko dibuka, penjualannya sangat kecil. Selidik punya selidik, ketahuan bahwa memang trafik pengendara motor di jalan itu sangat ramai. Tapi jarang yang mau berhenti karena mereka memang cuma lewat untuk pulang dan pergi kerja. Nah setelah dipindah tokonya ke lokasi lain, tokonya mulai maju. Karena berada di dekat perumahan dan tokonya justru ramai bukan oleh orang yang lalu lalang tapi memang orang yang benar-benar mau beli aksesoris dan mereka melakukannya di waktu-waktu luang (bukan dalam perjalanan pulang pergi ke kantor).

Kesimpulannya, untuk mengawali berjualan di toko atau kios, sesuaikan lokasi dengan target dan modal yang kita miliki. Kalau sudah berjalan dan menguntungkan, bersiaplah untuk pindah ke lokasi yang lebih besar dan lebih strategi. Tentu saja kesimpulan ini bukan patokan, hanya pengalaman saya pribadi. Mungkin pengalaman yang akan Anda peroleh akan berbeda dan unik, karena memang bisnis bukanlah ilmu pasti tapi boleh dibilang merupakan ketrampilan (skill) dan seni.

Salam FUNtastis & Merdeka!

Fuad Muftie
© 2008, http://fuadmuftie.wordpress.com/
@ Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
► Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Produk Herbal, dll

“Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!”

3 Tanggapan ke “Bagaimana Memilih Lokasi Usaha?”

  1. Angelica Berkata:

    Thanks atas info nya. :)

  2. naryanto Berkata:

    Assalamu alaikum Pak Fuad.
    Ngomong-ngomong soal lokasi toko, Alhamdulillah, kemarin, senin 7 April 2008 adalah hari pertama toko saya buka (rencana awal tgl 5). Inilah hari pertama saya punya usaha sendiri yang bener-bener serius. Ternyata luar biasaaaa. Sebenarnya saya pengen kasih kabar ini ke milist TDA, tapi masih malu-malu nih. Saya berterimakasih ke Pak Fuad, tulisan2nya banyak memberikan inspirasi, juga kepada nggota TDA yang lain yang sangat LUAR BIASA DAHSYAT.

    Dalam menentukan lokasi usaha, mungkin prosesnya tidak jauh beda dengan Pak Fuad. PERTAMA, tentukan target pasarnya, siapa yang nanti diharapkan datang ke toko kita, apakah pejalan kaki, bermotor atau bermobil, atau semuanya, orang sekitar toko atau orang dari jauh. Orang perumahan atau orang kampung. Karena produk saya punya kualitas dan harga, serta daerah saya belum ada merek yang saya miliki, maka terget pasar saya orang dg kendaraan dari perumahan2 sekitar toko. Maka tempat parkir harus ada.
    KEDUA, lokasi tidak jauh dari terget pasar, dan mudah dijangkau. makin dekat makin baik. KETIGA, tempatnya mudah untuk diingat, sehingga ketika kita membuat brosur kita dengan mudah mencantumkan alamat kita, orang langsung tau. Maka saya pilih SAMPING ALFAMART GANDOANG. KEEMPAT, Tempatnya kelihatan jelas oleh setiap orang maupun kendaraan yang lewat, sehingga promosinya lebih mudah. Setiap orang lewat dia akan tahu kalau di situ ada toko kita. Bayangkan kalo kita hanya mengandalkan brosur, secara periodik harus menyebarkan brosur ke target pasar kita. Maka saya pilih toko dengan minimal dua muka kelihatan, depan dan samping kiri. KELIMA, tidak berdiri sendirian. Karena produk kita bukan produk kebutuhan utama, usahakan toko kita berada bersama toko-toko yang lain yang menjual barang berbeda di suatu tempat. Maka saya pilih samping alfamart.

    Perlu diketahui, sebelm sampai akhirnya menentukan pilihan, saya sudah survei dan menemui pemiliknya ke lebih dari 10 kios/toko dengan lokasi berbeda.

    Itulah pengalaman saya memilih lokasi, sampai saat ini saya belum tahu apakah pilihan saya tepat? Pengalaman yang akan mengajari kita. Terimakasih Pak Fuad, mudah2an sharing ini bisa berguna buat yang lain juga.

  3. Fuad Muftie Berkata:

    Pak Naryanto, syukur Alhamdulillah saya ikut bahagia mendengar kabar dari Pak Naryanto ini. Tidak ada salahnya Pak disebarluaskan ke milis sebagai kabar baik untuk menyemangati yang lain. Atau Pak Naryanto bisa bikin blog sendiri Pak berisi perjalanan usaha Pak Naryanto.

    Terimakasih juga atas tambahan tips-nya dalam memilih lokasi. Luar biasa Pak Naryanto sampai memilih satu dari 10 kios/toko. Pasti yang Pak Naryanto pilih adalah yang terbaik. Saya sendiri dulu cuma survey 3 atau 4 calon lokasi saja. Kalau pilihan sudah dijatuhkan dan keputusan sudah diambil maka yakinlah bahwa itu adalah KEPUTUSAN yang TERBAIK untuk saat ini.

    Perlahan-lahan Pak Naryanto bisa evaluasi dan nanti kalau usaha sudah membesar jangan heran kalau pilihan kios tersebut menjadi tidak tepat lagi, karena harus CARI yang LEBIH BESAR. he.. he.. he..

    Sukses Pak Naryanto, semoga usahanya terus berkembang dan barokah

    Wassalam
    Fuad Muftie

Tinggalkan Balasan