Membingkai Ulang Persoalan Bisnis

Kita manusia memang penuh masalah. Apapun bisa jadi masalah. Bahkan masalah sebenarnya adalah sering kita mempermasalahkan hal-hal yang tidak perlu dipermasalahkan :-) he.. he.. he.. bingung nggak? Makanya… karena manusia itu penuh masalah muncullah orang-orang yang bisa mengatasi masalah, salah satunya adalah pengusaha alias entrepreneur.

Kalau mau jeli memperhatikan, hadirnya para pengusaha adalah untuk memecahkan masalah yang dihadapi orang lain. Nokia muncul untuk mengatasi masalah komunikasi. Asia Air muncul untuk mengatasi (sebagian) masalah transportasi. Kang Ucup juga hadir menjajakan pisang goreng untuk mengatasi masalah / kemalasan kita menggoreng sendiri pisangmolen. :-)

Tapi lucunya, sebagai agen untuk mengatasi masalah, pengusaha juga selalu diliputi masalah. Masalah modal, masalah pemasaran, masalah persaingan, masalah hutang piutang, masalah karyawan, wuih.. pokoknya seabreg kalau mau diinventarisir.

Memang dalam mengelola bisnis, sejak awal memulainya sampai membesarkannya pasti akan dihadapkan pada berbagai persoalan dan masalah. Ibaratnya, masalah dalam bisnis adalah bumbu dari sebuah masakan. Tanpa masalah nggak seru dong bisnisnya.

Karena hadirnya pengusaha adalah untuk mengatasi masalah orang lain, maka harus pinter-pinter dong mengatasi masalah sendiri. Lucukan kalau masalah sendiri tidak bisa diselesaikan, gimana mau membantu mengatasi masalah orang lain.

Kadang memang masalah hadir begitu ringannya sehingga terasa enteng saja kita menghadapinya. Tapi tidak jarang masalah jadi terasa berat sekali dipikul sehingga berlarut-larut.

Nah sebelum masalah menjadi berlarut-larut ada sedikit cara yang mudah danmanjur untuk mengatasi masalah yaitu dengan membingkai ulang masalah. Sama seperti bingkai foto atau lukisan. Foto atau lukisan yang biasa-biasa saja, begitu diberi bingkai akan menjadi sangat indah, menarik, dan punya nilai jual tinggi. Begitupun sesuatu yang kita sebut masalah, kalau kita pinter-pinter membingkainya akan menjadi pelajaran dan ilmu yang sangat bernilai.

Oke, kita ngomongin contoh saja dech. Semingguyang lalu, toko saya kehadiran orang yang sangat baik hati. Orang ini mengingatkan kami agar lebih hati-hati menyimpan uang. Cara dia mengingatkan memang unik, yaitu dengan cara mengambil dompet uang kas toko. Orang sich bilang dia bernama COPET. Lumayan, keuntungan sehari toko kami pindah ke tangan orang tersebut. Kami ikhlaskan saja dompet berikut uang kasnya diambil. Itung-itung sebagai ongkos buat dia karena telah menasehati kami untuk lebih hati-hati menyimpan uang.

Tentu saja istri saya sangat sewot dan mukanya langsung ditekuk. Sinar wajahnya tinggal 2,5 watt. Tidak lupa istri saya langsung celingak-celinguk nyari kambing berwarna hitam. Tentu saja tidak ketemu, lha wong oknum tadi tadi begitu lihainya memindahkan dompet kami. Saya ingatkan untuk tetap tenang, ikhlaskan saja, dan jadikan sebagai pelajaran. Tapi dari bahasa tubuhnya tetap kelihatan istri saya belum legowo.

Setelah tutup toko, saya ingatkan lagi istri saya “Hei.. ingat nggak tahun lalu kita pernah kehilangan Rp. 500 ribu di kios lama. Dan ingat nggak keesokan harinya omset kios melejit dan kios terus ramai”. Wajah istri saya mulai berubah. “Mudah-mudahan kehilangan kali ini akan membawa toko kita semakin ramai. Jadi, sudahlah ikhlaskan saja. InsyaAlloh ada gantinya”. Istri saya kemudian menimpali “Untung yang diambil cuma dompet uang recehnya, yang 50ribu-an dan 100 ribu-an aman.”

Jadi, kejadian pencurian tetap pencurian dan bisa membuat kita stress. Tapi dengan membingkai ulang kejadian bahwa “copet hadir sebagai pengingat untuk lebih waspada”, “Kalau ikhlas akan ada gantinya”, “Untung yang diambil cuma uang receh”, dll maka masalah tidak akan berlarut-larut dan bisa menjadi pelajaran yang bernilai.

Semoga bermanfaat

Salam FUNtastik & Merdeka!

Fuad Muftie
© 2008, http://fuadmuftie.wordpress.com/
@ Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
► Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll

“Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!”

7 Tanggapan ke “Membingkai Ulang Persoalan Bisnis”

  1. Aji Berkata:

    Salam kenal mas fuad, saya juga sedang merintis usaha yang mudah2an bisa bekembang dan berkembang. Memang awalnya ini adalah bisnis kecil-kecilan istri saya, tapi sepertinya bisnisnya semakin berkembang, baru 2 bulan jualan lulur sekarjagat sudah bisa menjual sekitar 1000 pcs padahal jualannya hanya disekitar kantor saja. Mohon dukungannya dan senang sekali kalau bisa bertukar backlink.

  2. Fuad Muftie Berkata:

    Salam kenal Pak Aji, Memang awal buka usaha boleh kecil-kecilan dulu, tapi mimpi tetap harus besar kan Pak. Mudah2an bisa berkembang terus dan barokah ya Pak.

    Wassalam
    FM

  3. yesi Berkata:

    Ass. Pak Fuad Mufti…

    Good..good….teknik NLP ditularkan ke istri…luar biasa pak Fuad…saya berdoa semoga omset tokonya meningkat ..salam untuk Istri…

    N.. thanks untuk PR NLPnya…khi..khi..kita semua nyontek ke pak Pak Fuad…thanks ya…

  4. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alikum salam Wr Wb

    Terimakasih Bu Yesi sudah mampir di blog saya. Terimakasih juga atas doanya.

    Memang ilmu harus dipraktekin Bu, mumpung masih anget. :-)

    Salam buat keluarga ya Bu.

    FM

  5. andri setyawan Berkata:

    trimakasih iformasinya .saya akan mengunjunginya dalam waktu dekat.

  6. andri setyawan Berkata:

    ini baru blog yang informatif.terimakasih

  7. Fuad Muftie Berkata:

    Terimakasih Pak Andri Seyawan atas kunjungannya.

    Semoga sukses selalu menyertai Anda

    Fuad Muftie

Tinggalkan Balasan