Latihan Mengaktifkan LoA untuk Kemakmuran

Mei 29, 2008

Meskipun hiruk pikuk diskusi dan debat tentang LoA atau Law Of Attraction sudah lama berlalu. Tapi saya yakin konsepnya (terlepas dari segala persepsi negatif yang ada) masih tetap aktual. Karena sebagai bagian dari hukum alam semesta, akan tetap berlaku hukumnya selama alam ini masih eksis.

Saya juga yakin, jika sebagian para penggiat dan pembelajar LoA, ingin mengaplikasikannya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik dalam bentuk kemakmuran dan kesejahteraan. Tapi tidak semua yang sudah mempraktekan LoA sudah bisa benar-benar mendapatkan apa yang diinginkannya, begitu kan? Sebenarnya masih banyak faktor lain yang belum diungkap dalam berbagai topik The Secret dengan LoA-nya yang mempengaruhi tingkat keberhasilannya. Tapi saya tidak bermaksud menguraikannya di sini.

Setelah blog walking ke sana ke mari, saya memperoleh pencerahan baru dalam menerapkan LoA untuk menarik pundi-pundi uang (sebagai simbol kekayaan) dalam hidup kita. Bisa juga kita aplikasikan dalam kehidupan bisnis kita sehingga selain sebagai profit generator, bisnis kita sekaligus bisa sebagai sarana mengaplikasikan LoA dimaksud.

Saya belum tahu nama sebenarnya dari penulis artikel dimaksud, tapi penulis asal Malaysia tersebut menyebut dirinya sebagaiMenjaro . Dalam salah satu artikelnya berjudul "Kuasa Minda Aplikasi Wang" beliau mengajarkan latihan kekuatan pikiran untuk menarik ringgit (uang) dalam tiga langkah mudah : LoA -> Dec -> Int.

Berikut saya kutip latihannya, dengan beberapa tambahan dari saya yang saya tulis dalam tanda [..] untuk memudahkan bagi kita yang berbahasa Indonesia.

"1. Law Of Attraction “LOA”. (Hukum tarik menarik ): Cara menggunakan hukum LOA adalah dengan cara melakukan sedekah dengan iklas. Memberi ringgit [uang] akan mendatangkan lebih banyak ringgit dalam hidup anda. Ketika anda bermurah hati tentang ringgit, merasa behagia bila bersedekah, sebenarnya minda [otak / pikiran ] bawah sedar anda berkata”saya mempunyai banyak ringgit” maka minda bawah sedar akan bekerja bersama LOA, untuk membuat segala kemungkinan anda memperolehi ringgit. Inilah rahsia sedekah dengan iklas.

2. Declaration “ Dec ” . (Pengistiharan): Dilakukan pada setiap hari di hadapan cermin sebelum anda memulakan tugas dan perniagaan anda dengan cara memegang dada anda, sehingga terasa getaran gelombang alpha 7-14hz di bahagian dada anda. Sambil anda mengucapkan “ saat ini saya apa pun yang saya inginkan menjadi kenyataan, saya semakin mempunyai banyak wang [uang] dan ringgit” ucapkan sebanyak 21x. Mulakan pada hari isnin [Senin] sahaja.

3. Intention “ Int” (Niat) :  bukanlah sesuatu yang anda lakukan tetapi niat adalah sesuatu yang anda hubungkan. Sila hubungkan diri anda dengan ringgit. Caranya setiap kali anda berbelanja ucapkan dalam hati “ ya Allah kembalikan kepada ku 10 kali ganda [lipat] setelah anda menerima baki wang anda ucapkan” terima kasih ya Allah kembalikan saya 10 kali ganda.”. Latihan ini akan membentuk persekitaran minda untuk menerima kembali apa yang anda belanjakan. Telah di jelaskan dalam muka surat sebelum ini. Tiga latihan di atas merupakan sebuah latihan penyatuan minda [otak/pikiran] yang sangat berkaitan antara satu dengan yang lain. Lakukan latihan ini selama 6 minggu, anda akan melihat hasilnya 90 % sangat luar biasa."

Bagaimana, menarik bukan?? Selamat mengaplikasikan…

Salam FUNtastic & Merdeka

Fuad Muftie
© 2008, http://fuadmuftie.wordpress.com/
@ Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll

"Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!"

Ayo, Indonesia BISA!


Energi Bergerak Ke Arah Mana Perhatian Kita Tujukan

Mei 21, 2008

Agak sulit ternyata ya membuat terjemahan yang tepat dari pepatah bahasa asing. Judul diatas adalah terjemahan bebas versi saya dari kalimat berbahasa inggris "Energy Flows Where The Attention Goes".

Ya, kalimat "Energy Flows Where The Attention Goes" sedang melekat-melekatnya di benak saya. Mungkin sudah sering saya baca dari beberapa artikel, tapi mulai melekat di ingatan setelah kalimat tadi diulang-ulang dalam salah satu acara NLP Talk-nya Indonesia NLP Society yang dibawakan salah satu praktisi NLP Indonesia, Teddi P Yuliawan.

Disitu dijelaskan bahwa apapun yang kita inginkan akan mudah terwujud kalau fokus perhatian kita selalu kita tujukan pada keinginan tersebut. Demikian juga sebaliknya kalau kita tidak menginginkan sesuatu, tapi kalau pikiran kita terus tertuju pada ketidak-inginan tadi maka yang terjadi adalah apa yang tidak kita inginkan.

Terlebih lagi kalau kita berbicara dalam tataran Quantum maka sudah ada yang membuktikan bahwa materi dan energi akan terpengaruh oleh niat atau tujuan dari yang memperhatikan materi tersebut.

Saya juga sedang mendapatkan salah satu contoh dari kalimat diatas, yang terjadi pada salah satu tetangga ruko saya. Beliau punya bisnis di beberapa tempat. Salah satunya di Perumnas Klender, dekat toko Addina, yang menurut saya usahanya sudah unik, berada di lokasi yang strategis, dan punya daya saing harga yg kompetitif, pokoknya prospektiflah…

Beberapa bulan yg lalu, saya mendengar kabar kalau usahanya di salah satu pusat grosir ditutup. Kemudian beberapa hari lalu ruko yg disewa di Perumnas Klender juga akan dilepas / diover kontrak. Sepertinya sayang sekali, usaha yang sudah prospektif, tahu-tahu mau ditutup. Mudah-mudahan sich beliau sudah punya rencana yang lebih baik.

Cuma, dugaan saya pribadi, yang terjadi adalah perhatian yang terlalu fokus pada kerugian yang terjadi. Perhatian pada peluang ke depan dari usahanya belum di nomor satukan. Sehingga kerugian yang terjadi pada salah satu usaha, merembet dan menular pada usaha yang lain. Peluang-peluang yang mungkin terjadi tidak lagi membuat semangat meneruskan usahanya.

Hal seperti inilah, barangkali, yang menyebabkan orang yang punya usaha banyak, begitu salah satu usahanya mundur, maka mundur semua usaha yang lain. Karena perhatian pemilik usaha terus terfokus pada kerugian dan kemunduran usahanya.

Berbeda dengan orang yang fokusnya pada kemajuan usaha, maka apapun yang terjadi pada usahanya, akan terus mencari cara dan jalan untuk maju. Demikian juga saya berharap pada tetangga baik toko saya, mudah-mudahan bisa kembali fokus pada peluang yang ada dan proses diover kontrak rukonya merupakan strateginya untuk kembali maju. Dengan fokus pada kemajuan usaha, energi-energi pendorongnyapun akan datang dan bergerak ke arah kemajuan usaha kita, InsyaAlloh.

Salam FUNtastic & Merdeka!

Fuad Muftie
© 2008, http://fuadmuftie.wordpress.com/
@ Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll

"Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!"

Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke 100
Saya melihat Indonesia mulai kembali bangkit dan MAJUUUUU…!
Ayo, Indonesia BISA!


Ketika Harga-Harga Mulai Merangkak Naik

Mei 14, 2008

Ada dua isu yang cepat sekali mempengaruhi kenaikan harga barang-barang, yaitu isu kenaikan harga BBM dan kenaikan gaji PNS. Seperti yang terjadi sekarang, belum juga harga BBM dinaikkan, tapi harga barang-barang lainnya sudah duluan menyesuaikan diri. Kalau penjual ditanya kenapa harga naik?, jawabanya: kan BBM juga mau naik. Nggak logis sich sebenarnya, tapi begitulah yang terjadi di pasar.

Kenaikan harga juga mulai terjadi pada produk-produk jilbab dan busana muslim. Beberapa produsen sudah memberikan daftar harga terbarunya. Ada beberapa produsen sudah ngomong akan menaikkan harganya beberapa hari atau beberapa minggu ke depan. Dan pasti ada beberapa produsen / suplier yang tidak memberitahu kalau harganya akan naik, tahu-tahu harga sudah naik. Sebagiannya lagi, Alhamdulillah masih tetap dengan harga lama (tapi tidak tahu nantinya kan?).

Ada dua reaksi pada diri kami yang bisa kami identifikasi dengan adanya isu kenaikan harga beberapa produk.

Pertama: reaksi spontan "ala Indonesia" yaitu keinginan untuk memperbanyak stok (menimbun) barang dengan label harga lama. Tujuan jangka pendeknya adalah untuk mengoptimalkan uang belanja karena belanja dengan harga yg lebih murah akan dapat barang lebih banyak. Selain itu kalau nanti produknya laku dengan label harga baru, akan dapat margin keuntungan yang lebih besar.

Untuk melakukan ini, pastinya dibutuhkan modal yang banyak. Bahayannya, dengan adanya sifat rakus pada diri manusia, akan muncul kecenderungan mengambil barang sebanyak-banyaknya yang belum tentu dibutuhkan atau belum tentu bisa laku cepat nantinya. Apalagi produk garment kan berbeda dengan produk komoditas / sembako yang hampir bisa dipastikan bisa cepat laku nantinya. Hal ini bisa banyak menyedot modal. Hati-hati ….!!!.

Kedua : munculnya kekhawatiran, jangan-jangan nanti penjualan akan menurun setelah harga dinaikkan. Alasan pembenarannya: dengan harga-harga barang naik, sementara daya beli pelanggan masih tetap atau bahkan menurun, maka mereka akan memprioritaskan pembelian barang-barang kebutuhan pokok dulu. Produk garmen untuk mendukung gaya hidup akan dikesampingkan dulu.

Nah, itu dua reaksi spontannya. Setelah muncul reaksi spontan baru dipikir-pikir dan ditimbang-timbang lagi untuk mengambil tindakan berikutnya.

Untuk menumpuk dan menimbun barang dagangan, mesti selektif. Tidak semua barang yang akan naik harganya perlu ditimbun. Hanya barang-barang yang sudah terbukti laris selama ini layak untuk ditambah stoknya. Tentunya sesuaikan saja dengan dana yang ada, tidak perlu berlebihan menimbun barang.

Tentang keinginan mendapatkan margin keuntungan dari harga beli lama vs harga jual baru tidak menjadi prioritas utama. Prioritas tetap untuk mengoptimalkan pelayanan bagi pelanggan dengan cara menyediakan barang yang kira-kira benar-benar dibutuhkan. Lebih baik fokus ke jangka panjangnya saja, daripada terbelenggu pada keinginan mendapatkan keuntungan sesaat.

Untuk mengatasi kekhawatiran penurunan penjualan, kami harus lebih fleksibel menyediakan barang dagangan. Ada kemungkinan barang yang tadinya laris, setelah harganya naik menjadi tidak laris, karena tidak cocok lagi dengan segment pasar. Hal ini perlu dicari alternatifnya, mungkin dengan menyediakan produk yang lebih murah. Sama seperti dulu di Glodok, sebelum krisis banyak dijual produk elektronika dari Jepang, setelah krisis dan daya beli menurun, Glodok juga menyesuaikan diri dengan menjual produk elektronika dari China yang lebih murah.

Yang jelas kami tetap yakin, meskipun harga-harga merangkak naik, kebutuhan akan jilbab dan busana muslim tetap tinggi, karena termasuk dalam kebutuhan dasar manusia yaitu "sandang". Apalagi sifat masyarakat Indonesia yang ‘cepat lupa’ atau ‘ingatannya pendek’, kalau ada masalah gemuruhnya kemana-mana tapi tidak lama kemudian semua kembali ke kondisi sedia kala.

Ditambah lagi, tidak terasa Ramadhan dan Iedul Fitri tinggal berapa bulan lagi, tetap harus bersiap-siap menyambutnya. Tetap fokus dan tetap fleksibel itu mungkin kuncinya.

Salam FUNtastic & Merdeka!

Fuad Muftie
© 2008, http://fuadmuftie.wordpress.com/
@ Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll

"Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!"


Kapan Mau Buka Toko Addina Yang Kedua?

Mei 9, 2008

Saya beberapa kali mendapat pertanyaan seperti itu. Dalam hati sih pingin banget bisa punya dua, tiga, sepuluh, atau seratus toko sekaligus. Logikanya kalau sudah bisa buka toko pertama dan bisa jalan, tentu lebih mudah lagi membuka toko kedua dan seterusnya, begitu kan?. Makanya kalau ada yang nanya seperti itu, biasanya sich saya jawab, “insyaAlloh, do’akan ya.”

Tapi, untuk saat ini pembukaan toko Addina yang kedua belum menjadi prioritas saya. Disamping karena terbatasnya SDM dan belum memadainya sistem di toko pertama, juga karena belum menjadi tujuan utama saya untuk banyak-banyak membuka toko.

Saya jadi ingat waktu mendapat kesempatan mentoring dengan Action Coach, saya diminta membuat rencana / mimpi lima tahun kedepan. Dan saya masih menyimpan catatannya, prioritas pertama saya bukanlah membuka banyak toko melainkan membesarkan Toko Addina. Alhamdulillah satu tahun berjalan, Toko Addina sudah bisa pindah ke lokasi yang lebih luas dan lebih besar. Tinggal melanjutkan saja.

Ini sebenarnya terkait dengan strategi yang ingin kita ambil, kita pilih, dan kita yakini bisa kita jalankan. Ada yang pernah mengajari saya bahwa strategi pengembangan bisnis ada dua kelompok: mau melebar atau mendalam. Nah pengembangan toko dengan cara memperbanyak atau menambah toko atau cabang termasuk dalam strategi melebar.

Untuk sementara ini yang ingin saya jalani adalah strategi mendalam. Saya ingin fokus dulu di satu toko sambil terus mengamati dan mempelajari sistem dan produk-produk yang bisa laku di toko sesuai pasar yang kami tuju. Selain itu saya ingin menambah dan melengkapi lini produk yang bisa dijual di toko. Salah satu pertimbangannya karena masih banyak ruang di ruko yang belum optimal dimanfaatkan.

Alhamdulillah strategi fokus di satu toko dulu, sampai saat ini masih berjalan baik. Produk yang kami tawarkan di toko juga mulai beragam. Yang tadinya hanya fokus di jilbab doang, perlahan-lahan produk unggulan bertambah di busana muslim anak, kaos muslimah, busana muslimah, dan aksesoris. Bahkan sekarang ada tambahan satu produk yang sangat laku yaitu produk-produk herbal, sampai-sampai sering kehabisan stok. Ada lagi satu produk yang saya pikir bisa melengkapi toko yaitu produk kosmetik karena pass dan cocok segment-nya, cuma saat ini belum dapat supliernya.

Kalau bicara resiko, dengan hanya mengandalkan satu toko boleh dibilang resikonya tinggi. Karena sekali omset toko turun, maka tidak ada backup dari toko lain. Tapi kalau saya pikir-pikir, apalagi sebagai pemula bisnis, strategi satu toko memiliki fleksibilitas dan kecepatan untuk mengubah-ubah strategi.

Seperti yang saya dengar dari Pak Nur Alam, tentang toko jilbabnya yang untuk sementara diistirahatkan, dan akan di relauncing lagi dengan wajah yang baru. Toko Kasafa milik Pak Nur Alam yang semula fokus di jilbab dan busana muslim, karena respon pasar kurang bagus, sekarang akan digeser untuk menjual busana dan perlengkapan bayi / anak. Ini memberi pelajaran bagi saya sebagai pemula untuk benar-benar memperkuat satu toko dulu dan menjaga fleksibilitas. Tidak ada yang benar dan salah sich dalam memilih suatu strategi, yang penting PROSES dan HASILnya.

Saya sendiri memutukan untuk mengambil strategi mendalam, karena waktu awal membuka usaha saya banyak mencontoh dan terinsipirasi dari Bursa Muslimah Raihan milik Pak Mukhlisin di Rawamangung. Satu toko, di sebuah rumah, di gang kecil, buat parkir saja susah, tapi bisa eksis dan besar serta produk-produknya lengkap. Sangat inspiratif….

Kalau satu toko sudah kuat dan kokoh, maka duplikasi / penggandaan ke toko-toko berikutnya, kemungkinan akan memberikan hasil yang lebih optimal.

Jadi kapan mau buka Toko Addina yang kedua?…
-> “insyaAlloh, do’akan ya.” :-)

Salam FUNtastic & Merdeka!

Fuad Muftie
© 2008, http://fuadmuftie.wordpress.com/
@ Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll

“Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!”


OOT : Nginep di Jalanan Bandung

Mei 8, 2008

Ini cerita seminggu yang lalu, Jumat 2 Mei 2008, demi mengejar stok dan momen awal bulan, kami bela-belain malam-malam pergi ke Bandung. Karena biasanya di pekan pertama awal bulan toko akan ramai, maka kami perlu memastikan stok barang memadai dan mencukupi. Untuk itulah, daripada menunggu kiriman barang dari salah satu suplier di Bandung, mending jemput sendiri saja, sehingga saya berharap keesokan harinya (Sabtu-Minggu) bisa mendapatkan momentum penjualan yang pass dan tepat.

Kebetulan Jumat malam (2 Mei) kemarin juga bertepatan acara Mastermind TNM-E20, terpaksa saya tidak bisa ikutan penuh acara mastermind. Tepat pukul 09 malam sayapun pamitan dari mastermind, untuk persiapan perjalanan ke Bandung. Rencananya setibanya di Bandung kami akan menginap di salah satu penginapan langganan di Pesantren Daarut Tauhid. Perhitungannya sebelum jam 12 malam kami sudah bisa sampai di Bandung.

Tapi karena persiapan yang molor dan harus istirahat cukup lama di KM 57 tol Cikampek, perhitungan E.T.A-nya meleset. Kami sampai di Bandung sudah jam 1 dini hari lebih. Memasuki Pesantren DT di penginapan yang saya tuju ternyata sudah tutup dan tampak sudah penuh. Ada beberapa penginapan lain yang masih buka, cuma sayangnya rate-nya tinggi. Itung-itung, sayang sekali cuma buat istirahat 3 jam harus bayar ratusan ribu.

Melihat anak-anak yang sudah lelap tertidur di mobil, saya dan istripun memutuskan tidur saja di mobil. Mobilpun saya parkir di jalanan pesantren DT dan ZZZZZZ……..

Subuh kami bangun, sholat dan siap-siap cari sarapan. Jam 8 pagi kami menuju salah satu suplier untuk mengambil barang. Selesai belanja, perjalanan kami lanjutkan balik lagi ke Jakarta.

Hmmm…… pengalaman yang menarik jadi anak jalanan he.. he.. he..  Kalau saja tidak jadi pedagang mungkin pengalaman seperti ini jarang-jarang bisa saya alami. Inilah yang namanya dinamika, proses, atau perjuangan dalam berbisnis. Enjoy aja lagi…..Yang membahagiakan saya, anak-anak tidak mengeluh dan bisa menikmati hidup di mobil :-)

Salam FUNtastic & Merdeka!

Fuad Muftie
© 2008, http://fuadmuftie.wordpress.com/
@ Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll

“Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!”


Oleh-oleh dari Pasar Tasik

Mei 7, 2008

Melanjutkan cerita saya kemarin tentang “Kangen sama Pasar Tasik“, saya pingin menceritakan sebagian fenomena di Pasar Tasik yang saya lihat.

Setiap belanja ke Pasar Tasik, selalu muncul harapan (ekspektasi) untuk mendapatkan produk-produk baru dan bagus. Umumnya, sebagai salah satu patokannya adalah keramaian dari kios / counter yang kita datangi. Kalau melihat ada toko yang sedang ramai, pasti rasa ingin tahu kita muncul dan penasaran apa yang membuatnya ramai, jangan-jangan ada produk yang lagi hot.

Dan memang sering terbukti, toko yang tampak ramai, sering menawarkan produk-produk yang bagus. Tapi tidak selalu toko yang saat itu ramai karena punya produk bagus, bisa tetap bertahan. Ada yang beberapa waktu kemudian toko yang tadinya ramai tidak lagi tampak ramai.

Nah waktu kemarin saya kembali datang ke Pasar Tasik, setelah lama sekali tidak mengunjunginya, saya perhatikan sudah banyak perubahan. Ada yang katanya sudah tidak jualan lagi di Pasar Tasik. Ada yang masih tetap dan masih sama seperti yang saya temui dulu. Dan ada yang sudah membesar, dari yang semula berdagang di counter (kios kecil) sekarang sudah punya kios yang lebih besar, bahkan ada yang sudah bertambah tokonya (dari semula satu kios sekarang punya dua kios).

Pelajaran yang bisa diambil, memang itulah gambaran dalam kehidupan kita, khususnya dalam berbisnis. Ada yang maju, dan ada yang mundur. Kalau kita mau belajar dari yang maju, kita bisa memahami bahwa keberhasilanya adalah buah dari proses. Dari beberapa toko yang saya lihat sudah berkembang, salah satu yang membuat mereka maju adalah mereka mampu terus menawarkan produk-produk yang laku.

Memang tidak mudah menjalaninya, kami sendiri di toko Addina kadang dapat barang yang bisa terus laku, tapi kadang juga dapat barang yang laku cuma sebentar, setelah itu langsung redup. Banyak juga sich yang lama sekali tidak laku.

Kadang kami juga khawatir dengan produk yang sudah lama bisa terus laku, tapi tiba-tiba mulai menurun penjualannya. Ini yang dinamakin siklus hidupnya produk. Kalau kita jeli, kita bisa memprediksikan kapan suatu produk akan redup. Tapi untuk sekelas saya, belum ketemu itung-itungannya, masih mengandalkan intuisi saja.

Kalau sedang khawatir begini, saya cuma berpikir, setiap saat pasti ada trend-nya dan semuanya kan terus berubah, tinggal pinter-pinternya kita memilih produk. Kalau memang ada produk yang sudah menurun penjualannya, ya siap-siap saja ditinggalkan walalupun merknya bagus. Begitu juga kita harus tetap open mind (membuka pikiran) atas masuknya produk-produk baru yang siapa tahu akan menjadi trend di masa datang, yang akan membawa toko kami terus maju dan berkembang.

Salam FUNtastic & Merdeka!

Fuad Muftie
© 2008, http://fuadmuftie.wordpress.com/
@ Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll

“Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!”


Kangen sama Pasar Tasik

Mei 5, 2008

Kamis 1 Mei 2008 kemarin saya dan istri ke Pasar Tasik di Tanah Abang buat belanja. Kesempatan ke Pasar Tasik kemarin menjadi berbeda rasanya, karena tidak terasa sudah lama sekali saya tidak ke Pasar Tasik. Kesempatan kemarin serasa nostalgia saat-saat pertama kali membuka usaha. Karena selama ini urusan belanja ke Pasar Tasik sudah ditangani oleh istri dan adik ipar saya.

Saya jadi kangen dengan sapaan-sapaan para penjual di Pasar Tasik yang selalu memanggil pengunjungnya dengan panggilan "Pak Haji… dan Bu Haji …". Saya jadi teringat pertama kali ke Pasar Tasik, suasananya sangat ramai dan penuh sesak karena sudah memasuki bulan Ramadhan di tahun 2006. Saya jadi teringat berbebutan baju koko Uje (yang waktu itu lagi ngetrend) di salah satu toko. Entah berapa kali kami berputar-putar di pasar Tasik, sambil menggendong kantong-kantong barang belanjaan. Berapa kali kami ditabrak porter-porter yang juga berebut jalan yg sudah sempit. Tapi karena kami sangat semangat waktu itu, semua tidak kami rasakan (sebagai penderitaan). Malah keceriaan saat mendapat barang-barang yang bagus.

Saat masuk pasar Tasik kemarin, sepertinya seluruh perasaan dan semangat yang saya miliki saat pertama kali ke Pasar Tasik (tahun 2006) kembali ter-download dan tiba-tiba hadir kembali. Suasana di Pasar Tasik benar-benar memicu kembali semangat saya dalam menjalankan usaha.

Satu insight tersendiri bagi saya, kalau seandainya sedang mengalami kelesuan dan tidak semangat dalam menjalankan usaha, obatnya ternyata mudah. Kalau kita pernah mengalami masa-masa semangat, ternyata semangat itu bisa kembali didatangkan dan dihadirkan pada diri kita. Salah satu caranya kembalilah bernostalgia ke tempat-tempat yang pernah kita kunjungi yang saat kita berkunjung kita sedang penuh semangat. Seperti saya kemarin, tanpa berniat menghadirkan perasaan semangat, ternyata setelah masuk ke Pasar Tasik perasaan semangat tiba-tiba muncul kembali.

Salam FUNtastic & Merdeka!

Fuad Muftie
© 2008, http://fuadmuftie.wordpress.com/
@ Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
► Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll

"Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!"