Oleh-oleh dari Pasar Tasik

Melanjutkan cerita saya kemarin tentang “Kangen sama Pasar Tasik“, saya pingin menceritakan sebagian fenomena di Pasar Tasik yang saya lihat.

Setiap belanja ke Pasar Tasik, selalu muncul harapan (ekspektasi) untuk mendapatkan produk-produk baru dan bagus. Umumnya, sebagai salah satu patokannya adalah keramaian dari kios / counter yang kita datangi. Kalau melihat ada toko yang sedang ramai, pasti rasa ingin tahu kita muncul dan penasaran apa yang membuatnya ramai, jangan-jangan ada produk yang lagi hot.

Dan memang sering terbukti, toko yang tampak ramai, sering menawarkan produk-produk yang bagus. Tapi tidak selalu toko yang saat itu ramai karena punya produk bagus, bisa tetap bertahan. Ada yang beberapa waktu kemudian toko yang tadinya ramai tidak lagi tampak ramai.

Nah waktu kemarin saya kembali datang ke Pasar Tasik, setelah lama sekali tidak mengunjunginya, saya perhatikan sudah banyak perubahan. Ada yang katanya sudah tidak jualan lagi di Pasar Tasik. Ada yang masih tetap dan masih sama seperti yang saya temui dulu. Dan ada yang sudah membesar, dari yang semula berdagang di counter (kios kecil) sekarang sudah punya kios yang lebih besar, bahkan ada yang sudah bertambah tokonya (dari semula satu kios sekarang punya dua kios).

Pelajaran yang bisa diambil, memang itulah gambaran dalam kehidupan kita, khususnya dalam berbisnis. Ada yang maju, dan ada yang mundur. Kalau kita mau belajar dari yang maju, kita bisa memahami bahwa keberhasilanya adalah buah dari proses. Dari beberapa toko yang saya lihat sudah berkembang, salah satu yang membuat mereka maju adalah mereka mampu terus menawarkan produk-produk yang laku.

Memang tidak mudah menjalaninya, kami sendiri di toko Addina kadang dapat barang yang bisa terus laku, tapi kadang juga dapat barang yang laku cuma sebentar, setelah itu langsung redup. Banyak juga sich yang lama sekali tidak laku.

Kadang kami juga khawatir dengan produk yang sudah lama bisa terus laku, tapi tiba-tiba mulai menurun penjualannya. Ini yang dinamakin siklus hidupnya produk. Kalau kita jeli, kita bisa memprediksikan kapan suatu produk akan redup. Tapi untuk sekelas saya, belum ketemu itung-itungannya, masih mengandalkan intuisi saja.

Kalau sedang khawatir begini, saya cuma berpikir, setiap saat pasti ada trend-nya dan semuanya kan terus berubah, tinggal pinter-pinternya kita memilih produk. Kalau memang ada produk yang sudah menurun penjualannya, ya siap-siap saja ditinggalkan walalupun merknya bagus. Begitu juga kita harus tetap open mind (membuka pikiran) atas masuknya produk-produk baru yang siapa tahu akan menjadi trend di masa datang, yang akan membawa toko kami terus maju dan berkembang.

Salam FUNtastic & Merdeka!

Fuad Muftie
© 2008, http://fuadmuftie.wordpress.com/
@ Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll

“Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!”

Tinggalkan Balasan