Ketika Harga-Harga Mulai Merangkak Naik
Ada dua isu yang cepat sekali mempengaruhi kenaikan harga barang-barang, yaitu isu kenaikan harga BBM dan kenaikan gaji PNS. Seperti yang terjadi sekarang, belum juga harga BBM dinaikkan, tapi harga barang-barang lainnya sudah duluan menyesuaikan diri. Kalau penjual ditanya kenapa harga naik?, jawabanya: kan BBM juga mau naik. Nggak logis sich sebenarnya, tapi begitulah yang terjadi di pasar.
Kenaikan harga juga mulai terjadi pada produk-produk jilbab dan busana muslim. Beberapa produsen sudah memberikan daftar harga terbarunya. Ada beberapa produsen sudah ngomong akan menaikkan harganya beberapa hari atau beberapa minggu ke depan. Dan pasti ada beberapa produsen / suplier yang tidak memberitahu kalau harganya akan naik, tahu-tahu harga sudah naik. Sebagiannya lagi, Alhamdulillah masih tetap dengan harga lama (tapi tidak tahu nantinya kan?).
Ada dua reaksi pada diri kami yang bisa kami identifikasi dengan adanya isu kenaikan harga beberapa produk.
Pertama: reaksi spontan "ala Indonesia" yaitu keinginan untuk memperbanyak stok (menimbun) barang dengan label harga lama. Tujuan jangka pendeknya adalah untuk mengoptimalkan uang belanja karena belanja dengan harga yg lebih murah akan dapat barang lebih banyak. Selain itu kalau nanti produknya laku dengan label harga baru, akan dapat margin keuntungan yang lebih besar.
Untuk melakukan ini, pastinya dibutuhkan modal yang banyak. Bahayannya, dengan adanya sifat rakus pada diri manusia, akan muncul kecenderungan mengambil barang sebanyak-banyaknya yang belum tentu dibutuhkan atau belum tentu bisa laku cepat nantinya. Apalagi produk garment kan berbeda dengan produk komoditas / sembako yang hampir bisa dipastikan bisa cepat laku nantinya. Hal ini bisa banyak menyedot modal. Hati-hati ….!!!.
Kedua : munculnya kekhawatiran, jangan-jangan nanti penjualan akan menurun setelah harga dinaikkan. Alasan pembenarannya: dengan harga-harga barang naik, sementara daya beli pelanggan masih tetap atau bahkan menurun, maka mereka akan memprioritaskan pembelian barang-barang kebutuhan pokok dulu. Produk garmen untuk mendukung gaya hidup akan dikesampingkan dulu.
Nah, itu dua reaksi spontannya. Setelah muncul reaksi spontan baru dipikir-pikir dan ditimbang-timbang lagi untuk mengambil tindakan berikutnya.
Untuk menumpuk dan menimbun barang dagangan, mesti selektif. Tidak semua barang yang akan naik harganya perlu ditimbun. Hanya barang-barang yang sudah terbukti laris selama ini layak untuk ditambah stoknya. Tentunya sesuaikan saja dengan dana yang ada, tidak perlu berlebihan menimbun barang.
Tentang keinginan mendapatkan margin keuntungan dari harga beli lama vs harga jual baru tidak menjadi prioritas utama. Prioritas tetap untuk mengoptimalkan pelayanan bagi pelanggan dengan cara menyediakan barang yang kira-kira benar-benar dibutuhkan. Lebih baik fokus ke jangka panjangnya saja, daripada terbelenggu pada keinginan mendapatkan keuntungan sesaat.
Untuk mengatasi kekhawatiran penurunan penjualan, kami harus lebih fleksibel menyediakan barang dagangan. Ada kemungkinan barang yang tadinya laris, setelah harganya naik menjadi tidak laris, karena tidak cocok lagi dengan segment pasar. Hal ini perlu dicari alternatifnya, mungkin dengan menyediakan produk yang lebih murah. Sama seperti dulu di Glodok, sebelum krisis banyak dijual produk elektronika dari Jepang, setelah krisis dan daya beli menurun, Glodok juga menyesuaikan diri dengan menjual produk elektronika dari China yang lebih murah.
Yang jelas kami tetap yakin, meskipun harga-harga merangkak naik, kebutuhan akan jilbab dan busana muslim tetap tinggi, karena termasuk dalam kebutuhan dasar manusia yaitu "sandang". Apalagi sifat masyarakat Indonesia yang ‘cepat lupa’ atau ‘ingatannya pendek’, kalau ada masalah gemuruhnya kemana-mana tapi tidak lama kemudian semua kembali ke kondisi sedia kala.
Ditambah lagi, tidak terasa Ramadhan dan Iedul Fitri tinggal berapa bulan lagi, tetap harus bersiap-siap menyambutnya. Tetap fokus dan tetap fleksibel itu mungkin kuncinya.
Salam FUNtastic & Merdeka!
Fuad Muftie
© 2008, http://fuadmuftie.wordpress.com/
@ Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll
"Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!"


Mei 14, 2008 pukul 10:01 pm
Wah harus tetap semangat pak walaupun BBM mau naik
Walaupun negara ini akan menghadapi krisis
Apa kabar nya pak ??
Mei 15, 2008 pukul 8:35 am
Alhamdulillah kabar baik Pak Bowo…
Iya dong harus tetap semangat. Dalam setiap krisis selalu ada yang muncul dan malah bertambah maju lho, makanya siap-siap saja siapa tahu kita-kita yang nantinya melejit.
Kalau krisis banyak yang terpuruk, itu biasa… Tapi kalau krisis malah tambah sukses, itu baru luar biasa. Tapi moga-moga tidak sampai krisis lah… kasihan rakyat kecil…
Wassalam
Fuad Muftie
Mei 15, 2008 pukul 7:31 pm
AYO LAH LIAT SITUS: Axxyc.com
(Komunitas Indo, ga perlu register)
Mei 16, 2008 pukul 12:18 am
Nice article… makin ciamik aja nih… !!!
Sori bro… saya belum sempat silaturahmi & visit toko Addina 2.0
Salam hangat dari Jogya.
Bams Triwoko
Mei 19, 2008 pukul 3:08 pm
@ Bambs Triwoko
Terimakasih Bro, ini semua berkat support dari Mas Bambs juga.
Ndak apa-apa, malah saya yg pingin banget bisa berkunjung ke Klaten.
Wassalam
FM