Dalam hidup, kita harus mudah beradaptasi. Mahluk-mahluk hidup yang mampu beradaptasilah yang mampu bertahan dan survive. Banyak pelajaran dari alam semesta yang bisa kita ambil hikmahnya untuk kemajuan (survival) kita maupun kelangsungan usaha kita.
Kali ini saya teringat dengan kisah ikan paus. Dengan badan yang super duper besar dan raksasa, makanan ikan paus bukanlah binatang yang juga besar. Tidak seperti ular yang mangsanya besar-besar, sehingga sekali menangkap mangsa bisa untuk bertahan berminggu-minggu.
Makanan ikan paus adalah binatang mikroskopis (sangat kecil) yaitu plankton. Untuk mendapatkan plankton yang mencukupi sesuai kebutuhan hidupnya, ikan paus harus memasukkan berton-ton air laut ke mulutnya, kemudian disaring dengan giginya dan baru didapat segumpal plankton. Begitu seterusnya sampai mencukupi kebutuhannya.
Tapi ikan paus tidak pernah protes “Tuhan badan saya kan besar sekali, kenapa makanan saya harus kecil-kecil begini, kan repot memakannya”.
Dalam bisnis juga ada yang mirip-mirip ikan paus. Usahanya tampak besar tapi margin profitnya sangat-sangat kecil. Bagi yang usahanya demikian atau yang akan memasuki bisnis ber-margin tipis, tidak perlu berkecil hati dan ‘iri’ dengan jenis usaha lain. Karena ikan paus sudah mengajari kita ilmunya. Tidak usah juga mengeluh, karena ikan paus juga tidak pernah mengeluh, begitu kan?
Strategi ikan paus patut dicontoh, banyak-banyak memasukkan air (LEAD) ke mulutnya, untuk mendapat lebih banyak lagi plankton (PROFIT). Ditambah lagi ketekunan dan konsistensi InsyaAlloh akan membuat usaha kita terus membesar seperti besarnya ikan paus yang menari-nari di lautan biru (BLUE OCEAN) yang luas dan dalam.
Semoga bermanfaat
Salam FUNtastis & Merdeka!
Fuad Muftie
© 2008, http://fuadmuftie.wordpress.com/
@ Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll
“Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!”


Juli 18, 2008 pukul 7:59 pm |
Asslm..
Mas, aku trtarik jg jadi prngusaha n uda baca2 artikelnya, trimakasih atas pencerahannya,btw, aku customs juga, di sunda kelapa.
aku mo tukeran link donk mas.aku uda masang link blog mas yg wordpress dblogku.
blogku di http://www.maujadimilyuner.blogspot.com
makasih ya mas.semoga berkenan…
Wasslm..
best regards
kristanto juniardi
Juli 21, 2008 pukul 2:28 pm |
Insya Allah berguna buat saya kang , lagi mau mengembangkan sepatu perempuan buatan tangan
Juli 22, 2008 pukul 1:27 pm |
@ Kristanto Juniardi
Sukses buat bisnisnya ya…
Salam kenal mas, wah satu institusi ya …
@ Ralylife
Sukses buat usaha sepatunya, mudah2an lancar dan mudah2an bisa terus berkembang sampai punya pabrik sepatu sendiri ya… Aaamiin.
Wassalam
Fuad Muftie
Juli 22, 2008 pukul 5:39 pm |
Pak Fuad, minta ijin artikelnya saya posting di blog cipasera. http://www.tdacipasera.co.cc/
Wasalam
Sony
Juli 23, 2008 pukul 7:45 am |
Pak Sony silahkan Pak, mudah2an bermanfaat
Wassalam
Fuad Muftie
Agustus 26, 2008 pukul 3:55 pm |
Assalamu’alaikum…
saya seorang ibu rumah tangga yang pingin sekali punya bisnis yang saya kerjakan. motivasi saya awal adalah saya tidak ingin bekerja ke orang karena saya tidak ingin meninggalkan anak-anak saya dengan jamkerja yang sangat mengikat di tempat orang lain.
saya lulusan S1 Desain produkindustri ITS Surabaya. setrelah lulus saya langsung menikah. saya orang yang tidak tahan diam dirumah.suami saya kerja, saya ingin wirausaha. saya sudah memulai dari bisnis pendidikan,makanan, selalu gagal dan sekarang ke garmen, spesialisasi kerudung anak. usaha saya berjalan 7 bulan.saat ini omzet masih sekitar 30 jt. yang jelas belum ada keuntungan. saya blank dalam manajemen usaha seperti ini. saya ingin sekali konsultasi panjang dengan seseorang yang bisa memberi banyak masukan untuk usaha saya. modal awal dari kakak-kakak ipar sekitar 50 jt. saya tidak ingin gagal. saya ingin maju kedepan melirik usaha-usaha sukses seperti Rabbani,dkk. tapi saya tidakada pengetahuan kesana.
Gimana ya…
terimakasih banyak
Agustus 26, 2008 pukul 4:42 pm |
Wa’alaikum salam wr wb
Bu Nines, saya beberapa kali berkunjung ke Blog anda, desain jilbabnya manis-manis dan lucu-lucu.
Syukur Alhamdulillah Bu kalau omsetnya sudah 30jt-an. Tinggal ditingkatkan lagi Bu. Ibu kan sudah punya track record penjualan selama 7 bulan. Pastinya sudah bisa ditebak mana produk yang paling laku, mana yang kurang laku. Segmennya ke mana. Sistem penjualan juga bisa dievaluasi, apakah sistem keagenan seperti sekarang sudah efektif atau belum. Terus persyaratan keagenan efektif atau tidak. dan seterusnya.
Mengenai kegagalan demi kegagalan yang ibu lalui, anggaplah itu sebagai anak tangga menuju sukses. Kalau sekarang sudah dpt omset 30jt berarti sudah ke arah yang (mudah-mudahan) tepat, menuju sukses. Yang pasti jangan jadikan kegagalan sebagai fokus. Kalau fokus di kegagalan kemungkinan besar akan gagal (lagi). Lebih baik fokus di proses menuju sukses. Karena sukses bukan tujuan akhir, prosesnyalah yang terus menerus kita perbaiki, agar selalu di track yang tepat.
Apalagi jalur yang ibu ambil dibidang garment / jilbab, menurut saya peluangnya saat ini sangat menjanjikan. Hampir tiap hari ada orang beli jilbab. Sudah sama seperti kebutuhan pokok.
Untuk manajeman usaha yang baik, saya juga masih belajar Bu. Asalkan kita siap untuk meng-upgrade diri terus menerus dan siap memperbaiki kelemahan-kelemahan kita dan sistem kita, insyaAlloh pengetahuan kita akan semakin mumpuni. Sekali lagi FOKUS di kelebihan kita Bu, jangan FOKUS di kekurangan kita.
Oh ya kalau boleh ngasih saran, desain jilbab Ibu, menurut saya hanya cocok untuk acara-acara tertentu saja, bagaimana kalau dikembangkan untuk membuat jilbab anak yang bisa dipakai untuk sehari-hari, yang membuat anak merasa nyaman memakainya.
Karena saya belum menemukan jilbab anak yang bisa menjadikan anak (balita) saya tahan berlama-lama pakai jilbab, kecuali jilbab sekolahnya
Sukses selalu Bu
Fuad Muftie
Agustus 29, 2008 pukul 10:30 pm |
[...] – bookmarked by 2 members originally found by iltontay on 2008-08-08 Belajar Dari Ikan Paus, Bagi Yang Margin Bisnisnya Tipis [...]
September 6, 2008 pukul 6:33 pm |
Assalamualikum
Selamat berbuka puasa pak Fuad. Istri saya mau mengadakan kerjasama dengan temennya, temennya nyediain tempat istri saya menyediakan barang dan SPG nya, namun temennya minta bagi hasil 30% dari penjualan, kira2 pendapat pak fuad gimana? sesuai dengan judul ikan pausnya. Makasih bantuannya.
Erwin
Wassalam
September 8, 2008 pukul 2:52 pm |
Wa’alaikum salam
Untuk kerjasama, kalau kekuatan kedua pihak sama paling enak bagi hasil 50:50 dari hasil usaha. Nah kalau kekuatan kedua pihak berbeda, perlu negosiasi. Bapak mengukur seberapa besar kontribusi Bapak dalam kerja sama tadi, begitu juga rekan Bapak berapa besar kontribusinya. Yang besar kontribusinya sudah sewajarnya dapat bagian yang lebih besar.
Tidak ada aturan baku pembagian prosentase dalam berbisnis. Biasanya negosiabel Pak. Bapak nilai sendiri permintaan 30% oleh teman tadi terlalu tinggi atau tidak.
Kalau dari informasi yg Bapak tulis, “30% dari penjualan” menurut saya terlalu tinggi untuk penjualan secara ritel. Tapi untuk penjualan produk / jasa lain yang marginnya lebih besar dari 30% mungkin saja nilai segitu wajar.
Semoga bisa membantu
FM
September 8, 2008 pukul 7:59 pm |
Terimakasih atas sarannya
Trus ikan pausnya gimana?
September 9, 2008 pukul 9:21 am |
Sama2 Pak, ikan pausnya baik-baik saja Pak, masih ada di laut, he.. he.. he..
Maksudnya buat jadi ‘ikan paus’ kalau kerjasama yang Pak Erwin lakukan memberikan margin keuntungan yang kecil, mesti pakai strategi memperbanyak calon pelanggannya gitu Pak. kalau margin kecil, terus tempatnya tidak strategis / mendatangkan sedikit pengunjung, ya sayang Pak kalau bagi hasilnya cuma dapat kecil.
Wassalam
FM
September 10, 2008 pukul 7:16 am |
Assalamualikum pak fuad
Senang rasanya bisa dibantu
semoga ilmu yang di berikan diberi pahala yang berlipat ganda dr Allah SWT.
Amien Ya Rabbal A’lamin
September 15, 2008 pukul 10:35 am |
Wa’alaikum salam Wr Wb
Sama-sama semoga bermanfaat. Aaamiiin.
FM