assl. pakfuad. saya masih punya beberapa pertanyaan, dan mohon ilmunya. Jika bpk lupa , saya ibu rt di Batam, yg berencana jualan baju muslim di rumah.
1. kalau di lingkungan kita sudah ada yg buka usaha ug sama (baju muslima), strategi penawaran apa yg bisa bikin kita beda dari mereka?Selain merk produk.
Karena sepertinya org2 disini belanja di tempat itu karena bs kredit.
2. setelah saya diskusikan sm suami, sepertinya dia ragu, apa usaha sy itu bs berhasil? Krn sy memang blmpunya pengalaman buka usaha. jd nya sy juga agak gak enak ati. Soalnya modal kan minta suami pak.
3. Sebaiknya sy mencari pasokan barang dmn ya pak?. saat ini dlm pikiran sy, dg mengorder dari jakarta, krn di internet sy lht bnyak yg menawarkan buat jadi agen.Seperti manet. Tetapi untuk barang2 yg lain sy blm tahu distributornya pak. Kalau untuk jilbab2, atau pakaian lain mohon informasi mengenai distributor ygdpt sy hubungi pak.
4. Mengenai harga yg akan sy tetapkan pak. Biasanya kan produk2 yg ada katalog itu sdh ada harga nya. Lalu bgman utk menutupi ongkkos kirimnya. Apa harga dikatalog sebaiknya saya tambah ongkos kirim pak mufti?
Maaf ya pak pertanyaan sy terlalu bnyk. Soalnya sy memang masih miskin ilmu pak. Dan gak ada tmpt sy bertanya. Semoga bpk terus aktif berbagi ilmu di blog ini. Wassalam.Fitri Batam.
==== ==== ====
Wa’alaikum salam Wr Wb
#1
Bu Rita, satu hal yang penting sebagai landasan atau pondasi untuk memulai usaha adalah perubahan sikap mental / mind set kita. Saya dulu punya segudang rencana untuk memulai bisnis, tapi ketika mind set belum berubah, tidak ada satupun rencana yang bisa dieksekusi. Yang menghambat saya dulu adalah sikap mental : takut tidak bisa, takut rugi, merasa tidak punya ilmu bisnis, bisnis itu sulit, bisnis itu gampang rugi, dll.
Padahal dulu saya juga tahu kalau dengan bisnis bisa membuka peluang untuk menjadi sukses dan kaya, tapi sikap mental bahwa “bisnis bukan dunia saya” terus menjauhkan dari keinginan untuk berbisnis.
Kalau kita bisa membuat atau mencari sudut pandang yang berbeda, kita bisa dengan cepat mengubah mind set kita. Kita bisa memunculkan keyakinan bahwa kita bisa dan kita mampu melalui setiap tahapan dan permasalahan dalam bisnis.
Misalnya saja begini Bu, Ibu Rita takut memulai buka usaha busana muslim karena sudah ada orang lain yang membuka usaha yang sama bahkan bisa ngasih kredit pula. Coba ibu luaskan pandangan Ibu. Pasar Ibu bukan hanya orang-orang di komplek Ibu. Pasar Ibu bisa saja di Surabaya, di Timika, di Makasar, bahkan mungkin di Arab Saudi, Malaysia, Brunei, Maroko, dll.
Mungkin Ibu berpikir “ah itu terlalu jauh, itu tidak mungkin buat saya.” Nah itulah mind set yang harus ibu tinggalkan. Majulah selangkah dengan cukup membayangkan pasar ibu yang begitu luas. Kalau membayangkan saja takut, bagaimana mengambil tindakan nyata, begitu kira-kira.
Untuk memulai tentu tidak harus langsung menawarkan dagangan ke Arab Saudi dll, memang sebaiknya dimulai dari lingkungan sekitar dan area yang terjangkau dulu. Yang penting niatkan dulu untuk bisa berjualan secara meluas.
Selain itu, coba Ibu alihkan perhatian Ibu dari pasar yang berisi orang-orang yang suka kredit, menjadi pasar yang berisi orang-orang yang nggak suka kredit. Kalau tetangga Ibu membidik pasar kredit, kenapa ibu tidak membidik pasar CASH. Banyak orang yang tidak suka membeli secara kredit lho Bu. Dulu saya juga takut nggak laku kalau nggak ngasih kredit, Alhamdulillah sampai sekarang kami bisa berjualan secara cash.
Biarkan saja orang-orang membeli ke teman ibu karena kredit, dan Ibu tetap fokus di penjualan CASH. Pasti ada pangsa pasarnya. Kalau Ibu bisa memulai dari yang kecil dengan berjualan secara Cash dan menemukan pasarnya, InsyaAlloh itu jalan yang lebih baik Bu. Hindari bertarung di pasar yang sama yang memperebutkan penjualan kredit.
Kalaupun mau masuk ke pasar kredit, gunakan cara yang berbeda Bu. Contohnya seperti Perusahaan Columb** mereka memang membidik pasar kredit, tapi segmennya berbeda dengan tukang kredit panci keliling. Begitu kira-kira Bu. Bisa juga dengan penawaran yang berbeda, misalnya selain bisa kredit juga bisa dapat hadiah langsung, asalkan Ibu sudah tahu perhitungannya kalau menggunakan cara ini Ibu tetap dapat untuk atau malahan dapat untung yang lebih berlipat ganda. Jangan korbankan keuntungan, karena itu HAK-nya pedagang.
# 2
Dukungan suami dan keluarga sangat penting Bu. Wajar saja suami khawatir dengan peluang yang Ibu miliki. Itu bukti bahwa suami Ibu masih sayang, karena tidak ingin istri menderita. Yang penting tunjukkan saja perlahan-lahan Bu, mulai dari yang kecil yang tidak terlalu beresiko. Sambil mencari pangsa pasar cash tadi Bu. Kalau sudah tahu usaha Ibu bisa menghasilkan keuntungan, insyaAlloh pandangan suami akan berubah dan dukungan mudah2an lebih kuat lagi.
# 3
Sumber busana muslim sangat banyak sekali Bu. Bahkan mungkin di Batam sendiri ada produsen yang bisa memberi produk dan harga yang lebih kompetitif.
Selain dari internet, ibu bisa mencari produk dan suplier busana muslim dari majalah-majalah islami dan majalah muslimah. Di sana banyak sekali penawaran untuk jadi agen. Hubungi saja satu persatu dan cari yang bisa cocok untuk melakukan kerja sama.
# 4
Penetapan harga banyak sekali faktornya Bu, Ada ilmunya sendiri. Untuk tahap awal hitung saja kalau pakai harga patokan dari suplier kira-kira bisa untung tidak. Misalnya keuntungan bisa menutupi ongkos kirim, tidak ada salahnya menggunakan harga patokan. Tapi kalau dari perhitungan keuntungan sangat kecil atau tidak bisa menutupi ongkos kirim, tidak ada salahnya menaikkan harga. Yang penting harga masih bisa dijangkau oleh pembeli potensial Ibu. Dan Ibu tetap mendapatkan keuntungan, karena keuntungan adalah HAK-nya penjual.
Sebaiknya sich kalau membeli dari daerah lain yang memakan ongkos kirim, langsung membeli dalam partai besar. Sehingga ongkos kirim bisa di minimalisir.
Semoga bisa membantu
Salam FUNtastic & Merdeka!
Fuad Muftie
© 2008, http://fuadmuftie.wordpress.com/
2 Tahun Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll
“Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!”