Evaluasi Diri : Zona Nyaman Pengusaha

Agustus 28, 2008

Salah satu kritikan para entrepreneur (TDA) kepada kaum pekerja / karyawan (TDB) yang ingin jadi pengusaha adalah para TDB sudah merasa enak di zona nyaman sebagai pekerja, sehingga sulit untuk melepaskan zona nyamannya. Memang saya sendiri mengakui beratnya melepaskan status TDB dan menjadi full TDA.

Terus setelah bisa mengubah status dari hanya TDB menjadi Ampibi (karyawan sekaligus punya usaha sendiri), ternyata saya juga mulai bisa merasakan bahwa sebagai pemilik usaha (pengusaha) juga ada zona nyamannya. Ketika usaha sudah bisa jalan dan sudah menghasilkan keuntungan yang cukup, pikiran mulai merasa tenang, kemudian sering tidak berani mengambil langkah besar untuk lebih memajukan usahanya lagi.

Saya mulai menyadari hal ini, setelah semua aktifitas memantau perkembangan usaha menjadi sesuatu yang rutin, rutinitas belaka. Tidak ada gebrakan baru dan merasa puas dengan hasil yang ada. Berbeda sekali kondisinya sewaktu pertama kali membuka usaha, pertama kali mencari-cari pemasok, dan juga kondisi waktu pertama membesarkan usaha. Waktu-waktu tersebut menjadi penuh tantangan dan penuh tuntutan untuk mengambil keputusan dengan cepat.

Kondisi aman dan nyaman ini saya amat-amati menjadikan saya sama saja seperti umumnya pedagang di kanan kiri toko saya. Beberapa toko, dari jaman dulu pertama saya lihat sampai sekarang masih tetap segitu-segitu saja. Seolah-olah tidak ada bedanya dengan kaum TDB yang karirnya landai-landai saja sampai pensiun.

Sekarang, setelah merasa nyaman di zona seperti ini, saya ingin mulai pemanasan lagi. Saya harus keluar dari zona nyaman ini. Harus ada gerakan baru, harus mulai menyusun strategi baru. Dan insyaAlloh setelah Iedul Fitri, saya harus memulai strategi yang baru lagi untuk membesarkan Addina Corporation. Semoga kami senantiasa dimudahkan jalannya oleh Alloh SWT dan selalu diberkahi-Nya. Amin.

Salam FUNtastic & Merdeka

Fuad Muftie
© 2008, http://fuadmuftie.wordpress.com/
2 Tahun Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll

“Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!”

PS: Alhamdulillah artikel saya berjudul Belanja Busana Muslim sebelum Puasa Ramadhan diliput oleh Portal TDA di sini


Berjualan Busana Muslim dari Rumah di Batam

Agustus 27, 2008

assl. pakfuad. saya masih punya beberapa pertanyaan, dan mohon ilmunya. Jika bpk lupa , saya ibu rt di Batam, yg berencana jualan baju muslim di rumah.
1. kalau di lingkungan kita sudah ada yg buka usaha ug sama (baju muslima), strategi penawaran apa yg bisa bikin kita beda dari mereka?Selain merk produk.
Karena sepertinya org2 disini belanja di tempat itu karena bs kredit.

2. setelah saya diskusikan sm suami, sepertinya dia ragu, apa usaha sy itu bs berhasil? Krn sy memang blmpunya pengalaman buka usaha. jd nya sy juga agak gak enak ati. Soalnya modal kan minta suami pak.

3. Sebaiknya sy mencari pasokan barang dmn ya pak?. saat ini dlm pikiran sy, dg mengorder dari jakarta, krn di internet sy lht bnyak yg menawarkan buat jadi agen.Seperti manet. Tetapi untuk barang2 yg lain sy blm tahu distributornya pak. Kalau untuk jilbab2, atau pakaian lain mohon informasi mengenai distributor ygdpt sy hubungi pak.

4. Mengenai harga yg akan sy tetapkan pak. Biasanya kan produk2 yg ada katalog itu sdh ada harga nya. Lalu bgman utk menutupi ongkkos kirimnya. Apa harga dikatalog sebaiknya saya tambah ongkos kirim pak mufti?

Maaf ya pak pertanyaan sy terlalu bnyk. Soalnya sy memang masih miskin ilmu pak. Dan gak ada tmpt sy bertanya. Semoga bpk terus aktif berbagi ilmu di blog ini. Wassalam.Fitri Batam.

==== ==== ====

Wa’alaikum salam Wr Wb

#1

Bu Rita, satu hal yang penting sebagai landasan atau pondasi untuk memulai usaha adalah perubahan sikap mental / mind set kita. Saya dulu punya segudang rencana untuk memulai bisnis, tapi ketika mind set belum berubah, tidak ada satupun rencana yang bisa dieksekusi. Yang menghambat saya dulu adalah sikap mental : takut tidak bisa, takut rugi, merasa tidak punya ilmu bisnis, bisnis itu sulit, bisnis itu gampang rugi, dll.

Padahal dulu saya juga tahu kalau dengan bisnis bisa membuka peluang untuk menjadi sukses dan kaya, tapi sikap mental bahwa “bisnis bukan dunia saya” terus menjauhkan dari keinginan untuk berbisnis.

Kalau kita bisa membuat atau mencari sudut pandang yang berbeda, kita bisa dengan cepat mengubah mind set kita. Kita bisa memunculkan keyakinan bahwa kita bisa dan kita mampu melalui setiap tahapan dan permasalahan dalam bisnis.

Misalnya saja begini Bu, Ibu Rita takut memulai buka usaha busana muslim karena sudah ada orang lain yang membuka usaha yang sama bahkan bisa ngasih kredit pula. Coba ibu luaskan pandangan Ibu. Pasar Ibu bukan hanya orang-orang di komplek Ibu. Pasar Ibu bisa saja di Surabaya, di Timika, di Makasar, bahkan mungkin di Arab Saudi, Malaysia, Brunei, Maroko, dll.

Mungkin Ibu berpikir “ah itu terlalu jauh, itu tidak mungkin buat saya.” Nah itulah mind set yang harus ibu tinggalkan. Majulah selangkah dengan cukup membayangkan pasar ibu yang begitu luas. Kalau membayangkan saja takut, bagaimana mengambil tindakan nyata, begitu kira-kira.

Untuk memulai tentu tidak harus langsung menawarkan dagangan ke Arab Saudi dll, memang sebaiknya dimulai dari lingkungan sekitar dan area yang terjangkau dulu. Yang penting niatkan dulu untuk bisa berjualan secara meluas.

Selain itu, coba Ibu alihkan perhatian Ibu dari pasar yang berisi orang-orang yang suka kredit, menjadi pasar yang berisi orang-orang yang nggak suka kredit. Kalau tetangga Ibu membidik pasar kredit, kenapa ibu tidak membidik pasar CASH. Banyak orang yang tidak suka membeli secara kredit lho Bu. Dulu saya juga takut nggak laku kalau nggak ngasih kredit, Alhamdulillah sampai sekarang kami bisa berjualan secara cash.

Biarkan saja orang-orang membeli ke teman ibu karena kredit, dan Ibu tetap fokus di penjualan CASH. Pasti ada pangsa pasarnya. Kalau Ibu bisa memulai dari yang kecil dengan berjualan secara Cash dan menemukan pasarnya, InsyaAlloh itu jalan yang lebih baik Bu. Hindari bertarung di pasar yang sama yang memperebutkan penjualan kredit.

Kalaupun mau masuk ke pasar kredit, gunakan cara yang berbeda Bu. Contohnya seperti Perusahaan Columb** mereka memang membidik pasar kredit, tapi segmennya berbeda dengan tukang kredit panci keliling. Begitu kira-kira Bu. Bisa juga dengan penawaran yang berbeda, misalnya selain bisa kredit juga bisa dapat hadiah langsung, asalkan Ibu sudah tahu perhitungannya kalau menggunakan cara ini Ibu tetap dapat untuk atau malahan dapat untung yang lebih berlipat ganda. Jangan korbankan keuntungan, karena itu HAK-nya pedagang.

# 2

Dukungan suami dan keluarga sangat penting Bu. Wajar saja suami khawatir dengan peluang yang Ibu miliki. Itu bukti bahwa suami Ibu masih sayang, karena tidak ingin istri menderita. Yang penting tunjukkan saja perlahan-lahan Bu, mulai dari yang kecil yang tidak terlalu beresiko. Sambil mencari pangsa pasar cash tadi Bu. Kalau sudah tahu usaha Ibu bisa menghasilkan keuntungan, insyaAlloh pandangan suami akan berubah dan dukungan mudah2an lebih kuat lagi.

# 3

Sumber busana muslim sangat banyak sekali Bu. Bahkan mungkin di Batam sendiri ada produsen yang bisa memberi produk dan harga yang lebih kompetitif.

Selain dari internet, ibu bisa mencari produk dan suplier busana muslim dari majalah-majalah islami dan majalah muslimah. Di sana banyak sekali penawaran untuk jadi agen. Hubungi saja satu persatu dan cari yang bisa cocok untuk melakukan kerja sama.

# 4

Penetapan harga banyak sekali faktornya Bu, Ada ilmunya sendiri. Untuk tahap awal hitung saja kalau pakai harga patokan dari suplier kira-kira bisa untung tidak. Misalnya keuntungan bisa menutupi ongkos kirim, tidak ada salahnya menggunakan harga patokan. Tapi kalau dari perhitungan keuntungan sangat kecil atau tidak bisa menutupi ongkos kirim, tidak ada salahnya menaikkan harga. Yang penting harga masih bisa dijangkau oleh pembeli potensial Ibu. Dan Ibu tetap mendapatkan keuntungan, karena keuntungan adalah HAK-nya penjual.

Sebaiknya sich kalau membeli dari daerah lain yang memakan ongkos kirim, langsung membeli dalam partai besar. Sehingga ongkos kirim bisa di minimalisir.

Semoga bisa membantu

Salam FUNtastic & Merdeka!

Fuad Muftie
© 2008, http://fuadmuftie.wordpress.com/
2 Tahun Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll

“Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!”


Belanja Busana Muslim sebelum Puasa Ramadhan

Agustus 26, 2008

Tidak terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan yang mulia yaitu bulan Ramadhan. Tidak saja kita diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa, tapi juga kita ditawari pahala dan ganjaran yang melimpah untuk kita panen bersama. Semoga kita dipanjangkan umurnya hingga bisa memasuki bulan Ramadhan dan bisa khusyuk menjalankan segala ibadah di bulan Ramadhan.

Bulan Ramadhan, di Indonesia sudah identik juga sebagai bulan panen (rejeki) bagi para pedagang. Tidak hanya dagangan makanan untuk buka dan sahur, tapi juga para pedagan garment (pasti) ikut merasakan panen raya di Bulan Ramadhan.

Panennya pedagang garment akan mencapai puncaknya pada akhir bulan Ramadhan menyambut Hari Raya Iedul Fitri. Bagi para pedagang seperti saya, moment seperti ini jelas sangat menyenangkan. Tapi dari sisi ibadah, kadang hati kecil berontak juga, bukankah akhir Ramadhan harusnya diisi i’tikaf di masjid dan all out mengerjakan ibadah.

Tapi apa mau dikata, sudah tradisi. Terus bagi Anda yang ingin menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih khusyuk, ada baiknya mempersiapkan kebutuhan Iedul Fitri sebelum datangnya bulan Ramadhan. Setidaknya untuk kebutuhan pakaian lebaran untuk keluarga.

Ada keuntung membeli pakaian lebaran sebelum bulan Ramadhan. Selain kita akan mendapat ketenangan selama menjalankan ibadah Ramadhan, kita juga bisa mendapatkan produk-produk yang masih lengkap sehingga banyak pilihan. Toko-toko juga biasanya tidak sepadat di akhir bulan puasa, sehingga bisa leluasa memilih-memilih barang di toko.

Berbeda kalau kita belanja di akhir Ramadhan, biasanya stok di toko-toko sudah menipis. Ditambah lagi pasokan dari suplier sudah berhenti, karena permintaan pasti bertambah. Bahkan beberapa suplier di pertengahan Ramadhan sudah berhenti bekerja, karena karyawannya sudah pulang kampung.

Sudah itu biasanya di akhir Ramadhan orang-orang secara bersamaan mencari barang yang sama. Logikanya, akan terjadi ‘epnumpukan’ di toko dan terjadi ‘perebutan’ barang. Bener sich bagi pedagang dan suplier pasti sudah mempersiapkan stoknya agar mencukupi, tapi apakah ada jaminan kita akan mendapat barang yang benar-benar kita inginkan. Tidak ada jaminan. Terus kenyamanan belanja juga berkurang karena toko menjadi sangat ramai dan padat.

Cuma kalau Anda baru bisa belanja keperluan Iedul Fitri menunggu THR, ya apa boleh buat. Mudah2an Anda bisa mendapatkan yang terbaik.

Selamat menunaikan Ibadah Shaum Ramadhan, mohon maaf apabila dalam interaksi kita, saya membuat kesalahan baik yang saya sengaja maupun tidak saya sengaja.

Salam FUNtastic & Merdeka!

Fuad Muftie
© 2008, http://fuadmuftie.wordpress.com/
2 Tahun Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll

“Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!”


Amalan Penglaris Bisnis

Agustus 19, 2008

Siang ini saya menengok-negnok statistik blog ini. Pingin tahu saja berapa banyak yang sudah berkunjung hari ini sama kata kunci apa saja yang dipakai orang sehingga sampai mampir ke blog saya ini.

Kebanyakan menemukan saya dengan kata kunci nama saya sendiri yaitu Fuad Muftie. Kalau dari sisi SEO kata kunci ini nggak bonafide karena memang saya sendiri yang punya. Menjadi menarik kalau orang menemukan blog saya dengan kata kunci yang punya nilai komersil dari sisi SEO.

Saya tidak ingin membahasnya, cuma siang ini saya menemukan kata kunci yang menggelitik yaitu seperti judul arikel ini “Amalan Penglaris Bisnis“. Saya coba googling ternyata dengan kata kunci tersebut artikel saya berjudul Fenomena Penglaris menempati halaman pertama google.co.id

Nggak ada yang istimewa sich. Yang menarik bagi saya adalah munculnya pertanyaan dalam benak saya, yang dicari itu sebenarnya  “amalan” apa ya? Apakah dalam artian seperti amalan keruhanian, atau amalan yang bersifat ilmiah (praktis). Maklum kita orang Indonesia kalau mendengar kata-kata ‘amalan’ sering berkonotasi klenik-klenik.

Kalaupun ada orang yang menanyakan apa sich amalan yang bisa membuat bisnis kita laris? Jawabnya banyak sekali faktornya.

Amalan yang paling utama adalah IKHTIAR atau bahasa kerennya ACTION. Gimana mau laris kalau kita nggak ambil eksyen kan? Terus perlu juga amalan yang bernama PROMOSI. Promosi juga banyak seluk beluk dan amalannya. Kalau di toko saya, promosi paling mujarab dan paling ampuh ternyata adalah word of mouth (dari mulut ke mulut). Kemudian faktor lainnya adalah lokasi dengan dibumbui amalan memasang banner di depan toko. Juga dari promosi atas bantuan suplier.

Amalan lainnya mungkin PELAYANAN di toko, semakin bagus layanan di toko InsyaAlloh pelanggan semakin senang, semakin sering datang, sehingga toko semakin laris. Juga dari faktor barang dagangannya, kalau kita berjualan barang yang benar-benar dicari orang, peluang larisnya jelas lebih besar. Makanya kita perlu melakukan amalan dengan menaruh barang dagangan yang memang dicari pelanggan dan menempatkannya dengan posisi yang tepat di toko.

Kalau amalan ruhaniah, jelas besar sekali pengaruhnya. Manusia hanya bisa berikhtiar, Tuhanlah yang menentukan. Begitu kira-kira. Kalau mengikuti anjuran para pemuka agama, agar bisnis laris, jangan lupa untuk selalu mendekatkan diri pada Alloh SWT. Setiap habis sholat amalkan do’a untuk toko / usaha kita. Kalau mampu lakukan amalan puasa sunnah dan tambah sholat sunnahnya, dll. Terus seperti nasehat ustadz Yusuf Mansur, agar bisnis lancar dan laris perbanyak shodaqoh, keluarkan zakat dari hasil keuntungan kita. “Shodaqoh tidak akan mengurangi rejeki kita, Belum pernah ada orang jadi miskin karena shodaqoh”, begitu yang sering saya dengar dari nasehatnya Aa Gym.

Amalan lainnya adalah rajin-rajinlah bersilaturahim. Silaturahim sudah terbukti bisa mendatangkan rejeki. Dari kecil dulu kita sudah diajari, kalau kita sering bersilaturahim kita akan dapat uang jajan lebih banyak lagi, he… he.. he… Eh, tapi ini serius, kami sering mendapatkan solusi dan peluang bisnis saat bersilaturahim ke rekan, saudara, atau orang lain. Bahkan sering solusi tersebut kami peroleh bukan dari sesama pebisnis.

Begitu kira-kira amalan yang bisa kita amalkan agar toko kita bisa laris manis tanjung kimpul…..

Atau dari pembaca barangkali ada masukan amalan yang lain yang ilmiah tentunya atau kalau amalan ruhiyah yang sesuai standar syar’i tentunya ya …

Salam FUNtastic & MERDEKA!!!

Fuad Muftie
© 2008, http://fuadmuftie.wordpress.com/
2 Tahun Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll

“Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!”


Kilas Balik: Takut Mengambil Untung

Agustus 13, 2008

Dulu pernah populer lagu yang sepenggal syairnya berbunyi “jatuh cinta, berjuta rasanya“, ingat? Apalagi kalau cinta pertama gitu kan? Oh.. kalau saya sich bukan keduanya tapi “malam pertama, bermilyar rasanya” he.. he.. he.. Maaf jadi ngelantur.

Sama halnya dalam berbisnis, pertama kali membuka usaha pasti berjuta rasanya. Ada rasa senang, ada rasa bangga, ada rasa takut, ada rasa khawatir, dll. Semuanya campur aduk.

Senang karena sudah berhasil mengalahkan ketakutan sendiri. Bangga karena sekarang punya bisnis sendiri, sudah menjadi bisnis owner.

Muncul juga rasa takut dan khawatir tentang kelangsungan usaha kita. Bisa survive nggak, bisa menguntungkan nggak, bisa bikin kita tambah kaya nggak. Bagaimana dengan keamanan usaha, dengan nasib karyawan, dan modal bisa balik nggak. Pokoknya H2C alias Harap Harap Cemas.

Selain kedua kutub perasaaan tadi (senang v.s. takut), ada juga perasaan-perasaan aneh yang kadang tidak masuk akal. Yang bagaimanapun mempengaruhi kinerja usaha kita. Contohnya saya teringat dua tahun lalu, ketika Kios Addina baru dirintis, kami belum tahu bagaimana menentukan harga jual.

Biasanya kami ngikut aturan suplier saja. Karena sebagian besar produk yang kami jual memang sudah dipatok harganya sama suplier. Tapi kalau suplier menyerahkan kita sendiri menetapkan harga, jadi agak repot sedikit. Mau dipatok harga tinggi, takut kemahalan. Mau ditetapkan harga murah, sayang kalau untung cuma sedikit.

Setelah diputuskan harganyapun, besoknya masih bertanya-tanya, apa bisa laku ya… Gimana kalau didiskon saja… Bahkan karena takut nggak laku, produk yang sudah dipatok harganya sama suplierpun masih pingin kita diskon.

Lama-lama kami tersadar sendiri. Mengambil untung adalah hak penjual. Bagaimanapun kita sudah bersusah payah menghadirkan suatu produk untuk ditawarkan, dan kalau dijual murah (margin kecil) rasanya jadi cuma seperti gotong royong saja. Keuntungan habis untuk operasional saja.

Setelah mengalami proses bingung, takut, khawatir tadi mulailah muncul rasa berani untuk menetapkan harga yang lebih pas (margin agak besar). Karena itu hak penjual untuk mendapat laba dan juga menjadi wujud penghargaan dari pembeli karena kita sudah menyediakan produk yang pelanggan cari di toko kita.

Memang untuk menetapkan harga, ada ilmunya sendiri, silahkan cari referensinya. Saya cuma ingin mengenang masa-masa awal membuka usaha, dua tahun yang lalu. Ketika masih bingung dan bahkan untuk mengambil untung saja masih takut…. Aneh kan?

Salam FUNtastic & Merdeka!

Fuad Muftie
© 2008, http://fuadmuftie.wordpress.com/
2 Tahun Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll

“Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!”


Mengubah Mood Dalam Hitungan Detik, Memacu Motivasi Setiap Saat

Agustus 6, 2008

Dalam berbisnis, berdagang, dan menjalankan usaha, ada satu komoditi yang sangat penting, yaitu MOOD dan MOTIVASI. Komoditi ini sangat mahal lho.. coba saja ikut workshop atau seminar-seminat motivasi, mesti merogoh kocek yang dalam kan? Makanya usahakan agar selalu bisa menjaga mood dan motivasi ini.

Sebagus apapun ide dan konsep bisnis kita, kalau tidak punya mood dan motivasi untuk menjalankannya biasanya juga sulit untuk berhasil. Makanya penting sekali buat kita, memiliki kemampuan untuk memotivasi diri sendiri secara efektif.

Sebenarnya kita sudah memiliki kemampuan itu dan sudah built-in dan terinstall dengan baik pada operating system kita (otak). Kita hanya tinggal memanggilnya dengan short-cut yang tepat. Masalahnya mungkin di software kita sudah banyak virus sehingga short-cut-nya menjadi tidak kelihatan dan sering mengklik short-cut yang keliru.

Oke, saya punya pengalaman agar bisa dengan mudah mengubah-ubah mood dan perasaan kita. Memang kejadian atau fakta pemicunya tidak berubah, yang berubah adalah perasaan mood yang ada pada diri kita sehingga keputusan berikutnya mudah-mudahan bisa lebih baik.

Kalau kita perhatikan, pada saat kita sedang BT atau bad mood, ada semacam emosi atau perasaan yang ‘berkecamuk’ pada diri kita. Ada yang merasakannya di ulu hati, ada yang merasakannya di kepala, dan mungkin juga di bagian tubuh yang lain. Kalau diperhatikan lebih seksama lagi perasaan yang berkecamuk itu seperti berputar-putar terus non-stop membentuk loop. Itulah makanya perasaan BT biasanya bisa bertahan lama karena berputar-putar terus di tempat yang sama.

Nah, tugas Anda adalah mencari arah putaran emosi tersebut. Apakah dari atas ke bawah (dari kepala ke hati) atau dari bawah ke atas (dari hati ke kepala), atau berputar membentuk putaran tornado searah jarum jam dari kiri ke kanan, atau berlawanan arah jarum jam dari kanan ke kiri. Kemudian perhatikan dan rasakan juga seberapa cepat putarannya.

Setelah tahu arah dan kecepatan putaran emosinya. Tinggal DIPERLAMBAT dan kemudian DIBALIK putarannya. Gunakan saja IMAJINASI anda untuk memperlambat dan mengubah putaran arah emosi anda. Lakukan terus sampai Anda bisa merasakan perubahan emosi anda. InsyaAlloh sangat efektif.

Hal yang sebaliknya juga berlaku, kalau Anda sedang benar-benar termotivasi dan penuh semangat. Emosi atau semangat tersebut juga seperti aliran energi dalam tubuh Anda. Anda bisa pehatikan kemara arah putaran enegi motivasi tersebut (gunakan saja imajinasi Anda). Kalau sudah tahu arah putaran energi motivasi tersebut, anda bisa dengan mudah, kapan saja memutar ulang energi tersebut dengan hasil yang kurang lebih sama yaitu semangat dan termotivasi.

Salam FUNtastis & Merdeka!

Fuad Muftie
© 2008, http://fuadmuftie.wordpress.com/
@ Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll

“Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!”