Kenapa Tidak Sabar Dengan Prosesnya?

Minggu ini saya mendapat banyak permintaan troubleshooting komputer teman-teman di kantor, gara-gara virusan. Paling enak sich lewat jalur pintas, format ulang dan fresh install. Tapi jadi agak repot kalau banyak data yang harus diselamatkan dan banyak software yang harus diselamatkan (original boo…’).

Langkah trial & error juga mesti ditempuh, segala peralatan & tools mesti digunakan. Bahkan untuk menyelamatkan Windows XP dan berbagai software di dalamnya agar tidak terus diserang virus saya juga memakai bantuan beberapa distro Linux (ubuntu, puppy, & parted magic). Makanya tidak heran waktunya jadi lama.

Nah herannya, selama proses recovery komputer tadi banyak sekali komentar yang saya terima, “dari tadi pagi belum selesai?”, “koq tampilannya jadi begini”, “koq begini, koq begitu”, dst. Saya cuma membatin “Yah, nggak tahu ya gimana susahnya”.

Begitulah kurang-lebih sifat masyarakat kita, tidak tahan dengan proses. Suatu proses yang memakan waktu akan banyak mendapat komentar bahkan celaan. Kalau tahu prosesnya memakan waktu yang lama mudah sekali membuat kita menyerah di awal. Yang banyak diminati cuma yang instan-instan daong, gitu kan?

Sama saja dalam berbisnis, orang sering tidak tahan melihat proses yang harus dilalui demi mendapatkan sukses dalam bisnis. Saat awal-awal buka usaha, dikala belum ada untung, sudah banyak keluhan dan komentar. Sudah ada yang lakupun kadang kurang bersyukur dan terus merasa kurang.

Bagi si pelaku bisnis, keluhan, komentar, celaan yang diterima dari orang-orang disekitarnya kalau tidak kuat-kuat bisa cepat melemahkan semangatnya. Kadang bisa cepat membuat si pelaku mundur dan kembali ke rutinitas semula, jadi TDB doang. Bahkan banyak yang belum mulai saja sudah takut duluan.

Makanya bagi kita pemula bisnis, harus dari awal-awal disadari bahwa bisnis adalah prosesnya itu sendiri, bahkan harus menjadi proses yang berkesinambungan terus menerus, long life process. Dan dalam proses pastilah ada up and down, ada left and right, ada gelap ada terang. Tugas kita cuma harus mengusahakan jumlah untung harus lebih besar dari rugi, jumlah menang harus lebih banyak dari kalah, dan sekali lagi itu adalah PROSES.

Yang terakhir, jangan mudah terkecoh dengan tawaran-tawaran yang instan-instan-lah.

Have a nice process…

Salam FUNtastic & Merdeka!

Fuad Muftie
© 2008, http://fuadmuftie.wordpress.com/
2 Tahun Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll

“Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!”

14 Tanggapan ke “Kenapa Tidak Sabar Dengan Prosesnya?”

  1. saprudin Berkata:

    Memang terkadang kita ingin cepat ada hasil dan tidak sabar untuk mengikuti tahap demi tahap perjalanan bisnis. Terima kasih mas, sangat menginspirasi dan saya makin semangat untuk menjadi TDA.

    Saprudin
    Zahra SQ Solusi Sehat (saatnya peduli untuk berbagi)

  2. rani Berkata:

    wah…jadi merasa tersindir ni… soalnya waktu komputer saya kena virus dan harus di install ulang rasanya kok lama…nggak selesai2.Diapain aja ya itu komputer (bingung ) Tapi setelah beberapawaktu yang komputer ini ada virusnya dan kita coba untuk mengatasi sendiri (belajar)…jadi tau dech, ternyata repotss ya.

    Sebenernya bukan tidak menghargai proses,cuman banyak masyarakat kita yang masih awam dengan komputer…kirain seperti reparasi elektronik gitu
    Oya sekalian saya mau tanya, monitor saya waktu itu samasekali tdk mau nyala….setelah di periksa, katanya cuma tombol on/of nya aja yang rusak dan sedang di carikan gantinya, cuumann…. kok lama ya,mungkin sudah sebulanan….apa memang susah ya?

  3. Farid Berkata:

    Waah kerjaan sehari-hari saya juga gini… yang paling tidak enak kalo kita udah susah payah membantu… selesai malah dapat omelan “Koq komputer saya sampeyan utak-atik malah jadi kaco balau begini”. Padahal dianya cuma gak bisa login karena salah masukin password yang baru setelah di format.
    Mas mampir ke http://www.ossgis.co.cc ya….

  4. Fuad Muftie Berkata:

    @ Saprudin
    Sebenarnya suatu seni kapan kita mesti sabar dan kapan mesti instan. Sepertinya tergantung seberapa paham kita thd suatu masalah, termasuk di bisnis kalau sudah faham pasti proses yg lama bisa dipercepat dg hasil yg positif tentunay

    @ rani
    Iya kan Bu, susah betulin komputer bervirus, he.. he.. he.. Kalau masalah monitor mungkin saja Bu kalau saklar monitornya tidak dijual di pasaran bebas. Karena saklar monitor berbeda dengan saklar on-off umumnya shg mungkin harus order khusus dulu.

    @ farid
    He.. he.. he… pengalaman yang sama nich Pak.

    FM

  5. ide Berkata:

    Terimakasih atas tulisannya. Sangat inspiratif.
    Apalagi saya baru mencoba untuk merintis usaha.

  6. Fuad Muftie Berkata:

    Sama-sama Kang Asep, semoga usahanya terus tumbuh, berkembang, dan barokah dunia akhirat ya Kang.

    FM

  7. heri Berkata:

    assalamualaikum pak
    pak sy skrg dah kerj tp pengen wirausaha,
    smbil kerj d kalimantan sy jg jual obat2an herbal dan juga jual pulsa tap smp skrg blm da kmajuan, utk bg wktu agk susah
    gmn pak da solusi?

  8. Fuad Muftie Berkata:

    Wa’alaikum salam Wr Wb

    Setahu saya bisnis herbal dan pulsa sangat besar peluangnya Pak. Saya di toko juga jualan herbal dan alhamdulillah penjualannya bagus.

    Kalau sampai belum ada kemajuan, selidiki dulu apa penyebabnya Pak. Bisa diawali dari sisi “penawaran” dari bapak dulu. Apakah penawaran yang anda sampaikan ke calon pembeli sudah bagus. Apakah calon pembeli sudah tahu kalau ada penawaran dari Anda.

    Kalau berjualan sendiri dengan direct marketing, tentunya sampaikan penawaran tersebut secara langsung ke calon pembeli.

    Kalau Pak Heri sudah buka toko untuk berjualan pulsa dan herbal tersebut, sampaikan penawaran tersebut lewat papan nama, spanduk, brosur, kemudian tentunya didukung pelayanan dari penjaga toko yang bertugas memberi penjelasan tentang produk yang ditawarkan. Untuk produk herbal, pengetahuan produk (product knowledge) sangat penting untuk dikuasai oleh penjaga toko.

    Kalau sudah ada penawaran yang bagus tapi pelanggan belum mau membeli juga, baru selidiki faktor lainnya: seperti harga, kualitas produk, kualitas layanan, dst.

    Semoga bermanfaat & bisa membantu

    FM

  9. pramafitri adipatria Berkata:

    Salam kenal mas, sy link ya? :)

  10. Fuad Muftie Berkata:

    Salam kenal kembali mas pramafitri adipatria, blog anda bagus juga, mudah2an senantiasa bisa memberi pencerahan bagi kita yang awam dunia kesehatan.

    Sukses
    FM

  11. Fajar Berkata:

    whuaaaa….toloooong…..saya bangkruuuttt…..hehehehe..biasanya orang awam & gak tau apa2 cuman bisa komentar,padahal yang ngerjain udah puyeng 1/2 mati mas :-P punya usul buat usaha untuk pertengahan 2009 mas???saya tunggu lho :-D

    salam kenal n sukses selalu

    =====
    [Fuad Muftie]
    Salam kenal kembali. Hmm…. bangkrut ya? Tinggal bagaimana kita memaknai kata bangkrut tersebut, jadikan saja sebagai ongkos belajar. Sama saja kan orang yang sudah sekolah dari TK sampai PT, kalau ujung2nya nganggur sama saja ‘usaha sekolah’-nya bangkrut.

    MEngenai peluang usaha di tahun 2009, masih banyak sekali yang berpotensi dan bagus prospeknya. Sepanjang manusi masih hidup di muka bumi ini pasti akan selalu ada peluang usaha untuk dijalankan. TInggal pilih saja mana yang cocok dengan selera dan minat kita sendiri. Orang mungkin bilang bisnis pulsa sangat bagus, tapi kalau kita tidak minat dan nggak sreg dengan peluang tersebut ya nggak akan jalan.

  12. serliitaminingsih Berkata:

    Salam kenal

    Saya sering mengangguk setuju pada tulisan anda.
    Pada dasarnya manusia diciptakan dengan sifat tergesa-gesa, dan mereka yang mampu mengendalikan sikapnya itulah kelak yang akan menuai panen dengan baik.

    =====
    [Fuad Muftie]
    Setuju Bu, jadi ingat percobaan terhadap anak-anak yang ditinggal di satu ruangan dan diberitahu ada permen di meja, bolah dimakan tapi kalau mau makan nanti sekitar 5 menit-an lagi, dia bisa dapat lebih banyak lagi, Terus si anak ditinggal sama ortunya sendirian di ruangan. Banyak yg tergesa2 tidak sabar menunggu lima menit dan langsung mengunyah permennya. Tapi ada anak yang sabar meski dengan ekspresi yang ‘ambil-nggak-ambil-nggak-ambil-nggak’ penuh godaan untuk secepatnya mengambilnya. Dan ketika berhasil melewati waktu yg dijanjikan, benar mendapat hadiah permen yang lebih banyak.

    Kitapun sering mendapati situasi yang demikian, ketika bisa sabar ternyata rewardnya jauh melampaui perkiraan kita.

  13. Dadang Fahruzi Berkata:

    Ass,,
    Pak,,
    Saya seorang mahasiswa smester 4,,,
    Saat ini kepengen buat usaha kecil2an aj,,,
    Segmen pasar untuk temen2 kampus,,
    Bisa kasih tips ga pak,,
    Usaha apa yang harus saya jalani untuk ini???

    Wasalam

    =====
    [Fuad Muftie]
    Wah saya tidak tahu tuch usaha yang cocok buat anda itu apa. Anda sendiri yang tahu minat dan kesukaan anda. Kalau suka musik masak saya paksa suruh usaha software house, atau jadi kontraktor proyek pemerintah, he.. he.. he..

    Mulai saja dari hobby anda, syukur2 hobbynya bisa dikomersiilkan alias dibisniskan…

    Semoga bisa membantu

  14. schollboy Berkata:

    setuju bang!!!
    saya ada tawaran bisnis juga ne…kalo bisa di sharing…


    =====
    [Fuad Muftie]

    Maksudnya gimana nich?

Tinggalkan Balasan