Hmm… lama rupanya saya tidak menulis di Blog ini, lagi banyak pikiran, juga sedang mencoba mengeksplore bidang lain meski belum memberikan hasil. Sudah mencoba menulis beberapa artikel, tapi tidak sempat rampung dan tuntas, lagi buntu pikirannya. Hiks… nyari-nyari alasan nich ye…. Mohon maaf ya, buat yang sudah nulis komentar tapi belum ada komentar baliknya. Peace ach..
Mumpung lagi pingin nulis, berikut saya ambil salah satu komentar pengunjung di tulisan saya berjudul Bingung Menentukan Jenis Usaha:
“Pak Fuad. mungkin permasalahan saya sedikit beda. Saat ini saya ada sedikit modal mendekati 100 jutaan. tapi justru sampai saat ini saya masih belum ada ide wirausaha apa yang akan saya jalankan. saya sudah mulai mencari-cari informasi tentang segala usaha dari internet. Saat ini saya bekerja cukup sibuk sebagai manager di suatu perusahaan swasta, mungkin itu yang menyebabkan saya sulit menentukan usaha sampingan apa yang paling tepat. yang jelas saya tidak begutu tertarik dengan hanya berinvestasi. karena saya trauma dengan bisnis invetasi yang pernah saya jalani hingga kerugian say mencapai 200 juataan. Mohon masukan ide-ide usaha apa yang dapat saya lakukan.
Tigor”
Memang bener seperti yang dibilang Bung Tigor bahwa permasalahannya agak berbeda dengan yang lain. Dimana pada umumnya para calon pebisinis mengeluhkan tentang tidak punya modal, sementara Bung Tigor sudah ada modal tapi masih bingung mau dikemanakan dan dibagaimanakan modalnya.
Tapi menurut saya permasalahannya sama saja, bahwa inti permasalahan sebenarnya bukan pada modalnya (uang). Punya atau tidak punya modal sama-sama bingung bagaimana memulainya. (untuk selanjutnya yang saya maksud modal dalam tulisan ini adalah modal uang, biar ada persamaan persepsi, OK)
Yang tidak memiliki modal, sering mengeluh dan menyalahkan kondisi ketiadaan modal. Terus berangan-angan kalau saja punya modal pasti bisa buka usaha. Tapi apa memang demikian? Coba bayangkan, bagi yang tidak memiliki modal, terus tiba-tiba ada yang dermawan dan bersedia menyerahkan dananya milyaran rupiah untuk dijadikan modal usaha, apa ada kepastian dia bisa memulai usaha dan survive dan sukses. Tidak ada jaminan.
Banyak cerita, orang yang berlimpahan modal uang, berakhir dengan ditutupnya usaha. Kalau dari sisi orang yang punya modal, ada yang masih juga bingung bagaimana memulai usaha, biasanya karena bingung mau jenis usaha apa dan yang pasti akan takut kalau gagal bagaimana, takut kalau uangnya habis tak berbekas.
Sebenarnya yang perlu disadari bagi para pemula bisnis, bahwa dalam dunia bisnis memang penuh ketidakpastian dan penuh masalah, makanya rewardnya dan profitnya juga sangat menjanjikan. Dalam hal ini yang perlu ditanamkan pertama kali adalah “SEMANGAT SOLUSI” dan semangat “PROBLEM SOLVER”. Karena baik sebelum memulai maupun selama proses menjalankan usaha kita akan selalu dihadapkan pada masalah dan siapa yang paling bertanggungjawab menyelesaikan masalah tersebut, adalah kita sendiri sebagai business owner.
Yang bisa saya sarankan baik untuk Bung Tigor maupun rekan lain yang merasa bermasalah dengan modal adalah semangat 3M (Mulai dari yang kecil, Mulai dari yang mudah, dan Mulai sekarang juga).
Kita buat ilustrasi atau pengandaian saja dech. Kalau kita punya modal 100 juta, gunakan saja dulu sebagian. Buka usaha cukup dengan modal 10 jutaan dulu atau lebih kecil lagi dari 5 jutaan mungkin. Pilih usaha yang berpotensi dikembangkan, sehingga kalau yang kecil tadi bisa bertahan, survive, dan menguntungkan, bisa cepat dikembangkan dan disuntik dengan sisa modal yang kita punya.
Kalau kita tidak bisa menjalankan sendiri, cari usaha yang mudah dijalankan oleh orang lain. Cuma pengawasan harus ditangan kita. Mimimal aliran kas, aliran dana, atau cash flow kita yang megang sendiri. Karena aliran uang dalam bisnis ibarat aliran darah dalam tubuh. Kalau bocor bisa membunuh usaha kita sendiri.
Misalnya saja, mulai dengan membuka bisnis fotokopian. Saya tidak tahu persis berapa modal yang dibutuhkan. Tapi sekedar contoh, misalnya butuh dana 20 juta di awal. Mulai saja dulu dari 20 juta rupiah, dan serahkan pada orang lain untuk menjalaninya, kita yang membentuk sistemnya dan kita sendiri yang harus mengawasi. [perhatian-perhatian... ini hanya ilustrasi lho, saya tidak punya pengalaman buka usaha fotokopi]
Kalau dengan modal 20 juta, usaha fotokopi tersebut bisa jalan, bisa survive, dan bisa menguntungkan. Kita susun sistemnya lebih rapi lagi, baru kemudian kita perbesar, kita suntikkan modal yang lebih besar lagi, kita tambah mesin fotokopinya, kita tambah tenaga kerjanya, dan kita buat diversifikasi usaha.
Setidaknya dengan memulai dari yang kecil, dari modal yang sebagian ini, resiko kita akan berkurang. Kalaupun usahanya kandas, modal yang dipertaruhkan baru sebagian, dan kita mendapat satu pengalaman atau pembelajaran yang bisa dijadikan masukan untuk mengucurkan modal berikutnya di usaha berikutnya.
Strategi seperti inilah yang (entah sengaja atau tidak sengaja, he.. he.. he..) saya terapkan di Toko Addina dulu. Pada saat awal membuka, saya tidak menggunakan seluruh dana di tabungan. Ibaratnya tidak menaruh seluruh telur dalam satu keranjang. Dengan modal yang kecil dulu, kita bisa mengetest pasar, mulai membentuk sistem, menguji sistem, dan mengetest karyawan. Sementara cash flow saya sendiri yang memegang, tiap hari dicek laporan penjualannya dicocokkan dengan fisik uangnya. Setelah semua berjalan seperti harapan, baru modal ditambah lagi, ditambah lagi, dan ditambah lagi. Bahkan kalau benar-benar menguntungkan dan masih ada potensi, juga kita sudah yakin, kita bisa pinjam dana pihak ketiga untuk ekspansi.
Terus bagi yang tidak punya modal, mulai dari yang kecil misalnya bisa saja dengan memulai bisnis menggunakan modal orang lain. Pinjam saja dari IMF (Ibu, Mertua, atau Family), kecil-kecil dulu. Misalnya pinjam 500-ribu buat belanja busana muslim atau jilbab, pastikan yang kita belanjakan sudah ada permintaan dari teman, tetangga, atau kerabat yang lain. Kalau saja kita bisa mengambil margin 20% kita akan dapat profit sekitar Rp.125 ribu. Profit ini jangan digunakan dulu untuk kebutuhan lain. Karena kita baru saja memulai memutar modal, jangan sampai modal yang baru sekali diputar sudah dimakan, harus disiplin gitu.
Dengan memulai dari yang kecil-kecilan ini, yang penting adalah kita bisa mulai GET THE FEELING OF BUSINESS. Orang sering bilang insting bisnis. Insting bisnis inilah yang kita asah di awal-awal dengan modal yang kecil, yang terjangkau, dan resikonya kecil. Kalau sudah GET THE FEELING, maka insyaAlloh kita akan siap dengan bisnis yang lebih besar.
Masalah cash flow, kenapa harus kita yang memegang, karena inilah yang membedakan dengan kita investasi di usaha orang lain. Kalau kita investasi pada usaha orang lain, kita belum tentu diberi kesempatan untuk mengontrol cash flow usahanya. Kita mungkin secara rutin dapat pembagian keuntungan, tapi kita tidak tahu di dalamnya apa benar-benar sehat atau usahanya sedang berdarah-darah alias dananya bocor kemana-mana. Secara diatas kertas mungkin investasi kita menguntungkan. Tapi pada saat kita ingin mengambil modal kembali atau pada saat modal harus dikembalikan, belum tentu pemilik usaha siap mengembalikan.
Karena saya juga punya pengalaman yang sama dengan Bung Tigor, ikut investasi di usaha orang lain, saat pembagian profit, bisa dapat profitnya, tapi saat pengembalian modal, ternyata cuma tinggal separuhnya. Kemana yang separuhnya, wallohu a’lam, hanya tuhan yang tahu. Karena kita tidak diberi kesempatan mengontrol cash flownya.
Demikan, untuk sementara, semoga bisa memberi masukan buat Bung Tigor dan pembaca semuanya, InsyaAlloh tulisan ini bersambung. Nantikan lagi ya episode berikutnya, he.. he.. he..
Wassalam & Salam FUNtastic & Merdeka!
Fuad Muftie
© 2009, http://fuadmuftie.wordpress.com/
Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll
“Benahi diri, Bangkitkan Indonesia, Menuju Indonesia yang membanggakan!”
)|( Harapan itu masih ada….. )|(


April 25, 2009 pukul 9:25 pm |
pak fuad saya butuh pandangan bapak tentang masalah yang baru saya hadapi tentang usaha saya saat ini pak
begini:
saya dulu awal mau buka usaha pernah tanya-tanya sama pak fuad dan akhinya saya beranikan untuk membuka usaha rental komputer + cetak dan desain foto memang pada awal mau buka usaha saya dudah punya kendala yaitu modal dan tempat karena modal saya sangat mepet TAPI SAYA NEKAT MENGAMBIL KEPUTUSAN WALAUPUN SAAT ITU UANG SAYA TINGGAL 7JT DAN UNTUK NGONTRAK 5,5 JUTA TAPI SAYA SUDAH PUNYA SEDIKIT ALA2NYA SEPERTI KOMPUTER dan dengan modal tersebut saya hanya mendapatkan tempat yang menurut saya terlalu kecil dan panas kalo siang hari namun dari segi strategis sudah saya pertimbangkan dengan tempat lain yang dengan harga agak mahal dikit namun agak strategis walaupun gak dekat dengan kampus (kelebihannya: usaha saya latak agak strategis ,servise mungkin lebih murah dan untuk cetak fotonya ya saya kira ada kelebihan di banding yang lain ) kekurangannya(usaha saya membutuhkan karyawan yang harus bisa menjalankan program khusus tidak cuma bisa ngetik jadi agak susah cari karyawan dengan gaji yang pas-pasan,tempat usaha saya terlalu sempit sehingga bila ada tiga orang saja di dalam maka akan kelihatan penuh sesak/sumpek jadi saya tidak bisa lebih mengekplorasi/memberi nilai lebih untuk usaha saya misal tak sambil buka apalagi gitu biar menambah penghasilan,listrik jg tidak mendukung tentu saja menyesuaikan bajet saya)
MASALAH UTAMA SAYA:
sekarang kontrakan saya sudah hampir habis kira2 tinggal 4-5 bulan lagi dan yang parahnya modal saya untuk mengontrak kembali saja tidak ada/kembali untuk mengontrak tempat saya 5,5 juta pertahun.
ALIRAN UANG USAHA SAYA: perhari selalu saya catat pemasukan uasaha saya rata-rata perbulan kalo 2jtaan ya masuk tapi masih kotor
saya mempunyai karyawan 2 orang yang saya gaji sekitar 300san sampai 400san per orang dan tentu saja saya juga mengambil uang tersebut untuk oprasional dan kehidupan saya.
sebenarnya saya tau kalo uang usaha gak boleh di utak atik untuk keperluan pribadi dan dapat uangnya dari penggajian juga tapi gimana lagi keperluan penting slalu ada saja yang menguras uang banyak seperti printer rusak,motor rusah, kertas,tinta dan lain2 yang membuat saya tidak mungkin untuk tidak menggunakan uang hasil usaha saya tersebut
YANG JADI MASALAH BESAR LAGI BUAT SAYA 4-5 BULAN KEDEPAN YAITU:
kalo sampai uang modal tidak kembali bahkan untuk mengontrak berikutnya saya gak tau lagi harus bagaimana kerena modal inilah satu2nya yang di amanatkan ke saya dari orang tua.
MOHON PEMIKIRAN BAPAK UNTUK MEMBERIKAN JALAN KELUAR KEPADA SAYA TENTANG BISNIS YANG BARU SAYA JALANI SEKALI INI DAN GIMANA AGAR UANG SAYA /MODAL SAYA DAPAT KEMBALI pernah berpikiran saya untuk meminjam ke bank soalnya ada jaminan motor dan usaha untuk membuka kembali uasaha lain seperti laundri atau buka cabang rental lain tapi saya masih ragu.
YANG KABAR BAIKNYA
saya mencoba ikut berbisnis di internet dari pintu-uang.com dan ya lumayan saya bisa mendapat tambahan dan bias untuk nabung dikit2 dari bisnis tersebut sekitar 500rbkadang800rbkadang ya cuman100rb perminggu tapi saya masih bingung memikirkan nasip kedepan bisnis rental dan cetak foto saya tersebut
MOHON DENGAN SANGAT PAK FUAD UNTUK MEMBANTU SAYA MEMBERIKAN JALAN KELUARNYA TENTANG BISNIS RENTAL KOMPUTER DAN CETAK FOTO SAYA INI/AGAR SAYA KEDEPANYA BISA UNTUK MELANJUDKAN/SAYA HARUS APAKAN BISNIS SAYA INI KARENA TAHUN 2009 INI MENURUT SAYA PENENTUAN DIRI SAYA KARENA SAYA ADA RENCANA BERUMAH TANGGA TAPI SAYA BELUM PUNYA KEMAPANAN UNTUK KEUANGAN SEHARI2
SEBELUMNYA SAYA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMAKASIH BUAT PAK FUAD MAAF KALO TERLALU PANJANG PERTANYAANYA
April 27, 2009 pukul 11:32 am |
to : mas heri
salam kenal saja saya masih amfibi, harus dipisah mas antara keuangan pribadi dengan usaha, jika mas menggunakannya uang bisnis hendaknya dicatat juga dan disesuaikan dari keubtungan mas setelah dikurangi biaya2, dan mas harus hitung biaya perbulan berapa dan berapa omset mas sehingga biaya tersebut dapat tertutupi.
jika biaya terlalu besar dari keuntungan mas sebaiknya harus ada yang mas kurangi misal jumlah karyawannya mas. kalo hanya bisa hanya satu ya satu dulu janagan langsung 2.
dan jangan lansung pindah bisnis mas. coba dulu saran saya dengan mengurangi biaya2 dan coba di up omsetnya.
untuk berumah tangga mas jangan takut tuhan / allah malah senang jika untuk mencegah hal2 yang dosa. inysa allah rejeki akan ada mas. sungguh saya juga dulu berfikir seperti itu mas bisa kah saya menikah dengan income sekian secara hitung2an memang kada cukup tapi setelah dijalani sungguh dapat rejeki dari arah yang tidak disangka2. dan mas akan lebih mudah mencapai impian mas saat mas telah menikah.
salam funnntastic
Mei 12, 2009 pukul 2:12 pm |
Terimakasih Pak Hadi atas tanggapannya.
Setuju sekali agar uang pribadi dan uang usaha mesti dipisahkan. Dan untuk keperluan pribadi kita harus disiplin dalam mengambil hak kita dari usaha tersebut. Meskipun usaha itu usaha kita sendiri tapi untuk sistem pengambilan uang untuk keperluan pribadi harus mengikuti sistem. Misalnya saja kita patok saja gaji kita sekian rupiah tiap bulan. Nah kita harus bisa mengukur besaran gaji tersbut dan disiplin hanya makan dari gaji tersebut.
Jika ternyata gaji tersebut kurang mencukupi, ya harus ada upaya tambahan yaitu :
- meningkatkan omset,
- mengurangi biaya,
seperti yang Pak Hadi sampaikan di atas.
Yang paling gampang mungkin mengurangi biaya.
Melihat besarnya omset usaha Pak Heri yang berkisar 2 jutaan perbulan, saya pikir juga akan berlebihan kalau sampai mempekerjakan 3 orang. Sebisa mungkin optimalkan yang ada dan tingkatkan omsetnya. Beri insentif atau pemacu bagi karyawan dengan memberi bonus jika omset melampaui target. Jadinya besarnya gaji bukan gaji tetap, tapi gaji sesuai produktifitas mereka.
MEngenai kedepannya, kalau Pak Heri optimis usaha masih bisa berkembang, sebaiknya dipertahankan dan terus ditingkatkan kinerjanya. Kalau sudah stagnan ya mesti harus ada upaya ekstra lagi, misalnya melakukan diversifikasi usaha, menambah lini usaha di kios / toko yang sama, misalnya jual-beli alat tulis dll.
Kalau sampai habis kontrak belum terkumpul modal, bisa ditempuh:
- negosiasi dengna pemilik tempat untuk mencicil atau menunda pembayaran
- pinjam lagi dari pihak lain, tentunya kalau Pak Heri yakin bisa mengembalikan
- pinjam ke bank juga harus hati-hati dan harus benar2 yakin kalau nantinya bisa mengembalikan cicilan + bunganya.
Demikian semoga bisa membantu
Mei 12, 2009 pukul 3:51 pm |
Terimakasih pak hadi dan pak fuad atas tanggapannya
jujuraja saya masih merasa blum menemukan keputusan yang bisa saya ambil dengan kondisi usaha saya
beberapa kondisi yang masih saya blum bisa tentukan:
- negosiasi dengan pemilik tempat
bisa kemungkinan boleh dan tidak
namun sebenarnya saya agak kurang cocok dengan tempat yang sekarang saya tempati terlalu kecil dan panas walaupun usaha saya setidaknya sudah di kenal orang dan saya ragu untuk melanjutkan di tempat tersebut karena omset kalo saya lihat hanya mentok tiap hari rata2 hanya 50 ke atas 150 ke bawah itupun masih kotor, saya merasa tidak bisa menaikkan omset lagi kecuali ada usaha tambahan tentu saja di dukung modal yang cukup. tapi itu gak mungkin pada kondisi saya sekarang.
kalo masalah mengurangi pengeluaran mungkin kalo pas gak penting banget bisa tapi masalahnya dengan pendapatan segitu kadang habis di oprasional untuk nyimpen kadang terpakai juga
-rencana pinjam modal ke bank
untuk masalah ini saya ada rencana mungkin bisa cari tempat lain yang harga kontraknya murah dan tempat yang agak luas namun untuk ke strategisnya tempat saya masih blum bisa memastikan terhadap omsetnya nanti” niatnya di tempat yang baru mungkin bisa memaksimalkan lagi”
mohon saranya lagi pak untuk mengambil keputusan ke depan saya
SAYA PIKIR BUKA USAHA ITU SANGAT MUDAH ASAL ADA MODAL YANG MENDUKUNG DAN SEDIKIT KETRAMPILAN TAPI UNTUK USAHA TERSEBUT BISA JALAN OTOMATIS MEMBERIKAN OMSET YANG MENGUNTUNGKAN TIAP HARINYA BISA UNTUK MENCUKUPI KEHIDUPAN SEHARI-HARI DAN BISA UNTUK MENYISIHKAN UNTUK MENABUNG ITU SANGAT SULIT DI WUJUDKAN
DAN KENAPA KEBANYAKAN ORANG YANG TELAH BERHASIL MENDIRIKAN USAHA YANG TELAH SUKSES, SAAT DIA MEMBUKA UASAHA LAGI KEBANYAKAN KOK BERHASIL
SEPERTI WARALABA-WARALABA SEPERTINYA KOK JALAN TERUS SEPERTI ADA RUMUS ANTI GAGAL
ADAKAH RUMUS BAGI PEMULA ATAU YANG PUNYA MODAL KECIL BISA YAKIN SEPERTI WARALABA TERSEBUT
sebelumnya sangat terimakasih untuk jawabannya pak
Mei 16, 2009 pukul 2:43 pm |
Assalamualaikum
Semangat Pagi Pak,
artikel diatas, membangkitkan semangat usaha/bisnis sy pak,
saya jadi ingat persepsi bisnis sy slm ini salah.
Bahwa usaha harus punya modal besar, ternyata g juga ya.
Ayo Memulai atao cm jd penonton
Juni 5, 2009 pukul 6:45 pm |
[...] oleh komentar salah satu pengunjung blog saya di posting ini, saya jadi ikut mikir-mikir, apa memang bisa dan memungkinkan kalau tiap orang mau buka usaha bisa [...]
Juli 31, 2009 pukul 2:58 am |
seperti yang dikatakan pada kalimat
“Pak Fuad. mungkin permasalahan saya sedikit beda. Saat ini saya ada sedikit modal mendekati 100 jutaan. tapi justru sampai saat ini saya masih belum ada ide wirausaha apa yang akan saya jalankan. saya sudah mulai mencari-cari informasi tentang segala usaha dari internet. Saat ini saya bekerja cukup sibuk sebagai manager di suatu perusahaan swasta, mungkin itu yang menyebabkan saya sulit menentukan usaha sampingan apa yang paling tepat. yang jelas saya tidak begutu tertarik dengan hanya berinvestasi. karena saya trauma dengan bisnis invetasi yang pernah saya jalani hingga kerugian say mencapai 200 juataan. Mohon masukan ide-ide usaha apa yang dapat saya lakukan.
Tigor”
saya juga kesulitan dalam masalah modal… aduh usaha jadi tertunda lagi.