Nggak Enaknya Kalau Cuma Investasi

Sebelumnya saya tidak ingin menggeneralisir tentang ‘investasi’. Investasi yang saya maksudkan disini sebatas pada penyertaan modal kita sendiri pada usaha orang lain.

Bagi kita yang sudah ingin sekali buka usaha, tapi belum menemukan usaha apa yang cocok dan belum ada keberanian untuk memulainya, sementara modal (dana) sudah ada, maka jalan investasi ini menjadi jalan yang mudah dan sepertinya menjanjikan.

Apalagi kita mendapat tawaran dari kerabat, saudara, atau teman sendiri tentang peluang usahanya dan kita sudah ditunjukkan hasil dari usahanya tersebut, kita akan mudah terpikat dan ingin cepat-cepat berinvestasi.

Ini juga terjadi pada diri saya dulu, saya ada modal tapi belum berani buka usaha sendiri. Maka biar uang tidak menganggur saya investasikan pada usaha teman saya yaitu konveksi pakaian adventure. Saya juga ditunjukkan bon-bon pembelian dan penjualannya, saya juga ditunjukkan pada stok barang yang ada di gudangnya.

Dengan perasaan yakin, saya investasikan beberapa juta rupiah, bahkan sudah dilakukan secara tertulis ada perjanjian bermaterainya. Dan memang dalam perjalanannya usahanya lancar, sayapun mendapatkan bagian keuntungannya. Tapi ternyata pada akhirnya modal tidak juga dikembalikan, dan ludes. Artinya dari investasi tersebut saya mendapatkan keuntungan yang lumayan, tapi modal amblas :(

Bisa menikmati profit tapi tidak bisa menikmati break even point atau balik modalnya.

Yang kedua beberapa waktu lalu saya juga diminta untuk menolong salah satu teman yang sedang kesulitan dana tapi sudah ada order untuk membuat suatu produk. Pertama-tama sich cuma pinjam uang, dan dikembalikan dan meminta maaf belum bisa ngasih bagian keuntungan karena profitnya tipis.

Sekali pinjam, berikutnya teman saya minta saya ikut menaruh modal dan dijanjikan bagi hasil 50:50 dari keuntungan bersih. Karena pengalaman dulu, saya bersedia tapi saya batasi jumlah penyertaan modalnya. Sedikit saja, biar kalau ada apa-apa tidak terlalu besar kerugiannya.

Dan benar saja setelah beberapa minggu, sampai hari ini belum ada pertanggunjawabannya, belum ada pembagian hasilnya, belum ada pengembalian modalnya. Untungnya cuma investasi dikit, he.. he.. he..

Moral ceritanya, kalau kita cuma manaruh modal pada usaha orang lain, tanpa kita diberi kewenangan atau kontrol atas usahanya tersebut, siap-siap saja modal tidak teralokasi dengan baik. Yang ideal memang menginvestasikan pada usaha yang sudah mapan, yang sistemnya sudah terstruktur dengan rapi, sehingga meskipun kita tidak diberi kontrol pada usahanya, kita bisa membaca laporan-laporannya dengan pasti.

Apalagi menginvestasikan pada usaha perseorangan seperti yang saya lakukan diatas, sebisa mungkin sebelum kita menginvestasikan, kita bisa ajukan penawaran untuk ikut mengelola usahanya atau setidaknya bisa ikut mengontrol pergerakan dananya. Sehingga kita bisa ikut menikmati enaknya berinvestasi.

Semoga bisa berinvestasi dengan bijak.

Wassalam, Salam FUNtastic & Merdeka!

Fuad Muftie

© 2009, http://fuadmuftie.wordpress.com/
Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll

“Benahi diri, Bangkitkan Indonesia, Menuju Indonesia yang membanggakan!”
)|( Harapan itu masih ada….. )|(

8 Tanggapan ke “Nggak Enaknya Kalau Cuma Investasi”

  1. ridho pranata Berkata:

    trims atas ulasannya..

  2. Fuad Muftie Berkata:

    Sama2 Pak Ridho, semoga bermanfaat

  3. abughiyar Berkata:

    bagaimana dengan franchise mas ? saya lagi bingung antara buka toko sendiri, ambil francise atau investasi di usaha teman

    [Fuad Muftie]
    =========
    Franchise juga sangat bagus, itu investasi yang cocok kalau kita nggak mau repot memulai bisnis baru. Masalahnya di Indonesia sering rancu antara franchise dengan business opportunity (BO). Banyak BO yang ditawarkan sebagai Franchise, akibatnya setelah kita bayar sana sini, kita tetap dituntut untuk aktif menjalankan bisnis dan aktif menanggung resikonya. Repot kan, pemilik BO enak sudah dapat duit, kita yang masih pontang panting memperjuankan bisnisnnya jalan. Kalau bisnis sudah jalan, pemilik BO tetap dapat enaknya karena namanya ikut berkibar.

    Makanya sebelum memutuskan mengambil franchise, pertimbangkan masak-masak dan banyak-banyak konsultasi dengan pihak2 terkait, termasuk franchisee yang lain yang sudah jalan duluan.

  4. mazmurdi Berkata:

    wah, pengalaman bapak bisa jadi pelajaran buat saya.

    [Fuad Muftie]
    =========
    Terimakasih Pak, semoga bermanfaat.

  5. abdi Berkata:

    Salam kenal pak Fuad.

    Saya mempunyai pengalaman yang kurang lebih sama dengan P Fuad..
    Posisi saya sekarang masih menjadi kuli di oversea, Pertama saya baca blog P Fuad dan alhamdullillah terhubung dengan rekan rekan TDA yang lainnya seperti P Hadi, P Roni dll dan dari blog P fuad lah saya mengenal komunitas TDA..sehingga semakin besar keinginan saya untuk memulai usaha sendiri.
    saya mulai dengan investasi kecil kepada rekan saya di Indonesia, saya harap bisa mulai dari yang terkecil
    karena posisi saya yang bekerja di luar sehingga saya tidak bisa memantau usaha rekan saya tersebut saya hanya mendapat laporan nya saja.
    Bulan pertama dia memberi laporan serta hasil sesuai dengan kesepakatan..bulan kedua,ketiga dan sekarang memasuki bulan ke empat jangankan hasil laporannya pun tidak ada he..he..(untung baru 1/4 saya kasih dari total jumlah modal yang dia ajukan)
    Mudah mudahan kejadian ini tidak menyurutkan niat saya untuk memulai usaha usaha yang lainnya Amien.

    [Fuad Muftie]
    =========
    Yang menyebabkan mandeknya usaha yang kita investasikan, bisa jadi karena yang kita amanahi berlaku curang. Tapi bisa juga yang sebenarnya usaha bisa jalan lancar, tapi saat ada masalah tidak bisa langsung di selesaikan atau yang menjalankan usaha sungkan untuk mengadukan atau berkonsultasi dengan investor. Apalagi jika tidak dilakukan dengan perjanjian hitam di atas putih, sehingga tidak ada panduan bagi kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah.

    Kegagalan investasi, justru yang membuat saya dulu bersemangat untuk menjalankan usaha sendiri. Setidaknya yang benar2 bisa saya awasi langsung. Kalau Pak Abdi mau investasi jarak jauh mungkin akan lebih terkendali kalo yang menjalankan investasinya adalah orang yang benar2 sudah dikenal dan dipercaya bener, atau dari pihak keluarga dekat.

    Apalagi kalau jenis usahanya sesuai dengan minat atau bakat pelakunya.

    Semoga bermanfaat

  6. Dini Suryani Berkata:

    Salam kenal….
    Saya seorang karyawan lembaga, beberapa minggu ini saya baru aja mulai buka usaha jualan underwear. Awalnya saya jual ke temen2 kantor ternyata banyak yang minat. Lalu saya bergabung di multiply untuk jualan secara online dan hasilnya juga lumayan.
    Saya ingin sekali membuka kios kecil2an tapi bingung untuk produk yang saya miliki sebaiknya buka kios ditempat seperti apa ya?? Kalo di mall mahal harga kiosnya jangan beli sewa aja ampuuuunn…

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Jika penjualan di Mall bisa menutupi sewanya kenapa tidak? Untuk mall biasanya pada momen-momen tertentu membuka kesempatan untuk kita menyewa dalam jangka waktu pendek di lokasi-lokasi tertentu, biasanya di hall-nya. Nah kesempatan tersebut bisa digunakan untuk test pasar. Kalau disitu bisa survive dan bisa menghasilkan keuntungan bisa diteruskan dengan menyewa kios yang lebih permanen.

    Atau kenapa tidak dicoba untuk masuk di pasar-pasar tradisional, biasanya sewanya lebih murah dibanding mall dan trafiknya juga bisa tinggi.

  7. Rudi Berkata:

    Pak mau nanya ni gimana cara memulai usaha periklanan?saya ingin membuka usaha periklanan tapi bingung apa aj yang diperlukan dalam usaha ini.trimakasih pak fuad.atas kesediannya untuk menjawab

  8. Bambang adiatma Berkata:

    Slm knal mas fuad,,,dr jeje di jeje dipalembang,,

    sy mau tny ni,sy msh bingung mo usaha ap,sy pny modal 10jt,rncnany uang ni mo sy puterin biar bs ngasilin uang lg,usaha ap mas kr2 yg pas buat modal segitu..?
    Tlng mas solusinya..mksh mas,

Tinggalkan Balasan