Pingin berjualan secara Cash, tapi banyak yang minta Kredit, gimana dong?

Ada beberapa pertanyaan yang masuk di komentar maupun email saya menanyakan hal yang sama serperti judul posting-an di atas. Ingin sekali berjualan secara cash, tapi calon pembeli kebanyakan minta kredit, kira-kira dikasih nggak ya buat yang minta kredit?

Hal seperti ini jamak terjadi pada para penjual yang menawarkan dagangannya kepada teman, saudara, dan tetangga. Kalau ada yang minta kredit, biasanya yang terpikir adalah barang cepat laku, tapi modal tidak cepat kembali. Kalau ingin menolak, yang terpikir adalah barang jadi tidak cepat laku; kalau sekarang ditolak, apa nanti ada yang mau beli nggak ya? Jadi agak dilematis.

Kalau menurut saya boleh tidaknya mengambil secara kredit sangat tergantung pada diri kita sendiri. Kita dari awal harus sudah memutuskan akan menjual barang secara kredit atau secara cash, atau mengkombinasikan keduanya cash dan kredit. Kalau sudah diputuskan cara bisnis kita, baru disusun strateginya.

Jika diawal sudah diputuskan berjualan secara cash, ya harus tegas menolak permintaan pembelian kredit. Apapun alasannya dan apapun resikonya. Tapi sebaiknya harus dipersiapkan strategi lain sebagai back-up agar calon pembeli tetap mau membeli, dan tidak ditinggalkan begitu saja. Misalnya tawarkan harga yang benar-benar bersaing dan harga terbaik dibanding tempat lain, atau diberi hadiah produk lain kalau mau membeli secara cash. Intinya tunjukkan bahwa membeli secara cash jauh lebih menguntungkan.

Demikian juga kalau dari awal sudah memutuskan untuk berjualan secara kredit. Kita juga harus mempersiapkan strategi dan prosedurnya.

Pertama kita mesti jeli memilih calon pembeli yang benar-benar bisa mencicil. Hati-hati dengan pembeli yang suka ngemplang dan sulit ditagih. Kuncinya kalau kita berani memberi kredit, kita juga harus berani menagih. Kalau nggak berani nagih, jangan berjualan secara kredit.

Kedua, berikan dan tawarkan jangka waktu cicilan yang pasti, yang enak dan menyenangkan buat kedua belah pihak. Sama seperti kita kredit di bank, bank akan meminta kita membayar cicilan tepat waktu, kalau tidak tepat waktu, kena pinalti. Demikian juga kita harus “mendidik” pembeli agar bisa mencicil dengan tepat waktu.

Ketiga, mengeni harga jual, juga harus dibedakan antara harga beli secara cash dengan harga beli secara kredit. Hal ini harus disampaikan di awal-awal transaksi. Waktu kita menawarkan barang dagangan, sampaikan dengan jelas pada calon pembeli. Misalnya, kalau mau beli secara cash harganya Rp 100.000, tapi kalau mau kredit, saya minta harganya Rp. 130.000, dan bisa dicicil sekian kali.

Keempat, jangka waktu cicilan juga sebaiknya disesuikan dengan pekerjaan calon pembeli. Kalau calon pembeli adalah karyawan yang gajinya bulanan, minta juga cicilan dilakukan bulanan. Kalau pembeli mendapat penghasilannya mingguan, minta agar cicilan dilakukan secara mingguan. Dan kalau penghasilan calon pembeli bisa harian (sama-sama pedagang misalanya), bisa minta dicicil harian.

Kelima, yang penting lagi buat kita sebagai penjual adalah catatan harus rapi dan harus rajin menagih dan terus mengingatkan pembeli tentang cicilan. Kalau hal seperti ini memberatkan dan membuat kita tidak enak, ya jangan berjualan secara kredit.

Keenam, berjualan kredit sebaiknya didukung modal yang kuat. Karena sama saja modalnya kita pinjamkan pada orang lain. Namun, jangan sampai menyurutkan niat anda, jika modal anda terbatas. Dengan modal terbatas, tetap saja bisa memberikan kredit. Asal kita rajin menagih dan disiplin dalam mengelola keuangan. Keuangan pribadi jangan dicampur aduk dengan keuangan keluarga. Modal harus terus berputar, kalau sampai macet, berarti harus gigih mengejar orang yang menunggak cicilan. Usahakan roda usaha terus berputar, dengan mengatur waktu cicilan dan penagihan dengan waktu untuk belanja barang yang baru.

Berjualan secara kredit, kalau dikelola dengan baik juga sangat menjanjikan. Kita bisa belajar dari perusahaan-perusahaan penjual secara kredit. Seperti produk-produk elektronik, produk furniture, dan barang keperluan rumah tangga. Dalam sekala besar kita mengenal seperti Columbia. Columbia bisa menjadi besar, hampir semuanya dengan berjualan secara kredit. Bahkan bisa sampai memiliki armada penjualan yang banyak, loyal, dan penuh semangat.

Dalam sekala kecil kita bisa belajar dari para pedagang minyak keliling yang sering lewat di depan rumah kita (penjual minyak goreng, gas elpiji 3kg, dll). Para pedagang minyak ini, tadinya saya pikir cuma berjualan minyak doang. Tapi ternyata saat menjual minyak, dia juga menawarkan produk lain seperti radio, tv, rice cooker, kulkas, magic jar, dll dan bisa dibeli secara kredit. Kalau ada yang mau membeli, baru dia menghubungi penjual produk-produk tersebut. Tentunay dia sudah ada deal dengan suplier untuk ikut menjualkan produk-produknya.

Intinya, kembali di awal, kita harus memutuskan dari pertama kali sebelum mulai berbisnis, kita mau jualan kredit atau jualan cash. Jangan berjualan tanpa rencana, sehingga bingung sendiri saat ada calon pembeli yang menawar dagangan kita.

Semoga bermanfaat dan semoga bisa membantu

Sukses buat Anda

Salam FUNtastic dan Merdeka

Fuad Muftie

© 2009, http://fuadmuftie.wordpress.com/
Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll

18 Tanggapan ke “Pingin berjualan secara Cash, tapi banyak yang minta Kredit, gimana dong?”

  1. kips Berkata:

    Menarik sekali tulisannya, saya setuju untuk memutuskan terhadap salah-satu pilihan itu tergantung pada diri kita sendiri, yang tentunya dikaitkan terhadap prinsip dan tujuan usaha itu sendiri, intinya “memegang komitmen” :-D

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Terimakasih Pak, memang salah satu kekuatan yang kita miliki adalah kekuatan untuk memilih. Kitalah yang menentukan pilihan mana yang akan kita ambil.

  2. Agus Supriyanto Berkata:

    Wah.. sharing mantab pak Fuad.., membumi, dahn berasal dari real pebisnis, setuju pak, memng dari awal kita musti ambil keputusan, tentu keputusan tergantung permintaan dan strategi pengaturan kita. Tapi Columbia sekarang sudah colaps lhoo pak, mereka kalah dengan kartu kredit, yang jauh lebih gampang dari sisi birokrasi dan cara pembayaran…, mungkin bisa jadi pelajaran buat kita

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Terimakasih Pak Agus, bener Pak, usaha lain yang sedang berkembang, sedang maju, maupun sudah colaps bisa dijadikan pelajaran buat kita. Meskipun demikian masih banyak usaha kredit yang masih berkembang. Semua tergantung kreatifitas kita, kartu kredit bukan penghalang untuk yang mau masuk usaha kredit mengkredit.

  3. Mukhlis Berkata:

    Enakan lagi kalau dapet DP dulu pak…he he hee
    Apa kabar pak ?,gimana webnya Addina ?
    Moga makin sukses…

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Setuju Pak, kalau mau ngasih kredit jangan “gratisan” dulu, usahakan ada DP dimuka, setidaknya akan mengurangi resiko.

    Web-nya belum jelas nich Pak nasibnya, he.. he. he..
    Sukses juga Pak Mukhlis.

  4. grosir BaJu Muslim Berkata:

    Terimakasih Pak Fuad,, banyak memberi inspirasi artikelnya

    thanks

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Sama-sama Pak / Bu, semoga bermanfaat

  5. ninik Berkata:

    terima kasih atas informasi ini…bisa minta tlng gimana caranya memecahkan masalah saya ini
    1.ada orang ambil barang ke saya untuk di jual lagi dg perjanjian,barang laku di bayar 2x,,tapi setelah barang laku,ternyata uang g da setor.saya tagih berkali-kali secara langsung,via sms,sampai surat hingga sekarang 1thn belum jg di bayar.padahal kami bertetangga,saya yang mau nagih lg sampai malu,karena di janjiin terus
    2. da yang ambil barang,di jual lg, 2x bayar jg,dia lancar mbayarnya,tapi yaitu mbayarnya gak tentu karena menunggu setoran,,sedangkan saya harus selalu belanja untuk memenuhi kuota belanja bulanan,krn km agen slh satu brand bj muslimah
    2.kami jualan beberapa macam barang,bj muslim,jilbab,baju anak,perlengkapan bayi,apa semua itu hrs di pisah keuangannya?

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Urusan jual beli secara kredit kuncinya cuma satu Bu “Kalau berani memberi kredit (utang) harus BERANI MENAGIH”. Apapun yang terjadi kalau berani memberi utang, ya harus berani nagih. Kalau kita tidak bisa menagih ya sudah resikonya berjualan secara kredit.
    Makanya institusi yang biasa memberi kredit punya mekanisme untuk menangani kredit macet. Kitapun mesti siap dengan terjadinya kredit macet.

    Perbanyak agen-agen yang baik, dan buang agen-agen yang bikin macet.

    Untuk urusan pembukuan dan keuangan, kalau usaha masih kecil menurut saya tidak perlu dipisahkan, masih bisa disatukan keuangannya asal keuangan usaha dan keuangna pribadi yang harus dipisahkan.

    Semoga bisa membantu

  6. ranu Berkata:

    Terima kasih informasinya, dan ini akan sangat membantu, apakah bisa bapak memberi referensi buku yang memuat tentang hal yang bapak posting.

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Maaf Pak, saya tidak tahu ada atau tidak buku yang membahas tentang hal tersebut. Ini dari pengalaman saya koq Pak.

  7. albirrujilbab Berkata:

    klo kasih harga lebih pada jualan kredit,termasuk riba gak?

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Memberi harga lebih tinggi untuk penjualan kredit, bukan riba. Asal kedua belah pihak sepakat dengan harga jual-belinya.

  8. sonya Berkata:

    ass…salam kenal pak…buka internet sana sini akhirnya smp ke blog bpk.gini pak, saya ini adalah baru dibidang bisnis.saya ingin belajar berbisnis dari rumah.tp msh bingung harus mulai dari mana.selain ada satu bisnis yg saya jalani.saya tertarik utk menjual baju muslim dan baju wanita dan semacamnya lewat internet, yg ingin saya tanyakan apakah pengusaha spt bpk atau spt di tnh abang itu mau bkerjasama dg pemula yg bermodal kecil spt saya ini?
    terima kasih atas sarannya.

    wass…
    sonya

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Tentu saja kami siap melakukan kerjasama dengan siapapun Bu. Asal sesuai dengan kemampuan masing-masing pihak dan bisa memenuhi persyaratan, insyaAlloh bisa saling bekerja sama.

  9. rumahkerudung-mukena Berkata:

    Saya sedang menajalani bisnis, dan untuk cah sepertinya lambat turn over nya, kredit juga memerlukan modal yang berlipat…

    apakah ada buku atau referensinya? terima kasih

    Salam,
    rumahkerdung-muken

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Saya kurang tahu persis ada atau tidak buku yang membahas bahasan serupa.

  10. Toko Kaos Online Berkata:

    Sy lbh milih dibayar secara cash, kl kredit repot soalnya. hehe.. jd kl ada yg mnt kredit mendingan ga diterima. Yakin aja kl dagangan pst bakal laku, jd ga dilema.

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Siiip… setuju. Tapi kalau bisa mengelola penjualan kredit tidak ada salahnya toh.

  11. dimas Berkata:

    solusinya mungkin lebih baik menyediakan mesin EDC.. sehingga kalaupun pembeli ingin kredit, mereka yg akan berurusan dgn bank..

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Bener & setuju, cuman tidak mudah menarik bank untuk naruh EDC di toko. Dan tidak semua pembeli yg mau kredit punya kredit card. Jadi ya sesuaikan saja dengan situasi dan kondisi kita. Sepanjang bisa mengelola kredit tidak ada salahnya dijalankan.

  12. uswatun Berkata:

    pak, saya bergerak di bidang property terutama desain. saya pernah jadi karyawan 6 tahun dan sekarang mengundurkan diri untuk memulai usaha sendiri. tapi saya ada kendala, beberapa klien yang saya bantu membuat desain rumahnya, ternyata tidak langsung membayar ongkos jasa. terutama para kontraktor atau pemborong yang berhubungan langsung dengan owner. alasannya menunggu kesepakatan keduanya. disini saya merasa dirugikan, sudah nilainya kecil, dapatnya terakhir belum lagi kalo owner gak suka dengan desain, bisa-bisa saya gak dapat apa-apa. ada juga yang beralasan nunggu pengajuan kpr disetujui. sebaiknya bagaimana pak, karena kalo saya harus tegas, ntar klien pada lari.
    O ya satu lagi pertanyaan saya, bagaimana bila saya kurang ahli dalam hal marketing, seperti kurang relasi dan agak malu menawarkan produk.

  13. Stefan Kaiser Berkata:

    If you need a credit you could check out this page

  14. Taufik Berkata:

    Asalamualaikum…
    Mohon bantuan nya,tidak hanya pada pak fuad,tp juga kepada pengunjung yg lain.saya sudah membuka toko alat pancing sejak 1996.sebenarnya usaha ini adalah usaha keluarga.kakak saya telah terlebih dulu sukses dan sekarang sudah mampu membangun toko pancing baru.dan pembeli lebih banyak ke toko kakak saya.yg menjadi pikiran saya,saya ingin+tertarik pada ikan hias akuarium.dan ingin menyediakan,bercampur dengan toko pancing saya.persoalannya,tidak jauh dari tempat saya,ada toko ikan hias.saya juga kenal pemiliknya,cuma tidak terlalu akrab.saya mengalami dilema,bila membuka,saya merasa kurang enak pada tetangga saya itu.bila tidak membuka,banyak sekali pelanggan yg ‘nyasar’ ke toko saya menanyakan ikan hias+alat2 akuarium.selalu saya arahkan ke tetangga saya tersebut.namun yg disayangkan,mereka buka plg pagi jam 10,sudah itu tidak terlalu lengkap pula.bagaimana sebaiknya yg saya lakukan?mohon bantuan sarannya.terima kasih

  15. valentino Berkata:

    saya banyak pesanan dan minta kredit tapi saya tidak cukup modal gimanaa….??

  16. daud suhendar Berkata:

    mksh bos tas pemberian semangatnya saya sudah 4 taunan blum berkembang hanya cukup buat makan aja. smoga dengan membaca ini saya menjadi lebih propesional dalam mengelola. smoga saran bapak Allah yang membalas. trim s

  17. daud suhendar Berkata:

    trims atas dorongannya

  18. Hadi Berkata:

    Oke juga. Tp di Islam kan gak boleh bikin 2 harga untk 1 barang? Misal barang hrg cash 100rb. Kredit gak boleh 130rb. Klo kredit 130rb, cash jg harus 130rb. Cuma mungkin bisa sedikit disiasati. Misal kredit and cash sama 130rb, tp klo cash dapat hadiah …. Hadiahnya kita sesuaikan dg selisih cash dan kredit. Yg sekitar 30 rb td.
    Bagaimana? Kan lebih menguntungkan? Klo cash itung2 kt jual 2 produk 1 paket. Klo kredit, kt msh dpt untung lebih krn modal kita tertahan disana.

Tinggalkan Balasan