Fuad Muftie

Fuad Muftie Fuad Muftie saat ini berstatus sebagai Pegawai. Dan sejak 14 September 2006 telah memiliki usaha kecil-kecilan sehingga bolehlah menyandang status sebagai Pengusaha. :-)

Usaha tersebut, saya rintis bersama istri tercinta “Nini Marlina” dibidang penjualan Jilbab, Kerudung, Mukena, Busana, dan Aksesoris. Kami memberi nama usaha tersebut Kios Addina, yang terletak di Jalan Bunga Rampai X Perumnas Klender Jakarta Timur. Sejak 10 Januari 2008 Kios Addina kami tutup dan kami pindah ke Toko Addina yang beralamat di Jalan Wilaya Kusuma Raya No. 40 Perumnas Klender, Jakarta TImur.

Kios Toko Addina kami persembahkan buat buah hati kami yang ganteng dan cantik : Kamal Muftie Yafi, Qinthara Muftie Addina, Kemal Muftie Syafiq, dan (Alm) Kamil Muftie Shafiy. Juga kami persembahkan buat bangsa Indonesia untuk membantu mengurangi pengangguran dan membantu perputaran roda ekonomi.

Blog ini kami persembahkan buat anda yang ingin menjadi pengusaha.

Wassalam

Fuad Muftie

43 Balasan ke Fuad Muftie

  1. rile mengatakan:

    salam kenal Pak, saya ingin belajar nich!

  2. Fuad Muftie mengatakan:

    Mas Rile salam kenal kembali. Silahkan kalau mau belajar. Saya juga masih belajar koq. Jadi, kayaknya enaknya sharing aja yach…

    Fuad Muftie

  3. mamay mengatakan:

    salam kenal pa, kebetulan sy ingin wirausaha , tp sy masih bingung mo usaha apa ya? setelah mendengar cerita bapak saya jadi terinspirasi ingin membuka toko busana muslim juga, tidak apa apa kan pa di tiru, sy ibu rumah tangga yg kebetulan wanita pekerja, sudah lama saya ingin punya usaha sehingga saya dapat full menjaga anak saya. ada bebrapa yang ingin saya tanyakan perihal membuka toko busana muslim.

  4. Fuad Muftie mengatakan:

    Salam Kenal kembali ibu Mamay,

    Saya ikut bahagia dengan niat Ibu untuk berwirausaha. Bisnis busana muslim manurut saya masih menjanjikan karena sudah menjadi kebutuhan pokok.

    Saya juga meniru pedagang yang lain Bu, jadi silahkan saja meniru. Kalau mau mencontoh persis seperti yang kami lakukan, silahkan datang ke kios saya, biar bisa liat langsung dan bisa diskusi langsung.

    Atau bisa diskusikan aja langsung di blog ini melalui kolom komentar. Kita bisa belajar bersama, sharing bersama, karena saya juga masih terus belajar.

    Salam
    Fuad Muftie

  5. Rianto mengatakan:

    Assalamu’alaikum…

    Pak Muftie, boleh saya minta ilmu mengenai seluk beluk toko busana muslim, Pak ?Terus terang saya masih awam.
    Saat ini saya masih bertatus karyawan, tetapi niat saya ingin berwirausaha sangat kuat.

    Terima kasih.
    Rianto

  6. Fuad Muftie mengatakan:

    Pak Rianto, Saya harap bisnis busana muslim merupakan bidang yang anda senangi dan minati. Karena kalau masuk dalam bisnis yang tidak disenangi, nanti tidak bisa total dan mungkin tidak berkembang.

    Pertama saya buka usaha saya juga tidak banyak tahu seluk beluk bisnis jilbab dan busana muslim. Tapi kami punya feeling adanya kebutuhan di pasar yang belum terpenuhi. Maka kami beranikan diri masuk ke bisnis ini. Dan kami lakukan tanpa banyak hitung menghitung dulu.

    Kalau ditanya seluk beluknya saya juga bingung Pak. Tapi secara garis besar, untuk membuka toko busana muslim bisa memilih sebagai agen dari merk terkenal atau menjual segala merk. Kalau ingin menjadi agen, Pak Rianto bisa hubungi pemegang merk dan mengikuti aturannya.

    Kalau mau menjual segala merk, kuncinya cari produsennya atau cari agen besarnya. Kalau di Jakarta bisa cari di Ps Tanah Abang atau Mangga Dua.

    Yang penting lagi, Pak Rianto harus coba / test dulu jenis busana muslim seperti apa yang diinginkan pasar yang dituju. Hal ini untuk menghindari banyaknya busana muslim yang tidak terjual karena tidak sesuai keinginan pasar.

    Mungkin itu yang bisa saya sampaikan. Kalau bidang busana muslim memang diminati, nantinya Pak Rianto akan enjoy menikmati proses bisnisnya dan bisa belajar sambil jalan. Mungkin nantinya Pak Rianto bisa lebih hebat dari yang sudah duluan memulai.

    Salam
    Fuad Muftie

  7. Imawati mengatakan:

    Salam kenal P. Muftie,
    Saya sangat terkesan dengan site Bpk. ini, sekarang ini saya masih pegawai di salah satu perusahaan swasta. Saya berumur 27 tahun April nanti. Saya dan suami menarget di taun 2007 ini kami akan mencoba berwiraswasta, mungkin mulai kecil2an. Kalau saya, karena latar belakang saya adalah Keguruan Bhs Inggris, jadi saya lebih cenderung untuk membuka kursusan semi-privat untuk anak TK-SD. Tapi suami saya cenderung ingin berdagang, khususnya dia sangat tertarik pada dunia makanan.
    Ketika saya pikir2, kalo bisnis makanan, karena mudah basi saya berpikir bahwa saya harus berjualan makanan yang tidak mudah basi&pastinya bisa menembak segala usia.Kira2 apa ya pak?
    Terus menurut Bapak, kira2 bisnis apa ya yang paling bagus untuk kita mulai rintis dengan modal yang terbatas.
    Btw, kami sangat awam dan masih takut untuk berwiraswasta. Jadi mohon bimbingannya dari Bpk yang sudah berhasil dalam berwiraswasta.
    Demikian dari saya, atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih.
    Best Regards,

  8. Hafni mengatakan:

    Saya berniat menjual jilbab rabbani, bagaimana caranya?
    Apakah saya harus jadi anggota rabbani dahulu supaya
    saya bisa menjual jilbab tsb dengan harga khusus?
    Terima kasih atas perhatiannya

  9. Fuad Muftie mengatakan:

    ## Bu Imawati ##

    Bagus sekali ibu sudah menargetkan tahun 2007 untuk berwiraswasta. Ibu sudah selangkah lebih maju karena banyak yang punya keinginan tapi tidak berani menetapkan target kapan akan mulai. Jadi jangan mundur lagi ya Bu, saya doakan tahun 2007 ibu benar2 sudah terjun di dunia usaha meski kecil2an.

    Awal boleh kecil2an tapi visi dan cita2 harus besar Bu, biar terus termotivasi dan jelas arah tujuannya.

    Apapun bidang yang akan digeluti, yang penting harus yg diminati, kalau ibu minat dibidang pengajaran, jalani. Kalau suami minat dagang, jalani. Dan hindari menghabiskan waktu dg menjalani bidang yg tdk diminati.

    Kalau bisnis makanan, yang tidak mudah basi ya makanan kering, kue, snack, dan semacamnya. Saya belum ada pengalaman jadi kurang tahu persis seluk-beluknya. Tapi Ibu bisa amati pengusaha-pengusaha kue kering yg sudah jalan duluan dan bisa menirunya.

    Kalau saya pribadi, kalau ada kesempatan membuka kios lagi, saya ingin buka kios mie, bakso, dan semacamya. Karena terbukti “tidak ada matinya”. Mudah-mudahan kami bisa mewujudkannya (Aamiin).

    Untuk mengawali usaha, jangan sampai terganggu masalah modal, sesuaikan saja kemampuan modal kita dengan skala usaha kita. Kalau sudah jalan, insyaAlloh modal bisa dicari, bahkan bisa datang sendiri lho!

    Bu, kami juga mengawali usaha dengan penuh ke-AWAM-an dan penuh ke-TAKUT-an. Dengan perlahan-lahan memulai dan menjalani maka kita tidak lagi awam dan tidak akan lagi takut. karena takut hanya ada di perasaan kita dan sering tidak terbukti.

    ## Bu Hafni ##

    Untuk menjual jilbab rabbani, ada aturan mainnya dari pihak rabbani Bu. Yaitu terikat dengan lokasi usaha kita. Kalau di lokasi di dekat kita sudah ada agennya, maka kita tidak bisa menjadi agen. dan hanya bisa menjadi sub agen.

    Kalau untuk usaha sampingan, ibu bisa menjadi member global rabbani, sehingga berhak mendpt diskon 10%-15% dari harga ecerannya.

    Sebaiknya Bu Hafni bisa hubungi rabbani langsung untuk mendpt jawaban yg detail.

    Salam
    FM

  10. Hasan mengatakan:

    Ass.pak saya pernah nanya ke bapak masalah ke bingungan saya memulai usaha…klo saya pengin buka usaha toko busana muslim kira2 berapa ya modal awal….

  11. Fuad Muftie mengatakan:

    Pak Hasan,

    Mengenai modal awal buka usaha busana muslim, terserah Pak Hasan. Artinya tergantung berapa yang Pak Hasan punya, siap diinvestasikan, dan mungkin bisa ditambah dari pinjaman kalau bisa dapat pinjaman.

    Ada yg bisa memulai dg modal Rp 800.000 dan sekarang sudah punya 3 kios. Ada yang mulai dari 10-an juta, 100 juta, 1 Milyar, dan bahkan ada yang mulai dengan tanpa modal uang sama sekali, karena ada Saudaranya yang meminjami modal.

    Dalam memulai jangan terlalu mematok dengan “harus mulai setelah modal terkumpul sekian”. Mulai saja dari apa yg ada sesuai kemampuan. Dan upayakan modalnya terus bergulir, berkembang, dan bertumbuh.

    Salam
    FM

  12. ryad mengatakan:

    Pak… kayaknya clientnya udah banyak,
    udah bisa buka jasa konsultan bisnis nih.. :)

    Salut sama pak Fuad

  13. Ardon mengatakan:

    Pak Fuad,

    Saya sekarang tinggal dikomplek perumahan, menurut bapak kalau saya buka usaha toko pakaian pakaian dan perlengkapan bayi bagus nggak pak, and kalau kurang bagus, kira kira cocoknya usaha apa ya. Soalnya di komplek saya itu, usaha apa aja udah ada,mulai dari sembako sampai makanan, kecuali toko perlengkapan bayi dan anak anak emang belum ada pak.Bagaimana menurut bapak,

  14. Fuad Muftie mengatakan:

    Pak Ryad,
    Iya nich sudah kayak konsultan, mudah-mudahan upaya kecil saya di blog ini bisa bermanfaat untuk kemajuan entrepreneurship di Indonesia.
    Sukses selalu ya Pak Ryad.

    Pak Ardon,
    Saya coba kasih pendapat tentang bisnis pakaian dan perlengkapan bayi dan sudah saya posting di:
    Peluang Usaha Toko Pakaian dan Perlengkapan Bayi.

    Semoga bermanfaat

    Salam
    FM

  15. Arif Kurniawan mengatakan:

    Salam kenal pak. Seneng saya mbaca Blog ini. Blognya cute. Hehehe.

    Salam untuk keluarga.

  16. apipbae mengatakan:

    Salam Kenal Pak Fuad Muftie,

    Blog ini bisa menjadi inspirator bagi orang-orang yang sedang mencari-cari jenis usaha sampingan, seperti saya ini.

    Selamat, Pak…

  17. Fuad Muftie mengatakan:

    Terimakasih Pak Apip, salam kenal kembali, semoga bisa bermanfaat bagi banyak orang.

    Salam
    FM

  18. Aris Yulianto mengatakan:

    Salam kenal semua orang yg sedang bingung mencari usaha di bidang sandang.
    Saya bergerak di bidang bisnis underwear atau pakaian dalam wanita, barang tersebut saya dapat import langsung dari china harganya murah2. Bagi Bapak-bapak atau Ibu-ibu yg sedang bingung mencari usaha apa, atau sedang mencari supplier pakaian dalam wanita, saya ingin mengajak kerjasama. yg berminat bisa hubungi saya di nomor telp :
    (022) 701 66 999 – Aris
    terima kasih GBU.

  19. nurjanah (NJ) mengatakan:

    Assalamu’alaikum
    Saya, di Semarang, juga punya toko busana, baru 4 bulan, start mulai puasa lalu. Namanya Ciffa Collection. Bulan puasa sampe lebaran omzet kami bagus, tapi habis itu sepi. Laba hanya cukup utk byr pegawai. Gmana pengalaman ADDINA? Saya juga kesulitan dpt stok yg bagus, murah, trend. Bisa minta bantuan ???
    Trimakasih…
    Wassalamu’alaikum

  20. Fuad Muftie mengatakan:

    Bu Nurjanah, selamat ya atas pembukaan tokonya.
    Sama seperti Kios Addina, kami juga merasakan lonjakan omset di bulan Puasa menjelang iedul fitri. Dan memang itu wajar untuk usaha busana muslim. Sehabis lebaran kios kami juga mengalami penurunan omset.

    Dan Alhamdulillah saat ini mulai stabil dan mudah2an terus meningkat omsetnya. Yang sangat menolong kenaikan omset adalah penjualan jilbab. Karena jilbab sudah menjadi kebutuhan rutin muslimah. Analoginya begini, seorang muslimah setiap beli satu baju, pasti butuh beberapa jilbab yang match warna dan motifnya dengan busananya. Jadi kami sering mengamati satu orang beberapa kali balik untuk membeli jilbab untuk melengkapi koleksinya (menyesuaikan dg busananya).

    Belum lagi kaum hawa yang bekerja kantoran, tentu butuh beberapa jilbab yang berbeda-beda agar penampilannya selalu fresh. Sehingga pembelian jilbab akan lebih sering dibanding pembelian busananya.

    Saran saya coba ibu gali lagi potensi penjualan jilbabnya. Dan satu lagi yang paling laris di kios Addina adalah kerudung rabbani. Oh ya, Ciffa Collection sudah jadi agen / sub agen rabbani belum Bu? Kalau belum boleh dicoba Bu. Kalau sudah boleh dicoba promosi yang lebih gencar.

    Kemudian kami dapat informasi bahwa saat pergantian tahun ajaran sekolah juga merupakan saat-saat yang berpeluang untuk berjualan busana khususnya untuk anak-anak sekolah (busana muslim/muslimah anak yang polos).

    Mengenai pengadaan stock, kami juga masih belajar dan masih mencari-cari. Sumber informasi kami dari majalah Ummi dan dengan mencari langsung di sentra garment.

    Semoga sukses Bu.

    Salam
    Fuad Muftie

  21. Nadia mengatakan:

    bagus…. cayo pa.

  22. arezk mengatakan:

    Wow … ALhamduLiLLah, akhirnya saya menemukan tempat yang tepat untuk beLajar & sharing. Terimakasih Pak Fuad Muftie, saLam kenaL dari saya Arezk di Yogyakarta.

  23. Fuad Muftie mengatakan:

    Bu Nadia & Mas Arez, salam kenal kembali dan semoga sukses bersama kita semua

    salam
    FM

  24. hidayat mengatakan:

    salam kenal saya hidayat dari bandung kebetulan sekarang saya baru akan memulai bisnis desain grafis
    Pak boleh dong kapan kapan kita share bareng. Maklum saya masih newby

  25. yanti mengatakan:

    Assalamu’aliukum Wr Wb

    Salam kenal, saya dan teman saya ada niat buka usaha salah satunya buka toko buku Islam dan perlengkapa2 nya. Klo saya ingin menjadi agen produk bapak bagaimana caranya

  26. Fuad Muftie mengatakan:

    ## Pak Hidayat:

    Salam kenal Pak, Terimakasih sudah mampir di sini, silahkan Pak kita bisa sharing / berbagi pengalaman untuk kemajuan usaha di Indonesia. Saya juga masih newbie koq Pak.

    ## Bu Yanti:

    Wa’alaikum salam Wr Wb

    Salam kenal kembali Bu Yanti. Terimakasih telah mampir di blog saya. Sekadar informasi buat Bu Yanti, bahwa kios addina adalah kios eceran yang juga berfungsi sebagai agen dan sub agen dari produk2 lain. Kami belum memproduksi barang-barang sendiri, jadinya kami juga belum membuka agen di tempat lain.

    Kalau Bu Yanti ingin membuka toko buku dan perlengkapannya, lebih baik langsung hubungi produsennya. Ibu bisa lihat iklan2nya di majalah ummi dan majalah buat muslimah lainnya. Karena Ibu akan mendapatkan harga yang lebih baik.

    Semoga bisa membantu

    Salam
    Fuad Muftie

  27. nurjanah (NJ) mengatakan:

    Assalamu’alaikum

    Beberapa wkt yg lalu sy pernah nulis comment di blog ini. Terimakasih atas masukannya. Saya saat ini masih berstatus dosen di PTS Semarang. Suami saya juga kerja karyawan swasta. Kami hampir2 tak punya waktu ngurus toko busana Ciffa. Kami baru punya 1 karyawan, untungnya dia punya background kerja di butik dan bisa ngurusi admin, so dia yang urus smua.

    Karena toko kami masih kecil, omzet kecil, kami tidak bisa kulakan partai besar. Selama ini kami ambil di Tanah abang melalui adik yg tinggal di Jkt. Tapi lama-lama adik pun pnya kesibukan sendiri. Gimana kalo’ kerjasama dengan Addina ? Segmen kami remaja, mahasiswa, perempuan.

  28. Fuad Muftie mengatakan:

    Silahkan Bu Nurjanah, InsyaAlloh kami siap membantu penyediaan barang dari Ps Tanah Abang, silahkan beri kami masukan tentang mekanisme pembelian dan pengirimannya. Nanti kami sesuaikan dengan jadwal belanja kami.

    Salam
    FM

  29. Andinie mengatakan:

    wah pak! asyik nih, selain berwiraswasta ternyata bisa jadi “pengajar” pula. ini mendobrak pemikiran lama saya bahwa mengajar harus dilakukan oleh maestronya. atau diam-diam bapak sudah jawara wirausaha ternyata :)

    tolong sharing dong pak, akhirnya memilih suatu bidang/produk tertentu untuk mengawali bisnis bagaimana caranya. karena buat pemula yang sangat mula, memilih saja udah sulit. ada banyak tawaran diluar sana. ya kan?

    saya bertekad tahun ini go wirausaha karena suami sudah wanti-wanti supaya saya “melupakan” jalan ke kantor, hehehe… tidak fleksibel buat bayi kami dunia kantoran itu

    segitu dulu deh (maunya sih nanya terus pak)

    sukses, andinie

  30. Fuad Muftie mengatakan:

    He.. he.. he.. Bu Andinie bisa ajah… saya belum jawara Bu, baru jadi pendekar. Eh nggak juga ding. Saya juga masih belajar Bu. Saya buka usaha baru bulan September 2006 kemarin. Masih anak kemarin sore lah. Cuma ya, niat saya ingin sharing, ingin berbagi, syukur kalau bisa memberi motivasi bagi yang baru mau mulai usaha.

    Masalah pilih memilih bidang usaha jangan dibikin sulit Bu. Bayangin aja nantinya kalau sukses ibu pingin seperti siapa. Pingin seperti Bu Dewi Motik, bisa coba bidang catering / kursus. Pingin seperti Bu Rini MS Suwandi, bisa coba bidang manufaktur. Pingin seperti Bu Marisa Haqque, bisa coba jadi artis :-)

    Tidak ada salahnya dicoba-coba dulu. Patokannya sih kalau bisa masuk ke bidang yang kita minati, kita gandrungi, kita senangi. Lebih enjoy ngejalaninnya.

    Saya tadinya juga pingin buka bengkel mobil / motor, karena bidang kesukaan saya teknik. Tapi karena modal blm cukup buat bikin bengkel, nggak jadi dech. Kmdn saat istri saya bisa menangkap peluang di jilbab dan senang menjalani ya saya ikut terjun dibidang jilbab. Biar lebih enjoy, saya yang menangani komputerisasi di kios.

    Saya ikut mendukung suaminya Bu Andinie dech. Karena kalau kita punya usaha bisa kita wariskan kepada anak kita. Kalau jadi pegawai, setelah pensiun ya sudah, diganti orang lain.

    Mudah2an Ibu bisa cepat merealisasikan keinginannya.

    Salam
    FM

  31. Hidayat mengatakan:

    Dear pak Muftie,

    Saya seorang karyawan yang ingin sekali memulai membuka usaha sendiri, tapi saya punya kendala waktu. Pekerjaan saya mengharuskan saya untuk selalu siap 24 jam non stop. Untuk merintis usaha, saya benar2 tak ada waktu (??). Saya ingin mohon saran dari pak muftie jenis usaha apa yang bisa saya rintis sementara waktu saya sedikit.
    Untu semangat usaha Insya Allah sudah saya pupuk, tapi ketika saya akan memulai selalu saja waktunya bertabrakan dengan pekerjaan saya.

    Mohon saran pak.

  32. Fuad Muftie mengatakan:

    Pak Hidayat,

    Kalau saat ini kita merasa tidak punya waktu, tapi ingin merintis usaha, maka bisa coba membuka usaha yang bisa dijalankan orang lain. Untuk awalnya sebaiknya dengan orang yang bisa dipercaya, bisa istri Pak Hidayat, atau Saudara Pak Hidayat yang mungkin masih punya cukup waktu. Mengenai jenis usaha yang bisa dicoba, kalau bisa yang disukai orang yang akan menjalankan usaha. Kalau memang ada modal bisa buka toko sekalian.

    Yang penting Pak Hidayat bisa memantau perkembangan usahanya dan aliran uang / kas harus dalam pengetahuan Pak Hidayat. Karena uang kas ibarat aliran darah dlm tubuh kita, kalau tidak sehat bisa membuat usaha rugi.

    Atau kalau memang dana (modal) bukan masalah, bisa coba franchise. Kita tinggal memilih jenis franchise yang sudah terbukti dan teruji kehandalannya. Jangan cuma sekadar memilih yang murah tapi belum teruji kualitasnya.

    Cara lainnya bisa melakukan kerja sama dengan teman atau saudara yang sudah punya usaha. Kita sebagai investor dan syukur2 bisa ikut terlibat dalam mengatur jalannya usaha sesuai kesepakatan.

    Cara lain, coba Pak Hidayat amati orang-orang yang sibuk dalam bekerja kantoran tapi masih bisa punya usaha. Pak Hidayat bisa contoh, bisa tiru, dan bisa contek sebisa mungkin.

    Cara lain… gunakan imajinasi Pak Hidayat, amati usaha di sekitar kita, berdo’a dan InsyaAlloh pada saatnya Pak Hidayat akan menemukan jalannya.

    Salam
    FM

  33. Neni Aryani mengatakan:

    Assalamualaikum…

    Saya seorang istri, ibu satu anak dan pegawai swasta di sebuah perusahaan.
    Tinggal di Semarng.
    Kebetulan lagi ada niatan tuk jualan jilbab or baju muslim ke mahasiswa2 (kebetulan daerah kampus)
    Karna di tempat saya toko busana muslim hanya ada dua. Saya pikir bagus prospeknya tuk mulai usaha.
    Tapi masalahnnya adalah dari mana saya dapatkan stoknya?
    Kebetulan saya sering membaca majalah Ummi dan di situ banyak sekali produk yang menawarkan jadi agen.
    Menurut bapak yang sudah berpengalaman, lebih mendatangkan keuntungan mana jika kita menjadi agen seperti rabbani, permata dll(merek terkenal yang kualitas jilbabnya sudah dipatenkan, bagus2 dan diketahui banyak orang), dibandingkan dengan jika kita grosir di pasar2 ato industri kecil seseorang?

    Was,
    Terimakasih

  34. Fuad Muftie mengatakan:

    Bu Neni,

    Kalau di tempat ibu sudah ada yang buka, saran saya bikin yang beda Bu, jangan bersaing head-to-head. Tujuannya agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat. Toh mereka Saudara kita juga. Ini juga untuk mengasah kreatifitas kita dalam berjualan.

    Untuk mengetahui produk mana yang menguntungkan, tidak ada salahnya dicoba dulu Bu, Kalau di tempat saya yang banyak laku produk rabbani dan permata. Tapi produk lainnya juga punya penggemar tersendiri. Pinter-pinternya kita meramu komposisi produknya.

    Untuk rabbani Bu Neni bisa hubungi agen di Semarang, karena kalau nggak salah sudah ada agen, jadi Bu Neni nggak bisa jadi agen lagi, bisanya jadi Sub-agen atau Unit-Penjualan.

    Semoga bisa membantu
    salam
    FM

  35. Joko Kuswanto mengatakan:

    salam kenal pak Muftie
    sayasuka dengan cara pak mufti untuk memulai terobosan ini. Memang kita harus mulai sekarang juga. Tapi btw, saya sudah berulangkali terbentur pada masalah modal saat mulai usaha. kadang masih bisa pake uang orang lain, tapi sekarang rasa-rasanya kita tidak bisa selamanya mengandalkan orng lain. lagian lebih enak kalo punya modal sendiri dan mencukupi. coba ditimbang usulan saya pak….

  36. sari mengatakan:

    Salam kenal pak Muftie,

    Saya tahu web Bpk baru kemaren 7/3/07 dan Alhamdullilah baru lima hari buka warung buryam dan burjo di kantin kantor. Awal ingin terjun bisnis dari keadaan financial yang pas -pasan yang hanya bergantung dari gaji bulanan yang pas – pasan. DEngan modal kurang dari 50 rb saya mulai coba – coba bawa panganan kecil . Jajanan tersebut saya jual dilingkungan terdekat mulai satu lantai sampai beda lain ( namun masih dalam keterikatan devisi ) . Alhamdulillah walaupun ga banyak namun cukup untuk nutup ongkos bajai ( selama ini memilih jalan pp demi mengirit ) dan nambah – nambah beli pulsa .
    Pak Muftie saya juga bersyukur banyak mendapat tambahan ilmu ( bacaan maupun beberapa teman ) dari situ saya juga termotifasi untuk berani memulai usaha ini.
    Kadang saya bertanya pada diri sendiri ” kemana aja saya selama ini ” yang cuma jadi karyawan minded .
    Awalnya berat ya pak saya joint dengan dua orang sepupu, wah awal yang lumayan menguras tenaga . Saya masih merangkap koordinator, bantu – bantu masak sampe cuci – cuci dan kepasar benar – benar bejibaku. Saya menerapakan pola bagi hasil.
    Awalnya saya estimate modal cuma sekitar 1 1/2 jutaan ga taunya yang keluar lebih tapi tak apalah saya mulai dengan Bismilah dan niat baik pak.

  37. Fuad Muftie mengatakan:

    Pak Joko terimakasih Pak masukannya. Rasanya komentar Pak Joko langsung terjawab sama komentarnya Bu Sari, bahwa dengan modal seadanya tetap jalan terus usahanya. Seperti posting saya yg berjudul “Belajar dari Sistem Distribusi Rejeki”, kita sebenarnya dilatih untuk berusaha dari yang kecil dulu. Kalau yang kecil sukses pasti bisa melangkah ke yang lebih besar lagi.

    Bu Sari, untuk awal merintis usaha umumnya memang kita harus terjun langsung dan ikut terlibat dalam semua proses. Tapi setelah jalan, sebaiknya pelan2 kita mulai delegasikan kepada orang lain, sehingga kita bisa konsentrasi ke hal-hal yang lebih strategis dan lebih menguntungkan.

    Sukses selalu Bu

    Salam
    FM

  38. Helsusandra Syam mengatakan:

    Salam kenal juga Pak Fuad…

    Wah, bapak hebat juga ya. Belum berapa lama menjalankan bisnis sudah punyak kios dan running well. Dan sekarang sudah jadi konsultan nih…:)
    Btw, sekarang lagi menjalankan bisnis apa nih Pak?

    Salam FUUUNtastic!!!
    Syam

    http://hensyam.wordpress.com

  39. ana zeyn mengatakan:

    Salam kenal pak Fuad…& klien2nya
    saya adalah salah satu produsen kerudung jadi (instan) terbuat dari bahan kaos ( Tc, lacose kuarto dll), dengan berbagai macam model dan ukuran (anak2, dewasa mulai uk s s.d xl), harga bersaing. ayoo siapa yang berminat jadi agen hubungi zeynbusana@telkom.net, 08159930583

  40. roslina mengatakan:

    wah.. pak Fuad ini usahanya benar2 professional belum lama udah jadi konsultan.. bagus banget bisa sharing buat yang lain..
    bagaimana kira2 di kota saya pak Fuad, kira2 bisnis apa yang cocok sementara saya tetap kerja di kantor dan usaha bisa dijalankan orang lain dengan pasar yang dituju adalah wanita (krn di kota saya daerah industri elektronic kebanyakan wanita )

  41. Fuad Muftie mengatakan:

    He.. he.. he.. Bu Roslina sebenarnya saya nggak sengaja jadi “konsultan”. Kan kalau ada orang yang nanya, terus nggak dijawab, ‘dosa’ rasanya. Padahal saya lebih senang bersifat sharing, siapa tahu pengalaman yang sudah saya jalani bisa bermanfaat buat rekan-rekan sesama pemula dalam berbisnis.

    Wah pertanyaan yang simple tapi berat juga membuat jawaban yang singkat padat dan mengena. Saran saya coba Bu Roslina pakai rumus ATM : Amati, Tiru, dan Modifikasi usaha yang sudah ada di sekitar Bu Roslina dan tinggal ditiru dan dimodifikasi sesuai kemampuan Bu Roslina

    Salam
    FM

  42. Aida Fitri mengatakan:

    Ass.Wr.Wb,
    Pak Fuad, istri saya saat ini sedang merencanakan buka toko khusus jualan Jilbab
    Yang ingin saya tanyakan: kami merencanakan akan menyewa satu ruang usaha di salah satu mall… apakah rencana ini tepat ? karena kami masih belum punya pengalaman buka usaha. Disamping spesialisasi khusus jualan jilbab (hanya satu merek), bagaimana kalau dibarengkan dengan jualan busana muslim yang juga satu merek yang sudah terkenal saja ?.

    Wass wr wb
    Aaf

  43. Fuad Muftie mengatakan:

    Pak Aida, saya kita tepat saja sekarang buka toko jilbab di Mall. Banyak koq contohnya. Bapak tinggal Amati Tiru dan Modifikasi toko2 yang Bapak bisa temui di Mall-mall.

    Untuk memulai usaha tidak butuh pengalaman Pak. yang penting mau belajar dari pengalaman orang lain. Semoga sukses.

    Salam
    FM

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 128 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: