<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jadi Pengusaha Yuk!</title>
	<atom:link href="http://fuadmuftie.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fuadmuftie.wordpress.com</link>
	<description>Cobalah buka usaha sendiri, anda akan memasuki dunia yang menakjubkan ...</description>
	<pubDate>Wed, 14 May 2008 03:50:29 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Ketika Harga-Harga Mulai Merangkak Naik</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/05/14/ketika-harga-harga-mulai-merangkak-naik/</link>
		<comments>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/05/14/ketika-harga-harga-mulai-merangkak-naik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 May 2008 03:50:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengusaha]]></category>

		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[harga]]></category>

		<category><![CDATA[toko addina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/05/14/ketika-harga-harga-mulai-merangkak-naik/</guid>
		<description><![CDATA[Ada dua isu yang cepat sekali mempengaruhi kenaikan harga barang-barang, yaitu isu kenaikan harga BBM dan kenaikan gaji PNS. Seperti yang terjadi sekarang, belum juga harga BBM dinaikkan, tapi harga barang-barang lainnya sudah duluan menyesuaikan diri. Kalau penjual ditanya kenapa harga naik?, jawabanya: kan BBM juga mau naik. Nggak logis sich sebenarnya, tapi begitulah yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada dua isu yang cepat sekali mempengaruhi kenaikan harga barang-barang, yaitu isu kenaikan harga BBM dan kenaikan gaji PNS. Seperti yang terjadi sekarang, belum juga harga BBM dinaikkan, tapi harga barang-barang lainnya sudah duluan menyesuaikan diri. Kalau penjual ditanya kenapa harga naik?, jawabanya: kan BBM juga mau naik. Nggak logis sich sebenarnya, tapi begitulah yang terjadi di pasar.</p>
<p>Kenaikan harga juga mulai terjadi pada produk-produk jilbab dan busana muslim. Beberapa produsen sudah memberikan daftar harga terbarunya. Ada beberapa produsen sudah ngomong akan menaikkan harganya beberapa hari atau beberapa minggu ke depan. Dan pasti ada beberapa produsen / suplier yang tidak memberitahu kalau harganya akan naik, tahu-tahu harga sudah naik. Sebagiannya lagi, Alhamdulillah masih tetap dengan harga lama (tapi tidak tahu nantinya kan?).</p>
<p>Ada dua reaksi pada diri kami yang bisa kami identifikasi dengan adanya isu kenaikan harga beberapa produk. </p>
<p><b>Pertama</b>: reaksi spontan &quot;ala Indonesia&quot; yaitu keinginan untuk memperbanyak stok (menimbun) barang dengan label harga lama. Tujuan jangka pendeknya adalah untuk mengoptimalkan uang belanja karena belanja dengan harga yg lebih murah akan dapat barang lebih banyak. Selain itu kalau nanti produknya laku dengan label harga baru, akan dapat margin keuntungan yang lebih besar.</p>
<p>Untuk melakukan ini, pastinya dibutuhkan modal yang banyak. Bahayannya, dengan adanya sifat rakus pada diri manusia, akan muncul kecenderungan mengambil barang sebanyak-banyaknya yang belum tentu dibutuhkan atau belum tentu bisa laku cepat nantinya. Apalagi produk garment kan berbeda dengan produk komoditas / sembako yang hampir bisa dipastikan bisa cepat laku nantinya. Hal ini bisa banyak menyedot modal. Hati-hati &#8230;.!!!.</p>
<p><b>Kedua</b> : munculnya kekhawatiran, jangan-jangan nanti penjualan akan menurun setelah harga dinaikkan. Alasan pembenarannya: dengan harga-harga barang naik, sementara daya beli pelanggan masih tetap atau bahkan menurun, maka mereka akan memprioritaskan pembelian barang-barang kebutuhan pokok dulu. Produk garmen untuk mendukung gaya hidup akan dikesampingkan dulu.</p>
<p>Nah, itu dua reaksi spontannya. Setelah muncul reaksi spontan baru dipikir-pikir dan ditimbang-timbang lagi untuk mengambil tindakan berikutnya.</p>
<p>Untuk menumpuk dan menimbun barang dagangan, mesti selektif. Tidak semua barang yang akan naik harganya perlu ditimbun. Hanya barang-barang yang sudah terbukti laris selama ini layak untuk ditambah stoknya. Tentunya sesuaikan saja dengan dana yang ada, tidak perlu berlebihan menimbun barang.</p>
<p>Tentang keinginan mendapatkan margin keuntungan dari harga beli lama vs harga jual baru tidak menjadi prioritas utama. Prioritas tetap untuk mengoptimalkan pelayanan bagi pelanggan dengan cara menyediakan barang yang kira-kira benar-benar dibutuhkan. Lebih baik fokus ke jangka panjangnya saja, daripada terbelenggu pada keinginan mendapatkan keuntungan sesaat.</p>
<p>Untuk mengatasi kekhawatiran penurunan penjualan, kami harus lebih fleksibel menyediakan barang dagangan. Ada kemungkinan barang yang tadinya laris, setelah harganya naik menjadi tidak laris, karena tidak cocok lagi dengan segment pasar. Hal ini perlu dicari alternatifnya, mungkin dengan menyediakan produk yang lebih murah. Sama seperti dulu di Glodok, sebelum krisis banyak dijual produk elektronika dari Jepang, setelah krisis dan daya beli menurun, Glodok juga menyesuaikan diri dengan menjual produk elektronika dari China yang lebih murah.</p>
<p>Yang jelas kami tetap yakin, meskipun harga-harga merangkak naik, kebutuhan akan jilbab dan busana muslim tetap tinggi, karena termasuk dalam kebutuhan dasar manusia yaitu &quot;sandang&quot;. Apalagi sifat masyarakat Indonesia yang &#8216;cepat lupa&#8217; atau &#8216;ingatannya pendek&#8217;, kalau ada masalah gemuruhnya kemana-mana tapi tidak lama kemudian semua kembali ke kondisi sedia kala.</p>
<p>Ditambah lagi, tidak terasa Ramadhan dan Iedul Fitri tinggal berapa bulan lagi, tetap harus bersiap-siap menyambutnya. Tetap fokus dan tetap fleksibel itu mungkin kuncinya.</p>
<p>Salam FUNtastic &amp; Merdeka!</p>
<p>Fuad Muftie<br />
© 2008, <a href="http://fuadmuftie.wordpress.com/">http://fuadmuftie.wordpress.com/</a><br />
@ <b>Toko Addina</b>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731<br />
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll</p>
<p><b><font color="#ff0000">&quot;Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!&quot;</font></b></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fuadmuftie.wordpress.com/164/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fuadmuftie.wordpress.com/164/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadmuftie.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadmuftie.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadmuftie.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadmuftie.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadmuftie.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadmuftie.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadmuftie.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadmuftie.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadmuftie.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadmuftie.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=164&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/05/14/ketika-harga-harga-mulai-merangkak-naik/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/fuadmuftie-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Fuad Muftie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kapan Mau Buka Toko Addina Yang Kedua?</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/05/09/kapan-mau-buka-toko-addina-yang-kedua/</link>
		<comments>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/05/09/kapan-mau-buka-toko-addina-yang-kedua/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 May 2008 09:20:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[Pengusaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/05/09/kapan-mau-buka-toko-addina-yang-kedua/</guid>
		<description><![CDATA[Saya beberapa kali mendapat pertanyaan seperti itu. Dalam hati sih pingin banget bisa punya dua, tiga, sepuluh, atau seratus toko sekaligus. Logikanya kalau sudah bisa buka toko pertama dan bisa jalan, tentu lebih mudah lagi membuka toko kedua dan seterusnya, begitu kan?. Makanya kalau ada yang nanya seperti itu, biasanya sich saya jawab, &#8220;insyaAlloh, do&#8217;akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya beberapa kali mendapat pertanyaan seperti itu. Dalam hati sih pingin banget bisa punya dua, tiga, sepuluh, atau seratus toko sekaligus. Logikanya kalau sudah bisa buka toko pertama dan bisa jalan, tentu lebih mudah lagi membuka toko kedua dan seterusnya, begitu kan?. Makanya kalau ada yang nanya seperti itu, biasanya sich saya jawab, &#8220;insyaAlloh, do&#8217;akan ya.&#8221;</p>
<p>Tapi, untuk saat ini pembukaan toko Addina yang kedua belum menjadi prioritas saya. Disamping karena terbatasnya SDM dan belum memadainya sistem di toko pertama, juga karena belum menjadi tujuan utama saya untuk banyak-banyak membuka toko.</p>
<p>Saya jadi ingat waktu mendapat kesempatan mentoring dengan Action Coach, saya diminta membuat rencana / mimpi lima tahun kedepan. Dan saya masih menyimpan catatannya, prioritas pertama saya bukanlah membuka banyak toko melainkan membesarkan Toko Addina. Alhamdulillah satu tahun berjalan, Toko Addina sudah bisa pindah ke lokasi yang lebih luas dan lebih besar. Tinggal melanjutkan saja.</p>
<p>Ini sebenarnya terkait dengan strategi yang ingin kita ambil, kita pilih, dan kita yakini bisa kita jalankan. Ada yang pernah mengajari saya bahwa strategi pengembangan bisnis ada dua kelompok: mau <b>melebar</b> atau <b>mendalam</b>. Nah pengembangan toko dengan cara memperbanyak atau menambah toko atau cabang termasuk dalam strategi <b>melebar</b>.</p>
<p>Untuk sementara ini yang ingin saya jalani adalah strategi <b>mendalam</b>. Saya ingin fokus dulu di satu toko sambil terus mengamati dan mempelajari sistem dan produk-produk yang bisa laku di toko sesuai pasar yang kami tuju. Selain itu saya ingin menambah dan melengkapi lini produk yang bisa dijual di toko. Salah satu pertimbangannya karena masih banyak ruang di ruko yang belum optimal dimanfaatkan.</p>
<p>Alhamdulillah strategi fokus di satu toko dulu, sampai saat ini masih berjalan baik. Produk yang kami tawarkan di toko juga mulai beragam. Yang tadinya hanya fokus di jilbab doang, perlahan-lahan produk unggulan bertambah di busana muslim anak, kaos muslimah, busana muslimah, dan aksesoris. Bahkan sekarang ada tambahan satu produk yang sangat laku yaitu produk-produk herbal, sampai-sampai sering kehabisan stok. Ada lagi satu produk yang saya pikir bisa melengkapi toko yaitu produk kosmetik karena pass dan cocok segment-nya, cuma saat ini belum dapat supliernya. </p>
<p>Kalau bicara resiko, dengan hanya mengandalkan satu toko boleh dibilang resikonya tinggi. Karena sekali omset toko turun, maka tidak ada backup dari toko lain. Tapi kalau saya pikir-pikir, apalagi sebagai pemula bisnis, strategi satu toko memiliki fleksibilitas dan kecepatan untuk mengubah-ubah strategi.</p>
<p>Seperti yang saya dengar dari Pak <a href="http://nur-alam.blogspot.com/">Nur Alam</a>, tentang toko jilbabnya yang untuk sementara diistirahatkan, dan akan di relauncing lagi dengan wajah yang baru. Toko Kasafa milik Pak Nur Alam yang semula fokus di jilbab dan busana muslim, karena respon pasar kurang bagus, sekarang akan digeser untuk menjual busana dan perlengkapan bayi / anak. Ini memberi pelajaran bagi saya sebagai pemula untuk benar-benar memperkuat satu toko dulu dan menjaga fleksibilitas. Tidak ada yang benar dan salah sich dalam memilih suatu strategi, yang penting PROSES dan HASILnya. </p>
<p>Saya sendiri memutukan untuk mengambil strategi <b>mendalam</b>, karena waktu awal membuka usaha saya banyak mencontoh dan terinsipirasi dari Bursa Muslimah Raihan milik <a href="http://mukhlisukses.blogspot.com/">Pak Mukhlisin</a> di Rawamangung. Satu toko, di sebuah rumah, di gang kecil, buat parkir saja susah, tapi bisa eksis dan besar serta produk-produknya lengkap. Sangat inspiratif&#8230;.</p>
<p>Kalau satu toko sudah kuat dan kokoh, maka duplikasi / penggandaan ke toko-toko berikutnya, kemungkinan akan memberikan hasil yang lebih optimal.</p>
<p>Jadi kapan mau buka Toko Addina yang kedua?&#8230;<br />
-&gt; &#8220;insyaAlloh, do&#8217;akan ya.&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Salam FUNtastic &amp; Merdeka!</p>
<p>Fuad Muftie<br />
© 2008, <a href="http://fuadmuftie.wordpress.com/">http://fuadmuftie.wordpress.com/</a><br />
@ <b>Toko Addina</b>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731<br />
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll</p>
<p><b><font color="#ff0000">&#8220;Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!&#8221;</font></b></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fuadmuftie.wordpress.com/163/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fuadmuftie.wordpress.com/163/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadmuftie.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadmuftie.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadmuftie.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadmuftie.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadmuftie.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadmuftie.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadmuftie.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadmuftie.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadmuftie.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadmuftie.wordpress.com/163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=163&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/05/09/kapan-mau-buka-toko-addina-yang-kedua/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/fuadmuftie-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Fuad Muftie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>OOT : Nginep di Jalanan Bandung</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/05/08/oot-nginep-di-jalanan-bandung/</link>
		<comments>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/05/08/oot-nginep-di-jalanan-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 05:47:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[InterMezo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Ini cerita seminggu yang lalu, Jumat 2 Mei 2008, demi mengejar stok dan momen  awal bulan, kami bela-belain malam-malam pergi ke Bandung. Karena biasanya di  pekan pertama awal bulan toko akan ramai, maka kami perlu memastikan stok barang  memadai dan mencukupi. Untuk itulah, daripada menunggu kiriman barang dari salah  satu suplier [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ini cerita seminggu yang lalu, Jumat 2 Mei 2008, demi mengejar stok dan momen  awal bulan, kami bela-belain malam-malam pergi ke Bandung. Karena biasanya di  pekan pertama awal bulan toko akan ramai, maka kami perlu memastikan stok barang  memadai dan mencukupi. Untuk itulah, daripada menunggu kiriman barang dari salah  satu suplier di Bandung, mending jemput sendiri saja, sehingga saya berharap  keesokan harinya (Sabtu-Minggu) bisa mendapatkan momentum penjualan yang pass  dan tepat.</p>
<p>Kebetulan Jumat malam (2 Mei) kemarin juga bertepatan acara <a href="http://adi-prayitno.blogspot.com/2008/05/mastermind-tnme20.html"> Mastermind TNM-E20</a>, terpaksa saya tidak bisa ikutan penuh acara mastermind.  Tepat pukul 09 malam sayapun pamitan dari mastermind, untuk persiapan perjalanan  ke Bandung. Rencananya setibanya di Bandung kami akan menginap di salah satu  penginapan langganan di Pesantren Daarut Tauhid. Perhitungannya sebelum jam 12  malam kami sudah bisa sampai di Bandung.</p>
<p>Tapi karena persiapan yang molor dan harus istirahat cukup lama di KM 57 tol  Cikampek, perhitungan E.T.A-nya meleset. Kami sampai di Bandung sudah jam 1 dini  hari lebih. Memasuki Pesantren DT di penginapan yang saya tuju ternyata sudah  tutup dan tampak sudah penuh. Ada beberapa penginapan lain yang masih buka, cuma  sayangnya rate-nya tinggi. Itung-itung, sayang sekali cuma buat istirahat 3 jam  harus bayar ratusan ribu.</p>
<p>Melihat anak-anak yang sudah lelap tertidur di mobil, saya dan istripun  memutuskan tidur saja di mobil. Mobilpun saya parkir di jalanan pesantren DT dan  ZZZZZZ&#8230;&#8230;..</p>
<p>Subuh kami bangun, sholat dan siap-siap cari sarapan. Jam 8 pagi kami menuju  salah satu suplier untuk mengambil barang. Selesai belanja, perjalanan kami  lanjutkan balik lagi ke Jakarta.</p>
<p>Hmmm&#8230;&#8230; pengalaman yang menarik jadi anak jalanan he.. he.. he..   Kalau saja tidak jadi pedagang mungkin pengalaman seperti ini jarang-jarang bisa  saya alami. Inilah yang namanya dinamika, proses, atau perjuangan dalam  berbisnis. Enjoy aja lagi&#8230;..Yang membahagiakan saya, anak-anak tidak mengeluh  dan bisa menikmati hidup di mobil <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Salam FUNtastic &amp; Merdeka!</p>
<p>Fuad Muftie<br />
© 2008, <a href="../"> http://fuadmuftie.wordpress.com/</a><br />
@ <strong>Toko Addina</strong>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta  Timur, 021-9828 4731<br />
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk  Herbal, dll</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">&#8220;Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!&#8221;</span></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fuadmuftie.wordpress.com/162/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fuadmuftie.wordpress.com/162/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadmuftie.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadmuftie.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadmuftie.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadmuftie.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadmuftie.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadmuftie.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadmuftie.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadmuftie.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadmuftie.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadmuftie.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=162&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/05/08/oot-nginep-di-jalanan-bandung/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/fuadmuftie-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Fuad Muftie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Oleh-oleh dari Pasar Tasik</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/05/07/oleh-oleh-dari-pasar-tasik/</link>
		<comments>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/05/07/oleh-oleh-dari-pasar-tasik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 05:56:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[Pengusaha]]></category>

		<category><![CDATA[Pengusaha dan Milyarder]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan cerita saya kemarin tentang &#8220;Kangen  sama Pasar Tasik&#8220;, saya pingin menceritakan sebagian fenomena di Pasar  Tasik yang saya lihat.
Setiap belanja ke Pasar Tasik, selalu muncul harapan (ekspektasi) untuk  mendapatkan produk-produk baru dan bagus. Umumnya, sebagai salah satu patokannya  adalah keramaian dari kios / counter yang kita datangi. Kalau melihat ada toko [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Melanjutkan cerita saya kemarin tentang &#8220;<a title="Kangen sama Pasar Tasik" rel="bookmark" href="../2008/05/05/kangen-sama-pasar-tasik/">Kangen  sama Pasar Tasik</a>&#8220;, saya pingin menceritakan sebagian fenomena di Pasar  Tasik yang saya lihat.</p>
<p>Setiap belanja ke Pasar Tasik, selalu muncul harapan (ekspektasi) untuk  mendapatkan produk-produk baru dan bagus. Umumnya, sebagai salah satu patokannya  adalah keramaian dari kios / counter yang kita datangi. Kalau melihat ada toko  yang sedang ramai, pasti rasa ingin tahu kita muncul dan penasaran apa yang  membuatnya ramai, jangan-jangan ada produk yang lagi <em>hot</em>.</p>
<p>Dan memang sering terbukti, toko yang tampak ramai, sering menawarkan  produk-produk yang bagus. Tapi tidak selalu toko yang saat itu ramai karena  punya produk bagus, bisa tetap bertahan. Ada yang beberapa waktu kemudian toko  yang tadinya ramai tidak lagi tampak ramai.</p>
<p>Nah waktu kemarin saya kembali datang ke Pasar Tasik, setelah lama sekali  tidak mengunjunginya, saya perhatikan sudah banyak perubahan. Ada yang katanya  sudah tidak jualan lagi di Pasar Tasik. Ada yang masih tetap dan masih sama  seperti yang saya temui dulu. Dan ada yang sudah membesar, dari yang semula  berdagang di counter (kios kecil) sekarang sudah punya kios yang lebih besar,  bahkan ada yang sudah bertambah tokonya (dari semula satu kios sekarang punya  dua kios).</p>
<p>Pelajaran yang bisa diambil, memang itulah gambaran dalam kehidupan kita,  khususnya dalam berbisnis. Ada yang maju, dan ada yang mundur. Kalau kita mau  belajar dari yang maju, kita bisa memahami bahwa keberhasilanya adalah buah dari  proses. Dari beberapa toko yang saya lihat sudah berkembang, salah satu yang  membuat mereka maju adalah mereka mampu terus menawarkan produk-produk yang  laku.</p>
<p>Memang tidak mudah menjalaninya, kami sendiri di toko Addina kadang dapat  barang yang bisa terus laku, tapi kadang juga dapat barang yang laku cuma  sebentar, setelah itu langsung redup. Banyak juga sich yang lama sekali tidak  laku.</p>
<p>Kadang kami juga khawatir dengan produk yang sudah lama bisa terus laku, tapi  tiba-tiba mulai menurun penjualannya. Ini yang dinamakin siklus hidupnya produk.  Kalau kita jeli, kita bisa memprediksikan kapan suatu produk akan redup. Tapi  untuk sekelas saya, belum ketemu itung-itungannya, masih mengandalkan intuisi  saja.</p>
<p>Kalau sedang khawatir begini, saya cuma berpikir, setiap saat pasti ada  trend-nya dan semuanya kan terus berubah, tinggal pinter-pinternya kita memilih  produk. Kalau memang ada produk yang sudah menurun penjualannya, ya siap-siap  saja ditinggalkan walalupun merknya bagus. Begitu juga kita harus tetap open  mind (membuka pikiran) atas masuknya produk-produk baru yang siapa tahu akan  menjadi trend di masa datang, yang akan membawa toko kami terus maju dan  berkembang.</p>
<p>Salam FUNtastic &amp; Merdeka!</p>
<p>Fuad Muftie<br />
© 2008, <a href="../"> http://fuadmuftie.wordpress.com/</a><br />
@ <strong>Toko Addina</strong>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta  Timur, 021-9828 4731<br />
~ Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk  Herbal, dll</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;">&#8220;Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!&#8221;</span></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fuadmuftie.wordpress.com/161/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fuadmuftie.wordpress.com/161/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadmuftie.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadmuftie.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadmuftie.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadmuftie.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadmuftie.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadmuftie.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadmuftie.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadmuftie.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadmuftie.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadmuftie.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=161&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/05/07/oleh-oleh-dari-pasar-tasik/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/fuadmuftie-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Fuad Muftie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kangen sama Pasar Tasik</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/05/05/kangen-sama-pasar-tasik/</link>
		<comments>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/05/05/kangen-sama-pasar-tasik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 May 2008 10:08:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Kamis 1 Mei 2008 kemarin saya dan istri ke Pasar Tasik di Tanah Abang buat belanja. Kesempatan ke Pasar Tasik kemarin menjadi berbeda rasanya, karena tidak terasa sudah lama sekali saya tidak ke Pasar Tasik. Kesempatan kemarin serasa nostalgia saat-saat pertama kali membuka usaha. Karena selama ini urusan belanja ke Pasar Tasik sudah ditangani oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kamis 1 Mei 2008 kemarin saya dan istri ke Pasar Tasik di Tanah Abang buat belanja. Kesempatan ke Pasar Tasik kemarin menjadi berbeda rasanya, karena tidak terasa sudah lama sekali saya tidak ke Pasar Tasik. Kesempatan kemarin serasa nostalgia saat-saat pertama kali membuka usaha. Karena selama ini urusan belanja ke Pasar Tasik sudah ditangani oleh istri dan adik ipar saya.</p>
<p>Saya jadi kangen dengan sapaan-sapaan para penjual di Pasar Tasik yang selalu memanggil pengunjungnya dengan panggilan &quot;Pak Haji&#8230; dan Bu Haji &#8230;&quot;. Saya jadi teringat pertama kali ke Pasar Tasik, suasananya sangat ramai dan penuh sesak karena sudah memasuki bulan Ramadhan di tahun 2006. Saya jadi teringat berbebutan baju koko Uje (yang waktu itu lagi ngetrend) di salah satu toko. Entah berapa kali kami berputar-putar di pasar Tasik, sambil menggendong kantong-kantong barang belanjaan. Berapa kali kami ditabrak porter-porter yang juga berebut jalan yg sudah sempit. Tapi karena kami sangat semangat waktu itu, semua tidak kami rasakan (sebagai penderitaan). Malah keceriaan saat mendapat barang-barang yang bagus.</p>
<p>Saat masuk pasar Tasik kemarin, sepertinya seluruh perasaan dan semangat yang saya miliki saat pertama kali ke Pasar Tasik (tahun 2006) kembali ter-download dan tiba-tiba hadir kembali. Suasana di Pasar Tasik benar-benar memicu kembali semangat saya dalam menjalankan usaha.</p>
<p>Satu insight tersendiri bagi saya, kalau seandainya sedang mengalami kelesuan dan tidak semangat dalam menjalankan usaha, obatnya ternyata mudah. Kalau kita pernah mengalami masa-masa semangat, ternyata semangat itu bisa kembali didatangkan dan dihadirkan pada diri kita. Salah satu caranya kembalilah bernostalgia ke tempat-tempat yang pernah kita kunjungi yang saat kita berkunjung kita sedang penuh semangat. Seperti saya kemarin, tanpa berniat menghadirkan perasaan semangat, ternyata setelah masuk ke Pasar Tasik perasaan semangat tiba-tiba muncul kembali.</p>
<p>Salam FUNtastic &amp; Merdeka!</p>
<p>Fuad Muftie<br />
© 2008, <a href="http://fuadmuftie.wordpress.com/">http://fuadmuftie.wordpress.com/</a><br />
@ <b>Toko Addina</b>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731<br />
&#9658; Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll</p>
<p><font color="#ff0066"><i>&quot;Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!&quot;</i></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fuadmuftie.wordpress.com/160/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fuadmuftie.wordpress.com/160/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadmuftie.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadmuftie.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadmuftie.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadmuftie.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadmuftie.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadmuftie.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadmuftie.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadmuftie.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadmuftie.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadmuftie.wordpress.com/160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=160&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/05/05/kangen-sama-pasar-tasik/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/fuadmuftie-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Fuad Muftie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perubahan, Zona Nyaman, dan Familiarity Factor bagi Pebisnis Pemula</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/04/25/perubahan-zona-nyaman-dan-familiarity-factor-bagi-pebisnis-pemula/</link>
		<comments>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/04/25/perubahan-zona-nyaman-dan-familiarity-factor-bagi-pebisnis-pemula/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 03:12:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[NLP-Mind-etc.]]></category>

		<category><![CDATA[Pengusaha]]></category>

		<category><![CDATA[otak]]></category>

		<category><![CDATA[otak bawah sadar]]></category>

		<category><![CDATA[pebisnis pemula]]></category>

		<category><![CDATA[pikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/04/25/perubahan-zona-nyaman-dan-familiarity-factor-bagi-pebisnis-pemula/</guid>
		<description><![CDATA[Kita harus mengikuti perubahan, karena satu-satunya yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Familiar dengan pepatah ini?
Memang benar dan saya juga setuju kalau kita harus terus melakukan perubahan. Tetapi ternyata tidak semua orang bisa dengan mudah melakukan dan mengikuti perubahan. Ada yang bilang, orang tidak mau berubah karena  sudah nyaman dan berada di comfort [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kita harus mengikuti perubahan, karena satu-satunya yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Familiar dengan pepatah ini?</p>
<p>Memang benar dan saya juga setuju kalau kita harus terus melakukan perubahan. Tetapi ternyata tidak semua orang bisa dengan mudah melakukan dan mengikuti perubahan. Ada yang bilang, orang tidak mau berubah karena  sudah nyaman dan berada di comfort zone. Mereka takut keluar dari zona nyamannya, demikin yang diyakini sebagian orang.</p>
<p>Padahal kenyataannya banyak lho orang yang tidak berada di zona nyaman dan tidak juga mau berubah. Nah lho, gimana tuch??? Mungkin Anda bisa lihat di sekeliling Anda, banyak orang miskin yang hidupnya susah sekali, kemana-mana yang dibawa cuma keluhan. Mereka ingin berubah tapi tidak juga bisa. Apakah mereka berada di zona nyaman? Saya pikir tidak, karena instingnya baru pada tahap survival, hidup atau mati, begitu kira-kira. Nggak nyaman kan?</p>
<p>Terus kalau mereka tidak berada di zona nyaman, sudah ingin berubah, tapi koq nggak bisa, kira-kira kenapa ya? Bahkan dipaksa berubahpun, mereka akan mudah kembali pada kondisi sebelumnya. Atau jangan-jangan meraka sudah nyaman di zona tidak nyamannya?</p>
<p>Barangkali memang demikian, karena manusia (tepatnya otak manusia) suka sekali dengan pola yang teratur. Pola-pola yang teratur inilah yang membuat manusia terjebak pada kehidupan yang tidak diinginkan dan sulit berubah. Pola seperti ini membuat kita familiar dengan kehidupan kita sendiri. Dengan mengikuti pola yang familiar ini, otak bawah sadar kita selalu menerima sinyal bahwa kita aman dan benar-benar bisa survive, terbukti sampai saat ini masih hidup.</p>
<p>Pernah mendengar cerita bagaimana orang miskin yang tiba-tiba dapat undian dan mendadak kaya, tapi tidak lama kemudian jatuh miskin lagi. Ya otak dan neurologi mereka sudah familiar dengan kehidupan miskin, sehingga saat dipaksa jadi orang kaya (OKB) neurologi mereka belum familiar dan ujung-ujungnya kembali ke neurologi yang familiar yaitu pola kehidupan miskin.</p>
<p>Dalam bisnispun demikian, saat akan mengawali suatu usaha, sistem syaraf, pola pikiran, belief sistem dan neurologi kita belum familiar dengan dunia bisnis. Sehingga yang muncul adalah otak bawah sadar kita memproteksi diri kita untuk tetap di pola yang lama. Yang muncul dalam ucapan dan tindakan kita adalah &#8220;<em>berbisnis itu sulit</em>&#8220;, &#8220;<em>berbisnis itu butuh modal banyak, sedangkan saya tidak punya modal</em>&#8220;, &#8220;<em>berbisnis itu gampang rugi, sayang uangnya hanya untuk gambling</em>&#8220;, &#8220;<em>mana bisa bisnis tanpa modal</em>&#8220;, dll. Coba ingat-ingat, familiar dengan pikiran seperti itu?</p>
<p>Nah, agar kita siap memasuki dunia bisnis dan mau mulai mengawali suatu usaha, persiapkan dulu diri kita dengan neurologinya para pengusaha (pola pikiran, pola keyakinan, pola tindakan, dll). Caranya juga mudah dan banyak, bisa dengan belajar langsung kepada pengusaha lain (magang), ikut seminar / workshop, baca buku / artikel, atau langsung memaksa diri terjun berbisnis, dll.</p>
<p>Yang perlu diingat, otak kita bisa memproses suatu kejadian nyata dan kejadian khayalan dengan hasil yang sama. Ada yang bilang otak tidak bisa membedakan mana kejadian nyata dan mana kejadian khayalan. Untuk itu hal ini bisa kita manfaatkan dengan cara sering-seringlah berimajinasi dengan memvisualisasikan diri kita sudah punya toko, punya produk / jasa, punya karyawan, dan berimajinasi sedang mengelola usaha yang kita inginkan. Fokukskan pikiran dengan pertanyaan &#8220;Bagaimana saya bisa segera membuka usaha&#8221;. Dengan membiasakan hal seperti ini, otak dan neurologi kita akan menjadi familiar dengan dunia usaha.</p>
<p>Kalau sudah familiar, indra kita akan mudah menangkap peluang. Dan kalau sudah dapat gambaran suatu peluang, tibalah saatnya mengambil tindakan dengan cepat dan lebih percaya diri (InsyaAlloh).</p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
<p>Salam FUNtastic &amp; MERDEKA!!</p>
<p>Fuad Muftie<br />
© 2008, <a href="../">http://fuadmuftie.wordpress.com/</a><br />
@ <strong>Toko Addina</strong>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731<br />
► Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll</p>
<p><strong><span style="color:#ff0000;"><em>&#8220;Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!&#8221;</em></span></strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fuadmuftie.wordpress.com/159/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fuadmuftie.wordpress.com/159/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadmuftie.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadmuftie.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadmuftie.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadmuftie.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadmuftie.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadmuftie.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadmuftie.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadmuftie.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadmuftie.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadmuftie.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=159&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/04/25/perubahan-zona-nyaman-dan-familiarity-factor-bagi-pebisnis-pemula/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/fuadmuftie-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Fuad Muftie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membingkai Ulang Persoalan Bisnis</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/04/21/membingkai-ulang-persoalan-bisnis/</link>
		<comments>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/04/21/membingkai-ulang-persoalan-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 07:12:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[Pengusaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Kita manusia memang penuh masalah. Apapun bisa jadi masalah. Bahkan masalah sebenarnya adalah sering kita mempermasalahkan hal-hal yang tidak perlu dipermasalahkan  he.. he.. he.. bingung nggak? Makanya&#8230; karena manusia itu penuh masalah muncullah orang-orang yang bisa mengatasi masalah, salah satunya adalah pengusaha alias entrepreneur.
Kalau mau jeli memperhatikan, hadirnya para pengusaha adalah untuk memecahkan masalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kita manusia memang penuh masalah. Apapun bisa jadi masalah. Bahkan masalah sebenarnya adalah sering kita mempermasalahkan hal-hal yang tidak perlu dipermasalahkan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> he.. he.. he.. bingung nggak? Makanya&#8230; karena manusia itu penuh masalah muncullah orang-orang yang bisa mengatasi masalah, salah satunya adalah pengusaha alias entrepreneur.</p>
<p>Kalau mau jeli memperhatikan, hadirnya para pengusaha adalah untuk memecahkan masalah yang dihadapi orang lain. Nokia muncul untuk mengatasi masalah komunikasi. Asia Air muncul untuk mengatasi (sebagian) masalah transportasi. Kang Ucup juga hadir menjajakan pisang goreng untuk mengatasi masalah / kemalasan kita menggoreng sendiri pisangmolen. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi lucunya, sebagai agen untuk mengatasi masalah, pengusaha juga selalu diliputi masalah. Masalah modal, masalah pemasaran, masalah persaingan, masalah hutang piutang, masalah karyawan, wuih.. pokoknya seabreg kalau mau diinventarisir.</p>
<p>Memang dalam mengelola bisnis, sejak awal memulainya sampai membesarkannya pasti akan dihadapkan pada berbagai persoalan dan masalah. Ibaratnya, masalah dalam bisnis adalah bumbu dari sebuah masakan. Tanpa masalah nggak seru dong bisnisnya.</p>
<p>Karena hadirnya pengusaha adalah untuk mengatasi masalah orang lain, maka harus pinter-pinter dong mengatasi masalah sendiri. Lucukan kalau masalah sendiri tidak bisa diselesaikan, gimana mau membantu mengatasi masalah orang lain.</p>
<p>Kadang memang masalah hadir begitu ringannya sehingga terasa enteng saja kita menghadapinya. Tapi tidak jarang masalah jadi terasa berat sekali dipikul sehingga berlarut-larut.</p>
<p>Nah sebelum masalah menjadi berlarut-larut ada sedikit cara yang mudah danmanjur untuk mengatasi masalah yaitu dengan membingkai ulang masalah. Sama seperti bingkai foto atau lukisan. Foto atau lukisan yang biasa-biasa saja, begitu diberi bingkai akan menjadi sangat indah, menarik, dan punya nilai jual tinggi. Begitupun sesuatu yang kita sebut masalah, kalau kita pinter-pinter membingkainya akan menjadi pelajaran dan ilmu yang sangat bernilai.</p>
<p>Oke, kita ngomongin contoh saja dech. Semingguyang lalu, toko saya kehadiran orang yang sangat baik hati. Orang ini mengingatkan kami agar lebih hati-hati menyimpan uang. Cara dia mengingatkan memang unik, yaitu dengan cara mengambil dompet uang kas toko. Orang sich bilang dia bernama COPET. Lumayan, keuntungan sehari toko kami pindah ke tangan orang tersebut. Kami ikhlaskan saja dompet berikut uang kasnya diambil. Itung-itung sebagai ongkos buat dia karena telah menasehati kami untuk lebih hati-hati menyimpan uang.</p>
<p>Tentu saja istri saya sangat sewot dan mukanya langsung ditekuk. Sinar wajahnya tinggal 2,5 watt. Tidak lupa istri saya langsung celingak-celinguk nyari kambing berwarna hitam. Tentu saja tidak ketemu, lha wong oknum tadi tadi begitu lihainya memindahkan dompet kami. Saya ingatkan untuk tetap tenang, ikhlaskan saja, dan jadikan sebagai pelajaran. Tapi dari bahasa tubuhnya tetap kelihatan istri saya belum legowo.</p>
<p>Setelah tutup toko, saya ingatkan lagi istri saya &#8220;Hei.. ingat nggak tahun lalu kita pernah kehilangan Rp. 500 ribu di kios lama. Dan ingat nggak keesokan harinya omset kios melejit dan kios terus ramai&#8221;. Wajah istri saya mulai berubah. &#8220;Mudah-mudahan kehilangan kali ini akan membawa toko kita semakin ramai. Jadi, sudahlah ikhlaskan saja. InsyaAlloh ada gantinya&#8221;. Istri saya kemudian menimpali &#8220;Untung yang diambil cuma dompet uang recehnya, yang 50ribu-an dan 100 ribu-an aman.&#8221;</p>
<p>Jadi, kejadian pencurian tetap pencurian dan bisa membuat kita stress. Tapi dengan membingkai ulang kejadian bahwa &#8220;copet hadir sebagai pengingat untuk lebih waspada&#8221;, &#8220;Kalau ikhlas akan ada gantinya&#8221;, &#8220;Untung yang diambil cuma uang receh&#8221;, dll maka masalah tidak akan berlarut-larut dan bisa menjadi pelajaran yang bernilai.</p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
<p>Salam FUNtastik &amp; Merdeka!</p>
<p>Fuad Muftie<br />
© 2008, <a href="http://fuadmuftie.wordpress.com/">http://fuadmuftie.wordpress.com/</a><br />
@ <strong>Toko Addina</strong>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731<br />
► Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll</p>
<p><span style="color:#ff0066;"><em>&#8220;Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!&#8221;</em></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fuadmuftie.wordpress.com/158/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fuadmuftie.wordpress.com/158/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadmuftie.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadmuftie.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadmuftie.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadmuftie.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadmuftie.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadmuftie.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadmuftie.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadmuftie.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadmuftie.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadmuftie.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=158&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/04/21/membingkai-ulang-persoalan-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/fuadmuftie-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Fuad Muftie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berdamai Dengan Diri Sendiri</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/04/17/berdamai-dengan-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/04/17/berdamai-dengan-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 06:29:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[InterMezo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Menurut Anda, mungkinkah perekonomian suatu negara akan maju kalau negara itu  selalu berada dalam konflik? Saya pikir kecil sekali kemungkinannya. Karena  energi, tenaga, dan seluruh kekuatan negara tersebut akan tersedot untuk  menghadapi konflik tersebut.
Demikin juga dalam diri kita sendiri, kita akan sulit untuk maju dan sukses,  kalau kita masih menyimpan konflik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Menurut Anda, mungkinkah perekonomian suatu negara akan maju kalau negara itu  selalu berada dalam konflik? Saya pikir kecil sekali kemungkinannya. Karena  energi, tenaga, dan seluruh kekuatan negara tersebut akan tersedot untuk  menghadapi konflik tersebut.</p>
<p>Demikin juga dalam diri kita sendiri, kita akan sulit untuk maju dan sukses,  kalau kita masih menyimpan konflik dalam diri kita sendiri. Bentuknya bisa  seperti kita punya keinginan tapi ditolak oleh sistem keyakinan sendiri. Kita  punya niat baik tapi dilawan oleh akal sehat kita. Kita ingin maju tapi tertahan  oleh rasa aman diri sendiri. dll dsb. Dan hal seperti ini sangat menguras energi  kita kan?</p>
<p>Untuk mengecek adanya konflik ini, perhatikan saja internal dialog kita.  Apakah internal dialog kita membantu kita untuk maju atau malah terus beradu  argumen. Sering lho tanpa kita sadari kita larut dalam adu argumen dan berantem  dengan diri sendiri. Semakin kita layani semakin banyak energi yang terbuang.</p>
<p>Apalagi dalam berbisnis, mudah sekali bertemu situasi yang memicu perang  bathin kan? Beda pendapat dengan partner bisnis, dengan karyawan, dengan  suplier, atau  dengan pelanggan, suka terus-terusan terbawa ke perasaan.  Nah untuk itu penting juga untuk mengetahui jurus-jurus untuk berdamai dengan  diri sendiri.</p>
<p>Salah satu cara yang saya peroleh agar bisa mendamaikan konflik internal kita  adalah dengan berusaha untuk <strong>menerima diri sendiri apa adanya</strong>. <strong> Penerimaan diri</strong> sudah banyak digunakan dalam berbagai teknik pengembangan  diri seperti Sedona, EFT (penerimaan diri plus tapping), Quantum Ikhlas, dll,  dan terbukti efektif.</p>
<p>Cara yang termudah, kalau ada internal dialog yang negatif, tidak perlu  dilawan, ucapkan saja &#8220;<em>terimakasih atas pikiran ini, terimakasih atas  kritikannya, saya menerima diri saya apa adanya, dan saya lebih memilih untuk  tenang, cool, peace, dan rilex</em>&#8220;. Awalnya mungkin akan terasa aneh dan akan  ada resistensi. Kalau muncul resistensi dan penolakan kembali ucapkan &#8220;<em>terimakasih,  saya menerima penolakan ini, dan saya memilih untuk tenang</em>&#8220;. Apapun  responnya kalau masih negatif ulangi lagi pernyataan-pernyataan penerimaan diri  tersebut.</p>
<p>Kalau masih juga <em>ngeyel</em> gunakan Mantra ala Bandler untuk membungkam  percakapan internal. Mantranya sederhana saja yaitu &#8220;SHUT THE F**K UP!!!&#8221;  Silahkan terjemahkan sendiri.</p>
<p>Setelah berdamai, barulah mulai ajak diri kita untuk mencari solusi dan  jawaban dan lakukan dialog yang lebih memberdayakan. Caranya juga mudah saja,  ajukan saja pertanyaan-pertanyaan yang bermutu dengan pertanyaan &#8220;Bagaimana?&#8221;.  &#8220;Bagaimana saya bisa segera punya bisnis, meskipun belum punya waktu?&#8221;.  &#8220;Bagaimana biar bisa begini, begitu&#8230;&#8221;. Ingat otak kita selalu mencari jawaban  atas sebuah pertanyaan dan ingat bahwa otak bawah sadar kita adalah gudang  informasi yang terlengkap pada diri kita!</p>
<p>Hindari pertanyaan &#8220;Kenapa, mengapa?&#8221; karena akan kembali mengungkit dan  memicu dialog yang negatif dan tidak memberdayakan.</p>
<p>Mungkin tips ini kelihatan aneh dan menggelikan, tapi itulah faktanya, setiap  saat kita selalu ngomong sendiri di batin kita (bahasa jawanya: Mbatin). Tinggal  kita yang memilih mau berdialog yang produktif dan memberdayakan atau dialog  yang menjerumuskan. The choice is yours.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p>Salam FUNtastik &amp; Merdeka!</p>
<p>Fuad Muftie<br />
© 2008, <a href="../"> http://fuadmuftie.wordpress.com/</a><br />
@ <strong>Toko Addina</strong>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta  Timur, 021-9828 4731<br />
► Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk  Herbal, dll</p>
<p><span style="color:#ff0066;"><em>&#8220;Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!&#8221;</em></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fuadmuftie.wordpress.com/157/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fuadmuftie.wordpress.com/157/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadmuftie.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadmuftie.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadmuftie.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadmuftie.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadmuftie.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadmuftie.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadmuftie.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadmuftie.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadmuftie.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadmuftie.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=157&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/04/17/berdamai-dengan-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/fuadmuftie-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Fuad Muftie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengoptimalkan Penggunaan HP</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/04/16/mengoptimalkan-penggunaan-hp/</link>
		<comments>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/04/16/mengoptimalkan-penggunaan-hp/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 05:48:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pengusaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Selama ini bagi saya HP masih berfungsi sebagaimana awalnya HP muncul yaitu buat nelpon, nerima telpon, dan SMS-an. Sesekali saya gunakan untuk modem buat narik email, menyimpan catatan kecil, dan sebagai reminder. Untuk itu, saya cukup puas menggunakan Nokia CDMA 2115i yang lumayan handal.
Sejak berganti HP beberapa bulan lalu menjadi Nokia CDMA 6275i, fungsi HP [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Selama ini bagi saya HP masih berfungsi sebagaimana awalnya HP muncul yaitu buat nelpon, nerima telpon, dan SMS-an. Sesekali saya gunakan untuk modem buat narik email, menyimpan catatan kecil, dan sebagai reminder. Untuk itu, saya cukup puas menggunakan Nokia CDMA 2115i yang lumayan handal.</p>
<p>Sejak berganti HP beberapa bulan lalu menjadi Nokia CDMA 6275i, fungsi HP mulai bertambah yaitu untuk mengambil foto dan iseng-iseng untuk ngecek koordinat suatu lokasi karena ada fasilitas GPS.</p>
<p>Saya tahu 6275i bisa diinstal berbagai aplikasi, tapi belum ada minat buat nyari-nyari aplikasi. Pikiran saya mulai berubah saat dihadapkan dalam kondisi harus antri atau menunggu. Waktu-waktu seperti ini, saya cuma bisa main-main game standar di HP. Tapi pikiran saya bilang &#8220;halah mainan gini kan cuma buang waktu, kenapa nggak dimanfaatkan lebih produktif lagi&#8221;.</p>
<p>Sebenarnya bisa saja buat mendengarkan audiobook atau musik, tapi saya tidak nyaman menggunakan headphone di tempat-tempat umum.</p>
<p>Sayapun ingin HP saya bisa untuk membaca ebook. Ternyata belum ada aplikasi 6275i yang bisa buat membaca ebook format pdf. Buat membaca html pun cuma bisa secara online, browsernya belum bisa membaca file html yang tersimpan di memori HP secara offline.</p>
<p>Akhirnya saya menemukan aplikasi <a href="http://www.getjar.com/products/14619/MTextReader">MTextReader</a> yang bisa jalan di HP N6275i. Cuma aplikasi ini hanya bisa membaca file text (.txt) saja. Tapi saya bersyukur, sekarang waktu luang saya bisa lebih bermanfaat untuk menimba ilmu dengan membaca ebook / artikel-artikel bisnis dan pengembangan diri. Hitung-hitung untuk investasi di leher ke atas (Otak).</p>
<p>Akhirnya HP saya bisa saya optimalkan untuk mengupgrade otak saya, suatu investasi yang tidak ternilai harganya. Meskipun harus dengan terlebih dulu meng-convert file-file yang ingin dibaca ke dalam format text.</p>
<p>Dengan kapasitas memory kurang lebih 256MB sangat banyak artikel dan ebook yang bisa disimpan di HP. Sekarang serasa membawa perpustakaan di genggaman. Dan waktu-waktu yang selama ini terasa cuma terbuang, sekarang bisa lebih produktif lagi.</p>
<p>Cuma sayang, kalau sering baca, batterainya jadi cepat habis.</p>
<p>Atau ada pembaca yang punya saran lebih baik lagi??</p>
<p>Salam FUNtastic dan Merdeka!</p>
<p>Fuad Muftie<br />
© 2008, <a href="http://fuadmuftie.wordpress.com/">http://fuadmuftie.wordpress.com/</a><br />
@ <strong>Toko Addina</strong>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731<br />
► Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll</p>
<p><span style="color:#ff0066;"><em>&#8220;Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!&#8221;</em></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fuadmuftie.wordpress.com/156/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fuadmuftie.wordpress.com/156/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadmuftie.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadmuftie.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadmuftie.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadmuftie.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadmuftie.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadmuftie.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadmuftie.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadmuftie.wordpress.com/156/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadmuftie.wordpress.com/156/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadmuftie.wordpress.com/156/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=156&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/04/16/mengoptimalkan-penggunaan-hp/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/fuadmuftie-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Fuad Muftie</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengasah Intuisi Bisnis</title>
		<link>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/04/11/mengasah-intuisi-bisnis/</link>
		<comments>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/04/11/mengasah-intuisi-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 01:30:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fuad Muftie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fuadmuftie.wordpress.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu keluhan pengusaha pemula dan calon pengusaha adalah tidak punya  jiwa bisnis dan tidak punya intuisi bisnis. Apa memang demikin, untuk memulai  bisnis harus punya jiwa dan intuisi bisnis dulu? Saya pikir tidak demikian.
Kemampuan berbisnis bukanlah gen bawaan orang tua atau berdasarkan keturunan.  Bisnis menurut saya adalah skill dan seni. Skill [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Salah satu keluhan pengusaha pemula dan calon pengusaha adalah tidak punya  jiwa bisnis dan tidak punya intuisi bisnis. Apa memang demikin, untuk memulai  bisnis harus punya jiwa dan intuisi bisnis dulu? Saya pikir tidak demikian.</p>
<p>Kemampuan berbisnis bukanlah gen bawaan orang tua atau berdasarkan keturunan.  Bisnis menurut saya adalah skill dan seni. Skill karena memang kemampuan  berbisnis bisa dipelajari dan bisa diajarkan / ditularkan kepada orang lain.  Sama seperti skill kita membaca, menulis, dan berhitung, itu semua bisa  dipelajari dan diajarkan. Bisnis  juga seni karena memang ada unsur-unsur  emosi, keindahan, dan itu tadi adanya intuisi yang berperan di dalamnya.</p>
<p>Umumnya bagi pemula bisnis akan mengalami gagap dalam menyikapi situasi  bisnis. Belum bisa membaca situasi dan membaca peluang, itu sebagian contohnya.  Di taraf ini, intuisi sepertinya belum banyak berperan. Padahal di awal-awal  berbisnis itulah intuisi kita mulai terlatih. Bagaimana mencocokkan produk  dengan kemauan pelanggan, bagaimana menata barang dagangan, dan bagaimana  berpromosi, awalnya akan merasa kaku dan cenderung mengarah ke teks book saja.</p>
<p>Tapi saya yakin bagi yang sudah lama berbisnis, setelah masa awal ini akan  mulai mengerti peran intuisi atau bisikan bathin yang mulai terlatih. Memilih  barang dagangan misalnya akan lebih mudah setelah punya pengalaman dan jam  terbang yang lebih tinggi. Tapi tetap ingat, perhitungan logis dan akal sehat  tetap diperlukan. Itu jug anugrah yang harus disyukuri dan harus digunakan  secara seimbang.</p>
<p>Perlu juga dipahami bahwa intuisi boleh dibilang merupakan bagian dari kerja  otak bawah sadar. Dan menurut beberapa literatur otak bawah sadar merupakan  gudang informasi yang lengkap dan punya kemampuan lebih dari 80% dari kemampuan  otak kita. Jadi saya pikir wajar untuk mulai memperhatikan peran yang 80% tadi.</p>
<p>Nah berikut ini saya ingin berbagi sedikit cara bagaimana mengasah intuisi  ala Fuad Muftie berdasar pengalaman dan dari beberapa literatur. Mohon maaf  kalau tidak lengkap, silahkan lengkapi sendiri berdasarkan pengalaman Anda.</p>
<p><strong># Tips 1 #</strong></p>
<p>Mulai sadari adanya diri anda yang lain di dalam diri anda sendiri (halah..  bingung nggak?)</p>
<p>Intinya begini, sadar tidak sadar kita sering berdialog dengan diri sendiri.  Iya kan, hayo ngaku aja! Contoh:</p>
<p>Fuad 1 : &#8220;Hmm ini barang bagus banget, boleh juga nich buat ngisi toko&#8221;</p>
<p>Fuad 2 : &#8220;Tapi harganya kan mahal, emang dg harga segitu bisa laku di toko?&#8221;</p>
<p>Fuad 1 : &#8220;Nggak apa-apa lah beli sedikit dulu, dicoba kan nggak ada salahnya&#8221;</p>
<p>Fuad 2 : &#8220;Ach tapi sayang, mending uangnya buat beli yang lain, yang sudah  jelas laku&#8221;.</p>
<p>Kurang lebih begitu kan? Makanya pertama-tama, sadari dulu kalau kita punya  dialog seperti itu. Pelan-pelan coba kontrol dan ajak dialog yang lebih terarah,  tidak melompat-lompat. Misalnya:</p>
<p>Fuad 1 : &#8220;Barangnya sich bagus, tapi harganya mahal&#8221;</p>
<p>Fuad : &#8220;Oke, barangnya memang bagus, dan harganya memang mahal, terus baiknya  gimana?&#8221;</p>
<p>Lalu coba dengarkan apa jawaban Fuad 1, atau mungkin yang akan menjawab  adalah Fuad 2 atau Fuad 3. Kalau ada jawaban, ucapkan terimakasih, sebagai  ungkapan penghargaan bagi alam bawah sadar kita.</p>
<p>Tetapi kalau nggak ada jawaban ucapkan terimakasih juga atas masukan  sebelumnya dan mohon kepada alam bawah sadar kiranya berkenan memberi jawaban.</p>
<p>Latihan seperti ini bisa dilakukan setiap saat, tidak hanya dalam kondisi  sedang berbisnis. Saat memilih makanan misalnya, coba lakukan dialog dalam diri  makanan apa yang akan dipilih. Saat memilih baju yang akan dipakai, lakukan  dialog dalam diri, baju mana yang akan dipakai. Pokoknya dalam setiap  kesempatan, lakukan dialog yang terarah, daripada bisikan-bisikan tersebut  muncul secara liar.</p>
<p>Perlu juga disadai, alam bawah sadar adalah sahabat kita yang paling dekat  dan paling setia. Sama seperti kita, semakin dia diperhatikan dia akan semakin  cinta pada kita, dan disaat-saat kira merasa sulit dia akan memberi  solusi-solusi yang kita namakan intuisi.</p>
<p><strong># Tips 2 #</strong></p>
<p>Kalau kita sedang berinteraksi dengan orang lain, mulai sadari bahwa dalam  komunikasi, pesan verbal (ucapan) cuma berperan 3%, yang 97% adalah bahasa tubuh  dan intonasinya.</p>
<p>Kalau kita menanyakan kualitas produk kepada penjual, hampir bisa dipastikan  mereka akan mengatakan produknya bagus. Tapi bahasa tubuhnya dan intonasinya  tidak akan berbohong. Alam bawah sadar selalu jujur sehingga alam bawah  sadarnyalah yang membuat bahasa tubuhnya tidak kongruen dengan ucapannya.  Percayai bahasa tubuh dan intonasinya karena itu 97% dari komunikasi.</p>
<p>Cuma repotnya kalau ketemu penjual yang sudah terbiasa bohong, agak sedikit  butuh jam terbang untuk bisa mengungkap mereka jujur atau bohong. Karena  bagaimanapun bahasa tubuh orang berkata benar dan berkata bohong tetap akan  kelihatan bedanya.</p>
<p>Kurang lebih demikian, tips kali ini, mudah-mudahan bermanfaat dan mohon  dengan sangat jika ada yang punya tips yang lebih jitu mbok ya di bagi-bagi.</p>
<p>Salam FUNtastic &amp; Merdeka!</p>
<p>Fuad Muftie<br />
© 2008, <a href="../"> http://fuadmuftie.wordpress.com/</a><br />
@ <strong>Toko Addina</strong>, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta  Timur, 021-9828 4731<br />
► Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk  Herbal, dll</p>
<p><span style="color:#000080;"><em>&#8220;Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!&#8221;</em></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fuadmuftie.wordpress.com/155/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fuadmuftie.wordpress.com/155/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fuadmuftie.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fuadmuftie.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fuadmuftie.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fuadmuftie.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fuadmuftie.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fuadmuftie.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fuadmuftie.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fuadmuftie.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fuadmuftie.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fuadmuftie.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fuadmuftie.wordpress.com&blog=525172&post=155&subd=fuadmuftie&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fuadmuftie.wordpress.com/2008/04/11/mengasah-intuisi-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/fuadmuftie-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Fuad Muftie</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>