Salah satu keluhan pengusaha pemula dan calon pengusaha adalah tidak punya jiwa bisnis dan tidak punya intuisi bisnis. Apa memang demikin, untuk memulai bisnis harus punya jiwa dan intuisi bisnis dulu? Saya pikir tidak demikian.
Kemampuan berbisnis bukanlah gen bawaan orang tua atau berdasarkan keturunan. Bisnis menurut saya adalah skill dan seni. Skill karena memang kemampuan berbisnis bisa dipelajari dan bisa diajarkan / ditularkan kepada orang lain. Sama seperti skill kita membaca, menulis, dan berhitung, itu semua bisa dipelajari dan diajarkan. Bisnis juga seni karena memang ada unsur-unsur emosi, keindahan, dan itu tadi adanya intuisi yang berperan di dalamnya.
Umumnya bagi pemula bisnis akan mengalami gagap dalam menyikapi situasi bisnis. Belum bisa membaca situasi dan membaca peluang, itu sebagian contohnya. Di taraf ini, intuisi sepertinya belum banyak berperan. Padahal di awal-awal berbisnis itulah intuisi kita mulai terlatih. Bagaimana mencocokkan produk dengan kemauan pelanggan, bagaimana menata barang dagangan, dan bagaimana berpromosi, awalnya akan merasa kaku dan cenderung mengarah ke teks book saja.
Tapi saya yakin bagi yang sudah lama berbisnis, setelah masa awal ini akan mulai mengerti peran intuisi atau bisikan bathin yang mulai terlatih. Memilih barang dagangan misalnya akan lebih mudah setelah punya pengalaman dan jam terbang yang lebih tinggi. Tapi tetap ingat, perhitungan logis dan akal sehat tetap diperlukan. Itu jug anugrah yang harus disyukuri dan harus digunakan secara seimbang.
Perlu juga dipahami bahwa intuisi boleh dibilang merupakan bagian dari kerja otak bawah sadar. Dan menurut beberapa literatur otak bawah sadar merupakan gudang informasi yang lengkap dan punya kemampuan lebih dari 80% dari kemampuan otak kita. Jadi saya pikir wajar untuk mulai memperhatikan peran yang 80% tadi.
Nah berikut ini saya ingin berbagi sedikit cara bagaimana mengasah intuisi ala Fuad Muftie berdasar pengalaman dan dari beberapa literatur. Mohon maaf kalau tidak lengkap, silahkan lengkapi sendiri berdasarkan pengalaman Anda.
# Tips 1 #
Mulai sadari adanya diri anda yang lain di dalam diri anda sendiri (halah.. bingung nggak?)
Intinya begini, sadar tidak sadar kita sering berdialog dengan diri sendiri. Iya kan, hayo ngaku aja! Contoh:
Fuad 1 : “Hmm ini barang bagus banget, boleh juga nich buat ngisi toko”
Fuad 2 : “Tapi harganya kan mahal, emang dg harga segitu bisa laku di toko?”
Fuad 1 : “Nggak apa-apa lah beli sedikit dulu, dicoba kan nggak ada salahnya”
Fuad 2 : “Ach tapi sayang, mending uangnya buat beli yang lain, yang sudah jelas laku”.
Kurang lebih begitu kan? Makanya pertama-tama, sadari dulu kalau kita punya dialog seperti itu. Pelan-pelan coba kontrol dan ajak dialog yang lebih terarah, tidak melompat-lompat. Misalnya:
Fuad 1 : “Barangnya sich bagus, tapi harganya mahal”
Fuad : “Oke, barangnya memang bagus, dan harganya memang mahal, terus baiknya gimana?”
Lalu coba dengarkan apa jawaban Fuad 1, atau mungkin yang akan menjawab adalah Fuad 2 atau Fuad 3. Kalau ada jawaban, ucapkan terimakasih, sebagai ungkapan penghargaan bagi alam bawah sadar kita.
Tetapi kalau nggak ada jawaban ucapkan terimakasih juga atas masukan sebelumnya dan mohon kepada alam bawah sadar kiranya berkenan memberi jawaban.
Latihan seperti ini bisa dilakukan setiap saat, tidak hanya dalam kondisi sedang berbisnis. Saat memilih makanan misalnya, coba lakukan dialog dalam diri makanan apa yang akan dipilih. Saat memilih baju yang akan dipakai, lakukan dialog dalam diri, baju mana yang akan dipakai. Pokoknya dalam setiap kesempatan, lakukan dialog yang terarah, daripada bisikan-bisikan tersebut muncul secara liar.
Perlu juga disadai, alam bawah sadar adalah sahabat kita yang paling dekat dan paling setia. Sama seperti kita, semakin dia diperhatikan dia akan semakin cinta pada kita, dan disaat-saat kira merasa sulit dia akan memberi solusi-solusi yang kita namakan intuisi.
# Tips 2 #
Kalau kita sedang berinteraksi dengan orang lain, mulai sadari bahwa dalam komunikasi, pesan verbal (ucapan) cuma berperan 3%, yang 97% adalah bahasa tubuh dan intonasinya.
Kalau kita menanyakan kualitas produk kepada penjual, hampir bisa dipastikan mereka akan mengatakan produknya bagus. Tapi bahasa tubuhnya dan intonasinya tidak akan berbohong. Alam bawah sadar selalu jujur sehingga alam bawah sadarnyalah yang membuat bahasa tubuhnya tidak kongruen dengan ucapannya. Percayai bahasa tubuh dan intonasinya karena itu 97% dari komunikasi.
Cuma repotnya kalau ketemu penjual yang sudah terbiasa bohong, agak sedikit butuh jam terbang untuk bisa mengungkap mereka jujur atau bohong. Karena bagaimanapun bahasa tubuh orang berkata benar dan berkata bohong tetap akan kelihatan bedanya.
Kurang lebih demikian, tips kali ini, mudah-mudahan bermanfaat dan mohon dengan sangat jika ada yang punya tips yang lebih jitu mbok ya di bagi-bagi.
Salam FUNtastic & Merdeka!
Fuad Muftie
© 2008, http://fuadmuftie.wordpress.com/
@ Toko Addina, Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 40, Perumnas Klender, Jakarta Timur, 021-9828 4731
► Distro Jilbab, Kerudung, Busana Muslimah, Busana Muslim Anak, Aneka Produk Herbal, dll
“Benahi diri, Menuju Indonesia yang membanggakan!”