Pengalaman Bazar Pertama

Belum lengkap rasanya kalau sudah punya kios terus nggak ikutan bazaar. Dan alhamdulillah kesempatan pertama ikutan bazar datang pada Jumat 13 Oktober 2006, persis 30 hari sejak dibukanya Kios Addina. Bazarnya diadakan di pelataran Koperasi Kantor Pusat (Kopesat) Ditjen Bea dan Cukai Rawamangun Jaktim.

Pengalaman pertama biasanya menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Ini juga kami alami saat mengikut bazar di Kopesat DJBC. Boleh dibilang kami kurang persiapan. Karena keputusan untuk bisa ikut atau tidak dalam bazar kami peroleh sehari sebelum hari H. Belum lagi, kami belum tahu pasar / tipe calon komsumen atau pengunjung bazar nantinya.

Tapi dengan segala ke-ngawur-annya, kami nekad saja. Datang sudah agak terlambat karena waktu banyak tersita untuk persiapan dari rumah dan dari kios. Minder juga liat stand lainnya, yang sudah duluan siap. Saya dan istri langsung saling memompa semangat dan “the show must go on”.

Perlahan-lahan kami gelar barang dagangan sambil berdzikir, berdoa, berharap keajaiban akan datang. Dan hasilnya bahkan melampaui harapan kami. Pingin tahu kenapa? Saya yakin anda bisa lebih baik kalau bisa menghindari kesalahan yang kami lakukan.

Dan inilah beberapa kesalahan yang kami lakukan dalam mengikuti bazar. Semoga bisa menjadi pelajaran.

1. Produk yang tidak fokus

Karena kurangnya persiapan dan tidak punya pengalaman sebelumnya, kami membawa hampir semua item barang dagangan yang ada di kios. Dari jilbab, kerudung, busana muslim anak, aksesoris, dll, semua dibawa. Saking banyaknya barang yang kami bawa, meja yang disediakan jadi nggak muat.

Kami langsung ambil keputusan untuk fokus di jilbab, dari produk rabbani, PerMata, dan jilbab anak. Barang lainnya langsung kami sembunyikan atau kami jadikan pajangan saja. Dan alhamdulillah dengan fokus pada produk tertentu akan memudahkan dalam menawarkan dagangan dan pengunjung jadi langsung tahu tema (core business) dari stand kami.

2. Tidak ada dekorasi

Dekorasi sangat penting dalam bazar, karena akan menjadi daya penarik bagi pengunjung. Kami kurang sekali memperhatikan dekorasi. Kami tidak mempersiapkan spanduk atau banner. Yang kami lakukan hanya membuat print out gambar-gambar artis berjilbab yang kami tempel di meja bazaar. Minim sekali, dengan kecerdikan istri saya, gambar-gambar itu dijadikan contoh produk yang kami tawarkan. Dan istri saya sering meminta pengunjung untuk menengok ke gambar-gambar yang kami tempel untuk menarik perhatian.

3. Tidak membawa kartu nama

Sejak membuka kios Addina, kami sudah membuat konsep kartu nama untuk kios kami. Konsep sudah kami serahkan ke percetakan untuk didesain ulang dan dipercantik. Tapi rupanya komunikasi kami dengan percetakan kurang lancar sehingga sampai beberapa minggu kartu nama belum juga jadi. Apesnya, pas ada bazar kartu nama belum juga jadi.

Kartu nama sangat penting untuk mempromosikan keberadaan Kios kami, sehingga diharapkan ada pengunjung yang berdomisili dekat dengan kios kami dan bisa jadi pelanggan. Tapi tak apalah, yang penting lain kali kalau ada bazar harus sudah siap.

4. Membawa anak saat bazar

Ini kesalahan lain yang kami lakukan, yaitu membawa anak balita ketika ikut bazar. Tapi ini tidak bisa dielakkan karena di rumah nggak ada yang menjaga. Jadinya istri saya harus menjaga bazar dan menjaga anak. Saya sendiri harus langsung meninggalkan bazar karena diadakan pas hari kerja, jadinya harus kerja di kantor.

Istri saya sangat kesulitan melayani pengunjung saat anak rewel, minta makan, belum lagi kalau lagi main lari-larian. Stand bazar sampai harus ditinggal.

Itu saya kira beberapa kesalahan yang kami lakukan saat pertama kali mengikuti bazar. Dan ini benar-benar menjadi pengalaman tak terlupakan dan akan menjadi koreksi di bazar-bazar berikutnya.

Tapi ada yang mengembirakan kami, dengan segala kekurangannya, Pengunjung banyak yang datang dan omset yang kami peroleh mendekati angka 1 Juta Rupiah. Jauh melampaui omset kios pada hari yang sama. Alhamdulillah.

Salam Sukses

Fuad Muftie
http://fuadmuftie.blogspot.com (cerita yang lain ada disini)
Kios Addina : berkualitas, murah lagi …

2 Balasan ke Pengalaman Bazar Pertama

  1. Ety Abdoel mengatakan:

    Makasih sharingnya.
    Saya juga mau ikutan bazaar pertama kali. Daaaan kondisinya hampir sama dengan Pak Fuad.
    hari ini daftar, besok bazaarnya.
    Modal berani aja sama doa.

  2. Makasih banyak tipsnya pak Fuad sangat bermanfaat apalagi bagi pemula seperti saya yang baru mau ikut berpartisipasi di bazar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: