Lonjakan Omset di Saat Sepi

Menginjak bulan ketiga sejak membuka usaha dan menjalankan bisnis penjualan jilbab & busana muslim, kami memasuki masa penurunan omset. Dibanding bulan-bulan lalu di saat bulan Ramadhan dan Iedul Fitri, omset kios jelas menunjukkan penurunan. Ini sudah kami prediksi berdasarkan logika, informasi di milis, dan informasi dari suplier yang sudah banyak makan asam garam bisnis garment.

Masa-masa sepi kami sikapi dengan tenang & biasa-biasa saja. Kami manfaatkan masa sepi ini untuk berbenah, menginventarisir ulang barang dagangan, survey suplier baru, mempercantik kios, memperbaiki sistem dll. Disamping itu kami juga mulai menambah koleksi barang dagangan, dan Alhamdulillah kami banyak juga didatangi suplier yang bersedia menitipkan barang untuk konsinyasi.

Diluar prediksi kami, beberapa kali kios kami mengalami lonjakan omset (harian), yang bagi kami cukup besar. Omset yang besarnya sama dengan yang pernah kami dapatkan pada bulan Ramadhan saat ramai pembeli. Ini menjadi semacam “peringatan dini” bahwa ada potensi terpendam yang menunggu untuk digali lagi.

Jika di saat-saat sepi, kami bisa mendapat omset yang tinggi, harusnya di bulan-bulan ramai kami bisa mendapat yang lebih lagi. Setelah diskusi dengan istri, ada beberapa kemungkinan faktor-faktor yang membuat omset kios bisa melonjak, antara lain:

# Dukungan pelanggan setia. Alhamdulillah diawal-awal beroperasi, kios kami bisa memberikan kesan yang mendalam bagi pengunjung, sehingga sebagian dari mereka telah menjadi pelanggan setia kami. Disamping itu kehadiran kios kami banyak memberi kemudahan bagi pelanggan karena tidak perlu jauh-jauh lagi mencari kebutuhan jilbab dll.

Beberapa diantara pelanggan kami bahkan bisa mengambil untung dengan menjual kembali barang yang dibeli dari kami, karena katanya barang yang kami jual memang bagus dan murah. Di saat-saat sepi inilah pelanggan-pelanggan setia kami ini yang banyak memberi masukan omset.

# Datangnya pelanggan baru. Banyak dari pengunjung kios kami yang baru pertama kali datang pasca lebaran. Dan setelah melihat barang dan harga yang kami tawarkan, mereka ada yang menyesal “Kenapa nggak dari Ramadhan kemarin tahu ada kios ini.” Karena waktu Ramadhan mereka banyak membeli barang yang sama dengan harga yang lebih tinggi.

# Faktor lainnya: Jelas kami yakini ada tangan Tuhan dari kejadian ini. Ada rencana Alloh SWT yang belum kami ketahui dari adanya fenomena lonjakan omset di saat sepi ini. Hal ini membuat kami semakin yakin bahwa pintu rejeki dari berdagang memang banyak dan sering terbuka dengan tanpa disangka-sangka dan tanpa diduga-duga.

Ini juga semakin meyakinkan kami bahwa pendapatan yang bisa diperoleh dari berdagang sangat tidak terbatas. Tapi kami kembali ingat bahwa berdagang / bisnis yang kami lakukan bukan untuk MENCARI rejeki tapi untuk MENJEMPUT rejeki. Karena kata Aa Gym “Dengan mencari-cari rejeki belum menjamin kita bisa menemukan rejeki karena belum tentu rejekinya ada; Tapi dengan menjemput rejeki, pasti rejekinya sudah ada, tinggal cara / strategi bagaimana kita menjemputnya yang akan menentukan bertemu atau tidak dengan rejeki kita”.

Salam
Fuad Muftie
“Segala yang BESAR selalu diawali dari yang kecil
Kios Addina : Kios Jilbab / Kerudung (rabbani™ & PerMata’s),  Busana, dan Aksesoris
Jl. Bunga Rampai X Perumnas Klender, Jaktim

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: