Bahagia Dengan Menjadi Pengusaha

Kalau ditanya apa yang paling dicari di dunia ini, barangkali salah satu jawabannya adalah kebahagiaan. Begitu pula dengan menjadi pebisnis atau pengusaha, barangkali salah satu motivasinya adalah mencari kebahagiaan.

Memang dalam menjalankan usaha, tidak selalu lancar dan menguntungkan. Kadang harus turun tebing, baru merangkak naik kembali, kembali terjatuh, tersandung, terpeleset, dan harus sengsara dulu. Dengan jalan seperti itulah, puncak dari petualangan berusaha akan dicapai, salah satunya mendapatkan kebahagiaan itu.

Sebenarnya kebahagiaan tidak hanya bisa dicapai setelah usahanya berjalan lancar dan menguntungkan. Disaat-saat mengalami kesulitan, kebahagiaan itu bisa saja muncul. Karena kebahagiaan bukanlah sesuatu yang materiil dan tidak selalu terkait dengan materi.

Berikut ini sebagian dari moment-moment yang kami rasakan mampu menghadirkan kebahagiaan, yang kadang datang disaat kami merasa letih, payah, dan kecewa saat kami menjalankan usaha bersama Kios Addina (kios Jilbab, Kerudung, Busana, dan Aksesoris).

# Bahagia saat pelanggan puas

Banyak sekali ekspresi kepuasan pelanggan yang kami terima. Ada yang datang menyampaikan perasaan puas langsung secara lisan. Ada yang dengan bahasa halus (bahasa sindiran) menyampaikan kegembiraannya. Ada pula yang datang dengan mengenakan jilbab atau busana yang dibeli dari kami.

Itu merupakan saat-saat dimana kami merasa bisa memberi manfaat bagi orang lain, bisa membantu orang lain, bisa menolong orang lain dengan menyediakan barang yang memang diinginkan pelanggan.

# Bahagia saat bisa memenuhi pesanan pelanggan

Kadang pelanggan meminta barang-barang agak unik, yang harus begini, dan harus begitu. Kamipun harus pontang-panting mencarinya. Kadang bisa kita dapat, tapi sering juga tidak bisa didapat.

Saat mendapatkan barang yang sesuai pesanan itu dan pelanggan merasa puas kemudian berterimakasih, benar-benar membuat kami senang dan terhibur. Meskipun kadang kalau dihitung-hitung ongkos untuk mencarinya bisa jadi lebih besar dari margin yang kita dapat. Tapi inilah investasi agar pelanggan bisa setia.

# Bahagia saat memberi gaji kepada karyawan

Sebagai seorang pegawai yang selama ini terbiasa menerima gaji, ada perasaan haru dan bahagia ketika kita bisa memberi gaji kepada orang lain dengan uang dari hasil usaha yang kita rintis.

Padahal selama ini kami sering memberi gaji atau upah kepada pembantu dengan uang kita sendiri, uang dari gaji kita sendiri. Namun beda sekali rasanya menggaji karyawan dengan uang hasil usaha dari kios. Yang pertama ada perasaan mengurangi uang dari kantong kita, sedangkan yang kedua mampu menghadirkan rasa bahwa jerih payah kita membuka usaha bisa bermanfaat, bisa menjadi jalan untuk menolong orang lain dan membahagiakan orang lain, yaitu karyawan kita.

# Bahagia saat omset melampaui target

Tidak bisa dipungkiri, dengan berbisnis kita mengharapkan mendapatkan margin keuntungn yang cukup dan bisa menutupi biaya-biaya yang timbul. Untuk itu kita perlu menetapkan target harian, mingguan dan bulanan . Saat-saat bisa mencapai omset yang ditargetkan dan melampauinya, bisa menjadi momen yang menggembirakan dan memuaskan.

Terus terang, hal yang sering membuat saya senang menjalani bisnis adalah kita bisa menghadirkan cash-in atau pemasukan setiap hari, beda dengan menjadi pegawai yang cash-in-nya bulanan. Setiap hari kita bisa menghitung uang cash dan bisa merasakan uang dalam genggaman, benar-benar momentum yang sangat emosional. Apalagi saat melampaui target, sambil senyam-senyum menghitung uang digenggaman, hmmm….

Salam
Fuad Muftie
Kios Addina : Kios Jilbab / Kerudung (rabbani™ & PerMata’s), Busana, dan Aksesoris
Jl. Bunga Rampai X Perumnas Klender, Jaktim

11 Balasan ke Bahagia Dengan Menjadi Pengusaha

  1. Irsan mengatakan:

    baca blog saya ya. salam kenal

  2. aryhamzah mengatakan:

    MEnjadi pengusaha….saya masih sangat awam tapi saya mempunyai mimpi menjadi pengusaha…..kapan semua itu menjadi kenyataan sebelum habis usia saya ?

  3. Fuad Muftie mengatakan:

    @ Irsan
    Salam Kenal kembali

    @ Aryhamzah
    Selamat Anda sudah punya mimpi jadi pengusaha. Tinggal diwujudkan, lebih cepat lebih baik. Daripada memulai 10 tahun lagi lebih baik mulai sekarang juga. Mulai saja dari yg kecil-kecil, dari yg sederhana, dari yg mudah, yg penting sekarang juga.

    Salam
    FM

  4. Indah mengatakan:

    salam kenal. saya sedang merencanakan bisnis dan mengumpulkan keberanian dan semangat untuk memulai. tantangan terbesar adalah orang tua yang menginginkan kita untuk menjadi safe player. saat ini saya PNS dan suami karyawan swasta. tapi kami ingin juga kebahagiaan sebagai pengusaha. doakan kami.

  5. Fuad Muftie mengatakan:

    Jalan tengahnya, buka usaha sambil tetap jadi PNS Bu, pelan-pelan saja diikuti prosesnya. Tidak perlu buru2 pingin cepat sukses dalam berbisnis. InsyaAlloh kalau sudah ketemu jalannya akan enak minta do’a restu orang tua. Apalagi kalau gaji suami bisa / cukup untuk kebutuhan sehari2, rasanya lebih enteng bagi Bu Indah untuk membuka usaha.

    Semoga bisa cepat terwujud rencana Ibu

    Salam
    FM

  6. Sentosa mengatakan:

    Terima Kasih pencerahannya…Tapi kalau boleh saran, kita harus hati2 dengan dorongan yg salah. Kadang niat jadi pengusaha itu dikotori dengan getaran2 negatif…itulah yang menimbulkan kegagalan. Lebih dalam Trik mengantisipasi adanya pengacau dalam diri kita sendiri ,coba lihat di karyawan2usahawan.blogspot.com

    =====
    [Fuad Muftie]
    Terimakasih Pak Sentosa, anda telah mengingatkan kami semua. sukses juga buat anda

  7. Hammam mengatakan:

    jadi pengusaha itu enak banget,salh satunya bisa tidur siang. ngapain jadi karyawan kalau bisa jadi bos. nabi Muhammad dulu juga pedagang.

    =====
    [Fuad Muftie]
    yaach.. nggak enak banget menggambarkan ‘enaknya’ jadi pengusaha, masak pingin tidur siang harus jadi pengusaha. Bukan.. bukan itu misi pengusaha… Enaknya jadi pengusaha tuch bisa bantu banyak orang, bisa bantu menyelesaikan banyak problem orang lain, bisa mengurangi pengangguran, dll Itu baru enak namanya.

  8. jion mengatakan:

    menjadi pengusaha itu asyik.yg paling berat adalah untuk memulainya.tapi siapa saja bisa istiqomah pasti kesuksesan akan di capai.tapi perlu d ingat semua itu di butuhkan keikhlasan,kesabaran,ketekunan.katakan di setiap hari aku pasti sukses sebanyak banyak nya.akuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu pastiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii suksessssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss.aku akan membahagiakan orang tua kuuuuuuuuuuuuuuuu.

    =====
    [Fuad Muftie]
    Setujuuuuuu…. asal istiqomah / persisten insyaAlloh akan ketemu jalan-jalan dan kemudahan2 untuk cepat maju.

  9. iphoenkz mengatakan:

    saya juga sedang merintis jadi pengusaha,walaupun kecil-kecilan ( toko sembako dan outlet pulsa ), padahal saya seorang sarjana,tapi saya tidak minder dengan sindiran tetangga (masa seorang sarjana kerjanya buka toko sembako), tapi saya tetap semangat,saya ingin meraih mimpi-mimpi saya menjadi seorang pengusaha..
    zero to hero..

    salam
    ipung

  10. fajar zainuddin mengatakan:

    SAYA HARUS BISA JADI PENGUSAHA SUKSES ! ! ! ! ! !

  11. BanditKesiangan mengatakan:

    wah.wah… susah juga jadi pengusaha bahagia^^

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: