Strategi Bisnis Pisang Goreng ala Uya Kuya

Tanggal 03 April 2007 yang lalu secara tidak sengaja saya mendengarkan siaran i-radio Jakarta yang sedang mengudarakan talk show dengan salah seorang selebritis yaitu Uya Kuya. Talk show itu menarik perhatian saya karena yang dibahas bukan gosip-gosip murahan, tapi ilmu bisnis yang pernah dilakukan Uya Kuya.

Talk show tersebut menghadirkan Uya Kuya dalam kapasitasnya sebagai pemilik gerai Pisang Goreng Mr Banana. Kalau tidak salah saat ini Uya Kuya punya delapan gerai Pisang Goreng di Jakarta. Dalam talk show ini Uya Kuya membeberkan beberapa strateginya dalam mengembangkan bisnis Pisang Goreng Mr Banana miliknya.

Karena saat mendengarkan radio, saya tidak sepenuhnya konsentrasi, jadi mungkin yang saya sampaikan tidak lengkap. Saya coba menyampaikan dengan bahasa saya sendiri dan maaf kalau kurang sistematis. Setidaknya saya berharap bisa sedikit memberikan inspirasi bagi yang memiliki bisnis serupa atau pingin menjalankan bisnis pisang goreng, atau mungkin bisa diterapkan di bisnis yang lainnya juga. Buat Mas Uya terimakih ya tips-tipsnya, meskipun saya tidak jualan pisang goreng tapi tips Anda sangat isnpiratif.

1. Pemilihan Lokasi Usaha

Lokasi usaha sangat penting. Dalam menentukan lokasi untuk bisnis pisang goreng, yang dipilih Uya adalah lokasi yang berada di pinggir jalan yang arus lalu lintasnya ramai tapi jalannya kendaraan cenderung pelan. Kalau kondisi jalannya ramai dan arus kendaraannya cepat / kenceng, maka kecil kemungkinannya orang-orang yang melewati jalan tadi akan memperhatikan gerai pisang gorengnya, karena konsentrasi untuk ngebut.

2. Libatkan masyarakat sekitar untuk pembukaan sampai pengelolaan Gerai

Dengan melibatkan masyarakat sekitar, akan ada rasa memiliki oleh masyarakat sekitar. Dampaknya dari segi keamanan akan lebih terjamin. Jika perlu libatkan preman-preman sekitar untuk ikut menjaga keamaanan. Tentunya dengan jaminan mereka tidak akan mengganggu usaha dan tidak menggerogoti usaha.

3. Berbisnis Harus Sepenuh Hati

Apapun kalau dilakukan dengan sepenuh hati hasilnya akan nyata. Meskipun kita merintis usaha dengan niat sebagai sumber penghasilan tambahan (usaha sambilan/sampingan), tapi menjalaninya jangan sampingan, karena hasilnya juga akan sampingan.

Usaha juga layaknya seperti mahluk hidup, kalau terus diperhatikan, usaha akan memberikan perhatian kepada kita dalam bentuk untung, laba, terus maju, dll. Bahkan Uya dalam talk show tersebut pernah mengalami, pada saat ia mendatangi salah satu gerai pisang gorengnya, tiba-tiba pengunjung menjadi ramai. Meskipun pengunjung tadi bukan datang karena ada Uya Kuya, melainkan benar-benar dengan motif ingin membeli pisgor.

4. Produknya Dijamin Berkualitas

Menjual produk yang berkualitas bisa menjamin orang-orang yang datang akan puas dan kemungkinan nantinya akan datang dan membeli lagi (repeat buying). Demikian pula dengan pisang gorengnya, Uya Kuya berani menjamin pisgornya enak, karena sebelum menjualnya dia benar-benar telah yakin dulu kalau produk pisang gorengnya berkualitas.

Bisa saja dalam berbisnis, kita menjual produk yang tidak berkualitas, dan bisa saja kita buat laku keras dan menguntungkan. Tapi tidak akan ada jaminan pembeli menjadi puas, mau datang kembali, dan mau membeli lagi.

Setelah yakin produknya berkualitas, maka tugas kita memberitahu sebanyak mungkin orang tentang produk kita. Meskipun makanan / pisang gorengnnya dijamin berkualitas dan enak, kalau orang nggak ada yang tahu juga percuma. Makanya diperlukan strategi memberitahu khalayak ramai dan strategi mendatangkan pelanggan.

Kalau nggak salah dengar, waktu di talk show, Uya Kuya menceritakan dua strategi yang digunakan pada bisnis Pisang Gorengnya yaitu :

1. Agar orang-orang yang sering lewat di jalan tempat gerai pisang gorengnya berada, Uya Kuya pernah membuat jalanan menjadi tersendat dan agak macet. Caranya dengan memarkir tiga buah mobil di pinggir jalan di sekitar gerainya. Parkirnya bukan didepan gerainya, tapi agak berjauhan. Sehingga orang-orang tidak tahu kalau yang membuat macet adalah mobil pemilik Gerai Pisang Goreng. Strategi ini hanya dilakukan dua hari pada awal-awal dibukanya salah satu gerai di Jakarta Timur (Wah, kalau tiap hari bisa bikin orang stress dong).

2. Agar orang-orang di perumahan sekitar gerainya tahu ada gerai pisang goreng yang enak, Uya Kuya menggunakan brosur / leaflet yang disebar di sekitar gerainya berada. Menyebarkan brosur juga ada strateginya. Menyebar brosur akan efektif kalau dilakukan di weekend (sabtu minggu) karena biasanya akan dibaca oleh pemilik rumah yang sedang liburan. Kalau menyebar brosur di hari kerja, biasanya yang membaca pembantu rumah tangga dan belum tentu disampaikan kepada majikannya, alias dibuang begitu saja.

Itu poin-poin yang masih saya ingat, mudah-mudahan bermanfaat dan bisa menginspirasi. Buat Mas Uya Kuya, terimakasih sharingnya di i-radio Jakarta. Semoga terus maju usahanya.

Salam Fuuuuntastic!

Fuad Muftie
Owner Kios Addina, Jakarta Timur
© 2007, https://fuadmuftie.wordpress.com

15 Balasan ke Strategi Bisnis Pisang Goreng ala Uya Kuya

  1. arezk mengatakan:

    sharing inspirasi yang sangat bermanfaat!
    poin-poin di atas memang sangat tepat, &juga bisa fLeksibeL utk diterapkan pada bermacam usaha (tinggaL kreativitas utk penyesuaian sedikit pd setiap Lokasinya)

    terimakasih Pak Fuad,
    insyaALLah akan saya coba terapkan pada bbrp usaha saya yg baru akan buka daLam waktu dekat ini…

    Doakan ya Pak🙂
    terimakasih skaLi Lg…

    =SaLam.dr.Jogja=

  2. Fuad Muftie mengatakan:

    Pak Arez (Aditya), semoga terus maju usahanya Ya. Saya ikut mendoakan anda sekeluarga bisa sukses. Sudah ketemu teman2 Mastermind Yogya. Gimana seru khan.

    Salam
    FM

  3. Rizma Adlia mengatakan:

    wee,, jadi pengen jualan pisang goreng juga,,🙂

    salam kenal!

  4. Fuad Muftie mengatakan:

    Buruan kalau mau bikin, nanti kasih tahu ya biar saya jadi konsumen pertama. Eh… ngomong2 enak nggak pisang gorengnya, saya termasuk penggemar perpisangan lho.
    Dari pisang mentah, matang, sampai busuk (yang dikeringkan = sale pisang) saya suke banged..

    Salam
    Fuad Muftie

  5. orido mengatakan:

    tambah satu lagi tips nya..

    jadi seleb dulu biar cepet berkembang

    😀

  6. Fuad Muftie mengatakan:

    Pak Rido, Bener juga ya biar cepet laku dagangannya.

  7. arezk mengatakan:

    Terimakasih Pak Fuad,
    saya aminkan Doa Bapak…
    dari saya pribadi juga untuk Anda sekeLuarga.

    mohon maaf baru Lama ngerespon-nya, soaLnya beberapa hari meninggaLkan Jogja &masuk ke peLosok yang tidak terjangkau koneksi internet kecuaLi via hp gsm yang muahaaaaLnya poooL😦 untuk mengerjakan sesuatu {yang bahasa kerennya ekspansi usaha…🙂 } jadi ya… terpaksa tidak bisa OnLine.

    terusterang saya beLum bisa ketemu dengan para senior MasterMind Jogja, karena mungkin memang saya masih beLum aktif mencari tahu &juga beLum ada jaLan untuk masuk ke komunitas MasterMind Jogja.
    Tapi tetap saya akan berusaha, karena saya memang bener-bener tertarik &juga semoga nantinya jika kesampean akan membawa manfaat positif bagi saya & juga orang-orang di sekitar saya…

    SkaLi Lg terimakasih Pak Fuad…
    Semoga Sukses & Rakhmat Karunia SelaLu terLimpahkan untuk Kita Semua, amien…

    =SaLam.Sukses.dr.Jogja=

  8. Fuad Muftie mengatakan:

    Mas Arezk, selamat ya action anda sangat luar biasa, surprise juga sudah punya banyak cabang. Kalau sudah besar tidak ada salahnya mulai berhati-hati. Ingat, cash flow is the king, cash flow is the blood of your business. Jangan sampai darah berceceran ke mana-mana nanti bisa pingsang! Apalagi pakai modal hutang, jangan enak-enak dulu ya.

    Semoga tetap lancar, terus maju.

    Salam
    FM

  9. arezk mengatakan:

    terimakasih sekaLi untuk advice-nya Pak Fuad, saya akan mengingat terus…
    oia saya sangat berterimakasih atas dipasangnya Link utk bLog saya…

    =SaLam.dr.Jogja=

  10. AdhiRock mengatakan:

    katanya udah di franchise ya? gmana caranya ngajuin jadi partner ya? please bantuannya.Thanks

    ============
    Fuad Muftie:
    Pak Adhi, saya kurag tahu persis, coba hubungi langsung Mas Uya aja, atau Mas Uya sempet baca blog saya nggak ya🙂

    Salam
    FM

  11. wawan mengatakan:

    Asslm. salam kenal nama saya wawan. saya baru merintis usaha makanan sekitar sebulan yang lalu, dan yang menjadi masalah mengenai perhitungan pembayaran karyawan yang kebetulan sepupu saya. saya memliki delema. satu sisi ada hubungan darah dengan nya, sisi lain keuangan saya belum seehat. mohon solusinya. terima kasih.

    Fuad Muftie:

    Pak Wawan salam kenal.
    Selamat ya, Anda sudah berani membuka usaha sendiri. Meskipun menurut Anda usahanya belum sehat, paling tidak sudah ada pengalaman bagaimana membuka usaha. Tinggal bagaimana menyehatkan, mengembangkan dan membesarkannya.

    Mengenai karyawan yang juga saudara, bagaimanapun Anda harusnya berpikir, bisnis ya bisnis, Saudara ya Saudara, jangan berpikir karena karyawan adalah saudara, Anda minta ybs banyak membantu dulu alias gotong royong.

    Saya juga mempekerjakan adik ipar, dan antara kami ada ikatan bisnis yaitu apapun kondisi usahanya saya harus membayar gaji padanya. Kalau usaha belum mampu membayar, saya sudah komitmen untuk tetap membayar pakai uang pribadinya. Kalau usaha terus2an tidak bisa membayar ya mau tidak mau ikatan tadi harus diputus dan saya tidak berhak lagi memberi perintah untuk mengerjakan tugas2 di toko dan saya tidak bisa lagi ngasih gaji.

    Kalau Anda masih mampu membayar dg uang pribadi, bayarkanlah hak-haknya. Dan terus usahakan agar usaha bisa membaik. Kalau tidak juga membaik, jangan paksa orang lain bekerja tanpa digaji yg cukup.

    Semoga bisa membantu
    salam
    Fuad Muftie

  12. trisni mengatakan:

    mas saya mo tnya gmana cranya kita bkin usaha rental komputer dan kira2 biaya nya habis brapa ya????????? trus kiat kiat supaya usaha saya bisa tetep lancar gman ya!!!!!!!!!blas di emailku,terima kasih

    ===========
    Fuad Muftie:
    Bu Trisni, sebelumnya mohon maaf saya blm pernah bikin usaha rental komputer. Menurut saya sih tinggal lihat tempatnya Bu, semakin besar tempatnya dan semakin banyak komputernya tentu butuh dana lebih besar. Tinggal dikaliin aja Bu kalau satu set komputer mulai 1 Juta (second) sampai 4 juta (baru) tinggal butuh berapa komputer. Lainnya misalnya printer, sekarang sudah murah bisa pakai tinta injeksi lagi.

    Yg perlu diperhatikan, pasokan listrik sama fasilitas lainnya Bu (AC, toilet, supplies, dll) harus memadai.

    Terus biar bisa survive tentunya usaha harus menguntungkan dan laku. Biar laku lokasi harus dekat orang yg butuh adanya rental komputer, disekitar sekolah, universitas, dan perkantoran. Dan berikan pelayanan yg prima biar banyak yg puas. Promosikan dg optimal.

    Kalau perlu tambahkan jasa atau fasilitas tambahan seperti snack atau softdrink atau sekalian ekspansi ke usaha fotokopi, cetak foto digital dll. GUnakan kreatifitas IBu-lah.

    Semoga bermanfaat.
    Salam
    FM

  13. Effan mengatakan:

    makasihhhhhh atas informasinya ya…….ku juga kepengen buka usaha pisang goreng tp aku juga masih bingung. Soalnya aku di Pontianak, sedangkan di Pontianak sudah banyak pisang goreng yang dijual. Lau boleh tahu apa sih kelebihan pisang goreng nya mas uya y??????????

    [Fuad Muftie]
    =========
    Maaf Pak, saya sendiri belum pernah beli sendiri pisang gorengnya uya kuya. Mungkin satu kelebihannya ya dia artis, makanya jadi pada penasaran. Kalau pisang goreng kan gitu-gitu aja. Tinggal pinter-pinternya kita mengemas dan memberi nilai tambah yang menguntungkan pelanggan.

  14. ranti herlin mengatakan:

    kayaknya pisang goreng nya enak deh

  15. joko lelono mengatakan:

    Jakarta – Belakangan, acara-acara hipnotis marak di berbagai stasiun TV. Kemasannya pun dibuat sedemikian rupa agar memikat pemirsa, tidak terkecuali Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.

    Tapi menteri wanita asal Solo, Jawa Tengah ini mengajukan komplain dengan tayangan hipnotis di TV yang kadang melanggar privasi orang.

    “Itu, acaranya si Uya Kuya. Kadang melanggar privasi,” kata Siti Fadilah Supari saat bincang-bincang santai dengan wartawan usai buka puasa bersama di rumah dinasnya di Jl Denpasar Raya, Jakarta, Selasa (8/9/2009) malam.

    Meski komplain, Siti hafal betul dengan episode demi episode acara tersebut. “Episode lalu, Ada cewek pacaran sama cowok yang bernama Adit. Si cewek dihipnotis, ditanya apakah punya pacar lain selain Adit, ceweknya jawab, ada Daniel,” cerita Menkes disambut tawa para jurnalis dan tamu undangan lain.

    “Padahal di situ kan ada pacarnya. Ini melanggar privasi,” protes Menkes.

    “Ada juga episode, cewek dihipnotis, ditanya kerjanya apa. Dia jawab merayu om-om. Ibunya kan tahu. Kasihan. Tapi yang seperti ini untungnya wajahnya dibuat tidak jelas,” imbuh Menkes.

    Namun, meski protes, Menkes mengaku sering nonton acara-acara hipnotis.

    “Tapi saya kok malah sering nonton, ya? Habis daripada lihat berita yang kadang banyak mengkritik bikin pusing, mendingan nonton yang lucu-lucu,” kata Menkes sambil tersenyum.

    Menkes kembali bagi-bagi cerita tentang tayangan favoritnya itu. “Ada seorang direktur dihipnotis. Ditanya siapa karyawan yang paling dibenci dan disuka. Padahal mereka (karyawan) ada di sana juga. Inilah yang bisa mengganggu privasi orang,” ujarnya.

    “Jadi buat Uya Kuya, jangan begitu,” usul Menkes kepada sang pemandu acara.

    “Tapi kalau Romy Rafael agak sopan,” Menkes membandingkan Uya Kuya dengan Romy Rafael yang juga memandu acara hipnotis.

    Tak dinyana, Bu Menkes ternyata juga suka dengan acara ajang cari jodoh, Take Me Out dan Take Him Out. Bahkan ada SMS yang meminta agar dia dukung acara tersebut.

    “Ada yang SMS ke saya, Ibu harus dukung acara Take Him Out,” canda Menkes.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: