Kerja Sekali Dibayar Selamanya

Siapa yang mau kerja hanya sekali tapi dibayar terus menerus, selamanya, selama hasil pekerjaan tadi tetap eksis? Semua orang pasti mau dong. Tapi ternyata hanya berapa gelintir orang saja yang benar-benar mau dan bisa melakukannya.

Justru di sekitar kita lebih banyak orang yang dengan sukarela dan ikhlas, terus-enerus mengerjakan hal-hal yang sifatnya “kerja sekali, dibayar sekali saja”. Contohnya ya kita-kita kaum pekerja dan karyawan. Kita hanya akan dibayar kalau kita bekerja. Kalau kita nggak kerja lagi, mana mau perusahaan terus membayar kita.

Bagi yang berstatus PNS, mungkin juga bisa. Karena setelah kerja selesai pemerintah masih mau membayar uang pensiun. Tapi untuk mendapatkannya tidak bisa hanya dengan sekali kerja, harus bertahun-tahun kerja dulu baru dikasih pensiun, itupun nilainya cuma “seiprit’ alias “sa’ ndulit” atau dikit doang.

Terus ada nggak yang bisa dilakukan untuk mendapatkan bayaran yang besar, selamanya, hanya dengan kerja yang tidak terlalu lama? Jawabnya banyak. Misalnya menulis buku, menciptakan lagu, dan membuat penemuan baru yang akan memberikan kita royalti. Tapi rasanya itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang khusus yang punya bakat dan punya keahlian tertentu.

Ada juga cara yang bisa dilakukan oleh hampir semua orang, agar bisa “bekerja sekali, dibayar selamanya”. Yaitu dengan membuka usaha, dengan menjadi entrepreneur. Entrepreneur bisa jadi merupakan bidang yang mudah dimasuki oleh hampir sebagian orang, tidak peduli tingkat pendidikan, tidak peduli garis keturunan, dan tidak peduli dari golongan miskin atau kaya. Semua orang pasti bisa, asal mau.

Yang mengasyikkan, sekali kita bikin perusahaan dan perusahaan sudah bisa jalan tanpa kehadiran kita lagi, kita akan mendapat pemasukan terus menerus (passive income). Jumlah pendapatan bisa kita atur sendiri, mau besar atau cukup kecil saja, tergantung upaya kita dalam membangun dan mengelola bisnis kita.

Waktu yang diperlukan juga tergantung kita sendiri, bisa cepat bisa lambat, tergantung kemampuan kita mencetak usaha yang bisa jalan tanpa kehadiran kita. Kuncinya ya kita harus mau belajar, mau mencari ilmunya dan yang penting mau mempraktekannya.

Hasil yang akan kita peroleh sangat menjanjikan, dibanding hanya dengan menggantungkan uang pensiun. Sebagai ilustrasi seorang PNS harus bekerja 30 tahunan dulu baru dapat uang pensiun. Tapi kalau kita mau membuka usaha dan mengelolanya dangan baik, bukan tidak mungkin dalam jangka waktu 3 sampai 5 tahun kita sudah bisa mendapatkan passive income. Bahkan mungkin dalam waku kurang dari 3 tahun sudah bisa dicapai, kalau kita benar-benar mau mencapainya.

Oh ya, ilmu ini saya peroleh waktu ikut seminar Billionaire in Training di Jakarta yang dibawakan Brad Sugars. Kalau Anda kenal Brad Sugars, pasti sudah tahu kalau dia bisa menjadi Millionaire di usia 26 tahun! Dan Brad mengingatkan kalau kita mau belajar dan menerapkan ilmunya maka dalam waktu 3 tahun sangat mungkin untuk bisa mengusai seluk beluk bisnis dan entrepreneurship hingga kita bisa “sekali kerja dibayar selamanya”. Kemudian kalau kita sudah bisa sekali saja mencapai tingkat ini, kita bisa terus menciptakan kran-kran bisnis yang akan mengaliri kita dengan cashflow yang melimpah. Siapa mau ikut??

Semoga bermanfaat

Salam FUNtastic!

Fuad Muftie
© 2007, https://fuadmuftie.wordpress.com

11 Balasan ke Kerja Sekali Dibayar Selamanya

  1. Dino mengatakan:

    Wah aku sudah lebih tua dari Brad Sugars tapi duitnya ga ada seperjutanya hehehe

  2. arul mengatakan:

    hidup itu pilihan pak… jadi PNS atau pengusaha

  3. Wuryanano mengatakan:

    Hehehe…Saya jelas mau iku mas Muftie. Gaya bertutur yang bagus mas…bisa cepat jadi penulis buku juga nih…hehehe..

    Selamat untuk menjadi Full Entrepreneur atau Full TDA…

    Wasalam,
    Wuryanano

  4. Fuad Muftie mengatakan:

    Terimakasih atas kunjungan dan komentar rekan2

    @ Pak Dino
    kata Brad untuk mencapai tingkat spt dia, bisa cuma butuh waktu 3 thn. jadi meski merasa lebih tua, bisa cepat dikejar koq. Cuma untuk tahu ilmu percepatan tsb, mesti bayar yg lumayan juga ….

    @ Pak Arul
    Enak juga Pak bisa jadi PNS sekalian Pengusaha. Kan itu salah satu pilihan juga.

    @ Pak Wuryanano
    Amiin semoga bisa ikut jadi penulis buku kayak Pak Wuryanano. Bukunya bagus Pak, salut dan terus berkarya ya Pak.

    Salam
    Fuad Muftie

  5. Bambang Triwoko mengatakan:

    Setiap kali buka blog pak FM selalu ingat majalah Tempo… enak dibaca dan perlu !!!
    Sukses buat pak FM

  6. Fuad Muftie mengatakan:

    Ha.. ha.. ha.. Pak Bambang bisa aja😀
    Sukses juga buat Pak Bambang

    Salam
    FM

  7. sudiyarto mengatakan:

    dari awal berumh tangga saya sudah memulai bisnis kecil kecilan: dari nasi bungkus, waroeng makan and sembako, ikut MLM segla macam terakhir DP. Mobil Samijaya semuanya hanya isapan jempol. beloem ada yang membawa saya sukses ini takdir.
    tapi saya belum patah arang JIKA ADA MILYADER YANG MAU MEMBELI TANAH DI SEMARANG SAYA ADA DI JALUR PANTURA (DAERAH TUGU SEMARANG) MAU SAYA JUAL LUASNYA 7 Ha. kalau ini laku baru mungkin saya jadi milyarder. tolong bantuin saaya trima kasih…..maatur nuwuuuun……… ada yang 5 Ha. di daerah Boja sana, harganya muraaaah tenan pinggir jalan lagi.
    HUBUNGI : SUDIYARTO
    Jl. Tanjungsari utara I/1 Tambakaji Semarang Tlp. (024)7618605
    7603921

  8. vian mengatakan:

    saya sudah bekerja bertahun-tahun tapi sulit sekali untuk bisa menanbung, karena gaji yang kecil dan keperluan yang mendesak.
    sebenarnya saya punya keinginan untuk menjadi sukses tapi rasanya selalu mendapatkan jalan buntu.
    mungkin ada pembaca yang bisa membantu saya untuk usaha sampingan.
    saya bekerja dari pkl. 7.30 s.d. 14.00 wib. hari minggu libur.

  9. Fuad Muftie mengatakan:

    Pak / Bu Vian, saya ingat salah satu pesan (yang kadang saya juga masih sulit menerapkan) bahwa sebelum menyalahkan segala yang ada diluar kita (orang lain, lingkungan, kondisi, dll) maka salahkan diri kita sendiri. Kita menjadi seperti saat ini adalah ulah kita sendiri. Sebelum kita sukses, kita harus bertanggungjawab sepenuhnya terhadap diri kita sendiri, terhadap kehidupan kita sendiri.

    Memang awalnya kita akan mendebat habis2an saran tadi. Tapi bagi yg sudah bisa ikhlas mengakui dan mau bertanggung jawab atas kehidupan sendiri, segalanya akan berubah. Cara pandang kita terhadap dunia akan berubah. Mind set (pola pikir) kita akan bergeser. Dan hasil akhirnya nasib kita juga berubah.

    Tanyakan pd diri sendiri kenapa sulit menabung? selain gaji yang kecil, cari jawaban lainnya. Kita sering menutup alasan lain dan langsung menyalahkan gaji. Mungkin kita yg kurang hemat, kurang bisa mengelola. Toh masih banyak lho orang yg gajinya dibawah kita dg tanggungan yg lebih banyak, tapi bisa hidup???

    Sebelum meminta bantuan orang lain, ada baiknya cari ide bagaimana “saya bisa membantu diri saya sendiri” dulu. dan mudah2an ada jalannya bagi orang lain untuk bisa membantu Anda.

    Salam
    Fuad Muftie

  10. Sandra mengatakan:

    Saya sudah berkali – kali mencoba untuk usaha sendiri, tapi selalu saja tidak sesuai dengan yang saya inginkan.
    Jadi, ajarin saya dong

    Salam

  11. Fuad Muftie mengatakan:

    Memang ada seninya Bu menentukan apa yang benar-benar diinginkan. Saya sendiri kadang merenung, “apa ini yg benar2 saya inginkan, rasanya masih ada yg kurang”.

    Untuk mudahnya bisa diawali dari hobby. Apa yg menjadi hobby biasanya merupakan bidang yg paling diminati, tinggal dicari caranya bagaimana bisa dijadikan bisnis. Banyak contoh bisnis sukses berawal dari hobby.

    Ciri lain jika sudah menemukan bidang yg diminati, maka tidak ada rasa terpaksa dlm menjalani, sangat semangat menjalaninya, rela tidur larut malam dan bangun dini hari untuk melakukan aktifitas, ketika dalam kesulitan tidak pernah menyerah dan terus mencari jalan keluar, rasanya ‘gue banget’, terasa seperti bernafas – mengalir dengan lancar, dll.

    Tinggal Ibu Sandra sendiri yg bisa mengeksplor lebih dalam bidang-bidang yg ibu minati.

    Salam
    FM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: