Falsafah Lima Jari bagi Pengusaha

Untuk menjadi pengusaha yang sukses, tentu ada pedoman dan arahan yang harus diikuti. Rambu-rambu seperti perintah dan larangan agama dan hati nurani harus kita ikuti. Petunjuk dan arahan dari pengusaha sukses juga perlu kita perhatikan dalam setiap langkah kita dan dalam setiap pengambilan keputusan.

Masalahnya kita sebagai manusia sering lupa dan alpha. Mudah sekali kita menabrak rambu-rambu dan tidak mengikuti nasihat orang-orang bijak.

Berikut ini ada nasihat dan falsafah yang mudah-mudahan bisa diingat untuk dijadikan pedoman agar kita bisa menjadi pengusaha yang sukses. Mudah diingat, karena falsafah ini sangat sesuai dengan jari kita, sehingga setiap kita lihat jari kita, kita akan ingat falsafah ini.

Oh ya, saya mendapatkan falsafah ini dari Pak Hadi Kuntoro, saat bertemu di mastermind TNM-e20 di Jakarta Timur. Pak Hadi sendiri waktu itu tidak ingat dari mana mendapatkan falsafah ini. Jadi kalau kebetulan ada pembaca yang lebih dulu mengetahui, semoga bisa memberi koreksi kalau salah.

1. Falsafah Jari Jempol / Ibu Jari

Ibu jari adalah jari terbesar, ini menandakan dalam berbisnis, kita ingat sesuatu yang besar yaitu potensi diri kita. Kita memiliki potensi yang sangat besar dalam hidup ini yang belum kita manfaatkan. Ahli neuroscience bahkan menemukan bahwa otak kita baru digunakan hanya 1% – 5% saja. Sisanya masih tertidur lelap menunggu dibangunkan. Berarti kalau kita bisa menggunakan potensi yang terpendam ini, pasti hasilnya akan luar biasa.

Disamping itu jari yang besar harus mengingatkan kita akan Alloh SWT yang Maha Besar. Allohu Akbar. Kita hanyalah mahluk yang kecil dan lemah. Sehingga kita dalam berbisnis tidak membuat kita takabur dan besar kepala, kalau sukses.

2. Falsafah Jari Telunjuk

Jari Telunjuk … hmm.. saya koq jadi lupa ya perlambangan jari telunjuk ini … ada yang tahu ???

3. Falsafah Jari Tengah

Jari Tengah, sebagaimana posisinya yang ditengah-tengah, ia tidak berat sebelah, dan penyeimbang. Ini menunjukkan sebagai pebisnis harus menjunjung keseimbangan dalam berbagai hal. Meskipun bisnis membuat sibuk kita harus berupaya seimbang dalam urusan dengan keluarga, seimbang dalam menjalankan ibadah, dan juga memiliki sifat adil.

4. Falsafah Jari Manis

Cobalah anda mengepal dan angkatlah jari manis sendirin, sampai lurus / tegak. Tentu Anda akan kesulitan. Ini melambangkan dalam berbisnis Anda tidak mungkin bisa berdiri sendiri. Sama seperti jari manis, jari manis baru bisa berdiri kalau jari-jari di kanan kirinya ikut berdiri. Kitapun dalam berbisnis, bisa sukses kalau bersama-sama orang lain bangkin dan menjalankan kerja sama yang baik.

Kita boleh saja merasa membangun bisnis sendiri, tapi ingat, secara langsung maupun tidak langsung ada orang lain yang ikut menyokong Anda. Bisa keluarga Anda, karyawan anda, suplier anda, dan yang terpenting adalah customer anda.

5. Falsafah Jari Kelingking

Jari kelingking adalah jari paling kecil. Dalam bisnis kita tidak boleh meremehkan hal-hal kecil yang bisa berpotensi membesar. Demikian juga jangan menganggap kecil hal-hal yang besar.

Mungkin dalam berbisnis kita dibuat stress dan marah-marah hanya karena hal-hal yang sepele. Begitu juga kita sering membiarkan masalah besar dan kita anggap bukan masalah. Hal-hal seperti ini harus dihindari.

Demikian uraian singkt tentang falsafah dalam berbisnis, semoga bisa bermanfaat. Tapi maaf ada yang kelupaan, nanti dicari lagi dech…

Salam

Fuad Muftie
© 2007 https://fuadmuftie.wordpress.com

8 Balasan ke Falsafah Lima Jari bagi Pengusaha

  1. desitie mengatakan:

    Assalamu’alaikum….Ohhh ternyata bapak yg satu ini seorang pengusaha yahhh, selamat ya pa udah membantu bangsa ini dengan usahanya. Saya juga punya usaha pa, tapi ga milik sendiri sih…milik ber 4 dengan teman saya. Usaha yang saya jalani adalah usaha pulsa elektrik tapi sedikit ada kendala dalam hal penjualannya, karena kami lom punya tempat usaha jadi kami jualan pulsanya sambil keliling aja. menurut pae apakah saya bisa disebut pengusaha juga n gimana yah..biar usaha saya lancar…atau klo pae mo beli pulsa kesaya aja…:-)
    wassalam

  2. Fuad Muftie mengatakan:

    Wa’alaikum salam, terimakasih. Anda juga pengusaha lho. Biar usaha lancar ya dipelihara dan dirawat, jangan sampai sakit. Mirip lah kayak punya anak bayi, harus dipastikan mendapat perhatian (manajemen), mendapat makanan yang sehat (profit), dan jangan sampai sakit (kesulitan cash flow / merugi).

    Selamat ya, semoga sukses
    salam
    FM

  3. Bambang Triwoko mengatakan:

    Pak FM, falsafah jarinya inspiratif dan saya jadi inget fungsi jari telunjuk yang setiap hari saya gunakan untuk menghitung tumpukan uang setoran penjualan dan pembayaran kepada pemasok. Hal ini bisa berkmakna : sifat teliti dan hati2 dalam berbisnis, selalu memperhatikan arus kas sebagai sumber daya vital bisnis, mampu mengaplikasikan fungsi controlling / cross check sumber daya.
    Ini hanya sharing pengalaman pribadi pak, saya yakin pak FM punya kiat yang lebih dahsyat dalam berbisnis (bagi2 ya pak… !!!).
    Maju terus entrepreneur Indonesia… Sukses buat pak FM.

  4. Fuad Muftie mengatakan:

    Terimakasih Pak Bambang atas masukannya, setelah saya ingat2 kalau nggak salah jari telunjuk artinya sifat kepemimpinan. Karena jari telunjuk sesuai namanya sering dipakai untuk nunjuk-nujuk dan orang yang sering nunjuk2 biasanya memiliki otoritas lebih tinggi atau seorang pemimpin.

    Nah, sebagai pengusaha kita harus punya sifat kepemimpinan dalam memimpin anak buah dan tentunya memimpin dirinya sendiri.

    Semoga benar
    salam
    FM

  5. dwi nugraha mengatakan:

    Assalamu’alaikum….pak FM yang baik hati saya mo minta cara2/tips strategi menjual n promosi buah di pingir jalan yang jitu untuk saya,krna saya seorang penjual buah di pinggir jalan tp saya punya obsesi pingin usaha/jualan buah saya lebih maju n dikenal banyak orang, sedangkan sekarang saingan makin banyak,pae tlong ya matur nuwun…sukses selalu buat pae FM
    Assalamu’alaikum….

  6. Fuad Muftie mengatakan:

    Wa’alaikum salam Wr Wb.
    Pak Dwi, saya blm pernah jualan buah, jadi saya lihat dari sudut pandang saya sebagai konsumen. Yang membuat saya memutuskan membeli dari kios buah yg satu daripada kios yg lain tentu kualitas buah yg disajikan, kelengkapannya, pelayanan / keramahan, dan harganya.

    Saya seneng dg salah satu kios buah, karena kami boleh mencicipi dulu dan kalau jadi beli kami sering dpt bonus, misalnya beli mangga dapat satu manggis, atau beberapa butir duku, dll. Disamping itu sering juga mendapat pelayanan ekstra, kalau kita minta dibungkus untuk bingkisan, misalnya harga pengemas yg murah, dirangkai dg apik dan rapi.

    Kalau buah yg Pak Dwi jual cuma satu jenis, ada baiknya membuat tulisan yg besar di depan kios, misalnya “Duku Palembang, Rp. xxxxxx/Kg” dan tulisannya dibuat besar2.

    Yang sering mengecewakan dari penjual buah yaitu menyisipkan buah yg busuk / nggak manis / rusak pada buah yg sudah kita pilih. Kalau saya menemukan spt ini biasanya saya nggak mau lagi beli dari orang tsb. Juga hindari janji2 palsu, bilang manis, nggak taunya asem, dll. InsyaAlloh kalau jujur ada jalannya koq.

    Semoga bisa membantu dan sukse ya Pak
    salam
    FM

  7. muhammad alamudiF mengatakan:

    assa..Wr Wb
    Perkenalkan saya Ahmad dari fast reload ( distributor voucher electronic GSM & CDMA ), menyinggung konsep lima jari yang diungkapkan diatas, saya fikir sangat menarik untuk kita benamkan dalam diri kita masing2, insya 4JJI kita dapat menjadi pengusaha yang sukses dan amanah..AMIEN, mengenai penjelasan mengenai jari telunjuk, mungkin kurang lebihnya seperti ini : cobalah anda menunjuk seseorang , coba perhatikan arah jari2 anda yang lain , tiga jari (kelingking, jari manis, jari tengah) akan mengarah ke arah kita, ini menandakan bahwa sebelum kita menilai buruk seseorang cobalah kita lihat diri kita sendiri apakah sudah lebih baik dari orang tersebut, kedua, arah ibu jari kita biasanya akan mengarah keatas , ini menandakan bahwa segala sesuatu dalam aktivitas kita mesti di pertanggung jawabkan kepada-NYA. salam kenal.

    ==========
    Fuad Muftie:
    Pak Ahmad, salam kenal …
    Terimakasih Pak ulasannya untuk jari telunjung, semakin menambah inspirasi untuk selalu ingat diri sendiri sebelum menyalahkan orang lain. Dan memang ini cocok dg jiwa pengusaha, pantang menyalahkan orang lain. Pertama saya buka usaha dulu sering sekali saling menyalahkan dg istri. Tapi kalau ingat bahwa dg membuka usaha, maka segala resiko ada di tangan anda sendiri. Maka saya langsung mawas diri, meskipun nyata-nyata orang lain yg salah, saya berusaha untuk introspeksi dan mawas diri dulu.

    Salam
    FM

  8. saleh_sution mengatakan:

    pa bisa bantu ada artikel untuk usaha toko buku kecil2an ga,kalo ada tolong dong kirimin ke alamat e_mail saya.
    thanks

    ============
    Fuad Muftie:
    Pak Saleh, Untuk artikel ttg toko buku, saya belum menemukannya Pak. Tapi apapun usahanya pada prinsipnya memiliki konsep / prinsip2 yg sama tinggal kita modifikasi dan sesuaikan dengan kondisi usaha kita. Untuk mencari suplier tinggal hubungi penerbit dan untuk memilih judul buku sesuaikan dengan segment tujuannya.

    Semoga bisa membantu

    FM

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: