Fenomena Penglaris

Di masyarakat Indonesia khususnya para pedagang dikenal adanya istilah penglaris. Istilah penglaris umumnya dikaitkan dengan terjadinya transaksi pertama setelah toko dibuka (di pagi hari). Semakin besar nilai belanja pembeli pertama diyakini akan menjadi pertanda baik bagi kelangsungan usahanya hari itu. Setelah mendapat transaksi pertama, biasanya si pedagang akan mengusap-usapkan uang hasil transaksi pertamanya pada barang-barang dagangannya sambil mengucapkan kata “laris, laris, laris,…”

Fenomena penglaris sudah jamak terjadi pada pedagang-pedagang dari skala kecil sampai yang masuk kelompok pedagang besar. Sebagai pedagang baru, kitapun kadang ikut-ikutan meyakini adanya penglaris.

Yang menjadi pertanyaan “Adakah korelasi antara nilai pembelian pertama dengan nilai total omset penjualan di hari yang sama”. Secara ilmiah saya belum pernah menemukan hasil penelitian yang membuktikan adanya korelasi tersebut.

Setelah hampir satu tahun menjalankan toko Addina, saya dan istri berani mengambil kesimpulan bahwa tidak ada korelasi antara penglaris dengan naik turunnya omset kios. Kami pernah seharian omset terasa berat naiknya, tapi tiba-tiba di malam harinya omset langsung melonjak drastis. Pernah juga di pagi hari kami kebanjiran pembeli, dan di siang sampai malamnya omset menurun.

Saya juga kepikiran, apakah perusahaan-perusahaan besar seperti Matahari, TipTop, Gramedia, Honda, Toyota dll juga meyakini adanya penglaris?. Kalau diperhatikan bagaimana perusahaan tersebut menyikapi adanya pembeli pertama di pagi hari, seperti tidak ada perlakuan istimewa. Saya pikir S.O.P mereka juga tidak mengakomodasi adanya penglaris. Buku-buku referensi bisnis juga tidak pernah menyinggung-nyinggung teori penglarisan.

Sebagai seorang muslim, saya juga semakin yakin bahwa penglaris hanyalah sebuah mitos. Islam sebagai agama yang peduli dan mengatur sistem perdagangan yang bersih dan baik, tidak pernah menyebutkan tentang penglaris. Bahkan kalau kita benar-benar meyakini adanya penglaris dan mengikuti ritual-ritual penglarisan, kita akan masuk kategori SYIRIK. Kita jadinya meyakini adanya kekuatan lain selain Alloh SWT. Dan ketahuilah bahwa syirik adalah dosa besar. Kalau kita meyakini kekuatan penglaris, lalu dimana kekuatan Alloh SWT yang Maha Pengatur Rejeki setiap mahluk-Nya.

Sebagai pelengkap saya ingin berbagi cerita tentang seorang penjual donat. Saya dapat cerita ini dari orang lain, sehingga mohon maaf kalau ada perbedaaan versi dan alur cerita.

Ada seorang pedagang donat yang setiap harinya berjual berkeliling dengan sepeda motor. Selain menawarkan donatnya ke pedagang lain untuk titip jual, dia juga keluar masuk gang dan jalan perumahan menawarkan kepada pembeli langsung. Ia tidak lupa menyebarkan fotokopian brosur tentang donatnya dari pintu ke pintu, berharap dapat orderan langsung.

Tidak seperti biasanya pagi itu dagangannya belum ada yang laku, sampai siang hari belum juga ada yang beli. Saat mendengar Adzan Dhuhur, iapun singgah ke Masjid untuk sholat berjamaah. Tidak lupa sehabis sholat ia berdoa, berharap dagangannya laku hari itu. Terbayang wajah anak dan istri di rumah menunggu rejeki hasil penjualan donatnya.

Sehabis Dhuhur iapun kembali berkeliling, sampai sore cuma laku beberapa gelintir donat. Sangat jauh dari target hari itu. Tapi ia tidak menyerah, ia terus keliling menjajakan donatnya. Sampai maghrib dagangannya masih tersisa banyak. Iapun memutuskan pulang.

Sampai di rumah, dilihatnya wajah istrinya tidak sabar menunggu kabar penjualan donatnya hari itu. Iapun dengan berbesar hati mengabarkan donatnya kurang laku hari itu, memang tampak kekecewaan di wajah istrinya. Tapi mau bagaimana lagi, ia kemudian menenangkan istrinya dan mengatakan rejeki tidak akan tertukar, InsyaAlloh ada waktunya dagangan kita laris.

Sehabis sholat maghrib, ia hanya bisa memandangi dagangannya dan berharap besok masih enak dan bisa dijual. Tak lupa doa-doa dipanjatkan. Tiba-tiba handphone bututnya bedering, cepat-cepat diangkat, dan terdengar suara “Pak donatnya masih ada nggak?”, cepat-cepat dijawabnya “Masih ada Bu”. Singkat cerita sisa donatnya diborong oleh si Ibu penelpon tadi buat suguhan pengajian di rumah si Ibu.🙂

Cerita seperti tadi, saya yakin banyak terjadi di tengah-tengah kita dengan berbagai versi. Coba kalau si bapak penjual donat tadi meyakini penglarisan, Ia akan mudah putus asa karena dari pagi sampai siang dagangan tidak ada yang laku. Karyawati pertama saya di toko Addina juga tipe orang yang percaya penglaris, sehingga kalau sampai siang tidak ada transaksi, moodnya hilang. Meskipun dinasehati jangan percaya sama penglaris, percaya saja sama Alloh SWT yang mengatur segala hal, tetap saja moodnya nggak membaik.

Jadi, berhati-hatilah dengan keyakinan “penglaris”. Selain tidak ada pijakan ‘hukum dan teorinya’, bagi kita yang beragama Islam bisa menggelincirkan aqidah kita. Jangan sampai niat kita dagang untuk ibadah menjadi rusak hanya karena keyakinan yang tidak mendasar.

Salam FUNtastic
Fuad Muftie
© 2007, https://fuadmuftie.wordpress.com

24 Balasan ke Fenomena Penglaris

  1. puspabali mengatakan:

    Betul, tidak ada pijakan untuk ‘penglaris’ itu
    yang ada, adalah… Tuhan pasti memberi Rizky
    buat orang-orang yang menjalankan dengan ikhlas dan syukur
    dan telah berusaha untuk menerima Rizky dari-NYA
    Terimakasih Pak Fuad Muftie……
    sukses selalu buat Bapak

  2. Dyah mengatakan:

    Pak,
    Saya penggemar tulisan Bapak nih, boleh ya tuker link spy blog saya jadi ketularan banyak kunjungan seprti punya Pak Muftie.
    Blog saya: dyahpurana.blogspot.com

  3. Choirul mengatakan:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Setuju, Pak, ideologi penglaris harus dihapus agar gak ngerecoki akidah kita. Usul buat Pak Fuad, atau siapa saja. Adakan penelitian: pedagang yang suka ngepret-ngepretin uang pembeli pertamanya sebagai penglaris diinterview ngefek nggak terhadap omset dagangannya setiap hari.

    Salam kenal.
    Wassalam

  4. Umair mengatakan:

    Setuju sekali pak,,
    saya share cerita nih:

    Waktu mo memutuskan ikut bazar ramadhan ,pakaain muslim 3 hari yang lalu ,
    ketika itu barang-2 saya pagi hari sudah dipersiapkan,kemudian
    disimpan di rumah temen yang sedianya akan dibawa esoknya ke stand.

    Belum juga dibawa ke stand, 4 barang sudah laku dibeli oleh para tetangganya.sore harinya.
    Besok paginya,hari pertama stand buka,..sepi sepi saja nampaknya.
    Tapi begitu sore,menjelang magrib, yang temen yang nunggu stand kerumah,
    Minta diambilin baju lebih banyak lagi, untuk stock pajangan di malam harinya..
    sebab orderan malam harinya kadang lebih ramai.
    Alhamdulilah,..
    Sampai saat ini hari ke 3 ikut stand, saya makin yakin bahwa “penglaris” itu hanya mitos, dan dengan hanya berdoa pada Allah lah supaay kita dimudahkan Rezeki, yang dibarengi denagn usaha.

  5. Fuad Muftie mengatakan:

    @ Bu Dayu Puspa
    Terimakasih Bu, sukses juga ya Bu, Met ultah juga buat sang buah hati.

    @Bu Dyah
    Makasih juga Bu, link Ibu saya pasang di blogroll.

    @ Pak Choirul
    Wah saya memilih untuk menjalankan usaha saja Pak, untuk penelitian mungkin serahkan BPS saja ya..🙂 atau ada adik-adik mahasiswa yang berminat mengangkatnya jadi skripsi, tesis, atau disertasi?

    @Pak Umair
    Selamat Pak atas bazaarnya, Alhamdulillah sekarang saya sedang jarang ikut bazaar, karena banyak member toko kami yang sudah ikutan bazaar. jadi bagi-bagi rejeki.
    Saya yakin momen bazaar bisa menjadi media pembelajaran yang sangat bagus khususnya bagi pemula spt saya juga.

    Salam FUNtastic
    Fuad Muftie

  6. WoKay™ mania! mengatakan:

    Salam kenal,
    Kami baru membaca 1 tulisan ini dan menemui kecocokan.

    Terima kasih Pak semoga ilmunya bisa jadi ladang amal.

    Wassalam🙂

  7. Umair mengatakan:

    Sebenarnya saya tidak ikut bazar 100%, selain sewa bazar lumayan mahal untuk ukuran saya yang baru belajar. Maka saya cari partner,setelah keliling ketemu stand bazaar yang jualan Cd/Kaset ama buku-buku. maka saya menwarkan diri untuk menaruh pakain muslim disitu dengan bagi keuntungan, tetapi saya tidak ikut menanggung biaya sewa.

    Sbg Bentuk solidaritas,saya ikut membantu mendirikan bazar,dekorasinya dan ide ide lain.

  8. Fuad Muftie mengatakan:

    @ Pak WoKay
    Salam Kenal. Syukurlah kalau ada kecocokan🙂

    @ Pak Umair
    Idenya brilian juga Pak. Sewanya jadi murah, yang penting untungnya bisa gedhe🙂

    Sukses selalu Pak

    Salam
    FM

  9. pabandi mengatakan:

    Salam kenal pak..

    masalah penglaris ini sering saya lakukan
    laris..laris… laris…
    uang yang diterima paling awal di pagi hari di kibas-kibaskan ke barang yang lain
    tujuannya agar laris saja..

    saya pribadi tidak mengganggap itu serius
    sebab hal ini saya lihat dari almarhum orang tua saya melakukannya
    tapi saya tahu beliau juga hanya sekedar iseng..aja..

    kami tetap berkeyakinan bahwa masih ada KEKUATAN DIATAS yang dapat membantu larisnya barang jualan daripada meng kibas-kibaskan uang..

  10. Fuad Muftie mengatakan:

    Pak/Bu pemilik kedai Pabandi, saya kutip lagi pernyataan Anda :
    “tujuannya agar laris saja..”

    Bagaimana sesuatu yang anda jadikan tujuan tidak dianggap serius?
    Terus bagaimana kalau kedai Anda sudah segede Caref**r, apakah masih sempat mengibas-ngibaskan uang di barang dagangan.

    Kalau saya sich daripada ngipas2in uang, mendingan uang diterima, masukin laci, dan berdoa “Alhamdulillah semoga Alloh memberkahi rejeki kami” gitu kan lebih enak, punya nilai ibadah lagi.

    Salam
    FM

  11. dwi Yanto mengatakan:

    emmm, udah banyak yang bilang ( Setuju ), saya apalagi SETUJU Banget…Penglaris jebakan yang diciptkana oleh setan.
    wallahuallam

  12. Fuad Muftie mengatakan:

    Halah… koq jadi voting. Intinya hidup adalah pilihan. Mau jalan lurus apa jalan berkelok-kelok, apa jalan menjerumuskan, adalah pilihan kita sendiri untuk melewatinya. Saya cuma ingin mengingatkan bagi yang mau diingatkan, Kalau nggak mau diingatkan jangan salahkan kami-kami di akherat kelak, karena kami sudah mengingatkan.. lah koq mbulet begini.

    Salam
    Fuad Muftie

  13. Une mengatakan:

    Fuad….ga nyangka..lu berbakat jg di bidang usaha n tulis menulis…he he…mudah2an sukses…n…fenomena penglaris ternyata msh byk bgt dipercaya org2..mudah2an kita sbg sorg muslim dijauhkan dr fikiran spt itu….

  14. Fuad Muftie mengatakan:

    He.. he.. he… makanih Ne’ udah mampir. Iya nich lagi belajar jadi Pengusaha, buat persiapan pensiun. Syukur2 bisa cepet pensiun.

    Sukses juga buat usahanya, semoga cepat maju…

    Salam buat keluarga ya.

    Fuad Muftie

  15. a.mulyadi mengatakan:

    Setuju banget pak Fuad dengan fenomena yang ada dimasyarakat tentang penglaris,
    yang meyakininya bisa kena sifat syirik .
    saya terharu membaca kisah penjual donat diatas…subhanalloh..maha besar Alloh yang mengabulkan segala doa hambanya yang takwa.
    biasanya Alloh mengabuldon doanya setelah hambanya di uji terlebih dahulu ya..

    salam
    a.mulyadi

  16. Fuad Muftie mengatakan:

    Terimakasih Pak Mulyadi, semoga kita selalu terjauh dari syirik, makanya kita mesti tetap waspada dan hati-hati dengan ritual2 ttt.

    FM

  17. sugeng mengatakan:

    Si penjual donat sudah berusaha maximal selebihnya dia serahkan Allah, Intinya sabar dan sholat,

    =====
    [Fuad Muftie]
    Benar, kalau sudah ikhtiar dengan usaha yang terbaiknya, tinggal ikhlas.

  18. vin3553353 mengatakan:

    Asalamualaikum pak saya bingung nich.. saya pernah berjualan counter kecil2an dengan tempat sewa alhamdulilah lumayan akan tetapi penyewa tidak memperbolehkan lagi alasannya saudaranya mau usaha yang sama,,,,alhasil saya mengalah dan coba buka dirumah tetapi hasilnya nihil banget,,, karena tidak menguntungkan dengan modal hampir habis saya coba kembali usaha dibidang makanan (martabak har, nasgor,jus,mie goreng, model&tekwan (khas palembang))dilokasi pinggir jalan umum dengan sebelahnya tempat saya warnet yang ramai dan seberang jalan perkantoran tetapi bukan untung yang didapat malahan tempat saya berjualan sangat minim sekali pembeli saya coba bersabar selama 3 bulan lamanya dengan harapan mungkin kemajuan akan tetapi tetap nihil.. apa yang salah ya??? pernah saya membagikan kepada teman2 saya yang doyan makan mereka bilang ini masakan yang enak dari pada tempat2 yang lain… mereka juga heran kenapa sampai tidak adanya pembeli… sekarang saya mencoba untuk berjualan sarapan pagi didepan rumah saya tapi bagaimana ya sekarang timbul keraguan dari hati saya karena disisi lain mau dikemanakan alat2 saya yang lama???? ada kakak angkat saya menyarankan agar untuk buka usaha yang enak adalah dikantin2 sekolah dengan alasan walau sedikit tetapi tetap ada kelakuan .. tetapi saya tidak tahu jalur untuk masuk ke kantin2 sekolah… saya mohon bantuannya pak.. apa yang harus saya lakukan.. apakah saya tidak cocok dibidang ini (berjualan) mahon pak

    • Fuad Muftie mengatakan:

      Kalau ditanya apanya yang salah, pastinya ibu sendiri yang bisa menyelediki apanya yang salah. Karena faktor-faktor penentu keberhasilan dalam usaha juga sangat banyak Bu, jadi Ibu yang bisa mengevaluasinya lagi.Selain dari sisi teknis berdagang (barang, harga, pelayanan, kebersihan, promosi dll) juga ada faktor non teknis yang bisa mempengaruhi keberhasilan (spiritual, hubungan dg tetangga / lingkungan, hubungan dg karyawan, keramahan), dll.

      Kalau ibu mau usaha lagi, menurut saya lebih enak dagang di depan rumah dulu, karena akan menghemat beberapa komponen biaya. TInggal pastikan ada tidak calon konsumen yang lalu-lalang di depan rumah Ibu. Kalau trafik di depan rumah cukup banyak, menurut saya pasti ada potensi dan prospek untuk berjualan di depan rumah.

      Kalau mau masuk ke kantin sekolah, Ibu tinggal hubungi orang-orang / pengurus sekolahan, sampaikan saja niat Ibu ingin mengisi kantin, apa dan bagaimana syaratnya. TInggal dihitung2 kalau syaratnya memudahkan, Ibu bisa masuk, kalau syaratnya sulit Ibu tinggal cari sekolahan yang lain.

  19. Arief Heru mengatakan:

    Assalamualaikum! pak saya sangat terinpirasi sekali dgn smua tulisan anda dan kebetulan saya skrng ini mau mncoba mnjlnkn usaha pertama saya dan saya ingin mnjlnkn usaha pakaian kecil2an yg dngn modal pas2an karena blm adanya uang utk menyewa toko jd usahanya saya lkkn drmh sj.
    1.saya ingin brtanya produk pkaian apa yg plng bgs klu dlakukan dr rmh?
    2.strategi sprti apa yg plng bgs dpakai,baik dr strategi hrg maupun pemasarannya?
    saya harap pak fuad bisa mmbrkan penjelasannya dgn sjelas2,maaf ya pak agak sedikit maksa,itu karena saya bnr2 tdk tau smskli n bhkn bs dkatakan saya ingin mncuri kesuksesan dr bapak!!! heheee…
    Mohon penjelasan dan bimbingan serta arahannya ya pak!
    bapak bisa ngirim jawaban dr pertanyaan dan smua tips,kunci sukses,lngkh2,dll ke email saya http://www.ariefhowie@yahoo.co.id.
    mohon maaf ya pak krn saya tll bnyk prmntaannya,hrp dmklmi krn sy msh muda dan blm bnyk pengalaman!
    Assalamuailaikum!

    [Fuad Muftie]
    ==========
    Wa’alikum salam Wr Wb
    Mungkin yang ingin anda dapatkan adalah “ikan”, tapi saya tidak suka memberi ikan, karena belum tentu anda akan suka dengan ikan yang saya beri. Mending saya kasih kail, biar anda ada usaha nyari umpan, mengail, dan memilih sendiri ikan yang akan anda tangkap.

    Dalam mulai bisnis yang paling penting dibuka pertama kali adalah MIND SET. Kita mau tidak mau harus memaksa mind set kita untuk berubah, entah dengan membaca buku, dengan bertanya pada orang lain, atau “berempati” dengan pedagang-pedagang di sekitar anda. Para pedagang tersebut banyak yang memulai dari tidak tahu dan sekarang sukses menjadi orang yang paling tahu tentang seluk-beluk usahanya.

    Semuanya diperoleh tidak secara instan, satu persatu pelajaran bisnis diperolehnya di lapangan. Memang anda akan punya keuntungan dengan banyak membaca dan belajar dari orang lain, tapi tetap prosesnya harus anda lalui satu persatu. kabar baiknya anda bisa lebih cepat sukses dibanding orang lain yang tertatih2 di jalan usahanya.

    Saran saya belajarlah menjadi sales yang baik dulu biar anda tahu produk apa yang cocok anda dagangkan dari rumah, dan strategi apa yang bisa anda terapkan untuk bisnis anda.

    Semoga anda dimudahkan jalannya.

  20. Komera mengatakan:

    Saya punya 3 kios ukuran 3 x 5m didepan rumah saya di pinggir jalan (strategis) tempat parkir luas,di daerah Pasar Rebo Jakarta Timur. 2 kios sudah diisi, tinggal 1 kios yang kosong. Kalau ada yg berniat mau kerjasama buka usaha (selain bengkel atau warung makanan)saya persilahkan. Atau mungkin mau usaha sendiri dan hanya ingin menyewa tempat saya juga boleh harga kontrak nego.Bagi rekan-rekan yang berminat silahkan layangkan email ke komera.id@gmail.com

  21. firman mengatakan:

    pa gimana sich biar jadi good salesman…? karna saya bekerja di salah satu provider telekomunikasi. saya bingung market yang bagus seperti apa ? harus kemana..? karna yang saya pasarkan adalah hp modem,.,.,.

    • Fuad Muftie mengatakan:

      Cara mancing yang bagus adalah mancing di kolam ikan yang banyak ikannya dan ikannya sedang lapar. jangan mancing di sungai yang tidak ada ikannya. Cara menjual yang bagus adalah menjual di kerumunan orang yang butuh modem. Pelajari ilmu ini dari orang-orang yang sudah mahir mencari dan menciptakan kolam ikan yang banyak ikan kelaparannya.

  22. Novyar Nafis mengatakan:

    Mengharukan sekali…tapi memang cerita ini sering banyak terjadi bahkan aku juga pernah mengalami, gimana rasanya, sulit untuk dikatakan atau di ungkapkan…kecuali hanya bisa dirasakan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: